Anda di halaman 1dari 2

َ َّ ُ َ ََ َ َ

ِ‫الس ِ ّيئة‬ ‫ َو ِم ْن َج َز ِاء‬،‫الح َس َنة َب ْع َد َها‬ ِ‫اب الحسنة‬


ِ ‫ِم ْن ث َو‬ siapa yang melakukan kebaikan lantas
ُ َ َّ
‫الس ِ ّيئة َب ْع َد َها‬ diikuti dengan kebaikan selanjutnya,
maka itu tanda amalan kebaikan yang
“Di antara balasan kebaikan
pertama diterima. Sedangkan yang
adalah kebaikan selanjutnya dan
melakukan kebaikan lantas setelahnya
di antara balasan kejelekan adalah
mengerjakan kejelekan maka itu tanda
kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al-Qur’an
tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda Edisi Ramadhan Menebar Nasihat Untuk Umat
Al-‘Azhim VII/583)
tidak diterimanya.” (Lathōiful Ma’ārif, Oleh : Tim Yayasan Surabaya Mengaji Official | Murojaah : Ustadz Budi Santoso, M. Pd.
Untuk itu, bentuk istiqomah dan hlm. 388)
tanda diterimanya ibadah Romadhon
adalah istiqomah melakukan ketaatan
Romadhon di bulan-bulan berikutnya,
Maka, setelah
ikutilah dengan puasa 6 hari Syawwal.
Romadhon,
Menyambut
Idul Fithri
Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
minimal kita mengiringi Romadhon
bersabda:
dengan puasa 6 hari di bulan Syawwal
َ َ َ َْ ُ َ
dan kembali berpuasa Romadhon di «‫َم ْن َص َام َر َم َضان ث َّم أت َب َع ُه ِس ًّتا ِم ْن ش َّو ٍال كان‬
َ
َّ ‫»كص َيام‬
bulan berikutnya. ‫الد ْه ِر‬ ِ ِ Idul Fithri atau Id Al-Fithri, berasal dari dua kata yaitu Īd (‫ )عيد‬yang artinya
kembali dan berulang dan Al-Fithri (‫ )الفطر‬yang artinya berbuka. Sehingga arti Idul
Ibnu Rojab Al-Hambali “Siapa yang telah berpuasa Fithri adalah kembali makan dan minum yang sebelumnya diharomkan selama
Rohimahullah berkata, “Kembali Romadhon kemudian dia mengirinya berpuasa Romadhon. Dikatakan berulang, karena Idul Fithri berulang tiap tahun.
lagi melakukan puasa setelah puasa dengan puasa enam hari dari bulan Adapun dimaknai kembali suci, perlu ditinjau ulang.
Romadhon, itu tanda diterimanya Syawwal maka dia seperti orang yang
amalan puasa Romadhon. Karena jika berpuasa selama satu tahun penuh.” (HR. Pada Idul Fithri, diharomkan berpuasa, sebagaimana dalam hadits:
Allah menerima amalan seorang hamba, Muslim no. 1164) Dari Abu Ubaid maula Ibnu Az-har Rohimahullah, ia berkata: aku menghadiri
Allah akan memberi taufik untuk hari raya bersama Umar bin Al-Khoth-thob Rodhiyallahu ‘Anhu, lalu ia berkata: “Dua
melakukan amalan sholih setelah itu. Semoga kita termasuk orang yang
menyambut Idul Fithri dengan gembira hari yang Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang berpuasa padanya, yaitu
Sebagaimana dikatakan oleh sebagian hari kalian berbuka dari puasa kalian (Idul Fithri) dan hari lain yang kalian makan
ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah dan pahala. Amin. Allahu a’lam.[]
daging kurban kalian (Idul Adha).” (HR. Al-Bukhori no. 1990 dan Muslim no. 1124)
kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu,
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Nabi Shollallahu
‘Alaihi wa Sallam melarang berpuasa di hari Idul Fithri dan Idul Adha.” (HR. Al-
DONASI BULETIN AN- NASHIHA
Bank Syariah Indonesia 888 450 450 4 Bukhori no. 1991)
A.n Yayasaan Surabaya Mengaji Official
Konfirmasi : Buletin#Nama#Besar Donasi Di antara hikmahnya, agar Muslimin merasakan karunia Allah berupa
Whatsapp : 0813 3532 2441 makanan dan minuman, sebagai balasan puasa mereka di dunia sebelum di Akhirat.
Apa kiat menyambut Idul Fithri, agar ketika sudah memasukinya, hati terasa
bahagia dan tenang?
1. Sudah tuntas menyelesaikan puasa penuh selama Romadhon, kecuali karena
udzur syar’i seperti haidh, sakit, atau safar. Maka, selama Romadhon usahakan
berjuang puasa penuh.
2. Menghatamkan Qur’an dia manjadi sedekah biasa.” (Hasan: “Makanan kami adalah gandum, 7. Setelah Idul Fithri
minimal satu kali. Jika belum khatam, HR Abu Dawud no. 1609) anggur kering, keju, dan kurma.”

* Peringatan: Harap buletin ini disimpan di tempat yang layak karena berisi Ayat Al-Qur’an & Hadits Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam:
biasanya hati gelisah ketika memasuki (Shohih: HR. Al-Bukhori no. 1510) “Maka istiqomalahlah (tetaplah)
Idul Fithri. Maka, mumpung masih Zakat diwajibkan kepada setiap kamu pada jalan yang benar, sebagaimana
Muslim baik laki-laki atau perempuan, Adapun menunaikan zakat diperintahkan kepadamu dan (juga)
ada waktu, segera kejar ketertinggalan.
orang merdeka atau budak, anak kecil dengan uang, terdapat dua pendapat. orang yang telah bertaubat beserta kamu
3. Rutin melaksanakan Tarowih atau orang dewasa. Pendapat pertama membolehkan dan dan janganlah kamu melampaui batas.
sebulan penuh, kecuali udzur syar’i. ini madzhab Hanafiyah. Pendapat Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa
Biasanya jika terluput satu saja dari Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu kedua tidak membolehkan dan ini yang kamu kerjakan.” (QS. Hud [11]:
Tarowih, hati akan gelisah, dan ‘Anhu, dia berkata, “Rosulullah madzhab Malikiyyah, Syafi’iyyah, dan 112)
kegelisahan ini bertambah ketika Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam Hanabilah. Pendapat yang lebih hati-
memasuki malam takbiran. Maka dari mewajibkan Zakat Fithri satu sho’ hati adalah pendapat kedua, karena Karena pentingnya hal ini,
sekarang kuatkan tekad. kurma atau satu sho’ gandum atas pada zaman Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa istiqomah menjadi wasiat Rosulullah
hamba dan orang merdeka, lelaki dan Sallam sudah ada dirham dan dinar dan Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada
4. Ketika memasuki malam perempuan, anak kecil dan dewasa dari memungkinkan untuk zakat dengan seseorang yang meminta nasihat.
takbiran, baca doa awal bulan, yaitu: kaum Muslimin.” (HR. Al-Bukhori uang, tetapi Nabi Shollallahu ‘Alaihi Diriwayatkan dari Abu ‘Amr Sufyan
َ َّ َ ْ ْ َ َّ َ ّٰ no. 1503) bin Abdillah Ats-Tsaqofi Rodhiyallahu
« ِ‫السل َمة‬ ‫ و‬،‫الل ُه َّم أ ِهل ُه َعل ْي َنا ِبال ُي ْم ِن َو ِإال َيم ِان‬ wa Sallam dan para Sohabatnya tidak
ُ ‫ َر ّبي َو َر ُّب َك‬،‫»و ْ إال ْس َلِم‬
َ melakukannya. Adapun yang memilih ‘Anhu bahwa dia berkata:
‫هللا‬ ِ ِ Kadar zakat adalah satu sho’,
yaitu empat mud. Satu mud adalah satu uang dengan anggapan bahwa orang “Wahai Rosulullah! Katakanlah
“Ya Allah, masukkanlah kami ke miskin tidak memiliki biaya untuk
cakupan kedua tangan lelaki dewasa kepadaku dalam Islam sebuah ucapan
bulan baru ini dengan rasa aman dan membeli lauknya, maka sebagian
berperawakan sedang dalam keadaan yang tidak aku tanyakan lagi kepada
iman, selamat dan Islam. Penciptaku ulama membolehkan.
jari-jemari tidak menggenggam dan selain Anda!” Beliau menjawab,
dan Penciptamu (wahai bulan) adalah
Allah.” (Shohih: HR. Ahmad no.
tidak pula melebar. 6. Sholat Idul Fithri َ ‫»ق ْل َآم ْن ُت باهللِ ُث َّم‬
«‫است ِق ْم‬
ُ
1397) Untuk ukuran beras, satu sho’ Sholat Idul Fithri hukumnya
sekitar 2,5 kg dan jika mengeluarkan 3 “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada
5. Segera menunaikan zakat sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang Allah!’ Kemudian istiqomahlah.’” (HR.
kg maka ini lebih baik untuk berhati- hal hal
sangat ditekankan (Matan Abi Syuja).
Fithri. Muslim no. 38)
hati. 2 3 Adapula yang berpendapat wajib tiap
Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu individu. Orang-orang zaman dulu
Adapun jenis makanan yang
‘Anhuma, dia berkata, “Rosulullah memperhatikan keberlangsungan
dijadikan zakat adalah gandum, Hendaknya ia mandi terlebih
Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam dan keberlanjutan amal ketaatan
kurma, keju, anggur kering/zabib, dan dahulu, memakaian pakaian
mewajibkan Zakat Fithri untuk mereka, karena di samping hal tersebut
makanan pokok yang umum dimakan terbaiknya dan disukai yang putih,
membersihkan orang yang berpuasa merupakan bentuk mengupayakan
oleh penduduk negerinya seperti beras. memakai parfum, memotong kuku
dari perkataan yang sia-sia dan rofats istiqomah juga sebuah tanda amal
(ucapan pengantar jimak), sebagai Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan rambut, jalan kaki dan bertakbir, sebelumnya diterima Allah Subhanahu
pemberian makan kepada orang-orang Rodhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, menunaikan zakat sebelum sholat, wa Ta’ala.
miskin. Barangsiapa menunaikannya “Kami mengeluarkan zakat pada berangkat dan pulang lewat jangan
sebelum sholat Id maka ia zakat hari Idul Fithri di zaman Rosulullah yang berbeda, sholat dengan khusyu Ada ungkapan yang dijadikan
yang diterima, dan barangsiapa Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam berupa dan mendengarkan khutbah sampai barometer oleh orang-orang sholih
menunaikannya setelah sholat Id maka satu sho’ makanan.” Abu Sa’id berkata, selesai. untuk diri-diri mereka:

Anda mungkin juga menyukai