Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Keperawatan

Volume 13 Nomor 4, Desember 2021


e-ISSN 2549-8118; p-ISSN 2085-1049
http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan

BAGAIMANA MAHASISWA KEPERAWATAN MENJALANI PEMBELAJARAN


DARING?
Mei Rianita Elfrida Sinaga*, Erik Adik Putra Bambang Kurniawan
Program Studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum Yogyakarta, Jl. Johar Nurhadi
No.6, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224, Indonesia
*mei@stikesbethesda.ac.id

ABSTRAK
Pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 dengan cara belajar dari rumah/daring merupakan
wujud kebijakan dari pemerintah pada sektor Pendidikan, salah satunya adalah tingkat perguruan
tinggi. Mahasiswa keperawatan tingkat pertama mengalami perubahan peran dan tugas, dan
seringkali menyebabkan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran
tingkat stres yang dialami oleh mahasiswa keperawatan selama menjalani pembelajaran daring di kota
Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross
sectional. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner DASS. Populasi penelitian ini yaitu
seluruh mahasiswa keperawatan tingkat pertama baik program diploma maupun sarjana STIKes
Bethesda Yakkum Yogyakarta. Sampel sebanyak 105 responden dipilih menggunakan teknik
pupposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat stres mahasiswa tingkat pertama menjalani pembelajaran daring mayoritas normal
55,2%; ringan 23,8%; sedang 17,1%; dan berat 3,8%. Metode pembelajaran daring memberikan
perubahan bagi mahasiswa tingkat pertama baik dari cara berpikir dan belajar sehingga kondisi ini
menyebabkan stres akademik bagi mahasiswa.

Kata kunci: mahasiswa keperawatan; pembelajaran daring; tingkat stres

HOW NURSING STUDENTS UNDERGO ONLINE LEARNING?

ABSTRACT
Breaking the chain of spread of COVID-19 by learning from home/online is a form of government
policy in the education sector, one of which is at the university level. First-year nursing students
experience changing roles and assignments, and this often causes stress. The purpose of this study was
to find out about the description of the level of stress experienced by nursing students during online
learning in the city of Yogyakarta. This research is a descriptive analytic study using a cross sectional
approach. Measurement of stress levels using the DASS questionnaire. The population of this study
were all first-level nursing students, both diploma and undergraduate programs at STIKes Bethesda
Yakkum Yogyakarta. Sample of 105 respondents was selected using purposive sampling technique.
This study uses univariate analysis. The results showed that the level of stress students of the first level
of the majority of the normal 55,2%; mild to 23.8%; moderate 17.1%; and severe of 3.8%. Methods of
learning online gives change way of thinking and learning so that these conditions lead to stress
academic for students.

Keywords: nursing student; online learning; stress level

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang berdampak dari kejadian pandemi COVID-
19. Pemerintah melakukan berbagai kebijakan guna memutus mata rantai dari
penyebaran COVID-19, diantaranya memberlakukan lock down di beberapa wilayah,
menggencarkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, physical distancing,
dan beraktivitas dari rumah termasuk belajar atau bekerja (Kementerian Kesehatan RI,

827
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

2020). Departemen Pendidikan dan budaya telah memberi inovasi untuk memberikan
pendidikan jarak jauh/daring meskipun akan banyak dampak yang dirasakan seperti
orang tua dengan tingkat ekonomi rendah tidak memiliki akses ke internet dan komputer
untuk media pembelajaran, orang tua memiliki tanggung jawab tambahan mengawasi
proses belajar di rumah terutama bila orang tua bekerja (United Nations, 2020).

Pengurangan penyebaran COVID-19 merupakan tujuan dilaksanakannya pembelajaran


daring. Kebijakan penerapan metode ini berdasarkan dari Surat Edaran Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 perihal
Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan di Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease
(COVID-19) (Pusdiklat, n.d.) Pembelajaran daring ini mendapatkan beberapa
permasalahan diantaranya ketersediaan kuota membutuhkan biaya cukup besar, letak
geografis tempat tinggal memepengaruhi cepat lambatnya akses internet, belum
optimalnya kesabaran orangtua dalam pendampingan anak belajar di rumah bahkan
sampai menyebabkan kejenuhan dikarenakan bosan dengan kondisi dan situasi yang
memaksa tetap berada di rumah, mengerjakan pekerjaan yang ada di rumah dan
pengerjaan tugas ekstra dari dosen, waktu yang terbatas dalam penyampaian materi
sehingga perlu tugas ekstra, kurang optimalnya kemampuan mengakses media
(Ambarsari, 2020; BHP UMY, 2020; Harnani, 2020). Hasil survei yang dilakukan salah
satu perguruan tinggi di provinsi DIY bahwa dengan pembelajaran daring terdapat lebih
dari 50% mahasiswa merespon positif dan kurang dari 50% mahasiswa tidak puas (BHP
UMY, 2020).

Kondisi yang dirasakan dapat menyebabkan tekanan psikologis bagi siswa di setiap level
pendidikan yang menjalani pembelajaran daring termasuk mahasiswa. Mahasiswa tingkat
pertama mengalami perubahan peran dan tugas, harus menyesuaikan diri terhadap
lingkungan sosial baru dan sistem belajar yang berbeda dengan level pendidikan
sebelumnya dan seringkali menyebabkan perubahan dan stres karena paparan lingkungan
yang baru bahkan beberapa tidak mampu menangani masalah ataupun konflik yang
dialami. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara stres
dengan strategi koping mahasiswa tahun pertama, dikarenakan kemampuan setiap
individu berespon terhadap stressor berbeda-beda (Azahra, 2017; Hasanah, 2017).

Stres dapat disebabkan oleh faktor akademik dan non akademik. Faktor akademik
termasuk ujian, deadline tugas sedangkan faktor non akademik termasuk manajemen
waktu, keterbatasan kuota, dukungan keluarga, tanggung jawab peran, dan status
perkawinan (Ningsih & Hartati, 2019). Stres pada mahasiswa keperawatan tergolong
sedang sampai tinggi. Stres ini berupa akademik seperti tugas berat dan banyak,
sedangkan klinis berupa pelayanan praktik klinik saat merawat pasien (Labrague et al.,
2017). Beberapa hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan
sebanyak 50,9% mengalami stres tingkat sedang, 22,8% stres tingkat tinggi, dan 24,6% stres
tingkat rendah (Brown et al., 2016). Semakin banyaknya tuntutan bagi mahasiswa
keperawatan menjadi penyebab terjadinya stres menjalani pembelajaran daring.

Stres menimbulkan dampak buruk pada mahasiswa tingkat pertama dikarenakan


kesulitan melakukan penyesuaian terhadap situasi akademik yang dijalani dengan
pembelajaran daring. Kesulitan penyesuaian ini akan berdampak pada kesehatan fisik
maupun mental, penyalahgunaan dan penggunaan obat-obatan, gangguan tidur,
pencapaian prestasi, dan drop out, bahkan dampak terburuk tindakan bunuh diri yang

828
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

dilakukan sejak awal perkuliahan (Cheung et al., 2016; Ningsih & Hartati, 2019; Pascoe et
al., 2020)
Szabo menyebutkan bahwa mahasiswa yang menggunakan koping dengan cara mengontrol
situasi yang dihadapinya menimbulkan peningkatan ansietas sedangkan mahasiswa yang
berusaha menerima situasi, menyesuaikan diri dan berusaha mengatasi masalah yang
dihadapinya dapat beradaptasi dengan baik (Szabo, 2015). Berdasarkan latar belakang
tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa keperawatan
menjalani pembelajaran daring di kota Yogyakarta.

METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara
online yang dikemas mengunakan google docs melalui WhatsApp Group. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan
mengggunakan metode purposive sampling. Adapun kriteria responden penelitian adalah
mahasiswa tingkat I prodi keperawatan, usia 18-25 tahun, memiliki handphone untuk dapat
mengakses internet, dapat berkomunikasi dengan baik. Lokasi dalam penelitian ini berada di
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yogyakarta.Instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah kuesioner DASS terdiri dari 14 item pertanyaan. Instrumen ini
memiliki reliabilitas 0,91 berdasarkan penilaian cronbach’s alpha (Hawari, 2016). Penelitian
ini telah lolos uji etik yang dikeluarga dari STIKES Bethesda dengan nomor
029/KEPK.02.01/I/2021.

HASIL
Tabel 1 karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan sebagian besar
responden berjenis kelamin perempuan 81 orang (77,1%), berusia 19 tahun sebanyak 68
orang (64,8%), prodi sarjana jalur regular 80 orang (76,2%), single 105 orang (100%), tinggal
dengan orangtua 78 orang (74.3%), menggunakan kuota per hari satu sampai tiga gigabyte
(72.4%).
Tabel 1
Karakteristik Responden (n=105)
Karakteristik f %
Jenis Kelamin
Perempuan 81 77.1
Laki-laki 24 22.9
Usia
18 4 3.8
19 68 64.8
20 24 22.9
21 2 1.9
22 3 2.9
23 0 0
24 3 2.9
25 1 1
Prodi
Diploma 19 18.1
Sarjana Reguler 80 76.2
Sarjana Lintas Jalur 6 5.7
Status Menikah
Single 105 100

829
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Karakteristik f %
Menikah 0 0
Menikah dan Ada Anak 0 0
Status Tinggal
Orangtua 78 74.3
Kost/Asrama 27 25.7
Penggunaan Kuota
<1GB 8 7.6
1-3GB 76 72.4
>3GB 21 20

Tabel 2.
Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Pertama Menjalani Pembelajaran Daring (n=105)
Variabel f %
Tingkat Stres
Normal 58 55.2
Ringan 25 23.8
Sedang 18 17.1
Berat 4 3.8
Sangat Berat 0 0

Tabel 2 didapatkan hasil bahwa tingkat stres mahasiswa tingkat pertama menjalani
pembelajaran daring mayoritas pada kategori normal 58 orang (55,2%), stres ringan 25 orang
(23,8%), stres sedang 18 orang (17,1%), dan stres berat 4 orang (3,8%).

PEMBAHASAN
Jenis Kelamin
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini mayoritasresponden adalah
mahasiswa berjenis kelamin perempuan sejumlah 81 mahasiswa dengan persentase sebesar
77,1%. Hal ini disebabkan karena sebagian besar mahasiswa di STIKES Bethesda Yakkum
Yogyakarta berjenis kelamin perempuan. Hasil ini didukung juga dengan penelitian pada
Sutjiato et al. (2015), yang menyatakan adanya faktor-faktor internal yang mengakibatkan
stres pada mahasiswa yaitu salah satunya jenis kelamin, sehingga adanya perbedaan tingkat
stres berdasarkan gender.

Adanya perubahan baru dalam sistem pembelajaran menjadi daring membuat mahasiswa
kurang dalam mendapatkan informasi sehingga dapat berdampak pada penilaian yang
diberikan dosen dan hal ini dapat menimbulkan stres pada mahasiswa (Sudarsana, et al, 2018
dalam Gusty et al., 2020). Menurut Potter & Perry (Suwartika et al., 2014), menyatakan
bahwa penyebab stres akademik pada mahasiswa salah satunya adalah jenis kelamin,
dikarenakan perempuan lebih sering menggunakan mekanisme dalam penyesuaian terhadap
tugas, sehingga mahasiswa perempuan lebih mudah diketahui jika mengalami stres,
sedangkan laki-laki lebih menggunakan mekanisme dalam menghadapi stresor yang berasal
dari akademik sehingga laki-laki lebih santai dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian pada Marbun et al. (2018), bahwa salah
satu faktor yang mempengaruhi stres pada seseorang adalah jenis kelamin. Tingkat stres
seringkali dialami pada individu yang berjenis kelamin perempuan. Perempuan memiliki
tingkat stres lebih tinggi daripada laki-laki, dikarenakan pada dasarnya perempuan lebih
mampu mengekspresikan emosinya dan semakin diperburuk dengan situasi pandemi saat ini,

830
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

dan ambang batas toleransi merespon stresor lebih rendah sehingga lebih mudah mengalami
stres dan kecemasan (Sundarasen et al., 2020).

Usia
Hasil penelitian mengambarkan bahwa mayoritas responden berusia 19 tahun dengan jumlah
64 mahasiswa (64.8%). Usia 19 tahun merupakan bagian dari kategori usia remaja (Gunarsa,
1983 dalam Suryaningsih et al., 2013). Remaja adalah perubahan dari masa anak-anak ke
masa dewasa. Masa remaja adalah masa yang dipenuhi dengan adanya permasalahan.
Keberhasilan dalam masa remaja dapat menentukan dalam peran dewasa yang akan
dilaksanakan selanjutnya. Adanya tingkat stres pada remaja yang dikarenakan adanya masalah
serius pada remaja merupakan suatu hal yang dialami pada masing-masing remaja menuju ke
proses dewasa (Gunarsa, 1983 dalam Suryaningsih et al.,2013). Menurut Marbun et al. (2018),
salah satu faktor yang dapat memicu stres akademik pada mahasiswa yaitu usia. Pada usia
remaja akhir yaitu 18-20 tahun, remaja mengalami perkembangan mental. Pada hal ini remaja
akhir dihadapkan pada suatu kondisi, tetapi pada saat remaja sudah menjadi mahasiswa,
individu tersebut sudah dapat mengetahui situasi dan mencari solusi untuk dapat beradaptasi.

Asal Program Studi


Hasil penelitian mengambarkan mayoritas responden berasal dari prodi sarjana (76.2%). Hal
ini disebabkan karena berdasarkan jumlah populasi keseluruhan di STIKES Bethesda
Yakkum Yogyakarta berasal dari Sarjana Keperawatan Reguler dengan jumlah keseluruhan
sebanyak 345 mahasiswa aktif di semester ganjil ini (data primer tahun 2021) sedangkan
jumlah keseluruhan mahasiswa Lintas Jalur sebanyak 46 mahasiswa aktif di semester ganjil
ini (data primer tahun 2021). Adanya perubahan metode pembelajaran menjadi daring dapat
menyebabkan mahasiswa mengalami stres, dikarenakan pada pembelajaran daring ini
dilaksanakan di dalam jaringan yang terdapat dosen dan mahasiswa tidak bertatap muka
secara langsung (Pohan, 2020), sehingga mahasiswa harus beradaptasi dengan sistem
pembelajaran yang baru dan pada pembelajaran daring ini mahasiswa kurang berinteraksi
dengan pengajar dan hambatan lain yang menuntut mahasiswa untuk dapat beradaptasi.

Pada program studi sarjana, mahasiswa dituntut untuk dapat mengasah dan menumbuhkan
kreativitas, tetapi karena adanya perubahan pada sistem pembelajaran menjadi daring dan
terdapat kekurangan dalam pembelajaran daring membuat Interaksi dengan pengajar dan
siswa juga terbatas dikarenakan proses interaksi siswa tidak sekedar belajar tentang teori
melainkan praktek riil bahkan belajar hal baru yang tidak diajarkan di kelas, sehingga hal ini
dapat menimbulkan stres pada mahasiswa (Zulkifli et al., 2020).

Status Menikah
Hasil penelitian menunjukkan semua responden berstatus single dengan jumlah 105
mahasiswa dengan persentase 100%. Hasil penelitian ini juga didukung dengan penelitian
Marbun et al. (2018), bahwa faktor-faktor lain yang mampu berpengaruh terhadap stres
akademik pada mahasiswa salah satunya adalah status pernikahan. Pohan (2020), menjelaskan
bahwa kemungkinan mahasiswa yang memiliki status sudah menikah memiliki tingkat stres
yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang belum menikah dikarenakan adanya masalah yang
harus dihadapi dalam rumah tangga dan juga masalah dalam perkuliahannya.

Status Tinggal
Hasil penelitian menunjukkan paling banyak responden tinggal dengan orang tua dengan
berjumlah 78 mahasiswa (74.3%). Hasil penelitian Sutjiato et al. (2015) mendukung hasil
penelitian ini, bahwa penyebab stres pada mahasiswa dapat diakibatkan juga karena adanya

831
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

faktor-faktor internal lain yang berasal dari diri mahasiswa sendiri, salah satunya adalah
tempat tinggal mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa yang tinggal dengan keluarga
seringkali mendapatkan banyak tekanan yang didapatkan dari orang tua dan lingkungan
rumah yang kurang mendukung selama perkuliahan, tetapi hal ini tergantung pada cara
pengelolaan seseorang dalam mengatasi tingkat stres yang dirasakan meskipun melaksanakan
pembelajaran di rumah.Kondisi ini bertentangan dengan hasil penelitian sebelumnya yang
menyatakan bahwa siswa yang tinggal sendirian mengalami tingkat kecemasan tertinggi
dibandingkan dengan tinggal bersama keluarga atau teman, dikarenakan jauh dari orang-orang
dicintai, menjadi ancaman untuk keselamatan dan keamanan selama pandemi yang
menyebabkan perasaan sepi berkepanjangan serta tidak adanya dukungan emosional dan
sosial (Sundarasen et al., 2020).

Penggunaan Kuota
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden menggunakan kuota tertinggi
sebesar 1-3 GB setiap harinya (72.4%). Hal ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya
bahwa konektivitas internet yang tidak stabil, fasilitas internet yang tidak memadai, dan
terbatasnya literasi komputer menjadi tantangan dalam pembelajaran online (Janse van
Rensburg, 2018).

Tingkat Stres
Hasil penelitian terkait tingkat stres mahasiswa tingkat pertama menjalani pembelajaran
daring adalah normal sebesar 55,2%; ringan 23,8%; sedang 17,1%; dan berat 3,8%. Hasil
penelitian ini tidak sejalan dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan peneliti lain
sebelumnya bahwa penyebab stres pada mahasiswa saat pembelajaran daring diantaranya
beban tugas pembelajaran, bosan di rumah, tidak dapat bertemu dengan orang yang disayangi,
bosan dengan rutinitas proses pembelajaran, kurang aplikatif saat praktik laboratorium,
terbatasnya kuota, hobi tidak tersalurkan, dan faktor utama penyebab stres tersebut adalah
beban tugas pembelajaran (Livana et al., 2020).

Penelitian Nur Hidayah et al. (2020) menyatakan bahwa mekanisme koping cenderung dapat
mempengaruhi tingkatan stres mahasiswa, oleh sebab itu penggunaan mekanisme koping
yang baik akan membantu mahasiswa dalam menghadapi kondisi stres. Pembelajaran daring
adalah pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksebilititas, konektivitas,
fleksibilitas, dan kemampuan untuk menimbulkan berbagai hubungan pembelajaran (Moore,
Dickson Deane & Galyen, 2011 dalam Sadikin, 2020).Pembelajaran daring perlu didukung
tidak hanya dari aspek mahasiswa tetapi kesiapan dan keterampilan dosen, serta sarana dan
prasarana untuk meminimalkan stres akademik pada mahasiswa (Andiarna & Kusumawati,
2020). Selain itu, komitmen masing-masing mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring
sangat mendukung terkait bagaimana manajamen waktu dalam hal pengerjaan tugas, memiliki
kepercayaan diri akan kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan tugas, mampu
memotivasi diri (Utami et al., 2020).

Proses pembelajaran daring didukung oleh kemampuan literasi mahasiswa dalam


menggunakan media pembelajaran. Hal ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya bahwa
konektivitas internet yang tidak stabil, fasilitas internet yang tidak memadai, dan terbatasnya
literasi komputer menjadi tantangan dalam pembelajaran online, dan hal ini sangat erat
kaitannya dengan penggunaan kuota dimana hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata
kuota yang digunakan sebesar 1-3 GB setiap harinya dan hal ini masih wajar (Janse van
Rensburg, 2018). Selain itu, adanya peran dari institusi pendidikan untuk memberikan
kompensasi bantuan kuota bulanan menjadi support bagi mahasiswa dalam menjalani

832
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

pembelajaran daring.Perubahan sistem pembelajaran daring ini membuat mahasiswa harus


terbiasa dengan suatu keadaan yang seringkali pembelajaran terlaksana secara tatap muka di
lingkungan kampus atau tempat praktik dan berubah menjadi daring. Perubahan pembelajaran
tersebut dapat membuat mahasiswa mengalami stres. Mahasiswa tingkat pertama memerlukan
strategi adaptasi baik internal maupun eksternal yang akan mempengaruhi proses
pembelajaran. Mahasiswa keperawatan pada masa pandemi ini mengalami kecemasan yang
lebih tinggi dibanding bidang ilmu lainnya, dikarenakan mendapatkan informasi yang lebih
baik tentang bahaya wabah pandemi dan dampaknya sehingga mempengaruhi konsep pikir
(Sundarasen et al., 2020).

Munculnya stres yang dialami oleh mahasiswa keperawatan tingkat pertama dapat berasal dari
internal maupun eksternal. Minimalnya sarana dan prasarana dikarenakan faktor ekonomi dan
ketidaksiapan teknologi dapat menjadi hambatan dalam berlangsungnya pembelajaran daring
yang dapat memicu terjadinya stres pada mahasiswa (Dwi C et al., 2020). Dukungan emosial
dan sosial juga dapat memberikan dukungan yang berarti bagi mahasiswa selama menjalani
pembelajaran daring, hal ini dapat diwujudkan dengan keberadaan keluarga yang mendukung
proses pembelajaran daring sehingga mahasiswa lebih merasa aman dan tenang terutama saat
kondisi pandemi sehingga stres akademik tidak begitu dirasakan (Sundarasen et al., 2020).

SIMPULAN
Hasil dari penelitian memaparkan bahwa sebagian besar dari responden mengalami stres
tingkat normal dalam menjalani pembelajaran daring. Metode pembelajaran daring
memberikan perubahan bagi mahasiswa tingkat pertama baik dari cara berpikir dan belajar
sehingga kondisi ini menyebabkan stres akademik bagi mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA
Ambarsari, R. (2020). Fenomena pembelajaran daring akibat pandemi COVID-19.
Radardepok.Com. https://www.radardepok.com/2020/07/fenomena-pembelajaran-
daring-akibat-pandemi-covid-19/
Andiarna, F., & Kusumawati, E. (2020). Pengaruh pembelajaran daring terhadap stres
akademik mahasiswa selama pandemi Covid-19. Jurnal Psikologi, 16(2), 139–150.
Azahra, J. S. (2017). Hubungan antara stres akademik dengan coping stress pada mahasiswa
yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Pendidikan Psikologi. Skripsi.
BHP UMY. (2020). Polemik pendidikan aaat pandemi, pembelajaran online bisa jadi new
normal? Umy.Ac.Id. https://www.umy.ac.id/polemik-pendidikan-saat-pandemi-
pembelajaran-online-bisa-jadi-new-normal.html
Brown, K., Anderson-Johnson, P., & McPherson, A. N. (2016). Academic-related stress
among graduate students in nursing in a Jamaican school of nursing. Nurse Education in
Practice, 20, 117–124. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2016.08.004
Cheung, T., Wong, S. Y., Wong, K. Y., Law, L. Y., Ng, K., Tong, M. T., Wong, K. Y., Ng,
M. Y., & Yip, P. S. F. (2016). Depression, anxiety and symptoms of stress among
baccalaureate nursing students in Hong Kong: A cross-sectional study. International
Journal of Environmental Research and Public Health, 13(8).
https://doi.org/10.3390/ijerph13080779
Dwi C, B., Amelia, A., Hasanah, U., Putra, A. M., & Rahman, H. (2020). Analisis keefektifan
pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru

833
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Sekolah Dasar, Dipetik April 18, 2020 dari YouTubealobatnic:


Harnani, S. (2020). Efektivitas pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19.
Https://Bdkjakarta.Kemenag.Go.Id/. https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/efektivitas-
pembelajaran-daring-di-masa-pandemi-covid-19
Hasanah, U. (2017). Hubungan antara stres dengan strategi koping mahasiswa tahun pertama
akademi keperawatan. Jurnal Wacana Kesehatan, 1(1), 138–145.
Hawari, D. (2016). Manajemen stres cemas dan depresi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Janse van Rensburg, E. S. (2018). Effective online teaching and learning practices for
undergraduate health sciences students: An integrative review. International Journal of
Africa Nursing Sciences, 9(April), 73–80. https://doi.org/10.1016/j.ijans.2018.08.004
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian coronavirus
disease (Covid-19). Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit.
Labrague, L. J., McEnroe-Petitte, D. M., Gloe, D., Thomas, L., Papathanasiou, I. V., &
Tsaras, K. (2017). A literature review on stress and coping strategies in nursing
students. Journal of Mental Health, 26(5), 471–480.
https://doi.org/10.1080/09638237.2016.1244721
Livana, P. ., Mubin, M. F., & Basthomi, Y. (2020). “Learning task” attributable to students’
stress during the pandemic Covid-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 203–208.
Ningsih, H. E. W., & Hartati, E. (2019). Pengaruh terapi mindfullness melalui aplikasi
android SI-BESUTA terhadap stres pada mahasiswa magister keperawatan. Universitas
Diponegoro.
Pascoe, M. C., Hetrick, S. E., & Parker, A. G. (2020). The impact of stress on students in
secondary school and higher education. International Journal of Adolescence and
Youth, 25(1), 104–112. https://doi.org/10.1080/02673843.2019.1596823
Pusdiklat. (n.d.). Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan
Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 1 9).
Retrieved September 30, 2020, from https://pusdiklat.kemdikbud.go.id/surat-edaran-
mendikbud-no-4-tahun-2020-tentang-pelaksanaan-kebijakan-pendidikan-dalam-masa-
darurat-penyebaran-corona-virus-disease-covid-1-9/
Sundarasen, S., Chinna, K., Kamaludin, K., Nurunnabi, M., Baloch, G. M., Khoshaim, H. B.,
Hossain, S. F. A., & Sukayt, A. (2020). Psychological impact of covid-19 and lockdown
among university students in malaysia: Implications and policy recommendations.
International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(17), 1–13.
https://doi.org/10.3390/ijerph17176206
Szabo, A. (2015). International student stress and adjustment. International Journal of Stress
Management, 6140.
United Nations. (2020). Indonesia multi-sectoral response plan to COVID-19. COVID-19
Response. https://reliefweb.int/report/indonesia/indonesia-multi-sectoral-response-plan-
covid-19-may-october-2020

834
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Utami, S., Rufaidah, A., & Nisa, A. (2020). Kontribusi self-efficacy terhadap stres akademik
mahasiswa selama pandemi Covid-19 periode April-Mei 2020. TERAPUTIK: Jurnal
Bimbingan Dan Konseling, 4(1), 20–27. https://doi.org/10.26539/teraputik.41294

835
Jurnal Keperawatan Volume 13 No 4, Hal 827 - 836, Desember 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

836