Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN OBSERVASI KELOMPOK

Tema: Psikologi
Sub tema : Ψ Pendidikan

I. Latar Belakang Permasalahan (Referral Question)


PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan tahap awal anak
memasuki dunia sekolahnya, anak yang bersekolah di PAUD umumnya
berusia 3-5 tahun. Pada tahap awal anak masuk ke dunia sekolah,
umumnya mereka akan mengalami kesulitan maupun menemukan
hambatan yang berasal dari dalam diri dan luar dirinya. Seperti kesulitan
dalam beradaptasi, bersosialisasi dengan orang lain maupun dalam
menerima tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya yang secara tidak
langsung menjadikan anak harus memiliki kemandirian dan tanggung
jawab pada tugas yang diperolehnya tersebut. Coplan (1994)
menunjukkan bahwa anak prasekolah yang pemalu terus menampilkan
tanda-tanda kekhawatiran pada beberapa minggu ke tahun prasekolah,
lebih dinilai oleh gurunya sebagai anak yang memiliki masalah internal
pada akhir tahun ajaran. Relatif sedikit yang diketahui mengenai
kecemasan sosial di kalangan anak terutama ketika ditampilkan dalam
setting keakraban sosial. Kecemasan sosial biasanya dialami dalam
menanggapi hal-hal baru di lingkungan sosial, tetapi juga dalam hal takut
pada pengawasan dan evaluasi sosial dalam setting keakraban sosial
(Bernstein, dkk, 1996. ). Oleh karena itu, berdasarkan fakta yang ada,
observer memilih variable kecemasan (anxiety) untuk diobservasi pada
subjek yang merupakan siswa PAUD. Observer memilih variable
tersebut karena dalam tingkatan usia anak PAUD yang berada disekitar
usia 3-5 tahun tersebut belum memiliki kesiapan secara matang untuk
memasuki dunia sekolah, sehingga seringkali mereka mengalami
kecemasan ketika berada disekolah khususnya pada saat dikelas
selama berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar.

1
II. Tujuan
Mengidentifikasi perilaku kecemasan (anxiety) pada siswa PAUD
yang berusia 3-5 tahun pada saat berlangsungnya proses kegiatan
belajar mengajar didalam kelas.

III. Manfaat
a. Bagi Observer
Mengetahui bentuk kecemasan (anxiety) pada siswa PAUD yang
berusia 3-5 tahun dan mendapatkan informasi mengenai kapan
terjadinya perilaku cemas dan faktor-faktor yang memicu
munculnya kecemasan pada subjek.
b. Bagi Subjek
Subjek dapat meminimalkan kecemasan pada dirinya.
c. Bagi Guru dan Orang tua
Guru dan orang tua dapat memperoleh informasi mengenai waktu
dan faktor-faktor terjadinya kecemasan yang timbul pada subjek
dan dapat meminimalisasinya.

IV. Jenis Observasi


Jenis observasi yang dilakukan atau digunakan observer dalam
penelitian ini adalah observasi non partisipan, yaitu jenis observasi
dimana observer tidak terlibat atau ikut serta dalam kegiatan yang
dilakukan oleh observee. Dalam hal ini observer hanya sekedar
mengamati dan melakukan pencatatan yang terjadi dilapangan tanpa
adanya partisipasi sama kali untuk ikut serta kedalam kegiatan observee.

V. Metode Pencatatan
Pada kegiatan observasi ini, observer menggunakan metode pencatatan
observasi interval, event, dan ratings.
- Interval recording
Pada metode pencatatan ini, periode pengamatan dibagi menjadi
segmen singkat atau biasanya disebut interval. Umumnya setiap

2
interval ditentukan 5 sampai 30 detik lamanya, tergantung pada
panjang pengamatan. Dan pada metode ini, observer hanya
memperhatikan terjadi atau tidak terjadinya perilaku target pada tiap
interval yang telah ditentukan oleh observer. Kemudian ada atau
tidak adanya perilaku target tersebut, dicatat dalam protokol
pencatatan interval yang telah dibuat oleh observer sebelum
melakukan observasi. Dalam observasi ini, Observer merancang
interval recording dengan menentukan :
a. Observer akan melakukan observasi pada subjek sebanyak
satu kali observasi.
b. Panjang periode observasi yang dilakukan selama satu hari.
c. Periode waktu pengamatan yang akan dilakukan selama 15
menit.
d. Jenis interval recording yang digunakan yaitu Whole-Interval
Recording.
e. Panjang interval pengamatan perilaku selama 20 detik.
f. Panjang interval pencatatan selama 10 detik.
g. Perilaku target yang akan diamati yaitu perilaku yang berkaitan
dengan variabel yang akan diamati yaitu kecemasan (anxiety)
dan ditentukan berdasarkan teori yang relevan dengan
variabel observasi.
h. Metode pencatatan data yang digunakan yaitu dengan
mencatat data setelah interval pengamatan perilaku, setiap
interval pengamatan perilaku akan diselang dengan interval
pencatatan perilaku. Target perilaku dicatat oleh observer dan
co.observer secara bersamaan dalam waktu bersamaan.

- Event Recording
Merupakan metode observasi yang mencatat setiap perilaku secara
spesifik atau mencatat suatu peristiwa yang terjadi selama periode
observasi. Event recording menyajikan pencatatan perilaku yang
diamati secara terus menerus dan lebih mencatat berapa kali perilaku

3
sampel yang ditampilkan. Dalam observasi yang dilakukan, observer
menentukan :
a. Frekuensi, lamanya observasi dan waktu periode observasi
Observasi dengan event recording akan dilakukan sebanyak
sekali, lamanya observasi selama sehari dan waktu periode
observasi yang dilakukan selama 15 menit.
b. Sasaran perilaku
Observer menentukan perilaku target sesuai dengan variabel
observasi yang telah ditentukan, yaitu kecemasan (anxiety) dan
ditentukan berdasarkan teori yang relevan dengan variabel.
c. Metode pencatatan data
i. Metode pencatatan data yang digunakan pada observasi ini
yaitu dengan pencatatan paper dan pensil yang dilakukan
dengan tradisional yaitu metode stroke. Target perilaku dicatat
oleh observer dan co.observer secara bersamaan dalam
waktu bersamaan.

- Ratings Recording
Metode ini dilakukan pada akhir observasi, yaitu umumnya setelah
melakukan interval recording dan ratings recording. Skalanya
dirancang agar observer dapat mengindikasikan hal-hal yang
diobservasi. Jadi observer tidak hanya mengamati subjek tetapi juga
menilainya dengan tingkatan yang telah ditentukan pada saat
sebelum melakukan observasi. Dalam metode pencatatan ini
observer mengindikasikan penilaian dalam bentuk frekuensi dan atau
kualitas karakteristik performa. Umumnya mengukur tingkah laku
dengan skala atau checklist. Dalam merancang ratings recording ini,
observer menentukan :
a. Observer akan melakukan observasi dengan ratings recording
sebanyak sekali.
b. Observasi dengan ratings recording berlangsung selama sehari.
c. Waktu periode pengamatan selama 15 menit.

4
d. Perilaku sasaran yang akan diamati sesuai dengan variabel
pengamatan, yaitu kecemasan (anxiety). Dan ditentukan
berdasarkan teori yang relevan dengan variabel yang akan
diobservasi.
j. Metode pencatatan data yang digunakan yaitu dengan
mengchecklist satu nomor. Target perilaku dicatat oleh
observer dan co.observer secara bersamaan dalam waktu
bersamaan.

VI. Rencana Waktu Observasi

Dalam perencanaan observasi akan dilakukan pada:


Observasi I : Senin, 16 Mei 2011
Observasi II : Selasa, 17 Mei 2011
Observasi III : Jumat, 20 Mei 2011

VII. Tempat & Waktu Observasi

Tempat:
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Miftahul Ulum, Depok Timur, Jawa
barat.

Waktu Pelaksanaan Observasi:


Observasi I : Kamis, 19 Mei 2011 jam 08.40 – 08.55 WIB
Observasi II : Kamis, 19 Mei 2011 jam 10.05 – 10.20 WIB
Observasi III : Senin, 23 Mei 2011 jam 08.45 – 09.00 WIB

Observasi pertama dilaksanakan tidak sesuai dengan waktu yang


direncanakan, dikarenakan pada tanggal 16 Mei 2011 PAUD tempat
observer melakukan observasi sedang diliburkan.
Observasi kedua dilaksanakan tidak sesuai dengan waktu yang
direncanakan, karena pada tanggal 17 Mei 2011 PAUD tempat observer
melakukan observasi sedang diliburkan.
5
Observasi ketiga dilaksanakan tidak sesuai dengan waktu yang
direncanakan, karena pada tanggal 20 Mei 2011 PAUD tempat observer
melakukan observasi tidak ada kegiatan belajar mengajar didalam kelas,
hanya ada kegiatan olahraga dan praktek sholat diluar kelas.
VIII. Identitas Subyek
Nama :K
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 4 tahun
Kelas : Kairo

IX. Kajian Teoritik


Muchlas (1976) mendefinisikan istilah kecemasan sebagai suatu
pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental, kesukaran dan
tekanan yang menyertai konflik atau ancaman.
Spielberg, Libert dan Morris dalam (Elliot, 1999); Jeslid dalam
Hunsley (1985); Mandler dan Sarason dalam Hockey (1983); Gonzales,
Tayler dan Anton dalam Frietman (1997) telah mengadakan percobaan
konseptual untuk mengukur kecemasan yang dialami individu dan
kecemasan tersebut didefinisikan sebagai konsep yang terdiri dari dua
dimensi utama, yaitu kekhawatiran dan emosionalitas. Dimensi emosi
merujuk pada reaksi fisiologis dan sistem saraf otonomik yang timbul
akibat situasi atau objek tertentu. Juga merupakan perasaan yang tidak
menyenangkan dan reaksi emosi terhadap hal buruk yang dirasakan
yang mungkin terjadi, seperti ketegangan bertambah, jantung berdebar
keras, tubuh berkeringat dan badan gemetar saat mengerjakan sesuatu.
Khawatir merupakan aspek kognitif dari kecemasan yang dialami berupa
pikiran negatif terhadap kemungkinan kegagalan serta konsekuensinya
seperti tidak adanya harapan mendapat sesuatu sesuai yang
diharapkan, kritis terhadap diri sendiri, menyerah terhadap sesuatu yang
ada dan merasa khawatir berlebihan tentang kemungkinan apa yang
dilakukan.

6
Shah (2000) membagi kecemasan (anxiety) menjadi tiga
komponen, yaitu :
1. Komponen fisik, seperti : pusing, sakit perut, tangan berkeringat,
perut mual, mulut kering, grogi dan lain-lain.
2. Emosional, seperti : panik dan takut.
3. Mental atau kognitif, seperti : gangguan perhatian dan memori,
kekhawatiran, ketidakaturan dalam berpikir dan bingung.

Berdasarkan teori yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan


menjadi suatu definisi konsep yang menjelaskan kecemasan adalah
suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental, kesukaran
dan tekanan yang menyertai konflik atau ancaman. Kecemasan
didefinisikan sebagai konsep yang terdiri dari dua dimensi utama, yaitu
kekhawatiran dan emosionalitas. Dan pada teori lain dijelaskan bahwa
kecemasan juga terbagi menjadi tiga komponen, yaitu komponen fisik,
emosional, serta mental atau kognitif.
Jadi, dapat dispesifikan menjadi definisi operasional diantaranya
adalah tubuh berkeringat (tangan berkeringat, dahi berkeringat), tubuh
gemetar (tangan bergetar ketika sedang menulis, bibir bergetar ketika
menjawab pertanyaan dari guru), grogi (berbicara terbata-bata), takut
(tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru, tidak bersedia saat
dipanggil kedepan kelas, menangis didalam kelas), kekhawatiran
(bertanya kepada guru tentang tugas, bertanya kepada temannya
tentang tugas, bertanya mengenai hasil kerjanya kepada guru),
gangguan perhatian (menengok kearah lain ketika guru sedang
menjelaskan materi, mengetuk meja dengan pensil, mengetuk meja
dengan tangan, keluar dari bangkunya) dan gangguan memori
(menggaruk-garuk kepala).

7
X. Indikator Perilaku
Berdasarkan teori yang digunakan dan relevan dengan variabel
observasi, maka indikator yang menunjukkan kecemasan pada subjek
adalah subjek menunjukkan perilaku seperti berikut :
– Tangan subjek terlihat berkeringat.
– Dahi subjek terlihat berkeringat.
– Tangan subjek bergetar ketika sedang menulis.
– Bibir subjek gemetar ketika menjawab pertanyaan guru.
– Subjek berbicara terbata-bata.
– Subjek tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru.
– Subjek tidak bersedia saat dipanggil ke depan kelas.
– Subjek menangis di dalam kelas.
– Subjek bertanya pada guru tentang tugas.
– Subjek bertanya pada temannya tentang tugas.
– Subjek bertanya mengenai hasil kerjanya pada guru.
– Subjek menengok ke arah lain ketika guru sedang
menjelaskan materi.
– Subjek mengetuk meja dengan pensil.
– Subjek mengetuk meja dengan tangan.
– Subjek keluar dari bangkunya.
– Subjek menggaruk-garuk kepalanya.

8
XI. Lembar Kerja Observasi
a. Interval

9
b. Event

10
c. Ratings

11
XII. Observasi
a. Observasi lingkungan fisik
Observasi dilakukan didalam kelas bernama kelas kairo,
didalam 1 kelas terdapat 10 siswa yang duduk diatas lantai yang
dilapisi oleh karpet berwarna hijau, terdapat 1 kipas angin yang
tergantung didinding serta terdapat lampu neon yang terbagi
menjadi 2 untuk ruangan sebelahnya. Dikelas siswa
menggunakan meja kayu dengan posisi duduk membentuk huruf
U dan guru duduk didepan. Disisi dinding yang berhias tempelan
gambar-gambar kartun, angka, huruf-huruf dan berbagai bentuk
dari kertas warna terdapat pula tas-tas milik siswa yang
tergantung dan tersusun berderet didekat pintu yang sedang
tertutup. Penerangan hanya berasal dari satu lampu neon
panjang, didalam kelas terdapat sekat yang terbuat dari papan
untuk memisahkan dengan kelas yang ada disebelahnya, terdapat
pula 2 jendela yang terbuka ke ruangan selanjutnya yang diberi
rongga-rongga berbentuk lingkaran dan didalam kelas terdapat 1
lemari laci plastik yang berwarna-warni, suasana saat berada
didalam kelas cukup membuat berkeringat.

b. Observasi Ekspresi Emosi


Pada saat observasi berlangsung subjek menunjukkan
ekspresi emosinya dengan diam atau jarang berbicara dengan
teman-temannya, lebih bertanya atau berbicara dengan gurunya
khususnya mengenai tugas yang diberikan oleh gurunya pada
saat proses belajar mengajar di kelas.

12
c. Hasil Observasi
1. Interval

Tangan berkeringat
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Dahi berkeringat
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Tangan bergetar ketika sedang menulis


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Bibir bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t

13
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X O X X O X X X X X X X X
er 1
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X O X X O X X X X X X X X
er 2

Berbicara terbata-bata
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X O X X O X X X X X X X X
er 1
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X O X X O X X X X X X X X
er 2

Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Tidak bersedia saat dipanggil ke depan kelas


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2
Menangis di dalam kelas
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Bertanya kepada guru tentang tugas

14
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Bertanya kepada temannya tentang tugas


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 1 X X X X X X X X X X X X O X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 3 X X X X X X X X X X X X O X X X O X X X X X X X X X O X X X
er 2

Bertanya mengenai hasil kerjanya pada guru


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 2 X X X X X X X X O X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X O
er 1
Observ 1 X X X X X X X X O X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2
Menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan materi
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 1 O O X O O O X O O X X O O X O X O X X X O X X X X O X O O O
er 1 6
Observ 1 O O O X X O O O O X O X X X O X O O X X X X X X X O O X O O
er 2 5

Mengetuk meja dengan pensil


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 1 X X X X X X X X X X X X X X X X O X X X X X X X X X X X X X
er 1

15
Observ 1 X X X X X X X X X X X X X X X X O X X X X X X X X X X X X X
er 2

Mengetuk meja dengan tangan


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 0 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

Keluar dari bangkunya


Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X O O X X X X X X
er 1
Observ 2 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X O O X X X X X X X
er 2
Menggaruk-garuk kepala
Interv T 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3
al o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
t
Observ 2 X X X X X X X X X O X X X O X X X X X X X X X X X X X X X X
er 1
Observ 2 X X X X X X X X X O X X X O X X X X X X X X X X X X X X X X
er 2

2. Event

Tangan Berkeringat
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

16
Dahi berkeringat
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Tangan berkeringat ketika sedang menulis


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Bibir bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Berbicara terbata-bata
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 1 _ _ _ _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _

Observer 2 1 _ _ _ _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _

17
Tidak bersedia saat dipanggil ke depan kelas
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 1 _ _ _ _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _

Observer 2 1 _ _ _ _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _

Menangis di dalam kelas


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Bertanya kepada guru tentang tugas


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Bertanya kepada temannya tentang tugas


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 2 II _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 1 I _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Bertanya mengenai hasil kerjanya pada guru


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 2 _ _ _ _ _ _ I _ _ _ I _ _ _ _

Observer 2 2 _ _ _ _ _ _ I _ _ _ I _ _ _ _

18
Menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan materi
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 12 I I II I I _ _ _ I I I I _ II _

Observer 2 15 II II I II I _ _ _ I II I I _ II _

Mengetuk meja dengan pensil


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Mengetuk meja dengan tangan


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 0 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Keluar dari bangkunya


Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 1 _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _ _ _ _

Observer 2 1 _ _ _ _ _ _ I _ _ _ _ _ _ _ _

Menggaruk-garuk kepala
Tot 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Observer 1 5 _ _ I II II _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

19
Observer 2 3 _ _ _ _ II _ _ _ _ _ _ I _ _ _

Durasi
Perilaku
Observer 1 Observer 2
Tangan berkeringat
- -

Dahi berkeringat
- -
Tangan bergetar ketika sedang
menulis - -
Bibir bergetar ketika menjawab
pertanyaan dari guru - -

Berbicara terbata-bata
- -
Tidak bersedia menjawab pertanyaan
dari guru 18" 15”
Tidak bersedia saat dipanggil
kedepan kelas 22" 20”

Menangis didalam kelas


- -

Bertanya kepada guru tentang tugas


- -
Bertanya kepada temannya tentang
tugas 32” 10”
Bertanya mengenai hasil kerjanya
pada gurunya 44” 43”
Menengok ke arah lain ketika guru
sedang menjelaskan materi 71” 79”

Mengetuk meja dengan pensil


- -

Mengetuk meja dengan tangan


- -

Keluar dari bangkunya


27" 35”

Menggaruk-garuk kepala
25 11

3. Ratings
Indikator Frekuensi Turus Agr Dis

20
Observer 1 Observer 2 Obser Obser agr
ee
ver 1 ver 2 ee
HTP JR KD SR SL HTP JR KD SR SL
Tangan
berkeringat √ √ √
Dahi
berkeringat √ √ I I √
Tangan
bergetar
ketika
sedang
menulis √ √ √
Bibir
bergetar
ketika
menjawab
pertanyaan
dari guru
√ √ √
Berbicara
terbata-bata √ √ √
Tidak
bersedia
menjawab
pertanyaan
dari guru √ √ √
Tidak
bersedia
saat
dipanggil
kedepan
kelas √ √ √
Menangis
didalam
kelas
√ √ √
Bertanya
kepada guru
tentang
tugas
√ √ IIII II IIII II √
Bertanya
kepada
temannya
tentang
tugas
√ √ I I √

21
Bertanya
mengenai
hasil
kerjanya
pada
gurunya
√ √ III III √

Menengok
ke arah lain
ketika guru
sedang
menjelaskan
materi
√ √ IIII IIII √
Mengetuk
meja
dengan
pensil √ √ √
Mengetuk
meja
dengan
tangan √ √ I √
Keluar dari
bangkunya √ √ III III √
Menggaruk-
garuk
kepala √ √ I III √

Keterangan :
1. HTP : hampir tidak pernah
Frekuensi : 0 % - 20 %
2. JR : jarang
Frekuensi : 21 % - 40 %
3. KD : kadang-kadang
Frekuensi : 41 % - 60 %
4. SR : sering
Frekuensi : 61 % - 80 %
5. SL : selalu
Frekuensi : 81 % - 100 %

Hasil dari Rating Scale


Observer 1
22
1. Indikator 1) : 0/ 7 x 100% =0%
2. Indikator 2) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %
3. Indikator 3) : 0/ 7 x 100% =0%
4. Indikator 4) : 0/ 7 x 100% =0%
5. Indikator 5) : 0/ 7 x 100% =0%
6. Indikator 6) : 0/ 7 x 100% =0%
7. Indikator 7) : 0/ 7 x 100% =0%
8. Indikator 8) : 0/ 7 x 100% =0%
9. Indikator 9) : 7/ 7 x 100% = 100 %
10. Indikator 10) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %
11. Indikator 11) : 3/ 7 x 100% = 42,85 %
12. Indikator 12) : 4/ 7 x 100% = 57,14 %
13. Indikator 13) : 0/ 22 x 100% = 0 %
14. Indikator 14) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %
15. Indikator 15) : 3/ 7 x 100% = 42,85 %
16. Indikator 16) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %

Observer 2
Indikator 1) : 0/ 7 x 100% =0%
2. Indikator 2) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %
3. Indikator 3) : 0/ 7 x 100% =0%
4. Indikator 4) : 0/ 7 x 100% =0%
5. Indikator 5) : 0/ 7 x 100% =0%
6. Indikator 6) : 0/ 7 x 100% =0%
7. Indikator 7) : 0/ 7 x 100% =0%
8. Indikator 8) : 0/ 7 x 100% =0%
9. Indikator 9) : 7/ 7 x 100% = 100 %
10. Indikator 10) : 1/ 7 x 100% = 14,28 %
11. Indikator 11) : 3/ 7 x 100% = 42,85 %
12. Indikator 12) : 4/ 7 x 100% = 57,14 %
13. Indikator 13) : 0/ 22 x 100% = 0 %
14. Indikator 14) : 0/ 7 x 100% =0%

23
15. Indikator 15) : 3/ 7 x 100% = 42,85 %
16. Indikator 16) : 3/ 7 x 100% = 42,85 %

d. Catatan observasi.
Pada saat observasi dilakukan observer sangat diterima
dengan hangat oleh pihak PAUD baik dari kepala sekolahnya
maupun dari guru-gurunya dan pada saat observasi dikelas, guru
kelas tempat kami melakukan observasi juga cukup baik
menerima observer dan cukup membimbing observer
memberikan informasi mengenai subjek yang diamati.

XIII. Perhitungan Data Interobserver Reliability


Percentage Agreement
• Interval Recording Percentage Agreement Estimate
o Agreement On Total Observations
Atot x 100
Formula : %A IR tot =
Atot +D

1. Tangan berkeringat
30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

2. Dahi berkeringat
30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

3. Tangan bergetar ketika sedang menulis


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

4. Bibir bergetar ketika sedang menulis


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

5. Berbicara terbata-bata
30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

6. Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

7. Tidak bersedia saat dipanggil kedepan kelas

24
30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

8. Menangis didalam kelas


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

9. Bertanya kepada guru tentang tugas


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

10. Bertanya kepada temannya tentang tugas


28
%A IR tot =
28 + 2
x 100 =93,33 %

11. Bertanya mengenai hasil kerjanya kepada gurunya


29
%A IR tot =
29 +1
x 100 =96,67 %

12. Menengok kearah lain ketika guru sedang menjelaskan


materi
19
%A IR tot =
19 +11
x 100 =63,33 %

13. Mengetuk meja dengan pensil


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

14. Mengetuk meja dengan tangan


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

15. Keluar dari bangkunya


28
%A IR tot =
28 + 2
x 100 =93,33 %

16. Menggaruk-garuk kepala


30
%A IR tot =
30 +0
x 100 =100 %

o Agreement On Occurance Observations


Aocc x 100
Formula : %A IR occ =
Aocc +D

25
1. Tangan berkeringat
0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

2. Dahi berkeringat
0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

3. Tangan bergetas ketika sedang menulis


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

4. Bibir bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru


2
%A IR occ =
2 +0
x 100 =100 %

5. Berbicara terbata-bata
2
%A IR occ =
2 +0
x 100 =100 %

6. Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

7. Tidak bersedia saat dipanggil ke depan kelas


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

8. Menangis di dalam kelas


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

9. Bertanya pada guru tentang tugas


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

10. Bertanya kepada temannya tentang tugas


1
%A IR occ =
1 +2
x 100 =33,33 %

11. Bertanya mengenai hasil kerjanya pada guru


1
%A IR occ =
1 +1
x 100 =50 %

12. Menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan


materi
10
%A IR occ =
10 +11
x 100 =45,45 %

13. Mengetuk meja dengan pensil

26
1
%A IR occ =
1 +0
x 100 =100 %

14. Mengetuk meja dengan tangan


0
%A IR occ =
0 +0
x 100 =0 %

15. Keluar dari bangkunya


1
%A IR occ =
1 +2
x 100 =33,33 %

16. Menggaruk-garuk kepala


2
%A IR occ =
2 +0
x 100 =100 %

o Agreement On Nonoccurance Observations


Anon x 100
Formula : %A IR non =
Anon +D

1. Tangan berkeringat
30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

2. Dahi berkeringat
30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

3. Tangan bergetar ketika


sedang menulis
30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

4. Bibir gemetar ketika


menjawab pertanyaan dari guru
28
%A IR non =
28 +0
x 100 =100 %

5. Berbicara terbata-bata
28
%A IR non =
28 +0
x 100 =100 %

27
6. Tidak bersedia menjawab
pertanyaan dari guru
30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

7. Tidak bersedia saat


dipanggil ke depan kelas
30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

8. Menangis di dalam kelas


30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

9. Bertanya kepada guru tentang tugas


30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

Bertanya kepada temannya tentang tugas


27
%A IR non =
27 + 2
x 100 =93,10 %

Bertanya mengenai hasil kerjanya pada guru


28
%A IR non =
28 +1
x 100 =96,55 %

Menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan materi


9
%A IR non =
9 +11
x 100 =40, 90 %

Mengetuk meja dengan pensil


29
%A IR non =
29 +0
x 100 =100 %

Mengetuk meja dengan tangan


30
%A IR non =
30 +0
x 100 =100 %

Keluar dari bangkunya


27
%A IR non =
27 + 2
x 100 =93, 10 %

Menggaruk-garuk kepala
28
%A IR non =
28 +0
x 100 =100 %

• Event Recording Percentage Agreement Estimate


f
Formula :
1
%A ER = x 100
f 2

Tangan berkeringat

28
%A ER =
0
0
x 100 =0%

Dahi berkeringat
%A ER =
0
0
x 100 =0%

Tangan bergetar ketika sedang menulis


%A ER =
0
0
x 100 =0%

Bibir bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru


%A ER =
0
0
x 100 =0%

Berbicara terbata-bata
%A ER =
0
0
x 100 =0%

Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


%A ER 1
= x
1
100 =100%

Tidak bersedia saat dipanggil kedepan kelas


%A ER 1
= x
1
100 =100%

Menangis didalam kelas


%A ER =
0
0
x 100 =0%

Bertanya kepada guru tentang tugas


%A ER =
0
0
x 100 =0%

Bertanya kepada temannya tentang tugas


%A ER =
1
2
x 100 =50%

Bertanya mengenai hasil kerjanya kepada gurunya


%A ER =
2
2
x 100 =100%

Menengok kearah lain ketika guru sedang menjelaskan materi


%A ER =
12
15
x 100 =80%

Mengetuk meja dengan pensil


%A ER =
0
0
x 100 =0%

Mengetuk meja dengan tangan

29
%A ER =
0
0
x 100 =0%

Keluar dari bangkunya


%A ER 1
= x
1
100 =100%

Menggaruk-garuk kepala
%A ER =
3
5
x 100 =60%

o Duration Recording Percentage Agreement Estimate


t1
Formula : %A DR =
th x 100

1. Tangan berkeringat
%A ER =
0
0
x 100 =0%

2. Dahi berkeringat
%A ER =
0
0
x 100 =0%

3. Tangan bergetar ketika sedang menulis


%A ER =
0
0
x 100 =0%

4. Bibir bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru


%A ER =
0
0
x 100 =0%

5. Berbicara terbata-bata
%A ER =
0
0
x 100 =0%

6. Tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru


%A ER =
15
18
x 100 =83,33%

7. Tidak bersedia saat dipanggil kedepan kelas


%A ER =
20
22
x 100 =90,90%

8. Menangis didalam kelas


%A ER =
0
0
x 100 =0%

9. Bertanya kepada guru tentang tugas


%A ER =
0
0
x 100 =0%

30
10. Bertanya kepada temannya tentang tugas
%A ER =
10
32
x 100 = 43,47%

11. Bertanya mengenai hasil kerjanya kepada gurunya


%A ER =
43
44
x 100 =95,45%

12. Menengok kearah lain ketika guru sedang menjelaskan materi


%A ER =
71
79
x 100 =89,87%

13. Mengetuk meja dengan pensil


%A ER =
0
0
x 100 =0%

14. Mengetuk meja dengan tangan


%A ER =
0
0
x 100 =0%

15. Keluar dari bangkunya


%A ER =
27
35
x 100 = 77,14%

16. Menggaruk-garuk kepala


%A ER =
11
25
x 100 = 44%

• Ratings Recording Percentage Agreement Estimate.


29
% AR R = Arr x100= x 100= 96,66%
Arr + D 29 + 1

XIV. Analisis Hasil Observasi


• Interval
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi interval dan
hasil perhitungan yang telah dilakukan oleh observer dan co.observer,
maka berdasarkan teori yang digunakan oleh observer sebagai
landasan dalam melakukan observasi, dapat dianalisis bahwa subjek
menunjukan beberapa target perilaku kecemasan (anxiety) yang
menjadi acuan observer seperti pada komponen fisik berupa tubuh
gemetar, yang ditunjukan subjek bibirnya bergetar ketika sedang
menulis, kemudian subjek menunjukan grogi saat subjek terlihat

31
berbicara terbata-bata, subjek pun terlihat takut karena subjek
bertanya kepada temannya tentang tugas, bertanya mengenai hasil
kerjanya pada guru, subjek menunjukan gangguan perhatian dengan
sering menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan materi
(yang menjadi frekuensi perilaku tertinggi), mengetuk meja dengan
pensil, keluar dari bangkunya, serta perilaku subjek juga menunjukan
gangguan perhatian seperti subjek menggaruk-garuk kepalanya. Dan
kesepakatan interobserver mengenai pengamatan pada perilaku
kecemasan subjek berdasarkan perhitungan dari Interval Recording
Percentage Agreement Estimate yang pertama yakni Agreement On
Total Observations hampir semua pengamatan yang dilakukan oleh
observer dan co observer menunjukan hasil yang sama yaitu
persentase sebesar 100%, namun ada beberapa perilaku yang
menunjukan hasil berbeda seperti pada perilaku subjek bertanya
kepada temannya tentang tugas persentasenya sebesar 93,33%,
subjek bertanya mengenai hasil kerjanya kepada gurunya
persentasenya 96,67%, subjek menengok kearah lain ketika guru
sedang menjelaskan materi persentasenya 63,33%, dan pada saat
subjek keluar dari bangkunya persentasenya sebesar 93,33%. Pada
perhitungan yang kedua yakni Agreement On Occurance
Observations hasil pengamatan yang dilakukan kemudian
menunjukan hasil kesepakatan antar observer dan co observer
mengenai target perilaku yang terjadi diantaranya subjek bibirnya
bergetar ketika menjawab pertanyaan dari guru persentasenya 100%,
subjek berbicara terbata-bata persentasenya 100%, subjek bertanya
kepada temannya tentang tugas persentasenya 33,33%, subjek
bertanya mengenai hasil kerjanya pada gurunya persentasenya 50%,
subjek menengok ke arah lain ketika guru sedang menjelaskan
materi , persentasenya 45,45%, subjek mengetuk meja dengan pensil
persentasenya 100%, subjek keluar dari bangkunya persentasenya
33,33% dan subjek menggaruk-garuk kepala persentasenya 100%.
Dan pada perhitungan yang ketiga yakni Agreement On

32
Nonoccurance Observations hasil pengamatan yang dilakukan
kemudian menunjukan hasil kesepakatan antar observer dan co
observer mengenai target perilaku yang tidak terjadi hampir semua
mencapai kesepakatan yang sama dengan persentase 100%, namun
ada beberapa perilaku yang menunjukan hasil berbeda seperti pada
perilaku subjek bertanya kepada temannya tentang tugas
persentasenya 93,10%, subjek bertanya mengenai hasil kerjanya
pada guru persentasenya 96,55%, subjek menengok ke arah lain
ketika guru sedang menjelaskan materi persentasenya 40,90% dan
subjek keluar dari bangkunya persentasenya 93,10%. Hal ini dapat
menunjukan bahwa pengamatan dan pencatatan observer dan
co.observer menunjukkan keakuratan data, karena perilaku dan
jumlah frekuensi perilaku yang dicatat oleh observer dan co.observer
tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan hampir semua
pencatatan menunjukan persentase 100% dan hanya beberapa target
perilaku yang menunjukan hasil pencatatan berbeda dari observer
dan co observer.
• Event
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dengan
menggunakan metode pencatatan event (event recording), maka
dapat dianalisis sesuai dengan teori yang digunakan bahwa subjek
pada waktu pengambilan data mengenai kecemasan tidak
menunjukkan kecemasan secara fisik. Subjek lebih menunjukkan
kecemasan pada komponen emosional, yaitu mengindikasikan rasa
takut dengan tidak bersedia menjawab pertanyaan dari guru pada
menit ke 10 dan tidak bersedia saat dipanggil ke depan kelas oleh
gurunya pada menit ke 10. Selain itu, subjek juga menunjukkan
adanya kecemasan pada kognitif dan mentalnya, diantaranya yang
pertama yaitu subjek menunjukkan kekhawatiran dengan bertanya
kepada temannya mengenai tugas yang diberikan pada menit pertama
(ke-1) sebanyak dua kali dan juga bertanya mengenai hasil kerjanya
pada gurunya sebanyak dua kali pada menit ke-7 dan ke-11. Dan

33
yang kedua, subjek menunjukkan adanya gangguan perhatian,
diantaranya subjek menengok ke arah lain ketika guru sedang
menjelaskan materi sebanyak 12 kali dalam waktu pengamatan
selama 15 menit, lalu subjek juga keluar dari bangkunya pada menit
ke-7 dan menggaruk-garuk kepala sebanyak 5 kali pada rentang
waktu pengamatan selama 15 menit. Dan berdasarkan perhitungan
yang telah dilakukan oleh observer dan co.observer yaitu dengan
perhitungan Event Recording Percentage Agreement Estimate,
menunjukkan bahwa kesepakatan interobserver pada setiap indikator
menghasilkan persentase mulai dari 50%-100% pada perilaku yang
terjadi dan 0% pada perilaku yang tidak terjadi. Hal ini dapat
menunjukkan keakuratan data yang diambil, yaitu observer dan
co.observer mencatat frekuensi perilaku dengan perbedaan yang tidak
begitu signifikan. Dan berdasarkan perhitungan Duration Recording
Percentage Agreement Estimate, menunjukkan bahwa persentase
kesepakatan durasi yang dicatatat oleh observer dan co.observer
mulai dari 50%-100% pada perilaku yang terjadi. Hal ini dapat
diartikan bahwa observer dan co.observer melakukan pencatatan
target perilaku pada rentang waktu atau durasi yang perbedaannya
tidak begitu signifikan.

• Rating
Berdasarkan hasil observasi dan hasil perhitungan dengan metode
rating yang telah dilakukan oleh observer dan co.observer, maka
berdasarkan teori yang digunakan oleh observer sebagai landasan
dalam melakukan observasi, dapat dianalisis bahwa subjek hampir
tidak pernah menunjukkan kecemasan (anxiety) secara komponen
fisik dan emosional, subjek lebih menunjukkan kecemasannya dengan
mengindikasikan kecemasan pada komponen kognitif atau mental.
Diantaranya subjek menunjukkan kekhawatiran, yaitu dengan selalu
bertanya kepada guru mengenai tugas yang diberikan dan terkadang
subjek bertanya kepada gurunya mengenai hasil kerjanya dari tugas

34
yang diberikan. Perilaku subjek juga menunjukkan adanya gangguan
perhatian, diantaranya yaitu subjek terkadang menengok ke arah lain
ketika gurunya sedang menjelaskan materi dan juga terkadang subjek
keluar dari bangkunya untuk bertanya pada gurunya mengenai tugas.
Dan kesepakatan interobserver mengenai skala rating pada perilaku
kecemasan subjek berdasarkan perhitungan dari Ratings Recording
Percentage Agreement Estimate, mencapai kesepakatan sebesar
96,66%. Hal ini dapat diartikan bahwa pencatatan observer dan
co.observer menunjukkan keakuratan data, karena perilaku dan
jumlah frekuensi perilaku yang dicatat oleh observer dan co.observer
tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

XV. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan
bahwa perkembangan motorik kasar Z sudah berkembang sesuai
dengan umurnya. Z sudah mampu menguasai keterampilan A, B, C,
dst. Namun demikian, untuk keterampilan D, Z masih perlu dilatih
kembali agar perkembangan motorik kasarnya semakin baik.
XVI. Daftar Pustaka
Ghufron, M. Nur & Risnawita, Rini. 2010. Teori-teori Psikologi.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
http://www.mcmaster.ca/inabis98/ameringen/coplan0344/index.html

35
Lampiran A
36
Lampiran B:
Analisis:
• Hambatan/kesulitan dalam menyusun, melakukan, dan melaporkan
observasi
1. Hambatan/kesulitan dalam menemukan teori-teori yang
berkaitan dengan variable yang akan diobservasi.
2. Hambatan/kesulitan dalam menentukan indikator-indikator
perilaku yang akan diamati.
3. Hambatan/kesulitan dalam mengatur jadwal observasi dengan
jadwal kuliah.
4. Hambatan/kesulitan pada saat tidak sesuainya waktu
pelaksanaan observasi dengan waktu yang telah direncanakan
sebelumnya.

• Data yang dihasilkan dari observasi yang observer lakukan dapat


dipercaya kebenarannya, karena observer melakukan observasi dengan

37
langsung terjun ke lapangan dan mengobservasi serta mencatat perilaku
subjek yang menjadi target observasi sesuai dengan situasi dan kondisi
yang ada dan terjadi. Subjek melakukan observasi pada variabel yang
sesuai, yaitu kecemasan (anxiety) dan mencatat perilaku yang sesuai
dengan indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Sebelum
melakukan observasi, observer telah menentukan variabel dan indikator
dan juga mempersiapkan lembar kerja atau protocol untuk mencatat
perilaku target. Sehingga

38

Anda mungkin juga menyukai