Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TANDA BAHAYA MASA NIFAS

Disusun Oleh :

Ayu Wulandari

2019.A.10.0794

YAYASAN EKAHARAP PALANGKARYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
TAHUN 2021/2022
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pemberi Materi : Ayu Wulandari


NIM : 2019.A.10.0794
Meteri Pokok : Penyakit Jantung Koroner
Hari/Tanggal :    
Waktu : 15 Menit
Peserta/Sasaran :
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 15 menit, peserta mampu mengetahui
tentang penyakit jantung koroner

B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, peserta dapat mengetahui tentang:
1. Menjelaskan tentang Pengertian PJK
2. Menjelaskan tentang Jenis PJK
3. Menjelaskan tentang Factor resiko PJK
4. Menjelaskan tentang Rekomendasi makanan untuk penderita PJK
5. Menjelaskan tentang Factor prnyebab PJK
6. Menjelaskan tentang Tanda gejala PJK

C. Isi Materi
Terlampir

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya – jawab

E. Media
Leaflet
F. Langkah Kegiatan

NO. URAIAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU

1. Pendahuluan Ceramah Leaflet 3 menit


1. Pemberi materi memberikan salam Tanya Jawab
2. Pemberi materi memberikan apersepsi tentang
materi yang akan disampaikan
3. Pemberi materi menjelaskan tujuan penyuluhan
2. Penyajian Materi Ceramah Leaflet 7 Menit
1. Menjelaskan tentang Pengertian PJK Tanya Jawab
2. Menjelaskan tentang Jenis PJK
3. Menjelaskan tentang Factor resiko PJK
4. Menjelaskan tentang Rekomendasi makanan
untuk penderita PJK
5. Menjelaskan tentang Factor prnyebab PJK
6. Menjelaskan tentang Tanda gejala PJK
3. Penutup Ceramah Leaflet 5 Menit
1. Melakukan  evaluasi secara lisan melalui Tanya awab
pertanyaan
2. Menyimpulkan materi bersama-sama dengan
peserta
3. Menutup penyuluhan dengan salam

G. Evaluasi
Prosedur : Test pada akhir penyuluhan
Jenis : Lisan
Bentuk : Tes Subjektif
Peserta Menyebutkan kembali :
1. Pengertian PJK
2. Jenis PJK
3. Factor resiko PJK
4. Rekomendasi makanan untuk penderita PJK
5. Factor prnyebab PJK
6. Tanda gejala PJK
LAMPIRAN MATERI

1. PENGERTIAN
Penyakit Jantung Koroner (Coronary Artery Disease, CAD) adalah istilah
umum yang digunakan untuk semua gangguan yang menyangkut obstruksi darah
melalui arterikoronaria. Istilah ini menggambarkan penampilan kasar dari bahan
plak. Aterosklerosis adalah suatu proses panjang yang dimulai sejak usia anak-
anak, tetapi proses ini memerlukan waktu bertahun-tahun. (Muttaqin, 2018)
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit yang
banyak menyebabkan kematian serta masih merupakan masalah kesehatan bagi
negara-negara yang maju maupun negara yang sedang berkembang. Diperkirakan
dua kali lipat dalam dua dekade mendatang, menjadikannya penyebab utama
terbesar kematian pada tahun 2020.
Istilah yang digunakan untuk penyakit ini sangat beragam meliputi ; penyakit
atherosclerosis jantung, penyakit jantung koroner, ischemic heart disease, dan coro
nayartery disease. Apapun namanya istilah – istilah tersebut merupakan sinonim
yang digunakan untuk menjelaskan proses penyakit.

2. FAKTOR PENYEBAB PJK.


a) Hiperlipoproteinemia
Faktor resiko utamanya adalah hiperlipidemia (peningkatan lipid serum) dalam
bentuk kolesterol lebih tinggi dari 200 mg/dl mempunyai resiko 4 kali lebih
besar dari individu dengan kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl.
b) Makanan
Makanan yang tinggi kalori, lemak, kolesterol, gula, dan garam adalah faktor
resiko koronaris. Dianjurkan agar menghindari lemak jenuh seperti lemak dari
kelapa dan hewan. Lemak jenuh ganda dari jagung, biji kapas, kedelai, bunga
matahari, dapat dipakai sebagai pengganti lemak jenuh.
c) Hipertensi
Hipertensi dapat mempercepat proses aterosklerosis apabila disertai dengan
hiperlipidemia. Tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg atau
tekanan diastolik lebih besar dari atau sama dengan 90 mmHg dianggap
sebagai faktor risiko yang signifikan untuk serangan jantung, terutama ketika
hadir dalam orang yang lebih muda.
d) Merokok 
Merokok merupakan factor risiko utama yang menyebabkan kematian dari
CAD. Merokok bisa mengurangi kadar kolesterol HDL dan meningkatkan
kolesterol LDL. Merokok menyebabkan bertambahnya kadar
karbonmonoksida di dalam darah sehingga meningkatkan resiko terjadinya
cedera pada lapidan dinding arteri. Merokok dapat mempersempit arteri yang
sebelumnya telah menyempit karena aterosklerosis, sehingga mengurangi
jumlah darah yang sampai ke jaringan.
Merokok juga dapat meningkatkan kecenderungan darah membentuk bekuan s
ehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri perifer, arteri koroner,
stroke, dan penyumbatan suatu arteri cangkokan setelah pembadahan.
e) Keturunan
Meski asosiasi ini tidak jelas, faktor genetik tampaknya bermain RLE
dalam pengembangan CAD. Rupanya sebuah toward hypertension kecenderun
gan, hiperlipidemia, dan diabetes. Namun, tidak diketahui apakah
kecenderungan warisan atau hanya hasil dari pola gaya hidup yang diwariskan
dari generasi ke generasi. Jika kemudian benar, faktor-faktor risiko utama
dapat diubah positif.
f) Obesitas
Penelitian telah menunjukkan bahwa dan asupan makanan meningkat
dikaitkan
dengan peningkatan dalam LDL. Orang obesitas juga memiliki kecenderungan 
intoleransi glukosa hypertension and. Obesitas didefinisikan sebagai indeks
massa tubuh (BB / TB2) lebih besar dari 20% di atas berat badan ideal.
g) Gaya hidup
Meskipun dokumentasi yang tepat dari efek positif dari latihan terhadap risiko
CAD sulit, studi melakukan mendukung penurunan risiko CAD di antara
orang dikondisikan dengan baik seperti lari dan pelari marathon. Tidak aktif
berhubungan dengan penurunan HDL.
h) Diabetes Melitus
Terlepas dari faktor-faktor sebelumnya yang telah dipelajari dan sangat terlibat
dalam CAD. Glukosa intoleransi seperti yang dibuktikan dalam diabetes
mellitus telah diidentifikasi sebagai faktor risiko cardiovascular, khususnya di
kalangan perempuan.
i) Usia dan jenis kelamin
CAD yang lebih menonjol dalam manusia yang lebih tua. Kematian dari CAD
dilaporkan lima kali sering untuk laki-laki. Perbedaan – perbedaan ini telah
dikaitkan dengan hormon seks wanita, karena ini system kekebalan wanita
menurun dengan cepat setelah menopause. Terjadinya CAD pada orang
kurang dari 30 tahun biasanya berhubungan dengan hiperlipidemia, hipertensi,
dan merokok.

3. TANDA GEJALA
a. Nyeri dada (angina)
b. Sesak nafas (nafas pendek)
c. Berdebar
d. Mual dan muntah
e. Berkeringat dingin
f. Lemas
g. Letih dan capek
h. Nyeri ulu hati (sering pada wanita)
i. Pingsan
4. PENCEGAHAN
a) Periksa tekanan darah dengan teratur, olahraga teratur, diet rendah garam dan
kalori, jika perlu dengan obat-obatan secara teratur.
b) Kencing manis: periksa gula darah dengan teratur dan pertahankan gula darah
normal dengan diet, olahraga, jika perlu dengan obat-obatan.
c) Stop merokok.
d) Batasi/stop minuman yang mengandung alkohol.
e) Olahraga, diet rendah kalori dan garam, kontrol berat badan, jika perlu dengan
obat-obatan.
f) Hidup seimbang untuk mengimbangi kehidupan yang stres.

5. MAKANAN YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK PJK


Beberapa makanan yang direkomendasikan:
 Makanan yang mengandung asam folat seperti :
a) sari jeruk,
b) brokoli, memenuhi asupan zat antioksidan di dalam tubuh.
c) kacang merah dan juga
d) bayam.
 Makanan yang mengandung Vitamin B6 dan juga Vitamin E seperti :
a) pisang,
b) daging ayam tanpa lemak,
c) alpukat, membuat kelambatan penyerapan karotenoid, khususnya betakaroten
dan likopen. Kedua jenis zat ini baik untuk kesehatan jantung karena bias
membantu menurunkan kadarkolesterol buruk selain itu juga dapat
meningkatkan kadar HDL yang ada dalam tubuh.
d) beras merah,
e) gandum,
f) kacang-kacangan dan juga
g) minyak sayur.
Makanan seperti wortel, tomat, dan juga sayuran hijau juga dianjurkan untuk
dikonsumsi karena tingginya kandungan beta karoten, lycopene, dan juga sangat
kaya akan serat. Jenis makanan tersebut dapat mengurangi kadar kolesterol dan
juga dapat mengurangi resiko penyakit jantung.
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Arif & Sari, Kumala. 2018. Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal Bedah.
Jakarta: Salemba Medika.
Cipto, Susilo. 2017. Identifikasi Faktor Usia, Jenis Kelamin dengan Luas Infark Miokard
pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Ruang ICCU RSD Dr. Soebandi Jember.
(Online). (http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/viewFile/
30/25)