Anda di halaman 1dari 1

2. Perkembangan ilmu pengetahuan logika.

Ilmu logika berawal di zaman Yunani yang disusun oleh Aristoteles (384-322 SM)
sebagai sebuah ilmu tentang hukum-hukum berpikir guna memelihara jalan pikiran
dari setiap kesalahan, logika yang membimbing dan menuntun seseorang supaya
berpikir teliti. Aristoteles memiliki seorang murid yakni Theoprastus (371-287 SM)
yang telah menyumbangkan penafsirannya tentang pengertian yang mungkin dan
juga tentang sebuah sifat asasi dari setiap kesimpulan. Logika mencapai puncaknya
pada tulisan kaum Stoik dan Megaria. Aliran ini didirikan oleh Euclid, salah satu
murid Sokrates (3 SM). Pada masa Porphyrius (233-306 M), tercatat ada
sumbangan terbesar yaitu Eisagoge sebagai pengantar Categoriae yang membahas
mengenai lingkungan-lingkungan zat dan sifat di alam yang biasa disebut klasifikasi.
Manlius Severinus Boethius (480-524 M) yang telah menyalin logika dari bahas Grik
ke dalam bahasa latin, yang di dalamnya termasuk ke dalam bagian "bab-bab
terlarang".