Anda di halaman 1dari 2

UNIVERSITAS DIPONEGORO

FAKULTAS HUKUM
PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN
Ujian Ke2 Kelas A

Mata Kuliah : Hukum Waris Perdata


Hari/ Tanggal : Rabu, 7 Oktober 2020
Waktu : Paling lambat Dikirim Melalui Email Saya Hari
Kamis , 8 Oktober 2020
jam 16.00 WIB

Petunjuk: Boleh Membuka Buku. Jawaban disertai Dasar Hukumnya

KASUS.
Seorang laki-laki kepada siapa berlaku KUH Perdata, bernama P, beragama bukan
Islam, meninggal dunia di Semarang pada tanggal 2 Pebruari 2020.
Riwayatnya sebagai berikut :
1. Pada tanggal 2 Januari tahun 1957, P melangsungkan hidup bersama dengan
seorang perempuan bernama R di Semarang. Dari hidup bersama ini oleh R pada
tangggal 1 Januari 1960 dilahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama P1;
Berhubung ada kecocokan dengan P, maka pada tanggal 2 Januari 1966 oleh R
dilahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama P2.
2. Pada tanggal 15 Januari 1965 P melangsungkan perkawinan dengan seorang
perempuan bernama A. Perkawinan ini dicatat di Kantor Catatan Sipil Kota
Semarang. Perkawinan dilaksanakan tanpa lebih dahulu membuat Perjanjian
Kawin di hadapan Notaris;
3. Dari perkawinan ini pada tanggal 15 Juni 1966, oleh A dilahirkan dua orang anak
kembar semuanya laki-laki yang diberi nama A1 dan A2;
4. Tujuh hari terhitung sejak lahirnya A1 dan A2, P teringat anak luar kawinannya
yang bernama P1 dan P2. Pada saat itu juga atas persetujuan R, P mengakui P1
dan P2 dengan akta yang di buat Pegawai Kantor Catatan Sipil Semarang sebagai
anaknya;
5. Setelah kelahiran A1 dan A2, ternyata P tetap menjalin hidup bersama dengan R,
untuk itu oleh A, P telah diperingatkan agar tidak berhubungan lagi dengan R.
Namun ternyata P tidak mengindahkan peringatan tersebut. Berhubung kesabaran
A telah habis maka A mengajukan gugat cerai terhadap P di muka Pengadilan
Negeri Semarang pada tanggal 26 Desember1967 dengan alasan bahwa , P telah
melakukan perzinahan dengan R;
6. Berhubung alasan gugat cerai tersebut terbukti maka gugat cerai yang diajukan A
terhadap P dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Semarang . pada tanggal 15 Januari
1968. Putusan Pengadilan Negeri Semarang oleh A telah didaftarkan dan dicatat di
Kantor Catatan Sipil Kota Semarang pada tanggal 20 Juli 1968. Harta persatuan
telah selesai dibagi;
7. Berhubung cinta P terhadap R masih membara, maka setelah menjalani hukuman
karena terbukti telah melakukan perzinahan dengan R , tepatnya pada tanggal 15
September 1970, P melangsungkan perkawinan dengan R di Pekalongan.
Perkawinan di catat di Kantor Catatan Sipil Pekalongan.Perkawinan ini
dilangsungkan tanpa terlebih dahulu membuat perjanjian kawin di hadapan
Notaris;
8. Pada tanggal 26 Nopember 1971, oleh R dilahirkan seorang anak perempuan yang
diberi nama P3;
9. Pada tanggal 26 Januari 1972, Perkawinan P dengan R dibatalkan oleh Pengadilan
Negeri Pekalongan, atas permohonan K ( K adalah bapak P) dengan alasan bahwa
perkawinan antara P dengan R dilarang oleh Pasal 32 KUH Perdata. Putusan
Pengadilan Negeri Semarang telah dicatat diKantor Catatan Sipil Pekalongan pada
tanggal 26 Februari 1972;
10.Pada tanggal 2 Mei 1974, P melangsungkan perkawinan lagi dengan seorang
perempuan bernama B. Meskipun mereka beragama Islam perkawinan mereka
dicatat di Kantor Catatan Sipil Kota Semarang. Perkawinan ini dilangsungkan
dengan lebih dahulu membuat perjanjian kawin di hadapan Notaris, HP., di
Seamrang. Isi perjanjian kawin tersebut bahwa antara P dengan B sama sekali
tidak ada Persatuan Harta Perkawinan. Pada saat perkawinan ini P mempunyai
harta sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) sedangkan B
mempunyai harta sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);
11.Pada tanggal 15 Juni 1975, oleh B dilahirkan seorang anak perempuan yang diberi
nama B1;
12.Pada saat P meninggal dunia, harta yang ada sebesar RP. 800.000.000.,-(delapan
ratus juta rupiah) ;
13.Pada saat P meninggal dunia ternyata ada beban beban sebagai berikut:
 Hutang kepada Bank BNI 1946 sebesar Rp. 130,000,000,- (Seratus tiga
puluh juta rupiah);
 Biaya rumah sakit dan Honarium Dokter sebesar Rp. 50,000,0,- ( Lima puluh
juta rupiah);
 Biaya pemakaman sebesar Rp 20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah);
14.Pada saat diadakan pembagian warisan, ternyata pada tanggal 7 Maret 2020, B
telah menolak untuk menerima harta warisan P, dimuka Pengadilan Negeri
Surakarta. Hal ini disebabkan karena di dalam KTP B tertulis bahwa B bertempat di
Kelurahan Jebres, Kecamatan, Jebres, Kota Surakarta. sedangkan semua ahli
waris lainnya menuntut haknya;
15. Pada tanggal 15 September 2015 ternyata P1 telah meninggal dunia . P1
meninggal seorang isteri bernama T, seorang anak perempuan luar kawin diakui
bernama Q1( Q1 adalah anak dari hidup bersama antara P1 dengan seorang
perempuan bernama Q2 sebelum P1 kawin dengan T) dan seorang anak laki-laki
sah bernama T1.

Pertanyaan : Tentukan siapa ahli waris P dan hitung bagian masing-masing ?

Dosen Penguji

MULYADI, S.H.,M.S