Anda di halaman 1dari 109

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

EFEKTIVITAS M-WALET (MEDIA WHATSAPP DAN LEAFLET)


PADA PASIEN TENTANG PERAWATAN POST SC DI
RUANG IBS RS HL MANAMBAI ABDULKADIR
TAHUN 2022

Disusun Oleh :

NAMA : BAGAS PRAMUDYO LEKSONO, S.KEP.,NERS

NIP : 19891121 202012 1 008

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

NUSA TENGGARA BARAT ANGKATAN V

PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

TAHUN 2022

i
ii
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

Laporan Aktualisasi Nilai Dasar ASN ini telah diseminarkan pada Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pada Hari :

Tanggal :

Dan telah diperbaiki sesuai dengan saran dan arahan dari penguji, mentor,
dan couch pada saat Seminar.

Mentor, Coach,

Nikodimus Margo R, S.Kep.Ns, M.Kep Wiwik Suprihatin, S.S.,M.E


NIP. 19861211 201101 1 005 NIP. 19751021 200901 2 002

Mengetahui

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN


Penguji SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Baiq. Yuana S.ST.P.,M.M. Ir. Lalu Hamdi, M. Si


NIP. 19810927 199912 2 002 NIP. 19661231 199003 1 100

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang atas segenap limpahan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan
salam penulis curahkan kepada nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga,
sahabat, dan para pengikutnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN dengan judul :“Efektivitas M-Walet (Media
Whatsapp Leaflet) Pada Pasien Tentang Perawatan Post SC Di Ruang IBS RS
H.L. Manambai Abdul Kadir”

Rancangan Aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu


syarat untuk menyelesaikan Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan I-V
Tahun 2022 yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selesainya Rancangan Aktualisasi ini tidak terlepas dari dukungan dan


bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. Bapak Ir. Lalu Hamdi, M.Si selaku Kepala BPSDM Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Barat.
2. Seluruh Panitia Penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan
I-V
3. Ibu Wiwik Suprihatin, S.S.,M.E selaku coach atas semua arahan, bimbingan,
motivasi, masukan dan kesabarannya dalam membuat rancangan aktualisasi
ini.
4. Nikodimus Margo R, S.Kep.Ns, M.Kep selaku mentor atas semua arahan,
bimbingan, motivasi, masukan dan kesabarannya selama perancangan
program aktualisasi.
5. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi Ber-AKHLAK sehingga dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.

iv
6. Seluruh Panitia dan Pengamat yang telah membantu dan menfasilitasi kegiatan
latsar.
7. Segenap tenaga medis dan karyawan RS H.L Manambai Abdulkadir Provinsi
NTB
8. Keluarga yang telah mendukung dan mendoakan selalu mendukung penulis,
dan
9. Keluarga besar peserta Latsar Golongan III Angkatan I-V tahun 2021
Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap masukan-masukan dari berbagai
pihak supaya rancangan laporan menjadi lebih baik sehingga rancangan ini dapat
dijadikan dasar dalam pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN,
serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang
membutuhkan.

Sumbawa, 15 Maret 2022


Penulis,

v
DAFTAR ISI

Contents
HALAMAN PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI
DASAR ASN....................................................... Error! Bookmark not defined.

HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI


DASAR ASN....................................................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI


DASAR ASN...................................................................................................... iii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ iv

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ viii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. ix

BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................. 1

1.1. LATAR BELAKANG ........................................................................... 1

1.1.1. Gambaran Umum Organisasi .......................................................... 1

1.1.2. Tugas dan Fungsi ............................................................................ 3

1.1.1. Visi Misi Daerah dan Tanggung Jawab Organisasi.......................... 6

1.1.2. Tujuan Organisasi ........................................................................... 8

1.1.3. Nilai – Nilai Budaya Kerja Organisasi ............................................ 9

1.1.4. Tugas dan Fungsi Peserta ................................................................ 9

1.2. Tujuan ................................................................................................. 16

1.3. Ruang lingkup ..................................................................................... 16

BAB II IDENTIFIKASI ISU............................................................................. 17

2.1 Identifikasi Isu ..................................................................................... 17

2.2 Analisis Isu .......................................................................................... 21

vi
2.3 Penetapan Isu ....................................................................................... 23

2.4 Gagasan Kreatif Pemecahan Isu ........................................................... 28

2.5 Tabel Rancangan Aktualisasi ............................................................... 29

2.6. Tabel Kegiatan Aktualsasi ................................................................... 38

BAB III HASIL AKTUALISASI……………………………………………… 40

3.1 Pelaksanaan Aktualisasi………………………………………………...40

3.2 Capaian Aktualisasi……………………………………………………..40

3.3 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan…………………………………………..53

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………...54

4.1 Kesimpulan……………………………………………………………..54

4.2 Saran…………………………………………………………………….54

4.3 Rencana Tindak Lanjut…………………………………………………55

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………57

LAMPIRAN……………………………………………………………………..58

vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Gambar Percakapan Tentang Ketenagaan di IBS………………. 14

Gambar 1.2. Gambar Form Edukasi Terintegrasi………………………………15

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Tabel Identifikasi Isu…………………………………………………17

Tabel 2.2. Tabel Analisis Isu…………………………………………………….22

Tabel 2.3. Tabel Rancangan Aktualisasi…………………………………………30

Tabel 2.4. Tabel Jadwal Kegiatan Aktualisasi…………………………………...38

Tabel 3.1. Tabel Membuat Kerangka Acuan Kerja……………………………...40

Tabel 3.2. Tabel Konsultasi Dengan Atasan dan Kordinasi Dengan Rekan ……42

Tabel 3.3. Tabel Merancang Form Observasi,Leaflet dan Video Edukasi………43

Tabel 3.4. Tabel Koordinasi dengan Rekan Sejawat…………………………….45

Tabel 3.5. Tabel Pelaksanaan Observasi Awal…………………………………..46

Tabel 3.6. Tabel Sosialisasi SOP dan Pemanfaatan M-Walet……………………47

Tabel 3.7. Tabel Kegiatan Role Play…………………………………………….48

Tabel 3.8. Tabel Observasi Akhir……………………………………………….50

Tabel 3.9. Tabel Analisis Observasi Awal dan observasi akhir….…………… 51

Tabel 3.10 Tabel Diagram Analisis Observasi awal dan observasi akhir……….52

Tabel 3,11 Tabel Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Habituasi………………………53

ix
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

1.1.1. Gambaran Umum Organisasi


Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir yang berlokasi di Jalan
Lintas Sumbawa - Bima KM 5 Kecamatan Seketeng, Kabupaten Sumbawa
Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah Sakit HL. Manambai
Abdulkadir merupakan salah satu SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi
NTB yang menjadi instansi penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah di
Bidang Pelayanan Kesehatan, merupakan rumah sakit Tipe C dengan surat
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.02.03./ I/
2159/ 2013 dan telah Terakreditasi Utama oleh Komisi Akreditasi Nasional
(KARS) Nomor Sertifikat KARS-SRT/120/XII/2018, Tanggal 15 Desember
2018. (Dokumen Profil Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir, 2019).
Secara historis Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir pada awalnya
berdiri bernama Rumah Sakit Rujukan Provinsi Di Sumbawa. Rumah sakit ini
mulai dioperasikan bulan Oktober 2012 dan diresmikan tanggal 17 Desember
2012 oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, dengan status Unit Pelaksana
Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang
tertuang dalam Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat tentang Organisasi
dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Rumah Sakit Umum
Daerah Provinsi di Sumbawa Nomor : 24 Tahun 2010. (Dokumen Profil
Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir, 2019).
Selanjutnya pada Tahun 2014 Rumah Sakit Rujukan Provinsi Di
Sumbawa mengalami perubahan Nama dan Status. Rumah Sakit Umum
Daerah Provinsi di Sumbawa bernama Rumah Sakit H.L. Manambai
Abdulkadir, berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor:
440-288 tahun 2014, Tanggal 26 Maret 2014 Tentang Perubahan Nama

1
Rumah Sakit. Sedangkan perubahan Status Rumah Sakit Rujukan Provinsi Di
Sumbawa, sesuai Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja
Inspektorat, BAPPEDA dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa Tenggara
Barat, Maka Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir yang semula
berstatus Unit Pelaksana Teknis daerah (UPTD) dari Dinas Kesehatan
Provinsi NTB, berubah menjadi Lembaga Teknis Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Barat. (Dokumen Profil Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir,
2019).
Selanjutnya RS H.L Manambai Abdulkadir juga ditunjuk sebagai
Rumah sakit Rujukan Regional Se-Pulau Sumbawa berdasarkan Surat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor: ir.02.01/ i.i/ 559/ 2015,
tanggal 28 Januari 2015. Rumah sakit ini dibangun dengan tujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumbawa serta
memenuhi kebutuhan akan pelayanan Kesehatan, dan Letak Geografis Pulau
Sumbawa yang jauh dari Ibu Kota Provinsi sehingga untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan lanjutan harus ke Rumah Sakit Umum atau yang lainnya
di Mataram, karena itu lah RS H.L Manambai Abdulkadir dibangun agar
masyarakat di Pulau Sumbawa dapat mengakses Pelayanan Kesehatan yang
optimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(Dokumen Profil Rumah Sakit
HL. Manambai Abdulkadir, 2019).
Dalam upaya mewujudkan pelayanan berkualitas terdapat beberapa
layanan kesehatan yang diberikan di Rumah Sakit H.L. Manambai
Abdulkadir. Jenis pelayanan di Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir
terbagi menjadi pelayanan medis, penunjang medis dan penunjang non medis.
Pelayanan medis meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap,
instalasi gawat darurat, instalasi bedah sentral dan intensive care unit.
Pelayanan penunjang medis mencakup 4 jenis pelayanan yakni pelayanan
radiology & imaging, laboratorium dan farmasi, gizi rumah sakit, serta
pelayanan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana merupakan

2
penunjang non medis di rumah sakit. Fasilitas rawat inap yang terdapat di
Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir berupa bangsal VVIP,VIP,kelas 1,
kelas 2, kelas 3, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit
(NICU) dan perinatal.(Dokumen Profil Rumah Sakit HL. Manambai
Abdulkadir, 2019).

1.1.2. Tugas dan Fungsi


1. Tugas
Membantu gubernur dalam menyelenggarakan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan, melaksanakan upaya kesehatan
secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan
upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi
dan terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit dan melaksanakan upaya rujukan kesehatan serta
penyelenggaraan pendidikan, pelatihan penelitian dan
pengembangan kesehatan dan melaksanakan pelayanan bermutu
sesuai standar pelayanan Rumah Sakit Kelas C. (Dokumen Profil
Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir, 2019; Dokumen Rencana
Strategis Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir tahun 2019-
2023; LAKIP Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir, 2019).
2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokok RS H.L. Manambai
Abdulkadir menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan, pemulihan kesehatan

dan rujukan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;


2. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber

daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan


dalam pemberian pelayanan kesehatan
3. Pengkooordinasian dan pembinaan rumah sakit umum

4. Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan tugas sesuai

dengan tugas pokok dan fungsinya;

3
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur

sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.


Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
nomor 12 tahun 2014, Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir
dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bertanggung jawab
kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah dan dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya secara teknis operasional
berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta dikoordinasikan oleh
Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat. Berikut
Struktur Organisasi RS HL Manambai Abdulkadir :

IBS

Adapun Struktur Organisasi Rumah Sakit H.L. Manambai


Abdulkadir terdiri dari :
a. Direktur
b. Bagian Tata Usaha, yang terdiri dari :
1. Subbagian Umum dan Kepegawaian
2. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan
3. Subbagian Perencanaan dan Keuangan
c. Bidang Penunjang, terdiri dari:

4
a. Seksi Logistik
b. Seksi Penunjang Medik
d. Bidang Pelayanan, terdiri dari:
a. Seksi Pelayanan Medik
b. Seksi pengembangan Mutu Pelayanan Medis
e. Bidang Keperawatan
a. Seksi Keperawatan
b. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Keperawatan
f. Instalasi;
g. Satuan Pengawas Internal
h. Komite
i. Staf Medik Fungsional;
j. Kelompok Jabatan Fungsional.
Dari struktur organisasi tersebut terlihat salah satu unit khusus
yang ada di Rumah Sakit RS HL Manambai Abdulkadir yaitu
Instalasi Bedah Sentral. instalasi Bedah Sentral (IBS) merupakan
salah satu ruangan yang berfungsi memberikan pelayanan tindakan
operasi emergency selama 24 jam, terletak di sebelah barat dan
bersebelahan dengan ruang ICU, ruang operasi RS HL Manambai
sendiri terdiri dari 5 ruang kamar operasi, 1 ruang transit pasien, 1
ruang recovery room, 1 ruang tunggu keluarga pasien, ruang
spoelhock, ruang sterilisator serta dilengkapi oleh peralatan
kesehatan seperti mesin anestesi, lampu operasi, electrosurgery,
section unit, meja operasi, mesin scrubbing, film viewer, mesin
sterilisator. Adapun ketenagaan yang terdapat di ruang IBS itu
sendiri terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter spesialis
bedah, dokter spesialis anestesi, dokter THT, apoteker, peñata
anestesi dan perawat bedah. (Dokumen Profil Rumah Sakit HL.
Manambai Abdulkadir, 2019).

5
1.1.1. Visi Misi Daerah dan Tanggung Jawab Organisasi
Visi Daerah Provinsi NTB: Membangun Nusa Tenggara
Barat yang Gemilang. (Profil Pemerintah Provinsi NTB Tahun
2018-2023).
Misi Daerah Provinsi NTB: dalam rangka mewujudkan visi
membangun NTB Gemilang ditetapkan 6 misi pembangunan
Provinsi NTB Tahun 2019-2023 antara lain: (Profil Pemerintah
Provinsi NTB Tahun 2018-2023):
a. Misi I “BANGKIT KEMBALI & AMAN” : Akselerasi
Pengembangan Infrastruktur Penunjang Sektor Unggulan dan
Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana serta Mitigasi Bencana
b.Misi II “NTB BERSIH & MELAYANI” Akselerasi
Transformasi Birokrasi Yang Bersih dan Melayani.
c. Misi III “NTB SEHAT & CERDAS” Akselerasi Peningkatan
Kualitas Daya Saing Sumber Daya Manusia Sebagai Pondasi
Daya Saing Daerah
d.Misi IV “NTB ASRI & LESTARI” Optimalisasi Pengelolaan
Sumber Daya Alam dan Lingkungan yang Berkelanjutan
e. Misi V “NTB SEJAHTERA & MANDIRI” Akselerasi
Penanggulangan Kemiskinan, Mengurangi Kesenjangan dan
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Bertumpu pada
Pariwisata dan Industri
f. Misi VI “NTB ADIL & BERKAH” Aksel;erasi Perwujudan
Masyarakat Madani yang Beriman, Berkarakter, Penegakan
Hukum yang Berkeadilan
Jika menelaah keenam misi Gubernur/Wakil Gubernur NTB
dihubungkan dengan pelayanan pada RS H.L Manambai
Abdulkadir, maka keterkaitan yang sangat erat terlihat pada Misi
Ketiga RPJMD 2019-2023 “NTB Sehat dan Cerdas”dengan tujuan
mewujudkan masyarakat NTB yang berdaya saing dimana salah
satu sasarannya sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi dari

6
RS H.L Manambai Abdulkadir yaitu meningkatkan jangkauan dan
pelayanan kesehatan. (Dokumen Profil Rumah Sakit H.L Manambai
Abdulkadir, 2019).
Peningkatan Kualitas dan Jangkauan pelayanan Kesehatan di
RS H.L Manambai Abdulkadir sebagai RS Rujukan Regional
Sepulau Sumbawa menjadi sangat penting agar dapat memberikan
pelayanan yang optimal pada masyarakat.Untuk meningkatkan
kualitas dan jangkauan layanan diperlukan inovasi dan komitmen
dari seluruh pejabat dan karyawan RS H.L Manambai Abdulkadir.
Salah satu layanan unggulan yang sedang dikembangkan oleh RS
H.L Manambai Abdulkadir adalah layanan Hemodialisa untuk
penanganan kasus gagal ginjal. Disamping itu RS H.L Manambai
Abdulkadir juga akan mengembangkan layanan untuk pasien
jantung. (Dokumen Rencana Strategis Rumah Sakit H.L Manambai
Abdulkadir tahun 2019-2023).
Tanggung jawab tersebut mengharuskan rumah sakit untuk
tetap meningkatkan kualitas dan jenis pelayanan melalui
peningkatan kualitas sumber daya agar benar- benar mampu
berperan sebagai rumah sakit rujukan, maka RS H.L Manambai
Abdulkadir dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme seluruh jajarannya, agar dapat memberikan
kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia melalui
peningkatan kualitas pelayanan. (Dokumen Rencana Strategis
Rumah Sakit H.L Manambai Abdulkadir tahun 2019-2023).
Rumah sakit merupakan salah satu OPD yang berfungsi
sebagai pemberi layanan publik khususnya pelayanan kesehatan
yang memiliki peran sangat strategis sehingga diharapkan dapat
berperan optimal dalam mempercepat pembangunan kesehatan di
NTB. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral
pembangunan nasional yang bertujuan memperbaiki, memelihara
dan meningkatkan status kesehatan perorangan, keluarga, kelompok

7
dan masyarakat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. (Dokumen Rencana Strategis Rumah Sakit H.L
Manambai Abdulkadir tahun 2019-2023).

1.1.2. Tujuan Organisasi


Sebagai rumah sakit provinsi, RS H.L Manambai Abdulkadir
mengemban tanggung jawab untuk menjadi pusat rujukan bagi
rumah sakit yang ada di NTB maupun kawasan timur Indonesia
baik RS milik pemerintah maupun non pemerintah. Tanggung
jawab tersebut mengharuskan rumah sakit untuk tetap
meningkatkan kualitas dan jenis pelayanan melalui peningkatan
kualitas sumber daya agar benar-benar mampu berperan sebagai
rumah sakit rujukan.
Sebagai Rumah Sakit Rujukan Yang Unggul Dalam Aspek
Pendidikan, maka RS H.L Manambai Abdulkadir dituntut untuk
mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seluruh
jajarannya, agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan
sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas layanan
pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di NTB maupun
kawasan timur Indonesia. Di samping itu sebagai rumah sakit
rujukan regional, RS H.L Manambai Abdulkadir berencana
melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan
serta menjadi rujukan penelitian di kawasan timur Indonesia
maupun Nasional.
Dari hasil pemikiran semua unsur yang terlibat dalam
penyusunan Renstra rumah sakit ini, maka ditetapkan tujuan RS
H.L Manambai Abdulkadir adalah “Meningkatnya Kualitas dan
Jangkauan Layanan Kesehatan”. (Dokumen Rencana Strategis
Rumah Sakit H.L Manambai Abdulkadir tahun 2019-2023).

8
1.1.3. Nilai – Nilai Budaya Kerja Organisasi
Nilai-nilai budaya kerja Rumah Sakit HL. Manambai
Abdulkadir yaitu “Melayani dengan sepenuh hati dengan Cepat,
Tepat, Ramah, Proaktif dan Konsisten sebagai peningkatan mutu
pengetahuan kesehatan masyarakat” yang dijelaskan sebagai
berikut:
Cepat : Memberikan Pelayanan Secepat Mungkin
Tepat : Memberikan Pelayanan Sesuai Kebutuhan
Ramah : Memberikan Pelayanan dengan senyum, salam dan
bersahabat
Pro-Aktif : Memberikan Pelayanan dengan tanggap/empati dan
peduli
Konsisten : Melayani sesuai standar pelayanan

1.1.4. Tugas dan Fungsi Peserta


Perawat merupakan tenaga fungsional yang termasuk dalam
Kelompok Jabatan Fungsional yang mempunyai tugas melakukan
kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai
dengan bidang keahliannya berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Direktur dan berada di lingkungan unit kerja sesuai dengan
kompetensinya. Perawat bekerja dibawah atasan langsung Kepala
Seksi Keperawatan dan Kepala Seksi Perencanaan dan
Pengembangan Keperawatan yang dibawahi oleh Kepala Bidang
Keperawatan. Jumlah tenaga fungsional keperawatan ditentukan
berdasarkan kebutuhan dan beban kerja rumah sakit (Dokumen
LAKIP Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir, 2019).
Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019
tentang Jabatan Fungsional Perawat, perawat merupakan Pegawai
Negeri Sipil dalam rumpun ilmu kesehatan yang diberikan tugas,

9
tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwenang untuk melaksanakan pelayanan keperawatan. Perawat
berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional dibidang
Pelayanan Keperawatan pada Fasyankes atau Fasilitas Kesehatan
Lainnya di lingkungan Instansi Pemerintah. Perawat berkedudukan
di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Pejabat
Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, atau Pejabat
Pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas
Jabatan Fungsional Perawat (Permenpan RB no, 2019).
Jabatan Fungsional Perawat adalah jabatan karier PNS yang
mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang
untuk melaksanakan kegiatan pelayanan keperawatan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan, yang meliputi pemberian asuhan
keperawatan, dan pengelolaan keperawatan. Pengangkatan PNS
dalam Jabatan Fungsional Perawat dilakukan melalui pengangkatan
pertama; perpindahan dari jabatan lain; dan promosi (Permenpan
RB, 2019).
Jabatan Fungsional Perawat tersebut terbagi menjadi jabatan
fungsional kategori keterampilan dan keahlian. Perawat kategori
keterampilan terdiri dari perawat terampil, mahir dan penyelia
sedangkan kategori keahlian meliputi perawat ahli pertama, ahli
muda, ahli madya dan ahli utama. Penulis merupakan kategori
perawat ahli pertama yang bekerja di setting pelayanan kesehatan
(rumah sakit) khususnya di Instalasi Bedah Sentral dengan
gambaran tugas dan fungsi mengacu pada Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional
Perawat sebagai berikut:
1. Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu;
2. Memberikan konsultasi data pengkajian keperawatan
dasar/lanjut;

10
3. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan;
4. melakukan upaya peningkatan kepatuhan kewaspadaan standar
pada pasien/petugas/ pengunjung sebagai upaya pencegahan
infeksi;
5. mengajarkan teknik kontrol infeksi pada keluarga dengan
penyakit menular;
6. merumuskan diagnosis keperawatan pada individu
7. membuat prioritas diagnosis keperawatan dan masalah
keperawatan;
8. menyusun rencana tindakan keperawatan pada individu
(merumuskan, menetapkan tindakan);
9. menyusun rencana tindakan keperawatan pada keluarga
(merumuskan, menetapkan tindakan);
10. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi
pembedahan pada tahap pre/intra/post operasi;
11. melakukan tindakan keperawatan pemenuhan kebutuhan nutrisi;
12. melakukan tindakan keperawatan pemenuhan kebutuhan
eliminasi;
13. melakukan tindakan keperawatan pemenuhan kebutuhan
mobilisasi;
14. melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri;
15. melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman dan
pengaturan suhu tubuh;
16. memfasilitasi adaptasi dalam hospitalisasi pada individu;
17. melakukan pendidikan kesehatan pada individu pasien;
18. melakukan pendidikan kesehatan pada kelompok;
19. melakukan pendidikan kesehatan pada masyarakat;
20. melakukan pemenuhan kebutuhan oksigenisasi kompleks;
21. melakukan komunikasi dengan klien yang mengalami hambatan
komunikasi;

11
22. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang kompleks pada
area medikal bedah;
23. melakukan perawatan luka;
24. melakukan pemantauan atau penilaian kondisi pasien selama
dilakukan tindakan keperawatan spesifik sesuai kasus dan
kondisi pasien;
25. melakukan konsultasi keperawatan dan kolaborasi dengan
dokter;
26. melakukan rehabilitasi mental spiritual pada individu;
27. melakukan penatalaksanaan manajemen gejala;
28. melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu;
29. melakukan pendokumentasian tindakan keperawatan;
30. melakukan preseptorship dan mentorship;
Terlihat dari uraian tugas yang sudah di uraikan di atas bahwa
salah satu tugas dan fungsi perawat adalah memberikan pendidikan
atau edukasi kesehatan pada individu maupun kelompok, dimana
edukasi yang diberikan kepada pasien maupun keluarga sangat
penting agar tercapainya prilaku individu, keluarga dan masyarakat
dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan
sehat, serta peran aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal,adapun tujuan lainnya yaitu bagaimana individu
maupun keluarga ataupun masyarakat dapat berperilaku dengan
konsep hidup sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga
diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
Menurut Undang-undang Kesehatan No 23 Tahun 1992 dan
WHO, tujuan memberikan edukasi kesehatan adalah meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan, baik secara fisik, mental dan sosialnya, sehingga
produktif secara ekonomi maupun social baik pemberantasan
penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan
kesehatan, maupun program kesehatan lainnya (Mubarok, 2009).

12
Komunikasi, informasi dan edukasi sangat penting diberikan
kepada ibu post section caesaria untuk memfasilitasi ibu pulih dari
pembedahan dan menumbuhkan motivasi ibu dalam melakukan
perawatan pada luka post Sectio Saecaria. Survey global kesehatan
oleh world Health Organization (WHO,2013) yang dituliskan dalam
data statistic kesehatan dunia menyebutkan peningkatan kejadian
Sectio Caecaria tidak hanya terjadi di Negara- Negara maju saja,
Negara berkembang mendapatkan peningkatan yang signifikan,
salah satunya Negara Indonesia. Hasil penelitian dalam jurnal
penelitian andalas mengenai kasus persalinan Sectio Caesaria di
Indonesia pada tahun 2009 telah mencapai 29,6 % (Afriani
dkk.,2013).
Studi pendahuluan di RSIA Melati Husada Malang di
dapatkan hasil jumlah persalinan Sectio Caesaria pada tahun 2017
yaitu sebesar 1176 persalinan dari 1920 persalinan, sehingga
presentase kelahiran dengan SC selama satu tahun tersebut sebesar
61,3 % dari jumlah persalinan. Sectio caesaria merupakan tindakan
yang beresiko, dampak yang ditimbulkan antara lain, berupa
pendarahan ,infeksi, emboli paru, kegagalan ginjal akibat hipotensi
yang lama. Pasien yang menjalani persalinan dengan metode SC
biasanya merasakan berbagai ketidaknyamanan, seperti rasa nyeri
dari insisi abdominal dan efek samping anastesi. Kelahiran melalui
SC juga dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan psikologis
terutama pada pengalaman SC yang tidak direncanakan (emergensi)
(Green,2012).
Unit IBS RS HL.Manambai Abdulkadir dari data yang
penulis dapatkan dari SIMRS, dari 85 pasien perbulan yang
melakukan tindakan operasi, sebanyak 50 pasien didominasi
tindakan sectio Caesaria, namun adapun hasil observasi dan
pengamatan penulis selama bertugas di Ruang IBS RS HL
Manambai Abdulkadir terlihat memang dalam pemberian edukasi

13
pasien di ruang transit IBS belum berjalan sesuai SOP yang telah di
tetapkan Rumah Sakit, terbukti dari temuan yang penulis dapatkan
dari salah satu Rekam Medis pasien, terlihat form pemberian
edukasi tidak terisi dengan lengkap tampak pada gambar 1.2 (Form
edukasi pasien terintegrasi), sehingga penulis mengambil
kesimpulan bahwa memang benar SOP yang ada belum dijalankan
secara optimal oleh perawat.
Banyak factor yang penulis lihat dan hasil konsultasi dengan
kepala ruangan mengenai tidak berjalannya secara optimal
pemberian edukasi di ruang transit IBS, salah satu factor yaitu dari
segi ketenagaan memang benar dari jumlah tindakan operasi yang
cukup padat belum sebanding dengan jumlah ketenagaan yang ada,
selain itu hasil diskusi beberapa waktu lalu dengan kepala ruangan
terlihat pada gambar 1.1, jika di ukur dengan teori WISN yang di
terapkan oleh Badan Kepegawaian Daerah NTB memang masih
jauh dari standar jumlah ketenagaan yang seharusnya jika
dibandingkan dengan beban kerja petugas yang ada di ruang IBS,
selain itu juga budaya kerja yang ada saat ini di unit IBS seperti
masih ditemukannya pegawai yang datang tidak tepat waktu juga
mempengaruhi ketidakoptimalan pemberian edukasi pasien di ruang
transit IBS, oleh karenanya penulis mengangkat Isu “ Belum
Optimalnya Pemberian Edukasi Pada Pasien dan keluarga mengenai
perawatan Post SC di Ruang Transit IBS”

Gambar. 1.1. gambar percakapan tentang ketenagaan IBS

14
Gambar. 1.2. Gambar Form Edukasi Terintegrasi
Dari data dan fakta yang penulis temukan tersebut penting
kiranya penulis mencari strategi pemecahan isu bagaiamana
pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga dapat berjalan
optimal sebab jika hal tersebut tidak segera di atasi tentunya akan
memiliki dampak yang cukup serius bagi pasien utamanya seperti
apa yang telah penulis paparkan di atas dan tentunya citra
pelayanan yang di berikan Rumah sakit yang menjadi tolak ukur
keberhasilan dari salah satu misi organisasi memberikan pelayanan
secara professional tidak terwujud sehingga tentunya akan
berbanding terbalik bagi misi daerah yaitu menjadikan NTB Sehat
dan Cerdas’.
Adapun gagasan kreatif penulis dalam melaksanakan strategi
pemecahan isu tersebut adalah bagaimana menciptakan sebuah
system yang dapat membantu petugas dalam menerapkan SOP
edukasi secara optimal dengan keterbatasan tenaga dan waktu
sehingga pasien dapat menerima haknya dalam mendapatkan
pengetahuan tentang kondisi kesehatannya khusnya perawatan post
section saecaria, salah satunya memanfaatkan media whatshap dan
leaflet, yang akan penulis jabarkan secara lebih detail pada bab
berikutnya.

15
1.2. Tujuan
a. Tujuan Jangka Pendek
Peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta dapat
menyelasaikan isu “Belum optimalnya pemberian edukasi pada pasien dan
keluarga mengenai perawatan post SC di Ruang transit IBS RS
HL.Manambai Abdulkadir” yang berkaitan dengan Manajemen ASN dan
Smart ASN yang ada dalam unit kerja melalui penerapan Nilai- Nilai Dasar
BerAKHLAK.
b. Tujuan Jangka Menengah
Memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat sehingga
akan menimbulkan kepuasan, serta akan menjadi nilai tambah bagi Rumah
Sakit di mata masyarakat, disamping juga laporan Aktualisasi ini dapat
digunakan sebagai bahan dalam proses akreditasi Rumah Sakit serta
pengembangan karya tulis ilmiah.
c. Tujuan Jangka Panjang
Memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewuudkan misi ketiga
dari pemerintah Provinsi NTB yaitu “NTB bersih dan Sehat.

1.3. Ruang lingkup


Ruang lingkup dari aktualisasi ini yaitu pelaksanaan kegiataan aktualisasi ini
dilakukan selama 30 hari kerja terhitung mulai tanggal 19 maret 2021 sampe
dengan 18 april 2022 di lingkungan tempat kerja RS HL Manambai
Abdulkadir Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan mengaktualisasikan nilai
nilai dasar berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal,
adaptif dan kolaboratif dalam melaksanakan tugas sehari-hari diruang IBS RS
HL Manambai Abdulkadir.

16
BAB II
IDENTIFIKASI ISU

2.1 Identifikasi Isu


Secara umum isu diartikan sebagai suatu fenomena/kejadian yang diartikan
sebagai masalah, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah
masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal usulnya
dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas desus.

Adapun daftar isu yang diperoleh dari Agenda Ketiga Pelatihan Dasar
CPNS yang dilihat dari aspek (Manajemen ASN, Smart ASN) pada unit kerja
penulis Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir yang dirumuskan bersama
dengan pihak mentor dan couch dapat ditampilkan pada tabel berikut :

Table 2.1 Identifikasi Isu

No Identifikasi isu Sumber isu Kondisi yang


diharapkan

1 Kurangnya kepatuhan Smart ASN Meningkatnya


pengunjung melakukan (profesionalisme, kepatuhan
hand hygiene di ruang RR hospitality) dan Pengunjung
IBS RS HL Manambai manajemen ASN mematuhi aturan
Abdulkadir yang di terapkan di
ruang RR IBS
Rumah Sakit HL
Manambai
Abdulkadir untuk
melakukan hand
hygiene

2. Kurangnya kepatuhan Manajemen ASN Meningkatnya


petugas dalam membuang dan Smart ASN kepatuhan petugas

17
sampah medis dan non (integritas, dalam membuang
medis pada tempatnya di profesionalisme) sampah medis dan
ruang IBS RS HL non medis pada
Manambai Abdulkadir tempatnya di Ruang
IBS RS HL
Manambai
Abdulkadir

3. Belum optimalnya proses Manajemen ASN Proses pembersihan


pencucian instrument di dan Smart ASN instrument sesuai
Ruang IBS RS HL (profesionalisme, SOP, Instrument
Manambai Abdulkadir integritas, bersih dan steril
Nasionalisme) tanpa ada sisa darah
sedikitpun

4. Belum optimalnya Manajemen ASN Informasi mengenai


pemberian edukasi pada dan Smart ASN ( perawatan post
pasien dan keluarga profesionalisme,inte operasi SC di ruang
mengenai perawatan post gritas, transit tersampaikan
SC di Ruang transit IBS RS nasionalisme,berwa sesuai SOP yang ada
HL.Manambai Abdulkadir wasan di Ruang IBS RS
global,menguasai IT HL Manambai
dan bahasa asing, Abdulkadir, petugas
berjiwa hospitality, aktif
enterpreunership dan menyampaikan
memiliki jaringan edukasi perawatan
yang luas) post SC sebelum
dilakukan tindakan
pembedahan sesuai
SOP yang sudah ada

18
di ruangan.

Dari keempat isu dan problematika hasil obeservasi penulis selama bertugas
di ruang IBS RS HL manambai Abdulkadir memang di temukan beberapa data
dan fakta yang dapat menjadi landasan penulis dalam menetapkan ke empat isu
tersebut yang dijelaskan berdasarkan uraian masing-masing isu, antara lain
sebagai berikut :

1. Kurangnya kepatuhan pengunjung melakukan hand hygiene di ruang RR IBS


RS HL Manambai Abdulkadir
Dari hasil pengamatan dan observasi penulis selama bertugas ditemukan
masih banyak pengunjung yang datang ke ruang IBS tidak mematuhi protocol
kesehatan sebelum masuk ruang recovery room tanpa melakukan hand
hygiene menggunakan hand sanitizer yang di sediakan oleh ruangan di depan
pintu masuk pengunjung, selain itu memang media informasi dan petugas
khusus yang mengontrol pasien masuk ke ruangan belum ada sehingga
banyak pengunjung di ruang IBS melanggar protocol kesehatan itu sendiri.
2. Kurangnya kepatuhan petugas dalam membuang sampah medis dan non
medis pada tempatnya di ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir
Penulis mengangkat isu ini karena dari hasil pengamatan dan observasi
selama bertugas di Ruang RS HL Manambai Abdulkadir terlihat masih
banyak sampah medis dan nonmedis bercampur menjadi satu serta belum
adanya media seperti poster yang mengingatkan petugas untuk membuang
sampah sesuai SOP yang ada di ruang IBS, penulis juga melihat adanya
ketidakpatuhan perawat dalam memilah tempat pembuangan sampah medis
dan non medis
3. Belum optimalnya proses pencucian instrument di Ruang IBS RS HL
Manambai Abdulkadir
Selama penulis bertugas di Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir dari
hasil pengamatan dan observasi terlihat memang proses pencucian alat belum

19
dilakukan secara maksimal disamping kondisi beban kerja perawat yang
cukup tinggi karena jumlah jadwal operasi yang cukup banyak dilakukan di
ruang IBS, sehingga membuat lama proses pencucian instrument belum
optimal terbukti dengan adanya sisa darah di sebagian kecil instrument yang
masih terlihat. Selain itu juga proses pembersihan instrument sebenarnya
bukan menjadi tugas perawat Intalasi Bedah Sentral melainkan tugas dari
bagian Central Steril Sevices Departement (CSSD) namun karena kondisi
Rumah Sakit yang belum memadai sehingga perawat sendiri yang melakukan
proses pembersihan hingga penyeterilan alat selesai.
4. Belum optimalnya pemberian edukasi pada pasien dan keluarga mengenai
perawatan post SC di Ruang transit IBS RS HL.Manambai Abdulkadir
Dari hasil pengamatan, observasi dan konsultasi dengan kepala ruangan
memang benar bahwa pemberian edukasi kepada pasien keluarga oleh
petugas belum dilaksanakan secara optimal sesuai SOP yang ada di ruang IBS
khususnya di Ruang transit pasien terbukti dengan belum lengkapnya
pengisian form edukasi terintegrasi pada rekam medis pasien yang ditemukan
penulis,disamping itu juga penulis mengangkat perawatan post SC
dikarenakan dari data yang penulis dapatkan dari SIMRS Rumah sakit dari
jumlah total pasien rata- rata selama 1 bulan yakni dari 85 pasien dengan
tindakan pembedahan, 50 tindakan di dominasi oleh operasi Sectio Secaria,
sehingga penulis mengambil fokus untuk memberikan informasi mengenai
perawatan post SC, namun output dari pelaksanaan pemberian informasi ini
harapan penulis tidak berhenti sebatas perawatan post SC sendiri namun
diharapakan dapat menjadi role model untuk informasi tindakan operasi
lainnya sehingga SOP yang ada di ruang IBS berjalan sesuai aturan sebelum
dilakukan tindakan pembedahan. Selain itu dari hasil konsultasi dengan
kepala ruang IBS melalui media whatsapp memang dari jumlah kebutuhan
tenaga dengan beban kerja perawat menurut teori WISN yang di gunakan
Badan Kepegawaian Daerah NTB dalam menghitung jumlah ketenagaan
dalam suatu ruangan di Rumah Sakit dengan beban kerja belum sebanding,
sehingga ini menjadi salah satu factor yang menyebabkan penerapan SOP

20
yaitu salah satunya melaksanakan pemberian informasi dalam hal edukasi
kepada pasien di ruang transit belum terlaksana secara optimal oleh tenaga
perawat di Ruang IBS. Penulis juga menemukan adanya peningkatan kasus
covid yang terjadi saat ini sehingga ini merupakan tantangan dan hambatan
dalam berinteraksi kepada pasien karena harus membatasi interaksi untuk
waktu yang relatif lama khususnya dengan pasien maupun keluarga. Tidak
adanya media edukasi atau informasi di ruang transit dari hasil pengamatan
selama bertugas juga menjadi dasar penulis mengangkat isu ini, dan fakta
yang lain yang penulis temukan adalah sebagian besar pasien tampak cemas
dengan tindakan operasi yang akan dijalani dan salah satu disebabkan
kurangnya informasi ataupun edukasi yang diterima tentang tindakan maupun
perawatan post operasi. Pemberian informasi pra bedah yang benar dan
diberikan secara optimal dapat menurunkan kecemasan pasien pra
pembedahan. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Sawitri (2008) yang
menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian informasi
pra bedah dengan penurunan tingkat kecemasan pada pasien pra bedah
mayor.

2.2 Analisis Isu


Analisis isu berfungsi untuk memahami bagaimana isu tersebut secara utuh
dan kemudian dengan menggunakan kemampuan berpikir konseptual dicarikan
alternatif jalan keluar pemecahan isu. Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu
yang telah dipaparkan, perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu
mana yang merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses
tersebut menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni
menggunakan metode tapisan isu APKL.

APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,


Kekhalayakan, dan Layak yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di


kalangan masyarakat.

21
2) Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks,
sehingga perlu dicarikan solusinya.
3) Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Sedangkan
4) Layak artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta relevan untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Adapun rentang nilai tekhnik analisis APKL adalah 1-5. 1 artinya isu
tersebut sangat kurang pengaruhnya, 2 artinya kurang pengaruhnya, 3 artinya
sedang pengaruhnya, 4 artinya kuat pengaruhnya dan 5 artinya sangat kuat
pengaruhnya. Berikut table analisis isu menggunakan tehnik tapisan isu APKL :

Table 2.2. Tabel Anlisis Isu

Kriteria Jumlah Peringkat

No IDENTIFIKASI ISU

A P K L

1 Kurangnya kepatuhan 5 4 4 2 15 3
pengunjung melakukan hand
hygiene di ruang RR IBS RS
HL Manambai Abdulkadir

2 Kurangnya kepatuhan petugas 5 4 2 3 14 4


dalam membuang sampah
medis dan non medis pada
tempatnya di ruang IBS RS
HL Manambai Abdulkadir

3 Belum optimalnya proses 5 4 4 4 17 2


pencucian instrument di
Ruang IBS RS HL Manambai

22
Abdulkadir

4 Belum optimalnya pemberian 5 4 5 4 18 1


edukasi pada pasien dan
keluarga mengenai perawatan
post SC di Ruang transit IBS
RS HL.Manambai
Abdulkadir.

2.3 Penetapan Isu


Berdasarkan hasil perumusan penulis menggunakan teknik tapisan isu
APKL pada table 1.2, core isu ”Belum optimalnya pemberian edukasi pada pasien
dan keluarga mengenai perawatan post SC di Ruang tansit IBS RS HL Manambai
Abdulkadir” memenuhi kategori aktual dan problematic karena memang saat ini
dari hasil pengamatan observasi dan konsultasi penulis dengan kepala ruangan
berserta mentor selama bertugas di IBS memang terlihat petugas belum maksimal
dan belum ada keseragaman dalam menerapkan pemberian edukasi kepada pasien
dan keluarga, sehingga layak untuk segera di carikan solusi pemecahan
masalahnya pada saat melaksakan agenda habituasi, sehingga segala dampak yang
dapat saja terjadi pada pasien post op bisa diminimalisir akibat SOP yang
dijalankan secara optimal, karena dengan menjalankan SOP pemberian edukasi
oleh petugas diharapkan dengan pemahaman yang diberikan pasien dapat
terhindar dari komplikasi seperti Infeksi Luka Operasi (ILO), dimana selama
penulis bertugas di Instalasi Bedah Sentral telah terjadi beberapa kasus reopen
luka post SC diakibatkan terjadinya infeksi, sehingga kondisi ini tentunya akan
merugikan pasien itu sendiri dari biaya perawatan akan semakin membengkak,
proses penyembuhan luka juga akan lebih lama serta tentunya tidak sejalan
dengan misi rumah sakit yakni pemberian pelayanan secara profesional . Penulis
sendiri mengambil role model implementasi pemberian edukasi focus ke sectio
secaria memang karena dari data yang penulis ambil dari SIMRS (Sistem

23
Informasi Manajemen Rumah Sakit) dimana jumlah pasien Sectio Caecaria
mendominasi dari jumlah pasien operasi lainnya.

Sectio Caesarea itu sendiri adalah cara melahirkan anak dengan cara
melakukan pembedahan / operasi lewat dinding perut dan dinding uterus untuk
melahirkan anak yang tidak bisa dilakukan pervaginam atau oleh karena keadaan
lain yang mengancam ibu atau bayi yang mengharuskan kelahiran dengan cara
segera sedangkan persyaratan pervaginam tidak memungkinkan. (Sarwono ,
2005).

a. Etiologi
Indikasi SC :
Indikasi klasik yang dapat dikemukakan sebagai dasar sectio caesarea adalah :
a. Prolog labour sampai neglected labour.
b. Ruptura uteri imminen
c. Fetal distress
d. Janin besar
e. Perdarahan antepartum (Manuaba,I.B,2001)
Sedangkan indikasi yang menambah tingginya angka persalinan dengan
sectio caecaria adalah :
a. Malpersentasi janin
1. Letak lintang
Bila terjadi kesempitan panggul, maka sectio caesarea adalah
jalan /cara yang terbaik dalam melahirkan janin dengan segala
letak lintang yang janinnya hidup dan besarnya biasa. Semua
primigravida dengan letak lintang harus ditolong dengan sectio
caesarea walaupun tidak ada perkiraan panggul sempit.
Multipara dengan letak lintang dapat lebih dulu ditolong
dengan cara lain.
2. Letak belakang
Sectio caesarea disarankan atau dianjurkan pada letak belakang
bila panggul sempit, primigravida, janin besar dan berharga.

24
b. Plasenta previa sentralis dan lateralis
c. Distosia serviks
b. Tujuan dilakukan Sectio Caecaria
Tujuan dilakukannya tindakan operasi sectio caesarea (SC) secara umum
adalah untuk mempersingkat lamanya perdarahan dan mencegah terjadinya
robekan serviks dan segmen bawah rahim. Sectio caesarea dilakukan pada
plasenta previa totalis dan plasenta previa lainnya jika perdarahan hebat.
Selain dapat mengurangi kematian bayi pada plasenta previa, sectio caesarea
juga dilakukan untuk kepentingan ibu, sehingga sectio caesarea dilakukan
pada placenta previa walaupun anak sudah meninggal.
c. Komplikasi
Adapun kompikasi yang bisa terjadi jika perawatan post op SC tidak
dipahami oleh pasien adalah sebagai berikut :
a. Infeksi Puerperalis
Komplikasi ini bersifat ringan, seperti kenaikan suhu selama
beberapa hari dalam masa nifas atau dapat juga bersifat berat,
misalnya peritonitis, sepsis dan lain-lain. Infeksi post operasi
terjadi apabila sebelum pembedahan sudah ada gejala - gejala
infeksi intrapartum atau ada faktor - faktor yang merupakan
predisposisi terhadap kelainan itu (partus lama khususnya setelah
ketuban pecah, tindakan vaginal sebelumnya). Bahaya infeksi dapat
diperkecil dengan pemberian antibiotika, tetapi tidak dapat
dihilangkan sama sekali, terutama SC klasik dalam hal ini lebih
berbahayadaripada SC transperitonealis profunda.
b. Perdarahan
Perdarahan banyak bisa timbul pada waktu pembedahan jika
cabang arteria uterina ikut terbuka atau karena atonia uteri
c. Komplikasi - komplikasi lain seperti : Luka kandung kemih dan
embolisme paru
d. Suatu komplikasi yang baru kemudian tampak ialah kurang kuatnya perut
pada dinding uterus, sehingga pada kehamilan berikutnya bisa terjadi

25
ruptura uteri. Kemungkinan hal ini lebih banyak ditemukan sesudah sectio
caesarea klasik.(mochtar, 1998)
d. Patofisiologi
Adanya beberapa kelainan / hambatan pada proses persalinan yang
menyebabkan bayi tidak dapat lahir secara normal / spontan, misalnya
plasenta previa sentralis dan lateralis, panggul sempit, disproporsi cephalo
pelvic, rupture uteri mengancam, partus lama, partus tidak maju, pre-
eklamsia, distosia serviks, dan malpresentasi janin. Kondisi tersebut
menyebabkan perlu adanya suatu tindakan pembedahan yaitu Sectio Caesarea
(SC).
Dalam proses operasi tentunya akan dilakukan tindakan anestesi yang
akan menyebabkan pasien mengalami imobilisasi sehingga akan
menimbulkan masalah intoleransi aktivitas. Adanya kelumpuhan sementara
dan kelemahan fisik akan menyebabkan pasien tidak mampu melakukan
aktivitas perawatan diri pasien secara mandiri sehingga timbul masalah
defisit perawatan diri.
Kurangnya informasi mengenai proses pembedahan, penyembuhan, dan
perawatan post operasi akan menimbulkan masalah kecemasan pada pasien.
Selain itu, dalam proses pembedahan juga akan dilakukan tindakan insisi
pada dinding abdomen sehingga menyebabkan terputusnya inkontinuitas
jaringan, pembuluh darah, dan saraf - saraf di sekitar daerah insisi. Hal ini
akan merangsang pengeluaran histamin dan prostaglandin yang akan
menimbulkan rasa nyeri (nyeri akut). Setelah proses pembedahan berakhir,
daerah insisi akan ditutup dan menimbulkan luka post op, yang bila tidak
dirawat dengan baik akan menimbulkan masalah risiko infeksi, sehingga
pemberian edukasi sangatlah penting dalam SOP pra pembedahan
disampaikan kepada pasien untuk mencegah hal – hal yang penulis telah
paparkan di atas sehingga ini yang menjadi dasar penulis mengangkat isu
yang ada di ruang IBS untuk segera di selesaikan karena menyangkut
keselamatan pasien itu sendiri .
Ada beberapa factor penyebab yang juga menjadi dasar mengapa isu”

26
belum optimalnya pemberian edukasi terhadap pasien dan keluarga mengenai
perawatan post SC di ruang IBS RS HL Manambai abdul kadir” menjadi
prioritas, penulis mencoba menjelaskan dari segi system terlihat bahwa ada 4
penyebab yang mendasar yaitu tingkat pendidikan pasien yang melakukan
operasi di Rumah Sakit RS HL Manambai Abdulkadir masih di didominasi
latar pendidikan SMA terbukti dari data observasi yang penulis dapatkan dari
rekam medis pasien,sarana edukasi yang tidak tersedia juga menjadi
penyebab isu tersebut muncul, selanjutnya budaya kerja juga menjadi
penyebab yang mempengaruhi isu ini muncul karena dari pengamatan penulis
selama bertugas memang banyak factor yang mepengaruhi budaya kerja itu
sendiri yaitu salah satunya sering dijumpai pegawai IBS datang ke Rumah
Sakit kurang tepat waktu sehingga akan berpengaruh besar terhadap
pelayanan yang akan diberikan kepada pasien, jadwal operasi yang cukup
padat dengan tenaga yang terbatas juga masuk dalam penyebab mengapa isu
ini menjadi prioritas untuk di selesaikan.
Selanjutnya dari sisi surroundings (lingkungan) dari hasil pengamatan
penulis selama bertugas di Ruang IBS terlihat memang pemberian edukasi
yang dilaksanakan oleh petugas di ruang transit IBS belum dilaksanakan
secara optimal, terbukti dengan adanya lembar edukasi yang tidak terisi
lengkap di status pasien. Kondisi pandemi yang saat ini terjadi juga menjadi
penyebab karena adanya pembatasan dalam lama waktu berinteraksi sehingga
baik petugas maupun pengunjung harus mematuhi protocol kesehatan yang di
terapkan oleh rumah sakit.
Dari sisi supplier (pemasok) dari hasil pengamatan dan kordinasi dengan
kepala ruangan memang dari jumlah kebutuhan tenaga dan beban kerja di
ruang IBS belum memadai. Dimana dengan jumlah jadwal operasi yang
cukup padat dengan ketenegaan yang ada di ruangan tidak berimbang. Belum
optimalnya pelaksanaan SOP juga menjadi penyebab sehingga butuh
sosialisasi kembali dari atasan untuk mengoptimalkan SOP yang sudah ada.
Terakhir dari sisi Skill (keterampilan) dari hasil pengamatan penulis
memang belum adanya kesadaran sebagian petugas untuk menjalankan SOP

27
yang sudah ada di ruangan berkaitan dengan budaya kerja yang sudah
menjadi kebiasaan sehingga perlu komitmen bersama dari semua pihak untuk
merubah budaya kerja yang saat ini terjadi di ruangan, kurangnya kesempatan
untuk mengikuti pelatihan juga menjadi salah satu penyebab, yang salah
satunya di akibatkan keterbatasan anggaran yang ada di rumah sakit, terakhir
kemampuan petugas untuk mengenal tugas dan fungsi pokoknya juga
menjadi salah satu penyebab sehingga skill yang dimiliki tidak di lakukan
secara optimal.
Dari penyebab- penyebab isu yang penulis coba uraikan di atas tentu
akan memiliki dampak yang sangat serius jika tidak segera di carikan strategi
pemecahan masalahnya, dampak yang bisa saja terjadi jika isu Belum
optimalnya pemberian edukasi pada pasien mengenai perawatan post SC di
Ruang Transit IBS” oleh petugas adalah dampak pada kualitas layanan itu
sendiri tidak berjalan secara professional sesuai misi rumah sakit dan misi
daerah no 3 yaitu NTB sehat dan cerdas , selain itu akan terjadi resiko infeksi
yang akan menyebabkan lama rawat akan semakin bertambah dan akan
menimbulkan beban biaya yang semakin tinggi dan tidak menutup
kemungkinan akan menimbulkan komplikasi yang serius seperti dapat
menyebakan kematian, kepercayaan masyarakat atas pelayanan kesehatan
yang diberikan Rumah Sakit menurun, serta akan mempengaruhi kesehatan
Ibu dan Bayi itu sendiri akibat kecemasan yang di alami akibat edukasi tidak
tersampaikan dengan baik.
Dari kondisi yang sudah jabarkan diatas, perlu kiranya penulis
menawarkan solusi untuk membantu mengatasi persoalan yang ada di ruang
IBS RS HL Manambai Abdulkadir, dengan gagasan- gagasan yang penulis
tawarkan sekiranya dapat membantu dalam penyelesaian core isu yang ada di
ruangan.

2.4 Gagasan Kreatif Pemecahan Isu


Adapun gagasan yang akan penulis tawarkan melalui rancangan kegiatan
aktualisasi yang tentunya berkaitan dengan agenda 3 yaitu SMART ASN

28
adalah dengan mensosialisasikan kembali SOP itu sendiri dan bagaimana
pemanfaatan media whatsapp dan leaflet (M-Walet) digunakan dalam
mengoptimalkan pemberian edukasi dalam bentuk sebuah video singkat
tentang bagaimana perawatan post operasi Sectio Caesaria kepada pasien dan
keluarga, dalam upaya memaksimalkan SOP yang sudah ada agar berjalan
sesuai mestinya sehingga pemberian pelayanan secara professional dapat
tercapai di Ruang IBS RS HL manambai Abdulkadir dan mendukung misi
daerah yaitu NTB sehat dan cerdas, dimana gagasan tersebut akan
dilaksanakan selama masa habituasi di lingkungan kerja, serta bagaimana
penulis mengaplikasikan setiap kegiatan tersebut mencerminkan nilai – nilai
dasar ASN BerAKHLAK

2.5 Tabel Rancangan Aktualisasi


Kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dibentuk berdasarkan
gagasan penulis sendiri yang disusun dengan landasan uraian tugas pokok dan
fungsi (perawat ahli pertama) di Ruang Transit IBS RS HL Manambai
Abdulkadir, diantaranya melakukan sosialisasi pada perawat tentang
bagaimana memaksimalkan penerapan SOP khususnya pemberian Informasi
atau edukasi kepada pasien dan keuarga mengenai perawatan post SC di
ruang Transit Instalasi Bedah Sentral dengan pemanfaatan media edukasi
berbasis whatsapp dan leaflet. Adapun rancangan aktualisasi yang akan
dilakukan dijabarkan dalam table berikut :

29
Table 2.3. Tabel Rancangan Kegiatan Aktualisasi

No Kegiatan dan Tahap Output Keterkaitan Substansi Keterkaitan dengan Aksi Kontribusi Terhadap
Kegiatan Kegiatan Mata Pelatihan Agenda II Bela Negara Visi dan Misi Daerah
BERAHLAK
PERENCANAAN :
1. Membuat KAK KAK terbentuk  Akuntabel Cinta Tanah Air Kegiaitan ini menguatkan
(kerangka Acuan Kerja) Penyusunan KAK Indikator: Memberikan Visi Daerah Membangun
a. Merancang KAK Berlandaskan dasar Hukum kontribusi pada kemajuan NTB Gemilang dan Misi
b. Melakukan yag jelas dan tujuan yang bangsa dan Negara: NTB Sehat dan Cerdas
konsultasi KAK jelas Aksi :Merancang KAK dimana menyusun KAK
dengan atasan Kode etik : Melakukan merupakan langkah awal
c. Melakukan tugas dengan jujur, Kesadaran Berbangsa untuk meningkatakan
perbaikan KAK bertanggungjawab, cermat,dan Bernegara kualitas pelayanan yang
d. Melakukan Indikator: Berpikir,
disiplin dan berintegritas diberikan kepada
tinggi bersikap dan berbuat yang masyarakat
konsultasi dan
terbaik bagi bangsa dan
menyampaikan
 Kompeten negaranya:
KAK final pada
Membuat kerangka acuan Aksi: Menyusun draft
atasan kerja KAK.
Kode etik: Melaksanakan
tugas dengan kualitas
terbaik.

 Harmonis
Dengan berkonsultasi
dengan atasan diharapkan
mampu membangun
suasana saling menghargai
Kode etik : membangun

30
lingkungan kerja yang
kondusif

2. Konsultasi dengan SOP, materi Leaflet  Akuntabel Setia pada Pancasila Kegiatan ini menguatkan
atasan dan dan Video Mencari sumber yang Indikator: Visi Daerah Membangun
berkoordinasi dengan kredibel terkait SOP 1. Menerapkan prisip dan NTB Gemilang dan Misi
rekan sejawat untuk edukasi dan materi Leaflet nilai musyawarah NTB Sehat dan Cerdas
menyusun form dan Video. mufakat : dimana konsultasi serta
observasi berdasarkan Kode etik : Melakukan Aksi: Berkaitan dengan koordinasi kepada atasan
SOP Edukasi serta tugas dengan jujur, melakukan konsultasi merupakan pondasi untuk
video dan leaflet terkait bertanggungjawab, cermat, dengan mentor dan meningkatakan kualitas
edukasi perawatan post disiplin dan berintegritas Kepala Ruangan pelayanan yang diberikan
SC tinggi terkait SOP ke masyarakat
a. Mencari dan 2. Saling membantu dan
menelaah SOP  Harmonis tolong menolong antar
edukasi dan bahan Dengan berkonsultasi sesama :
materi pembuatan dengan mentor dan Kepala Aksi: berkaitan dengan
Leaflet dan Vidio Ruangan serta kordinasi peserta meminta izin,
edukasi Perawatan dengan rekan sejawat masukan dan saran
Post SC diharapkan mampu kepada kepala ruangan
b. Berkoordinasi membangun suasana saling terkait penyusunan
dengan rekan menghargai form observasi
sejawat mengenai Kode etik : membangun
SOP Edukasi dan lingkungan kerja yang
materi Leaflet dan kondusif
Video
c. Konsultasi dengan  Kolaboratif
mentor terkait SOP Bersinergi dengan kepala

31
edukasi yang akan ruangan dan mentor dalam
digunakan dalam menelaah SOP edukasi dan
penyusunan form bahan pembuatan Leaflet
Observasi serta dan video
bahan Leaflet dan Kode etik :terbuka dalam
video bekerja sama untuk
d. Finalisasi SOP menghasilkan nilai tambah
Edukasi yang akan
digunakan sebagai
bahan penyusunan
form observasi dan
bahan materi leaflet
dan vidio edukasi
perawatan post SC

3. Merancang form Form observasi ,  Akuntabel Nilai Bela Negara Kegiaitan ini menguatkan
observasi berdasarkan leaflet dan video Form observasi dan materi Cinta Tanah Air Visi Daerah Membangun
SOP pemberian edukasi edukasi leaflet dan video tentang Indikator: Memberikan NTB Gemilang dan Misi
serta bahan/materi perawatan post SC disusun kontribusi pada kemajuan NTB Sehat dan Cerdas
whatsapp dalam bentuk berdasarkan sumber yang bangsa dan Negara: dimana mernacang form
video dan leaflet terkait kredibel Aksi :Melakukan sosialisasi observasi serta Leaflet
edukasi post SC Kode etik :melaksanakan tentang penerapan SOP serta video edukasi
a. Meyusun form tugas dengan jujur, Edukasi dengan rekan bertujuan untuk melihat
observasi bertanggung sejawat. sejauh mana pelayanan
berdasarkan SOP jawab,cermat,disiplin dan kepada masyarakat
b. Menyusun leaflet berintegritas tinggi. Rela Berkorban Untuk diberikan serta bertujuan
dan video edukasi Bangsa dan Negara untuk memberikan
perawatan post SC  Kolaboratif Indikator: Bersedia pelayanan yang optimal
Bersinergi dengan atasan mengorbankan waktu dan kepada masayarakat..
c. Konsultasi dengan
terkait penyusunan lembar pikirannya untuk kemajuan
atasan terkait form bangsa dan Negara:
observasi dan dan

32
observasi yang akan penyusunan leaflet serta Aksi : Melakukan
digunakan dan video edukasi perawatan sosialisasi SOP melalui
leaflet serta video post SC media whatsapp
edukasi perawatan Kode etik :terbuka dalam
post SC bekerja sama untuk
d. Finalisasi form menghasilkan nilai tambah
observasi serta
leaflet dan video
edukasi perawatan
post SC

PENGORGANISASIA
N
4. Koordinasi dengan Terlaksananya  Berorientasi Pelayanan Cinta Tanah Air Kegiatan ini menguatkan
rekan sejawat untuk koordinasi Koordinasi terkait SOP Indikator: Memberikan Visi Daerah Membangun
soisalisasi SOP edukasi edukasi dan pemanfaatan kontribusi pada kemajuan NTB Gemilang dan Misi
dan pemanfaatan M- M-Walet bertujuan untuk bangsa dan Negara: NTB Sehat dan Cerdas
Wallet tentang memberikan pelayanan Aksi :Membuat media dimana koordinasi terkait
perawatan post SC yang optimal Edukasi berbasis Whatsapp SOP Edukasi dan media
a. Melakukan diskusi Kode etik :memahami dan dalam bentuk video dan edukasi berbasis whatsapp
dengan rekan memenuhi kebutuhan leaflet dan leaflet merupakan
sejawat terkait masyarakat salah satu strategi untuk
rencana kegiatan Kesadaran Berbangsa meningkatkan kualitas
yang akan dilakukan  Kolaboratif dan Bernegara pelayanan yang diberikan
e. Membentuk tim Kegiatan koordnasi kepada Indikator: Berpikir, ke masyarakat.
efektif untuk rekan sejawat untuk bersikap dan berbuat yang
membantu dalam membangun sinergi dalam terbaik bagi bangsa dan
proses pemanfaatan menerpkan SOP dan negaranya:
leflet dan video Pemanfaatan M-Walet Aksi :Mencari literature dan

33
dalam memberikan Kode etik:memberi membuat konten video dan
edukasi kepada kesempatan berbagai pihak leaflet.
pasien dan keluarga untuk berkontribusi
5. Melakukan observasi Rekapan dan hasil  Berorientasi Pelayanan Cinta Tanah Air Kegiatan ini
awal tentang SOP tabulasi observasi Melihat pelayanan yang Indikator: Memberikan menguatkan Visi
edukasi temtang diberikan kepada pasien kontribusi pada kemajuan Daerah Membangun
perawatan post SC Kode etik : melakukan bangsa dan Negara: NTB Gemilang dan
menggunakan form perbaikan tiada henti Aksi :Melakukan observasi Misi NTB Sehat dan
observasi yang telah di dengan objektif
Cerdas dimana dengan
susun  Akuntabel
a. Mengobservasi Rela Berkorban Untuk melakukan observasi
Transparan dan objektif
pelaksanaan edukasi dalam melakukan Bangsa dan Negara awal bertujuan untuk
yang dilakukan pengukuran Indikator: Bersedia melihat sejauh mana
perawat di ruang Kode etik : Melakukan mengorbankan waktu dan pelayanan yang
IBS tugas dengan jujur, pikiran ya untuk kemajuan diberikan kepada pasien
b. Merekap hasil bertanggungjawab, cermat, bangsa dan Negara: untuk menjadi dasar
observasi disiplin dan berintegritas Aksi :Melakukan dalam mlakukan
tinggi pengukuran tingkat perbaikan untuk
pengetahuan tanpa bagaimana
mengharapkan imbalan dan meningkatakan kualitas
murni untuk memberikan
pelayanan kesehatan
kontribusi kepada
organisasi untuk yang diberikan petugas
meningkatkan pelayanan ke masyarakat
kepada masyarakat
PELAKSANAAN
6. Kegiatan soisalisasi Dokumentasi  Berorientasi pelayanan Cinta Tanah Air Kegiatan ini menguatkan
SOP edukasi dan pelaksanaan Sosialisasi bertujuan untuk Indikator: Memberikan Visi Daerah Membangun
pemanfaatan M-Walet soisalisasi memaksimalkan peran dan kontribusi pada kemajuan NTB Gemilang dan Misi
kepada teman sejawat fungsi perawat dalam bangsa dan Negara: NTB Sehat dan Cerdas

34
sebagai media edukasi memberikan pelayanan Aksi :Melakukan sosialisasi dimana sosialisasi yang
tentang perawatan SC profesional kepada kepada rekan sejawat diberikan kepada rekan
a. Menyusun masyarakat tentang SOP edukasi dan sejawat mengenai SOP
undangan Kode etik :memahami dan pemanfaatan M-Walet dan Pemanfaatan M-
Sosialisasi memenuhi kebutuhan Walet untuk
b. Melakukan masyarakat KesadaranBerbangsadan meningkatkan kualitas
sosialisasi terkait Bernegara pelayanan yang diberikan
pemanfatan M-  Kompeten Indikator: Berpikir, ke masyarakat.
Walet Memberikan edukasi untuk bersikap dan berbuat yang
meningkatkan pengetahuan terbaik bagi bangsa dan
rekan perawat negaranya:
Kode etik : membantu Aksi :Perawat
orang lain belajar memperkenalkan diri
dengan menerapkan 5S
 Adaptif (salam,senyum,sapa,sopan,
Perawat di ajak untuk santun)
memberikan sebuah
inovasi dalam memberikan
edukasi kepada masyarakat
Kode etik :terus berinovasi
dan mengembangkan
kreatifitas
7. Kegiatan Role Play Dokumentasi  Berorientasi pelayanan Cinta Tanah Air Kegiatan ini menguatkan
Penerapan Pemberian pelaksanaan Role Pemberian edukasi kepada Indikator: Memberikan Visi Daerah Membangun
Edukasi Menggunakan Play pasien dalam rangka kontribusi pada kemajuan NTB Gemilang dan Misi
Whatsapp dan leaflet meningkatkan kualitas bangsa dan Negara: NTB Sehat dan Cerdas
kepada pasien dan pelayanan kepada Aksi :Melakukan dimana edukasi yang
keluarga tentang masyarakat pemberian edukasi kepada diberikan pada pasien dan
perawatan post SC di Kode etik :memahami dan pasien dan keluarga keluarga dapat
ruang IBS RS HL memenuhi kebutuhan mengenai perawatan post meningkatkan darajat

35
Manambai Abdulkadir. masyarakat SC kesehatan masyarakat
a. Mempersiapkan serta merupakan pondasi
leaflet dan konten  Kompeten KesadaranBerbangsadan untuk meningkatkan
vidio perawatan Memberikan edukasi untuk Bernegara kualitas pelayanan yang
post SC yang telah meningkatkan pengetahuan Indikator: Berpikir, diberikan ke masyarakat.
di susun pasien merawat bersikap dan berbuat yang
b. Mempersiapkan penyakitnya terbaik bagi bangsa dan
pasien diruang Kode etik : membantu negaranya:
transit yang akan orang lain belajar Aksi :Perawat
diberikan edukasi memperkenalkan diri
c. Melaksanakan  Adaptif dengan menerapkan 5S
penerapaan Perawat menggunakan (salam,senyum,sapa,sopan,
pemanfaatan M- media whatssap dan leaflet santun)
Walet pada pasien dalam menyampaikan
SC edukasi
d. Umpan balik dari Kode etik :terus berinovasi
pasien dan keluarga dan mengembangkan
terkait M-Walet kreatifitas
EVALUASI
8. Melakukan observasi Rekapan dan hasil  Berorientasi Pelayanan Cinta Tanah Air Kegiatan ini menguatkan
akhir tentang SOP tabulasi observasi Melihat pelayanan yang Indikator: Memberikan Visi Daerah Membangun
edukasi tentang diberikan kepada pasien kontribusi pada kemajuan NTB Gemilang dan Misi
perawatan post SC dan setelah perawat diberikan bangsa dan Negara: NTB Sehat dan Cerdas
pemanfaatan M-Walet ssoisalisasi terkait Aksi :Melakukan observasi dimana observasi yang
menggunakan form pemanfatan media dengan objektif dilakukan kepada rekan
observasi edukasi video dan leaflet sejawat terkait penerapan
a. Mengobservasi Kode etik : melakukan Rela Berkorban Untuk SOP edukasi dan
pemberian edukasi perbaikan tiada henti Bangsa dan Negara Pemanfaatan M-Walet
oleh rekan sejawat Indikator: Bersedia bertujuan untuk
dengan pemanfaatan  Akuntabel mengorbankan waktu dan meningkatkan kualitas
M-Walet pikiran ya untuk kemajuan pelayanan yang diberikan

36
b. Merekap hasil Transparan dan objektif bangsa dan Negara: ke masyarakat.
observasi akhir dalam melakukan observasi Aksi :Melakukan
akhir pengukuran tingkat
Kode etik : Melakukan pengetahuan tanpa
tugas dengan jujur, mengharapkan imbalan dan
bertanggungjawab, cermat, murni untuk memberikan
disiplin dan berintegritas kontribusi kepada
tinggi organisasi untuk
meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat

37
2.6. Tabel Kegiatan Aktualsasi
2.4. Tabel jadwal kegiatan Aktualisasi

N Kegiatan 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
o
1 Membuat KAK
(kerangka Acuan
Kerja)
2 Konsultasi dengan
atasan dan
berkoordinasi dengan
rekan sejawat untuk
menyusun form
observasi
berdasarkan SOP
Edukasi serta video
dan leaflet terkait
edukasi perawatan
post SC
3 Merancang form
observasi
berdasarkan SOP
pemberian edukasi
dan terkait
bahan/materi
whatsapp dalam
bentuk video dan
leaflet terkait edukasi
post SC
4 Koordinasi dengan
rekan sejawat untuk
soisalisasi SOP
edukasi dan
pemanfaatan M-
Wallet tentang
perawatan post SC
5 Melakukan observasi
awal terkait SOP
edukasi temtang
perawatan post SC

38
menggunakan form
observasi yang telah
di susun
6 Kegiatan soisalisasi
SOP edukasi dan
pemanfaatan M-
Walet kepada teman
sejawat sebagai
media edukasi
tentang perawatan SC
7 Kegiatan Role Play
Penerapan Pemberian
Edukasi
Menggunakan
Whatsapp dan leaflet
kepada pasien dan
keluarga tentang
perawatan post SC di
ruang Transit IBS RS
HL Manambai
Abdulkadir.
8 Melakukan observasi
akhir tentang SOP
edukasi dan
pemanfaaan M-Walet
tentang perawatan
post SC
menggunakan form
observasi

39
BAB III
HASIL AKTUALISASI

3.1 Pelaksanaan aktualisasi


Sesuai dengan judul aktualisasi penulis yaitu efektivitas M-Walet
(Media Whatsapp dan Leaflet) pada pasien tentang perawatan Post SC di
Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir untuk mengoptimalkan SOP
edukasi, maka untuk mencapai target tersebut penulis melaksanakan kegiatan
Sosialisasi SOP edukasi dan pemanfaatan video dan leaflet tentang
perawatan Post SC di ruangan Instalasi Bedah Sentral pada tanggal 06 April
2022, jumlah peserta yang hadir sebanyak 16 peserta dengan metode
pelaksanaan berupa penyampaian SOP edukasi dan pemanfaatan media
Whatsapp dan Leaflet dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga
di Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir.
3.2 Capaian aktualisasi
Tabel 3.1. Tabel membuat kerangka Acuan Kerja
Kegiatan Membuat kerangka acuan kerja
Output Draft Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Capaian Dalam proses penyusunan KAK penulis terlebih
dahulu mencari refrensi format yang akan digunakan
dalam menyusun KAK, selanjutnya penulis
berkonsultasi dengan couch maupun mentor terkait
format KAK sehingga di dapatkan format yang
sesuai dengan tata cara penyusunan KAK namun
dalam menyelesaikan KAK penulis membutuhkan
waktu 3 hari karena ada perbaikan yang harus
dilakukan serta harus menyesuiakan dengan kegiatan
yang dilakukan couch maupun mentor untuk
mendapatkan persetujuan. Dimana dari jadwal
kegiatan yang telah disusun yaitu pada tanggal 19
maret 2022 penulis dapat menyelesaikannya pada
tanggal 21 maret 2022
Waktu pelaksanaan 19-21 Maret 2022
Tahapan kegiatan A.Merancang KAK
- Mencari refrensi terkait format yang akan
digunakan dalam penyusunan KAK
- Menyelesaikan KAK sesuai refrensi format
yang di temukan
B.Melakukan konsultasi KAK dengan couch

40
- Menghubungi couch untuk konsultasi KAK
yang telah disusun
- Menerima masukan dan saran terkait
perbaikan KAK yang telah di susun
C.Melakukan perbaikan KAK
- Melakukan revisi sesuai hasil konsultasi dari
couch
D.Melakukan konsultasi dan menyampaikan
KAK final pada atasan
- Menghubungi couch via whatsapp untuk
menyampaikan hasil revisi KAK
- Kontrak waktu dengan mentor untuk
melakukan konsultasi hasil revisi
- KAK di setujui mentor dan couch
Keterkaitan subtansi Akuntabel
mata pelatihan Penyusunan KAK Berlandaskan dasar Hukum dan
dengan aktualisasi tujuan yang jelas serta dalam proses perbaikannya
nilai dasar Kode etik : Melakukan tugas dengan jujur,
BerAKHLAK bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas
tinggi

Kompeten
Membuat kerangka acuan kerja sesuai format yang
telah ditentukan.
Kode etik: Melaksanakan tugas dengan kualitas
terbaik.

Harmonis
Dengan berkonsultasi dengan atasan diharapkan
mampu membangun suasana saling menghargai
Kode etik : membangun lingkungan kerja yang
kondusif
Kotribusi terhadap Kegiaitan ini menguatkan Visi Daerah Membangun
visi misi daerah NTB Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas
dimana menyusun KAK merupakan langkah awal
untuk meningkatakan kualitas pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat
Kendaladanantisipasi Tidak ada
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

41
Tabel. 3.2. Tabel konsultasi dengan atasan dan koordinasi dengan rekan kerja

Kegiatan Konsultasi dengan atasan dan berkoordinasi dengan rekan


sejawat untuk menyusun form observasi berdasarkan SOP
Edukasi serta video dan leaflet terkait edukasi perawatan
post SC
Output SOP, Materi Leaflet dan Video
Capaian Dalam proses melakukan telaah SOP edukasi serta form
observasi penulis berkooordinasi dengan kepala ruangan
dan rekan sejawat untuk mendapkan izin dan persetujuan
selanjutnya penulis memastikan terlebih dahulu SOP
tersebut memang benar ada di Rumah Sakit RS HL
Manambai Abdulkadir dan terkait dengan bidang tugas
sebagai perawat di ruang Instalasi Bedah Sentral tempat
penulis bertugas selanjutnya dalam menyusun bahan
pembuatan Leaflet dan Video Edukasi mengenai perawatan
post SC penulis mencari sumber refrensi yang kredibel
sehingga dalam penyusunannya sesuai dengan kaidah
keilmuan yang benar adanya, dalam proses telaah SOP,
penyusunan form observasi sampai dengan penyusunan
media edukasi berupa video dan leaflet serta konsultasi
dengan mentor, penulis membutuhkan waktu selama 3 hari
untuk dapat menyelesaikannya karena penulis harus
menyesuaikan dengan jadwal piket teman ruangan dan
jadwal kegiatan mentor.
Waktu 22-24 Maret 2022
pelaksanaan
Tahapan A.Mencari dan menelaah SOP edukasi dan bahan
kegiatan materi pembuatan Leaflet dan Vidio edukasi Perawatan
Post SC
- Mencari SOP edukasi
- Melakukan browsing terkait literatur untuk
penyusunan video dan leaflet dari sumber yang
kredibel
B.Berkoordinasi dengan rekan sejawat mengenai SOP
Edukasi dan materi Leaflet dan Video
- Melakukan kontrak waktu dengan kepala ruang dan
rekan sejawat untuk membahas SOP edukasi dan
rencana pemanfaatan media whatsapp dan leaflet
dalam memberikan edukasi
C.Konsultasi dengan mentor terkait SOP edukasi yang
akan digunakan dalam penyusunan form Observasi
serta bahan Leaflet dan video
- Menghubungi mentor untuk melakukan kontrak
waktu
- Menghadap mentor untuk menyampaikan form

42
observasi berdasarkan SOP edukasi serta
menyampaikan bahan yang akan digunakan dalam
penyusunan video dan leaflet
- Mendapatkan masukan dan saran dari mentor untuk
melakukan finalisasi form observasi dan bahan
video dan leaflet
D.Finalisasi SOP Edukasi yang akan digunakan
sebagai bahan penyusunan form observasi dan bahan
materi leaflet dan vidio edukasi perawatan post SC
Keterkaitan Akuntabel
subtansi mata Mencari sumber yang kredibel terkait SOP edukasi dan
pelatihan materi Leaflet dan Video.
dengan Kode etik : Melakukan tugas dengan jujur,
aktualisasi bertanggungjawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi
nilai dasar
BerAKHLAK Harmonis
Dengan berkonsultasi dengan mentor dan Kepala Ruangan
serta kordinasi dengan rekan sejawat diharapkan mampu
membangun suasana saling menghargai
Kode etik : membangun lingkungan kerja yang kondusif

Kolaboratif
Bersinergi dengan kepala ruangan dan mentor dalam
menelaah SOP edukasi dan bahan pembuatan Leaflet dan
video
Kode etik :terbuka dalam bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah.
Kotribusi Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana
misi daerah konsultasi serta koordinasi pada atasan merupakan pondasi
awal untuk meningkatakan kualitas pelayanan RS HL
Manambai Abdulkadir yang akan diberikan kepada
masyarakat
Kendala dan Tidak ada
antisipasi
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.3. Tabel merancang form observasi,leaflet dan video edukasi

Kegiatan Merancang form observasi berdasarkan SOP pemberian


edukasi serta bahan/materi whatsapp dalam bentuk video
dan leaflet terkait edukasi post SC
Output Form observasi serta leaflet dan video edukasi
Capaian Dalam membuat form observasi penulis berpedoman pada
SOP edukasi yang telah dikonsultasikan dengan mentor
serta rekan sejawat dan terkait penyusunan leaflet dan

43
video edukasi juga dari jadwal kegiatan yang disusun
penulis saat di rancangan aktualisasi mengalami perubahan
dimana penulis baru dapat menyelesaikan semua itu dalam
waktu 4 hari karena harus melakukan pengeditan hingga
pencetakan baik form observasi, video dan leaflet tentang
perawatan post SC serta menyesuaikan jadwal konsultasi
dengan kegiatan mentor yang cukup padat.
Waktu 25-28 Maret 2022
pelaksanaan
Tahapan A.Menyusun form observasi berdasarkan SOP
kegiatan - Melakukan pengetikan form yang akan digunakan
dalam observasi
- Mencetak form observasi
B.Menyusun leaflet dan video edukasi perawatan post
SC
- Merancang leaflet dari sumber yang kredibel
- Mencetak draft leaflet
- Melakukan rekaman video sebagai bahan dalam
penyusunan video edukasi
- Melakukan pengeditan video edukasi menggunakan
aplikasi
C.Konsultasi dengan atasan terkait form observasi
yang akan digunakan dan leaflet serta video edukasi
perawatan post SC
- Melakukan kontrak waktu dengan mentor untuk
melakukan konsultasi
- Mendatangi ruangan mentor untuk melakukan
konsultasi
- Menunjukan leaflet dan video edukasi yang telah
dibuat
- Mendapat masukan dan saran dari mentor
D.Finalisasi media leaflet dan video edukasi perawatan
post SC
- Mencetak leaflet
- Memfinalisasi video menggunakan aplikasi tiktok

Keterkaitan Akuntabel
subtansi mata Form observasi dan materi leaflet dan video tentang
pelatihan perawatan post SC disusun berdasarkan sumber yang
dengan kredibel
aktualisasi Kode etik :melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung
nilai dasar jawab,cermat,disiplin dan berintegritas tinggi.
BerAKHLAK
Kolaboratif
Bersinergi dengan atasan terkait penyusunan lembar
observasi dan penyusunan leaflet serta video edukasi

44
perawatan post SC
Kode etik:terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan
nilai tambah
Kotribusi Kegiaitan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana
misi daerah mernacang form observasi serta Leaflet dan video edukasi
bertujuan untuk melihat sejauh mana pelayanan kepada
masyarakat diberikan serta bertujuan untuk memberikan
pelayanan yang optimal kepada masayarakat..
Kendala dan Saat penyusunan video dan leaflet penulis belum
antisipasi memahami secara detail aplikasi yang digunakan namun
penulis dapat mengantispasi dengan meminta bantuan
teman untuk mengajari.a
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.4. Tabel koordinasi dengam rekan sejawat

Kegiatan Koordinasi dengan rekan sejawat untuk melakukan


sosialisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-Wallet tentang
perawatan post SC
Output Terlaksananya koordinasi
Capaian Dalam melakukan koordinasi dengan rekan sejawat penulis
menjelaskan maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam
pemanfaatan media edukasi yang akan digunakan dalam
mengoptimalkan SOP edukasi di ruang IBS dan rekan
sejawat memahami apa yang dijelaskan oleh penulis
Waktu 29-30 Maret 2022
pelaksanaan
Tahapan A.Melakukan diskusi dengan rekan sejawat terkait
kegiatan rencana kegiatan yang akan dilakukan
- Kontrak waktu untuk melakukan koordinasi
- Meminta tanggapan dari rekan sejawat terkait
rencana aktualisasi
B.Membentuk tim efektif untuk membantu dalam
proses pemanfaatan leflet dan video dalam memberikan
edukasi kepada pasien dan keluarga
- Berkoordinasi dengan rekan sejawat yang akan
membantu dalam pemberian edukasi menggunakan
leaflet dan video
Keterkaitan Berorientasi Pelayanan
subtansi mata Koordinasi terkait SOP edukasi dan pemanfaatan M-Walet
pelatihan bertujuan untuk memberikan pelayanan yang optimal
dengan kepada pasien
aktualisasi Kode etik :memahami dan memenuhi kebutuhan

45
nilai dasar masyarakat
BerAKHLAK

Kolaboratif
Kegiatan koordnasi kepada rekan sejawat untuk
membangun sinergi dalam menerapkan SOP edukasi dan
Pemanfaatan M-Walet dalam mengoptimalkan pemberian
edukasi kepada pasien.
Kode etik:memberi kesempatan berbagai pihak untuk
berkontribusi
Kotribusi Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana
misi daerah koordinasi terkait SOP Edukasi dan media edukasi
berbasis wahtsapp dan leaflet merupakan salah satu strategi
untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan ke
masyarakat.
Kendala dan Harus menyesuaikan dengan jadwal piket teman di
antisipasi ruangan, namun dapat di antisipasi dengan berkoordinasi
melalui wa
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.5. Tabel pelaksanaan observasi awal

Kegiatan Melakukan observasi awal terkait SOP edukasi tentang


perawatan post SC menggunakan form observasi yang
telah di susun
Output Rekapan hasil observasi
Capaian Dalam melaksanakan observasi awal yang dilakukan,
penulis melihat bagaimana perlakukan perawat di ruang
IBS terkait penerapan SOP edukasi, dari hasil observasi
awal penulis mendapatkan gambaran bahwa memang
petugas di ruangan sebagian besar belum menerpkan SOP
edukasi kepada pasien,kemudian penulis mencoba
melakukan rekap dan melakukan perhitungan serta tabulasi
hasil observasi awal yang telah didapatkan dalam waktu 5
hari dan harus menyesuaikan kembali dengan jadwal
kegiatan yang ada pada tabel rancangan dimana ada
perubahan waktu dan lama pelaksanaan observasi .
Waktu 31 Maret-5 April 2022
pelaksanaan
Tahapan A.Mengobservasi pelaksanaan edukasi yang dilakukan
kegiatan perawat di ruang IBS
- Melihat jadwal operasi pasien
- Datang kekantor untuk melakukan observasi
- Melakukan observasi awal dengan form observasi

46
B.Merekap hasil observasi
- Mengumpulkan form observasi yang telah terisi
- Melakukan peritungan hasil observasi
- Melakukan tabulasi
Keterkaitan Berorientasi Pelayanan
subtansi mata Melihat pelayanan yang diberikan kepada pasien
pelatihan Kode etik : melakukan perbaikan tiada henti
dengan
aktualisasi Akuntabel
nilai dasar Transparan dan objektif dalam melakukan observasi awal
BerAKHLAK Kode etik : Melakukan tugas dengan jujur,
bertanggungjawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi.
Kontribusi Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana dengan
misi daerah melakukan observasi awal bertujuan untuk melihat sejauh
mana pelayanan yang diberikan kepada pasien untuk
menjadi dasar dalam mlakukan perbaikan untuk bagaimana
meningkatakan kualitas pelayanan kesehatan yang
diberikan petugas ke masyarakat
Kendala dan Harus menyesuaikan dengan jadwal piket serta jadwal
antisipasi operasi sectio Caesaria, penulis mengantisipasi dengan ikut
datang dalam jadwal tim cito untuk mendapatkan data
observasi
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.6. Tabel sosialisasi SOP Edukasi dan Pemanfaatan M-Walet

Kegiatan Kegiatan soisalisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-


Walet kepada teman sejawat sebagai media edukasi
tentang perawatan SC
Output Dokumentasi pelaksanaan soisalisasi
Capaian Dalam pelaksanaan sosialisasi pada tanggal 6 April
terkait SOP edukasi dan pemanfaatan M-Walet dapat
terlaksana dengan cukup baik dimana dalam
penyampaian materi yang dilakukan penulis dalam
proses sosialisasi dapat dipahami dengan baik oleh
perawat di ruang IBS dan mendukung pemanfatan media
edukasi menggunakan video yang akan dibagikan
melalui whatsapp serta leaflet yang digunakan dalam
memaksimalkan penerapan SOP edukasi. Pada saat
kegiatan sosialisasi rentang waktu pelaksasanaannya
sesuai dengan jadwal tabel kegiatan yang telah
ditentukan sebelumnya.
Waktu 6-7 April 2022

47
pelaksanaan
Tahapan A.Menyusun undangan Sosialisasi
kegiatan - Menyusun undangan
- Mencetak undangan sosialisasi
- Menyebarkan undangan melalui grup wa
B.Melakukan sosialisasi terkait pemanfatan M-Walet
- Menyampaikan kepada rekan sejawat terkait SOP
edukasi
- Menyampaikan alur SOP edukasi di Ruang
Transit IBS
- Menjelaskan pemanfaatan M-Walet sebagai
media yang akan digunakan dalam memberikan
edukasi kepada pasien di ruang transit IBS
- Melakukan diskusi umpan balik dari rekan
sejawat terkait SOP edukasi dan pemanfaatan M-
Walet
Keterkaitan Berorientasi Pelayanan
subtansi mata Koordinasi terkait SOP edukasi dan pemanfaatan M-
pelatihan dengan Walet bertujuan untuk memberikan pelayanan yang
aktualisasi nilai optimal kepada pasien
dasar Kode etik :memahami dan memenuhi kebutuhan
BerAKHLAK masyarakat

Kolaboratif
Kegiatan koordnasi kepada rekan sejawat untuk
membangun sinergi dalam menerapkan SOP edukasi dan
Pemanfaatan M-Walet dalam mengoptimalkan pemberian
edukasi kepada pasien.
Kode etik:memberi kesempatan berbagai pihak untuk
berkontribusi
Kotribusi Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana
misi daerah koordinasi terkait SOP Edukasi dan media edukasi
berbasis wahtsapp dan leaflet merupakan salah satu
strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang
diberikan ke masyarakat.
Kendala dan Harus menyesuaikan dengan jadwal operasi di ruangan
antisipasi yang cukup padat pada saat sosialisasi sehingga penulis
mengantisipasi dengan menunggu hingga jadwal operasi
selesai di hari itu.
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.7. Tabel kegiatan role play

Kegiatan Kegiatan Role Play Penerapan Pemberian Edukasi

48
Menggunakan Whatsapp dan leaflet kepada pasien
dan keluarga tentang perawatan post SC di ruang
Transit IBS RS HL Manambai Abdulkadir.
Output Dokumentasi pelaksanaan Role Play
Capaian Selama pelaksanaan role play yang dilakukan
langsung ke pasien berjalan dengan lancar dan
pemanfaatan media edukasi dalam bentuk video
yang disebarkan melalui aplikasi wahtsapp serta
leaflet dapat di terima dengan baik dan antusias
oleh pasien dan keluarga.dalam pelaksaanaannya
penulis mengubah waktu 1 hari lebih cepat dari
jadwal kegiatan yang telah di buat di jadwal
kegiatan rancangan aktualisasi karena akan
melakukan observasi akhir dimana terdapat hari
libur kenaikan isa almasih di hari jumat sehingga
waktu observasi akhir dirasa akan kurang cukup.
Waktu pelaksanaan 8-12 April 2022
Tahapan kegiatan A.Mempersiapkan leaflet dan konten video
perawatan post SC yang telah di susun
- Mempersiapkan leaflet di ruang transit&RR
- Membuka video di handpone untuk dishare
B.Mempersiapkan pasien diruang transit yang
akan diberikan edukasi
- Melakukan salam 5S
- Kontrak waktu dengan pasien dan keluarga
untuk melakukan edukasi terkait perawatan
post SC
- Menjelaskan maksud dan tujuan
C.Melaksanakan penerapaan pemanfaatan M-
Walet pada pasien SC
- Meminta no handpone pasien atau keluarga
- Membagikan konten video terkait perawatan
post SC melalui Whatsapp
- Memberikan leaflet kepada pasien/keluarga
D.Umpan balik dari pasien dan keluarga terkait
M-Walet
- Menanyakan respon pasien terkait media
edukasi yan diberikan
Keterkaitan subtansi Berorientasi pelayanan
mata pelatihan dengan Pemberian edukasi kepada pasien dalam rangka
aktualisasi nilai dasar meningkatkan kualitas pelayanan kepada
BerAKHLAK masyarakat
Kode etik :memahami dan memenuhi kebutuhan
masyarakat
Kompeten
Memberikan edukasi untuk meningkatkan

49
pengetahuan pasien merawat penyakitnya
Kode etik : membantu orang lain belajar

Adaptif
Perawat menggunakan media whatssap dan leaflet
dalam menyampaikan edukasi
Kode etik :terus berinovasi dan mengembangkan
kreatifitas
Kontribusi terhadap Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun
visi misi daerah NTB Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas
dimana edukasi yang diberikan pada pasien dan
keluarga dapat meningkatkan darajat kesehatan
masyarakat serta merupakan pondasi untuk
meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan ke
masyarakat
Kendala dan Jadwal operasi SC di minggu ke-3 mengalami
antisipasi penurunan penulis mengantisipasi dengan
mengikuti jadwal jaga cito di ruangan.
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Tabel. 3.8. Tabel observasi akhir

Kegiatan Melakukan observasi akhir mengenai SOP edukasi dan


pemanfaatan M-Walet tentang perawatan post SC
menggunakan form observasi
Output Rekapan dan hasil tabulasi observasi
Capaian Dalam pelaksanaan observasi akhir penulis melihat
bagaimana rekan perawat di ruang Instalasi Bedah
Sentral menerapkan SOP edukasi kepada pasien maupun
keluarga dengan pemanfaatan media edukasi video dan
laflet yang telah di sosialisasikan beberapa waktu lalu,
terlihat pemanfaatan M-Walet sangat membantu perawat
dalam memaksimalkan pemberian edukasi kepada pasien
dan keluarga di ruang IBS khususnya mengenai
perawatan post SC, dalam pelaksaanaanya penulis
mengambil waktu selama 4 hari untuk melakukan
observasi akhir karena terdapat tanggal merah.
Waktu 13-18 April 2022
pelaksanaan
Tahapan A.Mengobservasi pemberian edukasi oleh rekan
kegiatan sejawat dengan pemanfaatan M-Walet
- Melihat jadwal operasi pasien
- Datang ke ruang IBS untuk melakukan observasi

50
- Melakukan observasi akhir dengan form observasi
B.Merekap hasil observasi akhir
- Mengumpulkan form observasi yang telah terisi
- Melakukan peritungan hasil observasi
- Melakukan tabulasi
Keterkaitan Berorientasi Pelayanan
subtansi mata Melihat pelayanan yang diberikan kepada pasien setelah
pelatihan dengan perawat diberikan soisalisasi terkait pemanfatan media
aktualisasi nilai edukasi video dan leaflet
dasar Kode etik : melakukan perbaikan tiada henti
BerAKHLAK
Akuntabel
Transparan dan objektif dalam melakukan observasi
akhir
Kode etik : Melakukan tugas dengan jujur,
bertanggungjawab, cermat, disiplin dan berintegritas
tinggi
Kotribusi Kegiatan ini menguatkan Visi Daerah Membangun NTB
terhadap visi Gemilang dan Misi NTB Sehat dan Cerdas dimana
misi daerah observasi yang dilakukan kepada rekan sejawat terkait
penerapan SOP edukasi dan Pemanfaatan M-Walet
bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang
diberikan ke masyarakat.
Kendala dan Harus menyesuaikan dengan jadwal operasi serta jadwal
antisipasi piket rekan perawat di ruangan
Bukti/evidence Dokumentasi/lampiran

Berdasarkan hasil tabulasi data dari hasil observasi penulis sebelum dan
setelah diberikan sosialisasi mengenai SOP edukasi dan pemanfaatan M-
Walet tentang perawatan Post SC dapat dilihat secara rinci pada tabel dan
diagram berikut ini:
Tabel 3.9.Tabel hasil observasi awal dan observasi akhir penerapan SOP
edukasi dan pemanfaatan M-Walet

OBSERVASI AWAL (%) OBSERVASI AKHIR (%)

NO NAMA TOTAL KATEGORI TOTAL KATEGORI

1 R.1 55 Cukup 100 Baik


2 R.2 27 Kurang 64 Cukup
3 R.3 45 Kurang 91 Baik

51
4 R.4 91 Baik 100 Baik
5 R.5 36 Kurang 100 Baik
6 R.6 27 Kurang 100 Baik
7 R.7 36 Kurang 100 Baik
8 R.8 100 Baik 100 Baik
9 R.9 55 Cukup 100 Baik
10 R.10 36 Kurang 100 Baik
11 R.11 27 Kurang 64 Cukup
12 R.12 27 Kurang 100 Baik
13 R.13 64 Cukup 100 Baik
14 R.14 27 Kurang 100 Baik
RATA-RATA 47% Kurang 94 % Baik

Keterangan :
Baik : 75 - 100
Cukup : >50-74
Kurang : ≤50 (Wawan & Dewi, 2011)

Tabel 3.10. Tabel hasil observasi awal dan observasi akhir penerapan SOP
edukasi dan pemanfaatan M-Walet

120
100 100 100 100 100 100
100 100 100 100 100 100
100 91 91 94

80
64 64 64
60 55 55
45 47
Observasi Awal
36 36 36
40
27 27 27 27 27 Observasi Akhir
20

52
Tabel 3.9. dan 3.10. diatas merupakan hasil observasi penulis dengan data
kualitatif melalui uji non parametrix dengan tehnik pengujian welcoxon test
tentang bagaimana penerapan SOP edukasi yang dilakukan perawat pada pasien
Post SC di Ruang IBS sebelum dan sesudah dilakukan Sosialisasi SOP edukasi
dan Pemanfaatan M-Walet pada Pasien tentang perawatan Post SC, dimana
menunjukan adanya peningkatan, dari 14 responden yang penulis observasi
sebelum dilakukannya sosialisasi didapatkan skor rata-rata sebesar 47 % atau
berada dalam kategori kurang namun setelah kegiatan sosialisasi SOP edukasi dan
pemanfaatan M-Walet dilakukan, penulis melakukan oservasi akhir dengan
responden yang sama didapatkan hasil rata-rata sebesar 94 % atau berada dalam
kategori baik, ini berarti terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 47 %
setelah dilakukannya sosialisasi dan pemanfatan M-Walet (Media Whatsapp dan
Leaflet) pada pasien tentang perawatan post SC di Ruang IBS RS HL. Manambai
Abdulkadir

53
3.3. Jadwal pelaksanaan kegiatan

Tabel. 3.11. jadwal pelaksanaan kegiatan

No Tanggal Pelaksanaan Aktualisasi


Kegiatan Maret April
1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1
9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8
1 Membuat KAK (kerangka Acuan Kerja)
2 Konsultasi dengan atasan dan berkoordinasi
dengan rekan sejawat untuk menyusun form
observasi berdasarkan SOP Edukasi serta video
dan leaflet terkait edukasi perawatan post SC
3 Merancang form observasi berdasarkan SOP
pemberian edukasi serta bahan/materi whatsapp
dalam bentuk video dan leaflet terkait edukasi
post SC
4 Koordinasi dengan rekan sejawat untuk
soisalisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-
Wallet tentang perawatan post SC.
5 Melakukan observasi awal terkait SOP edukasi
temtang perawatan post SC menggunakan form
observasi yang telah di susun
6 Kegiatan soisalisasi SOP edukasi dan
pemanfaatan M-Walet kepada teman sejawat
sebagai media edukasi tentang perawatan SC
7 Kegiatan Role Play Penerapan Pemberian
Edukasi Menggunakan Whatsapp dan leaflet
kepada pasien dan keluarga tentang perawatan
post SC di ruang Transit IBS RS HL Manambai
Abdulkadir
8 Melakukan observasi akhir mengenai SOP
edukasi dan pemanfaatn M-Walet tentang
perawatan post SC menggunakan form observasi

54
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis tarik dari proses pelaksanaan
aktualisasi dari tanggal 19 Maret sampai dengan 18 April 2022 di Unit
Instalasi Bedah Sentral RS HL. Manambai Abdulkadir terkait dengan judul
yang penulis angkat yaitu efektifitas (M-Walet) pada pasien tentang
perawatan post sc di ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir antara lain
sebagai berikut :
1) Penerapan Nilai-Nilai dasar ASN BerAKHLAK yang berkaitan dengan
SMART ASN dalam kegiatan yang dilakukan penulis dalam
memecahkan Core Isue “Belum Optimalnya Pemberian Edukasi Pada
Pasien dan Keluarga Mengenai Perawatan Post SC dapat terimplementasi
dan sangat efektif dalam memcahkan isue.
2) Setelah dilakukan kegiatan sosialisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-
Walet dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, terlihat
adanya peningkatan yang cukup signifikan sebesar 47 % dari sebelum
dilaksanakan sosialisasi yaitu menjadi 94 % yang berarti berada dalam
kategori baik, sehingga peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien
secara otomatis meningkat dan berefek pada kepuasan pasien itu sendiri.
3) Kegiatan aktualisasi ini juga berkontribusi terhadap pelaksanaan Visi
“NTB Gemilang” dan Misi yang ketiga yaitu“ NTB Sehat dan Cerdas”.
Dimana terlihat dari kegiatan penulis seperti, melakukan konsultasi
kepada pihak terkait untk menyusun media edukasi berupa leaflet dan
video dan melakukan edukasi kesehatan kepada pasien di Ruang IBS RS
HL Manambai Abdulkadir
Sehingga kegiatan aktualisasi yang dilakukan selama 30 hari dapat
dikatakan sangat efektif karena dapat memecahkan core isu “Belum
optimalnya pemberian edukasi pada pasien dan keluarga Mengenai perawatan
Post SC di Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir”.

55
4.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah di uraikan dan dengan
memperhatikan keterbatasan hasil, maka dapat disampaikan saran sebagai
berikut:
1. Perlu adanya pelatihan atau seminar kepada perawat terkait service
excellent.
2. Perlu adanya pembiasaan oleh perawat dalam menggunakan media edukasi
digital dalam memberikan edukasi kepada pasien
3. Perlu dilakukannya evaluasi berkelanjutan terkait pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat khususnya dalam pemberian edukasi.
4.3. Rencana tindak lanjut
Berdasarkan hasil dari aktualisasi ini perlu dukungan dari pihak Rumah
Sakit dan rekan sejawat pada khusunya untuk berpartisipasi aktif dalam
memanfaatan media edukasi seperti video dan leaflet bahkan dengan media
lainnya dalam mengoptimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat
tentunya dengan pembiasaan dari nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK
sehingga dapat menimbulkan kepuasan bagi pasien itu sendiri dan tentunya
edukasi yang diberikan tidak hanya sebatas bagaimana perawatan post SC
melainkan tentang kasus lainnya yang ada di RS HL Manambai Abdulkadir.

56
DAFTAR PUSTAKA

Andhi.L., Y.2010. Nuku Saku Komunikasi dan Konseling dalam praktik


Kebidanan. Jakarta: Penerbid TIM

Efendy O.,U.2011.Ilmu Komunikasi: Teori dan Prakteknya. Bandung: PT.Remaja


Rosdakarya

Heryani, R. 2012. Asuhan Kebidanan Ibu Nifas dan Menyusui. Jakarta: CV Trans
Info Media.

Haniel.2013. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC

Dokumen rencana Strategis tahun 2019-2023 diakses dari


https://rsmanambai.ntbprov.go.id/pocontent/uploads/renstra_rs_manamba
i_.pdf
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Rumah Sakit H.L Manambai
Abdulkadir Tahun 2019 diakses dari
https://rsmanambai.ntbprov.go.id/pocontent/uploads/lakip_rsma_2019_fu
lll.pdf
Profil Prov NTB tahun 2018-2023 diakses dari https://www.ntbprov.go.id/profil-
pimpinan#

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi


Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 diakses dari
http://sibangjangkri.kemkes.go.id/m/b/peraturan-menteri-pan-rb-no-35-
tahun-201953d3b

PROFIL RS.H.L. Manambai Abdulkadir 2019

Wawan, A & Dewi, M (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan
Prilaku Manusia Di Lengkapi Dengan Contoh Kuesioner. Yogyakarta :
Nuha Medika.

57
LAMPIRAN

Lampiran 1.

Membuat kerangka acuan kerja

58
Lampiran 2

Konsultasi dengan atasan dan berkoordinasi dengan rekan sejawat untuk


menyusun form observasi berdasarkan SOP Edukasi serta video dan leaflet
terkait edukasi perawatan post SC

59
Lampiran 3

Merancang form observasi berdasarkan SOP pemberian edukasi serta


bahan/materi whatsapp dalam bentuk video dan leaflet terkait edukasi post SC

Lampiran 4

Koordinasi dengan rekan sejawat untuk melakukan sosialisasi SOP edukasi dan
pemanfaatan M-Wallet tentang perawatan post SC

60
Lampiran 5
Melakukan observasi awal terkait SOP edukasi tentang perawatan post SC
menggunakan form observasi yang telah di susun

61
62
Lampiran 6
Kegiatan soisalisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-Walet kepada teman
sejawat sebagai media edukasi tentang perawatan SC.

63
Lampiran 7
Kegiatan Role Play Penerapan Pemberian Edukasi Menggunakan Whatsapp
dan leaflet kepada pasien dan keluarga tentang perawatan post SC di ruang
Transit IBS RS HL Manambai Abdulkadir.

64
Lampiran 8
Melakukan pengukuran observasi akhir mengenai SOP edukasi tentang
perawatan post SC menggunakan form observasi

65
66
67
Lampiran 9
LEMBAR OBSERVASI
PENERAPAN SOP EDUKASI PADA PASIEN DAN KELUARGA DI
RUANG TRANSIT IBS RS HL MANAMBAI ABDULKADIR”PROVINSI
NUSA TENGGARA BARAT
NAMA RESPONDEN :
KODE RESPONDEN :
1 = YA
2 = TIDAK
NO PENILAIAN YA TIDAK

1 Perawat saat menerima pasien di Ruang Transit


IBS RS HL Manambai Abdulkadir melakukan 5S
(salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun)
2 Perawat saat bertemu dengan pasien di Ruang
Transit IBS RS HL Manambai Abdulkadir
memperkenalkan diri?
3 Perawat menjelasakan tentang rencana tindakan
yang akan diberikan sessuai hasil assessment atau
identifikasi kesehatan yang di alami pasien?
4 Perawat memberikan materi pendidikan kesehatan
sesuai dengan kondisi kesehatan yang di alami
pasien?
5 Perawat melaksanakan kontrak waktu kepada
pasien dan keluarga dalam melakukan pendidikan
kesehatan?
6 Perawat dalam berinterkasi menggunakan bahasa
yang dipahami oleh pasien dan keluarga
7 Perawat dalam memberikan edukasi kepada pasien
dan keluarga menggunakan alat bantu media
edukasi? (leaflet,banner,video,audiovisual?
8 Form edukasi tersedia di rekam medis pasien?

68
9 Perawat dan pasien telah mengisi secara lengkap
form edukasi yang ada di rekam medis ?
10 Perawat melakukan sesi umpan balik untuk
mengkaji pemahaman pasien tentang materi yang
diberikan?
11 Perawat telah mendokumentasikan pemberian
informasi edukasi yang diberikan dalam lembar
informasi dan edukasi?
JUMLAH

69
Lampiran 10

KERANGKA ACUAN KERJA


RENCANA KEGIATAN
I. Nama OPD
Ruang Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit HL.
Manambai Abdulkadir
II. Nama Program / Kegiatan
Efektifitas M-Walet (Media Whatsapp dan Leaflet) Pada
Pasien Tentang Perawatan Post SC Di Ruang IBS RS HL
Manambai Abdulkadir
III. Latar Belakang meliputi :
a. Dasar Hukum
1. Permenpan RB NO 35 Tahun 2019 Tentang Jabatan
Fungsional Perawat
2. Undang- Undang No 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
b. GambaranUmum
Dalam upaya mewujudkan pelayanan berkualitas terdapat
beberapa layanan kesehatan yang diberikan di Rumah Sakit H.L.
Manambai Abdulkadir. Jenis pelayanan di Rumah Sakit H.L.
Manambai Abdulkadir terbagi menjadi pelayanan medis, penunjang
medis dan penunjang non medis. Pelayanan medis meliputi
pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap, instalasi gawat
darurat, instalasi bedah sentral dan intensive care unit. Pelayanan
penunjang medis mencakup 4 jenis pelayanan yakni pelayanan
radiology & imaging, laboratorium dan farmasi, gizi rumah sakit,
serta pelayanan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana
merupakan penunjang non medis di rumah sakit. Fasilitas rawat
inap yang terdapat di Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir
berupa bangsal VVIP,VIP,kelas 1, kelas 2, kelas 3, Intensive Care

70
Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan
perinatal.(Dokumen Profil Rumah Sakit HL. Manambai
Abdulkadir, 2019)
Peningkatan Kualitas dan Jangkauan pelayanan Kesehatan di
RS H.L Manambai Abdulkadir sebagai RS Rujukan Regional
Sepulau Sumbawa menjadi sangat penting agar dapat memberikan
pelayanan yang optimal pada masyarakat untuk meningkatkan
kualitas dan jangkauan layanan diperlukan inovasi dan komitmen
dari seluruh pejabat dan karyawan RS H.L Manambai Abdulkadir.
Salah satu layanan unggulan yang sedang dikembangkan oleh RS
H.L Manambai Abdulkadir adalah layanan Hemodialisa untuk
penanganan kasus gagal ginjal. Disamping itu RS H.L Manambai
Abdulkadir juga akan mengembangkan layanan untuk pasien
jantung. (Dokumen Rencana Strategis Rumah Sakit H.L Manambai
Abdulkadir tahun 2019-2023).
Tanggung jawab tersebut mengharuskan rumah sakit untuk
tetap meningkatkan kualitas dan jenis pelayanan melalui
peningkatan kualitas sumber daya agar benar- benar mampu
berperan sebagai rumah sakit rujukan, maka RS H.L Manambai
Abdulkadir dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensi dan
profesionalisme seluruh jajarannya, agar dapat memberikan
kontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia melalui
peningkatan kualitas pelayanan, karena RS HL Manambai
Abdulkadir memuliki Tujuan “Meningkatkan kualitas dan
jangkauan pelayanan Kesehatan”, dengan motto Melayani
Sepenuh Hati.
Menurut Undang-undang Kesehatan No 23 Tahun 1992 dan
WHO, tujuan memberikan edukasi kesehatan adalah meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan, baik secara fisik, mental dan sosialnya, sehingga
produktif secara ekonomi maupun social baik pemberantasan

71
penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi masyarakat, pelayanan
kesehatan, maupun program kesehatan lainnya (Mubarok, 2009).
Unit IBS RS HL.Manambai Abdulkadir dari data yang
penulis dapatkan dari SIMRS, dari 85 pasien perbulan yang
melakukan tindakan operasi, sebanyak 50 pasien didominasi
tindakan sectio Caesaria, namun adapun hasil observasi dan
pengamatan penulis selama bertugas di Ruang IBS RS HL
Manambai Abdulkadir terlihat memang dalam pemberian edukasi
pasien di ruang transit IBS belum berjalan sesuai SOP yang telah di
tetapkan Rumah Sakit, terbukti dari temuan yang penulis dapatkan
dari salah satu Rekam Medis pasien, terlihat form pemberian
edukasi tidak terisi dengan lengkap, sehingga penulis mengambil
kesimpulan bahwa memang benar SOP yang ada belum dijalankan
secara optimal oleh perawat.
Banyak factor yang penulis lihat dan hasil konsultasi dengan
kepala ruangan mengenai tidak berjalannya secara optimal
pemberian edukasi di ruang transit IBS, salah satu factor yaitu dari
segi ketenagaan memang benar dari jumlah tindakan operasi yang
cukup padat belum sebanding dengan jumlah ketenagaan yang ada,
selain itu hasil diskusi beberapa waktu lalu dengan kepala ruangan,
jika di ukur dengan teori WISN yang di terapkan oleh Badan
Kepegawaian Daerah NTB memang masih jauh dari standar jumlah
ketenagaan yang seharusnya jika dibandingkan dengan beban kerja
petugas yang ada di ruang IBS, selain itu juga budaya kerja yang
ada saat ini di unit IBS seperti masih ditemukannya pegawai yang
datang tidak tepat waktu juga mempengaruhi ketidakoptimalan
pemberian edukasi pasien di ruang transit IBS.
Dari data dan fakta yang penulis temukan tersebut penting
kiranya penulis mencari strategi pemecahan isu bagaiamana
pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga dapat berjalan
optimal sebab jika hal tersebut tidak segera di atasi tentunya akan

72
memiliki dampak yang cukup serius bagi pasien utamanya seperti
resiko infeksi, resiko perdarahan, proses penyembuhan luka akan
menjadi lebih lama, biaya yang akan di tanggung oleh pasien akan
semakin membengkak dan tentunya citra pelayanan yang di berikan
Rumah sakit yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari salah satu
misi organisasi memberikan pelayanan secara professional tidak
terwujud sehingga tentunya akan berbanding terbalik bagi misi
daerah yaitu menjadikan NTB Sehat dan Cerdas’.
c. Data / Bahan Dukung Kegiatan
- Visi dan Misi Daerah NTB
- Visi Misi Organisasi RS HL Manambai Abdulkadir
- Dokumen SOP Edukasi
- Jurnal tentang edukasi kepada pasien dan keluarga
- Buku maternitas perawatan post SC
- Jurnal penelitian tentang Sectio Caecaria
- Data SIMRS
- Rekam Medis Pasien
- Sasaran sosialisasi
- Draft observasi bagaimana penerapan SOP edukasi
- Surat izin pelaksanaan Aktualisasi
- Daftar rencana kegiatan dan jadwal kegiatan rancangan
Aktualisasi
IV. Tujuan Kegiatan :
a. Tujuan Jangka Pendek
Agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta dapat
menyelasaikan isu “Belum optimalnya pemberian edukasi pada
pasien dan keluarga mengenai perawatan post SC di Ruang transit
IBS RS HL.Manambai Abdulkadir” yang berkaitan dengan
Manajemen ASN dan Smart ASN yang ada dalam unit kerja
melalui penerapan Nilai- Nilai Dasar BerAKHLAK.
b. Tujuan Jangka Menengah

73
Memberikan pelayanan yang professional kepada masyarakat
sehingga akan menimbulkan kepuasan, serta akan menjadi nilai
tambah bagi Rumah Sakit di mata masyarakat, disamping juga
laporan Aktualisasi ini dapat digunakan sebagai bahan dalam proses
akreditasi Rumah Sakit serta pengembangan karya tulis ilmiah.
c. Tujuan Jangka Panjang
Memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewuudkan
misi ketiga dari pemerintah Provinsi NTB yaitu “NTB bersih dan
Sehat.
V. Ruang Lingkup :
Ruang lingkup kegiatan ini adalah pada Unit Intalasi Bedah
Sentral RS HL Manambai Abdulkadir dengan sasaran petugas
kesehatan serta pasien dan keluarga yang melaksanakan tindakan
operasi Sectio Caesaria.
VI. Metode Pelaksanaan Kegiatan :
a. Persiapan administrasi kegiatan izin, termasuk
pengumpulan dan penyediaan data dan dokumen
pendukung.
b. Membuat KAK (kerangka Acuan Kerja)
c. Konsultasi dengn mentor dan kepala ruangan untuk membuat
form observasi berdasarkan SOP Edukasi dan terkait whatsapp
dan leaflet terkait edukasi perawatan post SC
d. Merancang form observasi berdasarkan SOP pemberian edukasi
dan terkait bahan/materi whatsapp dalam bentuk video dan
leaflet terkait edukasi post SC
e. Koordinasi dengan rekan sejawat untuk soisalisasi SOP edukasi
dan pemanfaatan M-Wallet tentang perawatan post SC
f. Melakukan pengukuran tingkat pengetahuan perawat tentang
SOP edukasi temtang perawatan post SC berdasarkan form
edukasi yang telah di susun
g. Kegiatan soisalisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-Walet

74
kepada teman sejawat sebagai media edukasi tentang perawatan
SC
h. Kegiatan Role Play Penerapan Pemberian Edukasi
Menggunakan Whatsapp dan leaflet kepada pasien dan keluarga
tentang perawatan post SC di ruang Transit IBS RS HL
Manambai Abdulkadir
i. Melakukan pengukuran tingkat pengetahuan perawat tentang
SOP edukasi tentang perawatan post SC
VII. Hasil / Keluaran Kegiatan
a. Output
- Terbentuk Kerangka Acuan Kerja Kegiatan
- Draft form observasi SOP edukasi
- Dokumen Form obsrvasi final
- Dokumentasi pelaksanaan koordinasi kepada rekan
sejawat
- Dokumen rekapan awal hasil observasi penerapan SOP
edukasi
- Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi SOP dan
Pemanfaatan Media M-Wallet tentang perawatan post
SC
- Dokumentasi pelaksanaan penerapan pemanfaatan M-
Walet di Ruang Transit IBS RS HL Manambai
Abdulkadir
- Dokumen rekapan hasil observasi akhir terkait
penerapan SOP dan M-Walet tentang perawatan post SC
b. Outcome
- Meningkatnya kepuasan Masyarakat terhadap
Pelayanan kesehatan yang diberikan RS HL Manambai
Abdulkadir
- Meningkatnya mutu pelayanan yang diberikan Rumah
Sakit

75
- Mendukung Misi Daerah NTB “ NTB Sehat dan
Cerdas”
- Meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan
- Peningkatan income Rumah Sakit
- Nilai- nilai dasar ASN BerAKHLAK tercapai.
VIII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan aktualisasi “Efektivitas M-Walet pada
pasien tentang perawatan post SC di ruang IBS RS HL
Manambai Abdulkadir” dilaksanakan selama 1 bulan sejak
tanggal 19 Maret s/d 18 April 2022 di Rumah Sakit HL
Manambai Abulkadir.
IX. Biaya Yang Diperlukan
Anggaran yang digunakan selama kegiatan bersumber dari
penulis sendiri dan dukungan dari Ruang IBS RS HL Manambai
Abdulkadir.

Sumbawa, 19 Maret 2022


Penanggung Jawab

NIKODIMUS MARGO R,S.Kep.,Ners,M.Kep


NIP. 19861211 201101 1 005

76
Lampiran 11
PEMERINTAH PROVINSI NTB
RUMAH SAKIT H.L MANAMBAI ABDULKADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 telp(0371)2628078
Sumbawa Besar :rsudp_disumbawa@yahoo.com Kode Post :84321

Sumbawa Besar 3 April 2022

Hal : Undangan Sosialisasi

Kepada
Yth.Perawat IBS RSMA
di-
Tempat

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Sehubungan akan diadakannya kegiatan Sosialisasi dalam mendukung


pelaksanaan Aktualisasi CPNS, maka melalui ini kami memohon kehadiran
Bapak/Ibu/Sejawat untuk meminta masukan dan saran mengenai Pengoptimalan
SOP Edukasi dan Pemanfaatan M-Walet (Whatsapp dan Leaflet) dalam
memaksimalkan Penerapan SOP Edukasi di Ruang Transit IBS RS HL Manambai
Abdulkadir yang akan dilakukan pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 6 April 2022

Jam : 10:00 Wita s/d selesai

Tempat : Ruangan IBS RSMA

Demikian atas perhatianya disampaikan terimakasih.


Wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Kepala Ruangan

Rahman Azhari Amd.Kep


NIP.19890923 201101 1 003

77
Lampiran 12
BERITA ACARA
SOSIALISASI SOP DAN PEMANFAATAN M-WALET (WHATSAPP DAN
LEAFLET) PADA PASIEN TENTANG PERAWATAN POST SC DALAM
MENGOPTIMALKAN SOP EDUKASI
DI RUANG IBS RS HL MANAMBAI ABDULKADIR

Pada hari Rabu tanggal Enam bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua,
bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS HL Manambai Abdulkadir Jln.
Lintas Sumbawa-Bima Km. 5 Seketeng Sumbawa Besar, Mulai Pukul 10.00
WITA sampai 12.00 WITA telah diadakan Sosialisasi dengan Kepala Ruangan
dan Perawat Ruang Instalasi Bedah Sentral tentang SOP dan Pemanfaatan M-
Walet (Whatsapp dan Leaflet) pada pasien tentang perawatan Post SC dalam
mengoptimalkan SOP Edukasi di Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir.
A. Peserta Sosialisasi yang hadir 16 orang, terdiri dari:
1. Kepala ruangan : 1 orang
2. Ketua tim : 3 orang
3. Perawat IBS : 12 orang
B. Acara Kegiatan
1. Sosialisasi SOP Edukasi
2. Sosialisasi SOP dan Pemanfaatan M-Walet (Whatsapp dan Leaflet) pada
pasien tentang perawatan Post SC dalam mengoptimalkan SOP Edukasi
di Ruang IBS RS HL Manambai Abdulkadir
Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Sumbawa Besar, 6 April 2022
Mengetahui,
Pelaksana Kegiatan Kepala Ruangan

Bagas Pramudyo Leksono, S.Kep.,Ners. Rahman Azhari, Amd.,Kep


NIP.19891121 202012 1 008 NIP. 19890923 201101 1 003

78
Lampiran 13

NOTULENSI KEGIATAN SOSIALISASI SOP EDUKASI DAN


PEMANFAATAN M-WALET (MEDIA WHATSAPP DAN LEAFLET)
TENTANG PERAWATAN POST SC DI RUANG IBS RS HL MANAMBAI
ABDULKADIR
Hari/Tanggal: Rabu, 16 April 2022
Tempat: Ruang Instalasi Bedah Sentral
Waktu: 10. 00 WITA - Selesai

Pembicara :
Bagas Pramudyo Leksono S.Kep.,Ners

Isi Diskusi:
Menjelaskan tentang pentingnya megoptimalkan SOP edukasi di ruang IBS dan
bagaimana memanfaatkan M-Walet (Media Whatssapp dan Leaflet) dalam
memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, dalam proses pelaksanaan
sosialisasi masih ditemukannya beberapa kendala seperti kehadiran peserta karena
harus menyesuaikan dengan jadwal operasi yang cukup padat di hari itu, namun
sudah dapat diatasi dengan melakukan pembagian SOP edukasi, video edukasi,
dan leaflet melalui whatsapp grup dan bertatap muka langsung ketika selesai
tindakan operasi.
Untuk tahap pelaksanaan dan monitoring, secara data penerapan SOP edukasi
sudah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan
Sosialisasi dalam pemberian edukasi pada pasien maupun keluarga di Ruang
Transit dan Recovery Room Instalasi Bedah Sentral, dimana yang dahulunya
hampir belum dilaksanakan sama sekali, saat ini sudah dilakukan apalagi dengan
memanfaatkan media edukasi berupa video dan leaflet yang dapat membantu
perawat dalam menyampaikan edukasi kepada pasien maupun keluarga meskipun
masih terdapat beberapa perawat belum melakukan edukasi sesuai tahapan SOP.
Kami bersepakat tetap akan berusaha meningkatkan kepatuhan dengan
menjalankan ketentuan yang berlaku dalam melakukan penerapan SOP edukasi
pada pasien dan keluarga serta tidak terbatas pada kasus operasi teretntu seperti
SC yang diangkat penulis melainkan akan melaksanakan pemberian edukasi
dengan kasus- kasus operasi lainnya yang ada di Instalasi Bedah Sentral RS HL
Manambai Abdulkadir

NOTULEN : Bagas Pramudyo Leksono S.Kep.,Ners


Mengetahui
Kepala Ruangan,

Rahman Azhari,Amd.,Kep
NIP. 19890923 201101 1 003

79
Lampiran 14
PEMERINTAH PROVINSI NTB
RUMAH SAKIT H.L MANAMBAI ABDULKADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 telp (0371) 2628078
Sumbawa Besar : rsudpdisumbawa@yahoo.com Kode Post :84321

DAFTAR HADIR

HARI/TANGGAL : RABU, 6 APRIL 2022

JAM : 10.00 WITA S/D SELESAI


TEMPAT : RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
KEGIATAN MATERI : SOSIALISASI SOP EDUKASI DAN PEMANFAATN
M-WALET (WHATSAPP DAN LEAFLET) PADA
PASIEN TENTANG PERAWATAN POST SC
NO NAMA TANDA TANGAN KET

1 I KM RAMA DWI P 1.

2 TAUFAN FIRMANSYAH 2.

3. WAHYUDI 3.

4 L.AJI PUTRA BULKYAH 4.

5. SATRIAWAN ADI S 5.

6. HENDI SATRIADI 6.

7. ALWADUDI 7.

8. M. TAUFAN 8.

9. DEDY TESNA W 9.

10. RIZAL FADLI 10.

11. AYU WAHYUNINGSIH 11.

12. BQ. PUTRI ANGEN B 12.

13. JULIAN ANSHORI 13.

80
14. AWLI HARDIMAN 14.

15. HERI KUSNAEDI 15.

16. RAHMAN AZHARI 16.

81
BERITA ACARA
KOORDINASI DENGAN REKAN SEJAWAT UNTUK MELAKUKAN
SOSIALISASI SOP EDUKASI DAN PEMANFAATAN M-WALET
TENTANG PERAWATAN POST SC
DI RUANG IBS RS HL MANAMBAI ABDULKADIR

Pada hari Kamis tanggal Tiga Puluh Bulan Maret tahun Dua Ribu Dua Puluh Dua,
bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS HL Manambai Abdulkadir Jln.
Lintas Sumbawa-Bima Km. 5 Seketeng Sumbawa Besar, Mulai Pukul 09.00
WITA sampai 11.00 WITA telah diadakan Koordinasi dengan rekan sejawat
untuk melakukan sosialisasi SOP edukasi dan pemanfaatan M-Walet tentang
perawatan post SC.

C. Peserta yang hadir 16 orang, terdiri dari:


1. Kepala ruangan : 1 orang
2. Ketua tim : 3 orang
3. Perawat IBS : 12 orang
D. Acara Kegiatan
1. Koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan aktualisasi
2. Kordinasi terkait pemanfaatan media edukasi M-Walet
3. Meminta saran dan masukan serta dukungan rekan sejawat terkait
rencana kegiatan yang akan dilakukan selama masa aktualisasi
Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Sumbawa Besar, 30 Maret 2022
Mengetahui,
Pelaksana Kegiatan Kepala Ruangan

Bagas Pramudyo Leksono, S.Kep.,Ners. Rahman Azhari, Amd.,Kep


NIP.19891121 202012 1 008 NIP. 19890923 201101 1 003

82
PEMERINTAH PROVINSI NTB
RUMAH SAKIT H.L MANAMBAI ABDULKADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 telp (0371) 2628078
Sumbawa Besar : rsudpdisumbawa@yahoo.com Kode Post :84321

DAFTAR HADIR

HARI/TANGGAL : KAMIS, 30 MARET 2022


JAM : 09.00 S/D 10.00 WITA
TEMPAT : RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
KEGIATAN MATERI : KOORDINASI DENGAN REKAN SEJAWAT UNTUK
MELAKUKAN SOSIALISASI SOP EDUKASI DAN PEMANFAATAN M-
WALET TENTANG PERAWATAN POST SC.

NO NAMA TANDA TANGAN KET

1 I KM RAMA DWI P 1.

2 TAUFAN FIRMANSYAH 2.

3. WAHYUDI 3.

4 L.AJI PUTRA BULKYAH 4.

5. SATRIAWAN ADI S 5.

6. HENDI SATRIADI 6.

7. ALWADUDI 7.

8. M. TAUFAN 8.

9. DEDY TESNA W 9.

10. RIZAL FADLI 10.

11. AYU WAHYUNINGSIH 11.

12. BQ. PUTRI ANGEN B 12.

13. JULIAN ANSHORI 13.

83
14. AWLI HARDIMAN 14.

15. HERI KUSNAEDI 15.

16. RAHMAN AZHARI 16.

84
Lampiran 15

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 Telp (0371) 2628078 Fax. (0371) 2628099 Sumbawa Besar
Email :rsudp_disumbawa@yahoo.comKode Post 84381

Lembar Pengendalian Kegiatan

Nama Peserta Bagas Pramudyo Leksono S.Kep.,Ners


Instansi RS HL Manambai Abdulkadir
Tempat Aktualisasi Ruang Instalasi Bedah Sentral
Coach Wiwik Suprihatin SS.,MM

No Hari/Tanggal Kegiatan Output Paraf


Coach
1. Kamis, 03/3/2022 Konsultasi dalam Draft rancangan
menyusun: gambaran umum, visi
- Gambaran Umum misi daerah dan
Organisasi, supporting,tujuan dan
Visi Misi Daerah dan nilai budaya organisasi,
Supporting Organisasi lanjut ke tahapan
terhadap pencapaian berikutnya
Visi dan Misi Daerah,
tujuan organisasi, nilai
budaya organisasi
2. -
Selasa, 08 /3/2022 Konsultasi Draft rancangan tusi
- Tugas fungsi peserta, identifikasi
peserta,identifikasi isu isu,data fakta, core isu
di unit kerja,data fakta, dan gagasan
menetapkan core
isu,ide gagasan
3. Sabtu, 12/03/2022- Konsultasi terkait Draft laporan rancangan
proposal aktualisasi i aktualisasi
4. Selasa, - Konsultasi laporan Draft laporan rancangan
15/03/2022 rancangan aktualisasi aktualisasi final
final dan PPT
5. Rabu, 16/03/2022 Konsultasi PPT yang Draft PPT
akan digunakan saat
seminar proposal
6. Jumat, 18/03/2022 Konsultasi revisi laporan rancangan
seminar proposal aktualisasi hasil revisi
7. Jumat, 15/04/2022 Konsultasi terkait hasil Draft laporan hasil
pelaksanaan aktualisasi aktualisasi di tempat

85
di tempat kerja kerja
8. Minggu, Konsultasi terkait Draft laporan aktualisasi
17/04/2022 laporan akhir
aktualisasi
9. Selasa, Konsultasi laporan Laporan aktualisasi
19/04/2022 akhir aktualisasi, PPT , final, PPT final, video
Video edukasi dan edukasi dan RABN final
RABN
10. Rabu, 20/04/2022 Bimbingan Persiapan Laporan aktualisasi dan
Seminar Akhir PPT final
Aktualisasi

86
PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 Telp (0371) 2628078 Fax. (0371) 2628099 Sumbawa Besar
Email :rsudp_disumbawa@yahoo.comKode Post 84381

STRATEGI PEMBIMBINGAN
CATATAN BIMBINGAN DAN KONSULTASI MENTOR

NamaLengkap : Bagas Pramudyo Leksono, S. Kep., Ners


NIP : 19891121 202012 1 008
Pangkat : PenataMuda
Golongan/Ruang : III/a
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir

No. Hari/Tanggal Kegiatan Catatan Bimbingan dan Nama dan


Konsultasi Paraf

1. Jumat, 04/3/2022 Konsultasi Gambaran ACC, gambran umum TTD


Umum Organisasi, Organisasi,
Visi Misi Daerah dan Visi Misi Daerah dan Nikodimus
Supporting Organisasi Supporting Organisasi Margo R,
terhadap pencapaian Visi terhadap pencapaian Visi S.Kep.,Ns.,
dan Misi Daerah, tujuan dan Misi Daerah, tujuan M.Kep
organisasi, nilai budaya organisasi, nilai budaya
organisasi organisasi, lanjut ke
tahapan selanjutnya

2. -
Rabu , 09/3/2022 Konsultasi Lanjut ke tahap berikutnya,
Tugas fungsi kuatkan data dan fakta
peserta,identifikasi isu di yang ditemukan dan
unit kerja,data fakta, perbaiki tulisan yang salah
menetapkan core isu,ide
gagasan

3. Jumat, 11/3/2022 Konsultasi terkait proposal Ide gagasan yang di angkat


aktualisasi baik, maksimalkan dalam
penyusunan ide kreatif

4. Rabu,16/03/2022 Konsultasi PPT dan laporan Acc, persiapkan seminar


final yang akan dengan baik
dipresentasikan saat
seminar proposal

87
5. Senin, Konsultasi KAK yang telah Finalisasi KAK
21/03/2022 di susun

6. Selasa, Konsultasi KAK final Lanjut ke tahapan


22/03/2022 dengan mentor dan contoh berikutnya, maksimalkan
form observasi berdasarkan dalam pembuatan video
SOP edukasi serta materi dan leaflet
leaflet dan video

7. Kamis, Konsultasi form observasi Acc, lanjut ke tahapan


24/03/2022 Yang disusun berdasarkan kegiatan selanjutnya
SOP edukasi dan materi
whatsapp dalam bentuk
video dan leaflet

8. Kamis, Konsultasi form observasi Acc, lanjut video edukasi


24/03/2022 final dan leaflet

9. Kamis, Konsultasi video edukasi Buat soundtrack di


05/04/2022 modifikasi dengan aplikasi
tiktok agar menarik, Lanjut
ke tahapan berikutnya

10. Rabu, Konsultasi rancangan Aksi RABN acc, laporan


13/04/2022 Bela Negara dan draft aktualisasi lanjut ke
laporan aktualisasi tahapan berikutnya dan
finalisasasikan

88
Lampiran 16

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 Telp (0371) 2628078 Fax. (0371) 2628099 Sumbawa Besar
Email :rsudp_disumbawa@yahoo.comKode Post 84381

SURAT DUKUNGAN ATASAN LANGSUNG

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Lengkap : Nikodimus Margo R, S.Kep.,Ns. M.Kep
NIP : 19861211 201101 1 005
Pangkat : Penata Tingkat I
Golongan/Ruang : III/d
Jabatan : Kepala Seksi Keperawatan
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir

Dengan ini menerangkanbahwa:


NamaLengkap : Bagas Pramudyo Leksono, S.Kep., Ners
NIP : 19891121 202012 1008
Pangkat : Penata Muda
Golongan/Ruang : III/a
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir

Untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK)


dalam upaya “Efektivitas M-Walet (Media Whatsapp dan Leaflet) Pada Pasien
tentang perawatan Post SC di ruang IBS Rumah Sakit H. L. Manambai
Abdulkadir”, dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang dilaksanakan pada
tanggal 19 Maret s/d 18 April 2022 bertempat di Rumah Sakit H.L. Manambai
Abdulkadir, Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat.
Demikian surat persetujuan ini diberikan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Sumbawa, 19 Maret 2022

Nikodimus Margo R,S.Kep.,Ns. M.Kep


NIP. 19861211 201101 1 005

89
Lampiran 17

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 Telp (0371) 2628078 Fax. (0371) 2628099 Sumbawa Besar
Email :rsudp_disumbawa@yahoo.comKode Post 84381

SURAT DUKUNGAN MENTOR

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Lengkap : Nikodimus Margo R, S.Kep.,Ns. M.Kep
NIP : 19861211 201101 1 005
Pangkat : Penata Tingkat I
Golongan/Ruang : III/d
Jabatan : Kepala Seksi Keperawatan
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir

Dengan ini menerangkanbahwa:


NamaLengkap : Bagas Pramudyo Leksono, S.Kep., Ners
NIP : 19891121 202012 1008
Pangkat : Penata Muda
Golongan/Ruang : III/a
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir

Untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK)


dalam upaya “Efektivitas M-Walet (Media Whatsapp dan Leaflet) Pada Pasien
tentang perawatan Post SC di ruang IBS Rumah Sakit H. L. Manambai
Abdulkadir”, dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang dilaksanakan pada
tanggal 19 Maret s/d 18 April 2022 bertempat di Rumah Sakit H.L. Manambai
Abdulkadir, Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat.
Demikian surat persetujuan ini diberikan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Sumbawa, 19 Maret 2022

Nikodimus Margo R,S.Kep.,Ns. M.Kep


NIP. 19861211 201101 1 005

90
Lampiran 18

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT


RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR
Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 05 Telp (0371) 2628078 Fax. (0371) 2628099 Sumbawa Besar
Email :rsudp_disumbawa@yahoo.comKode Post 84381

SURAT PERNYATAAN REKOMENDASI

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Lengkap : Rahman Azhari, Amd.,Kep


NIP : 19890923 201101 1 003
Pangkat : Penata Muda Tk 1
Golongan/Ruang : III/b
Jabatan : Kepala Ruangan Instalasi Bedah Sentral (IBS)
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir

Dengan ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa akan memberikan


persetujuan dan dukungan sepenuhnya kepada:

Nama Lengkap : Bagas Pramudyo Leksono, S.Kep.,Ners


NIP : 19891121 202012 1 008
Pangkat : Penata Muda
Golongan/Ruang : III/a
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RS H.L.ManambaiAbdulkadir

Selaku peserta LATSAR CPNS Angkatan V Provinsi NTB bekerjasama dengan


BPSDM Provinsi NTB tahun 2022, dalam melaksanakan rancangan aktualisasi
sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan judul “Efektivitas M-Walet (Media
Whatsapp dan Leaflet) Pada Pasien Tentang Perawatan Post SC Di Ruang IBS RS
H.L. Manambai Abdulkadir”.

Demikian surat persetujuan dan dukungan ini diberikan untuk dipergunakan


sebagaimana mestinya.

Sumbawa Besar, 19 Maret 2022


Yang bertandatangan,

Rahman Azhari, A.Md.,Kep


NIP. 19890923 201101 1 003

91
Lampiran 19
PEMBERIAN EDUKASI PADA PASIEN DAN KELUARGA
Nomor :
800/3361/01/2021 No. Revisi : 00 Halaman : 2/2
RS HL MANAMBAI
ABDULKADIR

Ditetapkan :
STANDAR PROSEDUR Tanggal terbit: Direktur
OPERASIONAL RS. H.L. Manambai Abdulkadir
( SPO )

dr. Made Sopan Pradnya N


M.Biomed.,Sp.B

PENGERTIAN Pemberian edukasi pada pasien dan keluarga adalah usaha atau kegiatan yang
dilakukan dalam rangka memberikan informasi terhadap masalah kesehatan
pasien yang belum diketahui oleh pasien dan keluarganya sedangkan hal tersebut
perlu diketahui untuk membantu atau mendukung penatalaksanaan medis dan
atau tenaga kesehatan lainnya.
TUJUAN 1. Agar pasien mengerti dan memahami masalah kesehatan yang ada.
2. Meningkatkan pengetahuan dan atau ketrampilan pasien dan keluarga
tentangmasalah kesehatan yang dialami
3. Membantu pasien dan keluarga dalam meningkatkan kemampuan untuk
mencapaikesehatan secara optimal
4. Membantu pasien dan keluarga dalam mengambil keputusan tentang
perawatanyang harus dijalani
5. Agar pasien dan keluarga berpartisipasi dalam proses pelayanan yang diberikan
KEBIJAKAN 1. Rumah Sakit memberikan edukasi secara rutin pada pasien dan atau
keluarga ( peraturan direktur nomor 800/3361/01/2021 tentang kebijakan
pelayanan Rumah Sakit )
2. Edukasi dan informasi di tuangkan didalam sebuah panduan ( peraturan

92
direktur nomor 800/3361/01/2021 tentang panduan pemberian informasi dan
edukasi )

PROSEDUR 1. Pelaksana adalah dokter spesialis/ sub spesialis, dokter umum, perawat,
bidan, therapis, apoteker, ahli gizi, radiographer dan analis yang ditunjuk
sebagai edukator.
2. Ucapkan salam, petugas memperkenalkan diri
3. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang rencana pendidikan kesehatan
yang akan diberikan sesuai dengan hasil assessment atau identifikasi
kebutuhan pendidikan kesehatan. Informasi tersebut meliputi : materi yang
akan diberikan, tujuan diberikan pendidikan kesehatan, tempat dan
lamannya pendidikan kesehatan dilakukan.
4. Siapkan peralatan yang dibutuhkan:
 Materi
 Alat bantu demonstrasi (bila dibutuhkan)
 Formulir pemberian informasi/ edukasi
 Alat tulis
5. Lakukan pendidikan kesehatan /penyuluhan sesuai dengan materi yang
disiapkan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh pasien
dan keluarga.
6. Lakukan pendidikan kesehatan/ penyuluhan dengan metode yang sesuai
dengantopik pendidikan kesehatan yang akan diberikan. Bila materi berupa
informasi seputar pengetahuan, pendidikan kesehatan pasien dilakukan
dengan metode presentasi dan diskusi. Bila materi berupa ketrampilan/
prosedur tindakan (seperti perawatan payudara, perawatan luka sederhana,
dll) pemberian pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode
demonstrasi.
7. Beri kesempatan pasien dan keluarga untuk bertanya apabila ada materi
yang dianggap kurang jelas

93
8. Dokumentasikan tindakan pendidikan kesehatan yang sudah dilakukan
dalam lembar informasi dan edukasi.

UNIT TERKAIT INSTALASI BEDAH SENTRAL

94
Lampiran 20
AKSI BELA NEGARA PESERTA LATSAR CPNS BPSDM PROVINSI NTB
Nama : Bagas Pramudyo Leksono S.Kep.,Ners
Angkatan/Kelompok : 5/1
Nomor Daftar Hadir : 5
Instansi : RS H.L.Manambai Abdulkadir Provinsi NTB
Nama Mentor : Nikodimus Margo R, S.Kep.,Ners.,M.Kep.
Jabatan Mentor : Kepala Seksi Keperawatan RS HL Manambai Abdulkadir

No Nilai Bela Negara dan Indikator Identifikasi Tempat dan Output Bukti/Dokumentasi Paraf
Sikap dan Perilaku Aksi Waktu Mentor
Pelaksanaan
1 Cinta Tanah Air
a) Mencintai, menjaga dan Mencuci Ruang Intalasi Alat
melestarikan lingkungan hidup alat/instrument Bedah Sentral, /instrume
bekas operasi Senin, n operasi
21/3/2022 tampak
bersih

b) Menghargai dan menggunakan Menggunakan Ruang Kasi Mengguna


karya anak bangsa produk dalam keperawatan kan
negeri Selasa, seragam
22/3/2022 batik

95
2 Kesadaran berbangsa dan bernegara
a) Disiplin dan bertanggung jawab Mempersiapkan Ruang Intalasi Ruang
terhadap tugas yang dibebankan Ruangan Operasi Bedah Sentral, operasi
Sebelum Jumat, siap
tindakan 25/3/2022 digunakan
pembedahan di
mulai

b) Rukun dan berjiwa gotong Bergotong – Ruang Intalasi Ruangan


royong dalam masyarakat royong dengan Bedah Sentral, operasi
rekan sejawat Sabtu, tampak
membersihkan 26/3/2022 bersih
ruangan operasi

3 Setia Pada Pancasila


a) Menerapkan prinsip-prinsip dan Melakukan Ruang Tercapainy
nilai-nilai musyawarah mufakat koordinasi akreditasi RS a mufakat
dengan rekan HL Manambai untuk
sejawat untuk Abdulkadir, mendukun
mendukung Selasa, g tujuan
tujuan organisasi 29/3/2022 organisasi

96
b) Saling membantu dan tolong Memberikan Ruang Intalasi Peningkata
menolong antar sesama sesuai pendidikan Bedah Sentral, n
nilai-nilai luhur Pancasila untuk kesehatan Selasa, pengetahu
mencapai kesejahteraan kepada pasien 29/3/2022 an pasien
tentang
kondisi
kesehatan
nya
4. Rela berkorban untuk bangsa dan Negara
a) Rela menolong sesama warga Melakukan Ruang Intalasi Termonito
masyarakat yang mengalami monitoring Bedah Sentral, rnya
kesulitan tanpa melihat latar tanda- tanda Rabu, tanda-
belakang sosio kulturalnya vital saat operasi 30/3/2022 tanda vital
berlangsung pasien
dengan
baik
b) Menyumbangkan tenaga, Melakukan Ruang Intalasi Alat
pikiran, kemampuan untuk sterilisasi Bedah Sentral, /intrumen
kepentingan masyarakat, alat/instrument Rabu, operasi
kemajuan bangsa dan Negara operasi 30/3/2022 steril

5. Memiliki kemampuan awal bela Negara

97
a) Mempunyai kemampuan Melakukan Ruang Intalasi Terdokum
memahami dan mengidentifikasi pengecekan Bedah entasikann
bentuk-bentuk ancaman di jumlah Sentral/IBS ya jumlah
lingkungan masing-masing instrument dan Kamis, alat
sehingga selalu siap tanggap dan bahan habis 31/3/2022 instrumen
lapor dini setia pada kegiatan pakai sebelum dan bahan
yang merugikan dan operasi habis
menggganggu keamanan serta dilakukan pakai di
ketertiban masyarakat di checklist
lingkungannya masing-masing
b) Senantiasa menjaga Melakukan Gedung Badan
kesehatannya sehingga memiliki olahraga secara olahraga sehat dan
kesehatan fisik dan mental yang rutin pragas bugar
baik Sumbawa,
Minggu,
3/4/2022

6 Semangat mewujudkan Negara yang berdaulat, adil dan makmur


a) Tidak berputus asa ketika Melakukan Ruang Kasi Terselesai
menghadapi persoalan konsultasi Keperawatan kanya
kehidupan bermasyarakat, dengan atasan Selasa tugas yang
berbangsa dan bernegara terkait tugas 5/4/2022 diberikan
yang diberikan

98
b) Bekerja keras untuk diri dan Menyusun leaflet Rumah Leaflet dan
masyarakat dan video kontrakan video
edukasi sebagai Minggu, edukasi
media edukasi 27/3/2022
kepada
masyarakat

99
Lampiran 21

LINK YOUTUBE VIDEO EDUKASI PERAWATAN POST SC


https://youtu.be/iGGMcjg56zo

LINK YOUTUBE VIDEO AKSI BELA NEGARA


https://youtu.be/e0s9hjwHbc0

LEAFLET PERAWATAN POST SC

100

Anda mungkin juga menyukai