Anda di halaman 1dari 3

SURAT KESEPAKATAN JUAL BELI

No. ________ / SKJB / KS-PKP / _____ / 200 ___

Penjual dan Pembeli telah bersepakat untuk hal-hal sebagai berikut ;


1. Pembeli telah mengetahui keadaan dan letak tanah dan bangunan tersebut dan menyatakan setuju
untuk mempergunakan tanah dan bangunan tersebut sesuai dengan fungsinya (rumah tinggal untuk
rumah tinggal, dan toko/ruko untuk kegiatan usaha), tidak untuk fungsi lain diluar fungsi yang telah
ditentukan.
2. Uang Tanda Jadi (UTJ) dengan sendirinya akan menjadi milik PT. ZEIN PROPERTINDO sebagai
sanksi pembatalan apabila dalam waktu 14 (empatbelas) hari sejak pembayaran UTJ tidak ada
realisasi pembayaran angsuran selanjutnya.
3. Harga Jual Beli + PPN yang tertera dalam Lampiran Kesepakatan Jual Beli ini belum termasuk
BPHTB, biaya AJB PPAT/Not, biaya balik nama SHGB dan biaya-biaya tambahan lain yang
mungkin timbul dikemudian hari akibat peraturan dan/atau kebijaksanaan baru pemerintah di bidang
moneter dan/atau perpajakan.
4. Pembayaran senilai yang tertera dalam Lampiran Kesepakatan Jual Beli ini dapat dilakukan dengan
cara :
a. Uang Tanda Jadi (UTJ) maksimal Rp 5.000.000,- (Lima juta rupiah) sebagai tanda jadi dapat
dibayar secara tunai ditempat kedudukan Penjual melalui Kasir (hari Senin s/d Jumat) atau melalui
Koordinator Grup Penjualan (khusus hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional) dan ;
b. Pembayaran selanjutnya (angsuran uang muka s/d pelunasan) tidak bisa dilakukan secara tunai
ditempat kedudukan Penjual, tetapi wajib disetor/ditransfer langsung ke rekening bank milik PT.
ZEIN PROPERTINDO, atau dengan cara membuka cross cheque / bank draft dan/atau bilyet giro
atas nama PT. ZEIN PROPERTINDO.
Pembayaran dianggap sah apabila telah dipindah-bukukan dengan sempurna ke rekening Penjual.
5. Untuk setiap hari keterlambatan pembayaran angsuran, seperti yang telah disepakati dalam
Kesepakatan Jual Beli ini, Pembeli akan dikenakan denda sebesar 0,2% (dua permil) perhari dari
jumlah angsuran tertunggak yang jatuh tempo.
6. Apabila Pembeli secara sepihak membatalkan pembelian ini atau tidak melakukan pembayaran sesuai
jadwal yang tertera dalam Kesepakatan Jual Beli ini selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) kalender
terhitung sejak tanggal jatuh tempo dan/atau Pembeli 1 (satu) kali menunggak pembayaran angsuran,
maka Pembeli dianggap telah membatalkan pembelian tanah dan bangunan ini, dan Pembeli
menyatakan setuju :
a. Penjual berhak untuk menjual tanah dan bangunan kepada pihak lain tanpa memberitahukan
terlebih dahulu kepada Pembeli.
b. Apabila pembayaran yang telah dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual belum mencapai Rp.
5.000.000,- (Lima juta Rupiah), maka seluruh uang yang telah dibayarkan dengan sendirinya
menjadi milik Penjual sebagai sebagai sanksi pembatalan.
c. Apabila pembayaran yang telah dilakukan oleh Pembeli kepada Penjual sudah melebihi Rp.
5.000.000,- (Lima juta Rupiah), maka 50% (limapuluh persen) dari jumlah yang terbayar atau
minimal Rp. 5.000.000,- (Lima juta Rupiah), tergantung mana yang lebih besar, dengan sendirinya
menjadi milik Penjual sebagai sanksi pembatalan, dan pengembalian baru akan dilakukan setelah
tanah dan bangunan yang telah dibatalkan tersebut terjual kembali karena dibeli oleh pihak lain,
dan pembayaran Pembeli Baru kepada Penjual telah mencapai minimal sejumlah uang yang harus
dikembalikan kepada Pembeli sebelumnya, atau selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah
ditanda-tanganinya Surat Kesepakatan Pembatalan.
d. Pengembalian akan dilakukan setelah dipotong denda dan lain-lain yang terhutang berdasarkan
Kesepakatan Jual Beli ini.
7. Apabila terjadi keputusan pemerintah yang menyebabkan Penjual tidak dapat melaksanakan
penjualan tersebut diatas maka Pembeli setuju bahwa Penjual hanya mengembalikan uang yang telah
Pembeli bayarkan kepada Penjual dan tidak menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun juga kepada
Penjual.
8. Apabila Pembeli melakukan pelunasan pembayaran Jual Beli ini dengan cara KPR maka :
a. Pengurusan KPR dengan bank sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pembeli, dimana Penjual
hanya membantu sebagai fasilitator yang tidak bisa menjamin bahwa permohonan kredit pasti
disetujui.
b. Apabila pengajuan KPR yang disetujui oleh bank kurang dari nilai plafon kredit yang diajukan,
Pembeli setuju untuk membayar selisih nilai tersebut sebagai penambahan uang muka yang harus
dibayarkan sebelum akad kredit dilaksanakan, selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sejak
disampaikan pemberitahuan.
c. Penundaan pelaksanaan akad kredit lebih dari 14 (empatbelas) hari sejak ada pemberitahuan
tertulis dari Penjual kepada Pembeli akibat alasan sepihak dari pihak Pembeli, akan dikenakan
denda keterlambatan 0,2% (dua permil) perhari dari nilai plafon kredit sampai terealisasinya akad
kredit.
d. Biaya-biaya maupun pajak-pajak yang timbul dalam proses pengurusan KPR sepenuhnya menjadi
tanggung jawab Pembeli.
e. Pembatalan akibat permohonan KPR tidak disetujui oleh bank akan dikenakan sanksi pembatalan
sejumlah
Rp. 5.000.000,- (Lima juta Rupiah) apabila pembangunan fisik belum dimulai, atau sejumlah Rp.
10.000.000,- (Sepuluh juta Rupiah) apabila pembangunan fisik telah dimulai atau untuk pembelian
rumah stok.
9. Serah terima tanah dan bangunan baru dapat dilaksanakan setelah kewajiban pembayaran-
pembayaran (termasuk biaya pengelolaan ingkungan untuk 3 bulan pertama) telah diselesaikan dan
dilaksanakan di kantor PT. ZEIN PROPERTINDO di Banjarbaru.
10. Apabila dalam waktu 14 (empatbelas) hari sejak jadwal serah terima tanah dan bangunan,
pembeli tidak bersedia menerima penyerahan tersebut atau tidak hadir maka pembeli tetap dianggap
telah menerima dengan baik tanah dan bangunan dalam kondisi layak untuk dihuni, dan pembayaran
tagihan biaya lingkungan, rekening listrik dan rekening air sudah menjadi kewajiban Pembeli.
11. Masa pemeliharaan bangunan disepakati kedua belah pihak selama 30 (tigapuluh) hari terhitung
dari tanggal serah terima.
12. Apabila terjadi keterlambatan serah terima tanah dan bangunan dari Penjual ke Pembeli maka
Pembeli setuju memberikan tambahan waktu kepada Penjual selama 90 (sembilan puluh) hari lagi
kepada Penjual dengan tanpa dikenakan denda.
13. Apabila setelah 90 (sembilan puluh) hari tambahan waktu Penjual belum juga dapat
menyerahkan tanah dan bangunan kepada Pembeli, maka Penjual dikenakan denda sebesar 10%
pertahun dari jumlah uang yang telah dibayarkan terhitung dari habisnya tambahan waktu 90
(sembilan puluh) hari tersebut diatas.
14. Apabila setelah 1 (satu) tahun terhitung dari habisnya waktu tambahan 90 (sembilan puluh) hari
Penjual belum juga dapat menyerahkan tanah dan bangunan kepada Pembeli, maka Penjual wajib
mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan ditambah denda sesuai item nomor 13.
15. Apabila terjadi keterlambatan penyerahan tanah dan bangunan yang disebabkan hal-hal yang
diluar kekuasaan manusia (force majeure), maka jadwal serah terima akan diundur sesuai dengan
keadaan force majeure tersebut tanpa ada denda apapun yang harus dibayarkan Penjual kepada
Pembeli.
16. Kelebihan atau kekurangan luas tanah akan diperhitungkan hanya apabila luas tanah yang tertera
dalam surat tanda bukti hak (SHGB) ternyata lebih besar atau sama dengan 3% (tiga persen) dari luas
tanah yang tercantum dalam kesepakatan ini, dan perhitungan akan dilakukan dengan harga satuan
Rp. 1.000.000,- (Satu juta Rupiah) per meter persegi.
17. Peralihan hak kepada pihak ketiga hanya dapat dilakukan dengan persetujuan dari Penjual dan
membayar biaya administrasi peralihan hak sebesar 2% kepada Penjual, kecuali Peralihan Hak
dilakukan antara suami-istri, anak-orangtua, kakak-adik dengan bukti-bukti yang bisa diverifikasi.
18. Lampiran Kesepakatan Jual Beli, gambar site plan, denah dan tampak bangunan, serta spesifikasi
bangunan merupakan bagian yang melekat dan tidak terpisahkan dari Kesepakatan Jual Beli ini.
19. Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) PPAT atas tanah dan bangunan wajib dilaksanakan
setelah ada pemberitahuan secara tertulis dari Penjual kepada Pembeli dan penandatanganan tersebut
wajib dilaksanakan selambat-lambatnya 1(satu) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkannya surat
pemberitahuan tersebut. Apabila Pembeli telah melalaikan kewajiban tersebut, maka segala resiko
yang mungkin timbul akibat tertundanya penandatanganan Akta Jual Beli tersebut menjadi tanggung
jawab Pembeli dan membebaskan Penjual dari segala resiko akibat kelalaian itu.
20. Surat Pernyataan Tunduk Terhadap Peraturan Lingkungan dan Pembangunan merupakan bagian
tak terpisahkan dari Kesepakatan Jual Beli ini.
21. Apabila terjadi perubahan spesifikasi atas bangunan yang disebabkan oleh kejadian diluar
kekuasaan Penjual seperti aturan pemerintah yang menyangkut pendistribusian air (PAM) dan listrik
(PLN) maka resiko berupa selisih biaya yang timbul atas perubahan tersebut menjadi beban Pembeli
dan untuk itu tidak ada denda apapun yang harus dibayar oleh Penjual.
22. Apabila tanah dan atau bangunan yang dipesan ternyata tidak dapat dijual, maka Pembeli setuju
untuk pindah ke kavling lainnya dengan tanpa denda serta kompensasi apapun dari Penjual kepada
Pembeli.
23. Dengan ditandatanganinya Kesepakatan Jual Beli ini maka pihak Pembeli dan Penjual
menyetujui dan mentaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.
24. Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam Kesepakatan Jual Beli ini akan disepakati bersama
oleh Penjual dan Pembeli secara mufakat.
25. Apabila terjadi perselisihan antara Penjual dan Pembeli yang tidak bisa diselesaikan secara
mufakat, maka keduanya sepakat untuk menyelesaikannya melalui kedudukan hukum yang tetap di
panitera Pengadilan Negeri Kota Banjarbaru.

Banjarbaru, _____ - _____ -


200 ___
Pembeli, Penjual,
PT. ZEIN PROPERTINDO

___________________________ ABU ZEIN

Saksi-saksi

Wijaya Kusuma, SH Badru, MT Shofia, SE

Keterangan :
Lembar 1 (warna putih) materai dipihak Pembeli, untuk arsip divisi pemasaran
Lembar 2 (warna kuning) materai dipihak Penjual, untuk diserahkan kepada Pembeli
Lembar 3 (warna merah) tanpa materai, untuk arsip divisi keuangan