Anda di halaman 1dari 9

B AB 2

SARANA KESEHATAN
3.1 SARANA KESEHATAN
Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh keberadaan sarana
kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan
bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

3.1.1 Rumah Sakit Umum dan Khusus


Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang
dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Lebih lanjut UU
tersebut dikatakan bahwa Rumah Sakit Umum adalah Rumah Sakit yang memberikan
pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan Rumah Sakitn
dengan kemampuan pelayanan gawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat
darurat yang memiliki Dokter Umum on site (berada di tempat) selama 24 jam dengan
kualifikasi GELS (General Emergency Life Support) dan/atau ATLS (Advance Trauma
Life Support) serta ACLS (Advance Cardiac Life Support), yang dilengkapi dengan alat
transportasi dan komunikasi.

Di wilayah kerja UPT Puskesmas Hajimena pada tahun 2021 tidak ada Rumah
Sakit Umum dan/ataupun Rumah Sakit Khusus. Namun wilayah UPT Puskesmas
Hajimena ini berbatasan dengan Kota Bandar Lampung yang banyak memiliki fasilitas
rujukan atau Rumah Sakit Umum dan/atau Khsus dengan berbagai tipe dan kelas. UPT
Puskesmas Hajimena tersebut dengan Rumah Sakit Umum dan/ataupun Rumah Sakit
Khusus yang berada di Kota Bandar Lampung tidak terlalu jauh, rata-rata dapat
ditempuh kurang lebih sekitar 10 – 15 menit.

3.1.2 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)


Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas
menyebutkan bahwa Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan
tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah
kerjanya. Di wilayah Kecamatan Ntar Kabupaten Lampung Selatan terdapat 00
Puskesmas Induk Non Rawat Jalan dan 00 Puskesmas Rawat Inap. UPT Puskesmas
Hajimena merupakan salah satu Puskesmas Non Rawat Jalan yang berada di wilayah
kerja Kecamatan Natar dan telah terakreditasi pada tahun 0000 dengan Katagori
………………………………………

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 14


3.1.3 Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Puskesmas Pembantu)
Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang
memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah
kerja Puskesmas. Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas, yang
harus dibina secara berkala oleh Puskesmas. Tujuan Puskesmas Pembantu adalah
untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di
wilayah kerjanya. Puskesmas Pembantu didirikan dengan perbandingan 1 (satu)
Puskesmas Pembantu untuk melayani 2 (dua) sampai 3 (tiga) desa/kelurahan.
Penanggungjawab Puskesmas Pembantu adalah seorang perawat atau Bidan, yang
ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan atas usulan Kepala Puskesmas. Tenaga
minimal di Puskesmas Pembantu terdiri dari 1 (satu) orang perawat dan 1 (satu) orang
bidan. Pendirian Puskesmas Pembantu harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, peralatan kesehatan dan ketenagaan. Bangunan, prasarana dan peralatan
kesehatan di Puskesmas Pembantu harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan
pemeriksaan secara berkala agar tetap laik fungsi.

UPT Puskesmas Hajimena pada tahun 2021 hanya memiliki 1 (satu) Puskesmas
Pembantu yang berada di Desa …………………………………….

3.1.4 Pukesmas Keliling


Puskesmas keliling adalah kegiatan puskesmas yang bertujuan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan terutama yang berhubungan dengan promotif dan
preventif. Puskesmas Keliling merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang sifatnya
bergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam
gedung Puskesmas. Puskesmas Keliling dilaksanakan secara berkala sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan dengan memperhatikan siklus kebutuhan pelayanan. Unit
pelayanan kesehatan keliling dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau roda
2 dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal
dari Puskesmas.

Fungsinya menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan


Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan.
Kegiatan Puskesmas Keliling adalah 1) Memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh pelayanan Puskesmas atau
Puskesmas Pembantu; 2) Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa; 3)
Dipergunakan sebagai alat transpor penderita dalam rangka rujukan bagi kasus gawat
darurat dan 4) Melakukan penyuluhan kesehatan.

UPT Puskesmas Hajimena pada tahun 2021 hanya memiliki 1 (satu) Unit Mobil
Puskesmas Keliling dan 00 (……….) unit Kendaraan Roda dua.

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 15


3.1.5 Apotek
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1027/MENKES/SK/IX/2004,
Apotek adalah suatu tempat yang merupakan sarana kefarmasian seperti kegiatan
penyaluran farmasi serta perbekalan kesehatan bagi masyarakat adalah pengertian
dari apotek. Sebagai sarana kefarmasian, apoteker adalah orang yang mempraktikkan
kefarmasian. Jumlah apotek yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Hajimena
pada tahun 2021 sebanyak ……………………………………. Yang menyebar di 3 (tiga) desa.

3.2 AKSES DAN MUTU LAYANAN


Akses dan Mutu Layanan ini akan digambarkan melalui Cakupan Kunjungan
Rawat Jalan dan Rawat Inap, Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS,
Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS Bed Occupation Rate (BOR) di RS
Bed Turn Over (BTO) di RS Turn of Interval (TOI) di RS Average Length of Stay (ALOS) di
RS Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & essensial. Berikut Gambaran Akses
dan mutu layanan di UPT Puskesmas Hajimena tahun 2021

3.2.1 Kunjungan Rawat Jalan


Pelayanan rawat jalan dapat memberikan informasi tentang statistik kesehatan
berupa indikator yang dapat menggambarkan cakupan Unit Rawat Jalan suatu rumah
sakit yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan manajemen. Indikator
tersebut dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan
Puskesmast, seberapa luas cakupan pelayanan Puskesmas serta seberapa banyak
kunjungan pasien yang berobat di bagian rawat jalan suatu Puskesmas. Apabila
informasi tersebut dapat dihasilkan secara menarik, sistematis, tepat, akurat, dan
dinamis maka akan mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan
manajemen Puskesmas. Berikut dibawah ini memberikan gambaran akses terhap
kunjungan rawat jalan di UPT Puskesmas Hajimena.

GAMBAR 2.1

KECENDERUNGAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN


UPT PUSKESMAS HAJIMENA TAHUN 2021

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 16


5

4.5

3.5

2.5

1.5

0.5

0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOP DES

Series 1

Sumber :

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM M M
M M M
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
M M MMMMMMMMMMMMMMMMMM

GAMBAR 2.2

DISTRUSI KUNJUNGAN RAWAT JALAN MENURUT POLIKLINIK


UPT PUSKESMAS HAJIMENA TAHUN 2021

1.2

1.4

Umum
Gigi
KIAKB

8.2 MTBS
3.2

Sumber : ///////////////////

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 17


MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM M M
M M M
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
M M MMMMMMMMMMMMMMMMMM

GAMBAR 2.1

DISTRIBUSI KUNJUNGAN RAWAT JALAN MENURUT PEMBAYARAN


UPT PUSKESMAS HAJIMENA TAHUN 2021

JKN/BPJS/Askes lainnya Pasien Umum (Out Of Pocket)

Sumber :

MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
M M M M M
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
M M MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM M M M M M M M M M
M M M M M MMM. Data dan informasi secara terperinci ketersediaan dan vaksien
essensial dapat dilihat pada Lampiran 5.

3.2.2 Ketersediaan Obat dan Vaksin Essensial


Salah satu tujuan dari pengaturan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas
yaitu untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dan melindungi masyarakat
dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient
safety). Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi standar pengelolaan
sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan Pelayanan Farmasi Klinik.
Pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP meliputi perencanaan kebutuhan, permintaan,
penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pelaporan dan
pengarsipan serta pemantauan dan evaluasi pengelolaan

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 18


Di UPT Puskesmas Hajimena sampai dengan bulan Desember 2021 memiliki
ketrsediaan obat esensial terhadap 40 item obat indikator adalah sebesar 00.0%. Data
dan informasi secara terperinci ketersediaan dan vaksien essensial dapat dilihat pada
Lampiran 9.

3.3 UPAYA KESEHATAN BERSUMBER MASYARAKAT (UKBM)


Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) adalah suatu upaya
kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan bersama masyarakat, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam
memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Dengan kata lainnya, UKBM adalah wahana
pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang dibentuk atas dasar kebutuhan
masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayaan masyarakat dan
memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar / sosial dasar
untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi dan
Pencegahan Stunting. Gambaran UKBM di UPT Puskesmas Hajimena dapat dilihat dari
kebaradaan Posyandu Balita dan/atau pun Posbindu PTM.

3.3.1 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)


Posyandu (Pos palayanan terpadu) adalah lembaga kemasyarakatan yang
mewadahi pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan sosial dasar dan
pelaksanaannya dapat disinergikan dengan layanan lainnya sesuai potensi daerah.
Secara kelembagaan Posyandu merupakan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Sasaran
Posyandu adalah seluruh masyarakat, terutama anak usia dini serta ibu hamil,
menyusui dan nifas. Sesuai Permendagri 18 Tahun 2018 tentang Lembaga
Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, Posyandu merupakan salah satu
bentuk UKBM yang secara kelembagaan merupakan Lembaga Kemasyarakatan Desa .
Secara pembinaan teknis, Posyandu dibina oleh Puskesmas dan lintas sektor terkait
sesuai dengan kegiatan pengembangan yang telah dilakukan, sedangkan pembinaan
kelembagaan Posyandu dilakukan oleh Pemerintah Desa.

Pada tahun 2021, terdapat 00 Posyandu Balita aktif di wilayah kerja UPT
Puskesmas Hajimena. Posyandu aktif adalah posyandu yang mampu melaksanakan
kegiatan utamanya secara rutin setiap bulan (KIA: ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, KB,
imunisasi, gizi, pencegahan, dan penanggulangan diare) dengan cakupan masing-
masing minimal 50% dan melakukan kegiatan tambahan. Data secara lengkap
mengenai keberadaan posyandu dapat dilihat pada Lampiran …..

GAMBAR ….

JUMLAH POSYANDU AKTIF MENURUT STRATA POSYANDU


UPT PUSKESMAS HAJIMENA TAHUN 2021

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 19


Pratama Madya

Purnama Mandiri

Sumber :

Pada tahun 2021, terdapat 00 Posyandu Balita aktif di wilayah kerja UPT
Puskesmas Hajimena. Posyandu aktif adalah posyandu yang mampu melaksanakan
kegiatan utamanya secara rutin setiap bulan (KIA: ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, KB,
imunisasi, gizi, pencegahan, dan penanggulangan diare) dengan cakupan masing-
masing minimal 50% dan melakukan kegiatan tambahan. Data secara lengkap
mengenai keberadaan posyandu dapat dilihat pada Lampiran …..

3.3.2 Posbindu PTM


Pos Binaan Terpadu PenyakitTidakMenular(POSBINDU-PTM) adalah kegiatan
monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi (Penyakit jantung,diabetes,
penyakit paru,asma,dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan
kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan
terpadu.
Jumlah Posbindu PTM di wilayah kerja UPT Puskesmas Hajimena pada tahun
2021 terdapat 00 Posbindu yang menyebar di 3 (tiga) desa sebagai berikut.

GAMBAR ….

JUMLAH POSYANDU AKTIF MENURUT KATAGORI


UPT PUSKESMAS HAJIMENA TAHUN 2021

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 20


Pratama Madya Purnama Mandiri

Profil Kesehatan Puskesmas Hajimena 2021 - BAB II SARANA KESEHATAN | 21