Anda di halaman 1dari 6

Dalam dunia psikologi, kecerdasan emosi bukan merupakan konsep yang baru, pengetahuan yang

mendalam tentang emosi sendiri menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan mengembangkan
kematangan emosi di diri. Emosi menjadi salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar atas sikap
manusia, hal itu dibarengi dengan dua aspek yang lain, yaitu adanya daya pikir (kognitif) dan
psikomotorik (konatif), biasanya emosi sering dikenal dengan aspek afektif, hal ini merupakan dari
penentuan sikap, yang menjadi salah satu predisposisi dari perilaku manusia.

Dalam setiap orang emosi menjadi cerminan bagi keadaan jiwanya, yang akan secara nyata terlihat
pada perubahan jasmaninya. Contoh apabila seseorang sedang diliputi perasaan emosi yang
berwujud marah, maka perubahan dalam jasmaninya, yaitu wajah mereka akan berubah merah,
nafasnya terburu-buru, otot pada tangan akan menegang, dan energi yang ada di dalam tubuh
memuncak. Emosi dikatakan sebagai keadaan jiwa yang dalam hal ini menampakkan suatu
perubahan yang jelas pada tubuh manusia, secara alamiah emosi manusia merupakan suatu
pembawa pesan dalam kehidupan dan emosi juga dapat sebagai pembangkit energi yang mampu
memberikan kekuatan untuk bergairah dalam kehidupan manusia.

Emosi diartikan sebagai dari reaksi terhadap situasi tertentu yang dilakukan oleh tubuh. Hal yang
biasanya memiliki kaitan dengan aktivitas berpikir (kognitif) seseorang, yaitu sifat dan intensitas dari
emosi, yang dikarenakan hasil dari persepsi akan situasi yang terjadi, ada beberapa hal yang menjadi
sumber emosi, yaitu:

1. Kualitas tidur
2. Kepribadian
3. Olahraga
4. Suasana hari dan waktu dalam sehari
5. Stress
6. Gender
7. Usia
8. Aktivitas sosial

Fungsi Emosi

Emosi dan rasa yang dimiliki oleh manusia, memiliki kegunaan untuk mewarnai hidupnya dengan
berbagai macam emosi dan perasaan. Akan sulit bagi manusia untuk hidup secara maksimal dengan
tanpa adanya emosi. Tanpa emosi, manusia bukan menjadi manusia, jika tanpa hal tersebut. Emosi
dan perasaan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, karena
sejatinya manusia memiliki emosi dan rasa.

Hal-hal tersebut akan dijelaskan di bawah ini:

Pertama, bertahan hidup atau survival, yaitu emosi dijadikan sebagai sebagai sarana untuk
mempertahankan hidup. Dalam hal ini emosi dapat memberikan kekuatan manusia untuk
mempertahankan dirinya dari gangguan atau rintangan di hidupnya. Munculnya perasaan sayang,
cinta, marah, cemburu, dan benci, membuat manusia akan lebih menikmati dinamika kehidupannya
bersama orang lain.
 

Kedua, emosi sebagai pembangkit energi. Dalam kehidupan, emosi mampu memberikan semangat
atau motivasi dalam kehidupan kita. Misalnya, perasaan kasih sayang dan cinta. Akan tetapi, emosi
dapat pula memberikan dampak negatif yang akan berdampak pada suramnya kehidupan sehari-hari
dan hilangnya semangat. Misalnya, perasaan benci dan sedih.

Ketiga, emosi sebagai pembawa pesan. Biasanya, emosi mampu memberitahu bagaimana kondisi
orang-orang yang berada di sekitar kita terutama untuk orang-orang yang kita sayangi dan cintai,
sehingga mampu melakukan apa yang sesuai dengan perasaan yang dirasakan mereka saat itu, baik
dalam kondisi bahagia dengan ikut bahagia, maupun kondisi sedih dengan ikut berempati.

Dari penjelasan mengenai fungsi emosi tersebut, maka bisa ditarik suatu kesimpulan bahwa emosi
sangat penting bagi kehidupan, yang sangat memiliki peran dalam mendukung segala aktivitas yang
dilakukan manusia. Menggunakan emosi dalam situasi yang tepat akan mempengaruhi hasil dari
situasi tersebut. Jadi, ayo kita memahami tentang emosi dan fungsinya pada diri kita.

Penggolongan emosi

emosi secara umum terbagi menjadi dua yaitu emosi yang positif, dan emosi negatif.

Emosi positif ialah respon yang timbul akibat adanya stimulus atau rangsangan dalam konteks
hal yang positif, misalnya memperoleh kemenangan dari lomba karya ilmiah sehingga
memunculkan emosi senang atau gembira. Sedangkan, emosi negatif merupakan respon yang
timbul disebabkan dari stimulus atau rangsangan dalam konteks hal yang negatif seperti marah,
benci ataupun jijik. Maka dari itu, orang yang telah mengalami emosi negatif cinderung tingkah
lakunya tidak terkontrol.

Dari kedua jenis emosi itu tentunya memberikan dampak pada diri kita yang mungkin saja kita
tidak dapat merasakannya secara langsung. Namun, alangkah baiknya jika kita dapat
mengontrol atau mengendalikan emosi yang sedang kita rasakan, agar tidak memberikan
dampak yang buruk pada kita nantinya.

Dalam hal ini, emosi yang patut diberikan perhatian yang lebih ialah emosi negatif, karena saat
kita mengalami emosi yang negatif tentunya tingkah laku kita mulai berubah bahkan sulit untuk
dikendalikan, seperti dapat munculnya tindakan marah berlebihan, mengurung diri, melukai diri
sendiri atau orang lain, dan juga dapat mengganggu suasana hati sehingga membuat kita
mudah merasa cemas bahkan stress.

Dalam memahami emosi, ada empat penggolongan emosi dasar, yaitu:

1. Emosi Senang
Hal ini merupakan emosi yang memberikan gambaran tentang rasa senang yang dialami oleh
seseorang, hal ini terjadi dari bermacam-macam jenis perasaan senang, yaitu: bahagia, gembira,
cinta, dan riang.

2. Emosi Sedih

Emosi ini memiliki gambaran mengenai perasaan yang tidak senang yang dialami oleh seseorang
dalam menghadapi suatu kondisi tertentu. Macam-macam perasaan dalam kondisi ini, yaitu malu,
hampa, kecewa, dan duka.

3. Emosi Takut

Hal ini merupakan kondisi yang mana ada gambaran rasa tidak senang yang dijalani oleh seseorang,
baik itu terhadap hal yang berasal dari luar diri maupun yang ada di dalam diri sendiri. Untuk emosi
rasa takut yang berasal dari hal di luar diri misalnya takut akan perampok, takut pada hewan buas,
dan begal. Sedangkan, untuk perasaan takut yang berasal dari hal yang ada dalam diri sendiri,
misalnya takut tidak naik kelas, takut untuk mencoba dan lain-lain..

Emosi Marah.

Dalam emosi marah terdapat gambaran mengenai perasaan terhadap sesuatu suatu objek, misalnya
keadaan lingkungan, hubungan sosial, perilaku orang, dan peristiwa. Berbagai emosi yang sejenis ini
berasal dari masing-masing emosi dasar dan hal ini tidak yang bersifat universal, tidak bersifat
khusus, yang dalam pengertiannya bahwa katas emosi hanya ada di dalam suatu golongan atau
kelompok tertentu saja yang sesuai dengan budaya golongan atau kelompok tertentu.

Karakteristik Emosi

Dalam bentuknya emosi mempunyai suatu karakteristik. Karakteristik tersebut antara lain, yaitu:

Temperamen atau kepribadian, proses epigenetik, evolusi budaya merupakan hal-hal yang dapat
mempengaruhi emosi. Dalam hal ini membuat emosi tanggap akan rangsangan yang berlaku.

Proses bio-evolusi merupakan asal muasal dari emosi.

Awalnya emosi diaktifkan oleh sebuah rangkaian dari proses persepsi yang sederhana.

Apabila emosi merupakan urutan yang pertama, maka emosi memiliki regulasi yang khas untuk
memandu tindakan dan kognisi.

Fase dari proses neurobiologis merupakan komponen dari motivasi dan komponen perasaan yang
unik dan khas.
Emosi pada dasarnya menyiapkan sumber untuk terus-menerus memotivasi dan memberikan
informasi yang menjadi panduan dalam kognisi dan tindakan bekerja.

Bentuk-Bentuk dari Emosi

Emosi merupakan suatu hal yang mampu berkembang pada diri. Dari kalian anak-anak hingga
tumbuh dewasa. Ketika masih anak-anak kita memiliki 3 emosi dasar. Menurut Watson (Sobur,
2003:428), dia mengungkapkan bahwa sebenarnya pada dasarnya, manusia memiliki tiga bentuk
emosi dasar, yaitu:

Fear, emosi ini akan berkembang menjadi kecemasan atau anxiety.

Rage, emosi ini kelak akan berkembang menjadi emosi marah atau anger.

Love, emosi ini yang kedepannya akan berkembang menjadi emosi simpati.

Nah, dalam penjabaran lebih mendalamnya, Syamsudin (2004:114) telah menggolongkan bentuk-
bentuk emosi ke dalam beberapa golongan sebagai berikut, antara lain:

Malu dengan adanya perasaan hancur lebur, adanya aib, hina, kesal hati, malu hati, bersalah, dan
sesal.Jengkel : hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka, mau muntah.

Jengkel memiliki perasaan di dalamnya seperti perasaan mau muntah, tidak suka, benci, mual, jijik,
hina, dan muak. Terkejut : terkejut, terkesiap, takjub, terpana.

Terkejut dengan adanya perasaan terpana, takjub, terkesiap di dalamnya.

Cinta ada perasaan kasih, kasmaran, hormat, bakti, kedekatan, kebaikan hati, kepercayaan,
persahabatan, dan penerimaan.

Kenikmatan dengan perasaan kegirangan luar biasa, rasa puas, rasa terpenuhi,  rasa terpesona,
terhibur, gembira, bangga, gembira, puas, riang, bahagia ringan, dan senang.

Rasa takut di dalamnya terdapat adanya perasaan panik, fobia, ngeri, sedih, waspada, tidak tenang,
was-was, gugup, takut, dan cemas.

Kesedihan dengan adanya perasaan depresi, ditolak, kesepian, melankolis, muram, dan pedih.

Marah, di dalamnya terdapat perasaan bermusuhan, tersinggung, rasa pahit, berang, terganggu,
kesal hati, jengkel, marah besar, benci, mengamuk dan beringas.

Dampak Emosi Positif 

Dalam dampak ini yang biasanya terjadi pada diri manusia berwujud pada perasaan bahagia, ceria,
damai, senang, dan adanya rasa syukur. Hal ini biasanya menjelaskan sebuah evaluasi diri atau
perasaan yang menyenangkan dan menguntungkan.

Dampak Emosi Negatif 


Dampak dari emosi negatif biasanya perasaan menangis, marah, kecewa, sedih, benci, dan lain-lain.
Biasanya emosi ini menunjukkan sebuah evaluasi diri atau adanya perasaan yang merugikan.

Memahami tentang seluk beluk emosi membuat kita mampu mengontrol diri. Bagaimana emosi itu
muncul? Apa sebabnya? Pemahaman mulai dari pengertian hingga dampak dari emosi membuat
munculnya pengertian tentang emosi itu sendiri. Oleh karena itu, mengerti soal emosi sangatlah
penting untuk saat ini untuk memberikan dampak baik bagi diri kita dan adanya kemampuan kita
dalam mengontrol suatu emosi di dalam diri.

Emosi negatif ini sendiri juga tanpa kita sadari dapat merusak jiwa yang ada di dalam diri kita, pada
buku Overcoming Emotions That Destroy kamu dapat mempelajari bagaimana cara mengatasi emosi
negatif tersebut sehingga tidak menghancurkan diri.

Ekspresi wajah 

Ekspresi Emosi
Secara umum manifestasi emosi atau ekspresi emosi seseorang
dapat dilihat dari cara, yaitu:
1. kata-kata atau verbal
Ekspresi emosi marah seseorang dapat diobservasi dari kata-
kata atau verbal yang bersangkutan, misalnya nada suara yang
keras, atau nada keras disertai suara gemetar.
2. tingkah laku nonverbal
Indikator ekspresi emosi dapat dilihat tingkah laku nonverbal
yang bersangkutan seperti ekspresi wajah, gerakan-gerakan
tangan, napas, dan gerakan-gerakan tubuh lainnya. Ekspresi
emosi tersebut terjadi baik disadari maupun tidak disadari.

Pola-pola fisiologik tertentu akan berkaitan dengan emosi tertentu.


Orang yang sedang marah maka matanya melotot, mukanya merah
padam, pucat atau tangannya gemetar, tetapi hal tersebut tidak
berlaku secara universal. Artinya, tidak seluruh orang yang sedang
marah mengalami hal tersebut. Orang yang penegendalian dirinya
baik malahn tidak terlihat perilaku verbal dan nonverbal yang
mewujudkan dia sedang merah. Dalam kondisi stress kelenjar
adrenalin mengeluarkan hormone epinefrin dan norepinefrin.
Kedua hormone ini akan menambah tekanan darah dengan cara
epinefrin memengaruhi jantung, sedangkan norepinefrin akan
menyempitkan pembuluh darah sehingga secara tidak langsung
akan meningkatkan tekanan darah.