Anda di halaman 1dari 3

1.

Jelaskan 3 level konsep model perubahan menurut Lewin yang di dalamnya termasuk
struktur, sistem dan individu! Kaitkan penjelasan dengan konteks PT POS Indonesia
dengan wacana di atas!

Tahap pertama proses perubahan adalah unfreezing. Pada tahap ini pola perilaku pada
kondisi yang sekarang berlangsung (status quo) diguncang, sehingga orang merasa kurang
nyaman sebagai upaya awal untuk mengelola resistensi terhadap perubahan. Bergantung
pada level perubahan yang diinginkan, unfreezing pada level individu misalnya dilakukan
dengan mempromosikan atau sebaliknya memecat beberapa orang secara selektif, pada
level struktural mendesain ulang struktur organisasi, misalnya dari functional menuju proses
based structure dan mengembangkan model pelatihan sebagai tindak lanjutnya, atau pada
level organisasi dan pandangan karyawan terhadap praktik manajemen. Pad level manapun
proses unfreeze dilakukan, tujuan dari intervensi ini adalah untuk menyadarkan para
anggota organisasi akan adanya kebutuhan untuk berubah, meningkatkan perhatian mereka
terhadap pola perilaku yang selama ini menjadi pedoman bertindak dan membuat mereak
lebih terbuka terhadap perubahan organisasi.

Pada tahap kedua – movement atau change, meliputi porses perubahan sesungguhnya di
mana organisasi akan bergerak dari kondisi sekarang ke kondisi yang diharapkan. Pada level
individu misalnya kita berharap para anggota organisasi sudah memiliki perilaku yang
berbeda katakanlah memiliki keterampilan baru atau cara baru dalam mensupervisi
karyawan. Pada level struktur diharapkan ada perubahan pada struktur organisasi, sistem
pelaporan dan sistem imbalan yang pada akhirnya mempengaruhi cara kerja dan perilaku
karyawan. Terakhir pada level organisasi sangat diharapkan tercipta iklim organisasi baru
dan pola perilaku baru yang bisa menciptakan terjadinya saling percaya dalam hubungan
kerja, keterbukaan dan meminimalisir interaksi yang disfungsi.

Terakhir, adalah refreezing. Pada tahap ini dilakukan stabilisasi dan institusionalisasi
perubahan dengan cara membangun sistem yang memungkinkan pola perilaku yang baru
relatif aman atau tidak mudah goyah terhadap perubahan-perubahan lebih lanjut jika
perubahan tersebut memang dianggap perlu. Beberapa kegiatan atau intervensi yang
termasuk pada tahap ini misalnya desain ulang sistem rekrutmen karyawan. Dengan desain
sistem yang baru diharapkan diperoleh calon pegawai yang sejalan dengan gaya manajemen
dan nilai-nilai organisasi yang baru. Disamping itu, diharapkan pula pola perilaku karyawan
yang baru menjadi norma kerja yang permanen yang didukung oleh sistem imbalan yang
sesuai dan memungkinkan karyawan bisa lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
dan dalam proses pengambilan keputusan.

Pada tahap pertama : Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama Pos Indonesia
mengembangkan tujuh program transformasi yang dicangkan adalah transformasi bisnis,
transformasi produk dan chanel, transformasi proses, transformasi teknologi, transformasi
human capital, transformasi budaya dan transformasi organisasi. Beliau ingin
memberitahukan kepada para pekerja maupun dunia bahwa untuk mencapai visi dan misi
nya selaku direktur utama hal ini perlu dilakukan untuk menggapai hal tersebut.

Pada tahap kedua : Faizal Rochmad Djoemadi, selaku Direktur Utama Pos Indonesia. Dalam
kemepimpinan transformasionalnya, yaitu menggerakkan PT POS di era pandemi antara lain
dengan cara melakukan transformasi model bisnis dan mengembangkan digitalisasi secara
massif dan cepat. Dan dalam tiga tahun ke depan, beliau ingin merealisasikan tujuh program
transformasi yang telah dicangkan.

Pada tahap ketiga : Dengan membuat tujuh program baru tentunya memerlukan anggota
pekerja yang banyak, diharapkan calon anggota yang baru akan termotivasi dan dapat
bekerja secara baik.

2. Jelaskan tentang pimpinan sebagai Pembina (Coach)! Dikaitkan dengan wacana tentang
PT POS di atas, bagaimana implementasi dari konsep model kepemimpinan tersebut!

Pimpinan sebagai pembina (Coach)

Sebagai seorang pembinaan atau pelatih (coach) layaknya seorang pelatih olah raga,
pimpinan secaa intensional diyakini mampu mebentuk kapabilitas organisasi dalam
melakukan hal-hal tertentu agar dalam situasi persaingan organisasi bisa memenangkan
persaingan tersebut. Tidak seperti halnya seorang direktur yang lebih suka mendikte
bawahannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi, seorang pembina berorientasi untuk
membangun satu set nilai dan keterampilan yang tepat bagi kebutuhan organisasi dan
semua anggota organisasi sebagai pelaku perubahan dapat menerapkannya dalam rangka
mencapai tujuan perubahan organisasi yang diharapkan.

Bila dikaitkan dengan wacana PT. POS, yang pasti direktur utama harus menjadi seorang
pembina berorientasi untuk membangun satu set nilai dan keterampilan yang tepat bagi
kebutuhan organisasi dan semua anggota organisasi. Berdasarkan pencapaian yang telah
digapai oleh Faizal Rochmad Djoemadi, selaku Direktur Utama Pos Indonesia, maka bisa
dikatakan bahwa cara penanganan atau cara kerja beliau dapat diterima dan membantu
anggota organisasi untuk mau berkembang bersama-sama.

3. Kepemimpinan transformasional ditunjukkan melalui tiga faktor perilaku: konsiderasi


individual, stimulasi intelektual, serta karisma.  Gambarkan faktor-faktor kepemimpinan
transformasional! Dikaitkan dengan wacana tentang PT POS di atas, bagaimana
implementasi kepemimpinan transformasional di PT POS, jelaskan!

Kepemimpinan berorientasi perubahan terbentuk dari tiga faktor perilaku, yakni :


1. Karisma dan inspirasi. Konsep karisma yang dibahas di muka merupakan salah satu
dari tiga komponen pokok kepemimpinan transformasional. Sebagaimana kita
ketahui, hubungan kepemimpinan karismatik bisa menciptakan emosi yang
mendalam di kalangan para pengikutnya. Akibatnya, timbulnya loyalitas dan
kepercayaan terhadap pemimpin mereka.
2. Stimulasi Intelektual. Faktor kedua dalam kepemimpinan transformasional adalah
kemampuan pemimpin memberi tantangan kepada para pengikutnya. Para pengikut
ditantang untuk memecahkan masalah yang sebelumnya tidak terselesaikan, bukan
dengan nilai-nilai lama dan asumsi yang sudah kadaluwarsa melainkan dengan nilai-
nilai baru dan asumsi baru.
3. Konsiderasi individual. Faktor terakhir sangat erat kaitannya dengan teori LMX
(Leader Member Exchange = teori pertukaran antara pemimpin dengan anggota).
Menurut teori ini, setiap kepemimpinan mempunyai hubungan personal dengan
orang yang dipimpin. Hubungan personal ini membawa implikasi bahwa setiap orang
yang dipimpin harus diperlakukan secara khusus karena masing-masing orang
mepunyai karakteristik berbeda. Artinya tidak semua orang diperlakukan dengan
cara yang ama meski mereka harus diperlakukan secara adil.
Jika mengimplementasi kepemimpinan tansformasional di PT POS dengan 3 faktor perilaku
utama dapat dinilai dari :
1. Karisma : seorang direktu utama yang meraih Penghargaan CEO Terbaik Driving
Transformation 2021 dalam ajang Anugerah BUMN 2021. Tentunya memiliki
kepemimpinan yang baik dan kharisma yang dihormati dan dikagumi oleh para
anggotanya, dan hal ini tentu saja membantu proses interaksi dan menciptakan
emosi yang baik dalam berkomunikasi dengan anggota organisasi.
2. Stimulasi Intelektual : dengan memiliki para anggota organisasi yang berorientasi
berkembang, maka Faizal Rochmad Djoemadi, selaku Direktur Utama Pos Indonesia,
menciptakan suatu tantangan bagi anggota organisasi dengan membuat tujuh
program transformasi tersebut.
3. Konsiderasi individual : bagi anggota organisasi yang bekerja dengan baik dan
mencapai tujuan atau target tentunya harus mendapat perlakuan yang berbeda
dengan yang tidak. Hal ini bertujuan untuk mengapresiasi pencapaian yang telah di
dapat oleh anggota organisasi tersebut.

Sumber :
EKMA 4565 Modul 3 dan Modul 4.