Anda di halaman 1dari 33

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM MATERI STRUKTUR

JARINGAN TUMBUHAN SISWA KELAS XI MA AT-TAQWA iBERU

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Penilaian


Pembelajaran Biologi
yang diampuh oleh Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd dan Dr. Iin Hindun, M.Kes

OLEH
KHOLIFAH
NIM i20201062011002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
APRIL, 2021
BAB iI
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Instrumen penilaian merupakan bagian integral dari suatu proses penilaian
dalam pembelajaran. Penilaian berperan sebagai program penilaian proses,
kemajuan belajar, dan hasil belajar siswa. Instrumen penilaian meliputi tes dan
sistem penilaian. Instrumen penilaian dirancang untuk mengetahui tingkat
pemahaman peserta didik setelah mempelajari suatu kompetensi, (Amalia N. F dan
Susilaningsih E., 2009). Penilaian berperan sebagai program penilaian proses,
kemajuan belajar, dan hasil belajar siswa yang digunakan untuk memperbaiki
pembelajaran. Penilaian juga merupakan proses pengukuran hasil belajar dan
monitoring kegiatan pembelajaran di kelas, (Lissa dkk, 2012). Salah satunya adalah
dengan melakukan evaluasi untuk mengetahui tercapainya suatu tujuan
pembelajaran.
Emi Yiniarti (2013), Tahapan pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran
adalah penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan instrumen
evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan interpretasi dan tindak lanjut.
Instrumen evaluasi hasil belajar dapat berwujud tes maupun non-test. Tes dapat
berbentuk objektif dan uraian, sedang non-test dapat berbentuk lembar pengamatan
atau kuesioner, skala sikap, daftar cocok, dan skala bertingkat. Tes objektif dapat
berbentuk jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan dan pilihan ganda dengan
berbagai variasi : biasa, hubungan antar hal, kompleks, analisis kasus, grafik dan
gambar tabel. Untuk tes uraian yang juga disebut dengan tes subjektif dapat
berbentuk tes uraian bebas, bebas terbatas, dan terstruktur. Selanjutnya untuk
penyusunan instrumen tes atau nontes, seorang guru harus mengacu pada pedoman
penyusunan masing-masing jenis dan bentuk tes atau non tes agar instrumen yang
disusun memenuhi syarat instrumen yang baik, minimal syarat pokok instrumen
yang baik, yaitu valid (sah) dan reliabel (dapat dipercaya),
Instrumen penilaian, dianggap suatu hal yang penting untuk dikembangkan
terutama pada aspek psikomotorik (keterampilan) pada penelitian ini. Salah satu
hal yang menjadi sebab pentingnya adalah adanya kehawatiran kurang
tergambarnya kompetensi peserta didik dari berbagai aspek, yang disebabkan
kurang tepatnya Intrumen penilaian yang digunakan, (Lestari, 2016). Juga tidak
dapat dipungkiri dalam pembelajaran biologi yang sebenarnya membutuhkan
penggunaan instrumen penilaian yang tidak hanya mencakup hapalan, dan
pemahaman akan tetapi juga dibutuhkan instrumen penilaian yang mengukur
kekreatifan dan keterampilan siswa, sehingga siswa dapat kreatif. Fakta di lapangan
masih banyak guru memfokuskan pada penilaian aspek kognitif saja dan kurang
memperhatikan aspek psikomotoriknya. Pada pelaksanaannya guru hanya menilai
kedisiplinan dan hasil akhir dari percobaan yang dilakukan. Secara umum diketahui
bahwa guru belum melakukan penilaian dengan benar, seperti tidak menggunakan
instrumen penilaian psikomotorik dalam proses percobaan berlangsung, sehingga
guru tidak melihat aspek-aspek secara keseluruhan mengenai keterampilan yang
seharusnya diukur. Instrumen yang terdapat di beberapa sekolah masih dalam
bentuk umum dan belum mengacu pada keterampilan khusus yang seharusnya
diukur.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru biologi di MA At-Taqwa
Beru, bahwa setiap guru biologi menggunakan instrumen penilaian pada aspek
psikomotorik (keterampilan) berbeda, bahkan instrumen penilaian jarang digunakan
dalam sebuah kegiatan praktik dan jarang melakukan praktikum. Oleh karena itu
peneliti merasa perlu mengembangkan instrumen penilaian ini, yang nantinya dapat
digunakan di sekolah tersebut.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik mengadakan
penelitian dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum Materi
Struktur Jaringan Tumbuhan siswa kelas XI MA At-Taqwa Beru
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperoleh rumusan masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana mengembangkan instrumen penilaian praktikum pada mata
pelajaran biologi siswa kelas XI Ma At-Taqwa Beru ?
C. Bagaimana bentuk instrumen penilaian praktikum yang valid dan efektif serta dapat
digunakan pada kegiatan praktikum mata pelajaran biologi siswa XI Ma At-Taqwa
Beru ?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk imengetahui cara mengembangan instrumen penilaian praktikum pada
mata pelajaran biologi siswa kelas XI Ma At-Taqwa Beru
2. Untuk mengetahui bentuk instrumen penilaian praktikum yang valid dan
efektif.
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Instrumen Penilaian
Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat
ketercapaian kompetensi. Selain itu, instrumen juga diartikan sebagai alat bantu yang
dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran mengumpulkan agar kegiatan
pembelajaran tersebut, menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Lestari, 2016).
Berdasarkan defenisi tersebut suatu instrumen berfungsi untuk menjaring hasil
pembelajaran. Instrumen juga diartikan sebagai alat bantu, merupakan saran yang dapat
diwujudkan dalam benda, misalnya angket (questionnaire), daftar cocok (check list),
pedoman wawancara (interview guide atau interview schedule), soal tes (test), inventori
(inventory), dan skala (scale)
Dalam rangka pengumpulan data, pengukuran dilakukan dengan menggunakan
instrumen penilaian. Penilaian adalah suatu kegiatan pengukuran, kuantifukasi, dan
penetapan mutu pengetahuan siswa secara menyeluruh. Dalam pengertian ini,
diisyaratkan bahwa penelitian ini harus diterintegrasi dalam proses pembelajaran dan
menggunakan beragam bentuk. Penilaian merupakan salah satu proses pendidikan,
khususnya dalam proses belajar mengajar. Hakikat pendidikan dalam pendidikanadalah
proses yang sistematik dan sistemik, mengumpulkan data dan atau informasi,
menganalisis dan selanjutnya manarik kesimpulan tentang tingkat pencapaian dan tingkat
efektifitas serta efesiensi suatu program pendidikan. Karena itu, kegiatanpenilaian dapat
dilakukan terhadap programnya sendiri terhadap proses pelaksanaannya dan terhadap
pencapaian hasil pelaksanaannya. Penilaian terhadap program pendidikan ini sangat
berkaitan dengan ketepatan dan relevansi progran dengan kebutuhan nyata masyarakat,
Soleh Hamid (2011).
B. Jenis penilaian
Penilaian dapat dibedakan berdasarkan pihak yang melaksanakannya. Ada
banyak cara untuk melakukan penilaian diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penilaian Unjuk Kerja (Perfomance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamatikegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuat. Cara penilaian ini
lebih autentik daripada tes tertulis karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan
kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak kesempatan guru mengamati
unjuk kerja siswa, semakin reliable hasil penilaian kemampuan siswa, Soleh Hamid
(2011).
Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilaia kemampuan
siswa dalam menyajikan lisan (keterampilan berbicara, berpidato, baca puisi,
berdiskusi, dan sebagainya), pemecahan masalah dalam satu kelompok, peristiwa
masalah dalam kelompok kecil, kemampuan siswa dalam menari, kemampuan
siswa dalam memainkan alat musik, kemampuan siswa dalam cabang-cabang olah
raga, kemampuan siswa dalam menggunakan peralatan laboratorium, kemampuan
siswa dalam mengoperasikan suatu alat, dan sebagainya, Soleh Hamid (2011).
Penilaian unjuk kerja harus dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap
peserta didik dalam pelaksanaan praktikum.
2. Penilaian Penugasan (Project)
Penilaian melalui proyek dilakukan terhadap suatu tugas atau
penyelidikan yang dilakukan siswa secara individual atau kelompok untuk
periode tertentu. Tugas tersebut berupa suatu infestigasi sejak dari
perencanan, pengupulan data penyajian data. Proyek sering kali melibatkan
pencarian data primer dan sekunder, mengevaluasi secara kritis hasil
penyelidikan, dan kerja sama dengan orang lain. Penilaian melalui penugasan
ini biasanya diberikan pada saat melakukan tugas akhir dalam bentuk karya
ilmiah, pelaporan terhadap suatu kegiatan atau dalam bentuk makalah-
makalah yang diberikan pada saat menjalani mata pelajaran tertentu. Hal ini
selain memperkaya pemahaman, memperdalam ilmu pengetahuan, dan
memperkuat penalaran, juga akan mampu melatih daya baca siswa, Soleh
Hamid (2011). Penilaian proyek sama halnya peda penilaian produk dan
kinerja yaitu dilakukan dengan mengamati dan menilaia kinerja dan karya
proyek siswa.
3. Penilaian Hasil Kerja (Product)
Penilaian hasil kerja siswa adalah penilaian terhadap keterampilan
siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu dan kualitas produk
tersebut. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa terdapat dua tehapan penilaian
yaitu:
a) Penilaian tentang penilihan dan cara penggunaan alat serta produk
kerja siswa.
b) Penilaian tentang kualitas teknis dan estetis hasil kerja siswa, Syamsuddu
(2016).
Penilaian melalui hasil kerja ini biasa disebut dengan penilaian
keterampilan, karena, pokok yang dinilai adalah tingkat kecakapan siswa
dalam melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan pembelajarannya.
Dengan demikian, penilaian hasil kerja ini merupakan penilaian terhadap
kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti
makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan,pahatan), barang-barang
terbuat dari kayu, keramik, plastik, logam, dan sebagainya. Cara ini tidak
hanya melihat hasil akhirnya saja, tetapi juga dari proses pembuatannya,
Soleh Hamid (2011). Proses pembuatan suatu produk tersebut akan
dinilai kualitas keterampilan-keterampilan siswa dalam menghasilkan
produk-produk yang berkualitas.
4. Penilaian Sikap dan Komonikasi siswa
Sikap pada hakekatnya adalah kecenderungan berperilaku pada
seseorang. Sikap juga dapat diartikan sebagai reaksi seseorang terhadap suatu
stimulus yang datang pada dirinya. Mengartikan sikap sebagai suatu
kecenderungan untuk berbuat sesuatu dengan cara, metode, teknik dan pola
tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa orang-orang maupun berupa
objek-objek tertentu. Sikap mengacu pada perbuatan atau perilaku sesorang,
tetapi tidak berarti semua perbuatan identik dengan sikap. Sikap seseorang
bisa saja bertentangan dengan sikapnya, Samsudduha (2013).
Penilaian sikap dalam proses pembelajaran disekolah adalah sebuah
upaya sistematis dan sistematik untuk mengukur dan manilai perkembangan
siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran yang telah dijalani. Dalam
penilaian sikap ini, ada tiga komponen yang perlu diperhatikan yakni
komponen afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah perasaan
yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek.Komponen kognitif adalah
keyakinan yang menjadi pegangan seseorang. Sedangkan komponen konatif
adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara- cara
tertentu terhadap suatu objek, Soleh Hamid (2011). Pada ketiga komponen
tersebut seorang guru dapat dapat menilai bagaimana motivasi dan minat
belajar siswa sewaktu kegiatan belajar berlangsung.
5. Penilaian Melalui Tes (Paper and Pencil \Test)
Tes (dalam bahasa Inggris Test) berasal dari kata testum bahasa
prancis kuno, yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia, ada
juga yang mengartikannya sebagai piring yang terbuat dari tanah. Ada juga
yang menyatakan bahwa tes adalah alat pengukur untuk menetapkan apakah
berbagai faset dari kesan yang kita perkirakan dari seseorang adalah benar
merupakan fakta, juga adalah cara untuk menggambarkan berbagai macam
faset ini seobjektif mungkin. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tes
adalah alat yang digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensi
seseorang yang biasanya disajikan dalam bentuk soal atau tugas-tugas, Soleh
Hamid (2011) Tes dilakukan untuk mengetahui hasil pengajaran, hasil belajar,
dan ketercapain standar KKM yang telah ditentukan.
C. Model Pengembangan 4-D (Model Thiagarajan)
Model pengembangan perangkat seperti yang disarankan oleh Thiagarajan,
Semmel, dan Semmel (1974) adalah model 4-D. Model ini terdiri dari empat tahap
pengembangan, yaitu define, design, develop and desseminate atau diadaptasi
menjadi empat model 4-P, yaitu pendefenisian, perancangan, pengembangan, dan
penyebaran, Al-Tabani T. I. B., (2014)
1. Tahap Pendefinisian (define)
Tahap pendefinisian bertujuan untuk menetapkan dan menentukan
item-item dalam instrumen yang akan dikembangkan. Dalam menentukan
dan menetapkan item-item dalam instrumen diawali dengan analisis tujuan
dari batasan materi yang dikembangkan instrumen penilaiannya. Tahap ini
meliputi lima langkah pokok, yaitu: analisis awal, analisis siswa, analisis
tugas, analisis konsep, perumusan tujuan pembelajaran.
a. Analisis Awal
Analisis awal bertujuan memunculkan dan menetapkan masalah
dasar yang dihadapi dalam pembelajaran sehingga dibutuhkan
pengembangan instrumen penilaian. Berdasarkan masalah ini,
disusunlah alternatif instrumen yang relevan. Saat analisis awal perlu
mempertimbangkan beberapa hal sebagai alternatif pengembangan
instrumen, teori belajar, tantangan dan tuntutan masa depan.
Analisis awal dimulai dari analisis pengetahuan, keterampilan dan
sikap awal yang dimiliki siswa untuk mencapai tujuan akhir, yaitu tujuan
yang tercantum dalam kurikulum. Kesenjangan antara hal-hal yang sudah
diketahui siswa dengan apa yang seharusnya akan dicapai siswa.
b. Analisis siswa
Analisis siswa merupakan telaah tentang karakteristik-
karakteristik yang dimiliki siswa dengan memperhatikan ciri,
kemampuan, pengalaman siswa baik individu maupun kelompok. Tujuan
dari analisis ini adalah untuk menelaah karakteristik siswa yang meliputi
latar belakang pengetahuan siswa, bahasa yang digunakan dan
perkembangan psikomotorik siswa.
c. Analisis Materi
Analisis materi bertujuan untuk mengidentifikasikan bagian-
bagian utama yang akan dipraktikumkan dan menyusunnya secara
sistematis.
d. Analisis Tugas
Analisis tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi
dalam satuan pembelajaran. Analisis tugas dilakukan untuk merinci isi
materi ajar dalam bentuk garis besar yang mencakup; (1) Analisis struktur
isi, (2) analisis prosedural, dan (3) analisis proses informasi.
e. Perumusan Tujuan
Perumusan tujuan pembelajaran dilakukan untuk mengcoversi tujuan
analisis materi menjadi tujuan-tujuan khusus yang dinyatakan dengan
tingkah laku. Penyusunan tujuan pembelajaran atau indikator pencapaian
hasil belajar didasarkan pada kompetensi dasar dan indikator yang tercantum
dalam kurikulum
2. Tahap Perancangan (design)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menyiapkan prototipe perangkat
pembelajaran. Tahap ini terdiri atas 3 bagian, yaitu:
a. Penyusunan tes acuan patokan, merupakan langkah awal yang
menghubungkan antara tahap define dan tahap design. Tes disusun
berdasarkan hasil perumusan tujuan pembelajaran khusus. Tes ini
merupakan suatu alat untuk mengukur terjadinya perubahan tingkah laku
pada diri siswa setelah kegiatan praktikum.
b. Pemilihan media yang sesuai tujuan pembelajaran untuk menyampaikan
tujuan pembelajaran.
c. Pemilihan format. Didalam pemilihan format ini misalnya dapat
dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat yang sudah ada dan
yang sudah dikembangkan dinegara-negara lain yang lebih maju.
d. Rancangan awal/ desain awal merupakan desain instrumen penilaian
yang dirancang dengan mempertimbangkan aktivitas guru dan siswa.
3. Tahap Pengembangan (develop)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan instrumen
penilaian yangsudah direvisi berdasarkan masukan dari para pakar meliputi;
a. Validasi perangkat oleh pakar diikuti dengan revisi.
b. Simulasi, yaitu kegiatan mengoperasionalkan perangkat (rencana
pembelajaran).
c. Uji coba terbatas, hasil tahap simulasi dan uji coba terbatas digunakan
sebagai dasar revisi perangkat.
4. Tahap Penyebaran (desseminate)
Pada tahap ini merupakan tahapan penggunaan instrumen yang telah
dikembangkan dan telah diuji coba pada skala yang lebih luas, misalnya oleh
guru lain. Tujuan tahap ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan
instrumen dalam pelaksanaan praktikum, Endang Mulyatiningsih (2013).
Dari keempat tahap pengembangan ini yang akan dilakukan dalam
pengembangan produk instrumen penilaian praktikum untuk menghasilkan
suatu produk yang dapat digunakan di sekolah.
D. Pelaksanaan Prakikum Biologi
Ada empat alasan mengenai pentingnya pentingnya pratikum. Pertama,
praktikum membangkitkan motivasi belajar. Belajar peserta didik dipengaruhi oleh
motivasi, peserta didik yang termotivasi untuk belajar akan bersungguh-sungguh
dalam mempelajari sesuatu. Kedua, praktikum mengembangkan keterampilan dasar
melakukan eksperimen. Keterampilan dasar meliputi mengamati, mengestimasi,
mengukur, dan menggunakan peralatan biologi. Ketiga, praktikum menjadi wahana
belajar pendekatan ilmiah. Para pakar meyakini bahwa cara yang baik untuk belajar
pendekatan ilmiah adalah dengan menjadikan peserta didik sebagai scientist.
Keempat, praktikum menunjang materi yang dipelajari. Kegiatan praktikum
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan teori dan
membuktikan teori, Rustman (2003)
Pelaksanaan praktikum memerlukan suatu organisasi yang baik dan cara
bimbingan yang tepat sehingga siswa-siswa dapat belajar dari kesalahannya.
Praktikum harus berhubungan dengan teori yang sudah dipelajari tapi bertujuan untuk
mendalaminya, Taslim Ersan (2008)
Dari pelaksanaan praktikum, siswa tidah hanya meningkatkan keterampilan
dalam praktikum di laboratorium. Namun, hal ini dapat meningkatkan daya ingat siswa
tersebut akan materi atau teori yang diajarkan di dalam kelas dan mengeksplorasi
pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. Hal ini mungkin disebabkan karena
beberapa alat indra akan bekerja secara optimal jika melakukan satu kegiatan
keterampilan di laboratorium.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di MA At-Taqwa Beru Maumere, waktu penelitian
dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022.
B. Metode Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and
Development). Penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang
digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk
tersebut, Sugiyono (2013). Produk yang dikembangkan dan diuji kevalidannya
yaitu berupa instrumen penilaian praktikum pada mata pelajaran biologi.
C. Model Pengembangan Produk
Model pengembangan instrumen penilaian seperti yang disarankan oleh
Thiagarajan dan Semmel, adalah model 4-D. Model ini terdiri dari empat tahap
pengembangan, yaitu define, design, develop and desseminate atau diadaptasi
menjadi empat model 4-P, yaitu pendefnisian, perancangan, pengembangan, dan
penyebaran, Trianti (2015)
1. Tahap pendefinisian (define)
Tahap pendefinisian bertujuan untuk menetapkan dan menentukan item-
item dalam instrumen yang akan dikembangkan. Dalam menentukan dan
menetapkanitem-item dalam instrumen diawali dengan analisis tujuan dari batasan
materi yang dikembangkan instrumen penilaiannya. Tahap ini meliputi lima
langkah pokok, yaitu: analisis awal, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep,
perumusan tujuan pembelajaran.
2. Tahap Perancangan (design)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menyiapkan prototip perangkat
pembelajaran. Tahap ini terdiri atas 3 bagian, yaitu:
a) Penyusunan tes acuan patokan, merupakan langkah awal yang
menghubungkan antara tahap define dan tahap design. Tes disusun
berdasarkan hasil perumusan tujuan pembelajaran khusus. Tes ini merupakan
suatu alat untuk mengukur terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa
setelah kegiatan praktikum.
b) Pemilihan media yang sesuai tujuan pembelajaran untuk menyampaikan
tujuan pembelajaran.
c) Pemilihan format. Didalam pemilihan format ini misalnya dapat dilakukan
dengan mengkaji format-format perangkat yang sudah ada dan yang sudah
dikembangkan dinegara-negara lain yang lebih maju.
d) Rancangan awal/ desain awal merupakan desain instrumen penilaian yang
dirancang dengan mempertimbangkan aktivitas guru dan siswa.
3. Tahap Pengembangan (develop)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan instrumen penilaian yang
sudah direvisi berdasarkan masukan dari para pakar meliputi;
a) Validasi perangkat oleh pakar diikuti dengan revisi.
b) Simulasi, yaitu kegiatan mengoperasionalkan perangkat (rencana pembelajaran).
c) Uji coba terbatas, hasil tahap simulasi dan uji coba terbatas digunakan sebagai
dasar revisi perangkat.
4. Tahap Penyebaran (desseminate)
Pada tahap ini merupakan tahapan penggunaan instrumen yang telah
dikembangkan dan telah diuji coba pada skala yang lebih luas. Misalnya oleh guru
lain. Tujuan tahap ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan instrumen
dalam pelaksanaan praktikum, Mulyatiningsih. E (2013).
Setiap tahap tersebut yang akan dilakukan oleh peneliti untuk
mengembangakan suatu instrumen penilaian praktikum
D. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data
a. Lembar Validasi
Lembar validasi media pembelajaran digunakan untuk memperoleh
informasi tentang kualitas instrumen penilaian praktikum berdasarkan penilaian
para validator ahli. Ada dua macam lembar validasi yang digunakan yaitu lembar
validasi instrumen penilaian praktikum dan lembar validasi angket. Informasi
yang diperoleh melalui instrumen ini digunakan sebagai masukan dalam
merevisi instrumen penilaian yang telah dikembangkan hingga menghasilkan
produk akhir yang valid
Angket yang digunakan sebagai salah satu instrumen dalam penelitian ini
berupa angket respon guru.
E. Teknik Pengolahan Data
a. Data Hasil Validasi Instrumen Penilaian Praktikum
Analisis data kevalidan untuk instrumen penilaian yang dikembangkan
ditentukan dari hasil penilaian kevalidan oleh tiga validator / ahli, yaitu orang
yang ahli dalam bidang pendidikan biologi. Kevalidan instrumen atau perangkat
yang akan dikembangkan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
∑𝑛i (i−𝐼𝑜)
V=
𝑁 (𝑐−1)

Keterangan :
V = Indeks validitas
N = Banyaknya validator
ni = Banyaknya penilaian validator dari i sampai Io

Selanjutnya nilai V ini dikategorikan pada skala penentuan kategori validitas


sebagai
Tabel 3.1. Kategori Validitas Instrumen Penilaian, Ibrahim M. M., (2012)

Nilai Kriteria
3,25 ≤ M ≤ 4 Sangat valid
2,5 ≤ M ≤ 3,25 Valid
1,75 ≤ M ≤ 2,5 Cukup valid
1,0 ≤ M ≤ 1,75 Tidak valid

b. Data Hasil Respon Guru


Data tanggapan guru biologi diperoleh dari angket respon guru
terhadap perangkat penilaian instrumen yang selanjutnya dianalisis dengan

menggunaka deskriptif kualitatif. Menggunakan skala penilaian mulai dari

sangat setuju (SS),setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS).

Data hasil respon guru kemudian diaplikasikan ke dalam bentuk angka dimana

SS=4, S=3, TS=2 dan STS=1. Menurut Tahir M, (2014) jika 80% responden atau
lebih memberi respon positif terhadap model/ media pembelajaran/ instrumen,

maka instrumen efektif digunakan.

Untuk menganalisis hasil respon guru maka digunakan rumus sebagai berikut:
R= 𝑥 × 100
N

Keterangan :

R = indeks respon guru


X = rata-rata penilaian guru
N = Skor Maximal
DAFTAR PUSTAKA

Al-Tabany Ibnu, Trianto Badar. “Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif,


dan Kontekstual”. Edisi Pertama. Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.
Amalia, Nunung Fika dan Endang Susilaningsih, ” Pengembangan Instrumen Penilaian
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Pada Materi Asam Basa”, tinjauan
terhadap buku Robust Assessment Instrument for Student Problem Solving,
Prosiding the NARST 2009 Annual Meeting, Minnesota university, Vol8, No. 2.
2014
Fika Amelia, Ninik dan Endang Susilaningsih. “Pengembangan Instrumen Penilaian
Keterampilan Berfikir Kreatif Siswa SMA Pada materi Asam Basa”, Vol 8 No.
2,( 2014) ( Diakses 11 Februari 2016)
Hamid, Soleh. Standar Mutu Penilaian Dalam Kelas. Cet, I; Yogyakarta: Diva Press,
2011.
Hasnawati. “Pengembangan Media CD Interaktif Pembelajaran Asam Basa Berbasis
Macromedia Flash 8”. Skripsi. Makassar: Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, 2014.
Hiryanto Pls,”Tujuan Pendidikan”. htpp://tujuan prndidikan/file/
mgve1363205702.pdf (Diakses 1 Mei 2016
Jakarta: Kencana, 2013.
Lissa dkk. Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi
materi Sistem Respirasi dan Ekskresi. Vol 1 No. 1 (April 2012).
http://journal.unnes.ac.id/nju.index.php/LIK
Misykat Malik Ibrahim. 2012. Pengembangan Pengukuran non-Tes Bidang
Pendidikan, Makassar: UIN Press.
Mulyatiningsih, Endang. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Cet. Ke-1;
Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013.
Nursyahidah, Farida. “Penelitian Pengembangan”. Farida’s Blog, 2012. http://
faridanursyahidah.files.wordpress.com/2012/06/research-and-development-vs-
development-research.pdf (2 Juli 2014)
Purwanto, Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Cet. III; Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2012.
Samsudduha, St. Penilaian Berbasis Kelas, Yogyakarta: Aynat Publishing, 2014.
Setyosari, Punaji. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Cet. Ke-3;
Sanjaya, Wina. Penelitian Tindakan Kelas. Cet, IV; Bandung: Kencana, 2012.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Cet. Ke-12; Bandung: Penerbit Alfabeta,
2013.
Tahir, Muhammad. Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbantuan Libre
Office Pada Siswa SMA Dalam Konsep Sistem Indra. Skripsi Fakultas MIPA
Universitas Negeri Makassar, 2014.
Trianti,” Model Pembelajaran Terpad, Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)”, Cet. Ke-7;Jakarta: Bumi
Aksara, 2015.
Wahtuni,”Pengenbangan Perangkat pembelajaran berbasis Project Based Learning
(PjBL) Peserta Didik Kelas X SMA Yapip Sungguminasa Makassar”, Skripsi,
Makassar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar, 2015
Yiniarti, Emi. Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Kewarganegaraan di
SMP N 3 Doplang”, Skripsi, Semarang: Fak. Ilmu Sosial Universitas Negeri
Semarang, 2013.
LAMPIRAN PRODUK

PENGEMBANGN
RUBRIK PENILAIAN PRAKTIKUM
STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN

I. STANDAR KOMPETENSI
2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan
hewan serta penerapannya dalam dalam konteks saling temas
II. KOMPETENSI DASAR
2.1. Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengaitkannya
dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur
jaringan.
A. PERSIAPAN PRAKTIKUM
No ASPEK KRITERIA YANG
INDIKATOR SKOR
PENILAIAN DINILAI
1 Disiplin Hadir tepat waktu Hadir 15 menit sebelum 4
saat akan praktikum dimulai
dilaksanakannya Terlambar 5 menit saat 3
praktikum. praktikum
Terlambat 10 menit saat 2
praktikum
Terlambat lebih dari 15 1
menit saat praktikum
Berpakaian rapi dan Memakai baju 4
bersih laboratorium, ID card,
dan memasang kancing
baju laboratorium
Memakai baju 3
laboratorium, ID card,
tetapi tidak memasang
kancing baju
laboratorium
Memakai baju 2
laboratorium, tetapi tidak
memakai ID card, dan
tidak memasang kancing
baju laboratorium
Tidak memakai baju 1
laboratorium, ID card,
dan memasang kancing
baju laboratorium
Menyiapkan alat Semua alat dan bahan 4
dan bahan yang yang akan digunakan
akan digunakan dalam praktikum telah
dalam praktikum disiapkan.
Semua alat telah 3
disiapkan namun tidak
menyiapkan salah satu
bahan yang akan
digunakan
Semua alat telah 2
disiapkan tetapi tidak
menyiapkan bahan
Tidak menyiapkan alat 1
dan bahan yang akan
digunakan
B. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
No ASPEK KRITERIA YANG
INDIKATOR SKOR
PENILAIAN DINILAI
1 Cermat Mengiris bahan Mampu mengiris dengan
dengan benar benar bahan sesuai dengan
4
kriteria pengamatan (tipis
sempurna)
Mampu mengiris bahan 3
dengan benar namun
kurang sesuai dengan
kriteria pengamatan (tipis
sempurna)
Kurang mampu mengiris 2
bahan dengan benar dan
kurang sesuai dengan
kriteri pengamatan (tipis
sempurna)
Tidak mampu mengiris 1
bahan
Meletakkan bahan Mampu meletakkan bahan
di atas diatas kaca preparat dan
4
kacapreparat ditutup dengan kaca
penutup dengan benar
(tidak terdapat gelembung
udara)
Mampu meletakkan bahan 3
di atas kaca preparat tetapi
tidak ditutup dengan kaca
penutup dengan benar
(tidak terdapat gelembung
udara)
Mampu meletakkan bahan 2
di atas kaca preparat tetapi
tidak ditutup dengan kaca
penutup
Tidak mampu meletakkan 1
bahan di atas kaca
preparat.
Memegang dan Mampu memegang dan 4
menggunakan menggunakan pisau iris
pisau iris dengan dengan baik dan benar
baik dan benar (dari luar kedalam)
Mampu memegang tetapi 3
tidak menggunakan pisau
iris dengan baik dan benar
(dari luar ke dalam)
Kurang tepat memegang 2
dan menggunakan pisau
iris dengan baik dan benar
(dari luar ke dalam)
Tidak dapat menggunakan 1
pisau iris (dari luar ke
dalam)
Mengamati Mampu mengamati bahan 4
preparat yang yang diamati dengan baik
dibuat (bagian-bagiannya
jelas)dan memperoleh
hasil yang sempurna
Mampu mengamati bahan 3
yang diamati dengan baik
bagian-bagiannya jelas)
tetapi memperoleh hasil
kurang sempurna
Mampu mengamati bahan 2
yang diamati dengan baik
bagian-bagiannya
jelas)tidak memperoleh
hasil
Tidak mampu mengamati 1
Menyelesaikan Telah menyelesaikan 4
praktikum tepat praktikum 15 menit
waktu sebelum waktu yang telah
ditentukan
Telah menyelesaikan 3
praktikum 10 menit
sebelum waktu yang telah
ditentukan

Telah menyelesaikan 2
praktikum 10 menit
setelah waktu yang telah
ditentukan
Telah menyelesaikan 1
praktikum lebih dari 15
menit setelah waktu yang
telah ditentukan
Menjawab Menjawab pertanyaan 4
pertanyaan yang yang diajukan oleh guru
diajukan guru mata mata pelajaran dengan
pelajaran cukup tepat
Menjawab pertanyaan 3
yang diajukan oleh guru
mata pelajaran dengan
kurang tepat
Menjawab pertanyaan 2
yang diajukan oleh guru
mata pelajaran dengan
tidak tepat
Tidak menjawab 1
pertanyaan yang diajukan
oleh guru mata pelajaran
C. KEGIATAN AKHIR PRAKTIKUM
No ASPEK KRITERIA YANG
INDIKATOR SKOR
PENILAIAN DINILAI
1 Gotong Membersihkan Meja praktikum bersih 4
royong meja dan alat tanpa sampah, alat, dan
praktikum bahan praktikum serta
kursi tertata seperti
semula.
Meja praktikum bersih 3
tanpa sampah, alat, dan
bahan praktikum namun
kursi tidak tertata seperti
semula.
Meja praktikum bersih 2
tanpa sampah, namun
alat, dan bahan praktikum
serta kursi tidak tertata
seperti semula.
Meja praktikum masih 1
terdapat sampah, alat, dan
bahan praktikum serta
kursi tertata seperti
semula.
Mengembalikan Menempatkan alat 4
peralatan praktikum praktikum sesuai dengan
tempatnya semula dan
tertata rapi
Menempatkan alat 3
praktikum sesuai dengan
tempatnya semula namun
kurang tertata rapi
Menempatkan alat 2
praktikum sesuai dengan
tempatnya semula namu
tidak tertata rapi
Menempatkan alat 1
praktikum tidak pada
tempatnya semula
D. LAPORAN
No ASPEK KRITERIA YANG
INDIKATOR SKOR
PENILAIAN DINILAI
1 Bertanggun Menggambar hasil Objek yang digambar 4
jawab pengamatan sesuai sesuai dengan bagian-
dengan hasil yang bagian yang jelas/ ada
diamati Objek yang digambar 3
kurang sesuai dengan
bagian-bagian yang jelas/
ada
Objek yang digambar 2
tidak sesuai dengan
bagian-bagian yang jelas/
ada
Tidak dapat menggambar 1
hasil pengamatan
Memberi Mampu memberi 4
keterangan pada keterangan pada gambar
gambar dengan tepat dan lengkap
Mampu memberi 3
keterangan pada gambar
dengan tepat namun
kurang lengkap
Mampu memberi 2
keterangan pada gambar
dengan kurang tepat dan
tidak lengkap
Tidak memberi 1
keterangan pada gambar
Memberi Mampu memberi 4
penjelasan pada penjelasan pada setiap
gambar bagian ketengan gambar
yang telah diamati dengan
benar
Mampu memberi 3
penjelasan pada setiap
bagian ketengan gambar
yang telah diamati namun
kurang tepat
Memberi penjelasan 2
sebagian pada ketengan
gambar yang telah diamati
Tidak memberi penjelasan 1
pada setiap bagian
ketengan gambar yang
telah diamati
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM
STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN
Mata Pelajaran : Biologi
Materi Pokok : Struktur Jaringan
Tujuan pembelajaan : Siswa diharapkan mampu mengidentifikasi struktur
jaringan pada tumbuhan.
Kelas : XI IPA
PETUNJUK : 1. Memperhatikan siswa dalam melaksanakan praktikum.

2. Berilah nilai yang sesuai dengan kriteria penskoran

1. Komponen Penilaian Kegiatan Praktikum


Aspek yang Skor
No Indikator
dinilai 4 3 2 1
Hadir tepat waktu saat akan
dilaksanakannya praktikum
1 Persiapan Berpakaian rapi (Memakai baju
praktikum laboratorium)
Menyiapkan alat dan bahan
Praktikum
Mengiris bahan dengan benar

Meletakkan bahan di atas kaca


Preparat
Memegang pisau iris dengan baik
2 Pelaksanaan dan benar
praktikum Mampu pengamati preparat yang
Dibuat
Menyelesaikan praktikum tepat
waktu
Menjawab pertanyaan yang
diajukan guru mata pelajaran
Membersihkan meja dan alat
Praktikum
3 Kegiatan akhir Mengembalikan peralatan
praktikum Praktikum
Membuat laporan praktikum sesuai
dengan hasil pengamatan
Menggambar hasil pengamatan
Membuat sesuai dengan hasil yang diamati
laporan hasil Memberi keterangan pada gambar
praktikum
Memberi penjelasan pada gambar

Keterangan :

 4 = Baik
 3 = Cukup baik
 2 = Kurang baik
 1 = Tidak baikTotal
 Skor = 60
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM
MA AT-TAQWA BERU

A. Mata Pelajaran : Biologi


B. Materi Pokok : Struktur Jaringan
C. Tujuan pembelajaan : Siswa diharapkan mampu mengidentifikasi struktur
jaringan pada tumbuhan.
D. Kelas : XI IPA

PETUNJUK .....!!!
1. Memperhatikan siswa dalam melaksanakan praktikum.
2. Berilah nilai yang sesuai dengan kriteria penskoran.

SKOR ASPEK RATA-


NO NAMA SISWA JUMLAH NILAI
MAX A B C D RATA
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
..

Keterangan : A = Persiapan praktikum


B = Pelaksanaan praktikum
C = Kegiatan akhir praktikum
D = Laporan
VALIDASI INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM
STRUKTUR JARINGAN PADA TUMBUHAN DARI KEDUA
VALIDATOR

Kriteria Penilaian Hasil Validasi Rata-

rata
Tinjauan Indikator V1 V2

1. Sesuai dengan indikator


penyususnan penilaian
pada rubrik
2. Indikator pada instrumen
dapat dinilai pada rubrik
Materi
3. Petunjuk indikator
dinyatakan dengan jelas
4. Indikator pada instrumen
sesuai dengan aspek yang
harus dicapai siswa pada
praktikum
1. Isi pernyataan indikator
tidak menimbulkan
penafsiran ganda

Konstruksi 2. Pernyataan indikator


tersusun sistematis
3. Isi pernyataan indikator
menggunakan kata-kata
yang mudah dipahami
1. Isi pernyataan indikator
Bahasa
menggunakan bahasa yang
sederhana, komonikatif
dan mudah dipahami
2. Pernyataan indikator tidak
menggunakan bahasa
daerah
3. Isi pernyataan indikator
menggunakan kaidah
bahasa indonesia yang
baik dan benar
4. Instrumen penilaian tidak
menggunakan kata-kata/
kalimat yang
menimbulkan penafsiran
ganda
Rata-rata
ANGKET RESPON GURU TERHADAP PERANGKAT PENILAIAN DAN
PELAKSANAAN PRAKTIKUM STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN

Petunjuk

A. Bapak/ ibu diminta memberikan penilaian terhadap “perangkat penilaian”


dengan cara memberi tanda cek list (√) pada kolom yang tersedia sesuai
dengan pendapat anda yang sebenarnya
B. Dimohon kiranya bapak/ ibu untuk menuliskan pendapat atau saran sesuai
dengan pendapat anda tentang prangkat ini.
C. Keterangan
STS = Sangat Tidak Seteuju
TS = Tidak Setuju
S = Setuju
ST = Sangat Setuju

No Pilihan respon
Pernyataan
STS TS S ST
1 Instrumen penilaian praktikum memudahkan dalam
memberi nilai
2 Instrumen penilaian praktikum tidak mengganggu
dalam mengajar
3 Dengan adanya perangkat instrumen penilaian
praktikum membuat saya lebih objektif dalam
memberikan nilai
4 Instrumen penilaian praktikum menggunakan
bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
5 Petunjuk penilaian sederhana dan jelas sehingga
mudah digunakan
6 Pernyataan instrumen tidak menimbulkan
penapsiran ganda
7 Tampilan instrumen penilaian praktikum menarik
bagi saya
8 Saya tidak kesulitan dalam menentukan skor akhir
penilaian praktikum
9 Instrumen penilaian praktikum perlu terus
Dikembangkan
10 Instrumen penilaian praktikum perlu diterapkan
pada mata pelajaran biologi.
11 Saya tidak mampu menilai kesalahan karena waktu
yang tersedia terlalu sempit

D. Saran
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

Maumere, 2021

Guru

NIP.
1. Rekapitulasi Hasil respon guru

Responden
No Pernyataan
1 Instrumen penilaian praktikum memudahkan dalam
memberi nilai
2 Instrumen penilaian praktikum tidak mengganggu
dalam mengajar
3 Dengan adanya perangkat instrumen penilaian
praktikum membuat saya lebih objektif dalam
memberikan nilai
4 Instrumen penilaian praktikum menggunakan bahasa
yang sederhana dan mudah dipahami
5 Petunjuk penilaian sederhana dan jelas sehingga mudah
digunakan
6 Pernyataan instrumen tidak menimbulkan penapsiran
ganda
7 Tampilan instrumen penilaian praktikum menarik bagi
saya
8 Saya tidak kesulitan dalam menentukan skor akhir
penilaian praktikum
9 Instrumen penilaian praktikum perlu terus
dikembangkan
10 Instrumen penilaian praktikum perlu diterapkan pada
mata pelajaran biologi.
11 Saya tidak mampu menilai kesalahan karena waktu
yang tersedia terlalu sempit
Rata-rata

Persentase (%)

Anda mungkin juga menyukai