Anda di halaman 1dari 10

BAB IV

PEMBAHASAN

Pada BAB IV ini akan dibahas mengenai analisa masing-masing tahapan yang telah
dilakukan pada praktik profesi keperawatan komunitas di wilayah RW 015 Kelurahan
Tobekgodang Kecamatan Binawidya. Praktik asuhan keperawatan komunitas dilaksanakan
selama 4 minggu yaitu dimulai tanggal 26 Maret 2022 sampai tanggal 23 April 2022.
Kegiatan yang dilakukan oleh Ners Muda dibuat berdasarkan planning of action (POA)
yang telah disusun.

A. Tahap Persiapan
Pelaksanaan kegiatan praktik profesi keperawatan komunitas merupakan kegiatan
yang berorientasi pada masyarakat. Tahap persiapan yang dilakukan adalah persiapan
lokasi tempat praktik profesi keperawatan komunitas. Persiapan selanjutnya adalah
penyusunan kuesioner yang akan dibagikan kepada masyarakat RW 015 serta
pembuatan google form, panduan windshield survey, format wawancara kepada
ketua RW dan kader posyandu RW 015 Kelurahan Tobekgodang Kecamatan
Binawidya.
Faktor pendukung dalam tahap persiapan kegiatan praktik profesi keperawatan
komunitas ini adalah adanya kerjasama dan pembagian tugas yang baik antar anggota
sehingga tahap persiapan ini dapat berjalan dengan lancar. Dukungan dan bimbingan
dari koordinator praktik profesi keperawatan komunitas, lokasi yang mudah diakses
dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dan kerjasama yang baik antara
lintas sektor juga merupakan faktor pendukung dalam proses persiapan ini. Faktor
penghambat saat tahap persiapan ini ditemukan saat pembuatan link google form,
dimana terdapat banyak sekali pertanyaan pada kuesioner sehingga membutuhkan
waktu cukup lama untuk memasukkan ke dalam google form, juga banyaknya
masyarakat yang meminta mengisi dikertas saja sehingga Ners Muda harus membuat
hard copy kuisioner.

B. Tahap Pengkajian
Tahap pengkajian merupakan proses pengumpulan data secara sistematis untuk
dianalisis serta didapatkan permasalahan kesehatan (Efendi, 2009). Pada tahap
pengkajian, perawat komunitas melakukan identifikasi masalah mengenai kebutuhan
masyarakat. Proses tahapan pengkajian tersebut melibatkan masyarakat secara aktif
agar permasalahan tersebut benar-benar berasal dari masyarakat itu sendiri.
Permasalahan yang ditemukan akan dirumuskan bersama, peran perawat komunitas
84
adalah memfasilitasi masyarakat dalam menyusun prioritas masalah yang akan
ditindaklanjuti (IPKKI, 2017).
Tahap pengkajian dimulai dengan melakukan windshield survey yang dilakukan
di minggu pertama sekaligus observasi untuk mengenal lingkungan wilayah RW 015.
Pengkajian windshield survey merupakan pengkajian penggunaan panca indera,
antara lain fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, serta kondisi lingkungan yang ada
di RW 015. Setelah itu dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara.
Tahap pengumpulan data dilakukan pada 26 Maret – 01 April 2022. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penyebaran kuesioner adalah dengan sistem
online (google form) dan sistem offline (door to door/ rumah ke rumah) dengan jumlah
sampel 72 KK yang terdiri dari 231 orang. Wawancara dilakukan kepada ketua RW
015 dan kader posyandu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan RW
015 serta permasalahan kesehatan yang dihadapi.
Data yang telah dikumpulkan pada pengkajian keperawatan komunitas, dilakukan
pengolahan data yang terdiri dari beberapa tahap yaitu: kategorisasi, ringkasan,
perbandingan, dan kesimpulan (IPPKI, 2017). Tahap selanjutnya dari data yang telah
dikumpulkan dan diolah adalah membuat kesimpulan secara logis yang kemudian
menjadi sebuah diagnosa keperawatan komunitas. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan SPSS untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing pertanyaan.
Faktor pendukung dalam tahap pengkajian ini adalah masyarakat aktif dan
mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Ners Muda, selain itu ketua RW serta kader
Posyandu juga aktif dan turut serta membantu tahap pengkajian sehingga
mempermudah pengumpulan data. Faktor penghambat tahap pengkajian ini adalah
banyaknya masyarakat yang bekerja saat pagi dan siang hari, sehingga proses
pengumpulan datanya lebih efektif dilakukan di sore hari di saat masyarakat
pulang kerja. Selain itu banyaknya rumah kosong serta kos-kosan yang membuat
jumlah KK yang terdata tidak sesuai lagi dengan jumlah KK yang ada.
Diharapkan kedepannya semakin banyak lagi masyarakat yang aktif dan mau
membuka diri untuk menerima tenaga kesehatan dan bersedia bekerjasama untuk
mengidentifikasi masalah kesehatannya secara bersama-sama untuk dicarikan solusi
dari masalah tersebut.

C. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis (clinical judgement) terhadap
respon individu atau komunitas terhadap masalah kesehatan (NANDA, 2017). Diagnosa
keperawatan terdiri dari 3 jenis yaitu: aktual, resiko, dan kesejahteraan. Diagnosa
keperawatan aktual yaitu masalah yang dirasakan, diagnosa keperawatan resiko yaitu
85
masalah belum terjadi namun jika dibiarkan akan menjadi masalah, dan diagnosa
keperawatan sejahtera yaitu mengacu pada peningkatan kesehatan.
Diagnosa keperawatan yang ditemukan di RW 015 Kelurahan Tobek Godang
Kecamatan Binawidya dari hasil analisa data dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Perilaku kesehatan cenderung beresiko : kesiapan peningkatan kesehatan
reproduksi, upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang, kesiapan
peningkatan koping remaja, upaya pencegahan penyakit tidak menulr pada lansia
di RW 015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
2. Pemeliharaan kesehatan diri tidak efektif : upaya pencegahan penyakit di RW
015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
Faktor pendukung dalam merumuskan diagnosa keperawatan adalah warga RW
015 antusias dalam menentukan permasalahan yang terjadi di RW 015, aktif dalam
memberikan masukan serta saran. Faktor penghambat yang terjadi yaitu saat
penyampaian permasalahan yang terjadi di wilayah RW 015 dilakukan pada malam
hari, sehingga ada sebagian masyarakat tidak hadir. Oleh karena itu, penyampaian
materi masalah kesehatan tidak dapat tersalurkan sepenuhnya kepada masyarakat.
Adapun rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan pada tahap ini adalah:
1. Kegiatan dapat dilanjutkan oleh warga RW 015 Kelurahan Tobek Godang
untuk mengatasi permasalahan yang terjadi secara mandiri.
2. Diharapkan seluruh perangkat RW mengajak warganya untuk lebih aktif dalam
mengikuti berbagai kegiatan untuk menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan
RW 015 Kelurahan Tobek Godang.

D. Tahap Intervensi
Penyusunan intervensi keperawatan dilakukan sesuai diagnosa keperawatan yang
telah ditegakkan. Adapun acuan dalam penyusunan dalam intervensi keperawatan,
penulis menggunakan referensi SDKI yang disesuaikan dengan keadaan
masalah kesehatan yang ada di RW 015. Strategi intervensi keperawatan komunitas
adalah promosi kesehatan, proses kelompok, pemberdayaan (empowerment), kemitraan
(partnership) dan keperawatan profesional (IPKK, 2017). Adapun intervensi yang
dapat dilakukan dari diagnosa keperawatan prioritas adalah:
1. Perilaku kesehatan cenderung beresiko : kesiapan peningkatan kesehatan reproduksi,
upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang, kesiapan peningkatan koping
remaja, upaya pencegahan penyakit tidak menulr pada lansia di RW 015 Kelurahan
Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
a. Penyuluhan tentang sistem lima meja dengan protokol kesehatan pada masa
pandemi COVID-19 yang harus dilakukan jika posyandu tetap berjalan di masa
86
pandemi COVID-19 di RW 15 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan
Binawidya.
b. Gotong Royong di RW 015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
c. Mengadakan perlombaan posyandu dan lomba balita sehat di RW 015 Kelurahan
Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
2. Pemeliharaan kesehatan diri tidak efektif : upaya pencegahan penyakit di RW 015
Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
a. Penyuluhan tentang penyakit kronis hipertensi pada lansia
b. Membentuk kelompok lansia sehat dan mengadakan senam lansia
c. Membentuk Posyandu Lansia

E. Tahap Implementasi
Implementasi merupakan tahap pelaksanaan kegiatan. Fokus pada tahap
implementasi adalah bagaimana mencapai sasaran dari tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Perawat fokus pada program kesehatan masyarakat yang telah ditetapkan di
perencanaan. Menurut IPPKI (2017), strategi yang digunakan adalah proses kelompok,
promosi kesehatan, kemitraan, pemberdayaan, dan keperawatan profesional. Kegiatan
dilaksanakan dari tanggal 04 April sampai dengan tanggal 17 April 2022.
Berikut hasil implementasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Ners Muda:
Diagnosa Keperawatan : Perilaku kesehatan cenderung beresiko : kesiapan
peningkatan kesehatan reproduksi, upaya pencegahan gangguan tumbuh
kembang, kesiapan peningkatan koping remaja, upaya pencegahan penyakit tidak
menulr pada lansia di RW 015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
1. Penyuluhan tentang sistem lima meja dengan protokol kesehatan pada masa
pandemi COVID-19 yang harus dilakukan jika posyandu tetap berjalan di masa
pandemi COVID-19 di RW 15 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
a. Tahap Persiapan
1) Pembuatan pre-planning
2) Konsultasi dengan dosen pembimbing.
3) Menentukan tempat, waktu, peserta penyuluhan kader posyandu.
4) Mempersiapkan materi yang akan disampaikan tentang pelatihan kader
posyandu.
5) Mempersiapkan media dan alat yang akan digunakan dalam pelatihan kader
posyandu.
6) Selanjutnya melakukan persiapan untuk pelaksanaan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan.
b. Tahap Pelaksanaan
87
1) Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 April 2022 dimulai pukul 10.00 wib
sampai dengan 15.28 WIB di Posyandu Apel RW 015 Kelurahan
Tobekgodang Kecamatan Bina Widya.
2) Jumlah peserta yang hadir sebanyak 5 orang kader. Kader tampak antusias
dan memperhatikan selama penyampaian materi dan demonstrasi sistem 5
meja dengan protokol kesehatan.
3) Ners Muda berperan sesuai dengan tugasnya masing-masing, yaitu
moderator (Tina Meysia Panjaitan, S.Kep); observer (Hendi Prayuda,
S.Kep); Fasilitator 5 meja, meja 1 (Fransiscus, S.Kep), meja 2 (Khardina
Indah, S.Kep), meja 3 (Debby Chrismay, S.Kep), meja 4 (Hendi Prayuda,
S.Kep), meja 5 (Tina Meysia Panjaitan, S.Kep); Dokumentasi (Debby
Chrismay, S.Kep)

4) Kegiatan penyuluhan dilakukan selama 75 menit (30 menit terlambat + 45


menit penyuluhan).
c. Tahap Evaluasi
1) Evaluasi struktur
a) 100% Kader yang hadir dalam acara kegiatan penyegaran sistem 5
meja posyandu dengan protokol kesehatan sebanyak 5 orang kader
b) Tempat dan alat yang digunakan sesuai dengan rencana kegiatan
penyegaran sistem 5 meja posyandu dengan protokol Kesehatan
c) Peran serta tugas Ners Muda sudah sesuai dan kerjasama dengan
baik
d) Penyampaian materi yang baik membuat antusias kader dalam
mengikuti penyuluhan kegiatan penyegaran sistem 5 meja posyandu
dengan protokol Kesehatan
e) Pre-planning sudah dikonsulkan
2) Evaluasi proses
a) Pelaksanaan kegiatan tidak tepat waktu, terlambat sekitar 30 menit
b) Undangan dan Ners Muda mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c) Semua kader berperan aktif dalam kegiatan penyegaran sistem 5 meja
posyandu dengan protokol kesehatan, terutama pada saat kegiatan
pengisian KMS yang dipandu oleh pemateri
d) Terdapat peran aktif kader, dengan memberikan pertanyaan kepada
pemateri terkait pengukuran Tinggi Badan (TB), serta kader aktif
dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri terkait KMS

3) Evaluasi hasil
88
a) 90% anggota mampu memahami tugas dan pelaksanaan posyandu
secara umum, dengan protokol Kesehatan
b) 90% anggota kader mampu memahami materi yang disampaikan.
4) Faktor Pendukung
a) Peserta tampak aktif dan kompak dalam mengikuti kegiatan penyegaran
sistem 5 meja posyandu dengan protocol kesehatan.
b) Peserta tampak aktif bertanya terhadap sistem pengisisan KMS dan
pengukuran Tinggi Badan (TB).
5) Faktor Penghambat
Karena kader posyandu semuanya ibu rumah tangga, sehingga
mengakibatkan acara diundur selama 30 menit menunggu kedatangan kader
yang menyelesaikan kegiatan rumah tangganya dulu.
6) Rencana Tindak Lanjut
Rencana tindak lanjut pada kegiatan ini adalah diharapkan pada saat
berlangsungnya kegiatan posyandu para kader dapat menerapkan sistem 5
meja sesuai dengan protokol kesehatan dengan baik dan benar baik ada atau
tanpa adanya Ners Muda dilingkup RW 015.

2. Gotong Royong di RW 015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.


a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan terdiri dari pembuatan Pre planning, persiapan alat dan bahan
yang akan digunakan seperti persiapan cangkul, mesin potong rumput, dan
cara pengolahan serta mengkonsultasikannya kepada dosen pembimbing
akademik. Setelah itu, mahasiswa melanjutkan persiapan-persiapan acara sesuai
dengan perencanaan.
b. Tahap pelaksanaan
Acara dilaksanakan mulai hari Minggu, 17 April 2022.
c. Tahap evaluasi
1) Evaluasi struktur
a) Gotong royong dilaksanakan oleh warga RW 015 Kelurahan Tobek
Godang, Kecamatan Binawidya.
b) Peran mahasiswa sebagai pelaksana acara telah sesuai dengan peran
dan tugas masing-masing.
2) Perlengkapan alat yang digunakan juga sudah lengkap sesuai yang telah
direncanakan, yaitu: cangkul, mesin potong rumput.

3) Evaluasi proses
89
a) Pelaksanaan kegiatan dimulai pada Minggu, 17 April 2022
b) Kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
c) Peran dan tugas mahasiswa telah dilaksanakan sesuai perencanaan.
4) Evaluasi hasil
Warga dan Ners Muda mampu bekerja sama dengan baik saat pembuatan
dan pemeliharan TOGA
5) Faktor pendukung
a) Antusiasme dan partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong
b) Kerjasama yang baik antara warga dan Ners Muda dibuktikan
dengan lingkungan yang tampak bersih setelah keiatan gotong royong
dilaksanakan
6) Faktor penghambat
Kendala yang ditemukan saat dilaksanakannya kegiatan gotong royong ini
adalah patisipasi warga yang belom 100%.
7) Rencana tindak lanjut
Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan 2 kali dalam sebulan oleh warga di
wilayah RW 015 agar lingkungan tetap bersih dan tidak ada tumpkan
sampah.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kegiatan praktik klinik profesi keperawatan komunitas ini dimulai dengan
pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner, windshield survey,
observasi dan wawancara yang dilakukan pada minggu pertama. Pada praktik
keperawatan komunitas ini Ners Muda mengambil sampel sebanyak 72 KK yang
mewakili RW 015. Tahap pengkajian dilakukan dari tanggal 26 Maret – 01 April 2022.
Dari hasil pengumpulan data yang telah dilakukan, selanjutnya dilakukan analisis
dan didapatkan beberapa masalah keperawatan di RW 015 Kelurahan Tobekgodang
Kecamatan Binawidya, yaitu :
1. Perilaku kesehatan cenderung beresiko : kesiapan peningkatan kesehatan reproduksi,
upaya pencegahan gangguan tumbuh kembang, kesiapan peningkatan koping
remaja, upaya pencegahan penyakit tidak menulr pada lansia di RW 015 Kelurahan
Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
2. Pemeliharaan kesehatan diri tidak efektif : upaya pencegahan penyakit di RW 015
Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
Dua masalah keperawatan diatas kemudian didiskusikan bersama kelompok 1 dan
didapatkan masalah keperawatan prioritas adalah masalah yang pertama, yaitu
defisiensi perilaku kesehatan cenderung beresiko: COVID-19 pada masyarakat di RW
015 Kelurahan Tobekgodang Kecamatan Binawidya. Rencana kegiatan yang akan
dilakukan oleh Ners Muda bersama dengan masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Penyuluhan tentang sistem lima meja dengan protokol kesehatan pada masa
pandemi COVID-19 yang harus dilakukan jika posyandu tetap berjalan di masa
pandemi COVID-19 di RW 15 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
2. Gotong Royong di RW 015 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya.
Semua kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan dengan baik oleh Ners
Muda dengan dukungan dari berbagai pihak. Faktor pendukung kegiatan implementasi
Ners Muda adalah tersedianya tempat berkumpul atau Aula yang bisa dimanfaatkan
untuk kegiatan selain itu penerimaan masyarakat terhadap Ners Muda sangat baik
sehingga memudahkan setiap kegiatan yang ingin dilaksanakan. Faktor penghambat
dari kegiatan secara umum adalah keterlambatan waktu pelaksanaan dikarenakan
masih adanya peserta yang datang terlambat. Diharapkan untuk kedepannya Ners
Muda dan masyarakat dapat berkerjasama dengan lebih baik sehingga kegiatan yang
dilaksanakan dapat lebih maksimal.

90
91

B. Saran
1. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau
a. Membina serta memberikan bantuan administratif dan teknis serta menjalin
kerjasama dengan Puskesmas di RW 015 dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu
Apel.
b. Memberikan bantuan media promosi kesehatan kepada warga dan kader posyandu.
2. Kelurahan Tobekgodang
Diharapkan dapat menjalin kerjasama dan memberi dukungan kepada tokoh masyarakat
dan warga RW 015 dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah RW 015
Kelurahan Tobekgodang Kecamatan Binawidya terutama dalam kebersihan lingkungan.
3. Kader Posyandu
Diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja dengan memahami dan menjalankan tugas
dengan baik, serta dapat secara aktif bertanya kepada puskesmas dan pihak terkait
lainnya jika ada teknis pelaksanaan yang belum dipahami.
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, E.T. 2011. Buku Ajar Keperawatan Komunitas: Teori dan Praktek. Jakarta : EGC
Effendi & Makhfudi. 2010. Komunitas Teori dan Praktek. Jakarta : Pt Grasindo
Rosdakarya
Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI). 2017. Panduan Asuhan
Keperawatan Individu, Keluarga, Kelompok dan Komunitas dengan Modifikasi NANDA,
ICNP, NOC dan NIC di Puskesmas dan Masyarakat. Jakarta : UI-Press
Kemenkes RI. 2016.BTKLPP kelas 1 Makassar Laporan Tahun 2016. Makassar
Menkes RI. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019
tentang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Mubarak & Chayatin. 2009. Keperawatan Kesehatan Masyarakat: Teori dan Praktek
Dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Mubarak,dkk. 2012. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta : Salemba Medika
Stanhope, M. & Lanchaster, J. 2004. Community Public Health Nursing. St. Louise- Missouri:
Mosby

92

Anda mungkin juga menyukai