Anda di halaman 1dari 4

1

Nama : Sukron Tajudin


NIM : 09/280131/KG/8383

Review Jurnal

Pengaruh Keadaan Nutrisi terhadap Pembagian Usia Anak-Anak


yang Rentan Mengalami Karies Gigi pada Gigi Permulaan*)

Gigi merupakan mahakarya Tuhan yang wajib dirawat oleh setiap manusia.
Memiliki gigi adalah Hak setiap manusia ketika dilahirkan ke dalam dunia. Namun
demikian, seperti kebanyakan bahkan setiap organ ataupun bagian dari tubuh manusia
harus dirawat karena memang semua bagian dari tubuh ini memiliki spesifikasi dalam
setiap perawatannya. Hal ini karena memang Tuhan mahakaya dalam menciptakan
manusia sebagai insan yang paling sempurna dibanding makhluk lain. Dia juga
mahakreatif untuk dapat mendesian manusia sedemikian rupa bahkan mencakup
tatanan gigi yang bisa menampakkan estetika tersendiri bagi orang yang melihatnya.

Menurut pola pembagian gigi secara umum bahwa gigi dibagi menjadi seri,
taring, molar dan pre molar. Tiap macam pembagian gigi ini memiliki fungsi masing-
masing. Namun demikian, semua membutuhkan perawatan yang sama. Perawatan
dari dalam/internal maupun perawatan dari luar. Berikut ini akan dijelaskan sebuah
pengamatan tentang perawatan gigi ditinjau dari dalam/ internal terhadap
pertumbuhan gigi pada anak-anak. Berbicara mengenai masalah internal, maka gigi
merupakan bagian yang dipenuhi dengan kalsium dan fosfor. Gigi membutuhkan
asupan nutrisi yang cukup agar bisa tetap sehat. Tentu saja selain disikat dan
dibersihkan setiap hari.

Telah disepakati oleh ahli di bidang kedokteran gigi bahwa beragam pola
pertumbuhan gigi pertama disebabkan oleh berbagai factor. Beberapa studi mengenai
masalah ini telah dilakukan di berbagai Negara menyatakan bahwa ada keterkaitan
yang sangat erat antara keadaan nutrisi rendah dengan penundaan pertumbuhan gigi.
Untuk itu, tentunya dewasa ini studi mengenai pola pertumbuhan gigi yang pertama
*)Judul asli : The Effect of Nutritional Status on the Age Distribution of
Dental Caries in the Primary Teeth
2

kali akan menjadi tantangan bersama dalam hubungannya dengan pembagian usia
anak-anak yang rentan terkena karies gigi pada gigi permulaan.

Tujuan dari studi tentang keadaan nutrsi ini terhadap penundaan karies gigi ini
adalah untuk memperluas penemuan-penemuan yang menggunakan sampel dalam
jumlah besar dan untuk meneliti pengaruh perbedaan pola gizi buruk/ malnutrisi
terhadap kemungkinan terkena karies gigi.

Studi mengenai hubungan antara kondisi nutrisi terhadap pembagian usia


anak-anak yang rentan terkena karies gigi ini dilakukan terhadap 1481 anak-anak usia
satu sampai 13 tahun dengan jumlah anak laki-laki 737 anak dan perempuan 744
anak. Mereka dipilih secara acak/ random mulai dari anak-anak SD, SMP, dan anak-
anak yang sedang berada di pusat kesehatan yang terdapat di Cantogrande, daerah
pesisir yang terletak 16 kilometer sebelah utara Lima, Ibukota Peru. Alasan memilih
daerah ini karena wilayah ini memiliki penduduk berjumlah 400.00 orang dengan
ketersediaan listrik yang cukup memadai. Namun demikian, pelayanan air, Tempat
Pembuangan Akhir (TPA), dan pelayanan umum lainya belum tersedia dengan baik.
Sehingga sedikitnya terdapat 50% anak-anak usia 5 tahun kebawah memiliki gizi
buruk malnutrisi.

Metode yang digunakan dokter gigi yang melakukan penelitian ini adalah
sangat sederhana, dia hanya menggunakan cermin mulut, cahaya matahari langsung,
dan peralatan sederhana lainnya. Status nutrisi anak-anak tersebut diukur berdasarkan
pengukuran berat dan tinggi tubuh. Dasar yang digunakan mengacu pada table
pertumbuhan kesehatan statisitik dari Pusat Kesehatan Nasional. Dengan perincian:
anak-anak yang memiliki tinggi umur <95% dari NHCS media digolongkan sebagai
gizi buruk kronis. Anak-anak yang memiliki berat untuk tinggi proporsional <90%
dikategorikan sebagai gizi buruk akut. Adapun bila memenuhi criteria keduanya
dikategorikan sebagai gizi buruk kronis dan akut. Kemudian seluruh data yang telah
dihasilkan dianalisis menurt standar system analisis statistic (SAS). Studi ini
didukung oleh komite dari Universitas Alabama, Birmingham dan Universitas
Peruana Cayetana Heredia, Peru.

*)Judul asli : The Effect of Nutritional Status on the Age Distribution of


Dental Caries in the Primary Teeth
3

Dari 100% responden, ternyata ditemukan 49% kasus anak-anak yang


memiliki gizi buruk, dengan perincian 40,8% gizi buruk kronis, 3% gizi buruk akut,
dan 5,5 % gigi buruk akut dan kronis.

Ketika jumlah pertumbuhan gigi yang rusak, dicabut, dan ditambal


dihubungkan, dihasilkan bahwa ternyata anak-anak yang memiliki gizi buruk kronis
dan anak-anak yang memiliki gizi buruk kronis maupun akut memiliki penundaan
pertumbuhan gigi selama 3 tahun. Adapun anak-anak yang memiliki gizi buruk akut
memiliki penundaan pertubuhan gigi selama 2 tahun.

Pada jenjang 3 kasus tersebut, juga ditemukan perbedaan jangka pertumbuhan


gigi molar pertama dan kedua. Pada usia 1 sampai 3 tahun, 4 sampai 7 tahun, dan 8
sampai 11 tahun. Alhasil, pada jenjang 1 sampai 3 tahun dan 4 sampai 7 tahun tidak
ada perbedaan yang berarti pada pertumbuhan gigi-gigi tersebut dengan pertumbuhan
gigi pada anak-anak normal. Perbedaan baru terlihat pada jenjang usia 8 sampai 11
tahun dimana pada anak-anak yang memiliki gizi buruk mengalami pelonjakan. Jika
semua dirata-rata, 70% dinyatakan baha gigi molar pertama rusak pada anak-anak
yang memiliki gizi buruk. Sementara itu 50% rusak pada anak-anak normal. 75% gigi
molar kedua rusak ditemukan pada anak-anak yang memiliki gizi buruk dan hanya
58% rusak ditemukan pada anak-anak dengan gizi normal.

Dari hasil pengamatan, dihasilkan bahwa pada rentang 2 sampai 3 tahun


menunjukkan hasil langsung pada penundaan dalam proses erupsi dan pengelupasan
kulit gusi.

Tantangan kedepan bagi tenaga kedokteran gigi adalah untuk melakukan studi
lebih lanjut tentang anak-anak yang memiliki gizi buruk bahwa mereka memiliki
implikasi yang penting untuk melakukan studi epidemiologi. Pertama
membandingkan umur gigi karies biasa antara satu Negara dengan Negara lain dan
satu daerah dengan daerah lain tanpa melakukan perhitungan. Kedua, fakta yang ada
bahwa molar yang rusak akan meninggalkan 2 sampai 3 gigi tambahan pada lubang
mulut anak-anak yang memiliki gizi buruk pada usia ketika gigi dewasa mulai
tumbuh. Ketika gigi dewasa pertama tumbuh akan meningkatkan level bakteri
kariogenik dalam mulut dan juga meningkatkan resioko karies gigi pada saat gigi
permanen mulai tumbuh.
*)Judul asli : The Effect of Nutritional Status on the Age Distribution of
Dental Caries in the Primary Teeth
4

Ada pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab bahwa gizi buruk akan
meningkatkan intensitas karies gigi

Salah satu cara untuk memisahkan status nutrisi terhadap waktu prtumbuhan
gigi berlubang dan terhadap jumlah karies gigi untuk menentukan aktvita karies
puncak.

Dari semua itu, dapat disimpulkan bahwa malnutrisi pada anak tidak hanya
memperlambat pertumbuhan gigi dan mempengaruhi pembagian usia rentan terhadap
gigi berlubang tapi juga jumlah yang tinggi pada gigi permulaan yang rusak.

*)Judul asli : The Effect of Nutritional Status on the Age Distribution of


Dental Caries in the Primary Teeth