Anda di halaman 1dari 2

LEGAL OPINION KasusPosisi Anakdariseorangwanitaberkewarganegaraan Indonesia yang tewas (yang setalahinidisebutWanita A) terkenabomdidepanKedutaan Australia diperebutkanoleh 2 (dua) orangpria.

PriaAadalahseorang Italia danPria B adalahseorangAustralia. AnaktersebutadalahhasildarihubunganperzinahanantaraWanita A denganPria B saatberliburdi Australia. IsuHukum Dalamkasusini, 1. ApakahAnakdalamkasusiniadalahanak yang sahmenurut UURI No. 1 Tahun 1974 tentangPerkawinan. 2. Kepadasiapa Hakim memberikanhakasuhterhadapanaktersebutmenurut UURI No. 1 Tahun 1974 tentangPerkawinan. Analisis DasarHukum Pasal 42 UU Perkawinan :Anak yang sahadalahanak yang dilahirkandalamatausebagaiakibatperkawinan yang sah. Pasal 47 ayat 1 UU Perkawinan :Anak yang belummencapaiumur 18 tahunataubelumpernahmelangsungkanperkawinanadadibawahkekuasaa norangtuanyaselamamerekatidakdicabutdarikekuasaannya. MenurutPasal 42 UU Perkawinan,anakdalamkasusiniadalahanak yang sahdariPria A, karenalahirdalamhubunganperkawinan yang sahantaraPria A denganWanita A. MenurutPasal 47 ayat 1 UU Perkawinan, Pria A adalahpria yang memilikihakasuhuntukmengasuhanakdalamkasusini. Kesimpulan DalamkasusinisudahjelasbahwahakasuhpenuhdimilikiolehPria A, menurut UU No.1 tahun 1974 tentangPerkawinan.

Legal Opinion Disusuntanggal 20 Oktober 2010 Oleh Putu Veryan Raditya

030610083