Anda di halaman 1dari 8

HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

Skill 3 Comparatives & Superlatives

1. Bentuk Comparatives dan Superlatives


Soal yang muncul dalam tes TOEFL biasanya bentuk comparative dan superlative yang
dibuat tidak tepat.
Soal bagian ini bisa menjadi sebuah kesempatan untuk meraih skor kalau kita
mengetahui bagaimana bentuk yang benarnya.
• Comparative bermakna ‘lebih’ dan superlative bermakna ‘paling’.
• Comparatives bisa dibentuk menggunakan: -er atau more, bergantung dengan
syllable dari kata yang mengikutinya. Hal yang sama juga berlaku di superlatives
yang menggunakan –est dan -most.
• Khusus untuk comparative, diikuti oleh kata than karena untuk menunjukkan
perbandingan, sedangkan pada superlative tidak digunakan than, tetapi biasanya
diikuti preposisi yang menyatakan dimana makna superlative ini, misal he is the
tallest student in his class. In his class disini menunjukkan makna
superlativenya di dalam konteks kelasnya. Selain preposisi in, bisa juga
digunakan preposisi of, among, dan lain-lain.
Untuk kata yang memiliki satu syllable biasanya menggunakan –er atau -est, seperti
kata tall menjadi taller atau the tallest, high menjadi higher atau the higest, short
menjadi atau the shortest.
• Syllable adalah suku kata. Misal, untuk satu syllable kata, kalau kita
mengucapkan kata itu hanya sekali saja, tidak terpotong-potong. Contohnya
long, smart, soft, dan lain-lain.
• Untuk kata yang memiliki 3 syllable atau lebih biasanya menggunakan –more
atau most, seperti dangerous menjadi more dangerous atau the most dangerous,
beautiful menjadi more beautiful atau the most beautiful, dan lain-lain.
• Untuk kata yang memiliki 2 syllable, sebagian menggunakan –er dan sebagian
menggunakan –more, bergantung dengan apa akhiran kata tersebut.
• Umumnya kebanyakan 2 syllable kata menggunakan –er, kecuali kata yang
berakhiran -ish (more stylish), -some (more handsome), -ly (more slowly), -ow
(more narrow), -le(more simple), dan –er (more clever)
Contoh

Andi is shorter than Susi.


Richard is more stylish than Alex.
Andi is the shortest student in his school.
Richard is the most stylish students among his friends.

1
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

Note:

• Penting untuk mengetahui jumlah syllable kata adjective yang digunakan di soal
karena akan menentukan apakah menggunakan –er/-more ata –est/most.
• Terdapat kata tidak beraturan dimana bentuk comparative dan superlativenya
tidak ditambah –er/more atau –est/most. Contoh:
Good Better Best
Bad Worse Worst
Little Less Least

2. Menggunakan comparatives dan Superlatives dengan benar


Di skill ini, akan dibahas pemahaman dasar tentang penggunaan comparatives dan
superlatives.

• Comparative digunakan untuk membandingkan dua benda yang setara. Misal,


The math class is more difficult than the English class. Pada contoh ini yang
dibandingkan adalah dua kelas (mata pelajaran). Perbandingan tidak bisa
dilakukan misalnya antara The math class dan Orange, karena kedua hal ini
berbeda.
• Superlative digunakan ketika ingin membandingkan sesuatu.seseorang dengan
banyak hal/ orang dan ingin menyatakan ‘paling’. Contohnya, the English class is
the largest in this school. Pada contoh ini, the English class dibandingkan dengan
kelas-kelas lainnya dan kelas ini yang terbesar.

3. Menggunakan dua clausa comparative –er yang tidak beraturan


dengan benar
Terdapat pola comparative yang tidak biasa, contoh:

The harder he tried, the further he fell be hind

The older the children are, the more their parents expect from them.

The more children you have, the bigger the house you need.

The harder your work, the more you accomplish.


Dalam contoh-contoh diatas, terdapat penggunaan “the” disetiap awal kata comparative
dan setiap setelah kata adjective yang dibandingkan akan selalu diikuti dengan subject
dan verb dengan pola yang sama (ingat materi parallel sebelumnya). Misal, setelah kata
the harder, ada subject he dan verb tried, dan setelah kata further, ada subject he dan

2
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

verb fell. Subject di dua klausa ini boleh berbeda dan boleh menggunkan to be atau
verb, selama memiliki pola subject dan verb yang sama.

Skill 4 Permasalahan dengan Bentuk Kata Kerja (Verb)

Di skill ini kita akan membahas permasalahan dengan bentuk verb.


Di bagian written expression, terkadang soal yang ada memiliki kesalahan dibentuk
verb. Verb dlaam kalimat sengaja ditulis dalam bentuk yang salah. Oleh karena itu, kita
harus mengecek bentuk Verb dalam soal ketika Verb tersebut digarisbawahi.
• Pahami bentuk base form, present, present participle, past, dan past participle.
BASE PRESENT PRESENT PAST PAST
FORM PARTICIPLE PARTICIPLE
walk walk (s) walking walked walked
hear hear (s) hearing heard heard
cook cook (s) cooking cooked cooked
sing sing (s) singing sang sung
come come (s) coming came come
begin begin (s) beginning began begun

• Ada 3 hal yang bisa dicek ketika berhadapan dengan soal dimana kata kerja
dalam kalimat digarisbawahi:
1. Cek apa yang muncul setelah has/have/had. Bentuk yang benar akan muncul
been atau verb 3.
2. Cek apa yang muncul setelah to be. Bentuk yang benar akan muncul adjective,
noun atau pun verb 3.
3. Cek apa yang muncul setelah modals: will, would, shall, should, can, could, may,
might, must, had to. Bentuk yang benar akan muncul be, verb 1, have/has/had +
been/verb3.

3
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

1. Setelah have, gunakan Past Participle


Setiap kali bertemu kalimat yang menggunakan have dalam setiap bentuknya, seperti
have, has, having, dan had, pastikan setelahnya diikuti oleh Verb 3.
Contoh:

They had walk to school ---- seharusnya: had walked.


We have see the show ---- seharusnya: have seen.
He has took the test ---- seharusnya: has taken.
Having ate, he went to school ---- seharusnya: having eaten.
She should have did the work ---- seharusnya: should have done.

• Pastikan juga, ketika didalam kalimat ada memiliki subject dan verb 3, sebelum
verb 3 harus menggunakan kata have/has/had. Berhati – hati dengan irregular
verb yang berubah antara verb 2 dan verb 3 dengan perubahan vowel, misal sing,
sang dan sung.
Contoh:
My friend sung in the choir ---- seharusnya sung ditulis verb 2 sang atau
has sung.
He become angry at his friend ----- seharusnya become ditulis verb 2 became
atau has became.

2. Setelah to be, gunakan present atau past participle


To be meliputi: am, is, are, was, were, be, been, being. Bisa diikuti oleh verb dalam
bentuk present participle (verb-ing) atau past participle (verb 3)
Contoh:
We are do our homework ---- seharusnya: are doing. (Present participle)
The homework was do early ---- seharusnya: was done. (Past
participle)
Tome is take the book ---- seharusnya: is taking. (Present participle)
The book was take by Tom ---- seharusnya was taken. (Past
participle)

4
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

3. Setelah modals, gunakan bentuk kata kerja dasar atau Verb 1 tanpa
ditambah –s.
Modals meliputi: will, would, shall, should, can, could, may, might, atau must.
Setelahnya, diikuti oleh bentuk kata kerja dasar atau verb 1.
Contoh:
The boat will leaving at 3 p.m. ---- seharusnya: will leave.
The doctor may arrives soon ---- seharusnya: may arrive.
The students must taken the exam ---- seharusnya: must take.
• Dalam kalimat yang lebih rumit, setelah modals bisa muncul be, be + verb 3, be +
verb-ing, have + been/verb3.

Skill 5
Permasalahan dengan Penggunaan Kata Kerja (Verb)

1. Penggunaan Verb bentuk past dan present dalam satu kalimat.


Jika ada satu kalimat dimana satu kata kerjanya berbentuk past dan satu kata kerja
yang lain dalam bentuk present, kalimat ini kemungkinan besar salah.
Tetapi, memang ada kalimat yang memiliki satu kata kerja dalam bentuk past dan kata
kerja lainnya dalam bentuk present, atau sebaliknya.
Bagaimana cara mengetahui benar atau tidaknya kalimat yang seperti ini?
• Cara terbaik adalah dengan mengecek makna dari kalimat apakah terjadi di masa
lampau (past) atau menunjukkan sebuah fakta atau kebiasaan (present).
Contoh 1:
He took the money when he wants it.

• Dalam kalimat ini, klausa he took the money dalam bentuk past dan klausa when
he wants it dalam bentuk present.
• Bila kita lihat makna dari kalimat ini, tidak masuk akal penggunaan past dan
present disini. Kenapa?
• Makna klausa he took the money terjadi di masa lampau, artinya uangnya sudah
diambil. Tetapi, klausa kedua terjadi dimasa sekarang yang berarti kapan saja dia
mau.
• Contoh kalimat ini salah.

5
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

• Bentuk kalimat benarnya: He took the money when he wanted it. Sama-sama
dalam bentuk past.
• Atau seperti ini: He takes the money when he wants it. Sama-sama dalam bentuk
present.

Contoh 2:
I know that he took the money yesterday.
• Dalam kalimat ini, klausa I know dalam bentuk present dan klausa he took the
money yesterday dalam bentuk past.
• Bila kita lihat makna dari kalimat ini, masuk akal penggunaan past dan present
disini. Kenapa?
• Makna klausa I know terjadi sekarang, artinya dia tahu sekarang, dan makna
klausa he took the money yesterday menunjukkan kapan orang yang dimaksud
mengambil uang itu (dimasa lampau karena uangnya sudah diambil dan
peristiwa ini sudah terjadi.
• Contoh kalimat yang kedua ini benar. Disini, mungkin ada verb bentuk past dan
verb dalam bentuk present dalam satu kalimat asalkan maknanya sesuai dengan
keterikatan waktu tensesnya.
• Jadi, ketika kalian melihat satu kalian yang menggunakan verb bentuk pas dan
present di soal TOEFL, cek makna kalimat tersebut agar dapat mengetahui
apakah kalimat tersebut benar atau salah.

2. Penggunaan have dan had


Present perfect (have/has + been/verb3) dan past perfect (had + been/verb3) memiliki
penggunaan yang berbeda dan kalian harus bisa memahaminya agar dapat mengenali
kalimat yang salah dalam soal TOEFL.
1. Present perfect: merujuk pada periode waktu dari masa lampau (past)
sampai sekarang (present).
Contoh: I have lived in Indonesia for five years.
Makna dari kalimat ini adalah saya sudah tinggal di Indonesia sejak 5 tahun terakhir
sampai sekarang saat saya mengucapkan kalimat ini.
Karena present perfect merujuk pada periode waktu dari past sampai present, kalimat
yang hanya bermakna terjadi di masa lampau (past) saja salah.
Contoh: In 1995, he has lived in Indonesia.
Kalimat ini salah, karena makna kalimat hanya terjadi pada masa lampau, yaitu tahun
1995. Maka, seharusnya bentuk kalimat ini bukan present perfect, tetapi, simple past

6
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

saja karena merujuk pada periode yang terjadi di masa lampau. Kalimatnya menjadi: In
1995, he lived in Indonesia.
2. Past perfect: merujuk pada periode waktu yang terjadi masa lampau dan
berakhir di masa lampau juga, tetapi sebelum sesuatu yang lain terjadi.
Contoh: I had lived in Indonesia for five years before I moved to Malaysia.
Makna dari kalimat ini adalah saya tinggal di Indonesia selama lima tahun sebelum
pindah ke Malaysia. Disini, perlu dipahami bahwa ketika kalimat ini diucapkan, orang
dalam kalimat ini tidak lagi tinggal di Indonesia sekarang.
Karena Past Perfect terjadi dimasa lampau dan berakhir di masa lampau, kalimat salah
bila past perfect dipasangkan dengan present perfect.
Contoh: He had finished the exam when the teacher collects the papers.
Klausa kedua setelah connector when dalam bentuk simplre present dan ini salah.
Seharusnya, past perfect berpasangan dengan simple past menjadi: he had finished the
exam when the teacher collected the papers.
3. Penggunaan Tenses yang benar mengikuti ekspresi-ekspresi waktu
yang ada

• Untuk ekspresi-ekspresi waktu tertentu, sudah ada kepastian tenses apa yang
seharusnya digunakan untuk kalimat itu.
• Singkatnya, ketika kita melihat ekspresi waktu dalam sebuah soal TOEFL, kita
sudah bisa mengindikasikan tenses apa yang seharusnya muncul dalam soal
tersebut.
• Perhatikan ekspresi-ekspresi waktu dibawah ini dan keep that in mind bersama
dengan jenis tenses yang harus mengikutinya.

Ekspresi – ekspresi waktu:


1. Past Perfect: by …
She had lived in Indonesia by 1987.
2. Simple past: … ago, last …., in….
She lived in Indonesia two years ago.
She lived in Indonesia last year.
She lived in Indonesia in 2010.

7
HANYA UNTUK SISWA SEKOLAH TOEFL

3. Present perfect: since …., for … , lately.


She has lived in Indonesia since last year.
She has lived in Indonesia for three years.
She has been busy lately.

----- End of Week 2 -----

Mohon, handbook ini tidak diberikan


atau dishare kepada siapapun.

References:

Deborah Philips, The Huffington Post, dan beberapa sumber lain.