Anda di halaman 1dari 11

INISIASI 6

LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

A. LIMIT FUNGSI
1. Konsep Limit Fungsi
Limit fungsi menggambarkan seberapa jauh sebuah fungsi akan berkembang
apabila variabel didalam fungsi yang bersangkutan secara terus menerus berkembang
mendekati suatu nilai tertentu. Jika y = f(x), dapat diketahui limit perkembangan f(x)
apabila nilai variabel x terus-menerus berkembang mendekati nilai tertentu. Misalkan,
jika fungsi f(x) mendekati L manakala nilai variabel x mendekati a, maka L disebut
limit dari fungsi f(x) untuk x mendekati a dan dinotasikan dengan:
𝒍𝒊𝒎 𝒇(𝒙) = 𝑳
𝒙 𝒂

Notasi di atas dibaca dengan “limit fungsi f(x) untuk x mendekati a adalah
L”. Artinya jika variabel x berkembang secara terus menerus hinggga mendekati
bilangan tertentu a, maka nilai fungsi f(x) akan berkembang pula hingga
mendekati L. Dua hal yang perlu diperhatikan dalam notasi limit di atas adalah:
Pertama, x → a dibaca dan ditafsirkan sebagai x mendekati a (bukan berarti x =
a). Kedua, lim f(x) = L harus dibaca dan ditafsirkan bahwa L adalah limit fungsi
f(x) dan bukan berarti L adalah nilai dari fungi f(x).

2. Limit Sisi Kiri dan Limit Sisi Kanan


Limit sisi kiri dari sebuah fungsi adalah nilai yang didekati oleh fungsi
tersebut apabila variabelnya bergerak mendekati limitnya melalui nilai-nilai yang
membesar (x → a dari sisi kiri, melalui nilai-nilai x < a) dinyatakan dengan:

Dibaca: L merupakan limit sisi kiri dari f(x) untuk x → a


Limit sisi kanan dari sebuah fungsi adalah nilai yang didekati oleh fungsi tersebut
apabila variabelnya bergerak mendekati limitnya melalui nilai-nilai yang mengecil (x →
a dari sisi kiri, melalui nilai-nilai x > a) dinyatakan dengan:

Dibaca: L merupakan limit sisi kiri dari f(x) untuk x → a


Limit sebuah fungsi dikatakan ada jika dan hanya jika limit sisi kiri dan limit sisi
kanannya ada serta sama atau dapat dinyatakan dengan:

1 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

Apabila salah satu dari ketentuan-ketentuan di atas tidak terpenuhi, maka limit
dari fungsi yang bersangkutan tidak terdefinisi. Dengan demikian limit sebuah fungsi
dikatakan tidak ada jika limit salah satunya tidak ada, atau limit kedua sisinya tidak
ada, atau limit kedua sisinya ada tetapi tidak sama.
Contoh berikut akan membantu mempermudah dalam memahami limit.
Andaikan dimiliki sebuah fungsi y = f(x) = 5x + 5, maka limit fungsi untuk nilai x
disekitar atau mendekati 2 (x  2) dinyatakan dengan: lim 𝑓(𝑥) = lim 5𝑥 + 5. Nilai
𝑥→2 𝑥→2

limit f(x) untuk x  a didekati dari sisi kiri (x < a) dan untuk x  a didekati dari sisi
kanan (x > a) dapat dilihat pada table berikut.
x2 f(x) = 5x + 5
f(1.9) 5(1.9) + 5 = 14,5
f(1.99) 5(1.99) + 5 = 14,95
f(1.999) 5(1.999) + 5 = 14,995
f(1.9999) 5(1.9999) + 5 = 14,9995
f(2.0001) 5(2.0001) + 5 = 15.0005
f(2.001) 5(2.001) + 5 = 15.005
f(2.01) 5(2.01) + 5 = 15.05
f(2.1) 5(2.1) + 5 = 15.5

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai fungsi y = f(x) akan berkembang
semakin mendekati 15 ketika nilai x bergerak mendekati 2 tetapi x ≠ 2, baik ketika
bergerak dari sisi kiri maupun ketika x bergerak dari sisi kanan. Situasi di atas dapat
dituliskan: lim 5𝑥 + 5 = 15.
𝑥→2

Contoh lain adalah lim (1 − 2x²) = −7 (limit ada dan terdefinisi), sebab
x 2

pergerakan x  2 baik dari sisi kiri maupun dari sisi kanan akan menyebabkan nilai f(x)
akan semakin mendekati nilai -7 sehingga dapat dinyatakan dengan: lim (1 − 2𝑥²) = −7
𝑥→2

3. Kontinuitas dan Diskontinuitas


Kontinuitas (kesinambungan) dan diskontinuitas (ketidaksinambungan) fungsi
merupakan konsep dasar yang penting dalam kalkulus dan berhubungan erat dengan
konsep limit. Secara grafis, sebuah fungsi diakatakan bersifat kontinu apabila
gambarnya berupa sebuah gambar yang tidak terputus. Tetapi jika gambarnya
terputus maka fungsi tersebut dikatakan diskontinu.
Suatu fungsi misalnya f(x) dikatakan kontinu dalam suatu interval b ≤ x ≤ c
(atau interval b < x < c) jika ia kontinu pada setiap titik di dalam interval tersebut,

2 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

limit f(x) untuk x  a ada, dan f(x) pada x = a atau f(a) juga terdefinisi dan sama
dengan limit f(x) untuk x  a, maka fungsi f(x) dikatakan kontinu pada titik x = a.
Jika salah satu atau lebih syarat di atas tidak terpenuhi, maka fungsi tersebut
dikatakan diskontinu (tidak kontinu). Ketidakkontinuan sebuah fungsi dapat
berbentuk salah satu dari tiga kemungkinan berikut: diskontinu tak berhingga,
diskontinu berhingga, dan diskontinu titik lowong
Fungsi f(x) dikatakan diskontinu tak berhingga pada x = a jika f(x) berkembang
menjadi tak terhingga (positif atau negative) untuk x  a. Dengan kata lain, suatu
fungsi dikatakan diskontinu tak berhingga pada x = a jika f(a) dan limit f(x) untuk x
 a tidak terdefinisi atau tidak memiliki limit.
Contoh: fungsi f(x) = 9 / (x – 3 )2 merupakan fungsi yang diskontinu tak
berhingga pada x = 3, sebab f(3) serta limit f(x) untuk x  3 tidak terdefinisi, karena
f(x) terus berkembang tanpa batas ketika x semakin mendekati 3. Dengan demikian
f(3) = ∞ dan limit f(x) untuk x  3 = ∞. Sementara pada semua nilai x selain x = 3,
fungsi f(x) bersifat kontinu. Misalnya pada x = 4 nilai limitnya adalah 9, dan pada x =
2 nilai limitnya juga 9.
Fungsi f(x) dikatakan diskotinu berhingga pada x = a jika f(x) terdefinisi tapi
nilainya berubah secara drastis pada x = a, yaitu jika f(a) terdefinisi dan lim f(x)
untuk x → a tidak terdefinisi. Kurva dari fungsi yang diskontinu berhingga pada x = a
mempunyai dua macam nilai f(a) untuk x → a yaitu limit masing-masing sisinya. Ciri
khusus dari fungsi yang bersifat diskontinu berhingga (finite discontinuity) adalah
nilai fungsinya sama dengan nilai limit pada salah satu sisinya.
Contoh: fungsi f(x) = 3 / x merupakan fungsi yang diskontinu berhingga pada x
= 0, sebab fungsi f(x) terdefinisi, tetapi nilainya berubah secara drastis pada x = 3,
oleh karena itu, limit f(x) untuk x  0 tidak terdefinisi. Tetapi untuk nilai selain x =
0, fungsi tersebut kontinu dan limitnya ada.
Fungsi f(x) dikatakan diskontinu titik lowong pada x = a jika f(a) tidak
terdefinisi, sementara limit f(x) untuk x → a terdefinisi. Kurva fungsi yang diskontinu
titik lowong pada x = a tampak seakan-akan kontinu, namun sesungguhnya terputus
karena pada x = a tersebut f(x) tidak terdefinisi. Titik dimana f(x) tidak terdefinisi
tersebut dinamakan dengan “titik yang hilang” dalam fungsi yang bersangkutan.
Contoh: fungsi f(x) = (x2 – 4) / (x – 2) diskontinu titik lowong pada x = 2, sebab
3 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

f(2) tidak ada atau tidak terdefinisi, tetapi limit f(x) untuk x  2 ada atau terdefinisi.
Sedangkan pada titik lain selain x = 2, fungsi f(x) bersifat kontinu karena fungsi f(x)
tersebut terdefinisi.

4. Kaidah-Kaidah Limit
a. Limit Fungsi Konstanta
Untuk fungsi konstanta yaitu y = f(x) = k, dimana k adalah suatu konstanta, maka
limit dari k untuk x  a adalah konstanta itu sendiri. Contoh: y = f(x) = 5, maka limit
fungsi tersebut untuk x  2 adalah 5 atau lim (5) = 5.
𝑥→2

b. Limit Fungsi Berbentuk xn


Jika y = f(x) = xn dengan x  a dan n > 0, maka limit xn untuk x  a sama dengan
an atau dapat dinyatakan dengan: lim 𝑥ⁿ = an. Contoh: limit dari fungsi y = f(x) = x3
𝑥 𝑎

untuk x  3 adalah:
lim (𝑥³) = 3³ = 27
𝑥→3

c. Limit Penjumlahan/Pengurangan Fungsi


Limit dari penjumlahan atau pengurangan fungsi adalah jumlah (selisih) dari limit-
limit fungsinya atau:
𝐥𝐢𝐦 {𝒇(𝒙) ± 𝒈(𝒙)}= 𝐥𝐢𝐦 𝒇(𝒙) ± 𝐥𝐢𝐦 𝒈(𝒙)
𝒙𝒂 𝒙 𝒂 𝒙 𝒂

Contoh: jika y = f(x) = (1 – 2x ) + (x3) untuk x  2, maka:


2

lim {1 − 2𝑥²) + (𝑥³)} = lim (1 − 2𝑥²) + lim (𝑥³) = (1 – 2.22) + 23 = -7 + 8 = 1


𝑥→2 𝑥→2 𝑥→2

d. Limit Perkalian Fungsi


Limit dari suatu perkalian fungsi adalah hasil perkalian dari limit-limit fungsinya
atau dapat dinyatakan dengan:
𝐥𝐢𝐦 {𝒇(𝒙) . 𝒈(𝒙)}= 𝐥𝐢𝐦 𝒇(𝒙) . 𝐥𝐢𝐦 𝒈(𝒙)
𝒙𝒂 𝒙 𝒂 𝒙 𝒂

Contoh: jika y = f(x) = (1 – 2x )(x3) untuk x  2, maka:


2

lim {1 − 2𝑥²)(𝑥³)} = lim (1 − 2𝑥²) . lim (𝑥³) = (1 – 2.22)( 23) = (-7)(8) = -56
𝑥→2 𝑥→2 𝑥→2

e. Limit Pembagian Fungsi


Limit dari suatu pembagian fungsi adalah pembagian dari limit-limit fungsinya
dengan syarat limit fungsi pembagi tidak sama dengan nol, atau dinyatakan dengan:
𝐥𝐢𝐦 {𝒇(𝒙) / 𝒈(𝒙)}= 𝐥𝐢𝐦 𝒇(𝒙) / 𝐥𝐢𝐦 𝒈(𝒙)  limit g(x) ≠ 0
𝒙𝒂 𝒙 𝒂 𝒙𝒂
4 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

Contoh: jika y = f(x) = (x3 – 25)/(x + 5) untuk x  3, maka:


lim {𝑥³ − 25)/(𝑥 + 5)} = lim (𝑥³ − 25) / lim (𝑥 + 5) = (53 – 25) / (5 + 5) = 100 / 10 = 10
𝑥→3 𝑥→3 𝑥→3

f. Limit Fungsi Berpangkat


Limit dari suatu fungsi berpangkat n adalah pangkat n dari limit fungsinya atau
dinyatakan dengan:
𝐥𝐢𝐦 {𝒇(𝒙)}ⁿ = [𝐥𝐢𝐦 𝒇(𝒙)]ⁿ
𝒙𝒂 𝒙 𝒂

Contoh: jika y = f(x) = (1 – 2x2)3 untuk x  3, maka:


lim {1 − 2𝑥³)} = {lim(1 − 2𝑥²)]³ = (-7)3 = -343
𝑥→3 𝑥→3

g. Limit Fungsi Akar Berpangkat Positif


Limit dari suatu fungsi terakar berpangkat positif adalah akar dari limit fungsinya
atau dinyatakana dengan:
𝐧𝐥𝐢𝐦 𝐟(𝐱)
𝐥𝐢𝐦 𝐧√𝐟(𝐱) = √
𝐱 𝐚 𝐱 𝐚
3
Contoh: jika f(x) = √(𝑥² − 𝑥 + 44) untuk x  5, maka:
64
lim √(𝑥² − 𝑥 + 44) = √lim (𝑥² − 𝑥 + 44) = √
3 3 3
=4
𝑥 5 𝑥 𝑎 𝑥 5

B. TURUNAN FUNGSI (DERIVATIF)


1. Konsep Turunan (Derivatif) dan Diferensial
Secara sederhana turunan fungsi (derivatif) dapat diartikan sebagai sebuah fungsi
lain yang berasal dari suatu fungsi sebelumnya, dengan kata lain turunan fungsi
merupakan suatu fungsi yang diturunkan dari suatu fungsi asal. Sebuah fungsi misalnya
y = f(x) yang didefinisikan sebagai sebuah interval terbuka termasuk pada nilai x = a
dapat didiferensiasikan pada titik tersebut jika nilai limit sisi kiri sama dengan nilai limit
sisi kanan.
Jika y merupakan fungsi dari x atau y = f(x), dan jika x berubah sebesar ∆x dan
selanjutnya mengakibatkan perubahan y sebesar ∆y, maka rasio ∆y / ∆x disebut dengan
kuosien diferensi (hasil bagi perbedaan). Rasio kuosien diferensi tersebut dibatasi oleh
nilai ∆y yang mendekati 0 dan disebut sebagai derivatif y yang sering disebut slope.
Untuk y = f(x) dan terdapat perubahan pada variabel bebas (x) sebesar ∆x yang
mengakibatkan perubahan variabel terikat y sebesar ∆y, maka bentuk persamaannya
ditulis sebagai berikut: `
5 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

y = f(x)
y + ∆y = f(x + ∆x)
∆y = f(x + ∆x) – y
∆y = f(x + ∆x) – f(x) …………………………….(1)
Jika ruas kiri dan ruas kanan pada persamaan 1 di atas dibagi dengan ∆x maka
persamaan tersebut menjadi:
∆y / ∆x = f(x + ∆x) – f(x) / ∆x …………………..(2)
Bentuk persamaan kedua di atas yaitu ∆y / ∆x inilah yang disebut dengan kuosien
diferensi atau hasil bagi perbedaan yang menunjukkan tingkat perubahan rata-rata
variabel y terhadap variabel x. Contoh, kuosien diferensi dari fungsi y = f(x) = 3x2 – x
dapat dihitung sebagai berikut:
y = f(x) = 3x2 – x
y + ∆y = 3(x + ∆x)2 – (x + ∆x)
y + ∆y = 3{x2 + 2x(∆x) + (∆x)2} – x – (∆x)
y + ∆y = 3x2 + 6x(∆x) + 3(∆x)2 – x – (∆x)
∆y = 3x2 + 6x(∆x) + 3(∆x)2 – x – (∆x) – y
∆y = 3x2 + 6x(∆x) + 3(∆x)2 – x – (∆x) – 3x2 + x
∆y = 6x(∆x) + 3(∆x)2 – (∆x)
∆y / ∆x = {6x(∆x) + 3(∆x)2 – (∆x)} / ∆x
∆y / ∆x = 6x + 3∆x – 1
Proses menurunkan fungsi seperti contoh di atas disebut dengan diferensiasi yang
pada dasarnya merupakan penentuan nilai limit suatu kuosien diferensiai dalam hal
penambahan variable x yang sangat kecil atau mendekati nol. Hasil yang diperoleh dari
proses diferensiasi tersebut disebut dengan turunan atau derivatif. Dengan demikian jika
y = f(x) maka kuosien diferensinya adalah:
∆y / ∆x = f(x + ∆x) – f(x) / ∆x
Sedangkan turunan fungsinya adalah:
lim ∆y/∆x = lim f(x + ∆x) − f(x) / ∆x
∆x0 ∆x0

Dari contoh perhitungan kuosien diferensi di atas dari fungsi y = f(x) = 3x2 – 1
diperoleh kuosien diferensi: ∆y / ∆x = 6x + 3∆x – 1, dengan demikian turunan
fungsinya adalah:
lim ∆y/∆x = lim (6x + 3∆x − 1) = 6x + 3(0) − 1 = 6x − 1
∆x0 ∆x0

6 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

2. Kaidah-Kaidah (Teorema) Turunan Fungsi


Secara umum seperti dicontohkan di atas, menentukan turunan sebuah fungsi
dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan kuosien diferensinya dan
selanjutnya menentukan nilai limit dari kuosien diferensi tersebut untuk perubahan
variable bebas (x) yang mendekati nol. Namun prosedur tersebut terlalu rumit dan
cenderung membosankan dan akan lebih mudah diselesaikan dengan menggunakan
kaidah-kaidah turunan fungsi. Berikut adalah beberapa kaidah penting dalam
menentukan turunan sebuah fungsi.

a. Turunan Fungsi Konstanta


Turunan sebuah fungsi konstanta adalah sama dengan nol. Jika y = f(x) = k, dimana
k adalah sebuah konstanta maka:

y = f(x) = k maka y’ = f’(x) = 0

Contoh:
▪ y = f(x) = 5 maka y’ = f’(x) = 0
▪ y = f(x) = -2 maka y’ = f’(x) = 0

b. Turunan Fungsi Berpangkat


Turunan dari suatu variabel x berpangkat n adalah perkalian dari pangkatnya dengan
variabel tersebut berpangkat n – 1.

y = f(x) = xn maka y’ = f’(x) = n.xn-1

Contoh:
▪ f(x) = x4 maka y’ = f’(x) = 4x(4 - 1) = 4x3
▪ f(x) = x-3 maka y’ = f’(x) = -3x (-3 - 1) = -3x-4

c. Turunan Perkalian Konstanta dan Fungsi


Turunan perkalian konstanta dan sebuah fungsi adalah perkalian konstanta dengan
turunan pertama fungsi tersebut.

y = f(x) = a.xn maka y’ = f’(x) = na.xn-1

Contoh:
▪ f(x) = 2x4 maka y’ = f’(x) = 2(4x4 - 1) = 2(4x3) = 8x3
▪ f(x) = 3x-2 maka y’ = f’(x) = 3(-2x-2 - 1) = 3(-2x-3) = -6x-3

7 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

d. Turunan Pembagian Konstanta Dengan Fungsi


Turunan pembagian konstanta dan sebuah fungsi adalah perkalian dari konstanta
tersebut dengan turunan pertama fungsi dibagi dengan kuadrat dari fungsi tersebut
dengan arah atau tanda yang berlawanan dengan fungsi asalnya. Jika y = k / v,
dimana k adalah suatu konstanta dan v = h(x) maka:

y = f(x) = k / v maka y’ = (-kdv / dx) / v2

Contoh:
▪ y = 5 / x4 maka y’ = -5(4x4-1) / (x4)2 = -5x3 / x8 = -20 / x5
▪ y = -2 / x3 maka y’ = 2(3x3-1) / (x3)2 = 6x2 / x6 = 6 / x4

e. Turunan Penjumlahan (Pengurangan) Fungsi


Turunan dari hasil penjumlahan (pengurangan) dua fungsi merupakan penjumlahan
(selisih) dari turunan pertama masing-masing fungsi tersebut. Jika y = u ± v dengan u
= g(x) dan v = h(x) maka:

y=u±v
y’ = u’ ± v’
y’ = g’(x) ± h’(x)

Contoh:
▪ y = 2x2 + 3x3 maka y’ = 2(2x2-1) + 3(3x3-1) = 4x + 9x2
▪ y = x4 – x3 maka y’ = 4x4-1 - 3x3-1 = 4x3 – 3x2

f. Turunan Perkalian Fungsi


Turunan perkalian dua fungsi adalah perkalian fungsi pertama dengan turunan fungsi
kedua ditambah dengan perkalian turunan fungsi pertama dengan fungsi kedua.
Dengan demikian jika y = u.v dimana u = h(x) dan v = g(x) maka:

y = u.v = h(x).g(x)
y’ = uv’+ u’v
y’ = h(x).g’(x) +h’(x).(g(x)

Contoh:
▪ Misalkan y = u.v dimana u = 2x3 dan v = x2 maka u’ = 6x2 dan v’ = 2x, maka:
y’ = u.v’ + u’.v
y’ = (2x3)(2x) + (6x2)(x2)
y’ = 4x4 + 6x4 = 10x4
▪ y = (4x)(2x)
8 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

y’ = (4x)(2) + (4)(2x)
y’ = 8x + 8x = 16x

g. Turunan Pembagian Fungsi


Turunan perkalian dua fungsi adalah pengurangan antara hasil perkalian fungsi
penyebut dan turunan fungsi pembilang dan hasil perkalian fungsi pembilang dengan
turunan fungsi penyebut dibagi dengan kuadrat dari fungsi penyebut. Dengan
demikian jika y = u / v dimana u = h(x) (fungsi pembilang) dan v = g(x) (fungsi
penyebut) maka:

y = u / v = h(x) / g(x)
y’ = (u’v – uv’) / v2
y’ = {h’(x).g(x) - h(x).g’(x)} / g(x)2

Contoh:
▪ y = 4x2 / x3  maka u’ = 8x, v = 3x2 dan v2 = (x3)2 sehingga:
y’ = u’.v - u.v’/ v2
y’ = (8x)(x3) - (4x2)(3x2) / (x3)2
y’ = (8x4 - 12x4) / x6
y’ = -4x4 / x6 = -4 / x2 = -4x-2
▪ y = (4x) / (2x)  maka u’ = 4, v’ = 2 dan v2 = (2x)2 sehingga:
y’ = 4(2x) – 4x(2) / (2x)2
y’ = 8x – 8x / 4x2
y’ = 0 / 4x2 = 0
h. Turunan Fungsi Komposit
Jika y = f(u) dimana u = g(x) atau biasa ditulis dengan y = f(g(x)) = h(x) maka
berlaku aturan sebagai berikut:

y = f(u) = f(g(x)) = h(x)


h’(x) = f’(u) . g’(x)

Contoh:
▪ y = (4x3 + 5)2  misalkan u = 4x3 + 5 dan y = u2, maka u’ = 12x2 dan y’ = 2u
h’(x) = 2u(12x2)
h’(x) = 2(4x3 + 5)(12x2)
h’(x) = 96x5 + 120x2
▪ y = (2x3 + 2x2)2  misalkan u = 2x3 + 2x2 dan y = u2, maka u’ = 6x2 + 4x dan y’ =
2u
h’(x) = 2u(6x2 + 4x)
h’(x) = 2(2x3 + 2x2)( 6x2 + 4x)
h’(x) = 2(12x5 + 8x4 + 12x4 + 8x3)
h’(x) = 24x5 + 40x4 + 16x3

9 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

i. Turunan Fungsi Berpangkat


Turunan suatu fungsi berpangkat n merupakan hasil perkalian antara n dengan fungsi
tersebut berpangkat n – 1 dikalikan dengan turunan fungsinya. Jika y = un dimana u =
g(x) dengan n merupakan suatu konstanta maka dapat dinyatakan dengan:

y = un
y’ = nu(n-1).u’

Contoh:
▪ y = (4x3 + 5)2  u = 4x3 + 5 dan u’ = 12x2
y’ = 2(4x3 + 5)2-1.(12x2)
y’ = 2(48x5 + 60x2)
y’ = 96x5 + 120x2
▪ y = (2x3 + 4x2)3  u = 2x3 + 4x2 dan u’ = 6x2 + 8x
y’ = 3(2x3 + 4x2)3-1(6x2 + 8x)
y’ = 3(2x3+ 4x2)2(6x2 + 8x)
y’ = (18x2 + 24x)(2x3+ 4x2)2
Kaidah ini memiliki kemiripan dengan kaidah pada poin h, dan memang merupakan
kasus khusus dari kaidah pada poin h tersebut. Kasus khusus yang lain adalah jika u
= f(x) = x, sehingga y = un = xn, maka y’ = nun-1 (kaidah poin b).
j. Turunan Fungsi Balikan (Inverse)
Jika y = f(x) dan x = g(y) merupakan dua fungsi yang saling berbalikan (inverse)
maka berlaku aturan:

y = f(x) dan x = g(y)


y’ = 1 / x’ atau
dy / dx = 1 / (dx /dy)

Contoh:
▪ y = 5x2 + 2x
y’ = 10x + 2
x’ = 1 / (10x + 2)
▪ x = 5y + 0.5y4
x’ = 5 + 2y3
y’ = 1 / (5 + 2y3)

k. Turunan Fungsi Logaritmik

10 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com
INISIASI 6
LIMIT DAN TURUNAN FUNGSI

Jika y = alog x, maka turunan dari fungsi y atau y’ dapat ditentukan dengan kaidah
sebagai berikut.

y = alog x
y’ = 1 / (x ln a)

Contoh:
▪ y = 5log 10  y’ = 1 / (10 ln 5)
▪ y = 2log 8  y’ = 1 / (8 ln 2)

l. Turunan Fungsi Logaritmik Komposit


Jika y = log U dengan U = f (x) maka turunan dari fungsi y dapat dihitung dengan
aturan sebagai berikut:

y = log U
y’ = (U’ / U) . log e

Contoh:
▪ y = log (x2 + 5)  misalkan U = x2 + 5 sehingga U’ = 2x
y’ = (log e / x2 + 5) . 2x = (2x / x2 + 5) . log e = 2x / 5 ln(10) + 5 ln(10)
▪ y = log (x – 3 / x + 2)  misalkan U = (x – 3 / x + 2) maka U’ = 5 / (x + 2)2 (lihat
kembali kaidah pembagian dua fungsi)
y’ = (log e / U) . 5/(x + 2)2
y’= {5 / (x – 3)(x + 2)} . log e = {5 / (x2 – x – 6)} . log e

11 | Matematika Ekonomi
Pengembang: Marhazni, SE., MM
Email: Marhazni01@gmail.com