Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

SEORANG WANITA 54 TAHUN DENGAN DM DAN HIPERTENSI

BAB I
N

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat


dalam menempuh Kepaniteraan Klinik
Ilmu Kesehatan Masyarakat

Disusun oleh :
Kurnia Popy Rakhmawati 030.11.161
Rini Risnawati Tardi 030.13.168
Ramadhiana Maktazula T 030.13.162

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PUSKESMAS KELURAHAN LENTENG AGUNG 1
PERIODE 25 MARET – 3 JUNI 2019
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat
dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan Rumah/Familly
folderkepada salah satu warga yang berada di sekitar Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung 1
Kunjungan rumah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat tugas kepaniteraan
klinik di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung 1
periode 25 Maret – 3 Juni 2019.
Dalam mengerjakan tugas ini, kami banyak memperoleh bimbingan dan dorongan dari
banyak pihak, dan dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. dr. Rina K Kusumaratna, M.Kes selaku pembimbing yang telah rela
meluangkan waktunya untuk memberi bimbingan, masukan dan motivasi kepada
kami.
2. Kepada semua pihak di Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung 1 yang telah
membantu dan membimbing selama kami berada di Puskesmas.
Kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan ini, oleh karena itu
segala saran dan kritikan yang membangun sangat diharapkan.

Jakarta, Mei 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................i
LEMBAR DAFTAR ISI...............................................................................................ii
DAFTAR TABEL........................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................iv
PENDAHULUAN........................................................................................................1
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH ........................................................... 2

I. Identitas Pasien Dan Keluarga.......................................................................... 2


II. Profil Keluarga................................................................................................... 3
III. Resume Penyakit Dan Penatalaksanaan Yang Sudah Dilakukan...................... 5
IV. Identifikasi Fungsi – Fungsi Keluarga .............................................................. 8
V. Pola Konsumsi Makanan Penderita ................................................................ 9

VI. Diagnosis Fungsi Keluarga ............................................................................. 11

VII. Identifikasi Lingkungan Rumah .................................................................... 14


VIII. Diagram Realita Yang Ada Pada Keluarga .................................................. 19
IX Permasalahan Pada Keluarga ........................................................................... 20
X. Pembinaan Dan Hasil Kegiatan ........................................................................ 21
XI. Kesimpulan Pembinaan Keluarga ................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 24
LAMPIRAN ……………………………………………………………………….... 25

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung ………………………………………… 3

Tabel 2. Riwayat Makanan Pasien 24 Jam Terakhir ………………………………… 9

Tabel 3. APGAR keluarga…………………………………………………………… 13

Tabel 4. Penilaian Rumah Sehat berdasarkan Kepmenkes RI………………………… 18

Tabel 5. Tabel Permasalahan ………………………………………………………... 21

Tabel 6. Pembinaan dan hasil kegiatan ...................................................................... 22

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Genogram keluarga kandung pasien…………………………………… 4


Gambar 2. Tumpeng Gizi …………………………………………………............. 11
Gambar 3. Denah Rumah Pasien ………………………………………….............. 16
Gambar 4. Diagram Realita ……………………………………………………….. 20

iv
BAB I
PENDAHULUAN

Diabetes melitus adalah penyakit yang serius dan sering ditemukan dengan
komplikasi kronik dan merupakan beban sistem perawatan kesehatan. Menurut
Federasi Diabetes Internasional (IDF) Diabetes Atlas 2011, jumlah pasien yang
menderita diabetes diperkirakan meningkat dari 366 juta pada 2011 menjadi 552
juta pada 2030 jika program pencegahan tidak dilakukan. 1 Prevalensi diabetes
untuk semua kelompok umur diseluruh dunia diperkirakan 2,8% pada tahun 2000
dan 4,4% pada 2030.2 Diabetes Mellitus tipe-2 adalah bentuk diabetes yang
dominan di seluruh dunia, berdasarkan hasil perhitungan pada 90% kasus secara
global.3 Jenis kelamin, usia dan latar belakang etnis merupakan faktor penting
dalam menentukan pengembangan resiko DM tipe-2.4

Diabetes mellitus dan hipertensi merupakan penyakit yang saling berkaitan


yang mempengaruhi seorang individu menjadi penyakit aterosklerotik. Prevalensi
hipertensi dan diabetes meningkat pada negara-negara industri karena penuaan
populasi. Diperkirakan 35- 75% dari komplikasi diabetes, penyakit kardiovaskular
dan ginjal dapat dikaitkan dengan hipertensi.5 Hipertensi juga berkontribusi untuk
diabetik retinopati yang merupakan penyebab utama kebutaan. hipertensi dan
diabetes harus diobati secara agresif dan dini. Chen et all menyatakan bahwa
hipertensi berhubungan dengan 30% kematian pada pasien diabetes dan 25%
kejadian kardiovaskular pada pasien diabetes.6

1
BAB II

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

I. IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. AJ
Umur : 54
Jenis Kelamin : Perempuan
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Kelurahan Lenteng Agung RW/RW 02/02
Agama : Islam
Suku Bangsa : Betawi
Pendidikan : Tamat SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
B. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. S
Umur : 69 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Kelurahan Lenteng Agung RW/RW 02/02
Agama : Islam
Suku Bangsa : Betawi
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : Tidak bekerja (Pensiunan)

2
C. Sumber Pembiayaan Kesehatan
Jaminan : BPJS PBI

D. Perilaku Kesehatan Keluarga


1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan : Periksa ke
dokter Puskesmas terdekat dan jika gawat segera dibawa ke Rumah Sakit.
2. Keikut sertaan pada program kesehatan di lingkungan rumah :
- Posyandu balita :Tidak
- Posyandu lansia : Ya
- Perkumpulan kesehatan lainnya : Ya
3. Pemanfaatan waktu luang :
- Olahraga : Tidak
- Rekreasi : Tidak
- Melakukan hobi : Jarang
- Aktivitas Sosial di Lingkungan pemukiman :
 Arisan : Ya
 Pertemuan RT : Ya
 Organisasi : Tidak
 Lain : Tidak

II. PROFIL KELUARGA

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung


No Nama Kedudukan L/P Umur Pendidika Pekerjaan Keterangan Tempat
dalam n Tinggal
Keluarga
1. Tn. H Suami L 54 th S1 Pensiunan DM dan HT Jakarta
PNS
2. Ny. A Pasien P 69 th SMA IRT DM dan HT Jakarta

3. Tn. S Anak L 42 th S1 PNS Sehat Jakarta


kandung
4. Tn.P Anak L 36 th S1 PNS Sehat Medan

3
kandung
5. Ny. D Anak P 33 th SMA IRT Sehat Jakarta
kandung
6. Ny.N Anak P 30 th SMA Wirausaha Sehat Bekasi
kandung
5. Nn.S Anak P 24 th S1 Mahasiwi Sehat Jakarta
kandung

Gambar 1. Genogram Keluarga Kandung Pasien

M K

S P D N S

: Perempuan : Laki-laki

*Catatan: Putih= Sehat, Orange = Sakit, Abu-abu = meninggal

Keterangan :

1. Ayah pasien :DM 3. Pasien : HT dan DM


2. Ibu pasien : DM 4. Suami Pasien : HT dan DM

4
5. Adik pasien I : DM 10. Anak II pasien : Sehat
6. Adik pasien II : Sehat 11. Anak III pasien : Sehat
7. Suami adik pasien : Sehat 12. Anak 1V paien : Sehat
8. Adik pasien III :- 13. Anak V pasien : Sehat
9. Anak I pasien : Sehat
III. RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN YANG SUDAH
DILAKUKAN

Dilakukan secara autoanamnesis pada hari Kamis tanggal 24 April 2019.

A. Keluhan Utama
Kontrol rutin penyakit diabetes mellitus dan hipertensi.
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Ny. N datang ke Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung 1 pada hari
Kamis, 24 April 2019 untuk kontrol rutin setiap minggu. Pasien menyangkal
adanya keluhan seperti pusing, mual muntah, lemas ataupun yang lainnya.
Pasien menderita penyakit diabetes melitus dan hipertensi selama 10 tahun
dan selalu kontrol rutin tiap minggunya ke puskesmas.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi sejak tahun 2009. Penyakit
asma, penyakit jantung, alergi dan penyakit lainnya disangkal.
D. Riwayat Kebiasaan
Frekuensi makan pasien tidak menentu sekitar 2-3 sehari yang
dimasak sendiri. Pasien jarang mengkonsumsi buah, hanya beberapa kali
dalam seminggu. Pasien dahulu sering mengkonsumsi minuman manis
seperti teh manis setiap pagi dan sore hari dengan takaran gula 3-4 sendok
makan setiap kali pembuatan. Pasien dahulu sering mengkonsumsi
makanan berlemak serta tinggi kolesterol.
E. Riwayat Penyakit Keluarga
Kedua orang tua pasien menderita keluhan yang sama. Lalu saudara
laki-laki dan perempuan pasien juga mengalami keluhan serupa.

5
Hasil Pemeriksaan Fisik
Tanggal 25 April 2019 di rumah pasien
Keluhan : Tidak ada
Keadaan Umum : Tampak sesuai usia, perawakan sedang, kulit sawo matang
Kesadaran : Compos Mentis
Tinggi Badan : 154 cm
Berat Badan : 48 kg
Kesan Gizi : Normal
BB 48
BMI : BMI = = =20,2
(TB ) ( 1,54 )2
2

Normal (Asia Pasifik)

Tanda Vital :
Tensi : 160/90 mmHg Nadi : 90 x / menit
RR : 20x / menit Suhu : 36,6oC

Status Generalis
Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor
Telinga : Normotia, serumen -/-, sekret -/-
Hidung : Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi -
Tenggorok :T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (-), detritus -/-, kripta -/-
Mulut : Bibir kering (-), sianosis (-)
Dada :
Cor
Inspeksi: Iktus kordis tak tampak Perkusi : tidak dilakukan
Palpasi : Iktus kordis teraba pada Auskultasi : BJ I-II normal, murmur
ICS V linea midklavikularis (-), gallop (-)
sinistra
Pulmo

6
Inspeksi :Simetris saat statis dan Auskultasi :
dinamis Kanan : Suara napas vesikuler,
Palpasi :Tidak ada bagian rhonki (-), wheezing (-)
hemitoraks yang tertinggal Kiri : Suara napas vesikuler,
Perkusi :Tidak dilakukan rhonki (-), wheezing (-)

Abdomen
Inspeksi : Bentuk perut buncit, Perkusi :Timpani pada seluruh
ruam merah (-), kulit keriput (-) lapang perut
Palpasi :Supel, hepar dan lien tak Auskultasi : Bising usus (+) normal
teraba, nyeri tekan (-)

Ekstremitas Superior Inferior


Oedema -/- -/-
Akral hangat +/+ +/+
F. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 23 Februari
GDS : 358 mg/dL
G. Rencana Penatalaksanaan
Pengobatan yang telah diberikan :
Terapi medikamentosa :
 Metformin 2 x 500 mg
 Amlodipin 1 x 10 mg
 Vitamin B1 1x1

Terapi edukasi:
 Memberi penjelasan akan penyakit diabetes mellitus dan hipertensi
pada pasien dan keluarga agar dapat menghindari komplikasi dari
kondisi yang dialami pasien.
 Minum obat teratur dan rutin kontrol

7
 Menjaga pola makan serta melakukan aktivitas fisik, seperti
berjalan jalan disekitar rumah, minimal 30 menit tiap kali dan
dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu.

H. Hasil Penatalaksanaan Medis

Saat kunjungan rumah terakhir (9 Mei 2019) pasien dalam keadaan baik.
Menurut keluarga pasien rutin untuk minum obat.
Faktor pendukung :
1. Pasien rutin meminum obat diabetes dan hipertensi setiap sehari
2. Keluarga pasien mendukung pengobatan pasien dan ikut mengawasi
pemberian obat serta makanan pasien.
Faktor penghambat :
1. Keluarga hanya bisa mengawasi pasien saat pulang bekerja
2. Pasien jarang berolahraga
3. Pasien tidak mempunyai tempat obat khusus sehingga seringkali
pasien sukar menemukan obatnya sehingga terkadang terlambat
meminum obat dari jadwal yang sudah dianjurkan dokter.
IV. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI KELUARGA

A. Fungsi Biologis
Dari hasil wawancara dengan pasien diketahui bahwa pasien menderita
penyakit Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Status gizi pasien dalam
keadaan gizi Normal. Pola makan pasien kadang kurang teratur karena
pasien kadang merasa malas dan tidak nafsu makan. Pasien juga terkadang
konsumsi makanan berlemak dan mengkonsumsi minuman manis .

B. Fungsi Psikologis
Pasien tinggal bersama suami dan anak bungsunya. Suami pasien adalah
seorang pensiunan. Pasien adalah seorang Ibu rumah tangga dan memiliki
hubungan sosial yang baik dengan keluarga dan tetangga sekitar.

8
C. Fungsi Ekonomi
Pasien tinggal di rumah pribadi. Penghasilan keluarga pasien dari usaha
warung makan yang dimiliki dan uang pensiunan suami. Menurut suami
pasien, penghasilan tersebut dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
D. Fungsi Pendidikan
Pasien mendapatkan pendidikan formal dengan pendidikan terakhir pasien
adalah SMA.
E. Fungsi Religius
Pasien beragama Islam dan dan menurut pengakuan keluarga rajin
menunaikan ibadah.
F. Fungsi Sosial Budaya
Pasien tinggal didaerah lingkungan yang cukup padat. Hubungan
penderita dengan tetangga akrab. Sosialisasi dengan tetangga juga baik.

V. POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA

FORMULIR 24 HOURS RECALL

(Catatan : asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga


tidur malam)

Tabel 2. Riwayat Makanan Pasien 24 Jam Terakhir

Waktu Jam Nama Makanan Bahan Makanan Jumlah


atau Minuman
URT Gram

Makan 07.00 Nasi Goreng Nasi 2 centong 75 gr


Pagi Telor ayam ras 1 butir 60 gr
Daging ayam 1 potong sedang 50 gr
Tempe Goreng Tempe I potong 15 gr
Selingan -
Makan 13.00 Nasi putih kukus Nasi putih 2 centong 75 gr

9
Siang 1 potong sedang
Ayam goreng Daging ayam 1 potong 50 gr
Tempe goreng Tempe 15 gr
Selingan 16.00 Apel 1 buah 150
gr
Makan 18.00 Nasi Nasi putih 1 centong 75 gr
malam Ikan Asin Ikan asin 1 potong sedang 25 gr
Sayur kacang Sayur kacang 1 mangkok 50 gr
Selingan -

Penjelasan :
Frekuensi makan rata – rata setiap harinya3x/hari saat makan pagi, makan
siang dan makan malam dengan variasi makanan sebagai berikut : nasi, lauk pauk,
sayuran,dan camilan. Pasien memasak makanan sendiri. Terkadang pasien juga
membeli makanan di luar. Pasien minum air mineral kurang lebih 6-8 gelas per
hari. Hal ini sesuai dengan rekomendasi jumlah rata-rata harian berdasarkan
Tumpeng Gizi.

Gambar 2. Tumpeng Gizi

Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) meragakan 4 prinsip gizi seimbang yang


terdiri atas beberapa potongan tumpeng: satu potongan besar, dua potongan
sedang, dua potongan kecil, dan di puncak terdapat potongan terkecil. Luasnya
potongan TGS menunjukkan porsi makanan yang harus dikonsumsi setiap orang
per hari. TGS yang terdiri atas potongan-potongan itu dialasi oleh air putih.

10
Artinya, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi esensial bagi kehidupan
untuk hidup sehat dan aktif.

IDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KESEHATAN
1. Faktor Perilaku
Pasien terkadang mengikuti kegiatan aktivitas di luar rumah seperti
pertemuan RW. Pemanfaatan waktu luang untuk menonton televisi. Pola
makan pasien tidak teratur.
2. Faktor Non Perilaku
Rumah pasien mempunyai cukup ventilasi, pertukaran udara
cukup. Rumah pasien berada di daerah perumahan yang cukup padat.
Sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan rumah adalah
Puskesmas Kelurahan. Hal ini cukup berpengaruh terhadap kemudahan
mendapatkan pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit,
jarak rumah ke puskesmas  4km.

VI. DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA

A. Fungsi Biologis
 Anggota keluarga dirumah semua dalam keadaan sehat.
 Keluarga besar pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan
hipertensi dari garis keturunan ibu dan ayah pasien
B. Fungsi Psikologis
 Pasien memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga.
C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
 Penghasilan yang cukup dalam perekonomian keluarga.
D. Fungsi Sosial
 Sosialisasi dengan masyarakat sekitar baik.

11
E. Faktor Perilaku
 Memiliki kesibukan yang dilakukan seperti pertemuan RW
F. Faktor Non Perilaku
 Lingkungan perumahan yang cukup padat

G. Penilaian Fungsi Fisiologis


Selalu Kadang- Tidak
No Penilaian
(2) kadang (1) Pernah (0)
1 A : Adaptasi

Saya puas bahwa saya dapat kembali pada


keluarga dan teman-teman saya untuk 
membantu pada waktu sesuatu menyusahkan
saya

2 P : Partnership

Saya puas dengan cara keluarga dan teman- 


teman saya membicarakan sesuatu dengan saya
dan mengungkapkan masalah saya.

3 G : Growth

Saya puas bahwa keluarga dan teman-teman 


saya menerima & mendukung keinginan saya
untuk melakukan aktifitas atau arah baru.

4 A : Afek

Saya puas dengan cara keluarga dan teman-


teman saya mengekspresikan afek dan 
berespon terhadap emosi-emosi saya, seperti
marah, sedih atau mencintai.

5 R : Resolve 

Saya puas dengan cara teman-teman saya dan


saya menyediakan waktu bersama- sama

12
mengekspresikan afek dan berespon

Jumlah 0 5 0
Tabel 3.APGAR keluarga

Penilaian:
Nilai : 0-3 : Disfungsi keluarga sangat tinggi
Nilai : 4-6 : Disfungsi keluarga sedang
Nilai : 7-10 : Tidak ada disfungsi keluarga

Penjelasan:
Pada penilaian APGAR, didapatkan hasil terdapat disfungsi keluarga yang
sedang.

H. Penilaian Fungsi Patologis


SCREEM Score
 Social : Pasien sering berinteraksi dengan tetangga sekitar rumah.
 Culture : Keluarga pasien menerapkan budaya dan tata karma yang
baik
 Religious : Anggota keluarga taat dalam beribadah dan cukup sering
beribadah di masjid dekat rumah mereka.
 Economics : Suami pasien menjadi tulang punggung keluarga,
penghasilan selama ini dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan.
 Educational : Pasien memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (tingkat
pendidikan menengah) sedangkan suami Sarjana , kelima anak mereka
lulusan Strata-3, 2 lulusan SMA, 1 anak bungsu mahasiswi
 Medical : Pasien memiliki jaminan kesehatan BPJS dan ketiga anak
pasien memiliki jaminan kesehatan dari masing-masing tempat
bekerjanya (BPJS). Bila ada yang sakit, biasanya akan berobat ke faskes
tingkat 1 (Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung 1).

13
VII. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH
A. Gambaran Lingkungan Rumah
Pasien dan keluarga pasien menempati rumah sendiri yang terletak di
pemukiman yang cukup padat penduduk dengan ukuran 8x13m2, bentuk
bangunan 1 lantai. Secara umum gambaran rumah terdiri satu ruang tamu, ruang
makan dan ruang keluarga, dua kamar tidur, dan dapur yang bersebelahan
dengan kamar mandi dan tempat mencuci baju. Lantai terbuat dari keramik,
dinding terbuat dari tembok beton, atap rumah dari genteng. Jendela ada tiga
buah, pertama berada pada ruang tamu bagian depan, berukuran 1,5 x1,5 m.
Jendela kedua berada di dapur yang berukuran 1 x 1 m.Penerangan didalam
ruangan baik dengan sumber penerangan sinar matahari dan listrik. Pertukaran
udara ventilasi di kamar pasien kurang memadai sehingga pertukaran udara
kurang. Kebersihan dalam rumah baik, tata letak barang-barang rapi, listrik
1300 watt, sumber air dari PAM. Kamar mandi berbentuk kloset duduk dan
menggunakan ember untuk menampung air. Air limbah dialirkan ke
selokan/got. Sampah rumah dikumpulkan di tempat pembuangan sampah di
dekat rumahnya dan diangkut oleh petugas kebersihan setiap pagi. Rumah
pasien berada di depan jalan raya, dengan jalan di depan rumah (jarak antar
rumah yang bersebrangan) yang relatif jauh bisa dilalui 2 mobil, jalanan sudah
diaspal.

DENAH RUMAH

Gambar 3. Denah Rumah Pasien

14
Keterangan ruangan:
1. Teras 6. Tempat menjemur pakaian +
2. Ruang tamu tempat cuci
3. Ruang tengah + ruang makan 7. Kamar mandi 1
+ dapur 8. Kamar mandi 2
4. Ruang tengah 2 9. Kamar tidur 2
5. Kamar tidur 1

Analisis Keadaan Rumah :


1. Letak rumah di daerah : Perumahan biasa
2. Bentuk bangunan rumah : 1 tingkat
Kepemilikan rumah : Sendiri
3. Luas rumah : 8x13m2
Jumlah orang dalam satu rumah : 4 orang
Luas halaman rumah : 2x3 m2
4. Lantai rumah dari : Keramik
5. Dinding rumah dari : Tembok beton
6. Atap rumah : Genteng
7. Pembagian ruangan rumah :

15
Ruang tamu : ada, ukuran 4 x 2m2
Kamar Tidur : ada, ukuran3,5 x 4 m2
Kamar Tidur 2 : ada, ukuran 3,5 x 2 m2
Dapur : ada, ukuran 4 x 1,5 m2
Kamar Mandi : ada, ukuran 2x 1 m2
Ruang cuci : ada, ukuran 1,5x 1 m2
8. Jendela rumah : ada 3 buah berukuran 1,5 x 1,5 m ; 1,5 x 1,5 m dan 1 x 1m
Perbandingan luas lantai dan jendela di :
- Ruang tamu dan ruang keluarga : 70% :30 %
- Dapur : 80 % : 10 %
- Kamar tidur : 80 % : 20 %
Penerangan di dalam rumah (dinilai setelah membandingkan luas jendela
dengan lantai dan kesan subjektif saat membaca tulisan di dalam
rumah):cukup
9. Listrik di rumah : ada, 1200VA
10. Lubang ventilasi :
Ruang tamu : ada 1 buah
Kelembaban dalam rumah : sedikit lembab
Kesan ventilasi di dalam rumah : cukup
11. Kebersihan dalam rumah : kurang
12. Sumber air minum dari : galon air mineral
13. Kamar mandi : ada
14. Limbah rumah tangga di alirkan ke : got (saluran limbah)
15. Tempat sampah diluar rumah : tidak ada
16. Jalan di depan rumah lebarnya : 3 meter, terbuat dari: aspal
Kesan kebersihan lingkungan pemukiman: cukup baik

Analisis Keadaan Rumah


Tabel 4. Penilaian Rumah Sehat berdasarkan Kepmenkes RI
No.829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan

16
No Komponen Indikator Rumah Sehat Kondisi Rumah Pasien
Rumah
1 Langit-langit Langit-langit dapat menahan debu Kerangka atap terbuat dari genting
dan kotoran lain yang jatuh dari tertutup rapat dapat menahan debu
atap, harus menutup rata kerangka dan kotoran lain
atap serta mudah dibersihkan
2 Dinding Dinding harus tegak lurus agar Dinding terbuat dari tembok bata
dapat memikul berat dinding dan semen, seluruh bagian sudah di
sendiri, beban tekanan angin dan cat. Sehingga sudah memenuhi
bila sebagai dinding pemikul harus kriteria bahwa dinding kedap air
dapat memikul beban diatasnya, sehingga terhindar dari basah
dinding harus terpisah dari pondasi
oleh lapisan kedap air agar air
tanah tidak meresap naik sehingga
dinding terhindar dari basah,
lembab dan tampak bersih tidak
berlumut
3 Ventilasi Luas lubang minimal 10% dari Luas lubang ventilasi >10% dari
luas lantai ruangan luas lantai ruangan

4 Lantai Lantai harus kuat untuk menahan Lantai di rumah pasien terbuat dari
beban diatasnya, tidak licin, stabil keramik
waktu dipijak, permukaan lantai
mudah dibersihkan. Lantai tanah
sebaiknya tidak digunakan lagi,
sebab bila musim hujan akan
lembab sehingga dapat
menimbulkan gangguan/penyakit
terhadap penghuninya. Karena itu
perlu dilapisi dengan lapisan yang
kedap air seperti disemen,
dipasang tegel, keramik.Untuk
mencegah masuknya air ke dalam
rumah, sebaiknya lantai
ditinggikan ± 20 cm dari
permukaan tanah.

No Komponen Indikator Rumah Sehat Kondisi Rumah Pasien


Rumah
5 Pencahayaan Suatu cara sederhana menilai Pencahayaan dalam rumah pasien
pencahayaan baik, bila jelas kurang , dibawah 70%
membaca dengan huruf kecil,

17
cukup; bila samar-samar bila
membaca huruf kecil, kurang; bila
hanya huruf besar yang terbaca,
buruk; bila sukar membaca huruf
besar. Pencahayaan yang baik di
atas 70%.
6 Sumber air Air bersih adalah air yang Sumber air bersih berasal dari air
bersih digunakan untuk keperluan sehari- PAM (Perusahaan Air Minum)
hari yang kualitasnya memenuhi sedangkan sumber air minum
syarat kesehatan dan dapat berasal dari air minum isi ulang
diminum apabila telah dimasak.Di
Indonesia standar untuk air bersih
diatur dalam Permenkes RI No.
01/Birhubmas/1/1975 (Chandra,
2009).Dikatakan air bersih jika
memenuhi 3 syarat utama, antara
lain: syarat fisik air tidak
berwarna, tidak berbau, jernih
dengan suhu di bawah suhu udara
sehingga menimbulkan rasa
nyaman
7 Sampah Terdapat tempat sampah di dalam Terdapat tempat sampah di dalam
rumah. Syarat tempat sampah rumah terbuat dari bahan ember
terbuat dari bahan yang mudah yang dilapisi plastik kemudian
dibersihkan harus ditutup rapat ditutup rapat. Di luar rumah
sehingga tidak menarik seranga terdapat tempat pembuangan
atau binatang lainnya. sampah.

8 Jamban dan air Cara pembuangan tinja, prinsipnya Jamban dan air limbah di rumah
limbah yaitu: kotoran manusia tidak pasien sudah memenuhi kriteria
mencemari permukaan tanah. rumah sehat
Kotoran manusia tidak mencemari
air permukaan/ air tanah. Kotoran
manusia tidak dijamah
lalat.Jamban tidak menimbulkan
bau yang mengganggu.

18
VIII. DIAGRAM REALITA YANG ADA PADA KELUARGA

Gambar 4. Diagram Realita

Terdapat riwayat Diabetes Mellitus


dan Hipertensi dalam keluarga

Genetik

Status
Yan Kes kesehatan Lingkungan

- Puskesmas Kelurahan - Rumah berada pada


lenteng agung 1 wilayah padat penduduk
terjangkau (2 km) - Kriteria rumah sehat
- Pasien mempunyai belum tercapai,
BPJS Pencahayaan dalam
rumah pasien kurang
Perilaku
dibawah 70%

- Makan tidak teratur. Dan terkadang


masih makan-makanan berlemak serta
tinggi kolesterol, meminum minuman
manis.
- Kurang aktivitas fisik/olahraga

19
X. PERMASALAHAN PADA KELUARGA

Tabel 5. Tabel Permasalahan


No Resiko dan Masalah Rencana Pembinaan Indikator
Kesehatan Keberhasilan

1. Meminum obat yang Menjelaskan ke pasien dan keluarga Meminum obat secara
tidak rutin untuk mengkontrol meminum obat teratur dimulai dari
Memberikan box obat agar pasien pagi hari sampai
dapat dengan mudah mengambil obat menjelang tidur.
dan tidak tercecer.
2. Tidak mengatur pola Menjelaskan kepada pasien dan Pasien mendapat
makan serta konsumsi keluarga untuk diet dan mangatur pola gambar gizi untuk
makanan berlemak makan yang diperbolehkan dan tidak makanan
serta tinggi kolesterol,
sering mengkonsumsi
minuman manis.
3. Tidak rutin kegiatan Memberikan edukasi pentingnya Pasien diberi
fisik gambaran cara untuk
aktivitas fisik di luar rumah.
berolahraga yang
ringan.

XI. PEMBINAAN DAN HASIL KEGIATAN


Tabel 6. Pembinaan dan hasil kegiatan
Tgl Kegiatan yang Keluarga Hasil Kegiatan Indikator
kunjungan dilakukan yangterlibat evaluasi
kegiatan
24/04/2019 - Memperkenalkan Pasien dan - Terbina hubungan - Keluarga
diri dan menjelaskan keluarga baik dengan pasien pasien bersedia
maksud kedatangan dan keluarga untuk
- Bina rapor awal - Keluarga pasien diperiksa dan
- Anamnesis dan mengerti mengenai untuk
pemeriksaan fisik penyakit dan dikunjungi
pasien penjelasannya kembali
- Identifikasi anggota - Pasien dan - Pasien
keluarga dan kondisi keluarganya mengerti bersedia untuk
kesehatan mengenai pentingnya datang ke Poli
- Memberikan rutin meminum obat Penyakit Tidak
penjelasan mengenai Menular di
penyakit kepada Puskesmas

20
pasien dan keluarga Kelurahan
Lenteng
Agung 1
terkait
pengobatan
Diabetes
Mellitus dan
Hipertensi.
25/04/2019 - Evaluasi jika ada Pasien dan - Keluhan tidak ada -Pasien
keluhan dan kondisi keluarga - Semua anggota menemukan
kesehatan pasien keluarga pasien sudah solusi untuk
- Melakukan mengontrol pasien melakukan
pemeriksaan fisik untuk minum obat jarangnya
- Analisis dan evaluasi kegiatan fisik
mengenai
lingkungan rumah
pasien
- Menjelaskan kepada
keluarga pasien
pentingnya kegiatan
29/04/2019 - Evaluasi keluhan Pasien dan - Keluarga pasien - Pasien
dan kondisi keluarga mengerti pentingnya melakukan
kesehatan pasien nutrisi seimbang bagi anjuran pola
- Melakukan tubuh dan mulai makan yang
pemeriksaan fisik mengkonsumsi baik
- Memberikan makanan dengan gizi
motivasi kepada tinggi
pasien meminum -
obat rutin dan
kegiatan fisik
06/05/2019 - Evaluasi keluhan Pasien dan - Pasien memahami - Pasien dan
dan kondisi keluarga penjelasan dan keluarga
kesehatan pasien menjalankan pola menerapkan
- Edukasi mengenai makan yang baik serta pola makan
pentingnya menjaga berolah raga yang baik dan
pola makan dan - Keluarga rutin berolah
melakukan aktivitas mendukung dan raga
fisik mengawasiketeratura - Pasien teratur
- Memberikan n minum obat minum obat
motivasi kepada dan kontrol ke
pasien untuk rutin puskesmas
meminum obat
- Memberikan edukasi
kepada pasien untuk
mengenal gizi

21
seimbang sesuai
Tumpeng Gizi
- Mengingatkan dan
memantau pasien
untuk berobat ke
Poli BPU
Puskesmas
Kelurahan Lenteng
Agung 1

XII. KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA


1. Tingkat pemahaman : Pasien dan keluarganya dapat memahami
penjelasan yang diberikan.
2. Faktor pendukung : Sikap pasien dan keluarganya yang
kooperatif, sehingga dapat menerapkan
edukasi yang diberikan.
3. Faktor penyulit : Semua anggota keluarga memiliki kegiatan
seperti bekerja sehingga waktu di rumah
untuk pasien agak berkurang, sedangkan
suami pasien juga menderita penyakit
jantung yang dimana jika minum obat harus
selalu diingatkan.
4. Indikator keberhasilan : - Pasien dan keluarganya dapat mengetahui
tentang penyakitnya yang meliputi
penyebab, faktor risiko, pencegahan,
penatalaksanaannyadan komplikasi yang
dapat terjadi .
- Keluarganya dapat membantu memotivasi
pasien untuk mendapatkan pengobatan
terhadap penyakit yang dideritanya yaitu
hipertensi dan diabetes mellitus.
- Pasien mengikuti anjuran yang diberikan
dilihat dari kepatuhan minum obat (jumlah

22
obat yang diberikan habis sesuai dengan
jadwal kontrol pasien), dan mengatur pola
makan nya serta menambah kegiatan
aktivitas fisik nya.

23
DAFTAR PUSTAKA

1. International Diabetes Federation. 17 March 2006.


2. Kumar, Vinay; Fausto, Nelson; Abbas, Abul K.; Cotran, Ramzi S. ;
Robbins, Stanley L. (2005). Robbins and Cotran Pathologic Basis of
Disease (7th ed.). Philadelphia, Pa.: Saunders. pp. 1194–1195.
3. Shoback, edited by David G. Gardner, Dolores (2011). Greenspan's basic &
clinical 240Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik : Volume III Nomor
4 Oktober 2015 endocrinology (9th ed.). New York: McGraw-Hill Medical.
pp. Chapter 17.
4. Fasanmade, OA; Odeniyi, IA, Ogbera, AO (2008 Jun). "Diabetic
ketoacidosis: diagnosis and management". African journal of medicine and
medical sciences 37 (2): 99–105.
5. Williams B, Poulter NR, Brown MJ et al. (March 2004). "Guidelines for
management of hypertension: report of the fourth working party of the
British Hypertension Society, 2004-BHS IV". J Hum Hypertens 18 (3):
139–85. doi:10.1038/sj.jhh.1001683.
6. Dionne JM, Abitbol CL, Flynn JT (January 2012). "Hypertension in
infancy: diagnosis, management and outcome". Pediatr. Nephrol. 27 (1):
17–32. doi:10.1007/s00467-010-1755-z.

24
LAMPIRAN

25
26