Anda di halaman 1dari 20

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN DAN

LEVERAGE TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN

ARTIKEL ILMIAH

Oleh :

ANNISA RIZKI
2013310339

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

SURABAYA

2017
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN DAN
LEVERAGE TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN

ARTIKEL ILMIAH

Oleh :

ANNISA RIZKI
2013310339

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

SURABAYA

2017
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN DAN LEVERAGE
TERHADAP KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN

Annisa Rizki
STIE Perbanas Surabaya
Email : 2013310339@students.perbanas.ac.id

Diah Ekaningtias
STIE Perbanas Surabaya
Email : diah_eka@perbanas.ac.id
Jl. Wonorejo Utara 16, Rungkut, Surabaya – 60926, Indonesia

ABSTRACT

Financial reporting quality is important for interested parties because financial


reporting includes financial information and other specific information that may influence
the decision-making. The purposive of the research is to find out the effect of firm size, firm
age and leverage on financial reporting quality in service companies registered in Indonesia
Stock Exchange in the period of 2012-2014. The method of data collection is using purposive
sampling method, so that 162 sample will be acquired. This research measures the quality of
financial reporting based on real earning management activity. Type of data is secondary
data and the analysis of the data used in this research is multiple regression analysis. The
result showed that firm size and leverage have a significant effect on the quality of financial
reporting while firm age does not have a significant effect on the quality of financial
reporting.

Keywords : financial reporting quality, firm size, firm age, leverage

PENDAHULUAN panjang (Cahyo, 2016). Oleh karena itu,


perusahaan dituntut untuk menyajikan
Permasalahan perekonomian global suatu pelaporan yang memiliki kualitas
yang melanda negara maju seperti sehingga dapat digunakan untuk
lambatnya penyelesai krisis zona euro, pengambilan keputusan.
masalah fiskal Amerika Serikat Konsep Statement of Financial
berpengaruh terhadap perekonomian Accounting Concepts (SFAC) No. 8
negara berkembang, salah satunya menjelaskan bahwa tujuan pelaporan
Indonesia. Kondisi perekonomian keuangan adalah memberikan gambaran
Indonesia menjadi tidak stabil. bahwa angka tidak hanya sekedar
Ketidakstabilan ekonomi ini berdampak mewakili nilai perusahaan akan tetapi
pada kegiatan yang dilakukan oleh mengungkapkan informasi yang berguna
perusahaan yang dapat diatasi dengan untuk pengambilan keputusan seperti
merencanakan dan menentukan kebijakan penerimaan kas masa depan, sumber daya
yang sesuai untuk kondisi perusahaan baik ekonomi dan informasi tidak langsung
dalam jangka pendek maupun jangka lainnya. SFAC No. 8 menyebutkan bahwa

1
pelaporan keuangan yang baik adalah Umur perusahaan (age) menunjukan
pelaporan yang relevan dan dapat berapa lama kelangsungan usaha
dipercaya. perusahaan sejak awal perusahaan tersebut
Pada tahun 2006, ada kasus yang berdiri (Linda dan Erline, 2012). Lucia
terkait dengan kualitas pelaporan (2015) menemukan bahwa umur
keuangan. PT. Kereta Api Indonesia perusahaan memiliki pengaruh positif
diduga melakukan manipulasi data signifikan terhadap kualitas pelaporan
keuangan perusahaan dimana seharusnya keuangan. Semakin lama operasi dari
perusahaan mengalami kerugian, akan suatu perusahaan berarti perusahaan
tetapi perusahaan melaporkan adanya terbukti mampu bersaing dan bertahan
penerimaan laba. Kasus PT. KAI akan dalam kondisi ekonomi apapun dan
berdampak pada pengambilan keputusan memiliki kualitas informasi pelaporan
yang akan dilakukan oleh berbagai pihak keuangan yang semakin baik (Lucia,
sehingga informasi mengenai faktor 2015:194). Hasil penelitian Diptarina dan
kualitas pelaporan keuangan sangat Sri (2015) menemukan bahwa umur
diperlukan. perusahaan tidak berpengaruh terhadap
Kualitas dari suatu pelaporan kualitas pelaporan keuangan.
keuangan berguna bagi para pengguna Leverage merupakan seberapa jauh
laporan keuangan yaitu pihak internal dan asset perusahaan dibiayai oleh utang.
eksternal sebagai alat penentuan dalam Ulfah (2016) menemukan bahwa leverage
pengambilan keputusan (Hendriksen dan berpengaruh terhadap kualitas pelaporan
Breda, 2000). Kualitas pelaporan keuangan begitu juga hasil penelitian
keuangan sebagai presisi pelaporan Diptarina dan Sri (2015). Semakin besar
keuangan dalam menyampaikan informasi leverage perusahaan maka kualitas
mengenai operasi perusahaan, khususnya pelaporan keuangannya semakin baik
arus kas yang diharapkan dan (Lucia, 2015). Rakhmi dan Soedjatmiko
menginformasikan ekuitas para investor. (2013) dan Lucia (2015) menemukan
Hasil penelitian terdahulu menemukan bahwa leverage tidak memiliki pengaruh
bahwa ada beberapa faktor yang terhadap kualitas pelaporan keuangan.
mempengaruhi kualitas pelaporan Kesenjangan hasil diantara beberapa
keuangan antara lain struktur kepemilikan, penelitian terdahulu penting untuk
ukuran perusahaan, kualitas audit, umur dilakukan penelitian agar memperoleh
perusahaan, likuiditas, leverage, informasi faktor apa saja yang
pertumbuhan ekonomi, siklus operasi, dan mempengaruhi kualitas pelaporan
sebagainya (Zaenal, 2009). keuangan. Motivasi dilakukannya
Ukuran perusahaan (size) merupakan penelitian adalah ingin mengkaji pengaruh
skala penentuan besar kecilnya suatu ukuran perusahaan, umur perusahaan dan
perusahaan (Poerwadarminta, 1983:13). leverage terhadap kualitas pelaporan
Lucia (2015) yang menyatakan bahwa keuangan. Berdasarkan pemaparan latar
ukuran perusahaan berpengaruh positif belakang yang telah dijelaskan maka
signifikan terhadap kualitas pelaporan penelitian yang akan dilakukan mengenai
keuangan perusahaan. Semakin besar “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur
perusahaan tersebut maka dapat dikatakan Perusahaan dan Leverage terhadap
bahwa akan semakin baik pula kualitas Kualitas Pelaporan Keuangan”
pelaporan keuangannya (Rakhmi dan
Soedjatmiko, 2013). Widi dan Elisabet
(2010) menemukan bahwa ukuran
perusahaan tidak berpengaruh terhadap
kualitas pelaporan keuangan.

2
RERANGKA TEORITIS YANG operasi yang dapat diprediksi lebih baik,
DIPAKAI DAN HIPOTESIS sehingga dapat menyebabkan kesalahan
Signaling Theory (Teori Sinyal) estimasi yang ditimbulkan lebih kecil.
Teori sinyal (signaling theory)
berkaitan dengan asumsi bahwa informasi Umur Perusahaan
yang diterima oleh masing-masing pihak Umur dari suatu perusahaan (age)
tidak sama yaitu menunjukan adanya adalah jangka waktu atau lamanya suatu
asimetri informasi (Spence, 2002 dalam perusahaan itu beroperasi atau melakukan
Connelly et al. 2011). Jama’an (2008) kegiatan usahanya sejak perusahaan
menjelaskan bahwa signaling theory tersebut berdiri atau sejak adanya surat
membahas tentang bagaimana seharusnya pengesahan perusahaan (Sri, 2014). Ketika
perusahaan memberikan signal kepada perusahaan telah lama beroperasi, maka
pengguna laporan keuangan. Signal dapat perusahaan dianggap telah mempunyai
berupa informasi mengenai apa yang strategi dan pilihan kebijakan yang tepat
sudah manajemen lakukan untuk dan kuat untuk mengatasi masalah dan
mewujudkan keinginan pemilik dan hambatan yang ada agar dapat bertahan
berupa promosi atau informasi lain yang dengan berbagai keadaan ekonomi yang
menyatakan bahwa perusahaan lebih baik terjadi. Gu et al. (2002) berpendapat
daripada perusahaan lainnya. bahwa perusahaan yang telah beroperasi
lama memungkinkan berada dalam
Kualitas Pelaporan Keuangan keadaan operasi dan kinerja keuangan
Biddle et al. (2009) mendefinisikan yang kokoh.
kualitas pelaporan keuangan sebagai
presisi pelaporan keuangan dalam Leverage
menyampaikan informasi mengenai Leverage merupakan salah satu alat
operasi perusahaan, khususnya arus kas ukur yang digunakan untuk melihat
yang diharapkan dan menginformasikan seberapa jauh asset perusahaan tersebut
ekuitas para investor. Kualitas pelaporan yang dibiayai oleh hutang atau pihak luar
keuangan merupakan suatu representasi atau menekankan pentingnya pendanaan
akurasi dari kinerja perusahaan secara utang dengan jalan menunjukan presentase
keseluruhan yang diwujudkan dalam asset perusahaan yang didukung oleh
reprentasi tertulis yaitu laporan keuangan utang (Sofyan, 2013). Investor sering
(Zaenal et al. 2009). Perusahaan dengan mengartikan leverage sebagai rasio antara
kebijakan kualitas pelaporan keuangan jumlah jaminan dan dana yang dipinjam
yang tinggi dapat mengurangi asimetri dimana untuk dialokasikan untuk trading.
informasi sehingga dapat membantu Adanya pemahaman mengenai rasio
manajemen dan investor dalam leverage maka posisi dari suatu
pengambilan keputusan (Cohen, 2004). perusahaan dan kewajiban yang bersifat
tetap kepada pihak lain dapat diketahui.
Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan tolok Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap
ukur yang dapat digunakan untuk Kualitas Pelaporan Keuangan
menentukan nilai perusahaan. Salah satu Ukuran perusahaan merupakan
faktor dalam memilih perusahaan yang informasi yang diungkapkan oleh
akan dijadikan pilihan untuk menanamkan perusahaan sebagai signal bagi investor
dana oleh investor adalah dengan melihat untuk pengambilan keputusan investasi.
ukuran dari suatu perusahaan (Andrianik, Kualitas pelaporan keuangan berguna
2012). Gu et al. (2002) berpendapat bahwa untuk menilai apakah informasi mengenai
perusahaan dengan ukuran yang besar ukuran perusahaan diungkapkan secara
cenderung akan memiliki kestabilan dan transparan atau tidak sehingga dapat

3
meminimalisir asimetri informasi. Puji signal baik bagi investor dalam
Asih (2014) berpendapat bahwa semakin pengambilan keputusan. Hal ini didukung
besar ukuran dari suatu perusahaan, maka oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh
perusahaan dianggap menyediakan Lucia (2015) bahwa perusahaan yang
informasi yang lebih banyak dan lengkap sudah beroperasi dengan cukup lama,
untuk para investasi dalam pengambilan maka akan memungkinkan manajemen
keputusan sehubungan dengan kegiatan memiliki keterampilan dan kemampuan
investasi. yang baik dalam proses pengumpulan,
Semakin besar perusahaan semakin pemrosesan dan menghasilkan informasi
tinggi tuntutan terhadap keterbukaan yang dibutuhkan oleh para investor.
informasi mengenai perusahaan (Lucia, Berdasarkan uraian dari gagasan yang ada
2015). Adanya tuntutan ini membuat maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai
perusahaan mengungkapkan informasi berikut :
lebih luas dan transparan sebagai signal H2 : Umur perusahaan berpengaruh
untuk pihak investor dalam pengambilan positif terhadap kualitas pelaporan
keputusan investasi sehingga kualitas keuangan.
pelaporan keuangan akan semakin
ditingkatkan dan asimetri informasi dapat Pengaruh Leverage terhadap Kualitas
dikurangi. Hal ini didukung oleh hasil Pelaporan Keuangan
penelitian Lucia (2015) menyatakan Fanuel, Otniel, dan Tobink
bahwa ukuran perusahaan berpengaruh (2008:596) menyebutkan bahwa leverage
positif terhadap kualitas pelaporan merupakan ukuran dari hutang terhadap
keuangan. Berdasarkan uraian yang telah kapitalisasi total suatu perusahaan.
dijelaskan maka hipotesis yang dapat Leverage yang diungkapkan oleh
dirumuskan adalah : perusahaan menciptakan signal bagi
H1 : Ukuran perusahaan berpengaruh investor untuk pengambilan keputusan
positif terhadap kualitas pelaporam investasi dengan melihat kualitas
keuangan. pelaporan keuangan perusahaan. Semakin
tinggi nilai leverage maka semakin besar
Pengaruh Umur Perusahaan terhadap jumlah asset perusahaan yang dibiayai
Kualitas Pelaporan Keuangan utang atau semakin kecil jumlah asset
Umur perusahaan merupakan yang dibiayai oleh modal.
informasi yang dipublikasikan oleh Jika rasio leverage yang dimiliki
perusahaan yang mempengaruhi perusahaan semakin tinggi maka
perubahan tingkat kualitas pelaporan perusahaan mempunyai kewajiban lebih
keuangan menjadi signal bagi investor untuk meningkatkan kualitas pelaporan
dalam pengambilan keputusan investasi. keuangannya dengan cara mengungkapkan
Kualitas pelaporan keuangan berkaitan informasi-informasi positif dan
erat dengan lamanya perusahaan menghasilkan laporan keuangan yang
beroperasi (Rakhmi dan Soedjatmiko, lebih lengkap dan transparan sebagai
2013). signal oleh perusahaan agar kinerja
Semakin lama usia dari suatu perusahaan mereka dinilai baik oleh para
perusahaan maka semakin lengkap investor sehingga para investor yakin
informasi yang diungkapkan dibandingkan menempatkan dana mereka pada
perusahaan yang baru berdiri karena perusahaan. Hal ini didukung oleh hasil
semakin rendah kesalahan yang dilakukan penelitian yang dilakukan oleh Diptarina
oleh pihak manajemen perusahaan maka dan Sri (2015) yang menyebutkan
kemungkinan perusahaan menghasilkan besarnya leverage suatu perusahaan
pelaporan keuangan yang berkualitas menyebabkan perusahaan berupaya
semakin tinggi sehingga akan menciptakan

4
meningkatkan kualitas pelaporan Kerangka pemikiran yang mendasari
keuangan. penelitian ini dapat digambarkan sebagai
H3 : Leverage berpengaruh positif berikut :
terhadap kualitas pelaporan
keuangan.

Ukuran Perusahaan

Kualitas Pelaporan
Umur Perusahaan Keuangan

Leverage

Gambar 1
Kerangka Pemikiran

METODE PENELITIAN Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012


sampai dengan tahun 2014 ada 319
Klasfikasi Sampel perusahaan, maka diperoleh sampel akhir
Populasi dalam penelitian adalah yang digunakan untuk pengujian adalah
seluruh perusahaan jasa yang terdaftar di sejumlah 162 perusahaan yang sesuai
Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012 dengan kriteria pemilihan sampel.
sampai tahun 2014. Populasi tersebut
dipilih karena sektor jasa merupakan Data Penelitian
bagian penting dalam penciptaan lapangan Penelitian ini mengambil sampel
pekerjaan nasional dan dunia (Direktorat penelitian pada perusahaan jasa yang
Perundingan Perdagangan Jasa, 2015). terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama
Sampel yang digunakan dalam periode 2012-2014. Data yang digunakan
penelitian diambil menggunakan teknik dalam penelitian ini adalah data kuantitatif
purposive sampling.dengan tujuan untuk yang berasal dari arsip-arsip laporan
mendapatkan sampel yang representative keuangan atau tahunan perusahaan. Data-
sesuai dengan kriteria sebagai berikut: (1) data tersebut dikumpulkan dari tahun 2010
Perusahaan jasa yang menerbitkan annual hingga tahun 2014. Data untuk ukuran
report secara lengkap per 31 Desember perusahaan dan umur perusahaan
2012 sampai dengan 2014 secara berturut- diperoleh dari Bursa Efek Indonesia yaitu
turut, (2) Perusahaan jasa yang www.idx.co.id, dan data umur perusahaan
menerbitkan laporan keuangan dengan diperoleh dari masing-masing website
menggunakan mata uang rupiah, (3) perusahaan.
Perusahaan jasa yang memiliki semua data
yang digunakan untuk menghitung Variabel Penelitian
variabel yang menjadi fokus penelitian. Variabel penelitian yang digunakan
Bersumber dari data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi variabel
di Indonesia Capital Market Directory dependen yaitu kualitas pelaporan
(ICMD), perusahaan jasa yang terdaftar di keuangan dan variabel independen terdiri

5
dari ukuran perusahaan, umur perusahaan perusahaan pada tahun t-
dan leverage. 1, dimana PRODt
merupakan harga pokok
Definisi Operasional Variabel penjualan tahun t
Kualitas Pelaporan Keuangan ditambah perubahan
Kualitas pelaporan keuangan adalah persediaan
representasi akurasi dari kinerja laporan DISEXPt/At-1 : Biaya penelitian dan
keuangan yang dibuat oleh perusahaan pengembangan ditambah
(Zaenal et al. 2008). Kualitas pelaporan biaya iklan ditambah
keuangan dapat diukur dengan manajemen biaya penjualan,
laba riil (real earnings management) administrasi, dan umum
karena campur tangan manajemen dalam perusahaan tahun t yang
proses pelaporan keuangan juga dilakukan diskala dengan total asset
melalui kegiatan operasional perusahaan, perusahaan tahun t-1
penggunaan manajemen laba akrual (1/A t-1) : Intersep yang diskala
cenderung menarik perhatian auditor dan dengan total asset
regulator serta strategi manajemen laba perusahaan tahun t-1
akrual dirasa tidak cukup untuk mencapai (St/ A t-1) : Penjualan perusahaan
target laba yang diinginkan. Pengukuran tahun t yang diskala
manajemen laba riil menggunakan tiga dengan total asset pada
proksi (Roychowdhury, 2006) yaitu : tahun t-1
(ΔSt/ A t-1) : Penjualan pada tahun t
Manipulasi Penjualan (ABNCFO) dikurangi penjualan pada
tahun t-1 yang diskala
CFOt/At-1 = α0 + α1 (1/ A t-1) + β1 dengan total asset pada
(St/A t-1) + β2 (ΔSt/A t-1) + tahun t-1
εt (ΔSt-1/ A t-1) : Perubahan penjualan
pada tahun t-1 yang
Overproduction (ABPROD) diskala dengan total asset
pada tahun t-1
PRODt/At-1 = α0 + α1 (1/ A t-1) + β1 α0 : Konstanta
(St/ A t-1) + β2 (ΔSt/ A t- εt : error term pada tahun t
1) + β3 (ΔSt-1/ A t-1) + εt

Nilai abnormal dari masing-masing


Discretionary Expenditure (ABNDISEXP) proksi didapatkan dari hasil selisih nilai
aktual dan nilai normal tiap proksi. Nilai
DISEXPt/At-1 = α0 + α1 (1/A t-1) + β1 aktual berasal dari perhitungan masing-
(St-1/ A t-1) + εt masing proksi yang diskalakan dengan
total aset satu tahun sebelum tahun
pengamatan sedangkan nilai normal
Keterangan : berasal dari hasil konstanta dari persamaan
CFOt/At-1 : Arus kas kegiatan regresi dari masing-masing proksi.
operasi perusahaan tahun Apabila nilai mean sama dengan
t yang diskala dengan atau lebih dari nilai 0 maka perusahaan
total asset perusahaan tidak melakukan manajemen laba riil
pada tahun t-1 (REM ≥ 0). Apabila nilai mean
PRODt/At-1 : Biaya produksi pada manajemen laba riil kurang dari 0 (REM <
tahun t yang diskala 0) maka perusahaan terindikasi melakukan
dengan total asset manajemen laba riil. Untuk menganalisis

6
kualitas pelaporan keuangan yang debt to asset ratio yang dapat diukur
menggunakan manajemen laba riil adalah dengan formula sebagai berikut :
dengan proksi keseluruhan manajemen
laba riil maka ABNCFO, ABNPROD dan Total Liabilitasjt
ABNDISEXP dijumlahkan untuk Leverage =
Total Assetsjt
mendapatkan nilai total dari manajemen
laba riil. Abnormal Production Costs
(ABNPROD) dikalikan dengan satu (-1) Keterangan :
sebelum dijumlahkan karena untuk Total Liabilitasjt = Total liabilitas
menyamakan arah dengan ABNCFO dan perusahaan j tahun t
ABNDISEXP. (Yuliani dan Dewi, 2015). Total Asetjt = Total asset
perusahaan j tahun t
REM = ABNCFO + (ABNPROD x (-
1)) + ABNDISEXP Alat Analisis
Untuk menguji pengaruh ukuran
Ukuran Perusahaan perusahaan, umur perusahaan dan leverage
Ukuran perusahaan adalah terhadap kualitas pelaporan keuangan pada
kemampuan perusahaan dalam mengelola perusahaan jasa yang terdaftar di BEI
usaha dengan melihat total asset, jumlah periode 2012-2014 digunakan model
karyawan dan berapa pendapat yang regresi linier berganda (multiple
diperoleh (Sri, 2014). Penelitian ini regression analysis).
menggunakan total aset secara keseluruhan Alasan dipilihnya model regresi
sebagai ukuran perusahaan yang diukur linier berganda karena mengukur
menggunakan formula sebagai berikut : hubungan antar dua variabel atau lebih dan
Log Natural TA (Ln TA) juga digunakan untuk menunjukan arah
hubungan antar variabel dependen dengan
TAjt = Total Aset Perusahaan j tahun t variabel independen. Untuk mengetahui
hubungan tersebut, maka berikut
persamaan regresinya :
Umur Perusahaan
Umur dari suatu perusahaan berarti KPK = α0 + β1SIZE + β2AGE+ β3LEV + ε
jangka waktu kegiatan perusahaan yang
dihitung sejak perusahaan diresmikan atau Keterangan :
berdiri berdasarkan akta pendirian (Sri, KPK = Kualitas Pelaporan Keuangan
2014). Umur perusahaan dapat dihitung α0 = Koefisien konstanta
sebagai berikut : β1,2,3 = Koefisien variabel independen
SIZE = Ukuran Perusahaan
Umur Perusahaan = Tahun Observasi – AGE = Umur Perusahaan
Tahun Berdiri LEV = Leverage
ε = error / variabel pengganggu

Leverage HASIL PENELITIAN DAN


Leverage menggambarkan hubungan PEMBAHASAN
total hutang terhadap modal maupun asset Uji Deskriptif
(Sofyan, 2013). Leverage merupakan alat Analisis deskriptif bertujuan untuk
ukur perusahaan dalam menilai seberapa memberikan gambaran variabel-variabel
jauh kemampuan perusahaan dengan dalam penelitian ini, yaitu kualitas
dibiayai utang atau pihak luar lainnya. pelaporan keuangan, ukuran perusahaan,
Leverage umumnya menggunakan rumus umur perusahaan, dan leverage. Tabel 1
berikut adalah hasil uji deskriptif :

7
Tabel 1
HASIL ANALISIS DESKRIPTIF

N Minimum Maksimum Rata-Rata Std. Deviasi


KPK 162 0.8081281872 2.6408283674 1.7116226416 0.2968600582
SIZE 162 22.6426669045 31.0746507926 28.2421048414 1.464373861
AGE 162 8 52 26.59 9.654
LEV 162 0.0640701509 8.2499781839 0.476836220 0.646987180
Sumber : Data diolah

Berdasarkan pada Tabel 1, nilai Nilai minimum umur perusahaan


minimum kualitas pelaporan keuangan selama periode pengamatan adalah 8 yang
yaitu sebesar 0,8081281872 dimiliki dimiliki oleh Agung Podomoro Land Tbk
perusahaan Jasuindo Tiga Perkasa Tbk dan Eureka Prima Jakarta Tbk di tahun
pada tahun 2012. Nilai maksimum 2012 yang berdiri pada tahun 2004. Nilai
kualitas pelaporan keuangan yaitu sebesar maksimum umur perusahaan adalah 52
2,6408283674 adalah Rimo International yang dimiliki oleh Wijaya Karya
Lestari Tbk di tahun 2012. Nilai rata-rata (Persero) Tbk pada tahun 2013 yang
kualitas pelaporan keuangan yang diukur berdiri pada tahun 1961. Berdasarkan 162
dengan menggunakan manajemen laba riil perusahaan yang dijadikan sampel
menunjukan nilai sebesar 1,7116226416. penelitian, ada 76 perusahaan atau sekitar
Nilai rata-rata kualitas pelaporan 46,91% perusahaan yang memiliki umur
keuangan sampel penelitian diketahui perusahaan diatas rata-rata. Nilai standar
lebih dari nilai 0 artinya rata-rata deviasi umur perusahaan adalah sebesar
perusahaan yang dijadikan sampel 9,654 artinya standar deviasi lebih kecil
penelitian tidak terindikasi melakukan daripada nilai rata-rata (mean) artinya
kegiatan manajemen laba riil artinya rata- variasi data kurang merata.
rata perusahaan memiliki tingkat kualitas
pelaporan keuangan yang baik. Nilai minimum leverage adalah
0,0640701509 yang dimiliki oleh Triwira
Nilai minimum ukuran perusahaan Insanlestari Tbk pada tahun 2014 artinya
adalah 22,64266690 yang dimiliki oleh sebagian besar aset perusahaan dibiayai
perusahaan Rimo International Lestari oleh modal karena proposi utang yang
Tbk di tahun 2012. Nilai maksimum dimiliki perusahaan lebih rendah daripada
ukuran perusahaan sebesar 31,07465079 proposi modal. Nilai maksimum leverage
di tahun 2013 yang dimiliki Lippo adalah 8,249978184 yang dimiliki oleh
Karawaci Tbk yang merupakan Rimo International Lestari Tbk di tahun
perusahaan pada sektor property dan real 2012 artinya rata-rata proporsi utang yang
estate. Nilai rata-rata selama periode dimiliki oleh perusahaan pada tahun
pengamatan adalah 28,24210484. Dari tersebut lebih tinggi daripada proporsi
162 data sampel terdapat 85 sampel atau modal dalam membiayai aset perusahaan.
sekitar 52,46% yang tergolong sebagai Nilai standar deviasi leverage adalah
perusahaan berukuran besar. Hal ini sebesar 0,646987180 yang artinya bahwa
ditunjukan dari Ln Total Aset yang lebih rentang atau jarak antar data satu dengan
besar dari nilai rata-rata. Untuk 77 sampel lainnya adalah sebesar 0,646987180.
lainnya atau sekitar 47,54% tergolong Standar deviasi lebih tinggi daripada nilai
perusahaan yang berukuran kecil karena rata-rata (mean) menunjukan bahwa
kurang dari nilai rata-rata. variasi data tinggi.

8
Uji Asumsi Klasik uji hipotesis. Uji asumsi klasik ini terdiri
Uji asumsi klasik dilakukan untuk dari uji normalitas, multikolinearitas,
mengetahui apakah model regresi yang autokorelasi, dan heteroskedatisitas.
telah dibuat sudah layak untuk dilakukan

Tabel 2
HASIL UJI NORMALITAS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 162
Normal Parametersa,b Mean .5163638
Std. Deviation .26783880
Most Extreme Absolute .069
Differences Positive .042
Negative -.069
Test Statistic .069
Asymp. Sig. (2-tailed) .058c
Sumber : Output SPSS
signifikansinya sebesar 0,058 yang berarti
Berdasarkan Tabel 2 Uji Normalitas, lebih dari 0,05 artinya data berdistribusi
dari 162 data sampel menghasilkan nilai normal.
Kolmogorov-Semirnov (Test Statistic)
yaitu sebesar 0,069 dengan nilai

Tabel 3
HASIL UJI MULTIKOLINEARITAS

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) -1.097 .410 -2.676 .008
SIZE .095 .014 .467 6.526 .000 .909 1.101
AGE .002 .002 .076 1.100 .273 .979 1.021
LEV .158 .032 .345 4.876 .000 .926 1.080
a. Dependent Variable: KPK
Sumber : Output SPSS bebas multikolinearitas karena semua nilai
tolerance dari tiap variabel independen
Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa yang lebih dari 0,10 (tolerance ≥ 0,10)
variabel independen yaitu ukuran dan nilai VIF yang kurang dari 10 (VIF ≤
perusahaan (SIZE), umur perusahaan 10) dari ketiga variabel independen
(AGE) dan leverage (LEV) tidak terjadi selama periode pengamatan.
korelasi antar variabel independen tatau

9
Tabel 4
HASIL UJI AUTOKORELASI

Runs Test
Unstandardized
Residual
Test Valuea .53777
Cases < Test Value 81
Cases >= Test Value 81
Total Cases 162
Number of Runs 70
Z -1.892
Asymp. Sig. (2-tailed) .059
Sumber : Output SPSS

Pada Tabel 4 diatas terlihat hasil uji berarti model regresi tidak terjadi
autokorelasi yang menggunakan Runs autokorelasi.
Test menghasilkan nilai signifikansi
sebesar 0,059 karena lebih dari 0,050

Tabel 5
HASIL UJI HETEROSKEDATISITAS

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .532 .219 2.436 .016
SIZE -.012 .008 -.126 -1.524 .129
AGE 3.544E-6 .001 .000 .003 .997
LEV .005 .017 .022 .273 .785
Sumber : Output SPSS

Berdasarkan Tabel 5, hasil uji Hasil Analisis dan Pembahasan


heteroskedatisitas ketiga variabel Analisis regresi dilakukan dalam
independen menunjukan bahwa nilai pengujian adalah model regresi linier
signifikansi lebih dari 0,05 maka model berganda yang bertujuan menguji
regresi pada penelitian tidak mengandung hipotesis yang telah diajukan. Hasil
heteroskedatisitas. regresi tersebut dapat dilihat pada Tabel 6
berikut :

10
Tabel 6
HASIL ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA

Koefisien
Variabel t Hitung t Tabel Sig.
Regresi
Konstanta -1,097 -2,676 1,975 0,008
SIZE 0,095 6,526 1,975 0,000
AGE 0,002 1,100 1,975 0,273
LEV 0,158 4,876 1,975 0,000
2
R 0,266
Adjusted R2 0,252
F Hitung 19,118
Sig. F 0,000
Sumber : Data diolah
terhadap kualitas pelaporan keuangan
Berdasarkan hasil uji statistik F (KPK). Berdasarkan Tabel 6 diperoleh
diketahui bahwa besarnya nilai Fhit adalah model persamaan regresi linier berganda
sebesar 19,118 dengan signifikansi 0,000. sebagai berikut :
Hal ini berarti model regresi dapat
digunakan untuk mengetahui pengaruh KPK = -1,097 + 0,095SIZE + 0,002AGE
ukuran perusahaan, umur perusahaan dan + 0,158LEV
leverage terhadap kualitas pelaporan
keuangan sehingga model regresi fit. Nilai konstanta sebesar -1,097
menandakan jika variabel independen
Hasil uji koefisien determinasi yaitu ukuran perusahaan, umur
diketahui bahwa nilai adjusted R square perusahaan dan leverage sama dengan nol
adalah sebesar 0,252. Hal ini berarti atau konstan, maka rata-rata tingkat
bahwa 25,2% variasi kualitas pelaporan kualitas pelaporan keuangan sebesar -
keuangan dapat dijelaskan oleh ukuran 1,097 atau rata-rata kontribusi variabel
perusahaan, umur perusahaan dan lain di luar model penelitian memberikan
leverage, sedangkan 74,8% dijelaskan dampak negatif terhadap kualitas
oleh variabel lain diluar penelitian. pelaporan keuangan.
Koefisien regresi ukuran perusahaan
Hasil uji t dapat diketahui bahwa sebesar 0,095 menunjukan apabila ukuran
ukuran perusahaan memiliki tingkat perusahaan mengalami kenaikan sebesar
signifikansi < 0,05 yaitu sebesar 0,000 satu satuan maka tingkat kualitas
dan memiliki thitung > ttabel yaitu 6,526 > pelaporan keuangan akan mengalami
1,975 maka ukuran perusahaan (SIZE) kenaikan sebesar 0,095. Koefisien bernilai
berpengaruh terhadap kualitas pelaporan positif berarti terjadi hubungan positif
keuangan (KPK). Umur perusahaan antara ukuran perusahaan dengan kualitas
memiliki tingkat signifikansi > 0,05 yaitu pelaporan keuangan.
sebesar 0,273 dan memiliki thitung < ttabel Koefisien regresi umur perusahaan
yaitu 1,100 < 1,975 sehingga umur sebesar 0,002 menunjukan apabila umur
perusahaan (AGE) tidak berpengaruh perusahaan mengalami kenaikan sebesar
terhadap kualitas pelaporan keuangan satu satuan maka tingkat kualitas
(KPK). Leverage memiliki tingkat pelaporan keuangan akan mengalami
signifikansi < 0,05 yaitu sebesar 0,000 kenaikan sebesar 0,002. Koefisien bernilai
dengan nilai thitung > ttabel yaitu 4,876 > positif berarti terjadi hubungan positif
1,975 maka leverage (LEV) berpengaruh

11
antara umur perusahaan dengan kualitas penelitian ini sejalan dengan penelitian
pelaporan keuangan. yang dilakukan oleh Lucia (2015) dan Sri
Koefisien regresi leverage sebesar (2014). Hal ini berarti semakin banyak
0,158 menandakan apabila leverage informasi yang diungkapkan perusahaan
mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka semakin baik kualitas pelaporan
maka tingkat kualitas pelaporan keuangan keuangan perusahaan.
akan mengalami kenaikan sebesar 0,158.
Koefisien bernilai positif berarti terjadi Pengaruh umur perusahaan terhadap
hubungan positif antara leverage dengan kualitas pelaporan keuangan
kualitas pelaporan keuangan. Umur perusahaan menunjukan
kemampuan perusahaan bertahan dalam
Pengaruh ukuran perusahaan terhadap menghadapi kondisi ekonomi (Rakhmi
kualitas pelaporan keuangan dan Soedjatmiko, 2013). Kualitas
Ukuran perusahaan menunjukan nilai pelaporan keuangan berkaitan dengan
yang dapat menentukan besar kecilnya umur perusahaan karena tingkat kualitas
suatu perusahaan (Edy dan Arleen, 2005). pelaporan keuangan yang disajikan
Perusahaan yang berukuran besar akan tergantung lamanya pengalaman yang
memiliki tingkat kualitas pelaporan dimiliki perusahaan. Semakin lama usia
keuangan yang baik (Puji, 2014). Ukuran perusahaan semakin rendah kesalahan
perusahaan ditentukan berdasarkan yang dilakukan perusahaan dalam
banyaknya asset yang dimiliki oleh menghasilkan laporan keuangan maka
perusahaan. Apabila jumlah aset yang sehingga akan meningkatkan kualitas
dimiliki perusahaan meningkat maka pelaporan keuangan yang menciptakan
informasi yang diungkapkan perusahaan signal baik bagi investor.
akan semakin banyak dan lengkap Berdasarkan hasil uji t menyatakan
sehingga mampu meyakinkan investor umur perusahaan mempunyai pengaruh
bahwa perusahaan memberikan informasi positif dan tidak signifikan terhadap
yang transparan melalui laporan keuangan kualitas pelaporan keuangan dengan nilai
dengan melihat kualitas pelaporan 0,273 > 0,050 artinya semakin lamanya
keuangan dan menciptakan signal bagi usia dari perusahaan tidak berpengaruh
investor untuk menanamkan dananya atau terhadap peningkatan kualitas pelaporan
tidak. keuangan. Rakhmi dan Soedjatmiko
Berdasarkan hasil uji t menunjukan (2014) menyatakan bahwa usia
bahwa ukuran perusahaan mempunyai perusahaan tidak bisa menunjukan
pengaruh positif dan signifikan terhadap kematangan perusahaan karena
kualitas pelaporan keuangan dengan nilai perusahaan yang matang tidak selalu
0,000 < 0,050 artinya semakin besar memiliki kondisi operasional stabil dan
ukuran dari suatu perusahaan maka akan memiliki penyajian laporan keuangan
meningkatkan kualitas pelaporan yang berkualitas sehingga umur
keuangan perusahaan. Adanya tuntutan perusahaan belum bisa menciptakan
keterbukaan informasi membuat signal bagi investor. Hasil penelitian ini
perusahaan berusaha meningkatkan sejalan dengan hasil penelitian yang
pengungkapan informasi lebih lengkap dilakukan oleh Diptarina dan Sri (2015)
dan transparan agar informasi dapat dan Rakhmi dan Soedjatmiko (2014).
digunakan untuk pengambilan keputusan Semakin bertambahnya umur perusahaan
yang tepat maka perusahaan semakin besar tanggung jawab dan beban
meningkatkan kualitas pelaporan perusahaan sehingga mengurangi
keuangannya sehingga menghasilkan kemampuan perusahaan melakukan
laporan keuangan yang lengkap yang pengungkapan informasi dan menghindari
mengurangi asimetri informasi. Hasil kesalahan dalam penyajian laporan

12
keuangan yang berakibat menurunnya KESIMPULAN, KETERBATASAN
kualitas pelaporan keuangan. DAN SARAN

Pengaruh leverage terhadap kualitas Kesimpulan


pelaporan keuangan Berdasarkan hasil pengujian hipotesis
Leverage merupakan rasio yang menunjukan bahwa model fit atau model
digunakan untuk mengukur sejauh mana regresi dapat digunakan untuk mengetahui
asset perusahaan dibiayai oleh pengaruh ukuran perusahaan, umur
penggunaan utang (Ulfah, 2016). perusahaan dan leverage terhadap kualitas
Leverage yang dimiliki oleh perusahaan pelaporan keuangan. Kemampuan
mampu mengungkapkan informasi variabel bebas dalam menjelaskan variasi
mengenai kondisi perusahaan sehingga variabel terikat adalah sebesar 25,2%.
akan menciptakan signal bagi investor. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis
Berdasarkan hasil uji t menyatakan menunjukan bahwa ukuran perusahaan
leverage berpengaruh positif dan yang diukur dengan Ln Total Aset
signifikan terhadap kualitas pelaporan berpengaruh positif dan signifikan
keuangan dengan nilai 0,000 < 0,050 terhadap kualitas pelaporan keuangan.
artinya semakin tinggi tingkat leverage Umur perusahaan yang diukur sejak
maka akan meningkatkan kualitas berdirinya perusahaan berpengaruh positif
pelaporan keuangan perusahaan. Hal ini dan tidak signifikan terhadap kualitas
menunjukan bahwa rasio leverage yang pelaporan keuangan. Leverage yang
dimiliki perusahaan diyakini pihak diukur dengan debt to total assets ratio
investor sebagai faktor pertimbangan berpengaruh positif dan signfiikan
untuk menanamkan dananya. Perusahaan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
dengan leverage yang tinggi berarti
memiliki proporsi hutang tinggi. Proporsi Keterbatasan
hutang tinggi mengindikasikan besarnya Penelitian ini memiliki beberapa
risiko yang dihadapi perusahaan untuk keterbatasan (1) banyak perusahaan yang
melunasi kewajibannya. tidak memenuhi kriteria pengambilan
Tingginya leverage juga akan sampel sehingga mengurangi sampel
mengakibatkan bertambahnya penelitian cukup banyak. (2) Pemilihan
pembayaran bunga dan membuat pihak sampel seharusnya tidak menggunakan
manajemen sulit memprediksi jalannya perusahaan jasa karena perusahaan yang
perusahaan di masa depan yang dapat dijadikan sampel penelitian tidak
dikurangi dengan mengungkapkan memiliki komponen biaya penelitian dan
informasi-informasi yang positif, lebih pengembangan yang merupakan salah
luas dan transparan dengan menghasilkan satu unsur untuk menghitung abnormal
laporan keuangan lengkap. Pengungkapan discretionary expenses (ABNDISEXP)
akan meningkatkan kualitas pelaporan sebagai bagian manajemen laba riil dalam
keuangan dan dapat mengurangi asimetri menghitung kualitas pelaporan keuangan.
informasi yang dapat digunakan untuk (3) Adanya rentang data yang jauh antara
pengambilan keputusan. Hasil dari variabel dependen dan independen
penelitian ini sejalan dengan hasil sehingga mengakibatkan nilai konstanta
penelitian Diptarina dan Sri (2015) dan bernilai negatif. (4) Variabel independen
Ulfah (2016). Semakin tinggi rasio belum bisa memberikan semua informasi
leverage suatu perusahaan maka yang diperlukan untuk memprediksi
kemungkinan perusahaan kualitas variabel dependen. Hal ini terlihat dari
pelaporan keuangan juga semakin baik. nilai adjusted R square yang tidak
mendekati nilai satu yaitu 0,252.

13
Saran Farmasi yang Go Public di Bursa
Berdasarkan pada hasil dan Efek Indonesia.” Skripsi Sarjana
keterbatasan penelitian, maka saran yang tidak diterbitkan. Guna Widya
dapat diberikan untuk penelitian Sewaka Nagara.
selanjutnya yaitu (1) diharapkan Arry Anggadha. 2009. Viva News.
menambah jumlah variabel independen Dugaan Korupsi PT Kereta Api,
yang mempengaruhi kualitas pelaporan (Online).
keuangan seperti corporate governance, (http://politik.news.viva.co.id/ne
struktur kepemilikan, kualitas audit, ws/read/22075-dugaan-korupsi-
likuiditas, dan pertumbuhan ekonomi. (2) pt-kereta-api diakses 25
Lebih fokus dalam satu sektor saja pada September 2016).
perusahaan jasa seperti property dan real Badan Pusat Statistik. 2016. Pertumbuhan
estate dan lain sebagainya agar dapat Ekonomi Indonesia (Online)
diketahui kualitas pelaporan keuangan (https://www.bps.go.id diakses
tiap perusahaan dan memilih sampel 03 Oktober 2016).
penelitian yang memiliki biaya Belkaoui, A. 2007. Accounting Theory, 5th
pengembangan dan penelitian seperti edition. Thomas Learning.
industri farmasi, pertambangan, otomotif Singapore.
dan lain sebagainya. (3) Memperpanjang Butarbutar, Nurlina. 2011. “Faktor Faktor
periode penelitian dan untuk selalu yang Mempengaruhi Tingkat
memperbaharui tahun pengamatan Pengungkapan Laporan
penelitian. (4) Menggunakan teknik Keuangan pada Perusahaan
analisis data, alat uji dan alat ukur untuk Manufaktur yang Tercatat di BEI
masing-masing variabel yang berbeda Periode 2008-2010”. Skripsi
sehingga diharapkan variabel independen diterbitkan. FE USU
dapat memberikan semua informasi untuk Cahyo Nirwono. 2016. Blogspot. Masalah
memprediksi variabel dependen. Makro Ekonomi di Indonesia dan
Cara Mengatasinya, (Online).
DAFTAR RUJUKAN (http://cahyona.blogspot.co.id/20
Aditya Himawan dan Dian K. Hapsari. 16/06/5-masalah-makro-
2016. Suara Bisnis Makro. Inilah ekonomi.html diakses 25
Penyebab Pertumbuhan Ekonomi September 2016)
Indonesia, (Online). Chandar, Nandini., Hsihui Chang., and
(http://www.suara.com/bisnis/20 Xiaochuan Zheng. 2012. “Does
16/05/04/132847/inilah- Overlapping Membership on
penyebab-pertumbuhan- Audit and Compensation
ekonomi-indonesia-masih-rendah Committees Improve a Firm’s
diakses 25 September 2016). Financial Reporting Quality?”
Agnes Sawir. 2004. Kebijakan Pendanaan Review of Accounting and
dan Restrukturasi Perusahaan. Finance: Emerald Insight. Pp
Jakarta Gramedia. 141-165.
Andian A. Istiningrum. 2016. Connelly, B.L. 2011. “Signaling Theory:
“Karakteristik Perusahaan A Review and Assessment”.
sebagai Anteseden Journal of Management. Pp 39-
Pengungkapan Wajib Informasi 67.
Akuntansi”. Jurnal Economia Diptarina Yasmeen dan S. Hermawati.,
Volume 12 No.1. Pp 67-82. 2015. “Pengaruh Good Corporate
Andrianik. 2011. “Analisis Faktor-faktor Governance terhadap Kualitas
yang Mempengaruhi Risiko Pelaporan Keuangan Perusahaan
Investasi Saham pada Perusahaan

14
Manufaktur”. Jurnal Ekonomi Conceptual Framework for
Bisnis Volume 20. Pp 25-31. Financial Reporting. Norwalk.
Disfiyanti Glinmourinse. 2014. Sindo Gu. Z., C.J Lee. And J.G. Rosett. 2002.
News. Ini Penyebab Ekonomi “Information Environment and
Indonesia Tidak Stabil, (Online). Accrual Volatility.” Working
(http://ekbis.sindonews.com/read Paper. A. B. Freeman School of
/902066/33/ini-penyebab- Business. Tulane University.
ekonomi-indonesia-tidak-stabil- Hanlon, Michelle., Jeffrey L. Hooper.,
1410859476 diakses 25 and Nemit Shroff. 2014. “The
September 2016). Effect of Tax Authority
Dwi Ermayati. 2011. Blogspot. Ketepatan Monitoring and Enforcement on
Laporan Keuangan, (Online). Financial Reporting Quality.”
(https://dwiermayanti.wordpress. The Journal of The American
com/2011/09/29/ketepatan- Taxation Association Fall 2014
laporan-keuangan/ diakses 02 Vol 36 No. 2. Pp. 137-170.
Oktober 2016). Hendriksen, E. S., dan M. Breda. 2000.
Edy Suwito dan Arleen Herawaty. 2005. Teori Akunting (Terjemahan).
“Analisis Pengaruh Karakteristik Edisi Kelima. Buku Kesatu.
Perusahaan terhadap Tindakan Batam Centre: Interaksara.
Perataan Laba yang dilakukan Hope, O., Thomas, W. B., & Vyas, D.
oleh Perusahaan yang Terdaftar 2013. “Financial Reporting
di Bursa Efek Jakarta.” SNA VIII. Quality of U.S Private and Public
Erny Anggrahini. 2009. Blogspot. Firms.” The Accounting Review,
Laporan Keuangan vx Pelaporan 88(5). Pp 1715-1742.
Keuangan, (Online). Horne, James C. Van dan John M.
(http://ernyanggrahini.blogspot.c Machowicz. 2009. Prinsip-
o.id/2009/05/laporan-keuangan- Prinsip Manajemen Keuangan.
vs-pelaporan- alih bahasa Dewi Fitriasari dan
keuangan_7051.html diakses 25 Deny A. Kwary. Jakarta:
September 2016) Salemba Empat.
Fanuel, Bill., B. Otniel., and R. Tobink. Ikatan Akuntan Indonesia. 2009.
2008. Accounting Dictionary Penyajian Laporan Keuangan.
(Kamus Akuntansi). Jakarta: PSAK Nomor 1.
Atalya Rileni Sudeco. Imam Ghozali. 2013. Aplikasi Analisis
Fatimatuz Zuhro. 2016. “Pengaruh Multivariative dengan Program
Ukuran Perusahaan, SPSS 21. Semarang Badan
Pertumbuhan Aset, dan Penerbitan Universitas
Profitabilitas terhadap Struktur Diponegoro.
Modal.” Jurnal Ilmu dan Riset Irfan, A. 2002. “Pelaporan Keuangan dan
Manajemen: Volume 5, Nomor 5 Asimetri Informasi dalam
Financial Accounting Standards Board. Hubungan Agensi”. Lintasan
2010. Statement of Financial Ekonomi. Vol. XIX, No. 2. Pp
Accounting Concepts No. 1 about 83-93.
Objectives of Financial Jama’an. 2008. Teori Manajemen
Reporting by Business Keuangan, Pemasaran,
Enterprises. Norwalk. Perbankan dan SDM.
Financial Accounting Standards Board. Jogiyanto, H.M. 2003. Teori Portfolio dan
2010. Statement of Financial Analisis Investasi. Edisi Ketiga.
Accounting Concepts No. 8 about BPFE UGM. Yogyakarta.

15
“Kondisi Global Masih Bergejolak, Bank pada Nilai Perusahaan.” e-
Dunia Himbau Negara-Negara Journal Ekonomi dan Bisnis
Berkembang untuk Melindungi Universitas Udayana 5.7. Pp
Pertumbuhan Ekonomi”, Siaran 2011-2036.
Pers WorldBank (Online). Nurrohman, Muhammad Husni, 2013.
(http://www.worldbank.org/in/ne “Pengaruh Earning Per Share,
ws/press-release/2013/01/15/wb- Return Saham, Kualitas Audit,
urges-developing-countries- dan hasil Laba Terhadap Return
safeguard-economic-growth- Saham Satu Tahun Kedepan”,
road-ahead-remains-bumpy, Skripsi, Universitas Diponegoro,
diakses 15 Januari 2013) Semarang.
Linda Santioso dan Erline Chandra. 2012. Puji Asih. 2014. “Faktor-Faktor yang
“Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Mempengaruhi Praktik
Perusahaan, Leverage, Umur Manajemen Laba (Studi Kasus:
Perusahaan, dan Dewan Perusahaan Manufaktur yang
Komisaris Independen dalam Terdaftar di BEI)”. Jurnal
Pengungkapan Corporate Social TEKUN, Volume V No. 2. Pp
Responsibility.” Jurnal Bisnis 191-201.
dan Akuntansi Volume 14 Nomor Rakhmi Ridhawati dan Soedjatmiko.
1. Pp 17-30. 2014. “Determinan Umur
Liputan6. 2006. Audit Laporan Keuangan Perusahaan, Risiko Lingkungan,
PT KAI Masih Diperdebatkan. Siklus Operasi, dan Likuiditas
Liputan6 (Online). terhadap Kualitas Pelaporan
(http://www.liputan6.com/read/1 Keuangan”. DINAMIKA
27525/audit-laporan-keuangan- EKONOMI Jurnal Ekonomi dan
pt-kai-masih-diperdebatkan Bisnis Volume 7. Pp 138-157.
diakses 24 September 2016) Rakhmi Ridhawati dan Soedjatmiko.
Lucia Jeni Setyawati. 2015. “Kualitas 2013. “Determinan Kualitas
Informasi Pelaporan Keuangan: Pelaporan Keuangan Perusahaan
Faktor-Faktor Penentu dan Manufaktur yang Terdaftar di
Pengaruhnya terhadap Efisiensi Bursa Efek Indonesia”.
Investasi”. Jurnal Ekonomi dan DINAMIKA EKONOMI Jurnal
Bisnis. Pp 186-196. Ekonomi dan Bisnis Volume 6.
Lupita Ade A. dan Daljono. 2014. Pp 67-86.
“Pengaruh Tingkat Randy Ichsan. 2013. Blogspot. Teori
Pengungkapan Sukarela terhadap Keagenan, (Online).
Nilai Perusahaan”. Diponegoro (https://bungrandhy.wordpress.co
Journal of Acoounting. Pp 2337- m/2013/01/12/teori-keagenan-
3792. agency-theory/ diakses 02
Martinez, Maria and Meca, Emma. 2014. Oktober 2016)
“Institutional Investors on Retno Haryati dan Ari Dewi Cahyati.
Boards and Audit Committees 2016. “Pengaruh Good
and Their Effects on Financial Corporate Governance (GCG)
Reporting Quality”. Corporate terhadap Earnings Management
Governance: An International pada Perusahaan yang Terdaftar
Review. Pp 347-363. di Jakarta Islamic Index (JII).”
Ni Luh Putu Mita Miati dan Ni Ketut Jurnal Riset Akuntansi dan
Rasmini. 2016. “Dampak Keuangan 6(1). Pp 16-37.
Interaksi Kualitas Audit pada Rina Trisnawati, Wiyadi., Sasongko, N.,
Pengaruh Manajemen Laba Riil Puspitasari, N. 2016. “Pengaruh

16
Asimetri Informasi, Leverage, Suwardjono. 2010. Teori Akuntansi:
dan Profitabilitas terhadap Perekayasaan Pelaporan
Manajemen Laba Riil pada Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Perusahaan Manufaktur di Ulfah Setia Iswara. 2016. “Pengaruh
Indonesia.” Research Mekanisme Corporate
Colloquium 2016. Governance terhadap Kualitas
Rina Trisnawati, Wiyadi., Sasongko, N., Pelaporan Keuangan pada
Puspitasari, N. 2016. “Praktik Perusahaan Non Keuangan”.
Manajemen Laba Riil pada JEAM Vol XV. Pp 38-50.
Indeks JII dan LQ45 Bursa Efek Van Horne, James C and John M.
Indonesia.” Research Wachowiz. 2007. Prinsip-prinsip
Colloquium 2016. Manajemen Keuangan. Jakarta :
Romanus Wilopo. 2006. “Analisis Faktor- Salemba Empat.
faktor yang Berpengaruh Widi Hidayat dan Elisabeth . 2010.
terhadap Kecenderungan “Faktor-faktor yang
Kecurangan Akuntansi: Studi Mempengaruhi Kualitas
pada Perusahaan Publik dan Pelaporan Keuangan pada
Badan Usaha Milik Negara di Perusahaan Manufaktur yang Go
Indonesia.” Simposium Nasional Public di Indonesia”. Jurnal
Akuntansi IX. Ekonomi Volume 1 Nomor 1. Pp
Roychowdhury, S. 2006. “Earnings 24-43.
Management through Real Yuliani dan Christine N. Dewi. 2015.
Activities Manipulation”. “Efektivitas Komite Audit dan
Journal of Accounting and Manajemen Laba Riil”. Jurnal
Economics. Pp 335-370. Riset Akuntansi dan Keuangan
Scott, W.R. 2009. Financial Accounting Volume 11. Pp 157-171.
Theory. Upper Saddle River, NJ: Zaenal Fanani. 2009. “Kualitas Pelaporan
Prentice Hall. Keuangan: Berbagai Faktor
Seftianne. 2011. “Faktor-Faktor yang Penentu dan Konsekuensi
Mempengaruhi Struktur Modal Ekonomis”. Jurnal Akuntansi
pada Perusahaan Publik Sektor dan Keuangan Indonesia Volume
Manufaktur”. Jurnal Bisnis dan 6. Pp 20-45.
Akuntansi, Volume 13 No.1. Pp Zaenal Fanani, Sri Ningsih, dan Hamidah.
39-56. 2009. “Faktor-faktor Penentu
Sofyan Syafri Harahap. 2013. Analisis Kualitas Pelaporan Keuangan
Kritis atas Laporan Keuangan. dan Kepercayaan Investor”.
Jakarta : PT. Raja Grafindo Makalah. Simposium Nasional
Persada. Akuntansi XII. Palembang.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian
Pendidikan (Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D).
Penerbit Alfabeta: Bandung.
Susanti. 2013. “Pengaruh Leverage,
Likuiditas, Ukuran Perusahaan,
dan Kualitas Audit terhadap
Kualitas Informasi Laporan
Keuangan.” Jurnal Akuntansi
Volume 1 Nomor 2.

17