Anda di halaman 1dari 2

PERANG VIETNAM & NETRALISASI ASIA TENGGARA Pada tulisan pertama dari perang Vietnam ini adalah membahas

tentang apa dan bagaimana perang Vietnam itu sendiri, yang didalamnya menyangkut tentang apa penyebab dari perang Vietnam serta proses dari perang Vietnam tersebut. Langkah politik luar negeri Presiden AS. Lyndon B. Johnson setelah mengambil alih kekuasaan pemerintahan dari tangan presiden John F. Kenned yang mati terbunuh adalah memenangkan perang di Vietnam selatan. Pemerintah AS secara aktif menjalankan suatu perang yang tidak diumumkan yang telah berlangsung selama 9 tahun sejak bulan Juli 1956. Alasan utama politik campur tangan AS di Vietnam selatan adalah untuk membendung dan menghentikan agresi komunis kedaerah-daerah Asia Tenggara lainnya. Politik intervensi AS terhadap Vietnam Selatan mulanya masih bersifat campur tangan secara tidak langsung, yaitu saat Perancis mengalami kebangkrutan di Vietnam. Jatuhnya benteng pertahanan Perancis ( benteng Dien Bien Phu) ketangan pasukan Vietnam Utara tanggal 8 Mei 1954 mengakhiri penjajahan Perancis di Vietnam Utara. Dan untuk menyelamatkan Vietnam Selaatn dari pengaruh Vietnam Utara setelah persetujuan Jenewa tahun 1954 yang menciptakandua Vietnam, Perancis menyerahkan peranannya pada pihak AS. Perang yang berlangsung di Vietnam Selatan itu diawali dengan adanya tindakan pembersihan secara besar-besaran oleh pemerintah Ngo Dien Diem pada bulan Juli 1956 dengan kampanye Penghancuran Komunis. Pengejaran dilakukan kepada mereka yang dianggap pernah membantu perang menentang Perancis dan yang dianggap mempunyai hubungan keluarga pada pasukan Vietnam Utara. Sebagian dari mereka bersembunyi didaerah pegunungan dihutan-hutan atau hidup dibawah tanah didistrik dan diprovinsi Vietnam Selatan. Dan dalam waktu singkat telah terbentuk Barisan Pembebasan Nasional Vietnam Selatan dan terus melancarkan perang gerilya melawan pasukan gabungan AS dan rezim Saigon. Dari perang terjadi tersebut telah merenggut 150000 jiwa dari 32000 penyerangan udara dan darat yang dilakukan rezim Saigon. Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang dipenjara atau ditahan ditempat seperti apa yang dinamakan gubuk strategik yang lebih menyerupai kamp konsentrasi.

Sedang pada tulisan kedua membahas tentang gerakan gerilya kontra antigerilya. Gerilya etrsebut dilakukan oleh pasukan Viet Cong. Pertempuran terbesar yang terjadi pada tahun 1963, memperlihatkan hasil yang memuaskan. Pasukan Viet Cong yang bersenjata lengkap telah berhasil menewaskan 40 orang prajurit rezim Saigon, 93 orang luka-luka termasuk tiga didalamnya adalah penasihat militer AS. Sedangkan dipihak Viet Cong diketahui 30 orang tewas. Dalam usaha untuk mengatasi taktik gerilya yang dilakukan oleh pasukan Viet Cong, perwira Amerika yang telah mendapat latihan dan pendidikan yang sempurn adi Fort Bragg, Carolina Utara, didaerah Terusan Panama dan di Okinawa, memberi indoktrinasi pada Komandan Vietnam Selatan untuk dapat menundukkan gerilya Viet Cong prestasi dari setiap prajurit harus dapat mengimbangi prestasi dari pasukan Viet Cong. Mereka harus menyerang cepat dank eras saat berada pada posisi yang abik. Apabila pasukan gerilya itu keluar dai sarangnya, harus segera diikuti dan jangan diberi kesempatan untuk dapat kembali kesarangnya untuk menambah persenjataan atau mengobati teman mereka yang terluka. Akan tetapi pada kenyataannya, pasukan rezim Saigon tidak dapat mengimbangi pasukan gerilya Viet Cong yang berjuang dengan kemantapan ideologi. Buku yang berjudul perang Vietnam dan Netralisasi Asia Tenggara ini cukup bagus sebagai tambahan pengetahuan bagi para pembaca tentang bagaimana perang Vietnam itu sendiri, mulai dari penyebab hingga proses perang Vietnam tersebut. Bahasa yang digunakan dalam penyusunan buku ini cukup dapat dipahami. Akan tetapi ejaan yang digunakan masih menggunakan ejaan lama, sehingga pembaca cukup merasa kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama untuk memahaminya.