Anda di halaman 1dari 5

Jembatan Gelagar Baja

Flens Prategang

Deskripsi

Produk gelagar baja dengan sistem flens prategang ini merupakan suatu teknologi baru untuk
sistem gelagar baja komposit yaitu dengan penambahan kabel baja / strand yang letakan pada
flens bagian bawah gelagar guna meningkatkan kapasitas gelagar baja dengan adanya momen
balik (negatif momen) untuk mengurangi momen positif.

Gelagar baja komposit dengan sistem flens prategang

Sistem flens prategang merupakan salah satu sistem prategang eksternal yang gaya prategang
dikerjakan pada flens dari gelagar baja. Berdasarkan sistem mekanika baku, sistem flens
prategang dapat digunakan pada jembatan baru atau sebelum pelat lantai beton di cor.

Penambahan kabel baja / strand pada gelagar baja komposit dapat mengurangi penggunaan
baja struktur gelagar baja komposit sehingga dapat mereduksi berat sendiri baja dan
mengurangi biaya konstruksi.

Pada awalnya teknologi ini dimuai dengan adanya teknologi perkuatan gelagar baja komposit
dengan sistem eksternal prestressing. Dengan demikian teknologi ini gelagar baja komposit
yang telah terpasang/ lama dapat ditingkatkan kapasitasnya. Akan tetapi pada beberapa kondisi
perkuatan dengan sistem eksternal prestresing terdapat kelemahan yaitu dengan adanya
kebutuhan eksentrisitas yang lebih untuk meningkatkan momen balik (negatif) sehingga dengan
adanya eksentrisitas tersebut dapat mengurangi tinggi bebas di bawah jembatan. Untuk itu
dilakukan pengkajian agar tidak mengurangi tinggi bebas dan ditemukan metode perkuatan
dengan sistem gelagar baja dengan sistem flens prategang baja. Dan pada kenyataannya
sistem gelagar baja dengan sistem flens prategang baja dapat digunakan untuk jembatan yang
baru.

Keunggulan Jembatan Gelagar Baja Flens Prategang

 Memberikan lawan lendut pada gelagar baja sehingga terjadi pengurangan tegangan pada
baja.
 Dengan penggunaan metode flens prategang, dapat mengurangi kebutuhan berat baja
gelagar.
 Gaya prategang dapat menambah efek redaman getaran pada struktur jembatan, hal ini
dapat menaikkan ketahanan terhadap bahaya fatik pada bahan baja jembatan.

Kelemahan Jembatan Gelagar Baja Flens Prategang

1. Pada beberapa kondisi perkuatan dengan sistem eksternal prestresing terdapat


kelemahan yaitu dengan adanya kebutuhan eksentrisitas yang lebih untuk
meningkatkan momen balik (negatif) sehingga dengan adanya eksentrisitas tersebut
dapat mengurangi tinggi bebas di bawah jembatan.Memerlukan lahan yang cukup luas
2. Diperlukannya keahlian tambahan berupa pengaplikasian kabel baja strand. Hal
tersebut memerlukan keahlian khusus pada saat pemasangan dan penarikan kabel.
Akan tetapi hal ini saat ini telah umum digunakan seperti halnya pada gelagar beton
pratekan.

Prinsip Kerja Jembatan Gelagar Baja Flens Prategang

Prinsip kerja utama dari sistem flens prategang adalah memberikan tegangan lawan dari
tegangan akibat berat sendiri dan beban hidup dengan memberikan penarikan kabel pada
daerah sekitar flens. Dalam bentuk bagan sebagai berikut :
- + +
Garis netral baja + =
+ - -

Tegangan akibat Tegangan akibat flens


Tegangan akibat berat
berat sendiri baja prategang
sendiri gelagar baja dan
gelagar
flens prategang
Adapun tahap pelaksanaan pekerjaan gelagar baja komposit dengan sistem flens prategang
adalah sebagai berikut :

Persiapan

Pabrikasi Baja

Pemasangan kabel strand

Erection Girder

Penarikan kabel strand

Grouting kabel baja strand yang tertutup oleh HDPE dan pelat
penutup baja agar tercapai kondisi bounded

Kriteria Desain

Bentuk dan Dimensi Jembatan Gelagar Baja Flens Prategang

Pada saat ini masih dalam taraf penelitian dan pada tahun ini akan dilakukan Uji Skala Penuh
Gelagar Komposit dengan Sistem Flens Prategang di Balai Irigasi, Bekasi, Jawa Barat dengan
data teknis panjang bentang jembatan 30 m, lebar jalan 7 m dan jumlah gelagar 5 gelagar serta
:
1. Mutu Baja SM490
2. Sistem sambungan baut M24 dan M20 mutu tinggi.
3. Jumlah kabel 12 buah bonded/ gelagar diameter ½ ”
* Uncoated stress-reliefed seven wire strand
* Grade-270 - ASTM A416
* Nominal diameter 12.7 mm
* Luas Penampang 98.71 mm2
2
* Modulus Elastisitas 1.90E+06 [kg/cm ]
2
* fp 19000 [kg/cm ]

4. Diafragma baja siku SM490 sebanyak 6 diafragma dengan sambungan las dan
baut
5. Pengecatan dengan bahan cat epoxy.
6. Data teknis penampang baja

tp
Bt tv
tf
h
tw
A

Bb

Dimensi penampang baja dengan sistem prategang :


A= 1350 mm
Bt = 450 mm
Ba = 250 mm
tw = 19 mm
tf = 22 mm
Ya= 74.77 cm

Properties penampang baja dengan sistem prategang :


A= 402.14 cm2
w= 315.68 kg/m
ix = 50.13 cm
iy = 6.99 cm
Ix = 1010513.2 cm4
Iy = 19645.48 cm4
Yb= 60.23 cm
Kriteria Desain Jembatan Gelagar Baja Flens Prategang
Yaitu cara perencanaan berdasarkan Batas Layan (PBL), dibatasi oleh suatu nilai tegangan ijin
dari material struktur, dan/atau suatu nilai deformasi ijin, atau perilaku lainnya yang diijinkan
pada komponen struktur bersangkutan dapat digunakan untuk perencanaan komponen struktur
jembatan yang mengutamakan suatu pembatasan tegangan kerja, seperti untuk perencanaan
terhadap lentur dari komponen-komponen struktur baja yang dianggap sesuai kebutuhan
perilaku deformasinya.
Perencanaan berdasarkan batas layan (PBL) dilakukan untuk mengantisipasi suatu kondisi
batas layan, antara lain :

a. Tegangan kerja dari suatu komponen struktur jembatan, yang melampaui nilai tegangan
yang diijinkan, sehingga berpotensi mengakibatkan kelelehan pada komponen baja.
b. Deformasi permanen dari komponen struktur jembatan, yang melampaui nilai deformasi
ijinnya, atau hal-hal lain yang menyebabkan jembatan tidak layak pakai pada kondisi
layan, atau hal-hal yang menyebabkan kekhawatiran umum terhadap keamanan
jembatan pada kondisi layan akibat beban kerja.
c. Vibrasi yang terjadi sehingga menimbulkan instabilitas atau kekhawatiran struktural
lainnya terhadap keamanan jembatan pada kondisi layan.
d. Bahaya permanen termasuk korosi dan fatik yang mengurangi kekuatan struktur dan
umur layan jembatan.
Pembebanan yang digunakan adalah menggunakan RSNI 2004.

Investasi dan Biaya Operasional

Untuk biaya investasi diperkirakan dapat menghemat biaya investasi maksimum sebesar 25%
dari penggunaan baja, untuk pemeliharaan pada dasarnya mudah yaitu hanya pengecatan pada
gelagar baja dan angkur kabel baja strand agar tidak terkena korosi.