Anda di halaman 1dari 31

ASESMEN GERIATRI

SEORANG LANSIA DENGAN HIPERTENSI DAN


KELEMAHAN TUBUH SISI KANAN

DISUSUN OLEH

Kurnia Popy Rakhmawati 030.11.161


Ramadhiana Maktazula Tuasikal 030.13.162
Rini Risnawati Tardi 030.13.168

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PUSKESMAS KELURAHAN LENTENG AGUNG 1
PERIODE 25 MARET - 01 JUNI 2019
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
PENDAHULUAN

Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu
keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu
120/80 mmHg. Menurut WHO (Word Health Organization), batas tekanan darah yang
dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg. Bila tekanan darah sudah lebih dari
140/90 mmHg dinyatakan hipertensi (batas tersebut untuk orang dewasa di atas 18
tahun).(1)
Penyakit hipertensi tahun demi tahun terus mengalami peningkatan. Tidak hanya
di Indonesia, namun juga di dunia. Sebanyak 1 milyar orang di dunia atau 1 dari 4 orang
dewasa menderita penyakit ini. Bahkan, diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan
meningkat menjadi 1,6 milyar menjelang tahun 2025. Kurang lebih 10- 30% penduduk
dewasa di hampir semua negara mengalami penyakit hipertensi, dan sekitar 50-60%
penduduk dewasa dapat dikategorikan sebagai mayoritas utama yang status
kesehatannya akan menjadi lebih baik bila dapat dikontrol tekanan darahnya.(1)
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah penderita hipertensi akan
terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang
diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. WHO menyebutkan negara
ekonomi berkembang memiliki penderita hipertensi sebesar 40% sedangkan negara
maju hanya 35%, kawasan Afrika memegang posisi puncak penderita hipertensi, yaitu
sebesar 40%. Kawasan Amerika sebesar 35% dan Asia Tenggara 36%. Kawasan Asia
penyakit ini telah membunuh 1,5 juta orang setiap tahunnya. Hal ini menandakan satu
dari tiga orang menderita hipertensi. Sedangkan di Indonesia cukup tinggi, yakni
mencapai 32% dari total jumlah penduduk.(1)
Gaya hidup yang sehat merupakan prevensi terhadap peningkatan tekanan darah
dan termasuk dalam pengobatan hipertensi. Perubahan gaya hidup dapat menurunkan
atau menunda insiden dari hipertensi, dan meningkatkan efek dari obat antihipertensi,
dan penurunan risiko kardiovaskular.(2)

1
ASSESSMENT GERIATRI

Identitas Pasien

Nama : Tn. Edi Rusliali Tabri

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tanggal lahir / Umur : 05 September 1954 / 64 tahun

Alamat : Jl. Lenteng Agung RT 07

Riwayat Pekerjaan : Ahli Kunci, Marbot Masjid

Nama Orang terdekat : Sudarsono (adik kandung pasien) / 62 tahun

Jumlah Anak : 5 orang (laki-laki)

Jumlah Cucu : 4 orang

Jumlah Cicit : belum ada

Pembiayaan Kesehatan : Jaminan (BPJS)

Riwayat Medis / Evaluasi Fisik

Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 30 April 2019 pukul


09.00-10.00

A. Riwayat Medis :

1. Keluhan Utama:
Tangan dan kaki kanan terasa sedikit bengkak sejak 2 tahun yang lalu.

2. Riwayat Penyakit Sekarang


Seorang laki-laki, Tn. E, berusia 64 tahun, mengeluh bengkak pada tangan dan
kaki kanan sejak dua tahun yang lalu. Tangan dan kaki kanan juga kadang terasa
lemas, sehingga pasien menggunakan tongkat untuk berjalan. Untuk pekerjaan
sehari-hari, pasien masih bisa melakukan aktivitas ringan dengan tangannya,

2
seperti mengangkat benda-benda ringan, membuka pintu, mengambil barang-
barang yang ringan. Pasien mengaku tangan dan kaki kanannya lemas sejak 2
tahun yang lalu. Pada tahun 2017 pasien tiba-tiba merasakan lemas pada tangan
dan kaki kanannya saat bangun pagi. Pasien langsung dibawa ke RS dan diberi
obat. Keesokan harinya pasien sudah boleh pulang dan baik-baik saja sampai hari
ini.
Pasien menyangkal adanya nyeri kepala, kesemutan, kehilangan sensasi pada
anggota gerak, demam, nyeri pada anggota gerak, mual dan muntah. Nafsu makan
serta asupan cairan masih baik. Untuk konsumsi air mineral pasien biasa ,
mengonsumsi ±1,5 liter per hari. Tidak ada keluhan pada BAK dan BAB.

3. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 2 tahun yang lalu.
Riwayat Penyakit Lainnya:
Riwayat kencing manis : Disangkal
Riwayat sakit jantung : Disangkal
Riwayat penyakit paru : Disangkal
Riwayat alergi makanan/obat-obatan : Disangkal
Riwayat katarak : Disangkal

4. Riwayat Pembedahan
Pasien mengatakan tidak pernah operasi apapun sebelumnya.

5. Riwayat Opname Rumah Sakit


Tanggal/tahun Rumah Sakit Diagnosis/Penyakit
- - -

6. Riwayat Kesehatan Lain


Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Pada :
Poli umum di Puskesmas Kelurahan Lenteng Agung I setiap bulannya

3
Pemeriksaan Gigi / Gigi Palsu :
Oral hygiene baik, gigi sudah tidak lengkap, tidak ada pemakaian gigi palsu.
Lain-lain :tidak ada

7. Riwayat Alergi
Tidak ada alergi makanan maupun obat-obatan

8. Kebiasaan
Merokok
1. Apakah anda merokok? Tidak.
2. Apakah orang terdekat atau di sekitar anda merokok ? Ya
Minum Alkohol dan kopi
Apakah anda minum minuman beralkohol dan kopi? Tidak
Olahraga
Apakah anda melakukan olahraga ? Ya, jalan pagi selama 30 menit disekitar
rumah, setiap hari.

9. Obat-Obatan yang Dikonsumsi Saat Ini

Dengan resep dokter Dosis dan pemakaian


Amlodipin 5 mg 1 x 5mg (malam)

Tanpa resep dokter Dosis dan pemakaian


- -

4
Penapisan Depresi
Untuk setiap pertanyaan di bawah ini, penjelasan mana yang paling dekat
dengan perasaan yang anda rasakan bulan lalu ?

Setiap Sering Kadang Jarang Tidak


waktu sekali kadang sekali pernah
a. Berapa seringkah bulan yang √
lalu masalah kesehatan anda
menghalangi kegiatan anda,
(mis.pergi mengunjungi teman,
aktivitas sosial)
b. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa gugup ?
c. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa tenang dan damai?
d. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa sedih sekali ?
e. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa bahagia ?
f. Berapa seringkah bulan lalu √
anda merasa begitu sedih sampai
serasa tak ada sesuatupun yang
mungkin menghiburnya ?
g. Selama bulan lalu, berapa √
seringnya perasaan depresi anda
mengganggu kerja anda sehari-
hari ?
h. Selama bulan lalu, berapa sering √
anda merasa tak ada lagi sesuatu
yang anda harapkan lagi?

i. Selama bulan lalu, berapa sering √


anda merasa tak diperhatikan
keluarga ?
j. Berapa sering selama bulan lalu √
anda merasa ingin menangis apa
saja
k. Selama bulan lalu, berapa sering √
anda merasa bahwa hidup ini
sudah tak ada gunanya lagi ?
Kesimpulan : Tidak terdapat tanda-tanda gangguan mood (depresif)
pada pasien dalam 1 bulan terakhir. Pasien tidak
mengalami depresi.

5
11. Status Fungsional

a. ADL dasar dan instrumental

Bisa sendiri Perlu Tergantung


sepenuhnya bantuan orang lain
seseorang sepenuhnya
Mandi √
Ambulasi √
Tranfer √
Berpakaian √
Berdandan √
BAB / BAK √
Makan √
Sediakan makan √
Atur keuangan √
Atur minum obat-obatan √
Bertelpon √
Kesimpulan : Pasien ketergantungan melakukan kegiatan perlu
bantuan seseorang

b. Keterbatasan fungsional
Sudah berapa lamakah (apabila ada) kesehatan anda membatasi
kegiatan anda berikut ini?
Aktivitas >3 <3 Tak
bulan bulan Terbatasi
Berbagai pekerjaan berat (mis. Angkat √
barang, lari,)
Berbagai pekerjaan sedang (mis.menggeser √
meja / almari, angkat barang belanjaan)
Pekerjaan ringan di rumah yang biasa √
dikerjakan
Mengerjakan pekerjaan (di kantor / sehari- √
hari)
Naik bukit / naik tangga √
Membungkuk, berlutut, sujud √
Berjalan kl.100 meter √
Makan, mandi, berpakaian, ke WC √

Kesimpulan : Pada pasien terdapat beberapa keterbatasan fungsional.

6
c. Pola Konsumsi Makan Pasien (24 hour-recall)

Nama Makanan Bahan Jumlah


Waktu Jam
Atau Minuman Makanan URT

Makan Pagi 08.00 Nasi, telur, sayur sop Nasi, telur, 1 centong
wortel, kol, nasi, 1 butir
kentang telur, ½
mangkok
sop

Selingan 10.00 Roti Tepung 2 lapis


terigu,gula,
kuning telur

Makan Siang 13.00 Nasi, tahu goreng, Nasi, tahu, 1 centong


sayur sop wortel, nasi, 3
kentang, kol potong tahu,
½ mangkok
sop

Selingan 16.00 - - -

Makan Malam 20.00 Nasi, ikan goreng Nasi, ikan 1/2


piring,1/2
ekor

Selingan - - - -

Keterangan :
Frekuensi makan pasien rata – rata setiap harinya 2-3x/hari, yaitu makan pagi,
makan siang dan makan malam.

B. PEMERIKSAAN FISIK

1. Tanda Vital
Tekanan darah: Baring (140/90), duduk (140/90), berdiri (140/80)
Nadi : 86 x/menit, reguler, kuat
Respirasi : 20 x/menit
BB : 63,4 kg (saat ini)
TB : 160 cm
IMT : 24.6 (normal)

7
2. Keadaan Kulit
Bercak kemerahan : Tidak ada
Lesi kulit lain : Tidak ada
Curiga keganasan : Tidak ada
Dekubitus : Tidak ada
3. Pendengaran

Ya Tidak
Dengar suara normal √
Pakai alat bantu dengar √
Serumen impaksi √

4. Penglihatan

Ya Tidak
Dapat membaca huruf surat kabar
a. Tanpa kaca mata √
b. Dengan kaca mata √
Terdapat katarak/tidak
a. Kanan √
b. Kiri √

Dapatan Normal Abnormal (jelaskan) Tidak


funduskopi diperiksa
Kanan √
Kiri √

5. Mulut
Buruk Baik
Higiene mulut √
Gigi palsu Tidak ada
Lecet di bawah gigi palsu Tidak ada
Lesi yang lain (kalau ada Tidak ada
jelaskan)

6. Leher
Normal Abnormal (jelaskan)
Derajat gerak √
Kel. Tiroid √
Bekas luka pada tiroid : Tidak ada
Massa lain : Tidak ada

8
Kelenjar limfe membesar/tidak (bila ya jelaskan) : Tidak ada
7. Dada
Massa teraba/tidak, bila ya: kanan/kiri, jelaskan : Tidak ada
Kelainan lain : Tidak ada

8. Paru-paru
Kiri Kanan
Perkusi Sonor Sonor
Auskultasi :
a. Suara dasar Vesikuler Vesikuler
b. Suara tambahan Rhonkhi (-), Rhonkhi (-),
Wheezing (-) Wheezing (-)

9. Kardiovaskuler
a. Jantung
Irama Reguler

Bising Tidak ada

Gallop Tidak ada

Lain-lain (jelaskan)
b. Bising Ada Tidak
Karotis : √
Kiri
Kanan
Femoralis: √
Kiri
Kanan
c. Denyut nadi perifer Ada Tidak
A. dorsalis pedis : √
Kiri
Kanan
A. tibialis posterior : √
Kiri
Kanan
d. Edema Tak +1 +2 +3 +4
ada
Pedal √
Tibial √
Sakral √
Keterangan : oedem minimal pada ekstremitas atas dan bawah dekstra

9
10. Abdomen
Hati membesar/tidak : Tidak
Massa abdomen lain : Tidak ada
Bising/bruit : Tidak ada
Nyeri tekan : Tidak ada
Cairan asites : Tidak ada
Limpa membesar/tidak : Tidak

11. Rektum/Anus: Tidak dilakukan pemeriksaan

12. Genital / Pelvis: Tidak dilakukan pemeriksaan

13. Muskuloskeletal
Tak Tl. Bahu Siku Tangan Pinggul Lutut Kaki
ada Blkg
Deformitas √
Gerak terbatas √ √
Nyeri √

Benjolan / √
peradangan
Kesimpulan : Pada pasien terdapat keterbatasan gerak pada lutut
dan kaki, terutama saat berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari
karena merasa sedikit lemas

10
14. Neurologik / Psikologik
a. Status Mentalis :

Baik Terganggu
Orientasi
Orang √
Waktu √
Tempat √
Situasi √
Daya ingat
Sangat lampau √
Baru terjadi √
Ingat obyek stlh 5 menit √
segera (mengulang)

Kuisioner pendek / portable tentang Status Mental :

Betul Salah
Tanggal berapakah hari ini ? √
Hari apakah hari ini ? √
Apakah nama tempat ini ? √
Berapakah nomor telpon rumah anda ? √
Berapakah usia anda ? √
Kapankah anda lahir (tgl/bln/thn) ? √
Siapa nama gubernur sekarang ? √
Nama gubernur sebelum ini ? √
Nama ibumu sebelum menikah ? √
20 dikurang 3 dan seterusnya √
Jumlah kesalahan

0–2 kesalahan : Baik


3–4 kesalahan : Gangguan intelek ringan
5–7 kesalahan : Gangguan intelek sedang
7 – 10 kesalahan : Gangguan intelek berat
Kesimpulan : Tidak terdapat kesalahan dalam menjawab kuesioner, maka
Disimpulkan tidak adanya gangguan intelek pada pasien

11
b. Perasaan hati / afeksi : Baik

c. Umum
Normal Abnormal (jelaskan)
Saraf otak
Motorik : - kekuatan √
- tonus √
Sensorik : - tajam √
- raba √
- getaran √
Refleks
Sereblar : - jari ke hidung √
- Tumit ke ujung kaki √
- Romberg √
Gerak langkah √
Keterangan : gerak langkah pasien tidak lancar, terdapat kelemahan pada
kaki kanan sehingga pasien tampak menyeret kaki kanan
d. Tanda-tanda lain
Ya Tidak Bila Ya, jelaskan
Tremor saat istirahat √
Regiditas cogwebell √
Bradikinesia √
Tremor intens √
Gerakan tak sadar √
Refleks patologis √

e. Skrining Resiko Jatuh Pasien


Merupakan suatu alat untuk memperkirakan risiko jatuh yang dimiliki
seseorang. Klasifikasi : risiko rendah, terdapat peningkatan risiko jatuh. Semua
pasien geriatri yang dirawat di rumah sakit maupun yang berada di rumah harus
menjalani skri risiko jatuh, dan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Skrining
ini juga dilakukan pada pasien yang mengalami perubahan kondisi / status
kesehatan / fungsionalnya. Alat skrining yang telah diakui dan sering digunakan
di banyak rumah sakit adalah Ontario Modified STRATIFY (Sydney
Scoring).Alat skrining ini merupakan modifikasi dari Sir Thomas Risk
Assessment Tool in Falling Elderly In-patients (STRATIFY). Berikut ini
disajikan tabel mengenai Sydney Scoring.

12
Pada pasien ini setelah dilakukan skrining resiko jatuh, pasien berada di
resiko rendah.

C. PEMERIKSAAN TAMBAHAN

Pemeriksaan penunjang tidak dilakukan pada pasien ini.

13
D. DAFTAR MASALAH & RENCANA PENANGANAN

Tanggal Indikator Problem/ Perencanaan Pendekatan Komprehensif Indikator


diagnostik

1. Memberikan informasi dan edukasi mengenai


kondisi yang dialami pasien. Informasi yang
diberikan mengenai gejala, penyebab, faktor
1. Tangan dan kaki risiko serta dampak dari hipertensi
kanan bengkak dan 2. Edukasi yang diberikan berupa anjuran
30 April lemas supaya pasien tetap melakukan aktifitas 1. Tekanan darah pasien normal
2019 2. Keterbatasan gerak sehari-hari, olahraga, menjaga berat badan, 2. Bengkak dan rasa lemas di ekstremitas
pada kaki dan lutut dan mengkonsumsi obat anti hipertensi untuk kanan berkurang
3. BMI 24,6 (Normal) mengontrol tekanan darah pasien, serta 3. Berat badan dan BMI pasien stabil
4. Diagnosis: mengurangi konsumsi garam untuk
Hipertensi mengurangi bengkak

Rencana Pengobatan: Amlodipin 1x5mg


(lanjutkan)

14
Tanggal Indikator Problem/ Perencanaan Pendekatan Komprehensif Indikator
diagnostik
7 Mei 1. Tes penapisan depresi 1. Membangun kepercayaan diri pasien 1. Pasien semakin percaya diri dan hidup lebih
2019 pada geriatri dengan bahwa dirinya dapat tetap hidup Produktif
GDS (geriatric produktif 2. Pasien memiliki daya ingat yang kuat dan
depression score)→ 2. Melakukan pemantauan ada tidaknya tanda-tanda penurunan fungsi kognitif
Pada pasien tidak ada tanda-tanda depresi pada pasien dengan membaik
tanda-tanda depresi. tes GDS, dan ada tidaknya penurunan 3. Pasien mengonsumsi makanan sesuai
2. Tes status fungsi kognitif dengan tes MMSE secara tumpeng gizi seimbang
mental/kognitif dengan berkala (setiap kunjungan) 4. Pasien dapat menggunakan alat bantu
MMSE (mini mental 3. Meminta pasien/keluargnya untuk berjalan dengan benar
status examination) → menghubungi apabila terjadi perubahan
Pada pasien tidak suasana hati dan penurunan daya ingat
didapatkan tanda-tanda serta perubahan tingkah laku yang
penurunan fungsi signifikan
kognitif 4. Penyuluhan tentang Tumpeng gizi
3. Ketidakseimbang seimbang
nutrisi 5. Penyuluhan dan pelatihan cara berjalan
dengan bantuan tongkat penyangga

15
Tanggal Indikator Problem/ Perencanaan Pendekatan Komprehensif Indikator
diagnostik
14 Mei 1. Tes keterbatasan 1. Memberikan edukasi kepada keluarga 1. Pasien rutin menggunakan tongkat untuk
2019 fungsional → pada pasien bahwa pasien perlu dipantau dalam membantu aktivitas sehari-hari
pasien terdapat melakukan aktivitasnya sehari-hari, dan 2. Keluarga ikut membantu pasien dalam
beberapa care giver untuk dapat membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari khususnya
keterbatasan melakukan kegiatan sehari-hari pekerjaan sedang dan berat
fungsional, seperti 2. Memberikan saran kepada keluarga pasien 3. Pasien rutin melakukan peregangan pada
dalam melakukan untuk mengingatkan pasien untuk kaki dan tangan.
pekerjaan sedang memakai tongkat kepada pasien agar
dan berat mempermudah pasien dalam beraktivitas
(contoh: berjalan) dan mengurangi beban
berat badan pasien, mengingat terdapatnya
keterbatasan pasien dalam melakukan
pekerjaan sedang hingga berat
3. Memberikan pelatihan pada pasien tentang
peregangan pada kaki dan tangan.

16
E. Laporan Lanjutan
Seorang laki-laki, Tn. E, berusia 64 tahun, mengeluh bengkak pada tangan dan
kaki kanan sejak dua tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Selain
itu pasien juga mengeluh tangan dan kaki kanan juga kadang terasa lemas,
sehingga pasien menggunakan tongkat untuk berjalan. Untuk pekerjaan sehari-hari,
pasien masih bisa melakukan aktivitas ringan dengan tangannya, seperti
mengangkat benda-benda ringan, membuka pintu, mengambil barang-barang yang
ringan. Pasien mengaku tangan dan kaki kanannya lemas sejak 2 tahun yang lalu.
Pada tahun 2017 pasien tiba-tiba merasakan lemas pada tangan dan kaki kanannya
saat bangun pagi. Pasien langsung dibawa ke RS dan diberi obat. Keesokan harinya
pasien sudah boleh pulang dan baik-baik saja sampai hari ini.
Pasien menyangkal adanya nyeri kepala, kesemutan, kehilangan sensasi pada
anggota gerak, demam, nyeri pada anggota gerak, mual dan muntah. Nafsu makan
serta asupan cairan masih baik. Untuk konsumsi air mineral pasien biasa ,
mengonsumsi ±1,5 liter per hari. Tidak ada keluhan pada BAK dan BAB.
Dari anamnesis dapat ditarik faktor risiko yang dimiliki oleh pasien untuk
menderita serangan stroke yaitu usia lansia (pasien 64 tahun), riwayat hipertensi,
kelemahan pada ekstremitas sisi kanan. Dari pemeriksaan status mental tidak
didapatkan gangguan intelektual dan memori, orientasi orang dan aktivitas sehari-
hari baik. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90mmHg,
adanya keterbatasan gerak pada lutut, kaki serta tangan yang disertai juga dengan
rasa lemas. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan hipotesis
masalah adalah sebagai berikut Hemiparesis dextra dan hipertensi.

17
Daftar Masalah
Tanggal Masalah Kegiatan Tempat

Follow up 1. Ketidakseimb a. Melakukan anamnesis dan Rumah pasien


kunjungan angan nutrisi pemeriksaan fisik, mengedukasi
ke-2 pasien mengenai masalah kesehatan
2. Kaki dan yang dialami pasien.
7 Mei 2014 tangan kanan b. Anamnesis: pasien masih merasakan
terasa lemas lemas pada tangan dan kaki kanan
25 dan sedikit c. PF: tekanan darah 140/90 mmHg.
u bengkak d. Menganjurkan pasien untuk
meminum obat dengan benar dan
tepat sesuai dengan anjuran dokter,
baik dosis maupun waktu minum
obat.
e. Mengedukasi pasien dan caregiver
mengenai akibat dari hipertensi,
serta edukasi pola makan pasien
tentang tumpeng gizi seimbang
f. Edukasi kepada keluarga untuk
membawa pasien berobat rutin ke
Puskesmas agar penyakitnya dapat
dievaluasi dan diberikan obat
g. Memberikan pelatihan
menggunakan tongkat sebagai
penopang tubuh ketika berjalan dan
berpindah posisi
Follow up Kaki dan a. Melakukan anamnesis dan Rumah pasien
kunjungan tangan kanan pemeriksaan fisik lanjutan
ke-3 terasa lemas b. Anamnesis: Kaki dan tangan kanan
dan sedikit terasa lemas
14 Mei 2014 bengkak c. PF: TD 140/80 mmHg
d. Mengevaluasi kondisi kesehatan
pasien
e. Mengevaluasi hasil edukasi dan
instruksi yang telah dilakukan oleh
pasien
f. Memberikan pelatihan pada pasien
tentang peregangan pada kaki dan
tangan.

18
Rencana Perawatan Komprehensif / Terpadu
a. Melatih pasien untuk tetap aktif dan melakukan olahraga ringan. Melakukan
peregangan serta latihan untuk kekuatan kaki dan tangan yang terasa lemas.
b. Memotivasi pasien dan keluarga untuk rutin berobat dan kontrol kesehatan secara
berkala ke puskesmas.
c. Memotivasi pasien untuk meminum obat secara teratur dengan dosis yang tepat
sesuai anjuran dokter.
d. Memotivasi pasien untuk konsumsi makanan sesuai dengan tumpeng gizi
seimbang.
e. Melatih caregiver pasien untuk menyiapkan makanan sesuai dengan tumpeng gizi
seimbang.

19
LAMPIRAN 1 - FOTO KEGIATAN KUNJUNGAN

LAMPIRAN 2. THERA PUTTY EXERCISES

(Untuk melatih kekuatan otot tangan)

20
1

2
21
3
4

LAMPIRAN 3. TUMPENG GIZI SEIMBANG

22
LAMPIRAN 4 – ONTARIO MODIFIED STRATIFY - SYDNEY SCORING

23
24
Tanggal: 7 Mei 2019 Nama : Tn. E

Usia: 64 tahun

Rekam medik:

No Parameter Skrining  Jawaban Keterangan Nilai

1 Riwayat jatuh Apakah pasien datang ke rumah  Tidak Salah satu jawaban
  sakit karena jatuh? Ya = 6
 
Jika tidak, apakah pasien   Tidak
mengalami jatuh dalam 2 bulan
terakhir ini?

2 Status mental Apakah pasien delirium? (tidak   Tidak Salah satu jawaban
  dapat membuat keputusan, pola Ya = 14
  pikir tidak terorganisir,  
gangguan daya ingat)  

Apakah pasien disorientasi?   Tidak


(salah menyebutkan waktu,
tempat, atau orang)

Apakah pasien mengalami   Tidak


agitasi? (ketakutan, gelisah, dan
cemas)

3 Penglihatan Apakah pasien memakai  Tidak Salah satu jawaban


  kacamata? Ya = 1
   
Apakah pasien mengeluh adanya Tidak  
penglihatan buram?

Apakah pasien mempunyai Tidak


glaukoma, katarak, atau
degenerasi makula?

4 Kebiasaan Apakah terdapat perubahan  Tidak Ya = 2


berkemih perilaku berkemih? (frekuensi,
urgensi, inkontinensia, nokturia)

5 Transfer (dari Mandiri (boleh menggunakan 1 Jumlahkan nilai


  tempat tidur alat bantu jalan) transfer dan
  ke kursi dan mobilitas. Jika nilai
  kembali ke Memerlukan sedikit bantuan (1 1 total 0-3, maka
tempat tidur) orang) / dalam pengawasan skor = 0. jika nilai
total 4-6, maka
Memerlukan bantuan yang nyata -

25
  (2 orang) skor = 7
   
  Tidak dapat duduk dengan -  
seimbang, perlu bantuan total  
 
6 Mobilitas Mandiri (boleh menggunakan 1
 
    alat bantu jalan)
 
   
Berjalan dengan bantuan 1 orang -  
   
(verbal / fisik)

Menggunakan kursi roda -

Imobilisasi -

  Total skor : 0 (risiko rendah)

Keterangan skor:
0-5 = risiko rendah
6-16 = risiko sedang
17-30 = risiko tinggi

GERIATRIC GIANT

1. Imobilisasi
Pada pasien Tn E tidak ditemukan imobilisasi yaitu suatu keadaan tidak
bergerak/tirah baring selama 3 hari atau lebih. Pasien ini hanya mengalami

26
keterbatasan gerak saja. Karena pasien mengalami lemas pada tangan dan kaki
kanan.
2. Instability (Instabilitas Dan Jatuh)
Pasien tidak pernah mengalami jatuh. Namun pasien menggunakan tongkat
untuk membantunya berjalan. Lantai kamar mandi licin dan tidak ada pegangan,
sehingga dapt meningkatkan risiko jatuh.
3. Incontinence (Inkontinensia Urin Dan Alvi)
Pasien tidak memiliki Inkontinensia urin dan alvi Pasien dapat pergi ke
kamar mandi sendiri. Tidak BAK dan BAB sembarangan.
4. Intelectual Impairement (Gangguan Intelektual Seperti Demensia Dan
Delirium)
Pasien tidak memiliki Intelectual Impairement atau gangguan Intelektual
hal ini dibuktikan dari pasien masih mengingat namanya dan nama anak-anaknya
serta pasien mengetahui dia berada dimana. Serta pasien masing dapat mengingat
hari ini hari apa. Saat dilakukan pemeriksaan menggunakan kuesioner pendek
mengenai status mental tidak didapatkan gangguan intelektual.
5. Infection (infeksi)
Saat dilakukan anamnesis pasien tidak memiliki riwayat infeksi seperti
penyakit TB Paru dan penyakit paru lainnya disangkal. Serta penyakit non infeksi
seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung juga disangkal. Keluhan nyeri saat
BAK juga disangkal dan gejala-gejala infeksi seperti demam, kebingunan, adanya
penurunan nafsu makan tiba-tiba, dan adanya perubahan tingkah laku juga
disangkal.
6. Impairement of hearing, vision and smell (gangguan pendengaran,
penglihatan dan penciuman)
Gangguan pendengaran, gangguan pengelihatan dan gangguan pencuiman
disangkal oleh pasien. Karena saat dilakukan wawancara pasien masih dapat
mendengar dengan baik dengan cara pasien selalu menjawab pertayaan yang
diberikan. Dan pada gangguan pengelihatan juga pasien tidak memakai kacamata
serta masih dapat melihat jarak jauh dan saat dilakukan anamnesis pasien
menyangkal adanya bayangan kabut putih serta bayangan kabur juga disangkal.
7. Isolation (Depression)
Pasien tidak memiliki tanda-tanda Isolation (terisolasi) dan depresi. Hal ini
dibuktikan dari saat wawancara mengenai penapisan depresi pasien selalu

27
menjawab bahwa dia senang dengan hidupnya sekarang. Dia juga tinggal bersama
adik kandungnya. Dan adiknya juga sering mengajak ngobrol pasien serta anak
yang rumahnya tidak tinggal bersama pasien rutin mengunjungi pasien.
8. Inanition (malnutrisi)
Pada pasien ini tidak ditemukan malnutrisi hal ini dikarenakan pasien
makan makanan yang bergizi dan tidak memiliki gangguan makan seperti
anoreksia. Dan pasien tidak memiliki penurunan nafsu makan serta tidak memiliki
gangguan menelan.
9. Impecunity (kemiskinan)
Pasien sudah tidak bekerja dan hanya di rumah saja kegiatannya. Tetapi
untuk kehidupan sehari-hari dan keperluan pasien didapatkan dari biaya anaknya
dan pasien tidak memiliki tunjangan dari pensiunnya, karena dulu pasien bekerja
sebagai ahli kunci dan mabot masjid. Tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-
hari pasien masih merasa cukup karena masih mendapatkan biaya dan uang
tambahan dari anak-anaknya.
10. Iatrogenic
Iatrogenics (iatrogenesis), karakteristik yang khas dari pasien geriatri yaitu
multipatologik, seringkali menyebabkan pasien tersebut perlu mengkonsumsi obat
yang tidak sedikit jumlahnya. Pada pasien ini pasien hanya mengonsumsi satu
obat saja. Untuk keluhan sakit kuning disangkal oleh pasien dan keluarganya. Dan
keluhan BAK sakit atau gangguan ginjal disangkal juga oleh pasien dan
keluarganya.
11. Insomnia
Pasien dan keluarganya mengaku bahwa pasien tidak memiliki keluhan
mengenai kesulitan tidur
12. Immuno-defficiency (penurunan sistem kekebalan tubuh)
Pasien tidak mengalami Immuno-defficiency (penurunan sistem kekebalan
tubuh)

13. Impotence
Menurut pengakuan pasien, pasien tidak mengalami impotensi dan tidak
memiliki gangguan pada gairah seksual.
14. Irritable bowel

28
Pada pasien tidak ditemukan irritable bowel (usus besar yang sensitif-
mudah terangsang).

Sehingga dari penilaian Geriatric Giant dapat disimpulkan pasien mengalami


gangguan pada 2I yaitu Imobilisasi, Instability (Instabilitas Dan Jatuh).

RENCANA PENANGGULANGAN PADA MASALAH


GERIATRIC GIANT TN. E

1. Imobilisasi
Mengajarkan kepada pasien untuk melakukan gerakan-gerakan ringan seperti
peregangan pada tangan dan kaki agar anggota gerak tidak lemas.
2. Instability (Instabilitas Dan Jatuh)
Memberi masukan dan saran kepada keluarga pasien agar saat pasien kekamar
mandi diantarkan jangan biarkan pasien sendiri di kamar mandi, jika pasien
tidak ingin diantarkan, minta pasien agar tidak mengkunci kamar mandi, dan
membuat pegangan di sekitar kamar mandi serta ruangan di rumah. Pakai alat
bantu untuk jalan dan gunakan sandal yang tidak licin saat masuk ke kamar
mandi.

DAFTAR PUSTAKA

29
1. Tarigan AR, Lubis Z, Syarifah. Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Dukungan
Keluarga terhadap Diet Hipertensi di Desa Hulu Kecamatan Pancur Batu
Tahun 2016. J kesehatan 2008; 11(1): 9-17.
2. Chobanian AV et al. The Seventh Report of the Joint National Committee on
Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the
JNC 7 report. JAMA 2003 May 21;289(19):2560–72.

30