Anda di halaman 1dari 6

Nama: Resti Pebriyani

NIm : H1A008048

Jenis – jenis detektor pada kromatografi gas diantaranya adalah :

1. FID ( Detektor pengionan nyala)

Prinsip dasar detektor pengionan nyala adalah


energi kalor dalam nyala hidrogen cukup untuk menyebabkan banyak molekul untuk
mengionisasi. Gas efluen dari kolom dicampur dengan hidroge n dan dibakar pada ujung jet
logam dalam udara berlebih. Suatu potensial diberikan antara jet dan elektroda kedua yang
bertempat di atas atau sekitar nyala itu. Ketika ion – ion itu dibentuk dalam nyala, ruang gas
antara kedua elektroda menjadi lebih konduktif dan arus meningkat mengalir dalam sirkuit.
Arus ini melewati resistor, tegangan terbentuk yang dikuatan untuk menghasilkan suatu
isyarat yang diterima perekam. Dengan detektor pengionan nyala, konsentrasi ion – ion
dalam ruang antara elektroda dan besarnya arus tersebut sangat bergantung pada laju dimana
molekul – molekul zat terlarut dikirim ke nyala. Berat zat terlarut yang mencapai nyala
dalam satuan waktu akan mnghasilakan respon detektor yang sama berapapun tingkat
pengenceran oleh gas pembawa. Ini dasar untuk pernyataan bahwa detektor ini memberi
respon bukan pada konsentrasi zat terlarut tetapi pada laju alir massa zat terlarut tersebut.
Juga harus diperhatikan bahwa Detektor pengionan nyala dapat menghancurkan komponen –
komponen sampel. Kekurangan utama dari detektor ini adalah pengrusakan setiap hasil yang
keluar dari kolom sebagaimana yang terdeteksi. Jika anda akan mengirimkan hasil ke
spektrometer massa, misalnya untuk analisa lanjut, anda tidak dapat menggunakan detektor
tipe .

2. ECD (Detektor penangkap elektron)

Electron Capture Detector (ECD) atau detektor penangkap elektron adalah tingg
sensitivitas detektor awal kromatografi gas. Detektor ini ditemukan oleh Lovelock pada akhir
1950-an.

Dasar dari ECD ialah terjadinya absorbsi e- oleh senyawa yang mempunyai afinitas terhadap
e- bebas (senyawa-senyawa elektronegatif). Dalam detektor gas terionisasi oleh partikel yang
dihasilkan dari 3H atau 63Ni. Detektor ini mengukur kehilangan sinyal ketika analit terelusi
dari kolom kromatografi. Detektor ini peka terhadap senyawa halogen, karbonil terkoyugasi,
nitril, nitro, dan organo logam, namun tidak peka terhadap hidrokarbon, ketone, dan alkohol.
Berikut ini adalah skema dari sebuah detekor penangkap elektron dengan sumber 63Ni :

Salah satu cara untuk mendeteksi dengan kepekaan yang lebih tinggi adalah
memodifikasi tabung ionisasi pada detektor ionisasi nyala yang digunakan untuk pendeteksian
radiasi sinar beta. Gas yang keluar dari ujung kolom dibiarkan masuk kedalam bilik yang
memancarkan radiasi sinar beta (elektron) yang berasal dari radioisotop 63Ni yang dipasangka
secara pemanen, sementara itu dalam bbilik radio aktif mengalir arus listrik rendah (nanometer)
karena sebagian dari gas pebawa terionisasi.

Jika komponen senyawa organik masuk ke biik bersama gas pebawa maka arus listrik
tadi tergangu karena perpindahan elektron, dan senyawa organik diubah menjadi ion bermuatan
listrik. Ion molekul organik bergerak lebih lambat dari ion gas pembawa nya yang biasanya ion
gas nitrogen,maka arus tadi dihilangkan. Besarnya kehilangan arus listrik sesuai dengan
konsentrasi komponen yang akan ditetapkan.

3. FPD (Detektor fotometrik nyala)

Detektor ini bekerja atas dasar terangnya nyala hidrogen akibat pembakaran senyawa-
sanyawa organik yang mengandung belerang atau fosfor ( belerang organik atau fosfor organik)
ketika mencapai nyala hidrogen. Panjang gelombang yang diemisikan belerang adalah 394 nm
dan 526 nm. Tabung detektor berisi pembawa hidrogen- udara dihubungkan dengan detektor
cahaya ( photo multiplier tube). Pancaran cahaya hanya dimonitor bagian atasnya saja, karena
bagian ini tidak terlampau terang jika tidak ada belerang atau fosfor. Pada alat pengamat cahaya,
dipasangkan serat optik dan filter yang dapat ditukar tukarkan.

Untuk megamati salah satu unsur nyala tersebut ada filter optik untuk P dan filter optik untuk S.
Gelap terang nya cahaya yang diemisikan sebanding dengan konsentrasi komponen yang
dianaisis. Sama helnya dengan detektor sebelumnya, luas area yang terbenuk pada kromatogram
sama dengan kadar enyawa yang ditetapkan.
Detektor ini banyak digunakan untuk enetapkn residu pestisida belerang organik
( mengndung ggus merkaptan) dan fosfor organik dari golongan phospamidon seperti racun
hama, diazinon atau baygon.

4. TCD ( Thermal conduktivity detektor)

Detektor ini banyak digunakan untuk GLC. Gas pembawa


detektor ini adalah hidrogen dan helium. Alat ini cukup sederhana, tidak mahal, memiiki
kepekaan yang cukup bagi banyak kegunaan. Alat ini mengandung baik suatu filamen logam
yang dipanaskan maupun suatu termistor. Termistor adalah bantalan kecil yang dispakan dengan
menggabungkan campuran logam oksida umumnya dari mangan, kobal, nikel, dan runut logam
lainnya.Elemen, filamen atau termistor dari detektor dipanaskan pada kondisi tunak, memiliki
temperatur tertentu yang ditentukan oleh panas diberikan padanya dan laju hilangnya panas ke
dinding ruang yang mengelilinginya. Detektor itu umunya memiliki dua sisi, masing- masing
elemennya sendiri. Gas pembawa murni menelusuri satu sisi detektor yang terletak di depan di
depan lubang injeksi sampel, sementara efluen kolom mengalir melalui sisi lainnya. Helium
merupakan gas pembawa yang cocok untuk detektor konduktivitas termal karena konduktivitas
termalnya jauh lebih besar daripada kebanyakan senyawa organik dan tidak memiliki suatu
bahaya ledakan. Kepekaan detektor konduktivitas termal dapat ditingkatkan dengan menjalankan
elemen – elemen pada temperatur yang lebih tinggi dengan memberikan suatu arus jembatan
yang besar, Tetapi melibatkan harapan hidup elemen tersebut kecil. Detektor ini secara umum
tidak bersifat menghancurkan.

5. FTD ( Detektor Termoionik Nyala )


Sebuah nyala detektor diubah termionik untuk kromatograf gas, terdiri dari:

1. Nosel api berarti untuk menghasilkan api sepanjang sumbu dari suatu gas eluent dari
sistem kromatografi dan gas yang mudah terbakar; mengumpulkan elektroda berarti
diposisikan coaxially untuk mengatakan berarti nozzle api dan terhubung ke berarti
rekaman untuk merekam pancaran darinya saat ini. Elektroda eksitasi berarti memiliki
sumber alkali thermions untuk diposisikan sepanjang sumbu api antara api dan
pengumpulan berarti elektroda dengan kata berarti api nosel dan elektroda eksitasi berarti
terhubung dalam sirkuit listrik acontinuous saat ini

2. Sebuah detektor termionik menurut klaim 1, lebih lanjut terdiri dari kontrol berarti untuk
mempertahankan aliran gas yang mudah terbakar dipasok ke nozel api berarti konstan,
dan untuk berbagai posisi operasi yang dipilih sarana switch dan elektroda theexcitation
berarti dukungan mobile berarti.

3. Sebuah detektor termionik menurut klaim 1 pada dasarnya terdiri dari hanya sebuah nosel
nyala api berarti.

4. Sebuah detektor termionik menurut klaim 1, dimana kata dukungan mobile berarti untuk
kata eksitasi berarti elektroda mobile secara terus menerus disesuaikan.

5. Sebuah detektor termionik menurut klaim 4, lebih lanjut terdiri dari kontrol berarti untuk
mempertahankan aliran gas yang mudah terbakar dipasok ke nozel api berarti konstan
dan untuk berbagai posisi operasi yang dipilih sarana switch dan elektroda theexcitation
berarti dukungan mobile berarti.

6. Sebuah detektor termionik menurut klaim 1 atau 4 lebih lanjut terdiri dari pasokan gas
berarti untuk memasok gas eluting dari kromatografi ke nozel api berarti, dimana kata
pasokan gas berarti terdiri dari pembawa sampel pasokan gas helium.
7. Sebuah detektor termionik menurut klaim 6, lebih lanjut terdiri dari kontrol berarti untuk
mempertahankan aliran gas yang mudah terbakar dipasok ke nozel api berarti konstan
dan untuk berbagai posisi operasi yang dipilih sarana switch dan elektroda theexcitation
berarti dukungan mobile berarti.

8. Sebuah nyala detektor diubah termionik untuk kromatograf gas, terdiri dari: gas; nosel
api berarti untuk menghasilkan api sepanjang sumbu dari suatu gas eluant dari sistem
kromatografi dan gas yang mudah terbakar; mengumpulkan elektroda berarti diposisikan
coaxially untuk mengatakan berarti nozzle api dan terhubung ke berarti rekaman untuk
merekam dipancarkan darinya saat ini; elektroda eksitasi berarti memiliki sumber alkali
thermions untuk diposisikan sepanjang sumbu api antara api dan berkata pengumpulan
berarti elektroda dengan kata berarti api nosel dan berkata elektroda eksitasi berarti
terhubung dalam sirkuit listrik acontinuous saat ini; mengatakan sirkuit listrik memiliki
posisi potensial negatif, posisi potensi positif dan koneksi tanah, dan beralih posisi berarti
selektif switchable antara posisi pertama untuk menghubungkan kata berarti nozzle api
dan elektroda saidexcitation berarti potensi negatif dari sirkuit untuk mendeteksi yang
mengandung nitrogen senyawa dan senyawa yang mengandung fosfor, posisi kedua
untuk menghubungkan kata nozzle api berarti pada potensi negatif dari andfor sirkuit
elektrik isolasi kata elektroda eksitasi berarti sehubungan dengan rangkaian untuk
mendeteksi senyawa yang mengandung fosfor, dan posisi ketiga untuk menghubungkan
kata elektroda eksitasi berarti dengan potensi negatif dari nosel sirkuit dan saidflame
berarti ke tanah untuk mendeteksi senyawa yang mengandung nitrogen, dan dukungan
mobile berarti memiliki kata elektroda eksitasi berarti atasnya dipasang untuk
mendukung kata elektroda eksitasi berarti secara bergerak untuk selektif posisi kata
eksitasi elektroda akan berarti di sepanjang sumbu api antara nosel berarti saidflame dan
berkata pengumpulan berarti elektroda.