Anda di halaman 1dari 32

RANCANGAN AKTUALISASI

“PEMBERIAN LABELING PITA PADA PASIEN TRIASE DI UNIT GAWAT


DARURAT PUSKESMAS PASIRIAN”

Disusun Oleh:

FITRIYAH DIAN SINAN SARI,Amd.Kep


NIP. 198606132020122001
NDH : 12

PELATIHAN DASAR CPNS


GOLONGAN II ANGKATAN IV
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2022

1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALIS
“PEMBERIAN LABELING PITA PADA PASIEN TRIASE DI UNIT GAWAT
DARURAT PUSKESMAS PASIRIAN”

Disusun Oleh:

FITRIYAH DIAN SINAN SARI,Amd.Kep


NIP.198606132020122001
NDH : 12

Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Coach, Mentor dan Penguji pada
Seminar Rancangan Aktualisasi, hari Jum`at tanggal 25 Maret 2022
di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Lumajang
Provinsi Jawa Timur

Lumajang, 22 Maret 2022


Coach, Mentor,

Dr.Ir Gentur Prihantono,SP,MT,MH. dr. Syaiful Ihsan


Widyaiswara Ahli Utama Kepala Puskesmas Pasirian
NIP.19590109 198712 1 002 NIP. 19720118 200212 1 004

BERITA ACARA
2
Sehubungan dengan penyelenggaraan Diklat Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan VIII Pemerintahan Kabupaten Lumajang dengan Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur Hari Selasa, 15 Maret 2022 telah melaksanakan
Seminar Rancangan Aktualisasi.
Nama : FITRIYAH DIAN SINAN SARI,Amd.Kep
NDH : 12
Judul : PEMBERIAN LABELING PITA PADA PASIENTRIASE DI UNIT
GAWAT DARURAT PUSKESMAS PASIRIAN
Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditanda tangani oleh:

Lumajang, 25 Maret 2022

Penguji, Peserta,

dr. BAYU WIBOWO IGNASIUS FITRIYAH DIAN SINAN SARI,Amd.Kep.


NIP. 19630724 198910 1 002 NIP. 198606132020122001

Coach, Mentor,

Dr.Ir.Gentur prihantono,SP,MTMH. dr. Syaiful Ihsan


Widyaiswara Ahli Utama NIP. 19720118 200212 1 004
NIP.19590109 198712 1 002

3
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, dan
hidayah-Nya rancangan aktualisasi “PEMBERIAN LABELING PITA PADA PASIEN
TRIASE DI UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS PASIRIAN” dapat terselesaikan
dengan baik. Rancangan aktualisasi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan kelulusan
Pendidikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan IV Tahun 2022.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang
telah membantu dalam penulisan rancangan aktualisasi ini. Ucapan terima kasih tersebut
penulis tujukan kepada:

1. Bapak Dr.Ir.Gentur prihantono,SP,MT,MH selaku Coach / Pembimbing, atas


segala kesabaran, bimbingan, bantuan, dan pengarahan materi yang telah
diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan aktualisasi ini;
2. dr. Syaiful Ihsan selaku Kepala Puskemas Pasirian sekaligus mentor yang telah
banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan, dan arahan
kepada penulis selama penyelesaian laporan aktualisasi ini;
3. dr. Bayu Wibowo Ignasius selaku penguji atas saran dan masukan yang telah
diberikan demi menyempurnakan Laporan Aktualisasi ini;
4. Panitia pelaksana Pelatihan Dasar CPNS Angkatan IV Tahun 2022 yang telah
memberikan masukan dan motivasi kepada penulis;
5. Keluarga, rekan kerja serta teman-teman seperjuangan yang senantiasa
memberikan dorongan, bantuan dan semangat untuk menyelesaikan laporan
aktualisasi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan rancangan aktualisasi ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
dari pembaca dan pemerhati sangat diharapkan untuk penyempurnaan rancangan
aktualisasi ini.

Lumajang, 25 Maret 2022

Penulis

4
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................................................1

LEMBAR PENGESAHAN........................................................................................................2

BERITA ACARA.......................................................................................................................3

KATA PENGANTAR................................................................................................................4

DAFTAR ISI...............................................................................................................................5

BAB 1.........................................................................................................................................9

1.1 Latar Belakang.............................................................................................................9

1.2 Deskripsi Lembaga/Unit Kerja...................................................................................10

1.2.1 Profil UPT Puskesmas Pasirian..............................................................................10

1.2.2 Kondisi Geografis...................................................................................................11

1.2.3 Wilayah Administrasi.............................................................................................12

1.2.4 Kependudukan........................................................................................................12

1.2.5 Tujuan Puskesmas..................................................................................................14

1.2.6 Fungsi Puskesmas...................................................................................................14

1.2.7 Visi, Misi, dan Motto Puskesmas Pasirian.............................................................14

1.2.8 Tata Nilai Puskesmas: PUSPA...............................................................................15

1.3 Struktur Organisasi UPT Puskesmas Pasirian............................................................15

1.4 Profil Peserta..............................................................................................................18

1.5 Uraian Tugas Jabatan Peserta.....................................................................................20

2.1 Identifikasi Isu, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu....................................21

2.1.1 Identifikasi Isu........................................................................................................21

2.1.2 Penetapan Isu..........................................................................................................21

2.1.3 Gagasan Pemecah Isu.............................................................................................24

2.2 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi...................................................................24

5
DAFTAR TABEL

TABEL 1.1 Data Kepegawaian.................................…………………………………….18

TABEL 2.1 Seleksi isu menggunakan metode AKPL…………………………………… 21

TABEL 2.2 Matriks Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode USG……………....... 22

TABEL 2.3 Alternatif Pemecahan Dengan Teknik Tapisan Mc NAmara……………....... 24

TABEL 2.4 Kriteria teknik Tapisan Mc Namara…………………………………............ 25

TABEL 2.5 Lembar Kerja Diagnosa Organisasi………………………………………… 25

TABEL 2.6 Matriks Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode USG………………. 27

TABEL 2.7 Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan……………………………………. 31

6
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1.1 UPT Puskesmas Pasirian……………………………………………………. 11

GAMBAR 1.2Peta Administrasi Puskesmas Pasirian............................................................ 12

GAMBAR 1.3 Piramida Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis KelaminTahun 2019
...................................................................................................................................................13

GAMBAR 1.4 Struktur Organisasi UPT Puskesmas Pasirian..................................................17

7
DAFTAR LAMPIRAN

8
BAB 1
GAMBARAN UNIT KERJA

Latar Belakang
Menurut PERMENKES no 43 tahun 2019 tentang puskesmas, Puskesmas adalah suatu
fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat maupun
perorangan pada tingkat pertama yang lebih berfokus pada upaya promotif dan preventif pada
wilayah kerjanya. Dikarenakan merupakan fasilitas tingkat pertama, puskesmas dijadikan
ujung tombak dari pelayana kesehatan. Puskesmas sendiri ditempatkan di setiap
kelurahan/kecamatan dikarenakan agar mempermudah masyarakat dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan. (Radito, 2014).

Puskesmas sendiri memiliki beberapa unit pelayanan salah satunya adalah IGD atau
Instalasi Gawat Darurat. Instalasi Gawat Darurat adalah unit pelayanan fasilitias kesehatan
yang bertujuan untuk memberikan penanganan secara tepat dan cepat agar tidak menyebabkan
kecacatan serta meninggal. (Zenida, B.P., 2021). Berdasarkan Permenkes RI Tahun 2018
tentang pelayanan kegawat daruratan. IGD berfungsi untuk menerima, menstabilkan dan
mengatur pasien yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan segera, baik dalam
kondisi sehari-hari,maupun bencana, kegiatan pelayanan. Selain itu IGD juga melakukan
beberapa hal contoh nya sebagai tenaga pendidik dan pelatihan gawat darurat, mengelola
penegendalian mutu pelayanan gawat darurat, dan melaukan koordinasi dengan rumah sakit
lain.

Salah satu kegiatan yang dilakukan di IGD adalah Triase. Triage merupakan sistem
perawatan terhadap pasien dalam kondisi gawat darurat yang didasari pada pengelompokan
prioritas pasien berdasarkan tingkat cedera, penyakit, tingkat keparahan, prognosis serta
sumber daya yang ada. Tujuan dilakukannya sistem triage ini adalah mempermudah tenaga
medis dalam mengidentifikasi secara cepat serta memberikan pelayanan secara efektif dan
efisien kepada pasien. (Kushayati, N., 2014)

Terdapat beberapa metode dalam melakukan pelayanan triage salah satunya adalah
metode START. Metode ini menggunakan sistem pengelompokan pasien berdasarkan warna.
Terdapat 4 warna meliputi hijau, kuning, merah dan hitam. Hijau menandakan pasien dapat
dilakukan penanganan tanpa adanya kegawat daruratan. Penanganan pada kelompok ini tidak
berdasarkan waktu hanya pada keluhan. Kuning merupakan pasien yang membutuhkan

9
penanganan tetapi pasien tersebut dapat mengikuti perintah sederhana. Merah menandakan
pasien membutuhkan penanganan secara segera karena apabila terdapat keterlambatan
penanganan maka dapat mengancam jiwa pasien. Hitam menandakan bahwa pasien telah
meninggal dengan tidak adanya tanda tanda kehidupan seperti henti jantung, pernafasan serta
fungsi otak. (Kahn et al., 2009)

Puskesmas pasirian memiliki beberapa unit pelayanan meliputi balai pengobatan, IGD,
KIA-KB, laboratorium, layanan farmasi, PONED dan lain lain. Pelayanan tersebut masing
masing memiliki standar prosedur operasionalnya yang berguna sebagai acuan dalam
menjalankan setiap kegiatan. Pada IGD Puskesmas pasirian terdapat standar prosedur
operasional dalam pelayanan meliputi pendaftaran pasien, penanganan pasien, serta sistem
rujukan kepada pasien. Dalam hal ini penulis ingin berupaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan pada IGD Puskesmas Pasirian terutama pada sistem Triage. Sistem labeling pada
rekam medis dipilih sebagai upaya peningkatan kualitas triage di puskesmas Pasirian.

Deskripsi Lembaga/Unit Kerja

1.1.1 Profil UPT Puskesmas Pasirian

Gambar 1.1 UPT Puskesmas Pasirian


UPT Puskesmas Pasirian beralamat di Jl. Raya Pasirian Kecamatan Pasirian Kabupaten
Lumajang dengan kode pos 67372 dan no. telpon (0334) 571254. Lokasi Puskesmas Pasirian
berada di pinggir jalan besar dan berdekatan dengan banyak fasilitas umum diataranya
sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Polsek Pasirian, Kecamatan Pasirian, Laboratorium dan
RS Pasirian.

10
UPT Puskesmas Pasirian merupakan puskesmas kawasan pedesaan rawat inap. Selain
itu, UPT Puskesmas Pasirian juga merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Lumajang
yang ditetapkan oleh SK Bupati Kabupaten Lumajang sebagai Puskesmas PONED yang
memiliki fasilitas untuk melakukan penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar
dan siap 24 jam. Puskesmas pasirian merupakan puskesmas rawat inap PONED di wilayah
pedesaan. Puskesmas Pasirian memiliki 17 TT Rawat Inap dan 3 TT PONED sehingga total
TT berjumlah 20.
Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas Pasirian didukung oleh
jaringan pelayanan puskesmas dan jejaring fasilitas kesehatan. Jaringan pelayanan puskesmas
terdiri dari puskesmas pembantu desa nguter, puskesmas pembantu desa selok awar,
puskesmas keliling dan bidan desa. Sedangkan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan terdiri
dari klinik, apotek, laboratorium, dokter praktek mandiri, dan lain sebagainya. Selain itu,
puskesmas pasirian memiliki 2 pusling yang digunakan untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile) bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh
pelayanan kesehatan di dalam gedung.

1.1.2 Kondisi Geografis


Kecamatan Pasirian terletak di sebelah selatan Kabupaten Lumajang. Luas wilayah
kerja Puskesmas Pasirian sebesar 68,21 km2. Batas wilayah kerja Puskesmas Pasirian sebagai
berikut:
Batas Sebelah Utara : Kecamatan Tempeh
Batas Sebelah Selatan : Samudera Hindia
Batas Sebelah Barat : Kecamatan Candipuro
Batas Sebelah Timur : Kecamatan Tempeh
Kondisi topografi wilayah Puskesmas Pasirian merupakan dataran rendah dengan
jumlah desa sebanyak tujuh desa yaitu Selok Awar-awar, Condro, Madurejo, Pasirian,
Sememu, Nguter dan Selok Anyar.

11
Gambar 1.2 Peta Administrasi Puskesmas Pasirian
1.1.3 Wilayah Administrasi
Kecamatan Pasirian dibagi menjadi 7 Desa yaitu:
1. Selok Awar-awar
2. Condro
3. Madurejo
4. Pasirian
5. Sememu
6. Nguter
7. Selok Anyar

1.1.4 Kependudukan
Data mengenai kependudukan sangat penting dan memiliki arti strategis dalam
pembangunan khususnya di bidang kesehatan karena hamper semua sasaran program
kesehatan adalah masyarakat. Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pasirian Tahun
2019 sebesar 49.165 jiwa, dengan rincian jumlah penduduk laki – laki 24.344 jiwa dan
penduduk perempuan 24.821 jiwa. Desa dengan jumlah penduduk terbanyak adalah desa
Pasirian (14.112 jiwa) sedangkan desa dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah desa
Madurejo (3.017 jiwa). Kepadatan penduduk di desa Pasirian relatif lebih tinggi dibandingkan
dengan desa yang lainnya, yaitu 1.764 km2/jiwa yang artinya 1 km2 dihuni oleh 1.764 jiwa.

12
75+
70-74
65-69
60-64
55-59
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
20-24
15-19
10-14
5-9
0-4
10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10
Laki-laki Perempuan

Gambar 1.3 Piramida Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2019
Dari grafik piramida di atas, komposisi penduduk terbesar adalah kelompok umur 45 –
49 tahun dengan jumlah penduduk laki laki 1.844 jiwa dan jumlah penduduk perempuan
1.943 jiwa dan kelompok umur 10 – 14 tahun dengan jumlah penduduk laki – laki 1.931 jiwa
dan jumlah penduduk perempuan 1.795 jiwa. Sedangkan komposisi penduduk paling sedikit
adalah kelompok umur 70 – 74 tahun dengan jumlah penduduk laki – laki 531 jiwa dan
jumlah penduduk perempuan 619 jiwa.

Indikator penting terkait distribusi penduduk menurut umur yang sering digunakan
untuk mengetahui produktivitas penduduk yaitu Angka Beban Tanggungan atau Dependency
Ratio. Angka Beban Tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara
banyaknya orang berumur tidak produktif (belum produktif/umur di bawah 15 tahun dan tidak
produktif lagi/umur 65 tahun ke atas) dengan yang berumur produktif (umur 15-64 tahun).
Angka ini dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan
ekonomi suatu negara. Semakin tinggi persentase dependency ratio menunjukkan semakin
tinggi beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup
penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Angka Beban Tanggungan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pasirian pada tahun
2019 sebesar 43,33. Hal ini berarti bahwa 100 penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pasirian
yang produktif, di samping menanggung dirinya sendiri, juga menanggung 43 orang yang
tidak produktif.

13
1.1.5 Tujuan Puskesmas
Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas, yang kemudian dijelaskan dalam poin-poin berikut:
a. Menurunkan angka mortalitas
b. Menurunkan angka morbiditas
c. Meningkatkan status gizi Masyarakat
d. Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai
e. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia

1.1.6 Fungsi Puskesmas


Fungsi Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan,
mengupayakan program-program pembangunan yang berwawasan kesehatan yaitu :
a. Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar
menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan.
b. Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap
program pembangunan di wilayah kerjanya.
c. Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan
penyembuhan dan pemulihan.
d. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
e. Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga, dan masyarakat :

a. Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat
untuk hidup sehat.
b. Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan.
c. Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.

Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang


menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan yang meliputi :
a. Pelayanan kesehatan masyarakat (public goods)
b. Pelayanan kesehatan perorangan (private goods)

1.1.7 Visi, Misi, dan Motto Puskesmas Pasirian


a. Visi :
Terwujudnya Masyarakat Pasirian Sehat dan Mandiri
14
Indikator kecamatan sehat mencakup 4 indikator utama, yakni :
1. Lingkungan sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
4. Derajat kesehatan penduduk kecamatan
b. Misi :
1. Mendorong Masyarakat untuk Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.
2. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Masyarakat dalam
Pembangunan berwawasan Kesehatan.
3. Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Profesional, Merata dan
Terjangkau oleh Masyarakat.

c. Motto Puskesmas Pasirian :


Melayani Sepenuh Hati Sedekat Sahabat Sehangat Keluarga

1.1.8 Tata Nilai Puskesmas: PUSPA


Profesional artinya sumber daya manusia bekerja sesuai dengan kompetensi dan
selalu menerapkan SOP dalam memberikan pelayanan prima
Unggul artinya sumber daya manusia handal dan menggunakan teknologi
dalam pelayanan
Santun artinya senyum, salam, sapa, sopan, ramah dan sabar dalam
memberikan pelayanan yang menyeluruh bagi semua lapisan
masyarakat.
Proaktif artinya adalah cepat, tanggap dalam pelayanan dan mengutamakan
kepentingan.
Amanah artinya bertanggung jawab terhadap menjaga keselamatan pasien.

1.1.9 Struktur Organisasi UPT Puskesmas Pasirian


Menurut Permenkes RI Nomor 43 Tahun 2019 Puskesmas merupakan unit organisasi
bersifat fungsional dan unit layanan yang bekerja secara profesional. Puskesmas
berkedudukan sebagai unit pelaksana teknis yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas yang
berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah
Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Organisasi puskesmas

15
paling sedikit terdiri atas Kepala Puskesmas; Kepala Tata Usaha dan Penanggung Jawab.
Struktur organisasi puskesmas pasirian dapat dilihat pada Gambar 1.4.

16
Gambar 1.4 Struktur Organisasi UPT Puskesmas Pasirian

17
1.1.9 Data Kepegawaian

Tabel 1.1 Data Ketenagaan UPT Puskesmas Pasirian

18
Profil Peserta
1 Nama Peserta : Fitriyah Dian Sinan Sari,Amd.Kep

2 NIP : 198606132020122001

3 Tempat/Tanggal Lahir : Lumajag,13 Juni 1986

4 Jenis Kelamin : Perempuan

5 Pangkat/Golongan : IIC

6 Jabatan : Perawat Terampil

7 Instansi : Pemerintah Kab. Lumajang

8 Unit Kerja : UPT Puskesmas Pasirian

9 Agama : Islam

10 Status : Menikah

11 Alamat Rumah : Dusun Krajan Krajan 1 RT 03/RW.02 Desa Bagu


Kec.Pasirian Kab.Lumajang

12 No. HP : 082245002769

13 Email : fitriyahdianss@gmail.com

14 Riwayat Pendidikan

a. SD : SDN Bago 3 Tahun Lulus : 1994

b. SMP : SMPN 1 Pasirian Tahun Lulus : 1997

c. SMA : SMA Nurul Jadid Paiton Tahun Lulus : 2004

d. D3 : STIKES Karya Husada Kediri Tahun Lulus : 2007

15 Riwayat Pekerjaan

a. Perawat kontrak di Puskesmas Pasirian 2007 sampai 2019


b. Perawat Cpns di puskesmas pasirian sampai sekaran

19
Uraian Tugas Jabatan Peserta
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Jabatan Fungsional perawat
terampil. uraian kegiatan tugas Jabatan Fungsional perawat sesuai dengan jabatan sebagai
perawat terampil meliputi:

1. Melakukan pengkajin perawatan dasarpada individu


2. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberianasuhan keperawatan;
3. Melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka
melakukan upaya promotif
4. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/pelindung fisik pada pasien
5. Memberikan oksigenasi sederhana
6. Mmemberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/bencana/kritikal
7. Mmemfasilitasi suasana lingkunganyang tenang dan aman serta bebas risiko penularan
infeksi
8. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhanapada area medikal bedah
9. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak
10. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana diarea maternitas
11. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas
12. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana diarea jiwa
13. Melakukan tindakan terapi komplementer/holistik
14. Melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada
tahap pre/intra/post operasi
15. Memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan paliatif
16. Memberikan dukungan/fasilitas kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan ,berduka
atau menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan
17. Melakukan perawatan luka
18. Melakukan dokumentasi asuhan keperatan

20
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

Identifikasi Isu, Penetapan Isu, dan Gagasan Pemecahan Isu

Identifikasi Isu
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kegiatan pelayanan kegawat daruratan oleh
penulis sebagai perawat di Puskesmas Pasirian, maka terdapat beberapa isu dan permasalahan
yang perlu perhatian dan tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Hal-hal tersebut antara lain:
1. Belum optimalnya penggunaan sistim rujukan online sisrute di puskesmas Pasirian
2. Belum optimalnya penerapan sistem triase di UGD Puskesmas Pasirian
3. Masih belum tersedianya petugas loket Pendaftaran diluar jam dinas pada UGD
Puskesmas Pasirian
4. Ruang tindakan UGD bercampur dengan tindakan rawat luka sehari-hari

Penetapan Isu

Penetapan isu yang digunakan dalam rancangan aktualisasi ini menggunakan dua
metode penetapan kriteria isu yaitu AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Layak) dan
USG (Urgency, Seriousness, dan Growth). Langkah pertama adalah mempertimbangkan isu
mana yang akan menjadi prioritas utama yang dapat dicari solusinya berdasarkan peran dan
wewenang jabatan perawat di instasi menggunakan metode AKPL seperti yang tertera pada
Tabel 2.1

Tabel 2.1 Seleksi isu menggunakan metode AKPL

No. Isu A K P L Keterangan

1. Belum optimalnya penggunaan sistim √ √ √ √ Memenuhi syarat


rujukan online sisrute di puskesmas Pasirian

2. Belum optimalnya penerapan sistem triase di √ √ √ √ Memenuhi syarat


UGD Puskesmas Pasirian

3. Masih belum tersedianya petugas loket √ √ √ √ Memenuhi syarat


Pendaftaran diluar jam dinas pada UGD
Puskesmas Pasirian

21
4. Ruang tindakan UGD bercampur dengan √ √ √ - Tidak memenuhi
syarat
tindakan rawat luka sehari-hari

Adapun kriteria penetapan AKPL adalah sebagai berikut:


Aktual (A)
Aktual artinya isu yang benar-benar terjadi adalah isu yang sedang terjadi atau sedang
dalam proses, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat (bukan isu yg sdh lepas
dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi), atau isu yang akan terjadi / isu yang
diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.
Kekhalayakan (K)
Kekhalayakan artinya isu-isu yang secara langsung menyangkut orang banyak/pelanggan
dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang tertentu saja.
Problematik (P)
Problematik artinya isu yang menyimpang dari harapan, standar, ketentuan, memiliki dimensi
masalah yang kompleks, menimbulkan kegelisahan sehingga perlu segera dicarikan penyebab
dan solusinya.
Kelayakan (L)
Kelayakan isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.
Berdasarkan penetapan isu dengan menggunakan metode AKPL diatas, maka dipilih
tiga isu yang memenuhi syarat antara lain:
1. Belum optimalnya penggunaan sistim rujukan online sisrute di puskesmas pasirian
2. Belum optimalnya penerapan sistem triase di IGD Puskesmas Pasirian
3. Masih belum tersedianya petugas loket pendaftaran diluar jam dinas pada UGD
puskesmas pasirian

Beberapa isu diatas selanjutnya dianalisis untuk dipertimbangkan kembali menjadi isu
prioritas. Dalam menyeleksi ketiga isu tersebut digunakan metode USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth). Analisa isu menggunakan metode USG dapat dilihat pada
Tabel 2.2

Tabel 2.2 Matriks Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode USG

No. Isu Penilaian Kriteria Total Ranking

22
U S G
1. Belum optimalnya penggunaan sistim 3 4 3 10 4
rujukan online sisrute di puskesmas
pasirian

2. Belum optimalnya penerapan sistem 5 5 4 14 1`


triase di IGD Puskesmas Pasirian

3. Masih belum tersedianya petugas loket 4 3 4 11 3


pendaftaran diluar jam dinas pada UGD
puskesmas pasirian

Adapun kriteria penetapan indikator USG, yaitu:


Urgency (U)
Urgensi artinya seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas. Penilaian menggunakan skala
likert (5 – 4 – 3 – 2 – 1 ).
1: Tidak penting
2: Kurang penting
3: Cukup penting
4: Penting
5: Sangat penting

Seriousness (S)
Seriousness artinya seberapa isu tersebut perlu dibahas dikaitkan 20 dengan akibat yang
mungkin ditimbulkan. Penilaian menggunakan skala likert (5 – 4 – 3 – 2 – 1 ).
1: Akibat yang ditimbulkan tidak serius
2: Akibat yang ditimbulkan kurang serius
3: Akibat yang ditimbulkan cukup serius
4: Akibat yang ditimbulkan serius
5: Akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth (G)
Growth artinya seberapa kemungkinan isu tersebut berkembang jika dibiarkan. Penilaian
menggunakan skala likert (5 – 4 – 3 – 2 – 1 ).
1: Tidak berkembang
23
2: Kurang berkembang
3: Cukup berkembang
4: Berkembang
5: Sangat berkembang

Berdasarkan daftar isu yang diuji dengan menggunakan pendekatan teknik USG, maka dapat
diperoleh isu prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu yaitu “Belum optimalnya
penerapan sistem triase di IGD Puskesmas Pasirian”

Gagasan Pemecah Isu


Dari isu prioritas, penulis mengusung beberapa gagasan pemecahan isu dengan
harapan isu tersebut dapat terpecahkan dan permasalahan teratasi. Untuk menetukan alternatif
solusi , digunakan penerapan teknik Tapisan Mc Namara untuk melihat derajat kemungkinan
implementasi dari setiap strategi yang dihasilkan. Indikator yang dipakai yaitu tingkat
efektivitas, kemudahan dan biaya. Analisa pemecahan menggunakan teknik Tapisan Mc
Namara dapat dilihat pada Tabel 2.3

Tabel 2.3 Alternatif pemecahan isu dengan teknik Tapisan Mc Namara

No. Alternatif Solusi Penilaian Kriteria Total Ranking

Efektivitas Efisien Kemudahan

1. Membuat labeling pita triase 5 5 4 14 1


(merah, kuning, hijau, hitam) pada
pasien IGD
2. Membuat triase line di UGD 5 3 3 11 3

3. Melakukan sosialisasi terhadap 4 4 4 12 2


tenaga medis di IGD tentang
sistem triase

24
Adapun kriteria penetapan indikator penilaian teknik tapisan Mc Namara menggunakan
skala likert (5 – 4 – 3 – 2 – 1 ). Kriteria teknik Tapisan Mc Namara dapat dilihat pada Tabel
2.4

Tabel 2.4 Kriteria teknik Tapisan Mc Namara

SKALA EFEKTIFITAS EFISIEN KEMUDAHAN

1 Tidak efektif Tidak efisien Sangat sulit dilaksanakan


2 Kurang efektif Kurang efisien Sulit dilaksanakam
3 Cukup efektif Cukup efisien Cukup mudah dilaksanakan
4 Efektif Efisien Mudah dilaksanakan

5 Sangat Efektif Sangat efisien Sangat mudah dilaksanakan

Dari tahapan-tahapan di atas dapat dibuat lembar kerja diagnosa organisasi seperti pada
Tabel 2.5

Tabel 2.5 Lembar Kerja Diagnosa Organisasi

Akar Penyebab
Isu Strategis Penyebab Masalah Utama Alternatif Solusi Solusi
(Leverage)

Belum 1. Kepatuhan petugas labeling papan 1. penambahan Membuat


labeling pita
optimalnya terhadap triase masih kurang triase tidak labeling pita
triase (merah,
penerapan sesuai dengan kuning, hijau, triase
2. labeling papan triase tidak hitam) pada
sistem triase kasus (merah,
sesuai dengan kasus pasien IGD
di UGD kegawatdarurata 2. Membuat triase kuning,
kegawatdaruratan pasien line di UGD
Puskesmas n pasien hijau,
puskesmas
Pasirian 3. Ruangan Triase menjadi pasirian hitam) pada
satu dengan UGD 3. Melakukan
elum pener pasien UGD
sosialisasi
4. Belum tersedianya tenaga terhadap tenaga
medis di IGD
kesehatan yang menangani tentang sistem
khusus triase triase

Dari hasil diagnosa organisasi maka diketahui membuat labeling triase (merah,
kuning, hijau, hitam) pada pasien IGD terpilih sebagai pemecahan isu yang paling efektif,

25
efisien dan mudah dilaksanakan. Sehingga penulis mengangkat judul kegiatan aktualisasi
“Pemberian labeling pita pada pasien triase di Unit Gawat Darurat Puskesmas Pasirian”.
Kegiatan pemecahan masalah isu sebagai satu rangkaian kegiatan dalam habituasi dan
aktualisasi adalah sebagai berikut:
1. Konsultasi dan diskusi dengan mentor terkait rancangan aktualisasi;
2. Konsultasi dan diskusi dengan coach terkait rancangan aktualisasi;
3. Menyiapkan labeling pita triase di UGD;
4. Melaksanakan sosialisasi pada petugas UGD tentang labeling pita triase
5. Mengimplementasikan pemberian pita triase pada pasien unit gawat darurat
6. Melakukan evaluasi kegiatan aktualisasi mengunakan checklist tindakan triase di unit
gawat darurat
7. Pembuatan laporan aktualisasi

Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi


Nama : Fitriyah Dian Sinan Sari, Amd.Kep
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : Puskesmas Pasirian – Kabupaten Lumajang
Identifikasi Isu :
1. Belum optimalnya penggunaan sistim rujukan online sisrute di
puskesmas pasirian
2. Belum optimalnya penerapan sistem triase di IGD Puskesmas
Pasirian
3. Masih belum tersedianya petugas loket pendaftaran diluar jam
dinas pada UGD puskesmas pasirian
4. Ruang tindakan UGD bercampur dengan tindakan rawat luka
sehari-hari
Isu yang Diangkat : Belum optimalnya penerapan sistem triase di IGD Puskesmas
Pasirian

Gagasan Pemecah : Membuat labeling pita triase (merah, kuning, hijau, hitam) pada
Isu pasien UGD

26
Tabel 2.6 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Konstribusi Terhadap Visi, Penguatan Nilai
Pelatihan Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan a. Menghubungi a. Notulen a. Akuntabel Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
konsultasi dan mentor untuk konsultasi Tanggung jawab nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
diskusi dengan konsultasi terkait b. Lembar b. Kompeten berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
mentor terkait dengan rancangan dukungan Menyusun rencana aktualisasi visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
rancangan aktualisasi yang mentor yang inovatif Pasirian (PUSPA) Profesional,
aktualisasi akan dibuat. c. Dokumentasi a. Harmonis Visi Unggul, Santun,
b. Memaparkan kegiatan Menghargai saran dan masukan Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah.
masalah dan dari mentor Pasirian Sehat dan Mandiri
gagasan pemecahan c. Loyal Misi
isu. Meningkatkan kualitas Mewujudkan Pelayanan
c. Memaparkan pelayanan di Puskesmas Kesehatan yang Bermutu,
rancangan Pasirian Profesional, Merata dan
aktualisasi yang d. Adaptif Terjangkau oleh Masyarakat.
sudah dibuat Menerima saran dan kritik yang
d. Meminta saran, membangun
masukan, serta e. Kolaboratif
persetujuan dari Berkoordinasi dengan mentor
mentor mengenai
rancangan
aktualisasi
2 Melakukan a. Menghubungi coach a. Notulen a. Akuntable Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
konsultasi dan untuk konsultasi konsultasi Tanggung jawab nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
diskusi dengan terkait dengan b. Dokumentasi b. Kompeten berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
coach terkait rancangan kegiatan Menyusun rencana aktualisasi visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
rancangan aktualisasi yang yang inovatif Pasirian (PUSPA) Profesional,
aktualisasi akan dibuat c. Harmonis Visi Unggul, Santun,
b. Melakukan Menghargai saran dan masukan Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah.
27
koordinasi dan dari coach. Pasirian Sehat dan Mandiri
konsultasi d. Loyal Misi
(coaching) dengan Meningkatkan kualitas Mewujudkan Pelayanan
coach terkait itu pelayanan di Puskesmas Kesehatan yang Bermutu,
yang dipilih untuk Pasirian Profesional, Merata dan
diangkat dan e. Adaptif Terjangkau oleh Masyarakat.
langkah-langkah Menerima saran dan kritik yang
kegiatan pemecahan membangun
isu f. Kolaboratif
c. Meminta saran, Berkoordinasi dengan mentor
masukan, serta
persetujuan dari
coach mengenai
rancangan
aktualisasi

3 Menyiapkan a. Mentukan warna a. Pedoman a. Akuntabel Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
labeling pita labeling pita sesuai labeling Kegiatan membuat label BUD nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
(merah, kuning, dengan pedoman triase yang informatif dan jelas berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
hijau, dan triase b. Lembar dengan penuh tanggung jawab visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
hitam) triase di b. Melakukan konsultasi b. Kompeten Pasirian (PUSPA) Profesional,
UGD konsultasi dengan c. Pita warna Meningkatkan keterampilan dan Visi Unggul, Santun,
mentor terkait sesuai kinerja ASN Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah
labeling pita triase pedoman c. Harmonis Pasirian Sehat dan Mandiri
c. Menyiapkan pita triase Membantu mempermudah Misi
warna sesuai (merah, petugas penyerahan obat 1. Meningkatkan
pedoman triase kuning, d. Adaptif pemberdayaan masyarakat
(merah, kuning, hijau, dan Terus berinovasi dan kemitraan masyarakat
hijau, dan hitam) hitam) e. Kolaboratif dalam pembangunan
Membangun kerjasama berwawasan kesehatan.
2. Mewujudkan Pelayanan
Kesehatan yang Bermutu,
28
Profesional, Merata dan
Terjangkau oleh
Masyarakat
4 Melaksanakan a. Menyiapkan materi a. Materi a. Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
sosialisai pada tentang labeling pita tentang Melakukan perbaikan tiada henti nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
petugas UGD triase labeling pita b. Akuntabel berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
tentang labeling b. Menyusun checklist triase Bertanggung jawab visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
pita triase tindakan triase b. Checklist c. Kompeten Pasirian (PUSPA) Profesional,
tindakan Meningkatkan pengetahuan dan Visi Unggul, Santun,
triase kompetensi Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah
d. Harmonis Pasirian Sehat dan Mandiri
Membangun lingkungan kerja Misi
yang kondusif 1. Meningkatkan
e. Loyal pemberdayaan masyarakat
Menjaga nama baik instansi dan kemitraan masyarakat
dengan mengembangkan dalam pembangunan
kemampuan dan pengetahuan berwawasan kesehatan.
SDM nya 2. Mewujudkan Pelayanan
f. Adaptif Kesehatan yang Bermutu,
Terus berinovasi dan Profesional, Merata dan
mengembangkan kreativitas Terjangkau oleh
g. Kolaboratif Masyarakat.
Menjalin kerjasama dengan
semua pihak
5. Mengimplement a. Menyediakan pita Dokumentasi a) Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
asikan warna sesuai kegiatan Memberikan informasi obat nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
pemberian pedoman triase kepada pasien berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
informasi (merah, kuning, b. Akuntabel visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
labelig rekam hijau, dan hitam) Bertanggungjawab Pasirian (PUSPA) Profesional,
medis pada b. Menyediakan c. Kompeten Visi Unggul, Santun,
tenaga checklist tindakan Berfikir sistematis Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah
kesehatan di triase a. Harmonis Pasirian Sehat dan Mandiri
29
unit gawat c. Implementasi Menghargai dan meng-hormati Misi
darurat berupa tindakan pasien 1. Meningkatkan
pemasangan b. Loyal pemberdayaan masyarakat
labeling pita triase Melakukan pekerjaan dengan dan kemitraan masyarakat
pada lengan pasien penuh integritas dalam pembangunan
c. Adaptif berwawasan kesehatan.
Bertindak proaktif 2. Mewujudkan Pelayanan
d. Kolaboratif Kesehatan yang Bermutu,
Membangun kerjasama yang Profesional, Merata dan
sinergis Terjangkau oleh
Masyarakat.

6. Melakukan a. Melakukan evaluasi a. Hasil a. Berorientasi Pelayanan Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
setlah dilakukan pengisian Melakukan perbaikan tiada henti nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
evaluasi
checklist tindakan triase checklist b. Akuntabel berkonstribusi terhadap organisasi
kegiatan b. Dokumentasi Melaksanakan tugas dengan visi dan misi puskesmas Puskesmas Pasirian
b. Melaporkan hasil kegiatan jujur Pasirian yaitu (PUSPA)
aktualisasi
pengisian checlist labeling pita c. Harmonis Visi Profesional, Unggul,
mengunakan triase terhadap Membangun lingkungan kerja Terwujudnya Masyarakat Santun, Proaktif,
pasien yang kondusif Pasirian Sehat dan Mandiri dan Amanah
checklist
d. Loyal Misi
tindakan triase Kemauan untuk bekerjasama 1. Meningkatkan
e. Adaptif pemberdayaan masyarakat
di unit gawat
Terlibat langsung dalam setiap dan kemitraan masyarakat
darurat kegiatan dalam pembangunan
f. Kolaboratif berwawasan kesehatan.
Menjalin kerjasama dengan 2. Mewujudkan Pelayanan
semua pihak Kesehatan yang Bermutu,
Profesional, Merata dan
Terjangkau oleh
Masyarakat.
7. Pembuatan a. Mengumpulkan a. Laporan a. Akuntable Kegiatan ini menerapkan Kegiatan ini sesuai
30
laporan hasil dan aktualisasi Bertanggungjawab dengan nilai-nilai dasar ASN dan dengan tata nilai
aktualisasi dokumentasi b. Dokumentasi, laporan aktualisasi berkonstribusi terhadap organisasi Puskesmas
kegiatan selama lampiran b. Kompeten visi dan misi puskesmas Pasirian yaitu
aktualisasi kegiatan Melaksanakan tugas dengan Pasirian (PUSPA) Profesional,
b. Menyusun laporan aktualisasi kualitas terbaik Visi Unggul, Santun,
akhir aktualisasi c. Harmonis Terwujudnya Masyarakat Proaktif, dan Amanah
secara sistematis 1. Membangun lingkungan Pasirian Sehat dan Mandiri
c. Berkonsultasi kerja yang kondusif Misi
dengan mentor dan d. Loyal 1. Meningkatkan
coach terkait Kegiatan dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat
laporan aktualisasi mutu pelayanan di puskesmas dan kemitraan masyarakat
e. Adaptif dalam pembangunan
Bertindak proaktif berwawasan kesehatan.
f. Kolaboratif 2. Mewujudkan Pelayanan
Membangun kerjasama dengan Kesehatan yang Bermutu,
semua pihak Profesional, Merata dan
Terjangkau oleh
Masyarakat.
Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi
Tabel 2.7 Rencana Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Maret April
No. Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 3

1 Konsultasi dan diskusi dengan mentor terkait rancangan


aktualisasi;

2 Konsultasi dan diskusi dengan coach terkait rancangan


aktualisasi;

31
3 Menyiapkan labeling pita triase di UGD;

4 Melaksanakan sosialisasi pada petugas UGD tentang labeling


pita triase

5 Mengimplementasikan pemberian pita triase pada pasien unit


gawat darurat

6 Melakukan evaluasi kegiatan aktualisasi mengunakan checklist


tindakan triase di unit gawat darurat

7 Pembuatan laporan aktualisasi

32

Anda mungkin juga menyukai