Anda di halaman 1dari 5

UAS ETIKA BISNIS

PT. KIMIA FARMA

KARTIKA AJI LUKITASARI


2031600394
KELAS AB

MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
2021
Lanjutan Bedah Usaha
Pilih salah satu produk (dapat berupa barang atau jasa) dari perusahaan yang telah saudara
pilih. Pelajari secara seksama, melalui observasi dari dokumen yang ada, mengamati proses
nya dan melakukan dialog dengan manajemen terkait. Beberapa hal yang saudara perlu
ulas adalah:
1. Perolehan bahan baku
a. Darimana bahan baku diperoleh, dalam negeri atau luar negeri? Siapa
pemasoknya? Apakah pemasok bahan baku tersebut melakukan proktek
bisnis yang memenuhi kaedah kaedah etika yang baik?
Jawab:
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) sebagian besar bahan bakunya diperoleh dari
impor. hampir 60 persen dari China, 30 persen dari India dan 10 persen dari
negara lain termasuk di dalamnya Korea Selatan, antara lain:
 Nature Pristine Health Products Ltd, Kanada
 Janssen Pharmaceutica – Belgia
 PT Johnson & Johnson Indonesia
 Naprod Life Sciences Pvt Ltd - India
 Biotest AG, Jerman
 Hetero Labs Limited, India
 Kunming Pharmaceuticals Corp, China
 Mundipharma Laboratories GmbH, Switzerland
 Laboratorio Reig Jofre S.A., Spain
 Pantheryx Group Asia Pte. Ltd
 Indivior UK Limited
 Vins Bio, India
 PT EyeGene Permata Nusantara
Kimia Farma bekerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan Sungwun
Pharmacopia Co. Ltd untuk membuat pabrik bahan baku farmasi di Indonesia
dalam rangka penurunan ketergantungan impor. Kemudian mengenai
pemasok bahan baku dalam melakukan praktek bisnis menurut laporan
tahunan 2019, disebutkan bahwa “Kebijakan Perseroan terkait seleksi dan
peningkatan kemampuan pemasok atau vendor telah diatur di dalam
Pedoman Standar Prilaku Perseroan yang dapat diakses melalui situs web
Perseroan yang disosialisasikan secara terbuka untuk menjamin Perseroan
memperoleh barang atau jasa yang diperlukan dengan harga yang
kompetitif, kualitas yang baik, efisien, efektif dan menjamin supply yang
kontinuitas oleh subkon” dan status ini telah terpenuhi.
b. Apakah bahan baku tersebut merupakan bahan baku alam yang renewable
atau non-renewable?
Jawab:
Bahan baku tersebut merupakan bahan baku alam yang renewable karena
kebanyakan mereka berasal dari tanaman. Dimana tanaman merupakan
sesuatu yang renewable.
c. Apakah dalam proses ekstraksinya (kalau langsung diambil dari alam)
mempedulikan lingkungan, atau menimbulkan pencemaran lingkungan?
Jawab:
Dalam proses ekstraksinya memperdulikan lingkungan, karena memetik
tanaman obat, dimana itu tidak begitu mengganggu lingkungan /
pencemaran. Hanya mungkin saja dalam pembukaan lahan untuk
penanaman tanaman bisa jadi tidak memperdulikan lingkungan. Tapi sejauh
ini belum ada isu lingkungan mengenai hal itu.

2. Proses Produksi
a. Uraikan proses produksi secara lengkap, termasuk teknologi dan energi yang
dipergunakan. Telaah apakah proses produksinya tersebut ramah
lingkungan dan tidak berdampak pada kehidupan social masyarakat di
sekitarnya.
Bagaimana perusahaan melakukan penanganan terhadap limbah
industrinya?
Jawab:
PT Kimia Farma telah melakukan upaya untuk mengembangkan konsep
pengolahan limbah secara aktif, yang antara lain:
1.) Pengolahan Limbah di Pabrik-Pabrik Kimia Farma Pengolahan Limbah
Pabrik Kimia Farma berbasis efisiensi dan penggunaan kembali atau recycle,
pemanfaatan wadah bekas sebagai bahan kemasan limbah B3, pengolahan
sampah organik menjadi pupuk organik, kertas bekas recycle ke pabrik kertas
kembali dan lain-lain.
2.) Pengelolaan Limbah/Sampah Air (cair) Pengolahan limbah cair memenuhi
baku mutu limbah cair atau bahkan dapat diolah kembali menjadi air baku
sesuai mutu untuk dapat digunakan kembali.
3.) Pengelolaan Limbah/Sampah Padat Pengelolaan limbah/sampah padat
dengan kerja sama dengan pihak ke-3 untuk limbah padat B3 sesuai izin dan
peraturan yang berlaku. Untuk limbah padat Non B3 dilakukan pengolahan
Sampah Organik menjadi Pupuk Organik, Pemanfaatan barang bekas
kembali untuk kebutuhan lai
b. Lokasi pabrik, apakah di Kawasan industry atau di luar Kawasan industry?
Telaah dalam konteks tata ruangnya.
Jawab:
Pada lokasi pabrik yang berada di Jakarta yaitu Jl Rawa Gelam V No 1
Kawasan Industri Pulogadung , Jakarta. Ini berada di Kawasan Industri,
namun pada kota-kota lain lokasi di luar kawasan industry, namun rata-rata
telah memenuhi ISO 14001 yang merupakan Sistem Majemen Lingkungan.

3. Penetapan harga
a. Berapa pangsa pasar produk perusahaan tersebut?
Jawab:
Saat ini pangsa pasar Kimia Farma sebesar 3,5% di Indonesia.
b. Metode yang dipergunakan oleh perusahaan dalam penetapan harganya?
Jawab:
Harga Pokok penjualan berfungsi untuk menetapkan harga jual yang
merupakan aspek penting dalam pencapaian laba optimum. Seperti halnya
pada Kimia Farma, bahwa harga pokok penjualan sangat diperlukan untuk
menentukan harga jual yang mempunyai daya saing pasar. Penentuan harga
obat generik untuk pemenuhan jaminan kesehatan nasional akan tetap
mengikuti ketentuan dari pemerintah. Penentuan harga produk tersebut
dilakukan oleh Kementerian Kesehatan melalui Harga Eceran Tertinggi.
c. Apakah harga yang ditetapkan bersifat wajar atau eksploitatif terhadap
konsumen?
Jawab:
Beberapa harga pada produk Kimia Farma cukup mahal di atas harga
pasaran. Seperti contohnya adalah, pada layanan tes swab antigen untuk
Covid-19, PT. Kimia Farma mematok harga mulai dari Rp. 190.000, di mana
di tempat lain harga bisa Rp. 180.000 ke bawah, bahkan Rp. 150.000.
d. Adakah perusahaan bersama perusahaan lain melakukan price fixing?
Jawab:
PT. Kimia Farma tidak melakukan price fixing, dikarenakan penetapan harga
yang dilakukan PT. Kimia Farma ditetapkan oleh pemerintah.

4. Mengkomunikasikan/mempromosikan produknya
a. Bagaimana perusahaan mengkomunikasikan produknya kepada konsumen?
Jawab:
PT Kimia Farma mengkomunkasikan produknya secara langsung, melalui
media sosial, dan iklan dengan calon pelanggannya. Secara langsung yaitu
ketika berhadapan langsung dengan pelanggan di toko. Media sosial yaitu
melalui Instagram dan twitter, serta akun official lainnya di online store.
b. Apakah komunikasi yang dilakukan lebih bersifat informatif atau cenderung
persuasif?
Jawab:
Komunikasi yang dilakukan oleh PT. Kimia Farma cenderung informative.
Mengingat produk yang dijual oleh PT. Kimia Farma adalah produk farmasi
dan kosmetik, maka konsumen memerlukan informasi yang jelas mengenai
produk-produk tersebut dan hal-hal yang berkaitan dengan produk tersebut
(dalam hal ini seperti konten kesehatan dan kecantikan). Namun, beberapa
juga melakukan komunikasi yang bersifat persuasive saat PT. Kimia Farma
memberikan diskon untuk produknya dan mengajak masyarakat untuk
membeli produk-produk tersebut.
c. Dari berbagai komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan, adakah unsur
manipulatif?
Jawab:
PT. Kimia Farma dalam melakukan komunikasi, sejauh ini saya belum
menemukan unsur manipulative yang dilakukannya.

SUMBER

https://www.merdeka.com/uang/china-dan-india-menjadi-pemasok-terbesar-bahan-
baku-obat-indonesia.html?page=all
https://www.kimiafarma.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=302
&Itemid=373&lang=id
https://www.kimiafarma.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=33&I
temid=261&lang=id
https://industri.kontan.co.id/news/holding-bumn-farmasi-optimistis-dapat-kuasai-
pangsa-pasar-nasional-di-2020

https://www.tiket.com/to-do/covid19-rapid-pcr-swab-antigen-test-by-kimia-farma-
dki-jakarta

https://market.bisnis.com/read/20180403/192/779727/ini-strategi-kimia-farma-kaef-
antisipasi-kenaikan-harga-bahan-baku-obat-dari-china