Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KMB 3

GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKLETAL

Anggota kelompok :
1. Dewi Arimbi Hanggono R (A12020034)
2. Dilla Nur Azizah (A12020035)
3. Dwi Febrianto (A12020036)
4. Dwi Selfi Aji Oktafiani (A12020037)
5. Dzikrina Farikhatussolikhah (A12020038)
6. Elia Mustika (A12020039)
7. Elsa Dwi Yuliana (A12020040)
8. Elsa Suryani (A12020041)
9. Ely Astuti Rahmawati (A12020042)
10. Endah Nuritasari (A12020043)
11. Endra Priyanto (A12020044)
12. Erfina Rahmawati (A12020045)
13. Estu Wibowo (A12020046)
14. Fadilah Nurma Andriasari (A12020047)
15. Farach Aini Fauzia (A12020048)
16. Febri Maysarohaeni (A12020049)
Kelas : 2A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
2021/2022

1
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr . Wb

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat
iman dan kesehatan, sehingga kami diberi kesempatan yang luar biasa ini yaitu kesempatan
untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul Gangguan Sistem Muskuloskeletal ini dengan
tepat waktu. Tak lupa pula penulis haturkan shalawat serta salam kepada Nabi agung Nabi
Muhammad SAW. Semoga syafaatnya mengalir pada kita di hari akhir kelak. Adapun dalam
penyusunan makalah tentunya banyak sekali hambatan yang telah penulis rasakan. Oleh sebab
itu, kami berterimakasih kepada beberapa pihak yang telah membantu,membina dan mendukung
kami dalam mengatasi beberapa hambatan yang penulis hadapi. Selain itu kami juga sadar bahwa
pada makalah ini dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh
sebab itu, kami benar-benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat kami revisi dan tulis
di masa yang selanjutnya, sebab sekali lagi kami menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang
sempurna. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kebumen, 15 Februari 2022

Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................1

KATA PENGANTAR.........................................................................................................2

DAFTAR ISI.........................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................4

A. Latar Belakang...........................................................................................................4
B. Rumusan Masalah......................................................................................................4
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................5

A. Mengidentifikasi Kata Sulit.......................................................................................5


B. Menentukan Masalah.................................................................................................6
C. Mencurahkan Pendapat..............................................................................................7
D. Menyusun Skema.......................................................................................................10
E. Menentukan Tujuan Pembelajaran............................................................................11

BAB III PENUTUP..............................................................................................................13

A. Kesimpulan................................................................................................................13
B. Penutup......................................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................14

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab


terhadap pergerakan. Komponen utama sistem utama sistem muskuloskeletal adalah jaringan
ikat. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligamen, bursa, dan jaringan-
jaringan khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini. Beragamnya jaringan dan organ
sistem muskuloskeletal dapat menimbulkan berbagai macam gangguan.

Musculoskeletal disorders atau gangguan muskuloskeletal merupakan sekumpulan gejala


yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan
pembuluh darah dimana keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot
skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan ringan sampai yang sangat fatal.
Tanda utama gangguan sistem muskuloskeletal adalah nyeri dan rasa tidak nyaman , yang dapat
bervariasi dari tingkat yang paling ringan sampai yang sangat berat (Price, Wilson, 2005).

B. Rumusan Masalah

Rumusan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran persepsi mahasiswa terhadap
keefektifan pelaksanaan diskusi tutorial pada mahasiswa tahapan akademik Program Studi
Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

C. Tujuan Penulisan

Mengetahui gambaran persepsi mahasiswa terhadap keefektifan pelasanaan diskusi


kelompok dalam tutorial pada mahasiswa tahap-tahap akademik Program Studi Sarjana
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gombong.

4
BAB II
PEMBAHASAN

KASUS
Sdr. Y (19 tahun) dirawat di Rumah Sakit dikarenakan kecelakaan lalu lintas, pasien mengeluh
nyeri di bagian kakinya, pusing, Pasien berteriak-teriak karena menahan sakit. dari pemeriksaan
di dapatkan, tampak jejas dikaki, dan lacerasi di bagian punggung, siku dan paha kirinya,
bengkak di kaki kanan, tulang terlihat keluar, perdarahan mengalir, dari lukanya. Riwayat
penyakit ; tidak mempunyai riwayat alergi, penyakit keturunan. Hasil pemeriksaan Lab Hb : 8
mg%, Al 15.000 ml/dl. VS : TD : 90/70 mmHg, S : 37°C, RR : 18 X/menit, N : 80 X/mnt. Hasil
RO fraktur cruris complet 1/3 distal dextra terbuka. Di IGD pasien mendapatkan heating situasi,
Pasien terpasang bidai, terpasang infuse RL, dan mendapatkan injeksi ketorolak 30 mg, inj
Ceftriaxon 1 mg. dan inj ATS. Gambaran radiologinya :

A. Mengidentifikasi Kata Sulit


1. Jejas =  Lecet, tergores, luka sedikit.
2. Lacerasi = Luka dalam atau sobekan pada kulit.
3. Fraktur cruris complet 1/3 distal dextra = Suatu patahan pada kontinuitas struktur
tulang cruris atau terputusnya hubungan tulang tibia dan fibula pada bagian 1/3
distalnya, yang mana terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung, faktor
tekanan atau kelelahan dan faktor patologik.

5
4. Bidai = Tindakan yang umum dilakukan untuk mengatasi sementara jika terjadi patah
tulang pada anggota gerak.
5. Infuse RL = Ringer laktat merupakan jenis cairan kristaloid yang mengandung
kalsium, kalium, laktat, natrium, klorida, dan air. Cairan ringer laktat umumnya
diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat mengalami luka, cedera,
atau menjalani operasi yang menyebabkan kehilangan darah dengan cepat dalam
jumlah yang banyak.
6. Injeksi ketorolac = Indikasi pemberian obat untuk meredakan nyeri dan peradangan.
7. Injeksi ceftriaxone = Indikasi pemberian obat untuk mengatasi berbagai infeksi
bakteri yang terjadi pada tubuh.
8. Injeksi ATS = Indikasi pemberian antitetanus serum (ATS) adalah sebagai profilaksis
dan terapi tetanus. Profilaksis tetanus merupakan manajemen luka pada pasien yang
belum diimunisasi tetanus, atau status imunisasinya tidak lengkap atau tidak
diketahui.
9. Hb = Hemoglobin (Hb) adalah protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat
oksigen.
10. Al = Leukosit
B. Menentukan Masalah
1. Apa itu yg dimaksud dengan sistem muskuloskeletal?
2. Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan muskuloskeletal?
3. Apa saja gangguan yang bisa terjadi pada sistem muskuloskeletal ?
4. Bagaimana cara menjaga Kesehatan Sistem Muskuloskeletal ?
5. Sebutkan perubahan apa saja yang bisa terjadi pada sistem muskuloskeletal lansia?
6. Apa penyebab pasien mengeluh nyeri dibagian kaki dan mengeluh pusing?
7. Apa pemeriksaan yang tepat dilakukan untuk kasus tersebut?
8. Mengapa pada kasus tersebut dapat dikatakan fraktur cruris complet 1/3 distal dextra?
9. Apa yang menyebabkan pasien mendapatkan heating situasi?
10. Apa etiologi dari kasus tersebut?
11. Mengapa pasien terpasang bidai?
12. Mengapa pasien mendapatkan injeksi ketorolax, injeksi ceftriaxon, dan injeksi ATS?
13. Apa yang dimaksud fraktur cruris complet?

6
14. Mengapa pasien tersebut diberi infus RL bukan Nacl?
15. Diagnosa Keperawatan apa saja yang muncul dalam kasus tersebut?
16. Apa yang dimaksud dengan heating situasi?
17. Apakah ada makanan dan minuman yang perlu dihindari oleh pasien kasus
muskuloskeletal?
C. Mencurahkan Pendapat
1. Gangguan muskuloskeletal adalah kondisi terjadinya gangguan fungsi pada ligamen,
otot, saraf, sendi dan tendon, serta tulang belakang. Sistem muskuloskeletal tubuh
sendiri adalah struktur yang mendukung anggota badan, leher, dan punggung.
2. Pemeriksaan muskuloskeletal adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan pada tulang
persendian dan otot. Perawat dapat belajar mengintegrasikan bagian-bagian
pengkajian muskuloskeletal pada saat klien berjalan, bergerak ditempat tidur atau
melakukan segala jenis aktivitas fisik. Teknik utama dalam pemeriksaan
muskuloskeletal adalah dengan menggunakan inspeksi dan palpasi.
3. Gangguan muskuloskeletal yang dapat terjadi pada tubuh :
a. Tendinitis.
b. Carpal Tunnel Syndrome.
c. Osteoarthritis.
d. Rheumatoid arthritis.
e. Fibromyalgia.
f. Patah tulang.
4. Cara menjaga kesehatan muskuloskeletal :
a. Lakukan olahraga secara rutin, misalnya dengan berjalan santai, berenang, latihan
beban, yoga, atau pilates.
b. Perbaiki postur tubuh, yaitu dengan membiasakan diri untuk duduk dan berdiri
tegap.
c. Jaga berat badan tetap ideal untuk mengurangi tekanan berlebih pada tulang dan
sendi.
d. Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama makanan yang mengandung
kalsium, protein, dan vitamin D, untuk menjaga tulang tetap kuat.
e. Berhenti merokok dan kurangi konsumsi minuman beralkohol.

7
5. Pada sistem muskuloskeletal, penuaan dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang
bervariasi.Lansia banyak mengalami problem muskuloskeletal berupa penurunan
fleksibilitas otot,penurunan kekuatan otot, stabilitas postural yang buruk, perubahan
pola jalan,dan adanya nyeri musculoskeletal.
6. Disebabkan oleh cedera atau trauma di suatu bagian yang disebabkan oleh gerakan
tiba-tiba,kecelakaan mobil, dan jatuh juga dapat menyebabkan nyeri muskuloskeletal.
7. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan radiologi muskuloskeletal antara lain:
a. Rontgen tulang dan otot.
b. CT scan tulang.
c. MRI tulang.
d. Pemindaian tulang (bone scan).
e. USG doppler sendi dan jaringan lunak.
8. Karena keadaan pasien terjadi suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang cruris
atau terputusnya hubungan tulang tibia dan fibula pada bagian 1/3 distalnya, yang
mana terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung, faktor tekanan atau
kelelahan dan faktor patologik.
9. Karena pasien membutuhkan tindakan segera, hanya saja tidak dalam kondisi kritis.
Contoh pasien dengan kategori ini adalah korban kecelakaan dengan luka robek.
Penanganan dan perawatan terhadap pasien akan dilakukan di area khusus tindakan.
10. Etiologi pada kasus tersebut yaitu :
Fraktur atau patahan tulang dapat terjadi karena beberapa penyebab. Para ahli juga
telah merumuskan berapa hal sebagai penyebab fraktur tersebut, diantaranya adalah
di kemukakan oleh Helmi (2012) adalah :
a. Fraktur akibat peristiwa traumatik
Disebabkan oleh trauma yang tiba – tiba mengenai tulang dengan kekuatan yang
besar.
b. Fraktur patologis
Disebabkan oleh kelainan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam
tulang.
c. Fraktur stress.
Disebabkan oleh trauma yang terus - menerus pada suatu tempat tertentu

8
11. Pasien dipasang bidai karena pasien mengalami kecelakaan dan mengakibatkan patah
tulang dibagian anggota geraknya, pemasangan bidai ini dilakukan untuk mencegah
pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah.
12. Injeksi ketorolax berfungsi untuk meredakan nyeri pada bagian nyeri yang dirasakan
pasien, injeksi Ceftriaxon berfungsi untuk mengatasi infeksi, injeksi ATS berfungsi
untuk mencegah tetanus pada luka yang terkontaminasi.
13. Fraktur cruris complet adalah patah tulang atau terputusnya hubungan tulang tibia dan
fibula yang diakibatkan karen tekanan akibat jatuh.
14. Karena pasien tersebut mengalami perdarahan yang menyebabkan kehilangan cairan
pada tubuh sehingga diberikan infus RL, karena infus RL tersebut berfungsi untuk
menggantikn cairan tubuh yang hilang saat mengalami luka, cidera yang
menyebabkan kehilangn darah dengan cepat dalam jumlah yang banyak.
15. Diagnosa keperawatan pada kasus tersebut :
a. Nyeri berhubungan dengan agen injuri cidera fisik.
b. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan alat fiksasi invasif.
c. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan Mobilitas.
16. Heating situasi adalah dimana tubuh mendapatkan panas berlebih daripada regulasi
suhu tubuh untuk menurunkan, maka suhu tubuh akan semakin tinggi dan dapat
mengakibatkan hipertermia dan dapat mengakibatkan beragam gangguan mulai dari
kram otot hingga gangguan pada otak dan sistem saraf
17. Makanan dan minuman yang dihindari adalah yang mengandung kafein seperti kopi
karena dapat mengurangi penyerapan kalsium sehingga tidk baik untuk kesehatan
tulang.

9
D. Menyusun Skema Gangguan Muskuloskletal

Usia

Durasi kerja
Lama Kerja Aktivitas Membaik
Posisi Kerja

Cedera IMT
Extremitas
Superior

Kompresi Vertebra
Repetisi Gerakan Lumbal

Repetitive Strain Injury


Low Back Pain / Nyeri
(RSI) / Comulative
Punggung bawah
Trauma Disorder

Gangguan
Muskuloskeletal

10
E. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi definisi,etiologi,dan faktor risiko gangguan muskuloskeletal
2. Menyusun skema/pathway gangguan sistem muskuloskeletal
3. Mengidentifikasi penatalaksanaan pasien gangguan sistem muskuloskeletal
4. Mengidentifikasi proses keperawatan pada pasien fraktur:
a. Pengkajian pada pasien gangguan sitem muskuloskeletal
b. Pemeriksaan fisik pada pasien gangguan sitem muskuloskeletal
c. Pemeriksaan penunjang pada pasien gangguan sitem muskuloskeletal
d. Menentukan diagnosa keperawatan pada pasien gangguan sitem muskuloskeletal
e. Menentukan intervensi keperawtan pada pasien gangguan sitem muskuloskeletal
5. Mengidentifikasi cara pencegahan gangguan sitem muskuloskeletal

11
ANALISA DATA
No Data Fokus Problem Etiologi
1. DS : Nyeri Injuri cidera fisik
- Pasien mengatakan nyeri
di bagian kakinya.
DO :
- Terdapat jejas di kaki
- Kaki kanan bengkak
- Pasien teriak kesakitan
- Pasien diberikan injeksi
ketorolac
2. DS : Resiko Infeksi Ketidakadekuatan
pertahanan tubuh
- Lemas
sekunder
- Hb rendah
(Penurunan
DO : Hemoglobin)

- Pasien terlihat lemah dan


lemas
- TD : 90/70 mmHg
- S : 370C
- RR : 18x/menit
- N : 80x/menit

3. DS : Hambatan Penurunan
Mobilitas Fisik Mobilitas
- Mengeluh sulit
menggerakan ekstremitas
DO :
- Kekuatan otot menurun

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri b.d agen injuri cidera fisik
2. Resiko infeksi b.d Ketidakadekuatan pertahanan tubuh sekunder (Penurunan
Hemoglobin)
3. Hambatan mobilitas fiisk b.d penurunan mobilitas

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan bertanggung jawab


terhadap pergerakan. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligamen, bursa,
dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini.

Musculoskeletal disorders atau gangguan muskuloskeletal merupakan sekumpulan gejala


yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan
pembuluh darah dimana keluhan muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot
skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan ringan sampai yang sangat fatal.

B. Saran

Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan sehingga kritik dan saran kami harapkan agar
tercipta makalah yang lebih baik dan materi yang kami berikan dapat memberikan pemahaman
dan wawasan kepada pembaca.

13
DAFTAR PUSTAKA

14

Anda mungkin juga menyukai