Anda di halaman 1dari 1

Point penting yang harus diperhatikan pekerja sebelum menggunakan 

full body
harness, di antaranya:
 Pastikan full body harness yang Anda gunakan sesuai dengan standar dan
regulasi yang berlaku
 Lakukan pemeriksaan kelengkapan komponen pada full body harness.
Pastikan full body harness yang akan digunakan memiliki komponen yang
lengkap, antara lain D-Ring, webbing/ tali, chest strap, leg strap,
dan buckle.
 Lakukan pemeriksaan secara visual pada webbing/ tali full body harness.
Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda-tanda seperti koyak, berserabut,
berjamur, atau kerusakan pada jahitan.
 Pastikan webbing/ tali pada full body harness tidak ada yang terpelintir
 Pastikan komponen full body harness seperti buckle, hook  dan D-
Ring tidak retak, tidak bengkok, tidak berkarat dan buckle dan hook dapat
mengunci dengan sempurna
 Lakukan pemeriksaan masa kedaluwarsa full body harness. Cek tag
pada full body harness untuk mengetahui tanggal produksi dan masa
kedaluwarsanya. Perihal masa kedaluwarsa, OSHA dan ANSI
menyerahkannya kepada produsen, mereka biasanya menetapkan masa
kedaluwarsa selama 5 tahun terhitung dari full body harness pertama kali
digunakan.

Berikut langkah-langkah menggunakan full body harness yang benar dan aman:


1. Pegang bagian D-Ring pada full body harness dan goyangkan secara
perlahan, pastikan tidak ada webbing/ tali yang terpelintir dan
pengencangnya (chest strap) terbuka
2. Pegang tali bahu (shoulder strap) dan masukkan tangan satu persatu ke
dalam tali. Pastikan D-Ringberada di bagian belakang badan Anda,
tepatnya di bagian punggung (antara tulang belikat)
3. Tarik dan kencangkan tali kaki (leg strap), lalu pasangkan/ hubungkan
pada buckle. Untuk jenis quick connect buckle, Anda akan mendengar
bunyi “klik”, jika buckle sudah terpasang dengan benar. Atur lingkar tali
pada kaki sesuai kenyamanan Anda. Pastikan tali kaki tidak tertukar.
Berikan jarak 2 jari antara strap dan tubuh.
4. Pasangkan tali dada (chest strap) dan hubungkan tab
buckle pada receptor sampai terdengar bunyi “klik”
5. Pastikan dengan tangan bahwa full body harness sudah terpasang benar
dan tidak ada tali yang terpelintir
6. Biarkan orang yang kompeten memeriksa full body harness dan
memasang lanyard pada D-Ring (bila diperlukan).
7. Pastikan hook dari full body harness terkait ke anchor yang kuat

Penggunaan FBH yaitu saat bekerja di ketinggian 1.8 meter atau lebih, ataupun
pekerjaan dibawah 1.8 meter yang memiliki bahaya sama besarnya.

Ketika tidak menggunakan FBH: resik terjatuh dari ketinggian, menyebabkan


cidera hingga fatality
Penggunaan FBH kurang tepat : terlalu longgar dapat menghentakkan tubuh dan
merusak organ, terlalu kencang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah