Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL KE-2

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Nama : Kurnia Setiawan


Nim : 041661367

Nama Mata Kuliah : Organisasi


Kode Mata Kuliah : EKMA4157
Jumlah sks : 3 SKS

Skor Sumber Tugas


No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
Bila organisasi ukuran sederhana, bagaimana posisi
atau keadaan dimensi-dimensi birokrasi yang
terjadi pada organisasi tersebut? Anda bisa
1 menyebutkan satu persatu dimensi birokrasinya 30 EKMA4157/Modul 4

dan selanjutnya dianalisis satu per satu.

Kompleksitas organisasi menunjukkan derajat


diferensiasi (perbedaan) yang terjadi dalam sebuah
2 30 EKMA4157/ Modul
organisasi. Coba Anda analisis menggambarkan 5
apa bila diferensiasi ke arah horizontal?
Coba Anda analisis dengan memberikan contoh
bahwa faktor jenis pekerjaan berpengaruh terhadap EKMA4157/Modul 6
3 40
derajat formalitas?

* coret yang tidak sesuai


Jawaban
1. Organisasi ukuran sederhana, Sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar
departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang
terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.
- Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana
manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama. Kekuatan dari struktur ini
adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan,
ketidakmahalan dalam pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas.
- Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk dijalankan di mana pun
selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi tidak memadai
tatkala sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang rendah dan
sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban (overload) di
puncak.
Struktur Sederhana digunakan :
a. Jika Organisasi masih sederhana dengan jumlah pegawai sedikit.
b. Jika organisasi pada tahap permulaan pengembangan.
c. Lingkungannya sederhana dan dinamis.
d. Organisasi menghadapi krisis atau serangan.
e. Pimpinan organisasi juga sebagai pemilik.

2. Kompleksitas menunjukan derajat diferensasi yg terjadi dalam sebuah organisasi,


baik ke arah horizontal,vertikal maupun spasial
- Jika kegiatan dalam sebuah organisasi secara horizontal dibagi-bagi menjadi
menjadi tugas-tugas yg ukurannya lebih kecil maka tingkat kesulitan akan
mengkoordinasikan tugas-tugas berukuran kecil itu akan menjadi lebih besar. Hal
ini terjadi karena semakin tinggi diferensasi ke araah horizontal maka pada setiap
bagian akan semakin dibutuhkan tenaga spesialis yg memiliki jenis keterampilan
maupun latar belakang pendidikan yg khusus dan saling berbeda.
- Akibatnya, akan menjadi semakin sulit begi masing-masing bagian yg saling
berbeda itu untuk memahami bahwa tuga-tugas khusus yg dutangani oleh
bagian-bagian lain sehingga cara keseluruhan merupakan kesatuan.
- Kompleksitas Horizontal mencakup antara lain jumlah bagian, jumlah
jabatan,tingkat pendidikan dan keterampilan yg diperlukan pada setiap jabatan,
cakupan pada seriap jabatan, derajat rutinitas kegiatan yg dijalankan pada
masing-masing jabatan dan banyaknya jenis tengaga spesialis
- Semakin banyak tenaga spesialis dan semakin tinggi tingkat pendidikan maupun
keterampilan yg diperlukan untuk menjadi tenaga spesialis maka tingkat
kompleksitas organisasi akan menjadi semakin meningkat.

3. Faktor jenis pekerjaan yg berpengaruh terhadap formalitas


Ada lima faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja menurut Kreitner dan
Kinicki (2001;225) yaitu sebagai berikut
- Pemenuhan kebutuhan (Need fulfillment), Kepuasan ditentukan oleh tingkatan
karakteristik pekerjaan memberikan kesempatan pada individu untuk memenuhi
kebutuhannya
- Perbedaan (Discrepancies), Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi
harapan. Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang
diharapkan dan apa yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Bila harapan
lebih besar dari apa yang diterima, orang akan tidak puas. Sebaliknya individu
akan puas bila menerima manfaat diatas harapan.
- Pencapaian nilai (Value attainment)Kepuasan merupakan hasil dari persepsi
pekerjaan memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting
- Keadilan (Equity)Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu
diperlakukan di tempat kerja
- Komponen genetik (Genetic components)Kepuasan kerja merupakanfungsi sifat
pribadi dan faktor genetik. Hal ini menyiratkan perbedaan sifat individu
mempunyai arti penting untuk menjelaskan kepuasan kerja disampng
karakteristik lingkungan pekerjaan.
Selain penyebab kepuasan kerja, ada juga faktor penentu kepuasan kerja. Diantaranya
adalah sebagi berikut
- Pekerjaan itu sendiri (work it self)Setiap pekerjaan memerlukan suatu
keterampilan tertentu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sukar tidaknya
suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkandalam
melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan
- Hubungan dengan atasan(supervision)Kepemimpinan yang konsisten berkaitan
dengan kepuasan kerja adalah tenggang rasa (consideration). Hubungan
fungsional mencerminkan sejauhmana atasan membantu tenaga kerja untuk
memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Hubungan
keseluruhan didasarkan pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan
sikap dasar dan nilai-nilai yang serupa, misalnya keduanya mempunyai
pandangan hidup yang sama.Tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan
atasan adalah jika kedua jenis hubungan adalah positif. Atasan yang memiliki ciri
pemimpin yang transformasional, maka tenaga kerja akan meningkat
motivasinya dan sekaligus dapat merasa puas dengan pekerjaannya.
- Teman sekerja (workers)Teman kerja merupakan faktor yang berhubungan
dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain,
baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
- Promosi (promotion)Promosi merupakan faktor yang berhubungan dengan ada
tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja
- Gaji atau upah (pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai
yang dianggap layak atau tidak.

Anda mungkin juga menyukai