Anda di halaman 1dari 67

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

PADA MASYARAKAT RT 005/ RW 002 KELURAHAN PETUK KETIMPUN


KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN AJARAN 2021/2022

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Kebidanan Komunitas (PKL)


Pada Prodi DIII-Kebidanan STIKes Eka Harap Palangka Raya

Oleh:
DEA AGUSTINA ( 2019.A.10.0795 )
ESTER PRISKILA ( 2019.A.10.0802 )
EZRA NOVITA SULITIA NINGRUM ( 2019.A.10.0803 )
FITRI ( 2019.A.10.0804 )
SURITA KASIH ( 2019.A.10.0826 )

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN 2022
ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS
PADA MASYARAKAT RT 005/ RW 002 KELURAHAN PETUK KETIMPUN
KOTA PALANGKA RAYA
TAHUN AJARAN 2021/2022

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Kebidanan Komunitas (PKL)


Pada Prodi DIII-Kebidanan STIKes Eka Harap Palangka Raya

Oleh:
DEA AGUSTINA ( 2019.A.10.0795 )
ESTER PRISKILA ( 2019.A.10.0802 )
EZRA NOVITA SULITIA NINGRUM ( 2019.A.10.0803 )
FITRI ( 2019.A.10.0804 )
SURITA KASIH ( 2019.A.10.0826 )

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN 2022

i
ii

LEMBAR PENGESAHAN

ASUHAN KELUARGA KEBIDANAN KOMUNITAS


PADA MASYARAKAT RT 005/ RW 002 KELURAHAN PETUK KETIMPUN KOTA
PALANGKA RAYA
Tanggal ........................... - ......................... 2022

Oleh:
DEA AGUSTINA ( 2019.A.10.0795 )
ESTER PRISKILA ( 2019.A.10.0802 )
EZRA NOVITA SULITIA NINGRUM ( 2019.A.10.0803 )
FITRI ( 2019.A.10.0804 )
SURITA KASIH ( 2019.A.10.0826 )

Dengan ini disahkan sebagai Laporan Kegiatan


Praktik Kebidanan Komunitas

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

(.......................................)
(....................................)

Mengetahui,
Ketua Prodi DIII Kebidanan

(.................................................)
iii

KATA PENGANTAR
iv

DAFTAR ISI

Lembar Judul i
Lembar Pengesahan ........................................................................................................ ii
Kata Pengantar ............................................................................................................... iii
Daftar Isi ........................................................................................................................ iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Kebidanan Komunitas ................................................ 7
2.1.1 Pendahuluan ..................................................................................................... 7
2.1.2 Definisi Kebidanan Komunitas ................................................. 8
2.1.3 Tujuan Kebidanan Komunitas ................................................... 9
2.1.4 Sasaran Kebidanan Komunitas .................................................. 10
2.1.5 Strategi Kebidanan Komunitas ................................................. 11
2.1.6 Falsafah Kebidanan Komunitas ................................................ .. 12
2.2 Proses Asuhan Kebidanan Komunitas .............................................. 13
2.2.1 Definisi Proses Kebidanan Komunitas ...................................... 14
2.2.2 Tujuan dan Fungsi Proses Kebidanan Komunitas ...................... 15
2.2.3 Langkah-langkah Proses Kebidanan Komunitas ....................... 16

BAB III ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS


3.1 Tahap Persiapan ...................................................................................................... 17
3.2 Tahap Pelaksanaan .................................................................................................. 18
3.2.1 Pengkajian ....................................................................................................... 19
3.2.2 Analisis Data ................................................................................................... 20
3.2.3 Penapisan Masalah .......................................................................................... 21
3.2.4 Prioritas Masalah ............................................................................................. 22
3.2.5 Perencanaan ..................................................................................................... 23
3.2.6 Pelaksanaan ...................................................................................................... 24
v

DAFTAR LAMPIRAN

Puji syukur kita panjatkan kehadiran Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
hidayanyasehingga kami dapat menyelesaikan laporan askeb komunitas ini tepat pada waktunya
yang telah di tentukan. Laporan ini diajukan guna memenuhi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Pada kesempatan ini juga kami berterima kasih atas bimbingan dan masukan dari semua
pihak yang telah memberi kami bantuan wawasan untuk dapat menyelesaikan laporan ini baik
itu secara lansung maupun tidak lansung. Penulis menyadari isi laporan ini masih jauh dari
kategori sempurna, baik dari segikalimat, isi maupun dalam penyusunan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun, sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini dan laporan-
laporan selanjutnya.

Palankga Raya, Maret 2022

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Para ahli mendefinisikan komunitas atau masyarakat dari sudut pandang yang
berbeda. WHO mendefinisikan komunitas sebagai kelompok social yang
ditentukan oleh batas – batas wilayah, nilai – nilai keyakinan dan minat yang
sama, serta adanya saling mengenal dan berinteraksi Antara anggota masyarakat
yang satu dengan yang lainnya.
Kebidanan komunitas merupakan konsep dasar bidan dalam melayani keluarga
dan masyarakat di wilayah tertentu. Kebidanan komunitas adalah bidan yang
melayani keluarga dan masyarakat di luar rumah sakit. Di dalam konsep tersebut
tercakup berbagai unsur. Unsur – unsur tersebut adalah bidan sebagai pelaksana
pelayanan, pelayanan kebidanan, dan komunitas sebagai sarana pelayanan, ilmu
dan teknologi kebidanan, serta factor yang mempengaruhi seperti lingkungan,
masing-masing usnur memiliki karekteristik.
Pendekatan baru mengenai kualitas pelayanan menuntut pergeseran titik tekan
pelayanan kesehatan terutama kebidanan dari yang berorientasi target
peencapaian menjadi berorientasi penjagaan mutu pelayanan. Pendekatan
semacam ini mengharuskan pihak pengelola program untuk mengoordinasi
semua kegiatan yang berbasis klinik seperti rumah sakit, puskesmas, klinik,
swasta atau yanh berbasis pada masyarakat seperti posyanddu, polindes, bidan di
desa, petugas penyalur kontrasepsi (CBD), dan lainnya.
Praktik bidan adalah suatu perwujudan dari kewenangan bidan dalam melakukan
tugasnya melayani pasien. Pratik bidan adalah salah satu kegiatan kebidanan
komunitas, kegiatan praktik kerja dikelola oleh bidan sendiri sesuai dengan
kewenangannya. Dala kegiatan praktik ini, bidan dapat dibantu oleh tenaga
kesehatan atau tenaga lainnya yang kuallifikasi pendidikannay lebih rendah.
Bidan yang bekerja di desa mempunyai wilayah kerja atau wilayah pelayanan.
Masyarakat yang berada di dekat tempat aktivitas bidan merupakan sasaran
utama pelayanan kebidanan komunitas mendorong bidan bekerja aktif, tidak
menunggu pasien dating ketempat kerjanya. Bidan harus aktif memberi
pelayanan terhadap ibu dan anak balita baik di dalam maupun di luar unit
kerjanya. Untuk itu bidan harus mengetahui perkembangan kesehatan masyarakat
dari waktu ke waktu. Pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
harus dilakukan oleh bidan komunitas.
Konsep kebidanan terdiri dari beberapa kompenen yang membentuk suatu konsep
kebidanan komunitas . unsur- unsur yang tercakup dalam keidanan komunitas

6
7

adalah bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan, lingkungan dan


pengetahuan, serta teknologi.
Ciri kebidanan komunitas adalah menggunakan populasi sebagai unit analisis.
Populasi dapat kelompok sasaran (jumlah perempuan, jumlah kepala keluarga,
jumlah laki-laki, jumlah neonates, jumlah balita) dalam area yang dapat
ditentukan sendiri oleh bidan. Analisis situasi merupakan proses sistematis untuk
melihat fakta, data atau kondisi yang ada dalam suatu lingkup wilayah.

1.3. Tujuan
Laporan asuhan kebidana komunitas dibuat guna untuk memenuhi tugas yang
diberiakn kepada mahasiswa kebidana selama menjalani Praktik Kerja Lapangan di
Wilayah Petuk Ketimpun
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Konsep Dasar Kebidanan Komunitas
2.1.1. Pendahuluan
Di Indonesia perkembangan kebidanan tidak begitu pesat, hal ini dapat
dilihat dari sejak dimulainya pelayanan kebidanan pada tahun 1853 sampai saat
ini perkembangan pelayanan belum dapat mencapai tingkat yang professional.
Pelayanan kebidanan yang diberikan lebih banyak ditujukan pada kesehatan ibu
dan anak, baik kesehatan fisik maupun psikologisnya. Ibu dan anak ini berada
didalam suatu keluarga yang ada didalam suatu masyarakat. Bidan sebagai
pelaksana utama yang memberikan pelayanan kebidanan, diharapkan mampu
memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.
Bidan juga tinggal didalam suatu masyarakat dikomunitas tertentu oleh
karena itu dalam memberikan pelayanan tidak hanya memandang ibu dan anak
sebagai individu tetapi juga mempertimbangkan factor lingkungan dimana ibu
tinggal. Lingkungan ini dapat berupa social, politik, dan keadaan ekonomi.
Disini terlihat jelas bahwa kebidanan komunitas sangat diperlukan, agar bidan
dapat mengenal kehidupan social dari ibu dan anak yang dapat mempengaruhi
status kesehatannya.
2.1.2. Definisi kebidanan komunitas
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan professional yang
ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi,
dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan
penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan
kesehatan, menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanan, pelaksanaan, dan evaluasi
pelayanan kebidanan.
Kebidanan komunitas memberi perhatian terhadap pengaruh factor
lingkungan meliputi fisik, biologis, psikologis, social, kultural, dan spiritual
terhadap kesehatan masyarakat dan memberi prioritas pada strategi pencegahan,
peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.
Kebidanan komunitas didasarkan pada asumsi berikut.
1. System pelayanan kesehatan bersifat kompleks.
2. Pelayanan kesehatan primer, sekunder, dan tersier merupakan komponen
system pelayanan kesehatan.
3. Kebidanan merupakan subsistem pelayanan kesehatan, hasil pendidikan dan
penelitian yang melandasi praktik.

8
9

4. Focus utama adalah pelayanan kesehatan primer sehingga kebidanan


komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan utama.
Kebidanan komunitas perlu dikembangkan di tatanan pelayanan kesehatan
dasar yang melibatkan komunitas secara aktif dans sesuai keyakinan komunitas.
Beberapa keyakinan yang mendasari praktik kebidanan komunintas adalah
sebagai berikut.
1. Pelayanan kesehatan sebaiknya tersedia, dapat dijangkau, dan dapat diterima
semua orang.
2. Penyusunan kebijakan seharusnya melibatkan penerima pelayanan, dalam
hal ini komunitas.
3. Bidan sebagai pemberi pelayanan dan klien sebagai penerima pelayanan
perlu menjalin kerja sama yang baik.
4. Lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas, baik yang
mendukung maupun mengahambat sehingga hal ini perlu diantisipasi.
5. Pencegahan penyakit dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan.
6. Kesehatan merupakan tanggung jawab setiap orang.
Tujuan umum kebidanan komunitas adalah meningkatkan kemampuan
masyarakat agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Tujuan khusus
kebidanan komunitas sebagai berkut.
1. Meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
dalam pemahaman tentang pengertian sehat dan sakit.
2. Meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
dalam mengatasi masalah kesehatan.
3. Menciptakan dukungan bagi individu yang terkait.
4. Mengendalikan lingkungan fisik dan social untuk menuju keadaan sehat
yang optimal.
5. Mengembangkan ilmu dan melaksanakan kebidanan kesehatan masyarakat.
Kebidanan komunitas merupakan bentuk pelayanan/asuhan langsung yang
berfokus pada kebutuhan dasar komunitas, yang berkaitan dengan kebiasaan atau
pola perilaku masyarakat yang tidak sehat, ketidakmampuan masyarakat untuk
beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternal. Intervensi kebidanan yang
dilakukan mencakup pendidikan kesehatan, mendemonstrasikan keterampilan
dasar yang dapat dilakukan oleh komunitas, melalui intervensi kebidanan yang
memerlukan keahlian bidan (konseling pasangan yang akan menikah, melakukan
kerja sama lintas-program dan lintas-sektoral) untuk mengatasi masalah
komunitas serta melakukan rujukan kebidanan dan non kebidanan jika perlu.
10

Intervensi kebidanan tersebut difokuskan pada tiga level pencegahan yaitu


sebagai berikut.
1. Prenvensi primer. Prevensi primer adalah pencegahan dalam arti yang
sebenarnya, ketika teridentifikasi factor risiko di masyarakat. Pencegahan
primer mencakup peningktan kesehatan pada umumnya dan perlindungan
khusus terhadap penyakit, health promotion, health education, specific
protection dan environmental protection. Contoh kegiatan di bidang
prevensi primer, seperti imunisasi, penyuluhan tentang gizi, dan penyuluhan
untuk mencegah keracunan.
2. Prevensi sekunder. Pencegahan sekunder menekankan pada diagnosis dini
dan intervensi yang tepat untuk menghambat proses patologis sehingga
memperpendek waktu sait dan tingkat keparahan/keseriusan penyakit,
contoh: mengkaji keterbelakangan tumbuh kembang seorang anak/belita
atau memotivasi keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala
termasuk pemeriksaan gigi dan mata secara berkala.
3. Prevensi sekunder. Pencegahan tersier dilakukan pada kasus kecacatan atau
ketidakmampuan atau tidak dapat diperbaiki. Rehabilitasi sebagai tujuan
pencegahan primer lebih dari upaya menghambat proses penyakitnya
sendiri, yaitu mengembalikan individu pada tingkat berfungsi yang optimal
dari ketidakmampuannya. Contoh: bidan mengajarkan kepada keluarga
untuk melakukan perawatan anak dengan kolostomi di rumah atau
membantu keluarga yang mempunyai anak dengan kelumpuhan anggota
gerak untuk latihan secara teratur di rumah.
2.1.3. Tujuan kebidanan komunitas
Pemberian asuhann kebidanan di komunitas harus terarah atau mempunyai
tujuanyang jelas, adapun tujuan pemberian asuhan kebidanan dikomunitas
sebagai berikut.
1. Tujuan Umum
Asuhan kebidanan di komunitas harus mampu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat khususnya kesehatan perempuan di wilayah kerja bidan.
2. Tujuan Khusus
1) Meningkatkan pelayanan kebidanan komunitas sesuai dengan
tanggung jawab bidan.
2) Meningkatkan mutu pelayanan ibu hamil, pertolongan persalnan,
perawatan nifas dam perinatal secara terpadu.
3) Menurunkan jumlah kasus-kasus yang berkaitan dengan risiko
kehamilan, persalinan, nifas dan perinatal.
11

4) Mendukung program-program pemerintah lainnya untuk menurunkan


angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.
5) Membangun jejaring kerja dengan fasilitas rujukan dan tokoh
masyarakat setempat atau terkait.
Prinsip pelayanan atau asuhan kebidanan komunitas.
1. Kebidanan komunitas sifatnya multidisiplin meliputi ilmu kesehatan
masyarkat, social, psikolgi, ilmu kebidanan, dan ilmu lainnya yang
mendukung peran bidan di komunitas.
2. Berpedoman pada etika profesi kebidanan yang menjunjung harkat
dan martabat kemanusiaan klien.
3. Ciri kebidanan komunitas adalah menggunakan populasi sebagai unit
analisis. Populasi bias berupa kelompok sasaran (jumlah perempuan,
jumlah Kepala keluarga, jumlah laki-laki, jumlah nonatus, jumlah
perempuan usia subur dalam1 RT atau 1 kelurahan kawasan
perumahan/perkantoran.
4. Ukuran keberhasilan bukan hanya mencakup sebagai target sasaran
pelayanan, namun perubahan pola pikir dan terjalinnya kemitraan
seperti: PKK, kelompok ibu-ibu pengajian dan kader kesehatan.
5. System pelaporan kebidanan komunitas, berbeda dengan kebidanan di
klinik. System pelaporan kebidanan komunitas berhubungan dengan
wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

2.1.4. Sasaran kebidanan komunitas


Terdapat setidaknya 5 sasaran kebidanan komunitas, berikut di antaranya:
1. Ibu
Pranikah, prakonsepsi, masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa
interval, dan menopasue
2. Anak
Melakukan upaya guna meningkatkan kesehatan pada janin yang ada di
dalam kandungan maupun pada bayi, balita, anak prasekolah, dan anak usia
sekolah.
3. Keluarga
Meberikan pelayanan asuhan kebidanan pada ibu berupa kontrasepsi,
pemeliharaan ibu pasca persalinan, dan pemeliharaan pada anak berupa
perbaikan gizi serta imunisasi.
4. Kelompok Penduduk
12

Sasaran kebidanan komunitas juga menyasar kepada kelompok yang berada


di daerah kumuh, terisolir, maupun daerah sulit untuk dijangkau.
5. Masyarakat
Menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat terkecil
hingga ke masyarakat umum seperti remaja, dewasa, wanita hamil, maupun
kelompok ibu.
2.1.4.1. Pendekatan Edukatif Dalam Peran Serta Masyarakat
Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup
masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi,
sosial budaya, dll. Sebagian masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat
secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk
meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka
miliki.
1. Definisi
a. Secara Umum
Rangakaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis,
terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok,
masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang
dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan  factor sosial,
ekonomi dan budaya setempat
b. Secara Khusus
Merupakan model dari pelaksanaan organisasi dalam memecahkan
masalah yang dihadapi masyarakat dengan pendekatan pokok yaitu
pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah tersebut.
2. Tujuan Pendekatan Edukatif
a. Memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang
merupakan masalah kebidanan komunitas
b. Kembangkan kemampuan masyarakat, hal ini berbeda dengan
memecahkan masalah yang dihadapi atas dasar swadaya sebatas
kemampuan
2.1.4.2. Pelayanan Yang Berorientasi Pada Kebutuhan Masyarakat
Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan
prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat
untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas
sumber-sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara
gotong royong. Terdiri dari 3 aspek penting meliputi proses, masyarakat dan
memfungsikan masyarakat.
13

Terdiri Dari 3 Jenis Pendekatan :


1. Specifict Content Approach
Yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah
melalaui proposal program kepada instansi yang berwenang.
Contoh: pengasapan pada kasus DBD
2. General Content Objective Approach
Yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang
kesehatan dalam wadah tertentu.
Contoh: posyandu meliputi KIA, imunisasi, gizi, KIE dsb.
3. Proses Objective Approach
Yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan
masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri
sesuai kemampuan.
Contoh: Kader

2.1.5. Strategi kebidanan komunitas


2.1.5.1 Strategi Dasar Pendekatan Edukatif
a. Mengembangkan Provider
Perlu adanya kesamaan persepsi dan sikap mental positif terhadap
pendekatan yang ditempuh serta sepakat untuk mensukseskan.
Langkah-langkah pengembangan provider :
1) Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat
Bertujuan untuk mendapat dukungan, sehingga dapat
menentukan kebijakan nasional atau regional. Bentuknya
pertemuan perorangan, dalam kelompok kecil, pernyataan beberapa
pejabat yang berpengaruh.
2) Pendekatan terhadap pelaksana dari sector di berbagai tingkat
administrasi sampai dengan tingkat desa
Tujuan yang akan dicapai adalah adanya kesepahaman,
memberi dukungan dan merumuskan kebijakan serta pola secara
makro. Berbentuk lokakarya, seminar, raker, musyawarah.
3) Pengumpulan data oleh sector kecamatan/desa
Merupakan pengenalan situasi dan masalah menurut
pandangan petugas/provider. Macam data yang dikumpulkan
meliputi data umum, data khusus, dan data perilaku.
b. Pengembangan Masyarakat
14

Pengembangan masyarakat adalah menghimpun tenaga


masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri
secara swadaya sebatas kemampuan. Dengan melibatkan partisipasi
aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merencanakan alternatif,
melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang
dilaksanakan. Langkah-langkahnya meliputi pendekatan tingkat desa,
survey mawas diri, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta
pemantapan dan pembinaan.
2.1.5.2 Menggunakan atau memanfaatkan fasilitas dan potensi yang ada di
masyarakat
Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial-
ekonomi yang diakibatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara diri
sendiri (self care) sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada
status kesehatan keluarga dan masyarakat juga produktifitasnya.
1. Definisi
a. Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat,
membantu menumbuhkan kemmapuan orang, berkomunikasi dan
menguasai lingkungan fisiknya.
b. Pengembangan manusia yang tujuannya adalah mengembangkan
potensi dan kemampuan manusia mengontrol lingkungannya.
2. Langkah-Langkah
a. Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan
dimanfaatkan
c. Tingkatkan mutu potensi yang ada
d. Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada
e. Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
3. Prinsip-Prinsip Dalam Pengembangan Masyarakat
a. Program ditentukan dalam mengembangkan masyarakat
b. Program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat
c. Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan, dan
dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya.
d. Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi
sebagai katalisator untuk mempercepat proses.
4. Bentuk-Bentuk Program Masyarakat
a. Program intensif yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi
dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral
15

b. Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan


pada salah satu instansi/departemen yang bersangkutan saja secara
khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerjasama lintas
program.
c. Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha-
usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan
kebutuhan wilayah tersebut

2.1.6. Falsafah Kebidanan Komunitas


2.1.6.1. Konsep Kebidanan Komunitas
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan,
yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga yang berkualitas.
Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai
dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud untuk meningkatkan
kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas,
bahagia dan sejahtera.
1. Pengertian/ Definisi
Konsep merupakan kerangka ide yang mengandung suatu pengertian
tertentu. Kebidanan  berasal dari kata “bidan“. Menurut kesepakatan
antara ICM; IFGO dan WHO tahun 1993, mengatakan
bahwa bidan (midwife) adalah “seorang yang telah mengikuti
pendidikan kebidanan yang diakui oleh Pemerintah setempat, telah
menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau
mendapat izin melakukan praktek kebidanan” (Syahlan, 1996 : 11).
Bidan di Indonesia (IBI) adalah “ seorang wanita yang mendapat
pendidikan kebidanan formal dan lulus serta terdaftar di badan resmi
pemerintah dan mendapat izin serta kewenangan melakukan kegiatan
praktek mandiri” (50 Tahun IBI). Bidan lahir sebagai wanita terpercaya
dalam mendampingi dan menolong ibu-ibu melahirkan, tugas yang
diembankan sangat mulia dan juga selalu setia mendampingi dan
menolong ibu dalam melahirkan sampai sang ibu dapat merawat bayinya
dengan baik. Bidan diakui sebagai profesional yang bertanggungjawab
yang bekerja sebagai mitra prempuan dalam memberikan dukungan yang
diperlukan, asuhan dan nasihat selama kehamilan, periode persalinan dan
post partum, melakukan pertolongan persalinan di bawahtanggung
jwabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi baru lahir dan bayi.
16

Kebidanan (Midwifery)  mencakup pengetahuan yang dimiliki dan


kegiatan pelayanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. (Syahlan, 1996 :
12). Komunitas berasal dari bahasa Latin yaitu “Communitas” yang
berarti kesamaan, dan juga “communis” yang berarti sama, publik
ataupun banyak. Dapat diterjemahkan sebagai kelompok orang yang
berada di suatu lokasi/ daerah/ area tertentu (Meilani, Niken dkk, 2009 :
1). Menurut Saunders (1991) komunitas adalah tempat atau kumpulan
orang atau sistem sosial.
Dari uraian di atas dapat dirumuskan definisi
Kebidanan Komunitas sebagai segala aktifitas yang dilakukan
oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan.
Pengertian kebidanan komunitas yang lain menyebutkan upaya yang
dilakukan Bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan Ibu dan
Anak balita di dalam keluarga dan masyarakat.
Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan profesional yang
ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko
tinggi, dengan upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui
pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, menjamin keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra
dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kebidanan
(Spradly, 1985; Logan dan Dawkin, 1987 dalam Syafrudin dan Hamidah,
2009 : 1)
Pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas didasarkan pada empat
konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia, masyarakat/
lingkungan, kesehatan dan pelayanan kebidanan yang mengacu pada
konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan
tercapainya taraf  kesejahteraan hidup masyarakat (Meilani, Niken dkk,
2009 : 8).
2. Riwayat Kebidanan Komunitas di Indonesia
Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan di Indonesia
dimana bidan sebagai ujung tombak pemberi pelayanan
kebidanan komunitas. Bidan yang bekerja melayani keluarga dan
masyarakat di wilayah tertentu disebut bidan komunitas (community
midwife) (Syahlan, 1996 : 12). Di Indonesia istilah “bidan komunitas”
tidak lazim digunakan sebagai panggilan bagi bidan yang bekerja di luar
Rumah Sakit. Secara umum di Indonesia seorang bidan yang bekerja di
masyarakat termasuk bidan desa dikenal sebagai bidan komunitas.
17

Sampai saat ini belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan


tenaga bidan yang bekerja di komuniti. Pendidikan yang ada sekarang ini
diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa.
Pendidikan tersebut adalah program pendidikan bidan A (PPB A), B
(PPB B), C (PPB C) dan Diploma III Kebidanan. PPB-A,lama
pendidikan 1 tahun, siswa berasal dari lulusan SPK (Sekolah Perawat
Kesehatan). PPB-B,lama pendidikan 1 tahun, siswa berasal dari lulusan
Akademi Perawat. PPB-C, lama pendidikan 3 tahun, siswa berasal dari
lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Diploma III Kebidanan :
lama pendidikan 3 tahun, berasal dari lulusan SMU, SPK maupun PPB-
A  mulai tahun 1996. Kurikulum pendidikan bidan tersebut diatas
disiapkan sedemikian rupa sehingga bidan yang dihasilkan mampu
memberikan pelayanan kepada ibu dan anak balita di masyarakat
terutama di desa. Disamping itu Departemen Kesehatan melatih
para bidan yang telah dan akan bekerja untuk memperkenalkan kondisi
dan masalah kesehatan serta penanggulangannya di desa terutama
berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak balita. Mereka juga mendapat
kesempatan dalam berbagai kegiatan untuk mengembangkan
kemampuan, seperti pertemuan ilmiah baik dilakukan oleh pemerintah
maupun oleh organisasi profesi seperti IBI. Bidan yang bekerja di desa,
puskesmas, puskesmas pembantu; dilihat dari tugasnya berfungsi
sebagai bidan komunitas. (Syahlan, 1996 : 13)
3. Bekerja di Komunitas
Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan di luar rumah sakit dan
merupakan bagian atau kelanjutan dari pelayanan kebidanan yang di
berikan rumah sakit. Misalnya : ibu yang melahirkan di rumah sakit dan
setelah 3 hari kembali ke rumah. Pelayanan di rumah
oleh bidan merupakan kegiatan kebidanan komunitas.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas, kunjungan rumah
dan melayani kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan
kegiatan kebidanan komunitas.
Sebagai bidan yang bekerja di komunitas maka bidan harus
memahami perannya di komunitas, yaitu :
a. Sebagai Pendidik
Dalam hal ini bidan berperan sebagai pendidik di masyarakat.
Sebagai pendidik, bidan berupaya merubah perilaku komunitas di
wilayah kerjanya sesuai dengan kaidah kesehatan. Tindakan yang
18

dapat dilakukan oleh bidan di komunitas dalam berperan sebagai


pendidik masyarakat antara lain dengan memberikan penyuluhan
di bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu, anak dan keluarga.
Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti
ceramah, bimbingan, diskusi, demonstrasi dan sebagainya yang mana
cara tersebut merupakan penyuluhan secara langsung. Sedangkan
penyuluhan yang tidak langsung misalnya dengan poster, leaf let,
spanduk dan sebagainya.
b. Sebagai Pelaksana (Provider)
Sesuai dengan tugas pokok bidan adalah memberikan pelayanan
kebidanan kepada komunitas. Disini bidan bertindak sebagai
pelaksana pelayanan kebidanan. Sebagai pelaksana, bidan harus
menguasai pengetahuan dan teknologi kebidanan serta melakukan
kegiatan sebagai berikut :
1) Bimbingan terhadap kelompok remaja masa pra perkawinan.
2) Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, menyusui dan
masa interval dalam keluarga.
3) Pertolongan persalinan di rumah.
4) Tindakan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dengan
resiko tinggi di keluarga.
5) Pengobatan keluarga sesuai kewenangan.
6) Pemeliharaan kesehatan kelompok wanita dengan gangguan
reproduksi.
7) Pemeliharaan kesehatan anak balita.
c. Sebagai Pengelola
Sesuai dengan kewenangannya bidan dapat melaksanakan
kegiatan praktek mandiri. Bidan dapat mengelola sendiri pelayanan
yang dilakukannya. Peran bidan di sini adalah sebagai pengelola
kegiatan kebidanan di unit puskesmas, polindes, posyandu dan
praktek bidan. Sebagai pengelola bidan memimpin dan
mendayagunakan bidan lain atau tenaga kesehatan yang
pendidikannya lebih rendah.
Contoh : praktek mandiri/ BPS
d. Sebagai Peneliti
Bidan perlu mengkaji perkembangan kesehatan pasien yang
dilayaninya, perkembangan keluarga dan masyarakat. Secara
sederhana bidan dapat memberikan kesimpulan atau hipotersis dan
19

hasil analisanya. Sehingga bila peran ini dilakukan oleh bidan, maka ia


dapat mengetahui secara cepat tentang permasalahan komuniti yang
dilayaninya dan dapat pula dengan segera melaksanakan tindakan.
e. Sebagai Pemberdaya
Bidan perlu melibatkan individu, keluarga dan masyarakat dalam
memecahkan permasalahan yang terjadi.  Bidan perlu menggerakkan
individu, keluarga dan masyarakat untuk ikut berperan serta dalam
upaya pemeliharaan kesehatan diri sendiri, keluarga maupun
masyarakat.
f. Sebagai Pembela klien (advokat)
Peran bidan sebagai penasehat didefinisikan sebagai kegiatan
memberi informasi dan sokongan kepada seseorang sehingga mampu
membuat keputusan yang terbaik dan memungkinkan bagi dirinya.
g. Sebagai Kolaborator
Kolaborasi dengan disiplin ilmu lain baik lintas program maupun
sektoral.
h. Sebagai Perencana
Melakukan bentuk perencanaan pelayanan kebidanan individu
dan keluarga serta berpartisipasi dalam perencanaan program di
masyarakat luas untuk suatu kebutuhan tertentu yang ada kaitannya
dengan kesehatan. (Syafrudin dan Hamidah, 2009 : 8)
Dalam memberikan pelayanan kesehatan
masyarakat bidan sewaktu – waktu bekerja dalam tim, misalnya
kegiatan Puskesmas Keliling, dimana salah satu anggotanya
adalah bidan.
4. Jaringan Kerja
Beberapa jaringan kerja bidan di komunitas yaitu Puskesmas/
Puskesmas Pembantu, Polindes, Posyandu, BPS,  Rumah pasien, Dasa
Wisma, PKK. (Syahlan, 1996 : 235)
Di puskesmas bidan sebagai anggota tim bidan diharapkan dapat
mengenali kegiatan yang akan dilakukan, mengenali dan menguasai
fungsi dan tugas masing – masing,    selalu berkomunikasi dengan
pimpinan dan anggota lainnya, memberi dan menerima saran serta turut
bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan tim dan hasilnya.
Di Polindes, Posyandu, BPS dan rumah pasien, bidan merupakan
pimpinan tim/ leader di mana bidan diharapkan mampu berperan sebagai
pengelola sekaligus pelaksana kegiatan kebidanan di komunitas
20

Dalam jaringan kerja bidan di komunitas diperlukan kerjasama lintas


program dan lintas sektor. Kerjasama lintas program merupakan bentuk
kerjasama yang dilaksanakan di dalam satu instansi terkait, misalnya :
imunisasi, pemberian tablet FE, Vitamin A, PMT dan sebagainya.
Sedangkan kerjasama lintas sektor merupakan kerjasama yang
melibatkan institusi/ departemen lain, misalnya : Bulan Imunisasi Anak
Sekolah (BIAS), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan sebagainya.

2.2 Proses asuhan kebidana komunitas


2.2.1 definisi kebidanan komunitas
Proses kebidanan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan
yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan
berkesinambungan dalam rangka memecahkan masalah kesehatan klien,
keluarga, kelompok serta masyarakat melalui langkah-langkah seperti
pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan (Wahyudi,
2010)
Asuhan kebidanan komunitas dilakukan dengan pendekatan proses
kebidanan. Penerapan dari proses kebidanan bervariasi pada setiap situasi,
tetapi prosesnya memiliki kesamaan. Elemennya menggunakan metode
pendekatan proses kebidanan. Proses kebidanan adalah suatu kerangka
operasional dalam pelaksanaan asuhan kebidanan yang berupa rangkaian
kegiatan secara sistematis sehingga masyarakat mampu secara mandiri dalam
menghadapi masalah kesehatannya.
Rencana dalam tindakan kebidanan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi
untuk mempromasikan kebidanan.
2.2.2 Tujuan Dan fungsi proses kebdianan komunitas
Tahap implementasi yang dilakukan dengan adanya rencana tindakan yang
disusun dan ditujukan pada rencana strategi untuk membantu komunitas
mencapai tujuan yang diharapkan. Kemudian rencana dari tindakan yang
spesifik dilaksanakan untuk mengubah
atau mengatur ulang faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan
komunitas. Tujuan dari implementasi adalah membantu komunitas dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkalan kesehatan,
pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan, dan memfasilitasi koping.
Perencanan tindakan keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik, jika
komunitas mempunyai keinginan untuk berpartisipasi dalan implementasi
tindakan keperawatan.
21

2.2.3 Langkah-langkah proses kebidanan komunitas


langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut:

1. Menentukan Prioritas
Melalui pengkajian, bidan akan mampu mengidentifkasi respons
komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan.
Dalam menentukan perencanaan perlu disusun suatu sistem untuk
imenentukan diagnosis yang akan diarmbil indakan perlama kali. Dalam
menentukan suatu keputusanyang akan diambil untuk mengetahui
tindakan yang akan kita lakukan yang lebih akurat.

2. Menentukan Kriteria Hasil

Penentuan kriteria hasil harus ditujukan unluk komunitas. Kriteria


hasil harus menunjukkan tindakan apa yang akan dilakukan komunitas
serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilaksanakan untuk
mendapatkan hasil yang spesifik serta pencapaian dalam penentuan hasil
yang akan di dapat.

3. Menentukan Rencana Tindakan


Rencana tindakan adalah desain spesifik tentang komunitas dalam
pencapaian hasil yang akan didapatkan untuk mengetahui apakah
tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan keperawatan komunitas.
Serta dengan adanya rencana tindakan ini dapat membatasi beberapa
faktor-foktor pendukung yang telah mencapai suatu rencana aktivitas.

4. Dokumentasi
Rencana dalam tindakan kebidanan ditulis dalam suatu bentuk yang
bervariasi untuk mempromasikan kebidanan yang meliputi ibu hamil,
keluarga, dan komunitas. Perencanaan asuhan kebidanan pada klien
( komnunitas) dan menyertakan tiga prinsip, yaitu : pemberdayaan
(empowerment), negosiasi (negotiatian), dan kerja sama lintas sektar
(networking).
22

PENYAJIAN DATA PENDUDUK


(REKAPAN)

A. Letak Geografis Wilayah


B. Tempat Layanan Umum Penduduk
C. Karakteristik Umum Penduduk di Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya
Tahun 2022 :
1. Jumlah KK yang diwawancarai : 117 KK
1. PENYAJIAN DATA KEPALA KELUARGA
1.1 Tabel Distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di RT 05 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Umur Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 15-19 - - - -

2 20-24 5 - 5 4,27%

3 25-29 16 2 18 15,38%

4 30-34 20 - 20 17,09%

5 35-39 18 - 18 15,38%

6 40-44 22 - 22 18,80%

7 45-49 14 - 14 11,96%

8 50-54 6 - 6 5,12%

9 55-59 2 - 2 1,70%

10 ≥ 60 10 2 12 10,25%

Jumlah 113 4 117 100%

Berdasarkan tabel di atas table menunjukan distribusi kepala keluarga berdasarkan kelompok umur dan
jenis kelamin yang paling banyak pada umur 40-44 tahun (18,80%) dan yang paling sedikit pada umur
55-59 tahun 2 orang (1,70%).
Catatan :
Jumlah KK yang berstatus Duda = 3 Janda = 5

1.2 Tabel Distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di RT 05 RW
02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 Tidak Tamat SD/MI - - - -

2 Tamat SD/MI 11 2 13 11,11%

3 Tidak Tamat SMP/MTS 2 - 2 1,70%

4 Tamat SMP/MTS 17 - 17 14,52%

5 Tidak Tamat SMA - - - -

6 Tamat SMA 65 2 67 57,26%

7 Tidak tamat PT 3 - 3 2,56%

8 Tamat PT 15 - 15 12,82%

Jumlah 113 4 117 100%


23

Berdasarkan tabel di atas Berdasarkan tabel distribusi diatas menunjukan distribusi kepala keluarga
berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis kelamin yang paling banyak adalah Tamat SMA sebanyak
67 orang (57,26%) dan yang paling sedikit adalah Tidak tamat SMP berjumlah 2 orang (1,70%).

Catatan :
Yang tidak sekolah Laki-laki = - Perempuan = -

1.3 Tabel Distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Agama yang dianut dan Jenis Kelamin
di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Agama Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 Islam 81 1 82 70,08%

2 Kristen 27 1 28 23,93%

3 Katolik 3 - 3 2,56%

4 Hindu 3 1 4 3,41%

5 Budha - - - -

Jumlah 114 3 117 100%

Berdasarkan tabel di atasmenunjukan table distribusi kepala keluarga berdasarkan kelompok agama
yang dianut dan jenis kelamin yang paling banyak adalah agama Islam sebanyak (70,08 %) dan yang
paling sedikit agama Katolik sebanyak 3KK (2,56%).

1.4 Tabel distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin di RT 05 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Jenis Pekerjaan Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 PNS 7 - 7 5,98%

2 POLRI/TNI 4 - 4 3,41%

3 Karyawan/Swasta 45 2 47 40,17%

4 Petani 9 - 9 7,69%

5 Peternak 1 - 1 0,85%

6 Pedagang 4 - 4 3,41%

7 Nelayan - - - -

8 Buruh 14 - 14 11,96%

9 Pembantu RT - - - -

10 Penata rambut - - - -

11 Lain-lain 31 31 26,49%

Jumlah 115 2 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan table distribusi kepala keluarga berdasarkan jenis pekerjaan dan
jenis kelamin paling banyak yaitu Karyawan/Swasta sebanyak 47 orang (40,17%) dan yang paling
sedikit Peternak sejumlah 1 orang (0,85%).
24

1.5 Tabel distribusi Kepala Keluarga Berdasarkan Suku Bangsa dan Jenis Kelamin di RT 05 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan RayaTahun 2022
No Suku Bangsa Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 Banjar 25 1 26 22,22%

2 Dayak 49 1 50 42,73%

3 Jawa 37 - 37 31,62%

4 Ambon 2 - 2 1,70%

5 Lain-lain/Batak 2 - 2 1,70%

Jumlah 115 2 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan table distribusi kepala keluarga berdasarkan suku bangsa dan
jenis kelamin yang paling banyak suku Dayak sebanyak 50 orang (42,73%) dan paling sedikit suku
Batak dan Ambon sebanyak 2 orang (1,70%).

2. PENYAJIAN DATA PENDUDUK


1.
2.
2.1 Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Tahapan Perkembangan Kelompok Umur dan Jenis
Kelamin di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun
2022.
No Umur Jenis Kelamin Persentase
Jumlah
Laki-laki Perempuan (%)

1 < 12 bln 14 6 20 6,02%

2 12-59 bln 20 17 37 11,14%

3 5-12 Th 33 21 54 16,26%

4 13-19 Th 20 20 40 12,04%

5 20 – 35 Th 42 58 100 30,12%

6 36 – 45 Th 13 24 37 11,14%

7 46 – 59 Th 17 14 31 9,33%

8 ≥ 60 Th 9 4 13 3,91%

Jumlah Penduduk 168 164 332 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi penduduk berdasarkan tahapan perkembangan


kelompok umur dan jenis kelamin laki-laki dan perempuan umur 20-35 tahun sebanyak 100 orang
(30,12%) dan paling sedikit >60 sebanyak 13 orang (3,91%) di RT 05

Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin di RT 005 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 Tidak Tamat SD/MI 11 - - 3,31%

2 Masih SD/MI 31 32 63 18,97%

3 Tamat SD/MI 12 13 25 7,53%

4 Tidak Tamat SMP/MTS - - - -


25

5 Masih SMP/MTS 8 16 24 7,22%

6 Tamat SMP/MTS 15 2 17 5,12%

7 Tidak Tamat SMA 3 - 3 0,90%

8 Masih SMA 25 50 75 22,59%

9 Tamat SMA 43 15 58 17,46%

10 Tidak tamat PT - - - -

11 Masih PT 2 2 4 1,20%

12 Tamat PT 16 23 39 11,74%

13 Lain-lain 9 4 13 3,91%

Jumlah Penduduk 175 157 332 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis
kelamin paling banyak sebanyak 75 orang (23,36%) dan yang paling sedikit tidak tamat SMA
sebanyak 3 orang (0,93%).

Catatan :
Yang tidak sekolah Laki-laki = 11 orang Perempuan = 0 orang (termasuk anak bayi/balita )

2.2 Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin di RT 05 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Jenis Pekerjaan Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 PNS 7 12 19 8,01%

2 POLRI/TNI 2 - 2 0,84%

3 Karyawan 76 44 120 50,63%

4 Petani 14 7 21 8,86%

5 Peternak 5 2 7 2,95%

6 Pedagang 6 8 14 5,90%

7 Nelayan - - - -

8 Buruh 11 2 13 5,48%

9 Pembantu RT - - - -

10 Penata rambut - - - -

11 Lain-lain.. 19 22 41 17,29%

Jumlah 140 97 237 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi penduduk berdasarkan pekerjaan dan jenis kelamin
yaitu Karyawan/Swasta sebanyak 120 orang (50,63%) dan yang paling sedikit TNI/POLRI sebanyak
2 orang (0,84%).

2.3 Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Golongan Darah dan Jenis Kelamin di RT 05 RW02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan RayaTahun 2022
26

No Golongan Darah Jenis Kelamin Jumlah Persentase


(%)
Laki-laki Perempuan

1 A 10 8 18 5,42%

2 B 10 8 18 5,42%

3 AB 3 - 3 0,90%

4 O 20 10 30 9,03%

5 Tidak diketahui 130 133 263 79,21%

Jumlah 173 159 332 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi penduduk berdasarkan golongan darah dan jenis
kelamin yang paling banyak golongan darah Tidak diketahui sebanyak 263 orang (79,21%) dan yang
paling sedikit golongan Darah AB sebanyak 3 orang (0,90%).

2.4 Tabel Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama dan Jenis Kelamin di RT 05 RW 02 Kelurahan
Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Agama Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
Laki-laki Perempuan

1 Islam 115 118 233 70,18%

2 Katolik 6 5 11 3,31%

3 Kristen 36 47 83 25%

4 Hindu 2 3 5 1,50%

5 Budha - - - -

Jumlah 159 174 332 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi penduduk berdasarkan agama dan jenis kelamin yang
paling banyak beragama Islam sebanyak 233 orang (70,18%) dan yang paling sedikit beragama Hindu
sebanyak 5 orang (1,50%).

3. PENYAJIAN DATA UMUM KELUARGA


3.1 Tabel Distribusi Keluarga Berdasarkan Tipe Keluarga, Perkawinan Bapak dan Ibu Sekarang Serta
Lama Usia Perkawinan Sekarang di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja
Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

1 Tipe Keluarga
a. Keluarga Inti 115 98%
b. Keluarga Besar 2 1,70%
2 Perkawinan Bapak Sekarang
a. Ke-1 111 100%
b. Ke-2 5 4,27%
c. Ke-≥3 1 0,85%
3 Lama Usia Perkawinan Sekarang
a. ≤ 1 Tahun 1 0,85%
b. > 1-3 Tahun 4 3,41%
c. ≥ 3 Tahun 112 95,72%
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi keluarga berdasarkan tipe keluarga, perkawianan
bapak dan ibu sekarang serta lama usia perkawinan yaitu keluarga inti sebanyak 115 KK (98%) dan
27

yang paling sedikit, keluarga besar sebanyak 2 KK (1,70%) dan lama usia perkawinan sekarang paling
banyak >3 tahun sebanyak 112 KK (%)

3.2 Tabel Distribusi Keluarga Berdasarkan Usia Kawin Pertama Ibu, Jumlah Anak Kandung dan
Anak yang Lahir Mati di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja
PuskesmasJekan Raya Tahun 2022.
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

1 Usia Kawin Pertama Ibu


a. < 20 Tahun 4 3,41%
b. 20 - 35 Tahun 113 96,50%
c. > 35 Tahun
2 Jumlah anak kandung pada perkawinan sekarang
a. ≤ 2 Orang 3 2,56%
b. > 2 Orang 110 94,01%
c. Tidak ada 4 3,41%
3 Anak yang Lahir Mati
a. Ada
b. Tidak ada - -

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi keluarga berdasarkan usia perkawinan pertama ibu
dan jumlah anak kandung paling banyak yaitu 20-35 sebanyak 113 KK (96,50%) paling sedikit <20
tahun sebanyak 4 orang (3,41%) jumlah anak kandung pada perkawinan sekarang paling banyak >2
orang yaitu 110 KK (94,01%) dan yang paling sedikit ,< 2 orang sebanyak 3 KK (2,56%)

3.3 Tabel Distribusi Keluarga Berdasarkan Pengambil Keputusan, di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk


Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

1 Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputusan


a. Bapak saja 2 1,70%
b. Ibu saja - -
c. Bapak/Ibu 115 98,29%
d. Lain-lain.. - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan distribusi keluarga berdasakan pengambilan keputusan paling
banyak adalah Bapak/Ibu sebanyak 115 KK (98,29%) dan paling sedikit Bapak Saja sebanyak 2 orang
(98,29%) .

3.4 Tabel Distribusi Keluarga Berdasarkan Penghasilan Terhadap Kebutuhan, Kepemilikan Sarana
Komunikasi dan Transportasi di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja
Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

1 Penghasilan Terhadap Kebutuhan Sehari-Hari


a. Memenuhi 117 100%
b. Tidak memenuhi - -
2 Kepemilikan Sarana Komunikasi
a. Ya (Handphone/Telepon) 117 100%
28

b. Tidak - -

3 Kepemilikan Sarana Transportasi


a. Ya (Motor) 117 100%
b. Tidak ada - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan keluarga berdasarkan penghasilan terhadap kebutuhan yaitu
penghasilan terhadap keutuhan sehari-hari yang memenuhi berjumlah 117 KK (100%). Kepemilikan
sarana komunikasi bejumlah 117 KK (100%). Kepemilikan sarana transportasi sebanyak 117 KK
(100%)

3.5 Tabel Distribusi Keluarga Berdasarkan Pemasukan dan Pengeluaran Perbulan di RT 05 RW 02


Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

1 Penghasilan rata-rata perbulan


a. Rp. 450.000/ bulan - -
b. Rp. 451.000-Rp. 900.000/ bulan - -
c. > Rp. 900.000 atau lain-lain........... 117 100%

2 Pengeluaran rata-rata perbulan


a. Rp. 150.000/ bulan - -
b. Rp. 150.000- R. 300.000 - -
c. Rp. 300.000- Rp. 500.000 - -
d. > Rp. 500.000/ bulan atau lain................... 117 100%

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukan distribusi keluarga berdasarkan pemasukan dan pengeluaran
perbulan yaitu paling banyak >Rp 900.000/bulan berjumlah 117 KK (100%). Pengeluaran rata- rata yaitu
paling banyak >Rp 500.000/Bulan berjumlah 117 KK (100%)

4. PENYAJIAN DATA KESEHATAN LINGKUNGAN


4.1 PERUMAHAN
4.1.1 Tabel distribusi Jenis Atap, Dinding, Lantai dan Rumah Tangga di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk
Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022

Karakteristik Jumlah Persentase


(%)
Jenis Atap Rumah
1. Genting 5 4,27%
2. Seng 112 95,72%
3. Sirap - -
4. Lain-lain - -
Jenis Dinding Rumah
1. Tembok 114 97,43%
2. Kayu 3 2,56%
3. Bambu - -
4. Lain-lain - -
Jenis Lantai Rumah
1. Ubin/semen 114 97,43%
2. Kayu 3 2,56%
3. Tanah - -
4. Lain-lain - -
Jenis Rumah
1. Permanen 114 97,43%
29

2. Semi Permanen - -
3. Kayu 3 2,56%

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi jenis atap rumah yang paling banyak Seng berjumlah 112 KK
(95,72%), jenis dinding rumah yang paling banyak adalah Tembok berjumlah 114 KK (97,43%), jenis
lantai rumah yang paling banyak adalah Ubinn Semen berjumlah 114 KK (97,43%), dan jenis rumah
yang palig banyak adalah Permanen berjumlah 114 KK (97,43%)

5.1.2 Tabel distribusi Pencahayaan di Siang Hari, Alat Peneranggan di Malam Hari di RT 05 RW 02
Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Pencahayaan di Siang Hari - -


1. Terang 117 100%
2. Agak Gelap - -
3. Gelap - -
Pencahayaan di Malam Hari -
1. Listrik 117 100%
2. Petromak - -
3. Lampu tempel - -
4. Lain-lain - -
Ventilasi Rumah
1. Ada 117 100%
2. Tidak ada - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi pencahayaan di siang hari paling banyak Terang berjumlah 117
KK (100%), pencahayaan dimalam hari paling banyak menggunakan Listrik berjumlah 117 KK
(100%), dan ventilasi rumah yang paling banyak Ada berjumlah 117 KK 100 %)

4.1.3 Tabel distribusi Keberadaan Halaman/Pekarangan Rumah dan Pemanfaatan Halaman/Pekarangan


Rumah di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun
2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Keberadaan Halaman / Pekarangan Rumah


1. Ya 114 97,43%
2. Tidak 3 2,56%
Pemanfaatan Halaman / Pekarangan Rumah
1. Ya 47 40,1
2. Tidak 70 59,82
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas keberadaan halaman yang paling banyak menjawab Ya berjumlah 114 KK
(97,43%), dan pemanfaatan halaman yang paling banyak Tidak berjumlah 70 KK (59,82%).

5.2SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH


4.1.4 5.2.1 Tabel distribusi Sumber Air Utama, Cara Pengolahan Air Minum Keluarga, Penampungan
Air Sementara dan Kondisi Tempat Penampungan Air Keluarga di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk
Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022

Karakteristik Jumlah Persentase


(%)

Sumber Air Untuk Masak/Minum


1. PDAM/Ledeng - -
2. Air Tanah (sumur gali, sumur pompa )
30

3. Air Mineral 117 100%


4. Air Sungai - -
- -
Pengolahan Air Minum
1. Dimasak 117 100%
2. Kadang dimasak - -
3. Tidak dimasak - -
4. Lain-lain - -
Tempat Penampungan Air Sementara
1. Bak/ Tower 6 5,12%
2. Ember 111 94,87%
3. Gentong - -
4. Lain-lain - -
Kondisi Tempat Penampungan Air
1. Tertutup 117 100%
2. Terbuka - -
3. Lain-lain - -

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi sumber air untuk masak/ minum yang paling banyak Air
tanah/sumur gali berjumlah 117 KK (100%), pengolahan air minum yang paling banyak menjawab
Dimasak berjumlah 117 KK (100%), tempat penampungan air sementara paling banyak menjawab
Ember berjumlah 117 KK (94,87%), dan kondisi tempat penampungan air paling banyak menjawab
Tertutup berjumlah 117 KK (100%).

5.2.2 Tabel distribusi Kondisi Air, Sumber Air Mandi/ Mencuci, Dan Jarak Jamban Dengan Sumur
Keluarga di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya
Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kondisi Air
1. Berwarna - -
2. Berbau - -
3. Berasa - -
4. Tidak berwarna - -
5. Tidak berbau 117 100%
6. Tidak berasa - -
Sumber Air Mandi / Mencuci Keluarga
1. Pdam/ Ledeng - -
2. Air Tanah (Sumur Gali, Sumur Pompa) 117 100%
3. Air Sungai - -
Jarak Jamban dengan Septik Tank dengan
Sumber Air
1. ≤ 10 meter - -
2. > 10 meter 117 100%
Jentik pada penampungan air atau genangan air
1. Ada - -
2. Tidak ada 117 100%
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi kondisi air yang paling banyak menjawab tidak berwarna tidak
berbau dan tidak berasa berjumlah 58 KK ( 49,5%), sumber air mandi/ mencuci keluarga yang paling
banyak menjawab Air tanah/Sumur Gali/Sumur Pompa berjumlah 117 KK (100%), jarak jamban dengan
septik tenk dengan sumber air yang paling banyak menjawab > 10 meter 117 KK ( 100%) dan jentik
pada penampungan air atau genangan air yang paling banyak TIDAK ADA berjumlah 117 KK (100 %).
31

1.3 SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH, AIR LIMBAH DAN KOTORAN


1.3.1 Tabel distribusi Cara Pembuangan Sampah, Keberadaan, Kondisi Dan Jarak Penampungan
Sampah Serta Cara Pembuangan Air di RT 05 RW 002 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah
Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Cara Pembuangan Sampah


1. Dikumpulkan dan diangkut petugas 60 51,2%
kebersihan
2. Ditimbun - -
3. Dibuat kompos - -
4. Dibakar 57 48,7%
5. Dibuang keselokan/ sungai - -
6. Dibuang sembarangan
- -
7. Lain-lain
- -
Keberadaan Penampungan Sampah Sementara
1. Ada 117 100%
2. Tidak ada - -
Kondisi Tempat Penampungan Sampah
Sementara
1. Terbuka - -
2. Tertutup - 100%
Jarak Tempat Penampungan Sampah Sementara
Dengan Rumah
1. < 5 meter - -
2. ≥ 5 meter 117 100%
Cara Pembuangan Air Limbah / Dapur / Mandi
1. Saluran tertutup 117 100%
2. Saluran terbuka - -
3. Tanpa saluran - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi cara pembuangan sampah yang paling banyak di kumpul dan
diangkut petugas kebersihan berjumlah 60 KK (51,2 %), keberadaan penampungan sampah semntara
yang paling banyak menjawab Ada berjumlah 117 KK (100 %), Kondisi Tempat Penampungan
Sampah Sementara yang paling banyak menjawab tertutup berjumlah 117 KK (100 %), Jarak Tempat
Penampungan Sampah Sementara Dengan Rumah yang paling banyak menjawab ≥ 5 meter
berjumlah 117 KK (100 %), dan Cara Pembuangan Air Limbah / Dapur / Mandi yang paling banyak
menjawab Saluran tertutup 117 KK (100 %).
5.3.2 Tabel distribusi Kepemilikan Jamban di Rumah, Jenis Jamban dan Tempat Aktivitas BAB Keluarga
di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kepemilikan jamban dirumah


1. Ada 117 100%
2. Tidak ada - -
Jenis Jamban Yang Dimiliki
1. Leher angsa 117 .100%
2. Plengsengan - -
3. Cemplung - -
Tempat Aktivitas BAB Anggota Keluarga
1. Jamban umum - -
2. Jamban umum disungai - -
3. Lain-lain (Pribadi) 117 100%
Kondisi Jamban Dari Keluarga Memiliki Jamban
1. Bersih 100 85,4%
32

2. Kotor 17 14,5%
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas kepemilikan jamban di rumah yang paling banyak berjumlah 117 KK (100 %),
jenis jamban yang dimiliki paling banyak Leher angsa berjumlah 117 KK (100 %), Tempat Aktivitas
BAB Anggota Keluarga Lain-lain (Pribadi) berjumlah 117 KK ( 100 %) dan Kondisi Jamban Dari
Keluarga Memiliki Jamban yang paling banyak Bersih berjumlah 100 KK (85,4 %).

1.4 PENGELOLAAN HEWAN TERNAK


1.4.1 Tabel distribusi Kepemilikan Hewan Ternak di Rumah, Letak Kandang dan Kondisi Kandang di
RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kepemilikan Hewan Ternak di Rumah


1. Ya 50 42,7%
2. Tidak ada 67 57,2%
Letak Kandang
1. Dalam rumah - -
2. Luar rumah 117 100%
Kondisi Kandang
1. Terawat 117 100%
2. Tidak Terawat - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi Kepemilikan Hewan Ternak di Rumah ada berjumlah 50 KK (
42,7%). Letak Kandang Luar rumah berjumlah 117 KK (100 %), dan Kondisi Kandang Terawat
berjumlah 117 KK (100 %).
6. PENYAJIAN DATA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
6.1 Tabel distribusi Kebiasaan Merokok, Mencuci Tangan, Mandi dan Menyikat Gigi Keluarga di RT 05
RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kebiasaan Merokok
1. Ada 36 30,76%
2. Tidak ada 81 69,23%
Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum Makan
1. Ya 117 100%
2. Tidak ada - -
Mencuci Tangan Dengan Sabun
1. Ya 117 100%
2. Tidak ada - -
Kebiasaan Mandi
1. < 2 Kali 117 100%
2. ≥ 2 Kali - -
Kebiasaan Menyikat Gigi
1. < 2 Kali 117 100%
2. ≥ 2 Kali - -
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas Kebiasaan Merokok yang paling banyak menjawab Tidak berjumlah 81 KK
(69,23%), kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum Makan yang paling banyak menjawab Ya berjumlah 117
KK (100 %), Mencuci Tangan Dengan Sabun yang paling banyak menjawab Ya berjumlah 117 KK (100
33

%), Kebiasaan Mandi yang paling banyak menjawab ≥ 2 Kali berjumlah 117 KK (100 %), dan Kebiasaan
Menyikat Gigi yang paling banyak menjawab ≥ 2 Kali berjumlah 117 KK (100 %).

6.2 Tabel distribusi Kebiasaan Sarapan Pagi, Berolah Raga, Jenis Kegiatan Olah Raga dan Kebiasaan
Mengunjungi Tempat Rekreasi Keluarga di RT 05 RW 02 Kelurahan... Wilayah Kerja
Puskesmas.............................. Tahun 2022
Karakteristik Jumlh Persentase
(%)

Kebiasaan Sarapan Pagi


1. Ya 80 68,37%
2. Kadang-kadang 37 31,62%
3. Tidak ada - -
Kebiasaan Berolah Raga
1. Ya 50 42,73%
2. Tidak ada 67 57,26%
Jenis Kegiatan Olah Raga yang dilakukan
Keluarga
1. Volly Ball - -
2. Sepak Bola - -
3. Senam
4. Badminton - -
5. Lari Pagi
6. Lain-lain 17 14,52%
100 85,47%

Kebiasaan Mengunjungi Tempat Rekreasi


1. Ya 117 100%
2. Tidak ada -
-

Cara pengolahan sayur sebelum di masak


a. Dipotong baru di cuci 117 100%

b. Dicuci baru di potong - -

Cara keluarga menyajikan makanan


a. Tertutup 117 100%

b. Terbuka - -

Kebiasaan keluarga menggantung pakaian?


a. Ada 117 100%

b. Tidak ada - -

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas Kebiasaan Sarapan Pagi yang paling banyak menjawab Ya berjumlah 80 KK
(68,37%), Kebiasaan Berolah Raga yang paling banyak menjawab Lain-lain berjumlah 100 KK
(85,47%), Jenis Kegiatan Olah Raga yang dilakukan Keluarga yang paling banyak menjawab Lain-lain
berjumlah 100 KK (85,47 %), Kebiasaan Mengunjungi Tempat Rekreasi yang paling banyak menjawab
Ya berjumlah 117 KK (100 %), Cara pengolahan sayur sebelum di masak yang paling banyak menjawab
Dipotong Baru dicuci berjumlah 117 KK (100%), Cara keluarga menyajikan makanan yang paling
banyak menjawab Tertutup berjumlah 117 KK (100 %), dan Kebiasaan keluarga menggantung pakaian
yang paling banyak menjawab Ada berjumlah 117 KK (100 %).

7. EPIDEMIOLOGI
7.1 Tabel distribusi Penyakit Yang Pernah Diderita Keluarga Dalam Tiga Bulan Terakhir, Anggota
Keluarga yang Meninggal, Jenis Kelamin Keluarga yang Meninggal, Tindakan yang dilakukan jika
34

ada keluarg sakit, Tempat Pelayanan Kesehatan yang diKunjungi jika Keluarga Sakit, Sumber
Pendanaan di RT ... RW ... Kelurahan... Wilayah Kerja Puskesmas.............................. Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Penyakit diderita dalam tiga bulan terakhir


1. Tidak ada penyakit 92 78,6%
2. Magh 9 7,7%
3. Hipertensi 16 13,7%

Anggota Keluarga yang Meninggal


1. Ada - -
2. Tidak ada
Jenis Kelamin Keluarga yang Meninggal
1. Laki-laki - -
2. Perempuan
Tindakan yang dilakukan jika ada keluarga yang
sakit
1. Berobat dengan mendatangi tempat 117 100%
pelayanan kesehatan
2. Mengobati sendiri dengan membeli obat di - -
apotik / toko obat - -
3. Membiarkan sembuh sendiri
Tempat Pelayanan Kesehatan Yang Sering
Dikunjungi Jika Ada Keluarga Yang Sakit
1. Rumah Sakit 10 8,54%
2. Puskesmas 50 42,73%
3. Posyandu
4. Pustu
5. Lain-lain/PMB 57 48,71%

Sumber Pendanaan Kesehatan Keluarga


1. ASKES/ASTEK - -
2. Dana sehat
3. Jamkesmas - -
4. Umum
5. Lain-lain/BPJS 25 21,36%

92 78,63%

Jumlah KK 117 100%

4. Berdasarkan tabel di atas distribusi Penyakit diderita dalam tiga bulan terakhir Hipertensi berjumlah
16 anggota keluarga (13,7%) dan magh berjumlah 9 anggota keluarga (7,7%) , Anggota Keluarga
yang Meninggal yang paling banyak menjawab Tidak ada berjumlah 117 KK (100 %), Jenis Kelamin
Keluarga yang Meninggal yang paling banyak Tidak Ada berjumlah 117 orang (100 %), Tindakan
yang dilakukan jika ada keluarga yang sakit yang paling banyak menjawab Berobat dengan
mendatangi tempat pelayanan kesehatan berjumlah 117 KK (100 %), Tempat Pelayanan Kesehatan
Yang Sering Dikunjungi Jika Ada Keluarga Yang Sakit yang paling banyak menjawab Lain-lain
berjumlah 57 KK (48,71%), dan Sumber Pendanaan Kesehatan Keluarga yang paling banyak
menjawab BPJS berjumlah 92 KK (78,63 %).

8. GIZI KELUARGA
8.1 Tabel distribusi Lansia Berdasarkan Jenis Makanan Pokok, Kebiasaan Makan, Kualitas Makan, Pola
Minum, dan Banyaknya Jenis Lauk Pauk yang dikonsumsi Keluarga di RT 05 RW 02 Kelurahan
Petuk KetimpunWilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Jenis Makanan Pokok


35

117 100%
1. Beras - -
2. Umbi-umbian - -
3. Lain-lain
Kebiasaan Makan
1. < 3 Kali - -
2. 3 Kali 117 100%
3. ≥ 3 Kali -
-

Kualitas Makan Keluarga


1. Baik 117 100%
2. Kurang
- -

Pola Minum Keluarga


1. Cukup 117 100%
2. Kurang
- -

Banyaknya Jenis Lauk Pauk


1. Satu Macam - -
2. Dua Macam
3. Tiga Macam 117 100%

- -

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi Jenis Makanan Pokok yang paling banyak menjawab Nasi
berjumlah 117 KK (100%), Kebiasaan Makan yang paling banyak menjawab 3 kali berjumlah 117
KK (100%), Kualitas Makan Keluarga yang paling banyak Baik berjumlah 117 KK (100 %), pola
minum keluarga yang paling banyak Cukup berjumlah 117 KK (100%). Dan banyaknya jenis lauk
pauk yang paling banyak menjawab Dua macam berjumlah 117 KK (100 %).

8.2 Tabel distribusi Kebiasaan Makan Buah-buahan, Penggunaan Garam Yodium dan Ada Tidaknya
Pantangan Makan Keluarga di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas
Petuk Katimpun Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kebiasaan Makan Buah-buahan dalam Sehari


1. Hampir tiap hari/ sering - -
2. Kadang-kadang 117 100%
3. Tidak pernah - -
Penggunaan Garam Yodium
1. Ya 117 100%
2. Tidak - -
Pantang Makan
1. Ada - -
2. Tidak ada 117 100%

Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi Kebiasaan Makan Buah-buahan dalam Sehari yang paling
banyak menjawab kadang-kadang berjumlah 117 KK (100%), Penggunaan Garam Yodium yang
paling banyak menjawab Ya berjulah 117 KK (100%), pantangan makanan yang paling banya
menjawab Tidak ada berjumlah 117 KK (100%).

9. KEGIATAN DI MASYARAKAT
36

9.1 Tabel Disribusi Kegiatan Keluarga di Masyarakat dan Kegiatan Keagamaan di RT 05 RW 02


Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Kegiatan Keluarga di Masyarakat


1. PKK - -
2. Arisan 30
3. Pengajian/Kebaktian - 25,64%
4. Lain-lain/Kerja Bakti 87 -

74,35%

Mengikuti Kegiatan Keagamaan


1. Aktif 117 100%
2. Tidak aktif
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi Kegiatan Keluarga di Masyarakat yang paling banyak menjawab
kegiatan Lain-lain/Kerja Bakti berjumlah 87 KK (74,35%), dan mengikuti kegiatan keagamaan yang
paling banyak menjawab Aktif berjumlah 117 KK (100%)

9.2 Tabel distribusi Sumber Penyuluhan Kesehatan Selain dari Petugas Kesehatan, dan Tempat
Penyuluhan Kesehatan di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja Puskesmas
Jekan Raya Tahun 2022

Karakteristik Jumlah Persentase


(%)

Sumber Penyuluhan Kesehatan Selain Petugas


Kesehatan
1. Koran/ Majalah -
2. Radio/TV/Film 39 33,33%
3. Kader 39 33,33%
4. Tokoh Masyarakat 39 33,33%
5. Lain-lain -

Tempat Penyuluhan Kesehatan


1. Rumah - -
2. Tempat Umum - -
3. Kantor Desa/lurah 22 18,80%
4. Posyandu 95 53,67%
Jumlah KK 117 100%

Berdasarkan tabel di atas distribusi Sumber Penyuluhan Kesehatan Selain Petugas Kesehatan
yang paling banyak menjawab Radio/TV/Film, Kader berjumlah 39 KK(33,33%), Tokoh
Masyarakat berjumlah 39 KK (33,33%) , dan Tempat Penyuluhan Kesehatan yang paling
banyak menjawab di posyandu berjumlah 95 KK (100%)

9.3 Tabel distribusi Pemahaman Keluarga Terhadap Penyuluhan Kesehatan dan Pandangan Keluarga
Terhdap Penyuluhan Kesehatan di RT 05 RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah Kerja
Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022
Karakteristik Jumlah Persentase
(%)

Pemahaman Keluarga Terhadap Penyuluhan


Kesehatan
1. Mudah dipahami 117 100%
2. Cukup dipahami - -
37

3. Sulit dipahami - -
Pandangan Keluarga Terhadap Pelayanan .
Kesehatan yang Pernah Diberikan
1. Sebagai Tempat meminta bantuan dalam 117 100%
memecahkan masalah-masalah kesehatan
keluarga
2. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas - -
kesehatan keluarga dan masyarakat - -
3. Sebagai patner dalam upaya menyehatkan
keluarga - -
4. Lain-lain
Jumlah KK 117 100%

1. Berdasarkan tabel di atas Pemahaman Keluarga Terhadap Penyuluhan Kesehatan yang paling
banyak menjawab Mudah dipahami berjumlah 117 KK (100%), dan Pandangan Keluarga
Terhadap Pelayanan Kesehatan yang Pernah Diberikan yang paling banyak menjawab Sebagai
Tempat meminta bantuan dalam memecahkan masalah-masalah kesehatan keluarga berjumlah
117 KK (100%).

PENYAJIAN DATA KESEHATAN IBU DAN ANAK


10.1 PUS
10.1 Tabel Distribusi Umur Wanita Usia Subur (WUS) Berdasarkan PUS Dan Akseptor KB di
RT 05
No Karakteristik Umur Jumlah Persentase
(tahun)
(%)
(20-45)
1 Wanita Usia Subur (WUS)
Ya 72 98 73,46%

Tidak 26 26,53%

2 Pasangan Usia Subur (PUS)


Ya 90 98 91,83%

Tidak 8 8,16%

3 PUS termasuk Akseptor KB


Ya 61 90 67,78%

Tidak 29 32,22%

4 Yang Ikut KB
Bapak - - -

Ibu 61 61 100%

5 Alasan tidak ber KB


Ragu-ragu - - -

Tidak dijinkan - - -

Ingin punya anak 22 37 59,45%


38

Lain-lain 15 40,54%
Jumlah WUS 98 100 %

Berdasarkan tabel di atasmenunjukan Distribusi Umur Wanita Usia Subur (WUS) berjumlah 98
orang ,yang termasuk pasangan usia subur (PUS) 90 orang (91,83%) dan yang tidak berjumlah 8
( 8,16%) orang, PUS termasuk akseptor KB berjumlah 61 orang(67,78%.)dan yang tidak
berjumlah 29 orang(32,22% )yang ikut KB Ibu berjumlah 61 orang(100%), alasan tidak ber KB
yang terbanyak adalah Ingin Punya anak 22 orang (59,45%) dan yang paling sedikit 15 orang
orang (40,54%)

10.2Tabel Distribusi Akseptor KB Berdasarkan Jenis Alat KB, lama penggunaan dan
keluhan di RT 05
No Jenis Alat KB Akseptor KB Jumla Persent
h ase
Pria Wanit
(%)
a
1 Alat KB Pria
a. Kondom - - -
b. MOP
c. Lain-lain
2 Alat KB Wanita
a. IUD 3,27%
2
b. PIL
c. Suntik 23 61 37,70%
d. Susuk
e. MOW 51 83,60%
f. Tradisional
3
g. Lain-lain 4,91%
2
3,27%
3 Lama penggunaan KB
pria
a. Lama penggunaan
kondom - - -
b. Lama
penggunaanMOP
c. Lain........
4 Lama penggunaan KB
wanita
a. Lama penggunaan
IUD
b. Lama penggunaan
PIL
c. Lama penggunaan -
- -
suntik
d. Lama penggunaan
susuk
e. Lama penggunaan
MOW
f. Lama penggunaan
39

tradisional
g. Lain.....
Keluhan penggunaan
KB
30 61 49,18%
a. Ya 31 50,81%
b. Tidak
Keluhannya..
Pusing
Kenaikan Berat Badan
Haid tidak Teratur
Jumlah Akseptor 61 100%
Berdasarkan tabel di atas alat KB wanita yang terbanyak adalah Suntik sebanyak 51 (83,60%)
10.2 IBU HAMIL
10.2.1 Tabel Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Kelompok Umur, Tinggi Badan,
Status Gizi dan LILA (Lingkar Lengan Atas) di Kelurahan Petuk KatimpunTahun 2022
No Karakteristik Jumlah Persentase
(%)
1 Kelompok Umur
(Tahun)
a. < 20 Tahun
b. 20-24 Tahun 3
37,5%
c. 25-29 Tahun 4
50%
d. 30-34 Tahun 1 12,5%
e. ≥ 35 Tahun

2 Tinggi Badan (Cm)


a. < 145, 0

b. ≥ 145, 0 8 100%

3 Status Gizi
a. Lebih
1 12,5%
b. Cukup 6 75%

c. Kurang 1 12,5%

4 LILA (Cm)
a. ≤ 23,5 1 12,5%
b. >23,5 7 87,5%
Jumlah KK 8 100%

Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Kelompok Umur
terbanyak adalah 25-29 tahun (50%), Tinggi Badan terbanyak adalah >145cm (100%), Status
Gizi terbanyak adalah Cukup 6 orang (75%) dan LILA terbanyak adalah >23,5 (87,5%) di
Kelurahan Petuk KtimpunTahun 2022

10.2.2 Tabel Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kelompok Umur dan Urutan Kehamilan
40

Di RT 05 Kelurahan Petuk Katimpun Tahun 2022


No Karakteristik Urutan Kehamilan Jumlah Persentas
e
Trimeste Trimester II Trimester
(%)
rI III
1 Kelompok
Umur (Tahun)
a. < 20 - - - - -
b. 20-24 - 1 2 3 37,5%
c. 25-29 - 2 2 4 50%
d. 30-34 - 1 - 1 12,5%
e. ≥ 35 - - - - -
Jumlah Bumil 4 4 8 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kelompok Umur dan Urutan
Kehamilan Terbanyak adalah 25-29 tahun (50%) dan paling sedikit >35tahun 1 orang(12,5%).

10.2.3 Tabel Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kelompok Umur dan Urutan Kehamilan
di Kelurahan Petuk Ketimpun Tahun 2022
No Karakteristik Urutan Kehamilan Jumlah Persentas
e
Hamil Hamil Hamil
(%)
anak ke- anak ke 2 anak ke ≥4
1 atau 3
1 Kelompok
Umur
(Tahun) - -
a. < 20 - - -
2 37,5%
1 - 3
b. 20-24
3
1 4
c. 25-29 - 50%
- - -
d. 30-34 -

e. ≥ 35 1
- 1
12,5%

Jumlah 2 6 8 100%
Bumil

Berdasarkan tabel di atas Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kelompok Umur 25-29 tahun dan
Urutan Kehamilan paling banyak Hamil anak ke dua yaitu 4 orang (50%).

10.2.4Tabel Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Kepemilikan Buku KIA, Membaca
Buku KIA, Frekwensi Pemeriksaan Kehamilan, Tempat dan Tenaga yang Melakukan
Pemeriksaan Kehamilan di RT 05 Kelurahan Petuk Katimpun Tahun 2022
No Karakteristik Umur Kehamilan Jumlah Persentas
e
TM I TM II TM III
(%)
1 Kepemilikan Buku
KIA
- 3 3
6 75%
a. Ya
41

b. Tidak - 1 1 2 25%
2 Membaca Buku
KIA
- 3 3
6 75%
a. Pernah
b. Tidak Pernah - 1 1 2 25%
3 Frekwensi
Pemeriksaan
Kehamilan
a. < 4 Kali 1 3 4 50%
b. ≥ 4 Kali 4 -
4 50%
4 Tempat
Pemeriksaan
1 1
2 25%
Kehamilan
a. Rumah Sakit
b. Praktek Swasta
c. Puskesmas
d. Polindes
e. Pustu
f. Posyandu 3
3
g. Lain-lain 75%
6

5 Tenaga Yang
Memeriksakan
Kehamilan
a. Dokter - 1 1 2 25%
b. Bidan 3 3
6 75%
c. Perawat
d. Dukun bayi
e. Lain-lain
Jumlah Bumil - 4 4 8 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Kepemilikan Buku KIA
terbanyak menjawab Ya 6 orang (75%), Membaca Buku KIA terbanyak menjawab Pernah yaitu
6 orang (75%), Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan <4 kali yaitu 4 orang (50%) >4 kali yaitu 4
orang (50%), Tempat dan Tenaga yang Melakukan Pemeriksaan Kehamilan terbanyak yaitu
bidan 6 orang (75%) .

10.2.5Tabel Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Pemberian Tablet Fe, Tempat dan
Tenaga yang Memberikan Tablet Fe serta Manfaat Tablet Fe di Kelurahan Petuk Katimpun
Tahun 2022
No Karakteristik Umur Kehamilan Jumlah Persentase
(%)
TM I TM II TM
III
1 Mendapatkan Tablet
Fe
a. Pernah - 4 4 8 100%
b. Tidak Pernah - - - - -

2 Tempat mendapat
tablet fe
42

a. Rumah Sakit - - - - -

b. Praktek Swasta - - - -
-
c. Puskesmas - - - -
-
d. Polindes
- - - -
-
e. Pustu
- - -
- -
f. Posyandu
- - - -
-
g. Lain-lain 4
8 100%
4

3 Tenaga Yang
Memberikan Tablet
Fe -
a. Dokter
b. Bidan 4
4 8 100%
c. Perawat
d. Dukun bayi
e. Lain-lain
5 Manfaat Tablet Fe
a. Ya 4
- 4 8 100%
b. Tidak
Jumlah Bumil - 4 4 8 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Pemberian Tablet Fe,
Tempat dan Tenaga yang Memberikan Tablet Fe serta Manfaat Tablet Fe

10.2.6Tabel Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Mendapatkan Imunisasi TT, Tempat
dan Tenaga yang Mendapat Imunisasi TT di RT Kelurahan Petuk Katimpun Tahun 2022
No Karakteristik Umur Kehamilan Jumla Persentase
h (%)
TM I TM II TM
III
1 Mendapatkan Imunisasi
TT
a. Pernah - 4 4 8 100%
b. Tidak Pernah - - - - -

2 Berapa kali -
a. 1 kali
- 3 3 37,5%
b. 2 kali
c. > 2 kali - 5 5 62,5%

3 Tempat mendapat
Imunisasi TT
- - -
- -
a. Rumah Sakit
b. Praktek Swasta - 4 4 8 100%
43

c. Puskesmas - - - - -
d. Polindes
e. Pustu - - - - -
f. Posyandu - - - - -
g. Lain-lain
- - - - -
- - - - -
- - - - -
4 Tenaga Yang
Memberikan Imunisasi
TT
a. Dokter - 4 4 8 100%
b. Bidan - - -
- - - - -
c. Perawat
d. Lain-lain - - - - -

- -

Jumlah Bumil 4 4 8 100%


Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Mendapatkan Imunisasi
TT terbanyak menjawab pernah 8 orang (100%), Tempat dan Tenaga yang Mendapat Imunisasi
terbanyak yaitu Praktek Swasta dan Bidan 8 orang (100%).

10.2.7 Tabel Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Keluhan Kehamilan, Jenis Keluhan,
Pantangan Makan dan Rencana Penolong Persalinan di Kelurahan Petuk Ketimpun Tahun
2022
No Karakteristik Umur Kehamilan Jumlah Persent
ase
TM I TM II TM
(%)
III
1 Keluhan Kehamilan
a. Ada 2 2 4 50%
b. Tidak ada 4 4 50%

2 Jenis Keluhan Ibu


(Jika ada keluhan
dalam kehamilan)

Mual 1 1 2 50%
. .. ...
Pusing 1 1 2 50%

3 Pantangan Makanan
a. Ada - - - -
b. Tidak ada 4 4 8 100%

4 Rencana Melahirkan
a. Dokter 1 1 2 25%
b. Bidan
44

c. Perawat 3 3 6 75%
d. Dukun bayi
Jumlah Bumil - 4 4 8 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Kehamilan Ibu Berdasarkan Keluhan Kehamilan
menjawab TM II dan TM III yaitu 4 orang (50%) Menjawab tidak ada 4 orang (50%), Jenis
Keluhan mual 4 orang (50%) pusing 4 orang (50%), Pantangan Makan Menjawab Tidak ad 8
orang (100%) dan Rencana Penolong Persalinan terbanyak Bidan yaitu 6 orang (75%).

10.3 IBU NIFAS


10.3.1 Tabel Distribusi Umur Ibu Nifas Berdasarkan Tempat Persalinan dan Tenaga Penolong
Persalinan di Kelurahan Petuk Katimpun Wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun
2022
No Karakteristik Umur (Tahun) Jlh Persent
ase
< 20- 25- 30- ≥ 35
(%)
20 24 29 34
1 Tempat
Persalinan ..... ........
a. Rumah .. ..
Sakit ..... ........
b. Praktek .. ..
Swasta ..... ........
c. Puskesmas .. ..
d. Polindes ..... ........
e. Pustu .. ..
f. Rumah
..... ........

2 Tenaga
Penolong
Persalinan ..... ........
a. Dokter .. ..
b. Bidan ..... ........
c. Perawat .. ..
d. Dukun bayi ..... ........

Jumlah Bufas ..... ........ 100%


.. ..

Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Ibu Nifas berjumlah ……………..

10.3.2Tabel Distribusi Umur Ibu Nifas Berdasarkan Ada Tidaknya Kesulitan Persalinan,
Kelahiran Bayi Cukup Bulan, Pemberian Kapsul Vitamin A, Manfaat Kapsul
Vitamin A, Penimbangan danPengukuran Berat Badan Bayi di......
Kelurahan .................................... Tahun
No Karakteristik Umur (Tahun) Jlh Persent
ase
< 20- 25- 30- ≥
(%)
20 24 29 34 35
45

1 Kesulitan
Persalinan ...... ........
a. Ada .. ..
b. Tidak ada ..... ........
2 Kesulitannya … ……

3 Kelahiran bayi
a. Cukup Bulan ...... ........
b. Prematur .. ..

4 Pemberian
Kapsul Vitamin
A ...... ........
a. Ya ...... .......
b. Tidak ...... ........
5 Manfaat Kapsul
Vitamin A
a. Ya ...... ........
b. Tidak .. ..

6 Bayi lahir
ditimbang dan
diukur ...... ........
a. Ya .. ..
b. Tidak ...... ........
7 Berat badan
waktu lahir ...... ........
a. BBLR .. ..
b. Tidak BBLR ...... ........
8 Jumlah Bufas ...... ........ 100%

Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Ibu Nifas ………………..

10.3.3 Tabel Distribusi Umur Ibu Nifas Berdasarkan Ada Tidaknya Kesulitan
Persalinan, Kelahiran Bayi Cukup Bulan, Pemberian Kapsul Vitamin A, Manfaat
Kapsul Vitamin A, Penimbangan dan Pengukuran Berat Badan Bayi di RT
………..
N Karakteristik Umur (Tahun) Jlh Persent
o ase
< 20- 25- 30- ≥
(%)
20 24 29 34 35
1 Informasi Perawatan
pada Masa Nifas
a. Ya
b. Tidak
2 Informasi yang
didapat
a. Kebersihan diri
b. Perawatan alat
46

kelamin
c. Perawatan tali
pusat
d. Perawatan
payudara
e. Cara memandikan
bayi
Jumlah Bufas 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Ibu Nifas Berdasarkan Ada ……..

10.4 IBU MENYUSUI

10.4.1 Tabel Distribusi Umur Ibu Menyusui Berdasarkan Mendapatkan Informasi


tentang Cara Pemberian ASI, Jenis Informasi yang Didapatkan dan Pernah
Memberikan Kolostrom / Susu Pertama kali keluar pada bayi di RT 05
N Karakteristik Umur (Tahun) Jlh Persent
o ase
< 20- 25- 30- ≥
(%)
20 24 29 34 35
1 Informasi
Tentang Cara
Pemberian ASI -
a. Ya 5 5 2 1 13 100%

-
- -
b. Tidak - - -
-

2 Informasi yang
didapat
a. Perawatan -
Payudara
b. Manfaat ASI 5 5 2
1 13 100%
c. Teknik -
Menyusui -
3 Pernah
memberikan
kolostrum saat
pertama kali 1 13 100%
keluar pada bayi 5 5 2
segera
melahirkan
a. Ya
b. Tidak
4 Sampai usia
berapa anak
diberika ASI
ekslusif 1 13 100%
a. 1 bulan 5 5 2
b. 2 bulan
c. 3 bulan
d. 4 bulan
47

e. 5 bulan
f. 6 bulan
Jumlah Ibu 13 100%
Menyusui
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Ibu Menyusui Berdasarkan Mendapatkan
Informasi tentang Cara Pemberian ASI terbanyak menjawab Ya yaitu 13 orang (100%),
Jenis Informasi yang Didapatkan terbanyak menjawab Manfaat Asi yaitu 13 orang
(100%) dan Pernah Memberikan Kolostrom / Susu Pertama kali keluar pada bayi
Terbanyak menjawab Ya yaitu 13 orang (100%).

10.5 BAYI (< 1 TAHUN )


10.5.1Tabel Distribusi Umur Bayi Berdasarkan Pemberian Vitamin A, Pengetahuan
Tentang Manfaat Kapsul Vitamin A, Pemberian ASI Sejak Bayi Lahir, Pemberian
MP-ASI dan Umur Pemberian MP-ASI di RT 05
N Karakteristik Umur (Bulan) Jumla Persent
o h ase
0-3 4-5 6-7 8-9 10-
(%)
11
1 Pemberian Vitamin
A 100%
- 5 4 3 8 20
a. Ya
b. Tidak ada - - - - - - -

2 Manfaat Vitamin
A untuk Bayi
5 4 3 8 20 100%
a. Tahu -
b. Tidak Tahu - - - - - - -
3 Pemberian ASI
Sejak Bayi Lahir
5 4 3 8 20 100%
a. Ya
b. Tidak
4 Lama Menyusui
Bayi
- - - 2 2 10%
a. < 6 Bulan
b. ≥ 6 Bulan 5 4 9 - 18 90%

5 Pemberian MP-
ASI 100%
5 4 3 8 20
a. Ya
b. Tidak - - - - - -

6 Umur Pemberian
MP-ASI
- - - - - -
a. < 4 Bulan
b. 4-6 Bulan - - - - - -
c. > 6 Bulan
5 4 3 8 20 100%

Jumlah Bayi 20 100%


48

Berdasarkan tabel distribusi diatas Umur Berdasarkan pemberian vitamin A


Mendapatkan Informasi tentang pemberian vitamin A terbanyak ya yaitu 13 orang (100%),
Jenis Informasi yang Didapatkan terbanyak menjawab Manfaat Asi yaitu 13 orang (100%) dan
Pernah Memberikan Kolostrom / Susu Pertama kali keluar pada bayi Terbanyak menjawab Ya
yaitu 13 orang (100%).

10.5.2 Berdasarkan Pemberian Vitamin A, Pengetahuan Tentang Manfaat Kapsul


Vitamin A, Pemberian ASI Sejak Bayi Lahir, Pemberian MP-ASI dan Umur Pemberian
MP-ASI di RT 05
No Karakteristik Umur (Bulan) Jlh Persent
ase
0-3 4-5 6-7 8-9 10-
(%)
11
1 Pemberian -
Imunisasi
10 10 20 100%
a. Pernah
b. Tidak pernah
2 Imunisasi yang -
pernah didapat
10 10 20 100%
a. Lengkap
b. Tidak
Lengkap
3 Tempat Imunisasi -
Bayi
a. Rumah Sakit
b. Puskesmas 5 5 25%
c. Polindes
d. Pustu
e. Posyandu 4 3 8 15 75%
f. Lainnya
Jumlah Bayi - 20 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Bayi Berdasarkan Pemberian Vitamin A
terbanyak menjawab pernah yaitu 20 orang (100%), Imunisasi yang pernah didapat terbanyak
menjawab Lengkap yaitu 20 orang (100%), Tempat imunisasi terbanyak yaitu Lainnya/BPM 25
orang (75%) paling sedikit di puskesmas yaitu 5 orang (25%).
10.5.3 Tabel Distribusi Umur Bayi Berdasarkan Penimbangan Bayi, Tempat
Penimbangan Bayi dan Status Gizi di RT 05
No Karakteristik Umur (Bulan) Jlh Persent
ase
0-3 4-5 6-7 8-9 10-
(%)
11
1 Penimbangan Bayi - 100%
a. Pernah
5 4 3 8 20
b. Tidak pernah
2 Tempat -
Penimbangan Bayi
49

a. Rumah Sakit
b. Puskesmas
5 5 25%
c. Polindes
d. Pustu
e. Posyandu
f. Lainnya/PMB 4 3 8 15 75%

3 Status Gizi -
a. Lebih
5 4 3 8 20 100%
b. Baik
c. Kurang
d. Buruk
Jumlah Bayi - 20 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Bayi Distribusi Umur Bayi Berdasarkan
Penimbangan Bayi terbanyak menjawab pernah yaitu 20 orang (100%), Tempat Penimbangan
Bayi terbanyak di Lainnya /PMB yaitu 15 orang (75%) dan Status Gizi terbanyak yaitu Baik 20
orang (100%).

10.5.4Tabel Distribusi Umur Bayi Berdasarkan Tempat Pelayanan Kesehatan Jika Bayi Sakit,
dan Tenaga yang Memberikan Pelayanan Kesehatan di RT 05
No Karakteristik Umur (Bulan) Jlh Persent
ase
0-3 4-5 6-7 8-9 10-
(%)
11
1 Tempat Pelayanan
Jika Bayi Sakit
a. Rumah Sakit
b. Puskesmas 5 5 25%
c. Polindes
d. Pustu
e. Posyandu 3
4 8 15 75%
f. Lainnya
2 Tenaga yang
Memberikan
Pelayanan
Kesehatan
a. Dokter
5 4 3 8 20 100%
b. Bidan
c. Perawat
d. Dukun Bayi
e. Lain-lain
Jumlah Bayi 20 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Bayi berdasarkan tempat pelayanan kesehatan
masyarakat terbanyak menjawab Lainnya/ PMB yaitu 15 orang (25%), Tenaga yang
memberikan pelayanan kesehatan terbanyak di Bidan yaitu 20 orang (100%)

10.6 BALITA (12-59 BULAN)


10.6.1Tabel Distribusi Umur Balita Berdasarkan Kepemilikan Buku KIA/KMS,
Penimbangan yang Dilakukan, Tempat dan Frekwensi Penimbangan serta
Status Gizi di RT 05
50

No Karakteristik Umur Jumla Persentas


(Bulan) h e
(%)
12- 36-
35 59
1 Kepemilikan Buku
KIA/KMS
37 - 37 100%
a. Ya
b. Tidak - -

2 Melakukan Penimbangan
a. Ya
37 37 100%
b. Tidak -
- -

3 Tempat Balita ditimbang


a. Rumah Sakit
18 - 37 48,64%
b. Puskesmas
c. Polindes 19 - 51,35%
d. PMB
e. Posyandu
4 Frekwensi Penimbangan
a. 12... Kali -
18 37 48,64%
b. 3-5.. Kali -
c. 2... Kali 19 - 51,35%

5 Status Gizi
a. Lebih
- - 20 100%
b. Baik
c. Kurang 20 -
d. Buruk
- -
- -
Jumlah Balita 37 100%
Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Balita Umur Balita Berdasarkan Kepemilikan
Buku KIA/KMS terbanyak menjawab Ya yakni 37 orang (100%), Penimbangan yang Dilakukan
terbanyak menjawab Ya 37 orang (100%), Tempat Balita ditimbang terbanyak menjawab di
PMB yakni 19 orang (51,35%) dan Frekwensi Penimbangan terbanyak menjawab 3-5 kali dalam
1 tahun yakni 19 orang (51,35%) serta Status Gizi terbanyak Baik yakni 37 orang balita (100%).

Tabel Distribusi Umur Balita Berdasarkan Mendapat kapsul Vitamin A, Manfaat


Vitamin A, Pernah Tidaknya Imunisasi dan Lengkap Tidaknya Imunisasi di RT
02/ RW 02 Kelurahan Petuk Katimpun Tahun 2022
No Karakteristik Umur Jumlah Persent
(Bulan) ase
(%)
12- 36-
35 60
1 Mendapat Kapsul Vitamin A
a. Ya 100%
18 19 37
b. Tidak
51

- -

2 Manfaat Kapsul Vitamin A


a. Ya 100%
18 19 37
b. Tidak
- -

3 Pernah Diimunisasi
a. Ya 100%
18 19 37
b. Tidak
- -

4 Lengkap Imunisasi dari yang


Pernah diimunisasi 100%
18 19 37
a. Lengkap
b. Tidak Lengkap - -

Jumlah Balita 37 100%


Berdasarkan tabel Distribusi Umur Balita Berdasarkan Mendapat kapsul Vitamin A
terbanyak mejawab Ya yaitu 37, Manfaat Vitamin A terbanyak menjawab Ya yaitu 37 Balita
(100%), Pernah Tidaknya Imunisasi menjawab Pernah yaitu 37 balita (100%) dan Lengkap
Tidaknya Imunisasi terbanyak menjawab lengkap 37 balita (100%).
10.7 ANAK PRA SEKOLAH DAN USIA SEKOLAH (5-12 Tahun)
10.7.1Tabel Distribusi Umur Anak Berdasarkan Frekwensi Anak Mandi, Menggosok
Gigi, Mencuci Rambut dan Ganti Baju di RT 05
No Karakteristik Umur (Tahun) Jumlah Persentase
(%)
5-8 9-12
1 Frekwensi Anak
Mandi
- - - -
a. ≤ 2 Kali/hari
b. > 2 Kali/hari 27 27 54 100%

2 Frekwensi Anak
Menggosok Gigi
- - - -
a. ≤ 2 Kali/hari
b. > 2 Kali/hari 27 27 54 100%

3 Frekwensi Mencuci
Rambut
- - - -
a. ≤ 2 Kali/minggu
b. > 2 Kali/minggu 27 27 54 100%

4 Frekwensi Ganti Baju


a. < 3 Kali/hari
- - - -
b. ≥ 3 Kali/hari
27 27 54 100%

Jumlah Anak 54 100%


Berdasarkan tabel di atas Distribusi Umur Anak Berdasarkan Frekwensi Anak
Mandi terbanyak menjawab >2 kali/hari yaitu 54 anak (100%), Menggosok Gigi >2
kali/hari 54 anak (100%), Mencuci Rambut terbanyak menjawab >2x/minggu 54 anak
(100%) dan frekuensi ganti Baju terbanyak >3x/hari yaitu 54 anak (100%).
52

10.7.2 Tabel Distribusi Umur Anak Prasekolah dan Usia Sekolah Berdasarkan BAK
dalam sehari, Kondisi Gigi Anak Saat Ini, Mencuci Tangan Sebelum dan
Sesudah Makan dan Mencuci Tangan Menggunakan Sabun di RT 05
No Karakteristik Umur Juml Persentas
(Tahun) ah e
(%)
5-8 9-12
1 BAK dalam Sehari 27 27 54 100%
a. Selalu di kamar mandi - -
-
b. Disembarang tempat - - -
c. Lain-lain -
-
2 Kondisi Gigi Anak Saat ini 27 27 54 100%
a. Bersih dan sehat - -
-
b. Berlubang dan hitam - - -
c. Bengkak dan berdarah -
-
3 Mencuci tangan sebelum dan 27 27 54 100%
sesudah Makan - -
-
a. Pernah - - -
b. Tidak Pernah -
-
4 Mencuci tangan menggunakan
sabun
27 54 100%
a. Ya 27
b. Tidak - -
-

5 Bermain menggunakan alas


kaki
27 54 100%
a. Ya 27
b. Tidak - -
-

6 Kondisi anak saat 3 bulan


terakhir
27 54 100%
a. Sehat 27
b. Sakit - -
-

Jumlah Anak 54 100%


53

10.8.1 Tabel distribusi Remaja Berdasarkan Kegiatan yang Aktif Diikuti,


Kebiasaan Merokok, Minum Alkohol, Narkoba di RT 05
Karakteristik Umur (Tahun) Jumlah Persentase
(%)
13- 15- 17- 19-
14 16 18 20
Mengikuti
Kegiatan di Luar
Sekolah
1. Aktif 10 10 10 10 40 100%
2. Tidak Aktif
- - - - - -

Kebiasaan
Merokok
- - - - - -
1. Ya
2. Tidak 10 10 10 10 40 100%

Kebiasaan Minum
Alkohol
- - - - - -
2. Ya
3. Tidak 10 10 10 10 40 100%

Menggunakan
Narkoba
- - - - - -
1. Ya
2. Tidak 10 10 10 10 40 100%

Jumlah Remaja 40 100%


Berdasarkan tabel di atas Remaja Berdasarkan Kegiatan yang Aktif Diikuti
Terbanyak menjawab Aktif 40 Remaja (100%), Kebiasaan Merokok Terbanyak menjawab
tidak 40 orang (100%), Minum Alkohol yang menjawab Tidak 40 orang (100%), Narkoba
yang menjaab tidak 40 anak (100%).

10.9 DEWASA
10.9.1 Tabel distribusi Dewasa Berdasarkan Kegiatan yang diikuti, kondisi saat ini di
RT 05
Karakteristik Pria Wanita Jumlah Persentase
(%)
Kegiatan yang dilakukan
setelah lulus sekolah?
a. bekerja. 72 83 142 91,6%
b. Tidak bekerja - 13 13 8,38%
c. .............................
- - - -

Kondisi saat ini?


a. Sehat 72 96 155 100%

b. Sakit - - - -
54

Bila sakit, apa yang - - - -


dikeluhkan/diagnosa
medisnya?
a. ..................................
b. ...............................
c. ................................
Jumlah Dewasa 155 100%
Berdasarkan tabel di atas Kegiatan terbanyak menjawab bekerja yaitu 142
orang, 13 orang menjawab tidak bekerja (8,39%), Kondisi saat ini terbanyak
menjawab Sehat 155 orang (100%).

10.10 LANSIA (≥ 60 TAHUN)


10.10.1 Tabel distribusi Lansia Berdasarkan Penyakit yang Diderita, Jenis Penyakit dan
Penanganan Penyakit di RT 05
Karakteristik Jumlah Persentas
e
(%)
Penyakit yang diderita
1. Ada 10 100%
2. Tidak Ada - -
Jenis Penyakit
1. Hipertensi 7 70%
2. Stroke 1 10%
3. Maag 2 20%
4. ...................................
5. ...................................
Penggunaan Waktu Senggang Lansia di
Rumah
1. Berkebun 8 80%
2. Rekreasi - -
3. Senam - -
4. Lain-lain 2 20%
Penanganan Penyakit
11 Sarana Medis 8 80%
12 Non Medis 2 20%
13 Diobati sendiri - -
Jumlah Lansia 10 100%
Berdasarkan tabel di atas diketahui Lansia berdasarkan Penyakit yang Diderita
terbanyak menjawab Ada yaitu 10 orang lansia (100%), Jenis Penyakit yang diderita
terbanyak menjawab Hipertensi 7 lansia (70%) paling sedikit Stroke 1 lansia (10%) ,
Penggunaan waktu senggang lansia di rumah terbanyak menjawab berkebun 8 orang
lansia (80%), Penanganan Penyakit terbanyak menjawab ke Sarana medis 8 orang (80%).

10.10.2 Tabel distribusi Lansia Berdasarkan Keberadaan Posyandu Lansia dan


Pemanfaatan Posyandu Lansia di RT 05
Karakteristik Jumlah Persentase(%)
55

Keberadaan Posyandu Lansia di


Sekitar Tempat Tinggal
1. Ada 10 100%
2. Tidak Ada - -
Pemanfaatan Posyandu Lansia
1. Rutin dikunjungi 3 30%
2. Kadang-kadang 5 50%
3. Tidak pernah 1 10%
Jumlah Lansia 10 100%
Berdasarkan tabel di atas distribusi Lansia Berdasarkan Terbanyak menjawab
Ada 10 orang (100%), pemanfaatan Poyandu lansia terbanyak menjawab kadang-kadang
yaitu 5 orang (50%) paling sedikit tidak pernah 1 orang (10%).

3.2.1 Analisa Data

Data Fokus Kemungkinan Penyebab Masalah


pemanfaatan halaman Tidak ada kemauan, dan aktivitas Kurangnya
rumah yang paling pemanfaatan
banyak Tidak berjumlah Tidak memanfaatkan pekarangan rumah 70 KK (59,82%) pekarangan
70 KK (59,82%) rumah

Penyebab

Tidak ada
Aktivitas
kemauan

Waktu luang Bekerja di


digunakan untuk luar rumah
olah raga dan
rekreasi

Solusi

1. Lakukan Edukasi kepada keluarga bahwa


penting nya pemanfaatan pekarangan rumah
yang baik untuk menghindari berbagai
macam penyakit seperti DBD,pemberantasan
jentik nyamuk,dan masih banyak manfaat
lainya
2. Membuat jadwal gotong royong tiap minggu
untuk membersihan halaman jalan di masing-
masing RT agar terpeliharanya suasana yang
nyaman dan sekaligus mempererat rasa
kekeluargaan antara masyarakat antar RT
tersebut
56
57

Merokok Remaja

Merokok Tidak merokok

Stress

Ingin di akui
kelompok

Gaya hidup

Faktor
lingkungan

Solusi

1. Menghindari kegiatan/aktivitas yang


dapat menimbulkan stress
2. Yakinkan diri sendiri bahwa rokok bukan
satu-satunya sarana pergaulan
3. Lakukan hal-hal positif ,olah
raga ,membaca dan hal yang
menyehatkan
4. Hindari berkumpul dengan teman-teman
yang sedang merokok
5. Memperbanyak informasi tentang bahaya
merokok
58

Penyakit diderita dalam Pola makan, istirahat. Gaya hidup, genetik dan Hipertensi
tiga bulan terakhir pengetahuan kurang tentnag hipertensi
Hipertensi berjumlah 16
anggota keluarga (13,7%) Hipertensi terdapat pada 16 KK
(13,7%)

Hipertensi

Penyebab

Genetik Pola Gaya Hidup


makan
usia Minuman
beralkohol
Tinggi Tinggi
garam lemak
Merokok

Stress

Kurang
aktivitas

Solusi

Gaya hidup

1. Mengurangi minuman yang mengandung


alcohol
2. Mengeurangi kebiasaan merokok (mis
dari 1 bungkus per hari menjadi 1-3 btg
per hari )
3. Lakukan aktivitas yang tidak
menimbulkan stres
4. Lakukan olah raga setiap pagi/sore hari
agar otot-otot tidak tegang

Pola makan

1. Kurangi makanan yang mengandung


tinggi garam
2. Kurangi makanan yang tinggi lemak
3. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-
buahan

Genetik

1. Rutin berolah raga menjaga kesehatan


tubuh dan hindari stress berlebihan
59
3.2.2 Penapisan Masalah

Masalah Kriteria Total Keterangan


Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Hipertensi 3 4 4 4 3 4 3 5 3 3 4 3 43 Kriteria:
1=Kesesuaian dengan peran
perawat/bidan kesehatan
Maag kronis 3 4 4 3 3 3 3 5 3 3 4 3 41
masyarakat
2= Kemungkinan untuk terjadi
Kurangnya pemanfaatan pekarangan rumah 3 4 1 4 2 3 2 5 3 1 3 3 34
3= Besarnya resiko yang ditimbulkan
4= Kemungkinan untuk dilakukan
penkes
5= Minat masyarakat
6= Kesesuaian dengan program
pemerintah
7= Kemungkinan untuk diatasi
8= Ketersediaan sumber daya
tempat
9= Ketersediaan sumber daya dana
10= Ketersediaan sumber daya
waktu

60
61

11= Ketersediaan sumber daya


fasilitas
12=Ketersediaan sumber daya
manusia

Skor untuk masing-masing kriteria :


1 : Sangat rendah
2 : Rendah
3 : Cukup
4 : Tinggi
5 : Sangat Tinggi
3.2.3 Prioritas Masalah

NO MASALAH SKOR
1. Kurangnya pemanfaatan pekarangan rumah 43

2. 41
Merokok

3. Hipertensi 34

62
3.2.4 Perencanaan
bRT : .... RW : .... Kelurahan : ...... Kecamatan : .........
No Masalah Sasaran Tujuan Strategi Rencana Kegiatan Hari/Tgl Tempat Implementasi Evaluasi
Kriteria Standar
1 Kurangnya Masyarakat Agar Melakukan 1. Lakuka pendekatan 1. Melakukan 1.Masyarakat 1. Masyarakat
pemanfaatan pekarangan penyuluhan dan dengan masyarakat sekitar pendekatan dapat mengikuti
pekearangan ddapat gotong royong 2. Lakukan penyuluhan dengan mengikuti kegiatan
rumahg dimanfaatkan tentang pemanfaatan masyarakat kegiatan 2. Kegaitan
secara pekarang rumah disekitar 2.Masyarakat dilaksanaka
maksimal 3. Lakukan permintaan ijin 2. Melakukan dapat n dengan
kepada ketua RT untuk penyuluhan memanfaatka keadaan
gotong royong tentang n pekaranagn lancar dan
4. lakukan gotong royong Penyuluh pemanfaatan rumahd tertib
menanam tanaman di an: pekrangan engan 3. Gotong
Penyuluhan
pekaranagn rumah keluaraha rumah maksimal royong
Senin 29
n 3. Melakukan dilakukan
maret 2022
Gotong permintaan ijin bersama
Gotong
royong : dengan ketua 4. Pekarangan
royong :
perumaha RT untuk rumah
n warga melakukan warga
gotong royong dapat
4. Melakukan termanfatka
gotong royong nd engan
bersama warga maksimal
disekitar untuk
pemanfaatan
pekarangan
rumah
2 Merokok Remaja/ Pencegahan Melakukan 1. Lakukan pendekatan Penyuluhan Sekolah 1. Melakukan 1. Pelajar dapat 1. Pelaja
Pelajar/ perilaku penyuluhan dan kepada remaja yang Senin 29 pendekatan memahami r/ Siswa
Siswa merokok sejak edukasi merokok dan yang tidak maret 2022 kepada remaja penyuluhan mengikuti
dini dikalangan merokok yang merokok bahaya kegiatan

63
64

remaja 2. Lakukan penyuluhan dan merokok bagi penyuluha


edukasi tentang bahaya kesehatan 2. Kegia
merokok dan manfaat tan penkes
tidak merokok dilaksanaka
3. Lakukan evaluasi setelah n dengan
pemberian penyuluhan keadaan
dan edukasi dan yang tidak lancar dan
merokok tertib
2. Melakukan
penyuluhan
dan edukasi
tentang bahaya
merokok dan
manfaat tidak
merokok
3. Melakukan
evaluasi
setelah
pemberian
penyuluhan
dan edukasi

3 Hipertensi Dewasa Mengatasi Melakukan 1. Lakukan pendekatan Senin / 29 Keluraha 1. Melakukan 1. Seluruh
dan lansia penyakit Penyuluhan dan dengan masyarakat yang maret 2022 n pendekatan masyarakat 1. Masyarakat
hipertensi pada koseling mengalami hipertensi dengan dapat hadir bersedia
dewasa dan 2. Lakukan penyuluhan dan masyarakat dalam hadir dalam
lansia konseling tentang yang kegiatan kegiatan
pencegahan hipertensi dan mengalami penyuluhan penyuluha
65

cara pengobatan hipertensi dan koseling 2. Penyuluhan


hipertensi 2. Melakukan 2. Masyarakat dapat
3. Lakukan pemerinksaan penyuluhan dapat berjalan
tekanan darah pada warga konseling mengerti dengan
yang mengalami tentang cara tentang tertib baik
hipertensi mengobati hipertensi dan lancer
4. Lakukan evaluasi setelah hipertensi dan 3. Masyarakat
pemberian penyuluhan pencegahan dapat
dan konseling hopertensi mengaplika
3. Melakukan sikan dan
evaluasi mengerti
terhadap tentang
masyarakat pencegahan
setelah hipertensi
mendapatkan
penyuluhan

5.

3.2.5 Pelaksanaan

No Masalah Kegiatan Tempat Hari/Tgl Jam Jumlah Peserta


66

1. Kurangnya Penyuluhan tentang pemanfaatan


pemanfaatan pekaranagn rumag dan gotong royong
pekarangan rumah Penyuluhan : Penyuluhan
Penyuluhan 29
Keluraha 15.00 WIB
/03/2022
Goptong Royong : di Gotong royong
Gotong royong :
sekiatara rumah warga :

2. Merokok Penyuluhan dan edukasi tentang bahaya


merokok bagi kesehatan

Sekolah 29/03/2022 15.00 WIB

3. Hipertensi Penyuluhan dan konseling tentang


penyakit hipertensi serta cara
pencegahannya
Kelurahan
15.00 WIB
29/03/2022