Anda di halaman 1dari 4

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TERBUKA

1. Jelaskan Pihak-pihak yang berkepentingan dengan Analisis Laporan Keuangan!


 Pemilik Perusahaan
Pemilik perusahaan berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya terutama untuk
perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena
dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager dalam
memimpin perusahaannya dan kesuksesan seorang manager biasanya dinilai/diukur dengan laba
yang diperoleh perusahaan.
 Manajer atau pimpinan perusahaan
Mengetahui posisi keuangan perusahaannya periode yang baru lalu akan dapat menyusun rencana
yang lebih baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan-
kebijaksanaannya yang lebih tepat.
 Para investor (penanam modal jangka panjang), bankers dan kreditur
Para investor (penanam modal jangka panjang), bankers maupun para kreditur lainnya sangat
berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan di mana mereka ini menanamkan
modalnya. Para kreditur dan bankers sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak
permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari
perusahaan yang bersangkutan.

2. Jelaskan karakteristik sistem akuntansi!


Menurut Chia (1995) dalam Ghozali (2013) Menyatakan bahwa terdapat empat karakteristik sistem
informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi manajemen yang bermanfaat menurut presepsi para
manajer, yaitu : (1) broad scope (bercakupan luas), (2) timelines (ketepatan waktu), (3) aggregation
(aggregasi), (4) integration (integrasi).
1) Broadscope (bercakupan luas) Di dalam sistem informasi,broad scope mengacu kepada dimensi
fokus, kuantifikasi, dan horizon waktu. sistem informasi akuntansi manajemen tradisional
memberikan informasi yang berfokus pada peristiwaperistiwa dalam organisasi, yang dikuantifikasi
dalam ukuran moneter, dan yang berhubungan dengan data historis. Lingkup sistem informasi
akuntansi manajemen yang luas memberikan informasi yang berhubungan dengan lingkungan
ekternal yang mungkin bersifat ekonomi seperti Gross National Product, total penjualan pasar, dan
pangsa pasar suatu industri, atau mungkin juga bersifat non ekonomi seperti faktor demografi, cita
rasa konsumen, tindakan para pesaing dan perkembangan tekonologi. Lingkup sistem informasi
akuntansi manajemen yang luas 9 mencakup nonekonomi terhadap karakteristik lingkungan ekstern.
Disamping itu, lingkup sistem informasi akuntansi manajemen yang luas akan memberikan estimasi
tentang kemungkinan terjadiny peristiwa di masa yang akan datang di dalam ukuran probabilitas.
2) Timelines (ketepatan waktu) Menunjukkan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai
suatu kejadian. Kemampuan para manajer untuk merespon secara tepat atas suatu peristiwa
kemungkinan dipegaruhi timeliness sistem informasi akuntansi manajemen. Informasi yang
timeliness meningkatkan fasilitas sistem informasi akuntansi manajemen untuk melaporkan peristiwa
paling akhir dan untuk memberikan umpan balik secara tepat terhadap keputusan yang telah dibuat.
Jadi, timeliness mencakup frekuensi pelaporan dan kecepatan pelaporan. Timing informasi menunjuk
kepada jarak waktu antara permintaan dan tersedianya informasi dari sistem informasi akuntansi
manajemen ke pihak yang meminta.
3) Aggregation (aggregasi) Informasi yang disampaikan pada karakteristik informasi agregasi ini dalam
bentuk yang lebih ringkas tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai
informasi itu sendiri. Dimensi pengumpulan aggregation ini merupakan informasi menurut fungsi,
periode aktual dan model keputusan. Informasi menurut fungsi merupakan informasi yang
memperhatikan penerapan bentuk kebijakan formal yang berkaitan dengan hasil dari suatu
keputusan yang dibuat oleh unitunit lain seperti (discounted cash flow, analysis cost-volumeprofit,
dll). Informasi menurut periode waktu merupakan informasi yang memungkinkan manajer untuk
menilai keputusan mereka dari waktu ke waktu misalnya (bulanan, kuartal, tahunan, dll). Informasi
menurut model keputusan merupakan model analitikal informasi hasil akhir yang didasarkan pada
area fungsional seperti (produksi, pemasaran, administrasi, dll).
4) Integration (integrasi) Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi sebagai
segmen dalam sub-sub organisasi. Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yang
membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukan pengaruh interaksi segmen dan
informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub unit organisasi. Informasi yang
terintegrasi dari sistem informasi akuntansi manajemen dapat digunakan sebagai alat koordinasi
antar segmen dari subunit dan antar subunit. Informasi terintegrasi bermanfaat bagi para manajer
ketika mereka dihadapkan untuk melakukan decision making yang mungkin akan berpengaruh pada
sub unit lainnya. Informasi ini juga menunjukkan sifat transparansi informasi dari masing-masing
manajer karena informasi mengenai dampak suatu kebijakan terhadap unit yang lainnya di
cerminkan dalam informasi integrasi. Adanya informasi terintegrasikan 10 mengakibatkan para
manajer untuk mempertimbangkan unsur

3. Analisislah pola dan teknik manajemen laba!


Pola pada umumnya dapat diartikan sebagai sebuah bentuk atau juga model namun memiliki
karakteristik keteraturan. Adapun penggunaan pola ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dari sesuatu
yang telah dibuat. Sama hal nya dengan pola manajemen laba yang digunakan dengan cara teratur.
Berikut ini merupakan paparan mengenai pola dari manajemen yang dimaksud.
 Taking a Bath
Taking a bath terjadi pada saat reorganisasi seperti pengangkatan CEO baru. Teknik ini mengakui
adanya biaya-biaya pada periode yang akan datang dan kerugian periode berjalan sehingga
mengharuskan manajemen membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang akibatnya laba
periode berikutnya akan lebih tinggi.
 Income Minimazation
Dilakukan pada saat perusahaan pada saat perusahaan mengalami tingkat profitabilitas yang tinggi
sehingga jika laba periode mendatang diperkirakan turun drastis dapat diatasi dengan mengambil
laba periode sebelumnya.
 Income Maximization
Dilakukan pada saat laba menurun. Tindakan atas income maximization bertujuan untuk melaporkan
net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar. Pola ini dilakukan oleh perusahaan
untuk menghindari pelanggaran atas kontrak hutang jangka panjang.
 Income Smoothing
Dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi
fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya investor menyukai laba yang relatif stabil.
 Offsetting Extraordinary/Unusual Gains
Teknik ini dilakukan dengan memindahkan efek-efek laba yang yang tidak biasa atau temporal yang
berlawanan dengan trend laba.
 Aggresive Accounting Applications
Teknik yang diartikan sebagai salah saji (misstatement) dan dipakai untuk membagi laba antar
periode.
 Timing Revenue dan Expense Recognition
Teknik ini dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu yang berkaitan dengan timing suatu
transaksi. Misalnya pengakuan prematur atas pendapatan.
Terdapat dua motivasi manajer dalam melakukan manajemen laba, yaitu motivasi oportunistik dan
motivasi signaling (Chen dan Cheng, 2002). Motivasi-motivasi tersebut dapat dijelaskan dengan teori
keagenan dan teori signaling. Teori keagenan telah dijelaskan dalam subbab sebelumnya. Teori
signaling dapat dijelaskan bahwa jika kinerja perusahaan membaik, manajer akan memberikan sinyal
dengan menurunkan laba akuntansi, sebaliknya apabila kinerja perusahaan memburuk manajer akan
memberikan sinyal dengan menaikkan laba.

4. Jelaskan perbedaan Current assets vs non-current assets! Dan berikan contohnya.

Anda mungkin juga menyukai