Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Imunisasi Dasar Lengkap

Pemberi Materi : EZRA NOVITA SULISTIA NINGRUM


NIM : 2019.A.10.0803
Meteri Pokok : Imunisasi Dasar Lengkap
Hari/Tanggal :    
Waktu : 15 Menit
Peserta/Sasaran :

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mengikuti pertemuan ini, diharapkan Ibu mampu menjelaskan Imunisasi Dasar
Lengkap

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah Mengikuti Pertemuan Ini Peserta Mampu :
1. Mengetahui pengertian imunisasi
2. Mengetahui manfaat dari imunisasi
3. Mengetahui jenis jenis imunisasi
4. Mengetahui jadwal imunisasi
5. Mengetahui bahaya jika tidak diberikan imunisasi

C. Isi Materi
Terlampir

D. Metode
a.Ceramah
b. Diskusi / Tanya – jawab

E. Media
Leaflet

1
F. Langkah Kegiatan

NO. URAIAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU

1. Pendahuluan Ceramah Leaflet 3 menit


1. Pemberi materi memberikan salam Tanya Jawab
2. Pemberi materi memberikan apersepsi
tentang materi yang akan disampaikan
3. Pemberi materi menjelaskan tujuan
penyuluhan
2. Penyajian Materi Ceramah Leaflet 7 Menit
1. Pengertian imunisasi Tanya Jawab
2. Manfaat dari imunisasi
3. Jenis jenis imunisasi
4. Jadwal imunisasi
5. Bahaya jika tidak diberikan imunisasI
3. Penutup Ceramah Leaflet 5 Menit
1. Melakukan  evaluasi secara lisan Tanya awab
melalui pertanyaan
2. Menyimpulkan materi bersama-sama
dengan peserta
3. Menutup penyuluhan dengan salam

G. Evaluasi
Prosedur : Test pada akhir penyuluhan
Jenis : Lisan
Bentuk : Tes Subjektif
Sebutkan kembali :
1. Pengertian imunisasi
2. Manfaat dari imunisasi
3. Jenis jenis imunisasi
4. Jadwal imunisasi
5. Bahaya jika tidak diberikan imunisasI

2
H. LAMPIRAN MATERI
1. PENGERTIAN
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang
sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun
yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan
memberikan untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.

2. TUJUAN IMUNISASI
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi
angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa
menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari
dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk
rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.

3. JENIS JENIS IMUNISASI  PADA BAYI


a. Imunisasi BCG
Termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan. Ketahanan terhadap
penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel
bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan
aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi
BCG (Bacillus Calmette Guerin).
b. Imunisasi hepatitis B
Ini juga merupakan imunisasi yang diwajibkan, lebih dari 100 negara
memasukkan vaksinasi ini dalam program nasionalnya. Jika menyerang anak,
penyakit yang disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila sejak lahir telah
terinfeksi virud hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan kelainan-kelainan yang
dibawanya terus hingga dewasa. Sangat mungkin terjadi sirosis atau pengerutan
hati.
c. Vaksin Polio
Vaksin merupakan cara pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi suatu
penyakit. Vaksin bukanlah obat apalagi untuk penyakit polio yang belum ada
obatnya. Vaksin polio bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi

3
terhadap virus polio tanpa terjangkit penyakit tersebut. Sebelum tahun 2000
pemberian vaksin polio dilakukan secara oral, dimana didalam vaksin tersebut
terkandung virus polio hidup yang telah dijinakkan. Namun dalam penerapannya
ternyata dalam beberapa kasus penyakit polio justru disebabkan oleh vaksin oral
tersebut. Setelah tahun 2000 pemberian vaksin dilakukan dengan memasukkan
virus polio yang sudah mati atau tidak aktif lagi, dan pemebrian vaksin ini
dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin pada lengan atau kaki.
d. Pemberian vaksin polio pada balita
Pemberian vaksin polio umumnya diberikan pada saat usia anak-anak. Secara
umum pemberian vaksin dilakukan secara bertahap dalam 4 dosis, dan
pemberian dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 – 18 bulan, 4 – 6 tahun.
Berdasarkan penjelasan diatas memang penyakit polio bukan penyakit yang
mematikan, namun memandang akibat kelumpuhan yang ditimbulkannya maka
perlu adanya tindakan pencegahan. Terutama untuk balita apabila terjangkit
penyakit ini tentunya akan mengganggu perkembangan fisik dari balita tersebut,
oleh karena itu orang tua harus memahami pentingnya imunisasi polio pada
balita.
e. Imunisasi DPT
Merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Imunisasi ini
biasanya diberikan dalam beberapa tahapan. Untuk totalnya, pemberian
imunisasi ini mencapai enam kali. Biasanya dilakukan mulai dari bayi usia 2
bulan hingga usianya mencapai 12 tahun.
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit seperti difteri, tetanus, dan
pertusis. Bayi disarankan untuk diberikan imunisasi ini saat usianya 2 bulan.
Tapi jika bayi Anda usianya sudah melebihi 2 bulan dan belum di imunisasi DPT
lakukan saja sesuai urutan tahapan berdasarkan usianya.
f. Imunisasi campak
Tanda klinis awal campak biasanya demam tinggi, yang muncul 10-12 hari
setelah terpapar virus ini dan berlangsung selama 4-7 hari. Pilek, batuk, mata
merah dan berair, dan munculnya bercak putih pada sebelah dalam pipi atau
yang disebutKoplik’s Spot merupakan tanda awal penyakit ini. Setelah beberapa
hari, ruam mulai muncul yaitu bintik-bintik kecil kemerahan pada kulit, biasanya
pada muka dan leher atas. Setelah 3 hari, ruam ini menyebar, biasanya ke daerah

4
tangan dan kaki. Ruam ini muncul selama 5-6 hari lalu menghilang dengan
sendiri. Biasanya, ruam ini muncul 14 hari setelah terpapar virus ini (dengan
batasan 7-18 hari).

4. IMUNISASI PADA IBU HAMIL


Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) adalah upaya membangun kekebalan tubuh untuk
mencegah terjadinya infeksi tetanus. Tetanus berisiko terjadi pada bayi baru lahir
sehingga imunisasi ini diberikan pada ibu hamil sebagai bentuk pencegahannya.
Imunisasi TT selain mencegah terjadinya infeksi tetanus pada bayi baru lahir juga
melindungi ibu terhadap terjadinya infeksi ini, mengingat pada proses persalinan
terjadi perlukaan baik dari pihak ibu maupun bayi.
       TT 0, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
       TT 1, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
       TT 2, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
       TT 3, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas satu.
       TT 4, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas dua.
       TT 5, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas tiga.

5. PENYAKIT YANG BISA TERHINDAR DARI IMUNISASI


a) Imunisasi BCG: Ditujukan untuk memberikan kekebalan bayi terhadap
bakteri tuberkolosis (TBC).
b) Imunisasi DPT: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadapat penyakit
Dipteri, Pertusis (batuk rejan) dan tetanus.
c) Imunisasi Polio: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadap penyakit polio
(kelumpuhan).
d) Ismunisasi hepatitis B:memberikan kekebalan terhadap hepatitis B
e) Imunisasi campak: memberikan kekebalan terhadap penyakit campak
f) Imunisasi TT (Tetanus Toxoid): upaya membangun kekebalan tubuh untuk
mencegah terjadinya infeksi tetanus. Tetanus berisiko terjadi pada bayi baru
lahir sehingga imunisasi ini diberikan pada ibu hamil sebagai bentuk
pencegahannya. Imunisasi TT selain mencegah terjadinya infeksi tetanus
pada bayi baru lahir juga melindungi ibu terhadap terjadinya infeksi ini,

5
mengingat pada proses persalinan terjadi perlukaan baik dari pihak ibu
maupun bayi.

https://syaputrileti.wordpress.com/2013/07/25/satuan-acara-penyuluhan-sap-imunisasi/