Anda di halaman 1dari 11

RESUME

MAKALAH-MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Diajukan untuk Memenuhui Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Dosen Pen
gampu : Dewang Sulistiana, S. Pd.

Disusun oleh
Gina Siti Fatonah 1005475

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2011

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DAN REMAJA


(Makalah Kelompok Tujuh)
A. Pengertian Karakteristik Emosi
Kata emosi berasal dari Bahasa Latin yaitu emovere yang artinya bergerak
menjauh. Emosi adalah pengalaman efektif yang disetai penyesuaian dari dalam di
ri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yan
g tampak. Emosi adalah warna efektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perub
ahan fisik. Warna efektif ini merupakan perasaan-perasaan yang sering mewarnai h
ari-hari kita, seperti senang atau marah.
Menurut Hurlock (1990) individu yang telah mencapai kematangan emosi ditandai de
ngan :
1. Melakukan control diri yang bisa diterima secara rasional.
2. Pemahaman diri
3. Menggunakan kemampuan kritis mental sebelum merespon
B. Jenis dan Sifat Perkembangan
1. Jenis perkembangan
a. Perubahan dalam ukuran
b. Perubahan dalam perbandingan
c. Perubahan wujud
d. Memperoleh wujud baru (berkembangnya pola pikir seolah menemukan wujud b
aru atau jiwa baru yang lebih dari sebelumnya. Dan perkembangan emosi termasuk p
ada jenis ini).
2. Sifat perkembangan
Perkembangan kemandirian emosional tidak terlepas dari pola asuh orang t
ua melalui interaksi. Disamping itu pola-pola tertentu dipengaruhi oleh lingkung
an tempat anak dan remaja berada.
Beberapa sifat perkembangan, yaitu :
a. Perkembangan berlangsung menurut pola tertentu
b. Perkembangan berangsur dari yang umum menuju ke khusus
c. Perkembangan tidak terputus-putus
d. Perbedaan kecepatan perkembangan akan terjadi pada tiap anak
e. Perkembangan dari bagian badan berlangsung masing-masing dengan kecepata
n sendiri.
f. Sifat-sifat dalam perkembangan berhubungan satu sama lain.
g. Perkembangan dapat dikira-kira sebelumnya
h. Tiap-tiap orang yang normal akan mencapai masing-masing fasenya terakhir
dalam perkembangan.
C. Karakteristik Perkembangan Emosi Anak
1. Berlangsung singkat dan berhenti tiba-tiba
2. Terlihat lebih hebat atu kuat
3. Bersifat sementara atau dangkal
4. Lebih sering terjadi
5. Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya
6. Reaksi mencerminkan individualitas.
D. Karakteristik Perkembangan Emosi Anak
Perkembangan emosi remaja memiliki karakteristik yang khas, rasa ingin tahu yang
meliap, emosi yang labil, bertindak sembrono, dan sering bertindak sekehendak h
ati.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan be
rbagai masalah dalam diri remaja.
1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan
2. Ketidak stabilan emosi
3. Adanya perasaan kosong karena adanya perombakan pandangan dan tujuan hid
up
4. Adanya sikap menentang orang tua
5. Pertentangan dalam diri sebagai pemicu pertentangan dengan orang tua
6. Kegelisahan karean keinginan yang tidak tepenuhi
7. Senang bereksperimen
8. Senang bereksplorasi
9. Banyak berefantasi ,berjhayal, dan membual
10. Kecenderungan membentuk kelompok.
E. Karakteristik Perkembangan Remaja yang Paling Bermasalah
Masa remaja merupakan masa dimana fungsi-fungsi fisik mulai menunjukan p
erubahan dan kematangan, seperti keadaan hormonal. Sehingga bisa menyebabkan ket
ertarikan pada lawan jenis (hormone neuropinephirene), dan rasa ingin lebih dari
orang lain (hormone dopamine) yang semua keadaan diatas dapat memicu timbulnya
konflik, bahkan penyimpangan. Seperti pelarian kepuasan dengan mengonsumsi narko
tika dan free sex.
Di makalah kelompok tujuh ini tidak menerangkan mengenai kondisi-kondisi emosi
dan faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi pada anak dan remaja pun tidak d
ibahas dalam makalah ini.
Beberapa tambahan untuk makalah â Karakteristik Perkembangan Emosi Anak dan Remajaâ
A. Kondisi Emosional
Kondisi emosional pada remaja sebenarnya tidak begitu jauh beda dengan keadaanny
a di masa kanak-kanak, namun dalam masa dewasa ini keadaannya dipengaruhi oleh s
timulus yang lebih kompleks.
Beberapa kondisi emosional:
a. Cinta/kasih saying
b. Gembira
c. Kemarahan dan permusuhan
d. Ketakutan dan kecemasan
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja
Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukan bahwa perkembangan emosi merek
a bergantung pada faktor kematangan dan faktor belajar.
Berikut ini metode-metode belajar yang membantu perkembangan emosi:
a. Belajar dengan coba-coba
b. Belajar dengan cara meniru
c. Belajar dengan mempersamakan diri
d. Belajar melalui pengkondisian
e. Belajar dan berlatih dibawah bimbingan.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL KEPRIBADIAN ANAK DAN REMAJA
(Makalah Kelompok Delapan)
A. Pengertian Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempel
ajari proses perkembangan individu, sebelum ataupun sesudah kelahirannya, yang m
encakup perubahan tingkah laku, dan kemampuan sepanjang konsep perkembangan dari
mulai masakonsepsi Sampai Mati. (J.P. Chaplin Dan Ross Vastad Dkk.)
B. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian
1. Sigmun Frued
a. Fase oral (0-1 th)
b. Fase anal (1-3 yh)
c. Fase fhalis (3-5/6 th)
d. Fase laten (5/6-12/13 th)
e. Fase genikal (12/13- dewasa)
C. Makna Masa Remaja
Masa remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Di
awali dari berakhirnya masa remaja, para pakar psikologi memisahkan masa ini, ka
rena masa ini merupakan masa transisi, karena pada masa ini seseorang sudah tida
k dianggap sebagai anak-anak, tapi keberadaannya belum begitu berpengaruh di mas
yarakat.
Fase-fase masa remaja:
1. Masa remaja awal
Umumnya fase ini berlangsung dalam waktu yang singkat, pada fase ini fikiran ses
eorang cenderung negative, baik itu motivasi ataupun prestasi, baik akademik, at
letik dll.
2. Masa remaja madya
Pada masa ini sudah mulai tumbuh pada diri remaja untuk hidup, mencari nilai-ni
lai dalam hidup, pada masa ini seseorang haus akan puja-puji orang sekitar, ini
yang mengakibatkan seseorang bekerja keras dalam mencapai prestasi.
3. Masa remaja akhir (Masa kemahasiswaan )
Masa dimana seseorang telah menemukan pendirian hidupnya,
D. Ciri-Ciri Masa Remaja
1. Masa remaja merupakan masa peralihan
2. Masa remaja merupakan usia bermasalah
3. Masa remaja adalah masamencari identitas
4. Masa remaja sebagai masa ambang dewasa
5. Masa remaja ditandai dengan sifat labil, emosi goncang, ekstrim, bersema
ngat, dan spontan.
E. Kebutuhan Remaja
1. Kebutuhan pengendalian diri
2. Kebutuhan akan kebebasan
3. Kebutuhan rasa kekeluargaan
4. Kebutuhan akan penerimaan social
5. Kebutuhan akan penyesuaian diri
6. Kebutuhan akan agama dan nilai-nilai social
F. Berbagai Konflik yang Dialami Oleh Remaja
1. Konflik antara kebutuhan untuk mengendalikan diri dan memuaskan keignina
n sendiri
2. Konflik antara kebebasan dan rasa ketergantungan terhadap orang tua
3. Konflik antara kebutuhan seks dan agama serta moral
4. Konflik antara apa yang ia pelajari waktu kecil dengan keadaan nyata or
ang dewasa saat ini.
5. Konflik menghadapi masa depan
G. Tugas-Tugas Perkembngan Manusia
William Kay mengemukakan tugas-tugas perkembangan remaja, diantaranya:
1. Menerima kondisi fisiknya sebgai kualitasnya.
2. Mencapai kemnadirian emosional dari orang tua
3. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar bergaul
dengan teman sebaya
4. Menemukan manusia model identitasnya.
5. Menerima diri akan kemampuan dirinya sendiri
6. Memperkuat self-control atas skala nilai
7. Mampu agar tidak kekanak-kanakan.
H. Penyimpangan atau Kenakalan Remaja
1. Seks bebas
2. Kecanduan narkotika
3. Kecanduan alcohol
4. Tauran antar remaja
5. Berkunjung ke diskotik
Beberapa factor yang menyebabkan tindak penyimpangan kenakalan remaja
1. Pola asuh orang tua yang salah
2. Keadaan lingkungan yang tidak kondusif,
3. Kondisi seseorang dalam menjalani hidup
Sebetulnya isi makalah ini tidak begitu sesuai dengan judul makalahnya
, yaitu â Karakteristik Perkembangan Sosial Kepribadian Anak Dan Remajaâ namun penjelasa
di dalamnya tidak terfokus pada perkembangan social anak dan remaja. Penulis me
rekomendasikan beberapa poin di bawah ini sebagai acuan pengganti isi dari makal
ah kelompok delapan.
1. Pengertian Perkembangan Hubungan Social Remaja
Perkembangan hubungan social anak dan remaja berarti perkembangan seoran
g anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialny, dimulai dari sejak ia lahi
r sampai ia dewasa. Pada awalnya manusia hanya berpusat pada egonya sendiri, sei
ring berjalannya waktu maka ia akan mulai mengenal lingkungannya, mulai dari ora
ng tua, keluarga utama, keluarga besar, teman sebaya, dan masyarakat luas.
2. Karakteristik Perkembangan Social Remaja
Pembahasan perkembanagn social lebih ditekankan pada kelompok usia remaj
a yang banyak diwujudkan dengan bentuk kelompok kecil ataupun kelompok besar.
3. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Social
1. Keluarga
2. Kematangan
3. Status social ekonomi
4. Pendidikan
5. Kapasitas mental : emosi dan intelegensi
4. Pengaruh Perkembangan Social Terhadap Tingkah Laku
Pola pikir dan tingkah laku remaja tidak sepenuhnya dibentuk oleh lingku
ngan, kadang remaja masih bersifat egosentris, lebih mementingkan hasrta dan pem
ikiran dirinya sendiri dibandingkan dengan konsep orang lain.
5. Perbedaan Individu Dalam Perkembangan Social
Perbedaan individu dalam hubungannya dengan lingkungan social tentu berbeda satu
dengan yang lainnya. Remaja yang mulai mengembabgkan kehidupan bermasyarakat ma
ka ia telah mempelajari pola-pola social dengan kepribadiannya.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MORALITAS DAN RELIGIUS ANAK DAN REMAJA
(Makalah Kelompok Sembilan)
A. Karakteristik Perkembangan Moralitas Pada Anak
Tiga tingkat dan tahap karakteristik perkembngan moralitas pada anak menurut La
wrance Kohlberg, yaitu :
1. Moralitas dengan paksaan (preconventional level)
Keadaan anak yang menenal nilai baik dan buruk dengan indictor apakah hal itu m
emberikan rasa menyenangkan atau menyakitkan bagi fisiknya
2. Moralitas dengan aturan (conventional level)
Anak hanya akan melukan segala sesuatu yang dianggap baik oleh keluarga dan ling
kungan.
3. Moralitas setelah konfensional (postconventional level)
Usaha anak untuk melakukan tuntutan moral tanpa pengaruh dari pihak luar.
B. Karakteristik Perkembangan Moralitas Pada Remaja
Mitchell mengemukakan terdapat lima perubahan dasar dalam moral yang harus dilak
ukan oleh remaja, yaitu:
1. Pandangan moral individu semakin lama semakin menjadi lebih abstrak dan
kurang kongkret,
2. Keyakinan moral lebih berpusat pada yang benar dan kurang pada yang sala
h. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang lebih dominan.
3. Penilaian moral jadi lebih kognitif. Mendorong remaja lebih berani menga
nalisis masalah moral yang dihadapinya.
4. Penilaian moral menjadi egosentris
5. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal. Penilaian moral m
erupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis.

C. Karakteristik Perkembangan Religious Pada Anak


Pada dasarnya perkembangan religious anak akan sangan dipengaruhi oleh keadaan r
eligus orang tuanya dan abagaimana mereka menanamkan hal-hal religious tersebut
pada anak.
Tahap perkembangan keagamaan:
1. Masa anak-anak
a. Sikap keagamaan reseptif meskipun banyak bertanya
b. Pandangan ketuhanan yang antromoph (dipersonifikasikan)
c. Penghayatan secara rohaniah masih superfecial
2. Masa remaja
a. Sikap keagamaan bersifat reseptif disertai pengertian
b. Pandangan ketuhanan diterangkan secara rasional
c. Penghayatan secara rohaniah semakin mendalam
D. Karakteristik Perkembangan Religious Pada Remaja
Perkembanagn religious pada remaja biasanya sangan didominasi oleh keadaan relig
iusnya di masa remaja. Perkembngan religious ini sangat penting karena dengan ke
percayaan terhadap Tuhan akam mampu menyeimbangkan gejolak remaja dengan aturan
Tuhan.
1. Masa remaja awal
a. Sikap negative menyebabkan remaja memandang orang-orang yang beragama se
cara hipokrit
b. Pandangannya terhadap Tuhan menjadi kacau karena banyak mendengar pendap
at berbagai pihak
c. Penghayatan rohaniahnya cenderung skeptic, sehingga mereka enggan melaku
kan kegiatan ritual
2. Masa remaja akhir
a. Sikap religious kembali karena kematangan intelektual
b. Pandangan dalam hal ketuhanan dalam konteks agama yang dianutnya
c. Penghayatan rohaniahnya kembali tenang
Terkadang remaja ingin mencari sendiri hakekat kebenaran agamanya, karena mereka
ingin lebih faham atas apa yang mereka anut dan yang mereka yakini.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN KARIER ANAK DAN REMAJA
(Makalah Kelompok Sepuluh)
Definisi â Karakteristik Perkembangan Kemandirian dan karier Anak dan Remajaâ ya
tu, proses progresif menuju kematangan seorang individu dalam menjalani hidup de
ngan usaha dirinya sendiri dan kemampuannya dalam mengambil peran dalam kehidupa
n di masyarakat dalam fase anak dan remaja dan orientasinya di masa depan.
A. Konsep Kemandirian
Kemandirian merupakan sikap dimana seorang individu mencoba menghadapi p
ersoalan hidup dengan menggunakan caranya sendiri tanpa ada interpensi dari piha
k eksternal, dan meminimalisir bantuan dari orang lain. Kemandirian juga dapat d
iartikan sebuah posisi dimana individu bebas mengatur hidupnya, dan menerima sen
diri segala konsekuensi atas apa yang telah ia kehendaki. Sehingga seseorang bis
a disebut pribadi/individu yang sepenuhnya, dalam arti mampu mengendalikan sendi
ri kehidupannya, baik dari aspek fisiologis dan psikologis.
B. Karakteristik Perkembangan Kemandirian Pada Anak Dan Remaja
Pendapat para ahli perkembangan yang menyatakan:
1. Perkembangan kemandirian pada remaja:
Perkembangan kemandiriannya lebih bersifat psikologis, seperti membuat keputusan
sendiri dan kebebasan berperilaku sesuai dengan keinginannya.
2. Perkembangan kemandirian pada anak;
Perkembangan kemandirian pada masa anak-anak lebih bersifat motorik, seperti ber
usaha makan sendiri, mandi dan berpakaian sendiri
Karakteristik Perkembangan Kemandirian Anak
1. Usia 1-2 tahun : anak mampu minum dari gelasnya sendiri tanpa
tumpah, mulai makan sendiri dengan menggunakan s
endok.
2. Usia 2-3 tahun : memberitahu orang dewasa kala ingin buang air
3. Usia 3-4 tahun : anak mampu ke kamar mandi sendiri
4. Usia 5-7 tahun : anak mampu berpakaian sendiri, mengikat simpul
tali sepatu.
5. Usia 8-10 tahun :anak sudah mamapu membenahai peralatan
pribadinya seperti menyiapkan buku sesuai jadwal
pelajaran, mampu memenuhi kebutuhan sendiri sepert
i, memasaka mi instan saat orang orang tua tidak
di rumah.
C. Tipe-Tipe Perkembangan Kemandirian pada Anak dan Remaja
Perlu kita kita ketahui bahwa kemandirian dilihat dari beberapa aspek se
perti yang dikemukakan oleh Havighurst (1972), yang menyatakan bahwa kemandirian
memiliki beberapa aspek, yaitu:
1. Aspek Intelektual
2. Aspek Sosial
3. Aspek Emosi
4. Aspek Ekonomi
Steinberg (1995 : 289) membagi kemandirian dalam tiga tipe.
1. Kemandirian Emosional
Kemandirian emosional dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam m
engelola emosinya, seperti pemudaran ikatan emosional anak dengan orang tua.
Menurut Silverberg dan Steinberg (Steinberg, 1995 :291) ada empat aspek kemandir
ian emosional remaja, yang lebih ditekankan pada kemampuan remaja menganngap ora
ng tua adalah orang dewasa pada umumnya, sejauh mana remaja mampu berdiri sendir
i tanpa bantuan emosional dari orang tua.
2. Kemandirian Behavioral
Kemandirian perilaku (behavioral autonomy) merupakan kapasitas individu
dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan tanpa ada campur tangan dari or
ang lain. Baik dalam mengambil keputusan, tidak mudah goyah dalam pendirian dan
pendapat, serta rasa percaya diri yang total.
3. Kemandirian Nilai
Kemandirian nilai (values autonomy) yang dimaksud adalah kemampuan indiv
idu menolak tekanan untuk mengikuti tuntutan orang lain tentang keyakinan (belie
f) dalam bidang nilai. Kemandirian inilah yang paling terakhir seorang individu
dapatkan.
D. Factor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Kemandirian Anak dan Remaja
1. Gen atau keturunan orang tua.
2. Pola asuh orang tua
3. Sistem pendidikan di sekolah
4. Sistem kehidupan di masasyarakat
E. Konsep Karier
Definisi karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang
ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup, yang meresapi seluruh alam pikir
an dan perasaan seseorang, serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (Winkel, 1991).
F. Orientasi Karier Pada Anak Dan Remaja
Pendekatan karier bagi anak dan remaja bukanlah proses dimana an
ak dibentuk menjadi seorang yang khusus menggeluti salah satu bidang, tapi orei
ntasi karier pada anak dan remaja merupakan tahap dimana anak dan remaja dikenal
kan dengan dunia yang akan digelutinya kelak.
G. Karakteristik Fase Perkembangan Karier Anak dan Remaja Berdasarkan Usia
Menurut Ginzberg, Ginsburg, Axelrad, dan Herma (1951) perkembangan karier dibagi
menjadi 3 (tiga) tahap pokok, yaitu:
1. Tahap Fantasi : 0 â 11 tahun (masa mengkhayal)
2. Tahap Tentatif : 12 â 18 tahun (sadar akan minat dan bakat yang dimiliki
)
a. Sub tahap Minat (11-12 tahun biasanya hanya mengerjakan sesuatu yang ses
uai minat mereka).
b. Sub tahap Kapasitas kemampuan (13-14 tahun mulai melakukan kehiatan sesu
ai kemampuan)
c. Sub tahap Nilai (15-16 tahunsudah mulai mengetahui pekerjaan apa yang di
hargai masyarakat)
d. Sub tahap Transisi (17-18 tahun sudah mulai merencanakan karier mereka k
e depannya)
3. Tahap Realistis : 19 â 25 tahun (tahap realistis, menyesuaikan minat d
engan kemampuan)
H. Factor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Karier Anak dan Remaja
1. Faktor Internal (mitivasi dan kesadaran dalam diri anak)
2. Faktor Eksternal (lingkungan sekitar: keluarga, sekolah, teman sebaya)
I. Perkembangan Bahasa Anak Dan Remaja
1. Pengertian Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa dapat diartikan meningkatnya kemampuan pengu
asaan alat berkomunikasi, baik dengan lisan, tulisan, maupun menggunakan isyarat
dan symbol, dalam konteks usaha seseorang agar dapat mengerti maksud orang lain
dan dimengerti orang lain.

2. Karakteristik Perekembangan Bahasa Anak dan Remaja


Factor intelektual sanngat berpengaruh terhadap perkembangan kem
ampuan berbahasa. Pembelajaran bahasa baru akan dimulai pada usia 6-7 tahun, dis
aat anak mulai bersekolah, namun prose situ sudah dimulai dari interaksi pertama
nya dengan lingkungan terdekat, yaitu ibu. Bahasa remaja adalah bahasa yang
telah berkembang. Bahasa remaja banyak dipengaruhi oleh situasi lingkungannya.
Seperti teman sebaya, yang interaksinya terjalin lebih intens, sehingga bahasa y
ang digunakan untuk berkomunikasinya pun disesuaikan dengan bahasa teman seusian
ya.
3. Factor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
a. Umur anak
b. Kondisi lingkungan
c. Kecerdasan anak
d. Status social ekonomi keluarga
e. Kondisi fisik
4. Pengaruh Kemampuan Berbahasa Terhadap Kemampuan Berpikir, Perkembangan K
emandirian dan Karier

Tingkat Intelegensi

perkembangan bahasa

karier kemandirian
PERMASALAHAN ANAK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
(Makalah Kelompok Sebelas)
A. Permasalahan Anak Dalam Pendidikan
Anak malas belajar merupakan salah satu permasalahan anak dalam pendidikan. Di b
awah ini ada 2 faktor yang menyebabkan anak tersebut malas untuk belajar,yaitu:
1. Faktor intrinsik : berasal dari anak sendiri, misalnya lemahnya motivasi
diri, kelelahan karena beraktifitas, dan membantu orang tua.
2. Faktor ekstrinsik : seperti sikap orang tua yang kurang perhatian, sikap
guru yang apatis, terpengaruh perilaku buruk teman, suasana rumah kurang kondus
if, dan sarana belajar yang kurang mendukung.
Adapun cara untuk meningkatkan minat belajar anak menurut pakar psikologis ada b
eberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain :
1. Mencari informasi
2. Buat kesepakatan dengan anak
3. Menciptakan disiplin
4. Menegakkan disiplin
5. Ketegasan sikap
6. Menciptakan suasana belajar yang kondusif
B. Beberapa Masalah Perkembangan Anak dan Implikasinya terhadap Pendidikan.
1. DISLEKSIA
a. Defenisi
Disleksia adalah gangguan perkembangan pada otak sejak lahir ditandai dengan ke
tidakmampuan belajar anak di usia sekolah dalam hal membaca dan menulis, atau ke
tidakmampuan belajar terutama mengenai bahasa yang mempengaruhi kemampuan mempel
ajari kata-kata, membaca dan menulis meskipun anak memiliki tingkat kecerdasan r
ata-rata, memiliki kesempatan pendidikan yang cukup serta memiliki penglihatan d
an pendengaran yang normal.
b. Penyebab
Kelainan otak bawaan sejak lahir disebabkan perkembangan otak pada masa janin ya
ng mengalami hambatan/gangguan.
c. Ciri-ciri
Sulit mengingat huruf, angka, kesulitan dalam mengiramakan kata, mengenal posisi
bunyi dan memisahkan kata perkata.

2. PHOBIA SOSIAL
a. Defenisi
Phobia sosial adalah gangguan perkembangan sosial anak dimana anak berada dalam
kondisi irasional yaitu kecemasan yang berlebihan ketika berinteraksi dengan li
ngkungan sosial.
b. Ciri-ciri
1) Anak takut berintaraksi dengan lingkungan sosial
2) Anak enggan untuk berangkat kesekolah dan tempat-tempat keramaian.
3) Anak tidak mau berkenalan dengan teman sebaya atau orang lain, cenderung
menghindari kontak mata dengan orang lain, menarik diri, cemas ketika berhadapa
n dengan orang lain.
4) Anak selalu menempel pada orang tua, tidak mau ditinggal di sekolah.
5) Rendahnya kepercayaan diri anak, memiliki konsep negative takut tidak di
teriman di lingkungan.
c. Penyebab
1) Pola asuh yang salah sehingga perkembangan kemandirian sosialnya terhamb
at, misal orang tua dengan pengasuhan yang otoriter, atau overprotektif.
2) Trauma
3) Genetik/bawaan dari lahir
d. Perbedaan phobia sosial dengan anak pemalu/pencemas.
Pada anak dengan phobia sosial, dia menganggap segala perilakunya akan dinilai o
leh orang lain. Pikirannya hanya terfokus pada hal tersebut sehingga membuatnya
tidak mampu mengatasi rasa cemas. Sedangkan pada anak pemalu, ia hanya takut be
rinteraksi dengan lingkungan sosial sementara waktu, ketika sudah bisa beradapta
si, ia akan bergaul secara normal dengan teman-teman sebaya dan orang-orang dise
kitarnya.
3. HIPERAKTIVITAS
a. Defenisi
Hiperaktivitas adalah suatu gangguan perkembangan pada tingkat aktivitas
anak, dimana anak memiliki aktivitas yang berlebihan (tinggi), ata suatu pola p
erilaku anak yang menyebabkan sikap anak tidak mau diam, tidak bisa focus perhat
ian dan impulsive (semaunya sendiri). Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak
dan tidak bisa tenang.
b. Perbedaan overaktif, hiperaktif dan sindrom hiperkenetik.
1) Overaktif adalah keadaan dimana anak tidak mau diam, disebabkan karena a
nak kelebihan energy. Hal ini menunjukkan anak berada dalam keadaan sehat, cerda
s dan penuh semangat.
2) Hiperaktif adalah keadaan dimana pola perilaku anak overaktif yang cende
rung menyimpang ( tidak pada tempatnya) dan semaunya sendiri, terkadang menimbul
kan kerusakan, mengganggu orang lain dan bisa membahayakan jiwa anak sendiri.
3) Sindrom hiperkenetik adalah semua bentuk aktivitas yang parah yang menye
rtai kelambatan dalam perkembangan psikologinya, misal dalam perkembangan bicar
a kikuk, kesulitan bicara.
c. Penyebab
1) Gangguan perkembangan otak pada masa janin di akibatkan keracunan kehami
lan
2) Keracunan timbal yang parah pada masa kanak-kanak, menyebabkan gangguan
proses perkembangan otak ditandai dengan kesulitan konsentrasi dan hiperaktif. S
umber produksi timbal yaitu batu battery,asap kendaraan, cat rumah yang sudah tu
a, bengkel produksi mobil bekas.
3) Infeksi Telinga, yang menyebakan lemahnya pendengaran sehingga perkemban
gan bahasa lamban dan perilaku menjadi hiperaktif.
4) Disfungsi neurologis, dengan gejala utama tidak bisa memusatkan perhatia
n.
C. Cara Mengatasi permasalahan anak
Adapun jalan keluar untuk mengatasi berbagai masalah anak dalam pendidik
an tergantung dari masalah apa yang dihadapi anak, yang jelas peran guru dan ora
ng tualah yang sangat dominan dalam pemecahan masalah anak dalam belajar.

PERMASALAHAN REMAJA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN


(Makalah Kelompok Duabelas)
A. Remaja
Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. M
onks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley
Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdas
arkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa
remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi.
Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Us
aha pencarian identitas banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba,
perilaku imitasi atau identifikasi. Masa perkembangan remaja juga ditandai denga
n keinginan mengaktualisasikan segala ide pikiran yang dimatangkan selama mengik
uti pendidikan. Mereka bersemangat untuk meraih keberhasilan, bahkan dengan jala
n yang kurang baik sekalipun. Dari sinilah permasalah remaja timbul.
B. Masalah yang Timbul Pada Masa Remaja
1. Perilaku Bermasalah (Problem Behavior)
Masalah yang dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kateg
ori wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku b
ermasalah yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasi
nya dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam
mengikuti berbagai aktivitas yang digelar sekolah misalnya, termasuk dalam kateg
ori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan pen
galaman. Jadi problem behavior akan merugikan secara tidak langsung pada seorang
remaja di sekolah akibat perilakunya sendiri.
2. Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (Conduct Disorder)
Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku
benar dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah perilaku menyimpang dari at
uran dan norma social, seperti berlaku tidak sopan pada guru atau mempermainkan
teman.
3. Perilaku Menyimpang (Behavior Disorder)
Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan s
eorang remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncont
rol), biasanya remaja mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan me
nyebabkan hilangnya konsentrasi diri.
4. Kurangnya Perhatian (Attention Deficit Hyperactivity disorder)
Anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian dan tidak dapat menerima impul-im
puls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol dan menjadi hyperactif.
5. Penyesuaian Diri yang Salah (Behaviour Maladjustment)
Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keingina
n mencari jalan pintas dalam menyelesaikan masalah tanpa berfikir panjang. Peril
aku menyontek, bolos, dan melangar peraturan sekolah.
Menurut Gunarsa (1989) ada beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan
berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentang
an-pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup mem
enuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
C. Implikasi Masalah Remaja Dalam Pendidikan
Conger (dalam Abin, 1975: 11) menegaskan bahwa pemahaman dan pemecahan masalah y
ang timbul pada masa remaja harus dilakukan secara interdisipliner dan antar lem
baga. Namun pemecahan masalah yang paling sederhana dengan pembinaan oleh para p
endidik, dalam rangka pembinaan yang dapat dilakukan para pendidik umumnya dan
para guru khususnya:
1. Hendaknya seorang guru mengadakan program dan perlakuan layanan khusus bagi s
iswa remaja dalam masalah perkembangan fisiknya.
2. Memperhitungkan segala aspek menyangkut kemampuan dasar intelektual (IQ), bak
at khusus (aptitudes), disamping aspirasi atau keinginan orangtuanya dan siswa y
ang bersang-kutan.
3. Seharusnya seorang guru bisa mengaktifkan dan mengkaitkan hubungan rumah deng
an sekolah (parent teacher association).
4. Seorang guru atau pendidik untuk memahami dan mengurangi masalah-masalah yang
mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fungsi-fungsi konatif, afektif dan
kepribadian.