Anda di halaman 1dari 3

c  




Kematian bayi mendadak tidak terduga dan dengan alas an yang tetap tidak jelas, bahkan
setelah otopsi,merupakan sara kematian paling utama pada tahun pertama kehidupan setelah
masa neonatus. Peristiwa ini menggambarkan sindroma bayi mati mendadak (SIDS =sudden
infant death syndrome). Pada kasus yang khas seorang bayi rusia 2-3 bulan yang tampak
sehat, di tidurkan tanpa kecurigaan bahwa segala sesuatunya di luar keadaan yang biasa .
beberapa waktu kmeudian bayi di temukan meninggal, dan otopsi konvensional gagal
menemukan penyebbab kematian. Telah di ungkapkan bahwa bayi tampak sehat sebelum
meninggal, tetapi riwayat perinatal yang lebih rinci serta pemeriksaan intensif fungsi
kardiorespiratorik dan neurologik menghasilkan bukti-bukti bahwa anak tidak berada dalam
keadaan yang normal sebelumnya.

c  
Diantara berbagai temuan yang telah dilaporkan pada bayi-bayi yang meninggal karena SIDS
bahwa pertambahan otot polos arteri paru-paru merupakan hal terpenting. Keadaan ini tidak
saja melibatkan dinding muscular arteri pulmonalis yang besar, tetapi meluas ke pembuluh-
pembuluh kecil di dekat di dekat alveoli. Temuan ini di anggap sebagai bukti tidak langsung
bahwa bayi-bayi dengan SIDS mengalami hipoksia kronik yang menetap. Walawpun
demikian, tidak di temukan bukti langsung hipoksia ini. Banyak korban SIDS mengalami
retardasi pertumbuhan fisik pasca natal.

  
Kebingungan mengenai patogenesis SIDS mungkin mencerminkan besarnya perbedaan
kenelitian dalam mencari abnormaliyas spesifik setelah kelahiran. Lebih lanjut, SIDS
tampaknya mempunyai beberapa etiologi, dan beberapa kondisi langka dapat berwujud
seperti SIDS. Misalnya, apnea saat tidur yang memanjang pada masa bayi yang telah di
asosiasikan dengan suatu lesi desak ruang (astrositoma lobus temporalis kiri), anomaly SSP
congenital (tidak ada korpus kalosum), dan dengan disfungsi neuromuscular yang menyertai
botulismus infantil. Kematian mendadak juga telah di sebabkan cincin vascular, biasanya
didahului oleh tanda-tanda obstruksi saluran nafas atas.

 
 
 
  


1. Geda pernafasan karena Apnea dan sianosis yang lama selama tidur telah diobservasi
pada dua bayi yang kemudian dianggap meninggal karena SIDS dan telah diamati
pula adanya obstruksi saluran nafas bagian atas dengan jeda pernafasan serta
bradikardia yang lama pada bayi-bayi dengan SIDS abortif. Walaupun demikian
masih belum pasti apakah apnea sentral atau apnea obstruktif yang lebih penting
daalam terjadinya SIDS
2. Cacat batang otak karena sedikitnya 2 kepingan bukti telah mengisyaratkan bahwa
bayi-bayi dengan SIDS memiliki abnormalitas pada susunan saraf pusat.
3. Fungsi saluran nafas atas yang abnormal, berdasarkan pada perkembangan dan
anatomi, maka bayi yang muda dianggap beresiko tinggi terhadap saluran pernafasan
bagian atas, apakah keadaan ini terjadi pada SIDS masih belum di ketahui.
4. Reflek saluran nafas yang hiperreaktif karena masuknya sejumlah cairan ke dalam
laring dapat merangsang timbulnya reflek ini dan di duga menimblkan apnea, maka di
berikan perhatian yang cukup besar akan kemungkinan reflek gasoesofagus dan
aspirasi sebagai mekanisme primer terjadinya SIDS pada beberapa bayi.
Œ. Abnormalita jantung, beberapa ahli mengajukan adanya ketidakstabilan pada jantung
muda, tetapi tidak mendapatkan bukti yang meyakinkan saa ini untuk menunjukan
bahwa aritmia jantung memainkan perana pada SIDS.

£      


     
Beberapa bayi yang kemudian meninggal karena SIDS telah di pelajari sebelum meninggal.
Seorang bayi mempunyai suara tangisan yang bernada tinggi, lebih lemah dari tangisan
normal. Yang lain mengalami takikardia dengan variasi dari denyut ke denyut yang kurang
normal. Bayi yang lain lagi memperlihatkan frekuensi pernafasan serta penurunan insiden
apnea. Dan yang terakhir, seorang bayi labilitas yang lebih tinggi dari normalserta stabilisasi
denyut jantung yang lebih buruk.

       


  
Saudara sekandung dari bayi dengan SIDS menurut peneliti :

1. Sekelompok bayi yang merupakan saudara kandung dari bayi-bayi dengan SIDS di
jumpai dengan insiden yang meninggi, serta dengan pernafasan periodic yang lebih
lama pada saat tidur bila di bandingkan kelompok control atau bayi normal.
2. Peningkatan frekuensi pernafasan dan penurunan insidens jeda pernafasan selama
tidur diantara saudara sekandungbayi-bayi dengan SIDS; sampai jeda yang panjang (
lebih dari sepuluh detik ), kelompok terakhir ini tidak dapat dibedakan dari bayi-bayi
yang normal.

Bayi-bayi dengan SIDS abortif atau hampir hilang. Pada suatu kelompok bayi dengan bukti-
bukti SIDS abortif atau hamper hilang di temukan dalam keadaan tidak responsif, sianotik,
dan apneik, serta mendapat resusitasi dari mulut ke mulut,di temukan bahwa dalam 4 bulan
pertama kehidupan bayi-bayi ini memiliki denyut jantung yang lebih cepat. Sedangkan pada
kelompok bayi yang hamper hilanh lainnya, peneliti lain menemukan peningkatan frekuensi
pada paparan gas dengan tegangan oksigen rendah. Dan pada kelompok bayi yang hamper
hilang lainnya, pemeriksaan neurologik yang rinci menemukan abnormalitas tonus otot yang
konsisten

ÿ   
Semakin banyak bukti bahwa bayi dengan resiko SIDS mempunyai cacat fisiologik sebelum
lahir. Pada neonatus dapat di temukan nilai apgar yang rendah dan abnormalitas control
respirasi, denyut jantung dan suhu tubuh, serta dapat pula mengalami retardasi pertumbuhan
pasca natal.
   

1. Selalu letakkan bayi Anda dalam posisi terlentang ketika ia sedang tidur, walaupun
saat tidur siang. Posisi ini adalah posisi yang paling aman bagi bayi yang sehat untuk
mengurangi risiko SIDS.
2. Gangan pernah menengkurapkan bayi secara sengaja ketika bayi tersebut belum
waktunya untuk bisa tengkurap sendiri secara alami.
3. Gunakan kasur atau matras yang rata dan tidak terlalu empuk. Penelitian
menyimpulkan bahwa risiko SIDS akan meningkat drastis apabila bayi diletakkan di
atas kasur yang terlalu empuk, sofa, bantalan sofa, kasur air, bulu domba atau
permukaan lembut lainnya.
4. Gauhkan berbagai selimut atau kain yang lembut, berbulu dan lemas serta mainan
yang diisi dengan kapuk atau kain dari sekitar tempat tidur bayi Anda. Hal ini untuk
mencegah bayi Anda terselimuti atau tertindih benda-benda tersebut.
Œ. Pastikan bahwa setiap orang yang suka mengurus bayi Anda atau tempat penitipan
bayi untuk mengetahui semua hal di atas. Ingat setiap hitungan waktu tidur
mengandung risiko SIDS.
6. Pastikan wajah dan kepala bayi Anda tidak tertutup oleh apapun selama dia tidur.
Gauhkan selimut dan kain penutup apapun dari hidung dan mulut bayi Anda.
7. Pakaikan pakaian tidur lengkap kepada bayi Anda sehingga tidak perlu lagi untuk
menggunakan selimut. Tetapi seandainya tetap diperlukan selimut sebaiknya Anda
perhatikan hal-hal berikut ini: Pastikan kaki bayi Anda berada di ujung ranjangnya,
Selimutnya tidak lebih tinggi dari dada si bayi,Ujung bawah selimut yang ke arah kaki
bayi, Anda selipkan di bawah kasur atau matras sehingga terhimpit.
8. Gangan biarkan siapapun merokok di sekitar bayi Anda khususnya Anda sendiri.
Hentikan kebiasaan merokok pada masa kehamilan maupun kelahiran bayi Anda dan
pastikan orang di sekitar si bayi tidak ada yang merokok.
9. Gangan biarkan bayi Anda kepanasan atau kegerahan selama dia tidur. Buat dia tetap
hangat tetapi jangan terlalu panas atau gerah. Kamar bayi sebaiknya berada pada suhu
yang nyaman bagi orang dewasa. Selimut yang terlalu tebal dan berlapis-lapis bisa
membuat bayi Anda terlalu kepanasan.
10. Temani bayi Anda saat ia tidur. Gangan pernah ditinggal-tinggal sendiri untuk waktu
yang cukup lama.