Anda di halaman 1dari 7

FENOMENA ENERGI PADA FLUIDA MENGGUNAKAN PENDEKATAN

MODEL FISIK SKALA LABORATORIUM

1
Joleha, 2Bochari, 3Nurdin, 4Amril
1, 2,3
Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau Pekanbaru
4
Teknisi Laboratorium Plumbing Jurusan Teknik Sipil Universitas Riau
e-mail : jolehas@yahoo.com

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil


Universitas Riau, yang bertujuan untuk menentukan koefisien debit (Cd) dan
pembagian tekanan sepanjang pipa konvergen-divergen (pipa venturimeter).
Metode penelitian disusun berdasarkan latar belakang penelitian, identifikasi
masalah, perumusan masalah serta tujuan utama dari penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan besarnya koefisien debit berkisar antara 0,883 – 0.898.
Nilai ini lebih kecil dari nilai koefisien teoritis yang ditetapkan yaitu antara 0,92
– 0,99.
Kata kunci : koefisien debit, energi , venturimeter.

PENDAHULUAN
Pada zat cair diam, gaya-gaya yang bekerja dapat dihitung dengan mudah, karena
dalam hidrostatika hanya bekerja gaya tekanan yang sederhana. Pada zat cair
mengalir, permasalahan menjadi lebih sulit. Faktor-faktor yang diperhitungkan tidak
hanya kecepatan dan arah partikel, tetapi juga pengaruh kekentalan yang
menyebabkan geseran antara partikel, tetapi juga pengaruh kekentalan yang
menyebabkan geseran antara partikel-partikel.
Gerak zat cair tidak mudah diformulasikan secara matematik, sehingga diperlukan
anggapan-anggapan dan percobaan-percobaan untuk mendukung penyelesaian secara
teoritis. Persamaan energi yang menggambarkan gerak partikel diturunkan dari
persamaan gerak. Persamaan energi dapat ditunjukkaan oleh persamaan Euler dan
persamaan Bernoulli.

Untuk aliran satu dimensi, yaitu aliran dengan kecepatan di setiap titik pada
penampang lintang mempunyai besar dan arah yang sama. Perubahan kecepatan
hanya terjadi pada arah aliran, maka hanya akan ditinjau pemakaian dari persamaaan
yang telah diintegraalkan yaitu persamaan Bernoulli.

Penurunan persamaan Bernoulli untuk aliran sepanjang garis arus didasarkan pada
Hukum Newton II tentang gerak (F=Ma). Persamaan ini diturunkan berdasarkan
anggapan sebagai berikut ini;
1. Zat cair adalah ideal, jadi tidak mempunyai kekentaalan (kehilaangan energi
akibat gesekan adalah nil)
2. Zat cair adalah homogen dan tidak termampatkan (rapat massa zat cair
adalah konstan).
3. Aliran adalah kontinyu dan sepanjang garis arus
4. Kecepatan aliran adalah merata dalam suatu penampang
5. Gaya yang bekerja hanya gaya berat dan tekanan
Di dunia teknik sipil model yang lazim dipergunakan sebagai alat bantu analisa
adalah model fisik dan model matematik. Dikatakan Legowo (1998), pada model
fisik, peniruan geometri dan fenomena fisik obyek yang akan dimodelkan dilakukan
dengan cara membuat miniatur atau pengecilan ukuran menggunakan skala tertentu
bagi fenomena yang akan diamati atau berpengaruh dominan pada proses yang
diamati. Hasil pengamatan dan pengukuran pada model ini kemudian diterjemahkan
untuk memperoleh gambaran mengenai besaran-besaran yang sesungguhnya terjadi
atau akan terjadi pada prototip. Masih menurut Legowo (1998), dalam model uji
hidrolik, keunggulan model fisik dapat memberikan informasi lebih rinci pada titik-
titik pusat perhatian pada pandangan tiga dimensi, disamping itu model fisik dapat
mempresentasikan fenomena-fenomena yang belum pasti diketahui perumusannya.
Dengan memanfaatkan keunggulan spesifik dari model fisik tersebut di atas, maka
pada penelitian ini menitikberatkan fenomena energy pada fluida menggunakan
pendekatan model fisik skala laboratorium.

Pengelolaan sumberdaya air atau pengelolaan sumber - sumber air tidak akan lepas
dari permasalahannya. Dikatakan oleh Suryadi (1986), pada pengelolaan sumber-
sumber air ini dijumpai sejumlah besar kriteria - kriteria berhubungan dengan kualitas
dimana masing-masing kriteria berhubungan satu sama lain dan bersifat komplek.
Dengan adanya kriteria - kriteria yang komplek inilah menjadi salah satu penyebab
utama yang mendorong berkembangnya penggunaan model.

Perhatikan aliran fluida melalui pipa konvergen-divergen seperti terlihat pada


Gambar 1. Luas tampang lintang 1 dibagian hulu a1 dibagian tengah a2 dan pada
tampang lintang-n adalah an. Tabung-tabung piezometer pada tampang-tampang
tersebut dicatat sebagai h1, h2, dan hn.

Gambar 1. Sketsa Alat Venturimeter

Dengan menganggap tidak terjadinya kehilangan energi sepanjang pipa dan tinggi
kecepatan serta piezometer h tetap pada masing-masing tampang lintang tersebut,
maka Persamaan Bernouli pada keadaan tersebut adalah;
2 2 2
v1 v v
 h1  2  h2  n  hn
2g 2g 2g

dengan v1, v2 dan vn, kecepatan aliran melalui tampang 1, 2, dan n

Persamaan Kontinuitas

v1  a2  v2  a1  vn  an  Q (2.2)

dengan Q adalah debit aliran air.

Dengan mensubstitusi Persamaan 1 ke Persamaan 2, maka didapat,

2
v2
2
 a2  v
2
   h1  2  h2 (2.3)
2g  a1  2g

dengan menyelesaikan persamaan tersebut untuk v2 didapat,

2 g h1  h2 
v2  (2.4)
1  a 2 / a1 

sehingga Qtheori didapat

2 g h1  h2 
Qth  a 2 (2.5)
1  a 2 / a1 

METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil Universitas
Riau.
Pengumpulan Data Primer
Data Primer yang diperlukan yaitu;
1. Data tinggi air dalam tabung piezometer pada alat venturimeter (h1 –h5) dalam
mm.
2. Data debit yang melalui venturimeter (Q) dalam m3/dt.
Pengumpulan Data Percobaan/Uji
Data pengujian diperoleh dengan melakukan beberapa pengujian/percobaan dengan
beberapa variasi waktu dan debit.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil percobaan pada alat venturimeter mengasilkan perpedaan ketinggian dan
kecepatan pada masing-masing variasi/percobaan, seperti yang tercantum pada Tabel
1.
Tabel 1 Hasil Hitungan Percobaan Venturimeter
Volume Waktu h1-h4 h5-hE h1-h5 (h1- Qact Qth
V (tr) (mm) (mm) (m) h5)2 (m3/det) (m3/det)
(m3) (detik) (m)
180x10-6 4,13 15 134 0,019 0,137 4,358x10-5 4,853x10-5
180x10-6 3,05 160 124 0,036 0,189 5,902x10-5 6,680x10-5
180x10-6 2,17 174 105 0,069 0,262 8,295x10-5 9,248x10-5

Tabel 2 Hasil Cd tiap-tiap percobaan


h1=hA h5=hE A1 A5 Qnyata Qnyata
Cd
(mm) (mm) (mm2) (mm2) m3/dt 10-4 m3/dt 10-4
153 134 4,358x10-5 4,853x10-5 0,898
160 124 490,625 78,5 5,902x10-5 6,680x10-5 0,883
174 105 8,295x10-5 9,248x10-5 0,896

Pada Tabel 2 menunjukkan bahwa Cd tidak dapat digunakkan sebagai acuan. Karena
pada percobaan venturimeter, koefisien debit tidak sesuai dengan ketentuan yang
berlaku yaitu antara 0,92 -0,99.
Nilai Cd dipengaruhi oleh perbandingan tinggi tekanan pipa 1 dan pipa 5, sedangkan
tinggi tekanan itu sendiri dipengaruhi oleh besarnya tekanan air yang ada pada pipa
tersebut.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Besarnya koefisien debit (Cd) adalah 0,898; 0,883; dan 0,896.
Dalam percobaan aliran melalui venturimeter ini diperoleh nilai Cd yang bervariasi,
dari sini dapat disimpulkan bahwa tinggi (h) ,dan besar diameter (D) sangat
berpengaruh dalam mendapatkan nilai Cd, semakin tinggi (h) maka hasil Cd yang
didapat juga semakin besar.

SARAN
Sebaiknya jumlah percobaan dilakukan sebanyak mungkin sehingga diperoleh hasil
yang mendekati nilai teoritis.

UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis mengucapkan terima kasih kepada
1. Ketua Lembaga Penelitian Universitas
Riau yang telah mendanai penelitian melalui Dana Rutin Universitas Riau untuk
Skema Penelitian Berbasis Laboratorium pada tahun 2012.
2. Ketua Laboratorium Hidroteknik Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Riau yang telah memberi izin menggunakan alat pengujian untuk percobaan
penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA
Bambang Triatmodjo, 1996. Hidraulika I. Yogyakarta : Beta Offset.
Kodoatie. R. 2003. Hidrolika Terapan Aliran Pada Saluran Terbuka dan Pipa.
Jogyakarta : Penerbit ANDI.
Patty. O. P. 1994. Tenaga Air. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Suryadi . 1986. Pengenalan Analisa Dengan Model Matematik Pada Masalah Air.
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pengairan No.2 Tahun,1-KW.II, Hal 3-6.
Legowo, S.1998. Pengkajian Pendangkalan Muara Sungai Di Pantai Utara Pulau
Jawa Barat dan Rekayasa Pemecahannya. Bandung : Laporan Akhir Riset
Unggulan Terpadu (RUT III/3) Lembaga Penelitian Institut Teknologi Bandung
(ITB).

Anda mungkin juga menyukai