Anda di halaman 1dari 2

Literasi Digital Ketapang Sesi ke 17,

“Pahami Aturan Ruang Digital Dengan


Literasi “

Kegiatan Literasi Digital sesi ke 17 untuk wilayah Kabupaten Ketapang yang di


Selenggarakan oleh Kementrian Komunikasi Dan Informatika bekerja sama dengan Cyber kreasi
sukses di gelar secara daring Via Zoom Meeting  pada tanggal 23 Agustus 2021, dari Pukul 09.00 
hingga pukul 11.00 WIB.

Seminar tersebut di pandu oleh Aulia mawardhika Sebagai Presenter yang membawa jalannya
acara dari awal hingg akhir. Pemateri pertama dalam seminar  tersebut adalah Oleg Snchabachtiar 
yang berprofesi sebagai Creative direktur Noah dan Planet Design Indonesia.  Dalam kesempatan
tersebut ia menyampaikan materi tentang  kecakapan di dunia Digital pada saat ini.

Dalam materinya ia memberikan motivasi motivasi terhadap para peserta webinar dalam zoom
meeting. “ di era saat ini bagaimana kita bisa berdaya saing dan bersikap positif dengan
memanfaatkan kecanggihan tekhnologi yang ada”. Pungkas Oleg
Pemateri ke dua yakni Atik Megawati, S. Pd yang berprofesi sebagai guru SMK Sungai besar. Ia
menyampaikan materi tentang bahaya pornografi bagi perkembangan otak anak.

Menurut Atik Pornografi sendiri merupakan sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, animasi,
kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lain melalui berbagai bentuk media komunikasi
dan atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitas seksual yang
melanggar norma kesusilaan (UU No. 44 Th 2008 tentang pornografi). Sudah menjadi rahasia
umum bila pornografi dapat menimbulkan kecanduan, candu pornografi menjadi salah satu isu
serius di seluruh dunia, termasuk indonesia.  

Dari hail survey yang dilaksanakan Kemenkes tahun 2017 sebanyak 94% siswa pernah mengakses
konten porno yang diakses melalui komik sebanyak 43%, internet sebanyak 57%, game sebanyak
4%, film/TV sebanyak 17%, Media sosial sebanyak 34%, Majalah sebanyak 19%, Buku sebanyak
26%, dan lain-lain 4%, hal ini cukup mengkawatirkan sekali terutama bagi perkembangan anak
tersebut untuk masa yang akan datang, maka kalian yang masih muda jangan sampai membuka
konten porno itu dalam bentuk apapun ”. tutur Atik

Pemateri Selanjutnya adalah Hermanto yang menyampaikan materi tentang keamanan digital atau
digital safety, kali ini khususnya ia membahas mengennai cara aman terhindar dari penipuan online.
Menurut herman penipuan digital atau penipuan online marak terjadi. Apalagi kini aktifitas online
masyarakat kian meningkat, bisa dibilang hampir semuanya bisa dilakukan dengan cepat dan
mudah secara online.

“Banyak sekali modus yan di lakukan maka kita harus pelajari dan cermati, Setelah mengetahui ciri-
ciri modus penipuan online dan cara menghindarinya, Anda menjadi selangkah lebih maju dan
aman. Tak perlu panik, apabila Anda mengalami atau menemukan hal yang mencurigakan,
sebaiknya Anda langsung melakukan konformasi atau lapor kepada pihak terkait. Jaga data
keamanan data digital Anda sebab hal ini adalah tanggung jawab Anda”. Pungkas Hermanto

Pemateri Terakhir adalah Sapriyun,S.ST,Pi ,sebagai guru SMKN 2 ketapang yang memaparkan
materi tentang pentingnya wawasan kebangsaan. Menurut Sapriyun Teknologi komunikasi dan
informasi mengubah perang konvensional menjadi perang modern, menggunakan teknologi
sehingga berpotensi  terjadinya perang cyber atau perang di dunia maya.

“ Perang Cayber ini sangat berbahaya sebab merubah pola fikir walaupunb  pada akhirnya akan
berakhir dengan perang kekuatan militer, namun  Perang Pengaruh melalui Ideologi, Politik,
Ekonomi, Sosial dan kebudayaan ini sangat merusak tatanan, sebab  tanpa disadari infiltrasinya
Sasarannya adalah ketahanan ekonomi, pertahanan dan keamanan, budaya, ideologi, lingkungan,
politik, karakter yang bisa mengancam keutuhan bangsa ini”.Papar Sapriyun,S.ST.Pi  (WK/ 23
/8/2021).

Anda mungkin juga menyukai