Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH IMPLEMENTASI PENYULUTAN SUDUT

PHASA TRIAC TERHADAP KECEPATAN MOTOR INDUKSI


SATU PHASA PADA APLIKASI POMPA AIR

TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat
Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Elektro
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :
ADITYA SRI ATMAJA
D 400 020 110
02.6.106.03061.50110

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2006
PENGARUH IMPLEMENTASI PENYULUTAN SUDUT PHASA TRIAC
TERHADAP KECEPATAN MOTOR INDUKSI SATU PHASA PADA
APLIKASI POMPA AIR

Aditya Sri Atmaja


Teknik Elektro Fakultas Teknik UMS
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Kartasura, Surakarta
e-mail : fortranz@yahoo.com

ABSTRAK
Motor induksi satu phasa aplikasi pompa air adalah sebuah pompa yang digerakkan oleh
motor listrik, yang berfungsi mengangkat air dari sumur ke dalam sebuah bejana air di
atas sebuah tower. Pemanfaatan TRIAC sebagai komponen elktronika daya memegang
peranan penting untuk mengontrol sudut tunda penyalan TRIAC. TRIAC berfungsi untuk
mengendalikan besar tegangan yang masuk keperalatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penyulutan sudut phasa TRIAC terhadap kecepatan motor induksi
satu phasa aplikasi pompa air dan metode tersebut mampukah mengurangi konsumsi
dari daya rata – rata dalam kondisi berbeban air dan tanpa beban air. Penelitian ini
dilakukan dengan mengimplementasikan rangkaian penyulutan sudut phasa TRIAC mulai
sudut 0º – 180º dengan kelipatan sudut 15º. Motor induksi satu phasa diamati dalam
kondisi berbeban air dan tanpa beban air. Rancangan untuk motor berbeban air yaitu
dengan instalasi air yang tinggi keseluruhan 5 meter dengan tinggi pipa hisap 1 meter
dan tinggi pipa buang 4 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motor induksi satu
phasa berbeban air cenderung stabil dan tanpa mengalami penurunan kecepatan yang
signifikan pada sudut penyulutan 0? – 90?. Motor mengalami penurunan kecepatan yang
signifikan pada sudut lebih dari 90? dan motor berhenti berputar pada sudut 135?
hingga sudut 180? . Motor induksi satu phasa tanpa beban air cenderung stabil dan
tanpa mengalami penurunan kecepatan yang signifikan pada sudut penyulutan 0? – 135?.
Motor mengalami penurunan kecepatan yang signifikan pada sudut antara 135? – 150?
dan motor berhenti berputar pada sudut 150? hingga sudut 180?. Implementasi
Penyulutan Sudut Phasa TRIAC juga menyebabkan penurunan terhadap konsumsi Daya
rata – rata (P), pada sudut penyulutan lebih dari 75? baik untuk motor berbeban air atau
tanpa beban air

Kata kunci : Motor Induksi Satu Phasa, Kecepatan, TRIAC, Daya

1. PENDAHULUAN
Semakin majunya perkembangan zaman Penelitian dilakukan melalui metode
maka dalam hal apapun manusia ingin pengontrolan sudut phasa, pada operasi
mencari sesuatu yang terbaik serta kendali motor induksi satu phase.
memuaskan bagi orang itu sendiri dan Komponen yang memegang peranan penting
masyarakat tentunya. Dikarenakan semakin dalam metode ini adalah TRIAC. Sebuah
banyak teknologi canggih yang diciptakan komponen elektronika daya yang lazim
manusia maka terdoronglah untuk rasa ingin digunakan pada peralatan listrik yang
tahu terhadap sesuatu yang baru dan berdaya aplikatif, berfungsi mengendalikan
aplikatif digunakan dalam mayarakat. besar tegangan yang masuk ke peralatan.
Pompa air listrik adalah sebuah pompa Pada studi ini diteliti bagaimana
yang digerakkan oleh motor listrik. Biasanya pengaruh metode Penyulutan Sudut Phasa
motor yang digunakan adalah jenis Motor TRIAC, terhadap kecepatan dan konsumsi
Induksi 1 Phase Capacitor Run. dari daya rata – rata (Watt) yang diserap

2
oleh motor induksi satu phasa pada aplikasi
pompa air dibandingkan tanpa metode
Penyulutan Sudut Phasa.

2. KENDALI OPTIMAL
1.Perlakuan dengan metode
penyalaan sudut phasa TRIAC
1. Pembuatan rangkaian kontrol dengan
TRIAC yang telah disinkronkan
penyulutan sudut phasanya dengan
gelombang sinus jala – jala listrik yang
kemudian diaplikasikan pada motor
pompa air baik dalam kondisi berbeban
air atau tanpa beban air. Gambar 2. Perlakuan dan Rancangan
AC
MT2 R9
500
R8 MT2
360 R7
Percobaan dengan metode penyulutan
MOTOR C2 5.6K
AC 33nF
MT1 sudut phasa TRIAC
MT1 MOC3023

R6
Vcc 4 300
VR1
2.2k
8 3

7 LM555

R5 6 5 NC
100

C1 TRIGGER 1
4.7µF
5.6K

10K
ACIN D5

R3
10 K 10K
D4 D1
AC L1 L2
D3 D2 R2
10 K
C
100µF

R1
10K

Gambar 1. Skema Kendali Optimal

2. Merubah penyalaan sudut phasa TRIAC


pada alat kontrol dari keadaan sudut
penyalaan terkecil hingga terbesar.
Nampak pada gambar 2. Gambar 3. Perlakuan dan Rancangan
Percobaan tanpa metode penyulutan
3. Sudut penyalaan sudah sesuai dengan sudut phasa TRIAC
yang dinginkan, kemudian motor
3.Rancangan Percobaan Aplikasi
dihubungkan pada alat kontrol atau
Motor Berbeban
dikontrol terlebih dahulu sesudah itu
Rancangan yang akan digunakan
baru motor dinyalakan, baik untuk
dalam melakukan percobaan seperti
motor pompa air berbeban air atau tanpa
pada gambar 4. disini akan
beban air. dibandingkan kecepatan dan daya rata-
rata (watt) antara yang menggunakan
2.Perlakuan tanpa metode penyalaan metode penyulutan sudut phasa TRIAC
sudut phasa TRIAC dengan yang tidak menggunakan metode
Menghidupkan motor secara langsung yang
tersebut, untuk kondisi motor pompa air
disuplay dari jala-jala baik dalam kondisi
berbeban air.
berbeban atau tanpa beban.
Nampak pada gambar 3.

3
Untuk perhitungan sudut yang
dikonversi ke waktu dengan rumus :

Hasil dari perhitungan didapat data :


Tabel 1. Hasil Perhitungan Konversi
Sudut ke Waktu.

3.1. Pengaruh sudut penyulutan terhadap


Gambar 4. Instalasi Pompa Air
kecepatan untuk Motor Pompa Air
Berbeban Air
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian ini spesifikasi motor
Sudut Penyalaan Thd Kecepatan Kecepatan
yang digunakan adalah sebagai berikut :
Jenis Motor : Motor Induksi Kapasitor 3500
Run 3000

Merk : National 2500


Kecepatan

Kapasitas : Ac 220V 50 Hz output 2000

125w 1,4A 1500

Perhitungan pada saat penyalaan sudut 1000


500
yang besarnya sudut penyalaan dihitung dari
0
sudut 0˚-180˚ yang dikonversi terhadap
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195
waktu periodenya, sehingga dapat diperoleh Sudut Penyalaan
hasil yang akan dipergunakan untuk Gambar 5. Sudut penyalaan terhadap
mengatur sudut penyalaan TRIAC pada kecepatan
instrument Oscilloscope.
1 gelombang penuh = 360˚ Sudut penyulutan TRIAC ternyata
Untuk frekwensi ( f ) di berpengaruh terhadap kecepatan atau kinerja
Indonesia = 50 Hz motor. Motor mengalami penurunan kinerja
1 1 secara signifikan pada sudut lebih dari 105˚.
Maka T= = = 0.02 s
f 50 Penurunan kecepatan motor disebabkan
untuk periode sampai 360˚, karena pengaruh dari tegangan yang
Jika 180˚ = 0.01 s maka melewati batas minimum yang dibutuhkan
mempunyai T = 0.02/2 = 0.01 s untuk mensuplai motor. Dan motor tidak
berputar lagi saat sudut lebih dari 135°

4
dikarenakan medan magnet yang Sudut Penyalaan Thd Daya
Daya P (watt)
Daya Q (VAR)
menginduksi rotor tidak mampu lagi Daya S (VA)
225
menginduksi hingga menggerakkan rotor 200
dalam keadaan berbeban air. 175
150

Daya
3.2 Pengaruh sudut penyulutan terhadap 125
100
PF, Daya P, Daya Q dan Daya S untuk
75
Motor Pompa Air Berbeban Air 50
Power Factor (PF) merupakan faktor 25
yang mempengaruhi kinerja daya yang 0
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195
disebabkan karena beban reaktansi induktif. Sudut Penyalaan
Semakin besar nilai PF atau mendekati 1 Gambar 7. Sudut penyalaan terhadap
maka akan semakin menguntungkan dalam daya
hal pemakaian daya nyata (P), tetapi kurang
menguntungkan untuk kinerja motor 3.3 Pengaruh sudut penyulutan terhadap
(kecepatan). Kinerja motor terlihat pada kecepatan untuk motor pompa air tanpa
gambar4.3 saat sudut penyalaan 120°. beban air
PF juga mnyebabkan pemotongan Untuk motor tanpa beban air memiliki
tegangan menjadi tidak normal karena arus kestabilan kecepatan yang relatif lebih baik
dan tegangan tidak sefase. daripada motor pompa air berbeban air.
Sudut Penyalaan Thd PF PF Nampak pada gambar 8 penurunan secara
1 signifikan baru terjadi mulai pada sudut
0,9
0,8 135°. Penurunan ini disebabkan karena
0,7
0,6
suplai tegangan yang dibutuhkan motor
kurang dari kapasitas minimum yang
PF

0,5
0,4
0,3
dibutuhkan motor sehingga motor cenderung
0,2 tidak berputar sama sekali.
0,1
0 Sudut Penyalaan Thd Kecepatan Kecepatan
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195
Sudut Penyalaan 7000
6000
Gambar 6. Sudut Penyalaan Terhadap
5000
Kecepatan

PF (Power Faktor) 4000


3000
Daya rata – rata (P) merupakan daya 2000
yang dikonsumsi dan dibayar oleh 1000
konsumen sedang daya reaktif (Q) 0
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
merupakan daya yang tidak dibayar tetapi Sudut Penyalaan
juga dikonsumsi oleh konsumen, sedang
daya (S) merupakan penjumlahan fasor daya Gambar 8. Sudut penyulutan terhadap
(P) dan daya (Q)[16]. kecepatan
Secara keseluruhan pemakaian daya
dapat dikatakan mengalami penurunan yang 3.4 Pengaruh sudut penyulutan terhadap
signifikan atau pasti. Hanya pada sudut PF, Daya P, Daya Q dan Daya S untuk
120˚ terjadi pemakaian daya yang optimal motor pompa air berbeban air
yaitu berkurangnya nilai daya reaktif (Q). Power Factor (PF) merupakan faktor
Dengan berkurangnya daya reaktif maka yang mempengaruhi kinerja daya yang
untuk kapasitas daya yang sama kita dapat disebabkan karena beban reaktansi induktif.
menggunakan peralatan yang lain karena Semakin besar nilai PF maka akan semakin
penggunaan daya P sama atau mendekati menguntungkan dalam hal pemakaian daya
daya S nyata (P) ,tetapi kurang menguntungkan

5
untuk kinerja motor (kecepatan). Kinerja 4.5.1 Motor pompa air berbeban air
motor terlihat pada gambar4.8 saat sudut Data (P)
Sudut Penyalaan Thd Daya (P) dan Kinerja Motor
penyalaan 150°. (Kecepatan) kecepatan
Semakin kecil nilai PF maka daya P 160 3100
semakin kecil sedang daya Q semakin Besar 3000
150 2900
atau mendekati daya S sehingga 2800
menyebabkan untuk kapasitas daya yang 140 2700
2600
sama kemungkinan menggunakan peralatan 130 2500

lain akan semakin sedikit. 120


2400
2300
2200
Sudut Penyalaan Thd PF PF 110 2100
2000
100

Kinerja M otor (kecepatan)


0,9 1900
0,8 1800
90
0,7 1700

Daya (P )
0,6 1600
80
0,5 1500
PF

0,4 1400
70
0,3 1300
0,2 1200
60
0,1 1100
0 50 1000
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 900
40 800
Sudut Penyalaan
700
600
Gambar 9. Sudut penyalaan terhadap 30
500
PF 20 400
300
10 200
Daya P (watt) 100
Sudut Penyalaan Thd Daya P, Q, S Daya Q (VAR) 0 0
Daya S (VA) 0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
250 Sudut Penyalaan
225
200 Gambar 11. Sudut Penyulutan terhadap
175
150
Daya dan kecepatan
Daya

125
100
75 Untuk menghitung penurunan daya rata –
50 rata (P) dalam kondisi berbeban air:
25
0
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
Sudut Penyalaan

Gambar 10. Sudut penyalaan terhadap


Daya
Untuk menghitung penurunan kinerja motor
(kecepatan) dalam kondisi berbeban air:
4. Perhitungan penurunan daya (P) dan
kinerja motor (Kecepatan)
Untuk mengetahui penurunan dari daya
yang dikonsumsi berarti juga harus
memperhatikan kinerja dari motor, dengan
kata lain kecepatan motor sama atau
minimal yang paling mendekati dengan Sehingga dari hasil perhitungan didapat
yang tidak menggunakan metode peyulutan data:
phasa TRIAC baik untuk motor pompa air
berbeban air atau tanpa beban air.

6
Tabel 2.Hasil Perhitungan penurunan Daya Dengan perhitungan yang sama pada motor
rata - rata dan penurunan kinerja. berbeban air didapat data :Sehingga dari
hasil perhitungan didapat data :
Tabel 3. Hasil Perhitungan penurunan Daya
rata - rata dan penurunan kinerja.

Tabel 2.menunjukkan hasil


perhitungan keseluruhan daya rata – rata dan
penurunan kinerja dalam persen. Daya
motor mengalami penurunan optimal pada
sudut penyulutan 90˚ karena pada sudut
penyulutan tersebut kinerja motor Tabel 3. menunjukkan hasil
mempunyai nilai yang mendekati nilai perhitungan keseluruhan daya rata – rata dan
kinerja yang tanpa menggunakan alat penurunan kinerja dalam persen. Daya
kontrol motor mengalami penurunan optimal pada
sudut penyulutan 135˚ karena pada sudut
4.5.2 Motor Pompa Air tanpa beban air penyulutan tersebut kinerja motor
Sudut Penyalaan Thd Daya (P) dan Kinerja Motor Daya (P) mempunyai nilai yang mendekati nilai
(Kecepatan) Kecepatan
kinerja yang tanpa menggunakan alat
120 6300
6200
6100
kontrol
6000
5900
110 5800
5700
5600
5500
5. KESIMPULAN
5400
100 5300
5200
Dari analisis kerja dan hasil
5100
5000
4900
merubah-rubah sudut penyalaan TRIAC pada
4800
90 4700
4600
alat kontrol yang dihubungkan dengan
4500
4400
4300
Motor Induksi Satu Phasa kapasitor run
80 4200
4100 maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
4000
3900 1. Penyulutan Sudut Phasa TRIAC
Kinerja M otor (Kecep atan )

3800
70 3700
3600
3500 mengakibatkan nilai kecepatan yang
3400
Daya (P )

60
3300
3200 dihasilkan motor induksi satu phasa
3100
3000
2900 untuk kondisi berbeban air mengalami
2800
50
2700
2600 perubahan. Motor induksi satu phasa
2500
2400
2300 cenderung stabil dan tanpa mengalami
2200
40 2100
2000
penurunan kecepatan yang signifikan
1900
1800
1700
pada sudut penyulutan 0˚ – 90˚. Motor
30 1600
1500
1400
mengalami penurunan kecepatan yang
1300
1200
1100
signifikan pada sudut lebih dari 90˚ dan
20 1000
900
800
motor berhenti berputar pada sudut 135˚
700
10
600
500
hingga sudut 180˚.
400
300
200
2. Penyulutan Sudut Phasa TRIAC
100
0 0 mengakibatkan nilai kecepatan yang
0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180
Sudut Penyalaan
dihasilkan motor induksi satu phasa
untuk kondisi tanpa beban air
Gambar 12. Sudut Penyulutan terhadap mengalami perubahan. Motor induksi
Daya dan kecepatan satu phasa cenderung stabil dan tanpa

7
mengalami penurunan kecepatan yang [7] E Muljadi, Y Zhao, TH Liu and TA
signifikan pada sudut penyulutan 0˚ – Lipo,” Adjustable ac capacitor for a single
135˚. Motor mengalami penurunan phase induction motor,” IEEE Trans Ind
kecepatan yang signifikan pada sudut Application, vol 29, no 3 pp 479-485,
antara 135˚ – 150˚ dan motor berhenti May/June 1993
berputar pada sudut 150˚ hingga sudut [8] TH Liu, “ A maximum torque control
180˚. with a controlled capacitor for a single phase
3. Penyulutan Sudut Phasa TRIAC induction motor,” IEEE Trans Ind Electron,
menyebabkan penurunan terhadap vol 42, no 1 pp 17-24, Feb 1995
konsumsi Daya rata – rata (P), pada [9] K Sundarareswaran,”An improved
sudut penyulutan lebih dari 75˚ baik energy saving scheme for capacitor-run
untuk motor pompa air berbeban air atau induction motor,” IEEE Trans Ind Electron,
tanpa beban air. vol 48, no 1 pp 238-240, Feb 2001
4. Penyerapan daya yang optimal dan [10] SJ Chapman, Electric Machinery
untuk kinerja motor yang paling Fundamentals, Mc.graw Hill, 1991
mendekati kinerja tanpa menggunakan [11] Sutanto Budhy, “Mengatur daya secara
metode Penyulutan Sudut Phasa TRIAC ‘phase control’ dengan MCS51”, First
ada pada saat sudut 90˚ untuk motor Release 5 March 2002
pompa air berbeban air dan untuk motor [12] PC Sen, Principles Of Electric
tanpa beban air saat sudut 135˚. Machines and Power Electronics, 2th ed,
New York, John Wiley and Sons, 1997
[13] Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik
6. DAFTAR PUSTAKA
Dan Elektronika Daya, cetakan keenam,
[1] HW Beaty dan JL Kirtley, Electric
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Juni 2000
Motor Handbook. New York, Mc Graw Hill
[14] www.fairchildsemi.com, Application
1998
Note AN-3006 Optically Isolated Phase
[2] H. Huang, EF Fuchs and JC White,
Controlling Circuit Solution, Fairchild
“Optimal Placement of the run capacitor in
Semiconductor Corporation, 2002
single phase induction motor design,” IEEE
[15] Engineering Data, Single-Phase AC
Trans. Energy Conversion, vol.3, no.3, pp
Induction Squirrel Cage Motor, Twin City
647-652, Sep 1988
Fan Companies, Ltd, 1999
[3] _________, “Optimization in single
phase induction motor design, part II : the
maximum efficiency and minimum cost of
an optimal design,” IEEE Trans. Energy
Conversion, vol.3, no.2, pp 357-366, Jun
1988
[4] C Mademlis, I Kioskeridis, and T
Theodoulidis, “Optimization of Single-
Phase Induction Motor-Part I : Maximum
Energy Efficiency Control,” IEEE Trans.
Energy Conversion, vol.20, no.1, pp 187-
195, March 2005
[5] MH Rashid, Power Electronics :
Circuits, Devices, and Application, ed 2,
New Jersey, Prentice Hall Inc, 1993
[6] TA Lettenmeier, DW Novotny and TA
Lipo,”Single Phase Induction Motor with an
electronically controlled capacitor,” IEEE
Trans Ind Application, vol 27, no 1 pp 38-43,
Jan/Feb 1991