Anda di halaman 1dari 5

Tugas 1

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bank dan lembaga keuangan non bank

Di tugaskan oleh:

Nina Yulianasari, S.E.,M.Sc., Ak., CA 03000397

Disusun oleh :

Siti Nurul Azizah

044347977

JURUSAN S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS TERBUKA

2021.2
TUGAS 1

1. Jika anda merupakan seseorang yang memiliki dana lebih dan ingin memberikan dana
tersebut sebagai investor, sebutkan dan jelaskan aset yang dapat ada kelola ?

Aset keuangan, karena aset keuangan dapat mengalihkan dana dari pihak yang kelebihan dana
kepada pihak yang membutuhkan dana. Misalnya, ada seorang pengusaha membutuhkan
tambahan modal untuk memperbesar usahanya. Untuk itu, dia bisa menerbitkan aset keuangan
(misalnya dalam bentuk saham atau pun obligasi) dan dijual kepada pemilik dana dan
selanjutnya dana tersebut bisa untuk membiayai perluasan usaha.

Dan Peranan aset keuangan dalam perekonomian juga adalah sebagai media untuk membagi
resiko arus kas dari aset fisik yang tak terhindarkan. Bagi seorang pengusaha, resiko
ketidakpastian pendapatan usahanya adalah sesuatu yang pasti ada. Apabila usahanya dibiayai
dengan menjual saham kepada beberapa pihak, maka resiko ketidakpastian tersebut tidak akan
ditanggung sendiri melainkan ditanggung oleh banyak pihak yang memegang saham tersebut.

Sumber: EKSI4205/MODUL 1 hal 1.9

2. Sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian,


uraikanlah pengertian dari perusahaan asuransi dan usaha-usaha dari perusahaan
asuransi?

Adalah usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan
premi asuransi, memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi
terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau
terhadap hidup atau meninggalnya seseorang, dan usaha penunjang usaha jasa asuransi yang
menyelenggarakan jasa ke perantaraan, penilaian kerugian asuransi dan jasa keaktuariaan.

Usaha asuransi terdiri dari:

a. Usaha asuransi kerugian yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa
yang tidak pasti.

b. Usaha asuransi jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan
dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.

C. Usaha asuransi yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang
dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan/ atau Perusahaan Asuransi Jiwa.
Sedangkan usaha penunjang asuransi terdiri dari:

a. Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa ke perantaraan dalam penutupan asuransi dan
penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung.

b. Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa ke perantaraan dalam penempatan asuransi
dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan
perusahaan asuransi.

c. Usaha penilai kerugian asuransi yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada
obyek asuransi i yang dipertanggungkan d. Usaha konsultan aktuaria yang memberikan jasa
konsultasi aktuaria

e. Usaha agen asuransi yang memberikan jasa ke perantaraan dalam rangka pemasaran jasa
asuransi untuk dan atas nama penanggung

Sumber: EKSI4205/MODUL 2 Hal 2.30-2.31

3. Sesuai dengan situasi saat ini, inovasi sangat diperlukan untuk memunculkan ide-ide
baru terutama dalam hal inovasi keuangan. Sesuai dengan yang anda pelajari silahkan
uraikan pemicu terjadinya invoasi keuangan dan factor-faktor utama yang mendorong
munculnya inovasi keuangan

Pemicu timbulnya inovasi keuangan, mengklasifikasikan ada dua kelompok besar pemicu
munculnya inovasi keuangan, yaitu dari sisi internal dan dari sisi eksternal. Faktor internal
muncul dari kebutuhan dan tujuan pengelola usaha, baik usaha di bidang keuangan, maupun
entitas bisnis yang lain. Faktor ini sering disebut faktor permintaan (demand driven innovation).
Sedangkan faktor eksternal muncul karena adanya pasar yang tidak sempurna, adanya
perubahan lingkungan bisnis, dan adanya tantangan perkembangan ekonomi baru. Faktor
eksternal ini sering disebut faktor suplai (supply driven innovation).

Inovasi keuangan muncul karena adanya pihak-pihak yang ingin menyiasati dari peraturan
sehingga inovasi yang muncul merupakan upaya untuk memanfaatkan celah dalam ketentuan-
ketentuan, misalnya ketentuan pajak. Selain itu ada pandangan yang menyatakan bahwa
inovasi adalah munculnya instrumen-instrumen baru yang lebih efisien dalam hal penyebaran
risiko antar pelaku pasar.

faktor-faktor utama yang mendorong munculnya inovasi keuangan:

a. Meningkatnya ketidakstabilan tingkat bunga, inflasi, harga ekuitas, dan nilai tukar.
Meningkatnya ketidakstabilan ini mendorong para pelaku pasar untuk meningkatkan
perlindungan sehingga memacu munculnya inovasi keuangan, terutama perlindungan risiko.
b. Kemajuan teknologi informasi, teknologi komunikasi, dan teknologi komputer. Kemajuan
teknologi ini memungkinkan melakukan inovasi keuangan untuk menciptakan produk-produk
keuangan yang hanya bisa dijalankan dan dipantau dengan bantuan teknologi.

c. Meningkatnya kapasitas pelaku pasar profesional karena meningkatnya pendidikan,


pelatihan, dan keterampilan. Beberapa produk keuangan sangat rumit, namun karena pelaku
pasar kapasitasnya sudah sangat tinggi maka memungkinkan mereka dengan cepat menerima
dan menguasai produk tersebut. Oleh karena itu, kapasitas pelaku keuangan memungkinkan
diciptakannya produk-produk canggih meskipun dengan matematika yang rumit.

d. Ketatnya persaingan antar lembaga perantara keuangan. Hukum persaingan menyatakan


bahwa semakin ketat persaingan dalam pasar akan menjadikan pelaku pasar tersebut semakin
inovatif. Demikian juga dalam pasar keuangan, semakin ketatnya persaingan antar lembaga
perantara keuangan maka inovasi keuangan akan meningkat.

e. Insentif untuk menghadapi peraturan-peraturan dan pajak. Karakter dasar dari pengusaha
adalah mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, dalam menghadapi
peraturan pun akan dicari peluang atau celah di mana mereka masih bisa mendapatkan
keuntungan tanpa melanggar peraturan.

f. Perubahan pola global kekayaan keuangan. Perkembangan pendapatan dan kemakmuran


masyarakat, menjadikan diversifikasi permintaan atas produk-produk keuangan agar mereka
memiliki banyak pilihan dalam menyimpan kekayaannya.

Sumber: EKSI4205/MODUL 2 Hal 2.8-2.10

4. Sesuai dengan situasi dunia saat ini, dalam mengatasi kondisi perekonomian
Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, sebutkanlah dan
jelaskan tugas Bank Indonesia yang dapat ditempuh dari aspek kemanusiaan dan
ekonomi untuk mengatasi dampak kepada masyarakat, UMKM, dan dunia usaha!

Salah satunya dengan melakukan koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan
dilakukan secara bersama dalam tataran global, sesuai kewenangan masing-masing negara.
Peran Lembaga internasional (IMF dan Bank Dunia) untuk meningkatkan pendanaan dalam
upaya mengatasi keketatan likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) secara global.

Selain itu, Gubernur BI Perry Warjiyo juga mengatakan, BI, Kementerian Keuangan dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan koordinasi secara erat dari aspek stabilitas moneter, SSK,
dan fiskal, dalam mendorong ekonomi dan mengurangi beban kepada masyarakat dalam
mengatasi dampak COVID-19.
BI juga terus melakukan langkah-langkah memperkuat stabilisasi di pasar valas, pasar
keuangan, bersama Pemerintah dan OJK dalam penyediaan pembiayaan dari perbankan.

Otoritas bank sentral ini juga telah menempuh langkah-langkah kebijakan seperti penurunan
suku bunga kebijakan, stabilisasi nilai tukar rupiah, injeksi likuiditas dalam jumlah yang besar
baik likuiditas rupiah maupun valas, mempermudah bekerjanya pasar uang dan pasar valas di
domestik maupun luar negeri, relaksasi ketentuan bagi investor asing terkait lindung nilai dan
posisi devisa neto, pelonggaran makroprudensial agar tersedianya pendanaan bagi eksportir,
importir dan UMKM.

Selanjutnya di Sistem Pembayaran, BI menjamin ketersediaan uang layak edar yang higienis,
dan mendorong penggunaan pembayaran non-tunai termasuk melalui perpanjangan masa
berlakunya MDR 0% untuk QRIS dari Mei menjadi September 2020, yang disepakati bersama
ASPI dan PJSP.

Sumber: EKSI4205/MODUL 3 Dan https://amp.kontan.co.id/news/ini-langkah-langkah-yang-


dilakukan-bank-indonesia-dalam-menghadapi-virus-corona

Anda mungkin juga menyukai