Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM IPA DI SD

KODE MK : PDGK 4107

TUTOR : MARIANINGSIH, S.Pd, M.Pd

JUDUL : SIMBIOSIS

YUNITA FITRIANTI
NIM 857136071

UPBJJ RAWAMANGUN, JAKARTA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2021
LEMBAR DATA

DATA MAHASISWA

Nama : Yunita Fitrianti


NIM/ID Lainnya : 857136071
Program Studi : PGSD –BI
Nama Sekolah : SDIT Gema Insan Mandiri

DATA TUTOR (PGSD)/INSTRUKTUR (PGSM)

Nama(Gelar) : Marianingsih, S.Pd., M.Pd.


Nip/Id Lainnya : -
Instansi Asal : SMK Taman Harapan
Nomor Hp : 081387784020
Alamat Email : marianingsih123@gmail.com
___________________________________

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Mahasiswa : Yunita Fitrianti


NIM : 857136071
Program Studi : PGSD -BI

Dengan ini menyatakan bahwa Laporan Kegiatan Praktikum ini merupakan hasil karya saya
sendiri dan saya tidak melakukan plagiarisme atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak
sesuai dengan etika yang berlaku dalam keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menerima
tindakan/sanksi yang diberikan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran
akademik dalam karya saya ini atau ada klaim atas karya saya ini.

Jakarta, 19 Oktober 2021


Yang membuat pernyataan

Yunita Fitrianti
SISTEMATIKA LAPORAN PRAKTIKUM IPA
DAN SKOR PER KOMPONEN PENILAIAN

LEMBAR DATA*

LEMBAR KESEDIAAN*

A. JUDUL PERCOBAAN
B. TUJUAN PERCOBAAN (SKOR ≤ 2)
C. ALAT DAN BAHAN (SKOR ≤ 2)
D. LANDASAN TEORI (SKOR ≤ 10)
E. PROSEDUR PERCOBAAN (SKOR ≤ 2)
F. HASIL PENGAMATAN (SKOR ≤ 30)
G. PERTANYAAN-PERTANYAAN (SKOR ≤ 15)
H. PEMBAHASAN (SKOR ≤ 15)
I. KESIMPULAN (SKOR ≤ 15)
J. DAFTAR PUSTAKA (SKOR ≤ 2)
K. KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN (skor ≤ 2)
L. FOTO/VIDEO PRAKTIKUM (SKOR ≤ 5)

*Lembar data dan Lembar Kesediaan tidak perlu ada di setiap LKP. Kedua lembar tersebut
hanya WAJIB ada di laporan seluruh praktikum/LKP.
A. Judul Percobaan Simbiosis

B. Tujuan Percobaan ini :

a. Mengidentifikasi simbiosis parasitisme di lingkungan sekitar


b. Mengidentifikasi simbiosis komensalisme di lingkungan sekitar
c. Mengidentifikasi simbiosis mutualisme di lingkungan sekitar

C. Alat dan bahan

 Alat tulis
 Lembar pengamatan
 Lingkungan sekitar

D. Landasan Teori

Hubungan khas dua makhluk hidup yang berbeda dinamakan simbiosis. Bennett, 1877 dalam
Kusumastuti, menjelaskan bahwa simbiosis memiliki interaksi antara spesies yang berbeda
antara sesama makhluk biologi berlangsung dalam waktu jangka panjang. Hubungan itu
tidak selamanya menguntungkan. Jika hubungan itu menimbulkan keuntungan bagi
keduanya, maka dinamakan simbiosis mutualisme. Jika hubungan itu hanya
menguntungkan salah satunya dan tidak merugikan yang lain disebut simbiosis
komensalisme. Namun, jika hubungan itu menguntungakan salah satunya dan merugikan
yang lain, dinamakan simbiosis parasitisme.

E. Prosedur Percobaan

1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.


2) Pergilah ke lingkungan sekitar tempat tinggal Anda, jika ada pergilah ke kebun atau hutan
terdekat
3) Amatilah makhluk hidup sekitar dan cobalah identifikasi beberapa simbiosis mutualisme,
simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme yang terjadi antara hewan dengan tumbuhan,
antara hewan dengan hewan; atau antara tumbuhan dengan tumbuhan.
4) Temukan setidaknya 5 hubungan yang terjadi.
5) Ambillah gambar atau foto makhluk hidup yang termasuk dalam salah satu simbiosis.
6) Tulislah hasil identifikasi Anda pada Lembar kerja.
7) Cobalah analisis makhluk hidup mana yang dirugikan dan mana yang diuntungkan.
8) Jenis keuntungan dan kerugian apa yang terjadi pada hubungan simbiosis tersebut
F. Hasil pengamatan

Tabel 1.7
Hasil pengamatan simbiosis parasitisme

No. Jenis Hubungan Pihak yang di rugikan Pihak yang diuntungkan


Parasitisme Jenis Jenis Kerugian Jenis mahluk Jenis Keuntungan
mahluk hidup
hidup
1 Kutu Putih Pohon Kutu putih Kutu Putih Mendapatkan
dengan tumbuhan Bidara mendapatkan makanan dari pohon
bidara makanan dari bidara
pohon bidara
sehingga membuat
pohon bidara mati.
2 Kutu dengan Kucing Darah kucing yang Kutu Kutu memperoleh
kucing diisap Kutu makanan dari
kucing yaitu
darahnya.
3 Benalu dengan Pohon Benalu mengambil Benalu Benalu
pohon jambu jambu bahan makanan menadapatkan
dari pohon jambu makan dari pohon
jambu
4 Hama pada daun Daun Hama Hama Hama mendapatkan
tumbuhan bayam tumbuhan mendapatkan makanan dari
bayam makanan tumbuhan bayam
Table 1.8
Hasil pengamatan simbisosis komensalisme

No. Jenis hubungan Pihak yang diuntungkan Jenis makhluk hidup


simbiosis Jenis makhluk hidup Jenis keuntungan yang tidak untung
dan rugi
1. Tumbuhan melon Tumbuhan Melon Mendapat tempat Pohon hias
dengan pohon tinggi untuk
hias memperoleh cahaya
matahari
2. Tumbuhan daun Tumbuhan Sirih Mendapat tempat Pohon mengkudu
sirih dengan tinggi untuk
pohon mengkudu memperoleh cahaya
matahari
3. Bunga Anggrek Bunga Anggrek Mendapat tempat Pohon mangga
pada pohon tinggi untuk
mangga memperoleh cahaya
matahari

Table 1.9
Hasil pengamatan simbisosis mutualisme

No. Jenis Hubungan Pihak I yang diuntungkan Pihak II yang diuntungkan


Simbiosis Jenis Jenis Keuntungan Jenis mahluk Jenis Keuntungan
mahluk hidup
hidup
1 Cacing tanah Cacing Mendapatkan daun Tumbuhan Mendapatkan unsur
dengan tumbuhan tanah yang berguguran hara yang dibuat
untuk makan oleh cacaing tanah
2. Bunga pada daun Bunga pada Membantu proses Lebah Mendapatkan nektar
bayam liar daun penyerbukan
dengan lebah bayam liar
G. Pertanyan-pertanyaan

1. Apakah hubungan kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan simbiosis


parasitisme? Jelaskan !
Jawab : Hubungan antara kutu anjing dan anjing merupakan hubungan parasitisme,
karena kutu anjing diuntungkan dengan cara menghisap darah anjing. Sedangkan anjing
dirugikan karena darahnya berkurang dan menderita gatal-gatal (penyakit kulit).

2. Diantara hubungan parasitisme yang anda temukan, adakah yang menyebabkan


kematian pada inangnya? Jelaskan !
Jawab : Pada hubungan di atas ada hubungan yang dapat mengakibatkan kematian
pada inangnya contohnya seperti kutu putih dengan pohon bidara, kutu putih menyerap
sari-sari makanan dari pohon bidara selangkah demi selangka pohon bidara mengering
dan akhirnya kutu putih ini menyebabkan pohon bidara mati.

H. Pembahasan

I. Simbiosis Parasitisme
Tabel 1.7 menunjukkan adanya hubungan parasitisme antara dua makhluk hidup.
Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup dimana yang satu pihak dirugikan dan
pihak yang lain diuntungkan. Adanya simbiosis parasitisme sangat diperlukan guna
menjaga kelangsungan hidup organisme didalam suatu ekosistem.
Hubungan antara kutu putih pada pohon bidara yaitu kutu putih mendapatkan
keuntungan dikarenakan ia mendapat makanan dengan cara menghisap sari-sari makanan
dari pohon bidara. Sedangkan pada pohon bidara rugi, pohon bidara selangkah demi
selangkah pohon bidara mengering dan lama kelamaan menjadi mati.
Selanjutnya pola interaksi kutu pada kucing yaitu kutu memperoleh keuntungan
dikarenakan ia mendapat makanan dengan cara menghisap darah dari kulit kucing.
Sedangkan kucing rugi, kucing merasa dirugikan karena dihisap darahnya. Selain itu
kehadiran kutu sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman pada
kucing.
Kemudian, pola hubungan interaksi benalu dan inangnya yaitu pohon jambu juga
termasuk salah satu contoh simbiosis parasitisme. Benalu sesungguhnya memiliki klorofil
dan dapat melakukan proses fotosintesis secara mandiri. Namun ia mengambil sari-sari
makanan yang berasal dari pohon jambu. Hal ini mengingat benalu tak punyai akses akar
yang menuju ke tanah. Tumbuhan inang seperti pohon jambu dirugikan sebab separuh dari
hasil penyerapan akar digunakan untuk perkembangan tanaman benalu dan menyebabkan
pohon jambu mengalami kerugian sehingga ketika panen pohan jambu buahnya agak
berkurang jumlahnya bahkan tak jarang menyebabkan pohon jambu tidak berbuah.
Selanjutnya, contoh dari simbiosis parasitisme yang terakhir adalah hama pada daun
tumbuhan bayam. Hama tersebut mendapatkan makanan dari daun tumbuhan bayam,
sehingga menyebabkan tumbuhan bayam mengalami kerugian pada daunya, hal ini dapat
dilihat dari daun tumbuhan bayam yang bolong-bolong.

II. Simbisosi Komensalisme


Pengamatan pada table. 1.8 memperlihatkan adanya simbiosis komensalisme. Pada
simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis
yang satu mendapatkan keuntungan dan yang lain tidak dirugikan. Contoh simbiosis
komensalisme adalah tanaman melon dan pohon hias. Tanaman melon menempel pada
pohon hias, tetapi tidak mengisap makanan dari pohon hias yang ditempelinya, karena
tumbuhan melon dapat membuat makanan nya sendiri. Sama halnya seperti tanaman daun
sirih pada pohon mengkudu, tanaman siri hanya menempel dan hanya membutuhkan
tempat yang tinggi untuk mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk berfotosintesis.
Contoh simbiosis komensalisme yang lain adalah tumbuhan Anggrek dengan pohon
mangga. Tumbuhan bunga Anggrek hanya menepel pada pohon mangga dan tidak
mengambil makanan dari pohon mangga.

III. Simbiosis Mutualisme

Pengamatan pada table. 1.9 menunjukan adanya simbiosis Mutualisme. Simbiosis Mutualisme
adalah hubungan dua makhluk hidup berbeda jenis yang saling menguntungkan. Contohnya
hubungan antara cacing tanah dengan tumbuhan. Cacing tanah memakan humus dalam tanah, dan
kemudian mengubah humus itu menjadi unsur hara, hal ini sangat baik untuk tanah. Tanah yang
bercampur dengan kotoran cacing memberikan banyak manfaat bagi tanaman, sedangkan cacing
mendapatkan daun kering yang berguguran kemudian membusuk untuk makanan. Contoh yang
selanjutnya pada simbiosis mutualisme adalah lebah yang dapat membantu proses penyerbukan pada
bunga supaya lebih maksimal. Saat lebah sedang mencari makanan dan hinggap di atas bunga, maka
secara tidak langsung lebah juga membantu proses penyerbukan pada bunga dan lebah
mendapatkan nektar. Adanya lebah ini sangat memudahkan proses penyerbukan yang terjadi pada
bunga. Sehingga hubungan antara kedua makhluk hidup ini saling menguntungkan satu sama lain.
J. Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa :


Hubungan khas dua makhluk hidup yang berbeda dinamakan dengan simbiosis. Simbiosis ini
dibedakan menjadi tiga yaitu :
I. Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang berbeda
dimana pihak yang satu mendapat untung dan merugikan pihak yang lain. Simbiosis
parasitisme berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditumpanginya. Namun parasit
tidak akan membunuh tumbuhan inanngya ( tumbuhan yang ditumpanginya ) karena
kalau inangnya mati, maka parasitnya juga akan mati karena kekurangan makanan.

II. Simbiosis komensalisme adalah dua spesies makhluk hidup dimana yang satu
diuntungkan, sedangkan yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan. Simbiosis
komensalisme ini juga dapat berpengaruh buruk bagi tumbuhan yang ditumpanginya
jika terjadi terus – menerus karena dapat menghambat pertumbuhan atau berkurangnya
produktivitas tumbuhan inangnya.

III. Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang hidup bersama
dan saling menguntungkan satu sama lain.

K. Daftar Pustaka

References
Azam, M. (2015). Akrab dengan Dunia IPA. Solo: Platinum.

Rumanta, M. (2019). Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka .

Kusumastuti - 2012 - digilib.uns.ac.id

L. Kesuliatan yang dialami :

Untuk mendapatkan gambar atau foto lebah pada bunga tumbuhan bayam liar dalam
hubungan simsiosis mutualisme karena lebah cenderung bergerak / terbang jika didekati.
M. Foto SIMBISOSIS PARASITISME

Kutu putih dengan pohon bidara Kutu pada kucing

Benalu pada pohon jambu Hama pada daun tumbuhan bayam

Foto Simbiosis Komensalisme


Tumbuhan melon pada tumbuhan hias Bunga Anggrek pada pohon mangga

Tumbuhan sirih pada pohon mengkudu

Foto Simbiosis Mutualisme


Cacing tanah dengan tumbuhan Kumbang dengan putih bunga daun
bayam

Kutu putih dengan pohon bidara Kutu pada kucing