Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan manusia merupakan segala sesuatu yang timbul dalam diri

manusia secara alami dan untuk dapat memenuhi segala sesuatu yang diperlukan

oleh manusia tersebut. Kebutuhan manusia menurut intensitasnya terbagi menjadi

kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan manusia selalu mengalami

perkembangan dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan jaman. Bahkan

seringkali barang-barang yang dahulu merupakan kebutuhan sekunder atau

tersier, dewasa ini telah berubah menjadi kebutuhan pokok (primer).

Dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia, khususnya kebutuhan

kehidupan sehari-hari, para produsen alat pemenuhan kebutuhan manusia pun

semakin berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian konsumen. Tetapi dari

sekian banyak produsen produk kebutuhan sehari-hari tersebut hanya beberapa

produsen saja yang dapat bertahan ditengah gempuran persaingan yang semakin

ketat. Konsumen pun semakin cerdas dalam memilih produk-produk yang dinilai

memiliki kualitas yang baik.

PT Unilever Indonesia Tbk telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan

terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di

Indonesia. Konsumen pun tentu sudah tidak asing lagi produk-produk dari

perusahaan tersebut. Setiap hari di seluruh dunia, masyarakat menggunakan

produk-produk Unilever. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi sabun,


deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim,

makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik yang merupakan

kebutuhan sehari-hari dalam masyarakat. PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan)

didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta

No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini

disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14

pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan

No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche

Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal

22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan

akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni

1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini 

disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-

1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita

Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.

Tujuan dari PT Unilever Indonesia Tbk adalah dimana mereka bekerja untuk

menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa

nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan melalui brand dan

jasa yang memberikan manfaat untuk mereka maupun orang lain; menginspirasi

masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang bila digabungkan
akan membuat perubahan besar bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara

baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus

mengurangi dampak lingkungan. Tujuan mereka merupakan salah satu kunci

kesuksesan yang diraih PT Unilever Indonesia Tbk sampai saat ini.

Seiring berkembangnya jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, persaingan di

dunia bisnis pun semakin meningkat. Dengan telah memiliki nama yang familiar

di dalam masyarakat, bukan berarti lalu berpangku tangan saja. Perusahaan harus

selalu terus mengembangkan inovasi dan memiliki perencanaan strategi dalam

menghadapi persaingan. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah, perencanaan

strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian

terhadap perubahaan. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana

tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk

diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka

pencapaian tujuan. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh

organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya

digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya

(Tangkilisan, 2005).

Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk

memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar

dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan

secara efisien dan efektif. PT. Unilever Indonesia Tbk perlu melakukan sebuah

perencanaan/manajemen strategis untuk mempertahankan kegiatan usahanya


ditengah gempuran pesaing-pesaing baru, menjaga kepercayaan konsumen, serta

meningkatkan jumlah konsumen agar tetap menjadi perusahaan terdepan di

Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Untuk mempermudah dalam menganalisis makalah ini, kami memfokuskan

permasalahan ke dalam beberapa poin sebagai berikut:

1. Bagaimana gambaran umum PT Unilever Indonesia Tbk.

2. Bagaimana identifikasi permasalahan yang ada di PT. Unilever Indonesia Tbk.

3. Bagaimana analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat) dalam PT.

Unilever Indonesia Tbk.

4. Bagaimana analisis metode QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix)

dalam PT. Unilever Indonesia Tbk.

1.3 Tujuan Penelitian

1. Mengetahui gambaran umum mengenai PT Unilever Indonesia Tbk.

2. Mengetahui identifikasi permasalahan yang ada di PT. Unilever Indonesia

Tbk.

3. Mengetahui analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat) dalam

PT. Unilever Indonesia Tbk.

4. Mengetahui analisis metode QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix)

dalam PT. Unilever Indonesia Tbk.