Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKHIR METALURGI SERBUK

Proses Pembuatan Small


Parts (Lock Set) dengan
Metode MIM/MPIM
Allam Putra R 0806331424
Bangkit Indriyana 0806455622
Dean Agasa Ardian 0806455654
M. Ekaditya Albar 0806331683
Leon Valentino P.S.P 0606075012

May, 2011

ENGINEERING FACULTY – UNIVERSITY OF INDONESIA


Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

Proses Pembuatan Lock-Set


I. Latar Belakang

Proses produksi logam secara metalurgi serbuk sudah cukup dikenal sekitar abad ke –
18. Namun pada saat itu logam yang paling banyak diproduksi dengan proses ini
sebatas emas dan perak. Hal itu mungkin dikarenakan logam ini memilki sifat
komersial yang tinggi dan membutuhkan waktu yang paling lama dalam prosesnya.
Dan ketika mesin tekan mulai dipergunakan, yakni pada sekitar tahun 1870, metalurgi
serbuk berkembang kepada bahan-bahan logam lainnya. Metalurgi serbuk adalah
proses yang mencakup pembuatan benda komersial, baik produk jadi atau setengah
jadi (disebut kompak mentah), dari serbuk logam melalui penekanan. Proses ini dapat
disertai pemanasan akan tetapi suhu harus berada dibawah titik cair serbuk.
Pemanasan selama proses penekanan atau sesudah penekanan yang dikenal dengan
istilah sintering menghasilkan pengikatan partikel halus. Dengan demikian kekuatan
dan sifat-sifat fisisnya meningkat. Metalurgi serbuk dapat digunakan untuk membuat
part kecil. Proses metalurgi serbuk ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian.
Keuntungan tersebut antara lain:

 Mampu membentuk bentuk complex


 Sifat kekuatannya tinggi
 Sedikit ampas materialnya
 Baik dalam pengontrolan mikrostruktur

Sedangkan kerugiannya antara lain

 Munculnya pori sisa


 Biasa peralatan yang mahal

II. Latar Belakang Produk, Penggunaan, dan Komposisi Material

Lock-set merupakan perangkat-perangkat kecil pada kunci ‘gembok’, Lock-set


umumnya digunakan pada industri otomotif, rumah tangga, serta berbagai macam alat
dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk Lock-set bermacam-macam, mulai dari ukuran
May, 2011

sangat kecil (1-2 cm) sampai dengan ukuran besar (> 10 cm). Lock-set umumnya
diproduksi massal. Lock-set terdiri dari bagian-bagian kecil yang tersusun membentuk
suatu sistem ‘gembok’. Umumnya Lock-set memiliki based material Fe dengan kadar
Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

Ni 2-5%wt. Dalam proses MIM, bahan baku yang digunakan adalah campuran serbuk
logam Fe-2%wt Ni dan polimer.

Gambar 1 Contoh bagian-bagian dari Lock-set komposisi : Ni 2%wt Fe

Proses pembuatan Lock-Set umumnya menggunakan teknik Metal Injection


Molding (MIM). Metal Injection Molding (MIM) merupakan variasi dari proses
plastic injection molding konvensional yang memungkinkan pembuatan material
logam seperti lock set dengan metode injeksi. Karena bahan baku yang digunakan
berasal dari serbuk, maka disebut Metal Powder Injection Molding (MPIM).
Menggunakan mesin injeksi standar, bubuk dilelehkan dan diinjeksikan ke dalam
cetakan, dimana pendinginan dan pembekuan akan menghasilkan bentuk parts yang
diinginkan. Setelah itu, dilakukan proses pemanasan untuk menghilangkan polimer
dan menghasilkan logam yang padat.

Metal injection molding sangat cocok untuk memproduksi produk logam


berukuran kecil dalam jumlah yang banyak. Part-part yang diproduksi ini umumnya
berbentuk kompleks dan memiliki ketebalan yang tipis serta detail yang tinggi. Bubuk
logam (powder metal) memiliki kegunaan yang luas dalam paduan ferrous maupun
non-ferrous. Paduan ini memiliki sifat (kekuatan, kekerasan, ketahanan aus,
ketahanan korosi) mendekati kualitas wrought metal. Dan juga, karena logam tidak
dilelehkabn pada proses MIM (tidak seperti pada proses pengecoran) paduan
temperature tinggi dapat digunakan tanpa ada efek negative dari umur alat.

Metal injection molding merupakan salah satu metode yang cocok untuk
memproduksi produk logam berukuran kecil dalam jumlah yang banyak. Part-part
May, 2011

yang diproduksi ini umumnya berbentuk kompleks dan memiliki ketebalan yang tipis
serta detail yang tinggi. Bubuk logam (powder metal) memiliki kegunaan yang luas
dalam paduan ferrous maupun non-ferrous. Paduan ini memiliki sifat (kekuatan,
Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

kekerasan, ketahanan aus, ketahanan korosi) mendekati kualitas wrought metal. Dan
juga, karena logam tidak dilelehkan pada proses MIM (tidak seperti pada proses
pengecoran) paduan temperature tinggi dapat digunakan tanpa ada efek negative dari
umur alat.

III. Proses pabrikasi serbuk Fe-2%wtNi

Salah satu metoda yang sering digunakan untuk membuat serbuk Fe dan Ni
secara massal adalah metoda atomisasi. Beberapa metoda atomisasi yang telah
dikenal adalah metoda atomisasi air, metoda atomisasi gas, dan metoda atomisasi
sentrifugal. Serbuk yang digunakan sebagai dasar pembuatan lock set dalam makalah
ini adalah besi (Fe). Metode fabrikasi dari serbuk besi ini menggunakan metode
atomisasi air (water-atomization). Proses atomisasi sangat banyak digunakan dalam
pembuatan baik serbuk besi maupun baja. Atomisasi yang dimaksud merupakan
disintegrasi dari aliran lelehan logam menjadi tetesan kecil yang dengan cepat
didinginkan dengan memanfaatkan transfer panas baik secara konduksi maupun
konveksi. Disintegrasi aliran liquid dilakukan dengan menggunakan tumbukan dari air
dengan tekanan tinggi, gas atau minyak. Metode atomisasi air biasa digunakan untuk
logam elemen atau paduan yg melebur di bawah 1600oC. Nozzle yang digunakan bisa
single atau multiple. Proses atomisasi air mirip dengan atomisasi gas. Lelehan logam
jatuh secara vertikal dan kemudian disemprotkan dengan air berkecepatan tinggi
sehingga teratomisasi menjadi serbuknya. Pada penyemprotan ini dapat diatur tekanan
air yang disemburkan.

May, 2011
Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

IV. Proses MIM Lock-set

1. Preparasi umpan
Langkah pertama adalah untuk membuat campuran serbuk dari logam dan
polimer. Logam serbuk yang digunakan jauh lebih halus (umumnya dibawah 20
mikron) dibanding yang digunakan pada proses metalurgi serbuk tradisional.
Serbuk logam dicampur dengan pengikat polimer termoplastik, didinginkan, dan
kemudian digranulasi menjadi umpan homogen dalam bentuk pellet. Umpan yang
dihasilkan sekitar 60% logam dan 40% polimer secara volume.

Gambar 2 Proses preparasi umpan untuk pembuatan lock-set

2. Injection molding –
Umpan material serbuk dicetak menggunakan alat injection molding. Rongga
cetakan didesain 20% lebih besar dari produknya. Hal ini untuk mengantisipasi
penyusutan yang terjadi pada produk selama sintering. Setelah proses pencetakan
dan logam telah membentuk produk, Produk hasil injection molding dikeluarkan
dan dibersihkan untuk menghilangkan flash.

Gambar 2 Proses injeksi umpan pada mesin injection molding serta green product
proses.
3. Debinding
Langkah ini menghilangkan pengikat polimer dari logam. Pada beberapa kasus,
May, 2011

debinding dengan cara solvent dilakukan dengan meletakkan greenpart dalam air
atau wadah kimia untuk melarutkan pengikat. Setelah tahap ini, dilakukan tahap
debinding termal dan presintering. Greenpart dipanaskan dengan oven pada suhu
Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

rendah sehingga pengikat polimernya menguap. Hasilnya, brownpart hanya berisi


sekitar ≈ 35-40% ruang kosong dari volume.

Gambar 4 Proses penghilangan material polimer termoplastik dengan menggunakan


solvent atau pelarut menghasilkan brownpart.

4. Sintering
Tahapan akhir proses ini ialah sintering pada temperatur mencapai 2500°F yang
bertujuan unutk mengurangi pori-pori pada produk mencapai 1-5%, menghasilkan
produk dengan densitas tinggi (95-99%). Pada proses ini digunakan gas inert pada
temperatur 0.85 Tm. Selama proses sintering, terjadi penyusutan sebanyak 75-
85%. Oleh karena itu, ukuran cetakan diperbesar 20%. Produk hasil sintering
memiliki toleransi ukuran yang tinggi dengan densitas tinggi.

Gambar 5 Proses sintering brownpart untuk menghasilkan finished part dengan


penyusutan ~20% dan memiliki densitas yang tinggi.

Setelah tahap sintering, tidak ada langkah tambahan yang diperlukan untuk
meningkatkan toleransi atau penyelesaian permukaan. Akan tetapi, seperti halnya
logam hasil cor, sejumlah proses tambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan
sifat material. Produk lock-set jadi (finished product) kemudian dirakit
membentuk lock-system.
May, 2011
Proses Pembuatan Small Parts (Lock Set) dengan Metode MIM/MPIM May, 2011

Gambar 6 Skema proses pembuatan lock-set dengan menggunakan metode MIM

III. Kesimpulan

Berbagai jenis serbuk logam yang menjadi bahan baku untuk membuat suatu part,
karena mempunyai ciri-ciri fisis dan kimia tertentu, memerlukan cara pembuatan
yang berbeda, prosedur berbeda, serta proses pabrikasi yang berbeda. Pemesinan akan
menghasilkan partikel yang kasar dan umumnya digunakan untuk membuat serbuk
magnesium maupun baja karbon tinggi yang lunak. Proses pabrikasi serbuk untuk
pembuatan lock-set ialah dengan proses atomisasi air. Proses ini dipilih karena raw
material yang digunakan dalam pembuatan lock-set ialah Fe-base dengan 2% Nikel.
Setelah proses pabrikasi serbuk, dilakukan pencampuran (mixing) serbuk Fe, Ni, dan
polimer termoplastik dengan komposisi Fe dan Ni sebesar 98:2. Pencampuran ini
bertujuan untuk memastikan distribusi merata partikel serbuk serta mencegah
segregasi komposisi material. Selanjutnya dilakukan proses injeksi pada cetakan lock-
set yang menghasilkan green product. Green product dicelup kedalam suatu pelarut
polmer (pelarut organik) untuk menghilangkan polimer sehingga yang tertinggal
hanya logamnya saja. Proses ini dinamakan dengan proses debinding. Terakhir, logam
May, 2011

disinterring untuk memperbaiki sifat mekanik serta meningkat densitas material.