Anda di halaman 1dari 165

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007).

Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

D. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011.

E. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar belakang,

rumusan masalah, tujuan dan ruang lingkup, manfaat. BAB II : Tinjauan Teori ::Menguraikan tentang, tinjaun medis normal, sistematika penulisan dan

kehamilan normal, persalinan BBL normal, dan nifas normal -

BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan kebidanan dengan SOAP

BAB IV : Pembahasan

::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus.

BAB V

: Penutup

: Menguraikan kesimpulan dan saran

F. Manfaat Penulisan 1. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL. 2. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai

perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.
3.

Bagi BPS. Engkay S Chandra

a. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. b. Dapat membantu kegiatan program kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal.

BAB II TINJAUAN TEORI

A. TEORI KEHAMILAN 1. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin, 2002 ). Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. b. c. Triwulan pertama (0 12 minggu) Triwulan kedua (12 28 minggu) Triwulan ketiga (28 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilam 28

dan 36 minggu disebut premature. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan), dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 2. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan

berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mengkonsultasikan kesehatan fisik.

b. Mengatur asupan nutrisi. c. Bersikap teliti terhadap obat-obatan.

d. Menanamkan pola hidup sehat. e. f. Memeriksa darah. Mengkonsultasikan faktor genetik.

g. Mencatat kondisi kesehatan. h. Menjaga hubungan yang harmonis. i. Mempersiapkan tabungan.

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. Faktor Fisik b. Faktor Psikologis terdiri dari : 1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi

4. Tanda-tanda Kehamilan a. Tanda dugaan hamil a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) Menstruasi terlambat. Mual muntah. Ngidam. Tidak tahan terhadap bau-bauan. Pingsan. Anoreksia. Lelah. Miksi sering. Payudara besar dan tegang. Sulit BAB. Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher, muka, dan areola. Epulsi. Varises. b. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar.
2)

Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus menyebabkan cekungan. Terjadi pada kehamilan 6-8

SBR, minggu.
3)

Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah

daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan

(livid) atau purplish (ungu). Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks.
4)

Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis

disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. Muncul pada minggu ke-4.


5)

Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior, tengah

didaerah antara uterus dan serviks. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu.
6)

Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan

mudah ditekuk pada pertemuannya. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu.
7)

Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk

uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal.
8)

Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan,

ireguler ringan, tidak sakit, semakin meningkat frekuensinya pada TM III.


9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu.

10) Test kehamilan (+). c. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin, biasanya terasa oleh ibu pada

kehamilan 16-20 minggu. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18.

2) Terasa adanya bagian-bagian janin. 3) Terdengar adanya DJJ, biasanya dengan fetoscope

terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. Normal

frekuensinya 120-160 x/menit. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Tampak pada minggu 12-14. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. Pada minggu

ke-5 feta pole sudah tampak. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. 5. Antenatal Care Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. 2) Perencanaan persalinan. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. b. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya.

2) Penampisan preeklampsia, gemelli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan, MAP. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. c. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. Pelayanan 7 T :
a. Timbang berat badan. b. Ukur Tekanan darah. c. Ukur Tinggi fundus uteri. d. Pemberian imunisasi TT lengkap. e. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. f. Tes terhadap penyakit menular seksual. g. Tes lab (glukosa,protein urine,haemoglobin,golongan darah) h. Tilai status gizi i. j.

Tilai presentasi dan Djj Temu wicara, temuan kasus, tindak lanjut Table 2.1

Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Kunjungan Kunjungan I II Kunjungan III Kunjungan IV

Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium

Jika indikasi Jika

ada Jika indikasi ada Jika

ada Jika indikasi ada Jika

ada

ada

indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. Lain jika indikasi ada

Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi 90 Tablet

TT2

Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi

Memperkua ada

t ada Jika indikasi

Tabel 2.2

Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 6. Tujuan antenatalcare a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,mental, dan social ibu dan bayi. c. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanaan dan pembedahan. d. Memepersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. f. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. 7. Proses Kehamilan % perlindungan 80 95 99 99

thn/seumur

Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: a. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium, peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang
1) 2)

Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) Dengan pengaruh FSH, frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli.

3)

Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi.

4)

Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi

b. -

Gerak dari tuba yang mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi Peristaltik tuba makin aktif

Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus

1)

Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus , hipofisis, endometrium.

2)

Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba, proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism

3)

Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus, dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi.

c.

Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks


1) 2) 3) 4) 5)

Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit kedua Menjadi spermatid Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang

kompleks dari panca indra, hipotalamus, hipofisis, dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis, pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma, yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.

Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti

2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor

3) Ekor

: Pajang sekitar 10 kali kepala, mengandung

energi

sehingga dapat bergerak. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii, spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. d. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot, proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut :
1)

Ovum yang di lepaskan proses ovulasi, diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi.

2)

Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus

3)

Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida, nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida

4)

Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba Tempat yang paling luas Dinding penuh jongjot, tertutup sel yang mempunyai silia Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba

a) b)
c)

5)

Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam

a) spermatozoa di tumpahkan, masuk melalui konalis serulkalis

dengan kekuatan sendiri


b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan

sebagian dari upoproteinya sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna
e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi

serta mengikis
f)

korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase

g) melalui stomata spermatozoa memasuki ovum

h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya lepas dan tertinggal di luar i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi

e.

Proses Nidasi Atau Implantasi

Dengan

masuknya

inti

spermatozoa

kedalam

sitoplasma

vitellus membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan metaphasesehingga pronokluesnya menjadi

haploid pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti, hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0,1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam, terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya, mampu

mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut blastula perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi ,sementara itu fase

sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. Sel tropoblas yang meliputi perimer villi korealis melakukan destruksi enzimatik proteolitik, hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7, setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium, mungkin terjadi. f. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass, akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk, plat embrio terdiri dari undur ectoderm, entoderm, dan meroderm, kantungan ammion dan embrio padat dan

perkembangan menjadi tali pusat.

Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat, yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah, mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi, sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal, sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon, fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya, memberikan nutrisi, pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. g. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. Tabel. 2.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2,5 cm Perkembangan a. Kepala fleksi ke dada b. Hidung, kuping dan jari terbentuk c. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. Kelopak mata terbentuk b. Genetalis jelas terbentuk

Masa Fetus

16 Minggu

16-18 cm

a. Kulit merah tipis b.Uterus telah penuh, desi dua pemtalis dan kopsularis

20 Minggu

25 cm

menghilang melekat a. Kulit tebal dengan rambut lanugo b.Kelopak mata jelas, alis dan bulu

24 Minngu

30-32 cm

tampak a. Berat 1000 gram b. Menyempurnakan janin

Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm

8. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm ( 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk

pubis sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari umbilikus

minggu = Cm ( 2 cm) 28 cm ( 2 cm) umbilicus Px Usia kehamilan dalam 2 jari Px minggu = Cm ( 2 cm) 36 Cm ( 2 cm) Pada Px

9. Menentukan Usia Kehamilan

Kehamilan dihitung dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi, secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Tanggal menstruasi terakhir + 7. b. Bulan menstruasi teakhir 3. c. Tahun menstruasi terakhir + 1.

10. Perubahan Fisik Selama Hamil a. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. b. Peningkatan curah jantung

Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim, karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %, tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. c. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk

persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Terdapat peningkatan ukuran, modulus dan sensitifitas. Akibat pengaruh estrogen payudara membesar ukurannya, putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan

menimbulkan rasa sakit. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. d. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Pada akhir kehamilan, terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi

perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. Otot pelvis renalis dan ureter relaks, sehingga terjadi dilatasi. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga

memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. e. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam, kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. f. System pencernaan Salivasi meningkat pada TM I, obstipasi dan emesis / morning sickness. Dimulut, gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Otot-otot usus relaks.

g. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah.

h. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Hormon yang utama dihasilkan

plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk

mempertahankan kehamilan. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat, berdebar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. i. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6,5-16,5 Kg. Jika berat badan sebelumnya normal, kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg.

11. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan

bayinya. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Ibu merasa aneh dan jelek. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya, takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil, takut menghadapi persalinan, dll. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. 12. Keluhan Selama Hamil Trimester III a.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan

hemodynamis 2) 3) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai hypoglikemia.

Cara Meringankan 1) 2) hangat/sesak 3) Tanda Bahaya Hindari berbaring dalam posisi terlentang. Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang

1) 2) 3) Etiologi

Kehilangan kesadaran Disertai gejala anemia. Payudara besar dan tegang

1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara 2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan.

b.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan

4) Batasi minum kopi, teh, cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Dysuria Oliguria Aspmptomatic bacteriuria.

c.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong Istirahat cukup Senam Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Pengobatan Buang air besar segera setelah ada dorongan.

Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. Tanda Bahaya 1) 2) 3) Rasa nyeri hebat di abdomen Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis).

d.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I, TM II, TM III. Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. Cara Meringankan 1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak.

Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak

2) 3) 4) 5)

Bau menyengat Berwarna kuning / abu-abu Pengeluaran cairan Pendarahan pervaginam.

e.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. 5) Statis, gravitasi, tekanan vena panggul, kongesti vena, pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan 1) 2) 3) Pengobatan Salep tropikal Hindari konstipasi Makan makanan yang berserat Gunakan kompres hangat, kompres es/ sizt bath

Tanda Bahaya Thrombi

f. Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 33-36 minggu. 2) Bangun tengah malam

Cara Meringankan 1) 2) 3) 4) 5) sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek, gunakan vistaril dan seconal. Gunakan tekhnik relaksasi Gunakan tekhnik relaksasi progesif Mandi air hangat Minum minuman hangat sebelum tidur Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi

Tanda Bahaya

1) 2)

Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi.

13. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. b. c. d. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1,5 15 600 1,8 100 400-800 2,5 18

B. TEORI PERSALINAN 1. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba, 1998: 157).

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam, tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo, 2006: 100). Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar, 1998: 94). 2. Bentuk Persalinan a. : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum, melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah dilakukan perangsangan. b. Berdasarkan tuanya umur kehamilan : Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan

1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable), dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. 4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu, janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah

persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan, dan janin postmatur. 3. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti, sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. Teori Keregangan

1)

Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang

mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam

batas tertentu. 3) Setelah melewati batas tersebut, terjadi kontraksi sehingga

persalinan dapat mulai. 4) Contohnya, pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu, sehingga menimbulkan proses persalinan. b. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat,pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. 2) Produsi progesteron mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan

progesteron yang terjadi kira- kira 1 2 minggu sebelum partus. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otototot uterus.

c. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst

posterior. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat

mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron dapat akibat tuanya

kehamilan

maka

oksitosin

meningkatkan

aktifitas,sehingga persalinan dapat dimulai. d. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat,lebih-lebih sewaktu partus. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan

kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya

persalinan.
e. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis

1)

teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus

sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya

persalinan.

f. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.
g. Faktor lainnya

Tekanan pada ganglion ini tertekan,kontraksi uterus dapat dibangkitkan. ( Ida Bagus Gde Manuaba,Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998, hal : 160 ). 4. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. Passege (jalan lahir) 1) 2) b. Panggul Jalan lahir lunak Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar.

Sifat his : a) Setelah kontraksi :

(1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat

(1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya

(1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) b) c) d) e) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu Intermitten Terasa sakit Terkoordinasi dan simetris Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia, fisik maupun psikis His yang baik : a) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus b) Kekuatan didominasi didaerah fundus c) Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi

d) Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his e) Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. Ostium interna dan ekterna pun terbuka. Yang perlu diperhatikan yaitu : a) b) c) Lamanya : 45-75 detik : 40 mmHg : 10 menit sekali

Intensitasnya Interval

Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat, tidak teratur (2) Menyebabkan Blody Show b) His Pembukaan (1) Kuat, teratur, menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap c) His Pengeluaran (1) Kuat, teratur, simetris, terkoordinasi, lama (2) Disertai keinginan mengedan d) His Pelepasan Uri e) His Pengiring/ His Royan

Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras, padat, hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. b) Pada ibu
c) Pada janin

: rasa nyeri, kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi

uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks His Persalinan Teratur Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka His Palsu Tidak teratur Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap

2) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya, mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong

5. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Membuat Keputusan Klinik b. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. Pencegahan Infeksi d. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. Rujukan
1) B (Bidan)

: pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan.

2) A (Alat)

bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan, nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik, selang IV, alat resusitasi, dll) bersama ibu ketempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju

fasilitas rujukan.
3) K (Keluarga)

: beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu

dan/bayi perlu dirujuk. Jelaskan kepada

mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. Suami atau anggota keluarga yang lain harus

menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan.


4) S (Surat)

berikan surat ketempat rujukan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir, cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik.

5) O (Obat)

: bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. Obatobatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan.

6) K (Kendaraan)

: siapkan

kendaraan

yang

paling

memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. Selain itu, pastikan kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat.

7) U (Uang)

: ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan.

8) DA

(Donor

Darah)

siapkan

donor

darah

untuk

mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu

persalinan. 6. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana, 2001: 115) : a. Tempat persalinan b. Penolong persalinan c. Transportasi d. Penghilang rasa nyeri e. Pendamping persalinan f. Plasenta (dimana plasenta akan diurus)

7. Tanda-Tanda Persalinan a.Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki minggunya yang disebut kala pendahuluan Preparatory stage of labour. 1) Lightening/ settling/ dropping

Disertai adanya tanda : a) b) Peningkatan frekuensi BAK Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada

seluruh pelvis c) d) 2) Kram pada kaki Peningkatan statis vena

Persalinan palsu

Disebut juga Braxcton Hick. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur, durasinya pendek (< 45 detik). Sering ditemukan pada akhir kehamilan (3-4 minggu). Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. 3) Tanda awal

Tanda awal persalinan berupa Show/ Blody Show yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang.

Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan b. Tanda Inpartu 1) Dorongan meneran 2) Tekanan anus 3) Perineum menonjol 4) Vulva membuka 8. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri

a. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) 2) Fase laten Fase aktif a) b) c) Periode akselerasi Periode dilatasi maksimal Periode deselerasi

b. Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa, dkk, 1999). Kala ini merupakan stadium ekspulsi janin. Kala II pada primi berlangsung selama 1,5-2 jam sedangkan pada multi -1 jam. c. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri.

d. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus, perdarahan, plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap, kandung kemih harus kosong, luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma, resume keadaan umum ibu dan bayi.

9. Rencana Kala I a. Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika ibu tampak kesakitan : Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam). c. 1) 2) d. Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : Menutup tirai Menghadirkan keluarga Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang

terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. e. f. 1) Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri. Jika pasien berkeringat : Beri kipas, AC

2) g. h. i.

Perbolehkan mandi. Memenuhi kebutuhan energi Sarankan ibu berkemih sesering mungkin Melakukan pemantauan

10. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.pada kebanyakan nullipara,hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang,sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.

b.

Penurunan Kepala (Desensus)

Gerakan bagian presentasi melewati panggul.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.penurunan

merupakan hasil dari sejumlah kekuatan,yaitu:tekanan pada cairan amnion,tekanan lansung kontraksi fundus pada janin,dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua

persalinan.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase. c. Fleksi

Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise,dinding panggul atau dasar panggul,dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.dengan fleksi,suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9,5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul. d. Putaran dalam (Rotasi internal).

Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.ketika oksoput berputar kearah posterior.setiap kali terjadi kontraksi,kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul,akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir. e. Ekstensi.

saat kepala janin mulai muncul melalui introitus,kepala akan defleksi kearah anterior.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis,kemudian kepala muncul keluar akibat

Ektensi : pertama-tama oksiput,kemudian wajah,dan akhirnya Dagu. f. Restitusi

Setelah kepala lahir,bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.Dengan demikian,kepala dapat terlihat lebih lanjut. g. Putaran Luar (Rotasi Eksternal)

Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu,dengan cepat diikuti oleh bahu posterior. h. Ekspulsi

segera setelah rotasi eksterna,bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis,dan perineum segera teregang oleh bahu

belakang,setelah kedua bahu tersebut,sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak,2005:247). 11. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak

gelisah, ketakutan dan kesakitan.

a) b)

Berikan dukungan dan yakinkan dirinya Berikan informasi mengenai proses dan

kemajuan persalinannya. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk

lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan,

dukungan/asuhan yang dapat diberikan )a )b Lakukan perubahan posisi Posisi sesuai dengan keinginan ibu, tetapi jika ibu

ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. )c )d Sarankan ibu untuk berjalan Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau

ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. )e Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai

dengan kesanggupannya )f Ajarkan kepadanya teknik bernafas; ibu diminta

untuk menarik nafas panjang, menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan, antara lain menggunakan penutup atau

tirai, tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. (3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a)
(b)

Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar Manggunakan kipas biasa Menganjurkan ibu untuk mandi

(c)

sebelumnya. (5) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi, berikan cukup minum. (6) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. (7) Lakukan pemantauan : tekanan darah, suhu badan, nadi, denyut jantung janin, kontraksi, pembukaan serviks, penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan, dan setelah selaput

ketuban pecah, dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. b) Menawarkan minum, mengipasi dan memijit ibu. 2) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan
3) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan

atau ketakutan ibu. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu

4) Mengatur posisi ibu.dalam membimbing mengedan dapat

dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging

c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. 5) Menjaga kandung kemih tetap kosong, ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin.
6) Memberikan cukup minum : memberi tenaga, dan mencegah

dehidrasi. Rencana asuhan pada kala III


1)

Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir

2)

Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit, berikan oxytocin 10 unit.

3)

Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga.

4)

Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi.

Rencana asuhan pada kala IV


1)

Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Jika kontraksi tidak kuat, massage uterus sampai menjadi keras.

2)

Periksa

tekanan

darah,

nadi,

kandung

kemih

dan

perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. 5) 6) Biarkan ibu istirahat, bantu ibu pada posisi yang nyaman Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya, menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin, 2002 : N8)

12.

Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah

a. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua

1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua:

a)

Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran.

b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada

rektum dan vaginanya.


c)

Perineum tampak menonjol. Vulva dan sfingter ani membuka.

d)

b. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 2) Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan

komplikasi ibu dan bayi baru lahir. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras, 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering, lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat

resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril

sekali pakai didalam partus set. 3) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. 4) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai,mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 5) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam.

6) Menghisap

oksitosin

10

Unit

kedalam

tabung

suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa

mengkontaminasi tabung suntik. c. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 7) Membersihkan vulpa dan perineum,menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan desinfeksi tingkat

kapas atau kassa yang sudah dibasahi air

tinggi.jika mulut vagina,perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu,membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang

benar.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi).


8) Dengan

menggunakan

teknik

aseptik,melakukan

pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.bila selaput ketubanan belum pecah, sedangkan pembukaan sudah lengkap,lakukan amniotomi 9) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara

mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0,5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan

klorin 0,5% selama 10 menit.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. 10) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah

kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit). 11) normal . 12) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak

DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf. d. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Bimbingan Meneran Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap

Proses 13)

dan keadaan janin baik.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. 14) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. 15) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk

meneran secara benar.

16)

Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi

ibu untuk meneran.(pada saat ada his,bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). 17) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai

dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran.mendukung dan memberi

semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama). c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara

kontraksi. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan

memberi semangat kepada ibu. e) f) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.

g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida).

18)

Menganjurkan ibu untuk berjalan,berjongkok atau

mengambil posisi yang nyaman,jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. e. 19) Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan

bayi)diperut ibu,jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.
20)

Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian,dibawah

bokong ibu 21) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali

kelengkapan alat dan bahan. 22) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.

Lahirnya kepala 23) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm

membuka vulva maka,lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 24) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan

ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi,dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 25) jika tali pusat melilit leher secara longgar,lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

26) Jika tali pusat melilit leher secara kuat,klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem. 27) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar

secara spontan. Lahirnya bahu 28) Setelah kepala mengadakan paksi luar,pegang untuk meneran saat

secara bipariental,anjurkan ibu

kontraksi.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. Lahirnya badan dan tungkai 29) setelah kedua bahu kedua lahir,geser tangan bawah

kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala,lengan dan siku sebelah bawah.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 30) setelah tubuh dan lengan lahir,penelusuran tangan

atas berlanjut kepunggung,bokong tungkai dan kaki,pegang kedua mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 31) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10

cm dari vulva.

32) ibu,ditepi

Letakan satu lengan diatas kain pada perut atas simpisis,untuk mendeteksi.tangan lain

menegangkan tali pusat. 33) Setelah uterus berkontraksi,tegangkan tali pusat

kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik,hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. 34) jika uterus tidak segera berkontraksi,minta

ibu,suami,atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 35) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial

hingga plasenta terlepas,minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas,mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-cranial) a) jika tali pusat bertambah panjang,pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM

(2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh (3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan,segera lakukan manual. 36) Saat plasenta muncul diintroitus vagina,lahirlah dan putar plasenta

plasenta dengan kedua tangan. Pegang

hingga selaput wadah yang telah disediakan. 37) Jika selaput wadah robek, pakai sarung tangan DTT

atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 38) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban

lahir, lakukan masase uterus, letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras).Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase.

39)

Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun

bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus. 40) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan

perineum. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif, segara lakukan penjahitan. f. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan 41) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung

tangan kedalam larutan klorin 0,5%, bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 42) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak

terjadi perdarahan pervaginam. 43) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus

dan menilai kontraksi. 44) Evaluasi 45) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

perdarahan pervaginam : a) b) 2 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca

persalinan

c)

Setiap 20 30 menit pada jam kedua pasca

persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik, melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. 46) setelah satu jam, lakukan penimbangan /

pengukuran bayi, beri tetes mata anti biotic profilaksis, dan vitamin K1, 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. 47) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan

suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu-

waktu bisa disusukan. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum didalam 1 jam pertama dan biarkan

berhasil menyusui

sampai bayi berhasil menyusu. 48) Memeriksa nadi ibu, dan keadan kandung kemih

setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan :
a)

Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam

selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang

tidak normal.

49)

Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi

bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ). Serta suhu tubuh normal ( 36,5C 37,5C ).
50)

Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT.

Bersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering. 51) Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu

memberikan ASI. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. 52) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan

klorin 0,5%
53)

Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam

larutan klorin 0,5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. 54) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat

sampah yang sesuai. 55) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan

klorin 0,5%, balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0,5%, selama 10 menit. 56) 57) 58) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Dokumentasi Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ),

periksa tanda vital dan asuhan kala IV.

(Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal, 2007)

13.

Partograf a. Definisi

Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan, asuhan, pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. b. Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik c. Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). 2) Nadi setiap 30 menit. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam.

6) Produksi urine, atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. d. Data dalam partograph
1) Informasi

tentang

ibu

dan

riwayat

tentang

kehamilan/persalinan 2) Kondisi janin. 3) Kemajuan persalinan. 4) Jam dan waktu. 5) Kontraksi uterus. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. 7) Kondisi ibu. 8) Asuhan, tatalaksana dan keputusan klinik. e. Catatan tentang air ketuban 1) U 2) J : selaput ketuban utuh. : selaput ketuban sudah pecah, cairannya jernih.

3) M :selaput ketuban sudah pecah, cairannya bercampur dengan

mekonium. 4) D : selaput ketuban sudah pecah, cairannya bercampur

dengan darah. 5) K (kering). f. Molase : selaput ketuban sudah pecah, cairannya tidak ada

Adalah penyusupan antara tulang kronium, dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. : hanya bersentuhan. : saling tumpang tindih, dapat dipisah. : saling tumpang tindih, tidak dapat dipisah.

g. Parameter Tekanan darah Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan

Parameter Partograph Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam *

C. TEORI NIFAS 1. Definisi Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira- kira 6 minggu, akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan. (Sarwono, 2002 : 237). Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti ke keadaan

sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira- kira 6 minggu. (Saifudin, 2002 : N-23)

2. Fisiologi Nifas a. Involusi Dalam masal nifas, alat- alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan perubahan alat alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi, terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. Involusi di sebabkan oleh :
1)

Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia.

2)

otoalisis, sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan.

3)

Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring

menimbulkan rasa nyeri yang di sbut nyeri ikutan (afterpain) kadang kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono, 2002 : 240)

a)

Serviks

Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman, konsistensinya lunak kadang kadang terdapat perlukaan- perlukaan kecil. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan, setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. b) Endometrium

Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin, setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. Regenerasi

endometrium memakan waktu 2-3 minggu. c) Vulva dan vagina

Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan, hari pertama, kedua organ ini dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil, rugae vagina berangsur- angsur muncul dan lebia lebih menonjol, arifisum vagina sedikit membuka,

hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa- sisa kulit yag disebut karutiukule mirtiform . d) Traktus urinarius

Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan, peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler

Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono, 2002 : 238) b. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas
1)

Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa- sisa selaput ketuban sel sel decidua. Vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum

2)

Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan lendir hari 3-7 pasca persalinan.

3)

Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan

4) 5)

Lochea alba persalinan setelah 2 minggu Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk.

6)

Lichiostatis, lochea tidak lancar keluarnya (Sarwono, 2002 : 241)

3. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Poliperasi jaringan pada kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.
b.

keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum) Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas.

c.

d.

setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone hilang. Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. 4. Pskologi Nifas a. Taking in

Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri, belum pada bayi, sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. Taking Hold

Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat, lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. c. Letting Go

Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya, bayi

memerlukan bantuannya. 5. Penatalaksanaan Nifas a. Pengawasan Masa Nifas

Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan Mobilisasi Dini (early mobilization). Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :

1) Melancarkan

pengeluaran lochea, mengurangi infeksi

puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan. 3) Melancarkan fungsi alat gastro

intestinal

dan alat

perkemihan 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga

mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. (Sarwono, 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya, segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono, 2002 : 266). 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda- tanda vital (TD, Nadi,

Suhu, RR)
b)

Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri, kontraksi

uterus.
c)

Lochea: Warna, banyak dan bau, jenisnya (rubra) Payudara : Keadaan putting susu, pengeluaran

d)

ASI, pem bengkakan ASI.

e)

Perineum

: Kedaan luka / jahitan episiotomi,

apakah baik atau terbuka, apakah ada tanda- tanda infeksi (kalor, dolor, rubor, tumor dan penanahan). (Sarwono, 2002 : 242)

3) Pemeriksaan Umum a) b) Kesadaran Penderita Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan

(Saifuddin, 2002 : N-24) 4) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan, setelah 2-3 hari dirawat. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah, nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayuran, buah dan di tambah susu. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. b) Miksi dan BAB

Pada hari pertama dan kedua, biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan, bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin, ibu harus beristirahat, tidur terlentang selama 8 jam. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). Hari kedua boleh duduk, hari ketiga jalan jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka- luka. d) Istirahat e) Penting untuk memulihkan kesehatan, siang 2 jam dan malam 7-8 jam. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi , mudah di cerna, segar, bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. Pemberian ASI di lakukan pada kedua

payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik.


h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai

abses. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi, pertimbangan bahkan untuk imunisasi. 6. Kebutuhan Ibu a. Fisik

1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih

b. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati, mengakui,

menghargai. c. Sosial 1) 2) 3) Menemani ibu bila kelihatan kesepian Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan menghibur ibu bila kelihatan sedih

d. Pendidikan Terutama pada ibu- ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. (Sarwono, 2002 ; 242) 7. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas, dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi, menanganni masalah masalah yang terjadi. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Tujuan Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri

Persalinan

Mendeteksi

dan

merawat

penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut.

Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah

pendarahan masa nifas karena utonis uteri. 2 6 hari setelah persalinan Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu uterus uterus

dan bayi baru lahir Memastikan involusi berjalan normal :

berkontraksi, pundus di bawah ambikalis, tidak ada pendarahan abnormal, tidak ada bau. Menilai adanya tanda tanda demam infeksi, atau pendarahan abnormal. Memastikan ibu mendapat cukup makan, cairan dan istirahat.

Memberikan dengan baik

ibu dan

menyusui tidak

memperlihatkan tanda tanda penyakit. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan dan merawat bayi sehari hari. Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. Memberikan konseling untuk KB secara dini. D. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 4000 gram.Proses kelahiran, adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. Maturitas b. Adaptasi c. Toleransi

Bayi adalah individu baru lahir didunia, dalam keadaannya yang terbatas, maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain, Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 4 Minggu. 2. Karakteristik Bayi Baru Lahir Pada waktu lahir bayi sangat aktif, pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. Ciri ciri bayi a. b. c. d. Berat badan 2500 4000 gram panjang badan lahir 48 52 cm Lingkar dada 30 38 cm Lingkar kepala 33 35 cm

e. Bunyi

jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira

180x/menit kemudian turun sampai 120 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir.
f.

Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit.

g. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup

terbentuk dan diliputi vernix caseosa. h. Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna. i. Kuku telah agak panjang dan lemas. j. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun

berada di skortum
k. Reflek menghisap dan menelan, rooting refleks, walking refleks,

graft refleks, moro refleks, tonic neck refleks,dll sudah terbentuk dengan baik. Eliminasi baik, urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama.
l.

Eliminasi baik, dan mekonium akan keluar 24 jam pertama.

3. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan :
a. apakah bayi cukup bulan?

b. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? c. apakah bayi menangis atau bernafas?
d. apakah tonus otot bayi baik?

Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. ( Sarwono Prawirohardjo, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006, hal : 133 ) 4. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir, Ialah : a. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. 3) Bersihkan hidung, rongga mulut, dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. 4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis.

b. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat, pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik, untuk mencegah terjadinya perdarahan.

Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans, di kamar bersalin, ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. 2) Gunting steril juga siap. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. c. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya, dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Suhu bayi harus dicatat. d. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi, berkisar 0,25 0,5 %, untuk mencegah perdarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan

cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0,5 1 mg 1 m. e. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi, setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata Eritromisin 0,5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). f. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin, dan di ruang rawat bayi. 2) Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) b) c) d) e) f) Nama ( bayi, Nyonya ). Tanggal lahir. Nomor bayi. Jenis kelamin. Unit. Nama lengkap ibu.

4) Disetiap

tempat

tidur

harus

diberi

tanda

dengan

mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi. g. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. 1) Dua jam pertama sesudah lahir, hal

yang perlu diperhatikan : a) b) c) 2) Kemampuan menghisap kuat lemah. Bayi tampak aktif atau lunglai. Bayi kemerahan atau biru. Sebelum penolong persalinan

meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut, seperti : a) bulan. b) c) d) e) Gangguan pernafasan. Hipotermia. Infeksi. Cacat bawaan dan trauma lahir. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang

5. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. b. c. d. e. Penimbangan berat badan. Pengukuran panjang badan. Pengukuran lingkar kepala. Pengukuran lingkar dada. Pengukuran lingkar lengan atas. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal, 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah:
1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya

reaksi terhadap rayuan, rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. Adanya tremor pada bibir, kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal, tetapi bila hal ini pada waktu tidur, kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut.
3)

Simetris

Apakah secara keseluruhan badan seimbang. 4) Kepala

Apakah tidak simetris, berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang, sebagai akibat proses kelahiran, atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja, atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. Ukur lingkar kepala. 5) Muka wajah

Bayi tanpa ekspresi.

6)

Mata

Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. 7) Mulut

Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. Bila terdapat secret yang berlebihan, kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. 8) Leher, dada, abdomen

Melihat adanya cedera akibat persalinan. 9) Punggung

Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. 10) Bahu, tangan, sendi, tungkai

Perlu diperhatikan bentuk, geraknya, fraktur. 11) Kulit dan kuku

Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru, kulit menjadi pucat atau kuning, bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). 12)
13)

Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak, uretra

ada atau tidak, labia mayora sudah menutupi labia minora belum.
14)

Genitalia laki laki

: Apakah testis sudah masuk apa

belum, penis berlubang dibagian mana, skrotum besar atau tidak. 15) Tinja dan kemih

Diharapkan keluar 24 jam pertama. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar,tanpa keluarnya tinja, disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan, harap segera konsultasi

untukpemeriksaan lebih lanjut.


16)

Refleks

a) Refleks Rooting, bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. b) Refleks Hisap, terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir, yang disertai refleks menelan.

c) Refleks Moro, timbulnya pergerakan tangan yang simetris

apabilakepala tiba-tiba digerakan. d) Refleks Mengeluarkan Lidah, terjadi apabila diletakan benda didalam mulut, yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. 17) Berat badan

Sebaiknya tiap hari dipantau. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir, menunjukan kekurangan cairan.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2001) 6. Tanda Bahaya Pada Bayi a.
b.

Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama, biru atau

c.

pucat memar) d. Pemberian makanan (Hisapan lemah, mengantuk

berlebihan dan banyak muntah) e. Tali pusat (merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk atau

berdarah) f. Infeksi (suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan

nanah, bau busuk dan pernafasan sulit) g. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering

hijau tua, terdapat lendir atau darah)

h.

Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah

tersinggung, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus)

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16.00 WIB : BPS Engkay S Chandra

I. Data Subyektif A. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku : Ny. E : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn E : 30 tahun :sunda/Indonesia

: sunda / Indonesia Bangsa/suku

Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat B. Anamnesa

: Islam : SMP : IRT

Agama Pendidikan Pekerjaan

: Islam : SMA : Wirasawasta

: Desa Benda Rt 01/Rw 02

Alasan kunjungan ini Kunjungan ulang Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil

Riwayat Menstruasi Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau : 13 tahun : 7 hari : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau

Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan persalinan JK Anak BB PB

No

Persalinan pertolongan kehamilan persalinan

1 . 2 3

Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3

Bps Engkay 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan 9 Bulan

Spontan Spontan -

Tidak ada Tidak ada -

L 3000 g 53 cm L 2800 g 50 cm -

Riwayat kehamilan ini a. HPHT b. HTP : 28 05 - 2010 : 05- 03- 2011

c. ANC

: Dimana berapa kali

: Bdn. Engkay S Chandra : 4 kali

Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. Keluhan - Trimester I - Trimester II - Trimester III : Mual , Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal

e. Imunisasi TT didapatkan 2 kali - TT1 - TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010

f. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan g. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir 10-18 Kali h. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan

kehamilan yaitu berupa obat batuk, tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. i. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, pola istirahat, kebersihan diri, hubungan seksual selama kehamilan, tanda- tanda bahaya kehamilan, manfaat ASI, KB Post Partum, dan tanda-tanda mau melahirkan.

Riwayat pola sehari-hari a. Pola Nutrisi

Makan : 2-3 x/ hari Minum : 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam, nafsu makan, dan lain-lain) : Tidak ada b. BAK BAB c. Pola Eliminasi : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari Pola Istirahat dan tidur

Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur d. Mandi : 6-7 jam Personal Hygiene : 2 x/ hari

Gosok gigi : 2 x/hari Keramas e. : 2 hari sekali

Perilaku kesehatan

Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : 2x/ hari

f.

Pola Seksual

Frekuensi 1x seminggu, tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. Riwayat penyakit yang sedang diderita Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung, ginjal, asma/ TBC paru, hepatitis, diabetes mellitus, hipertensi, epilepsi, HIV, malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. Riwayat Penyakit Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertensi, dan asma

Riwayat social a. Kehamilan ini direncanakan b. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. Status perkawinan nikah, nikah 1 kali 10. Riwayat KB Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 11. Kepercayaan berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. yang

12.

Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik, hubungan Ibu dengan masyarakat baik

II. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF)


1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional

: Baik : compos mentis : stabil

4. Tanda tanda Vital


a. Tekanan darah

: 120/80 mmHg

b. Denyut Nadi c. Pernafasan d. Suhu tubuh

: 80 x/menit : 20 x/menit : 36,80 C

5. Antropometri
a. Tinggi badan b. Berat Badan c. BB Sebelum hamil d. IMT

: 161 cm : 62 kg : 49 kg :

e. LILA

: 34 cm

6. Pemeriksaan Fisik

a. Kepala dan rambut b. Muka 1) Mata

: tidak ada benjolan,Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum

a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil 2) Mulut a) Warna bibir

: Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+

: Merah muda

b) Lidah c) Gigi d) Gusi c. Leher

: Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis d. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru paru Palpasi tactil vremitus Perkusi batas paru paru

: Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan

: Simetris : Tidak ada oedema

Auskultasi bunyi paru paru : Bunyi bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 3) Payudara Inspeksi Bentuk Putting susu Striae Palpasi Rasa nyeri Benjolan Pengeluaran : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada

e. Punggung dan Pinggang 1) 2) Posisi tulang belakang Rasa nyeri f. Abdomen 1) Inspeksi
Bentuk perut Pembesaran Luka bekas oprasi Striae gravidarum Linea Nigra

: Lordosis : Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

2) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 3) Auskultasi : Convergent

DJJ Frekuensi 4) TBBJ g. Ekstremitas 1) Atas Bentuk

: Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt, regler : TFU- 11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram

: Simetris

Oedema jari jari tangan : Tidak ada oedema

2) Bawah Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+

h. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : Varices Oedema : Tidak ada : Tidak ada

Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 2) Perineum : : Tidak ada

Bekas luka/luka parut 3) Pemeriksaan Dalam

Vulva Vagina Portio Pembukaan servik Ketuban Presentasi Denominator Moulage Penurunan presentasi

: Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun ubun kecil : Tidak ada : Kepala

D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Haemoglobin Golongan darah Protein urine Glukosa III. Assasement Ny. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu, janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang, presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

IV. Planning
1. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan

keluarga

Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur, perdarahan, tangan dan kaki bengkak, tekanan darh tinggi Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari

7. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat

Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari Ibu mengerti dan mengetahui
9. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana

Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan

10. Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda- tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina, keluar air- air, dan mules- mules Ibu mengetahui tentang tanda- tanda persalinan 11. Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan

B. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL

Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian

: 05 Maret 2011 : 22.00 WIB : BPS Engkay S Chandra

KALA I (Jam 22.15 WIB) I. DATA SUBJEKTIF

A. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny. E : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn E Umur : 30 tahun

Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta

: Ds,Benda Rt 01/Rw 02

B. Status Kesehatan 1. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules mules sejak jam 18.00 WIB, nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang, perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah. 2. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas

3. Tanda tanda bersalin a. Kontraksi


Sejak tanggal

: 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik

b. Frekuensi c. Lamanya

4. Pengeluaran Pervaginam
Lendir darah

: Ada

Air ketuban Darah

: Ada : Tidak ada

5. Masalah masalah khusus : Tidak ada 6. Riwayat kehamilan sekarang


HPHT Haid bulan sebelumnya Lamanya Siklus ANC

: 28 05 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur , Frekuensi : 4 x

7. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x

8. Riwayat kehamilan, persalinan, yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan persalinan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB Anak

1.

Anak ke 1/8 th

BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan

Spontan

Tidak ada L

3000g 53 cm

2.

Anak ke 2/7 th

Spontan

Tidak ada L

2800g 50 cm

Kehamilan ke 3

9. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 10. Makan dan Minum terakhir a. Makan
Jam

: 17.00 wib

Jenis Makanan : Nasi,tempe,lauk pauk Banyaknya

: 1 porsi

b. Minum terakhir
Jam

: 20.30 wib

Jenis minuman : Air putih,air putih Banyaknya

:2 gelas

11. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 12. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam : 20.00 Wib : 06.00 wib

Tidur : 6-7 jam 13. Psikologis : Tidak terganggu

14. Keluhan lain : Tidak ada 15. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali

16. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok, makan sirih, kopi : Tidak Ganti pakaian dalam 17. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu,tidak ada nyeri, tidak ada pengeluaran darah. 18. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 19. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, ginjal, hipertensi, HIV, malaria, TBC dan ashma. 20. Riwayat Kontrasepsi : 2x/ hari

Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi, rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 21. Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami, status perkawinan nikah , kehamilan ini direncanakan, jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki, pengambil keputusan adalah suami. 22. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. 23. Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik, dan hubungan dengan masyarakat juga baik.

II. DATA OBJEKTIF A. Pemeriksaan Umum 1. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional 4. Tanda - tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. Respirasi d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36,90 C : Baik : Composmentis : Stabil

5. Antropometri a. Tinggi Badan b. Berat Badan : 161 cm : 62 kg

c. BB Sebelum hamil : 49 kg
d. IMT

6. Pemeriksaan Fisik a. Muka 1) Mata Kelopak mata Sclera Konunctiva Refleks pupil 2) Hidung : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema,cloama gravidarum

: bentuk simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip, bersih

3) Mulut dan gigi : Lidah bersih, gusi tidak berdarah, gigi tidak ada yang 4) Telinga b. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran 2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan tanggal, bersih

: bentuk simetris, tidak ada serumen, bersih

4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe c. Dada Dada : bentuk dada simetris, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru, bunyi jantung reguler 1) Paru paru Palpasi tactil vremitus : Simetris

Perkusi batas paru paru : Tidak ada oedema Auskultasi bunyi paru paru : bersih,tidak ada wheezing/ronchi 2) Jantung : Bunyi jantung Lub - dub 3) Payudara Inspeksi Bentuk Kebersihan Putting susu Pembesaran Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada

Palpasi Benjolan Pengeluaran : Tidak ada : Ada

Rasa nyeri d. Punggung dan pinggang

: Tidak ada

1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri e. Abdomen 1) Inspeksi Bentuk perut Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada

Luka bekas oprasi : Tidak ada Striae gravidarum Linea Nigra 2) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar, lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras, datar, dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat, keras dan melenting, sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent, 4/5 3) Auskultasi : Ada : Tidak ada

DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat, frekuensi 138 x/menit, reguler Kontraksi 4) TBBJ f. Ekstremitas Atas : bentuk simetris, tidak ada oedem pada jari dan tangan, kuku jari tidak pucat, turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan, tidak ada varices, reflek fatella kanan dan kiri positif g. Genitalia Inspeksi Vulva dan vagina Varices Oedema Pengeluaran Pervaginam Perineum Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU- 11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram

Anus Haemoroid : Tidak ada

Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio : Tidak ada kelainan : tebal, lunak

Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase

: 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada

Penurunan kepala : hodge I

B. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan

III. Assasement Ny. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten, janin tunggal hidup intra uterine, letak memanjang, presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik

IV. Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses

persalinan dan janin dalam keadaan baik Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya

Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3. Menganjurkan agar ibu tidak cemas Ibu terlihat tidak cemas 4. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak

membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu

misalnya dengan berjalan- jalan/ tidur dengan miring kekiri Ibu mau berjalan- jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan Suami dan keluarga mendampingi Ibu 7. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Memberikan nutrisi dan cairan Ibu meminum susu 10 cc

9. Mengobservasi tanda- tanda vital, DJJ, His dan kemajuan persalinan pada fase laten Observasi telah dilakukan 10. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set, pakaian Ibu dan bayi) semua alat telah disiapkan

KALA II ( Jam 05.00 WIB) I. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering, kuat dan ada dorongan untuk mengedan. II. Data Obyektif Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Pemeriksaan dalam Vulva/vagina Portio : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36,9 0C

Pembukaan Ketuban Presentasi Molase Penurunan kepala

: 10 cm : sudah tidak ada, jernih, spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV

III.

Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik

IV.

Planning 1. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set, pakaian ibu dan bayi) semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Memakai alat perlindungan diri skort telah dipakai 4. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu Ibu memilih posisi litotomi

6. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. Memimpin Ibu untuk mengedan Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat, makan/minum jika tidak terasa mules Ibu mau minum susu 25 cc 9. Melakukan pertolongan persalinan secara APN Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05.30 WIB bayi lahir hidup , normal, JK perempuan, BB 2600 gram, PB 47 cm, LK 32 cm

KALA III (JAM 05.45 WIB) I. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules

II.

Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : Baik : Compos mentis

Suhu

: 36,9 0C

Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta

III. Assasement P3A0 parturient kala III, plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik

IV. Planning 1. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak tidak ada 2. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba, tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk

mencegah uterus keluar PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Melakukan masase fundus perdarahan Masase telah dilakukan, fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah

Kala IV JAM 05. 55 WIB I. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas

II.Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosinal Tekanan darah : Baik : Compos mentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3,7,3C

Nadi Pernapasan Suhu Plasenta telah lahir Jam TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan Robekan perineum

: 16.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : 50 cc : Derajat II

III.Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik

IV. Planning 1. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi Plasenta belum lengkap 2. Melakukan eksplorasi Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3. Memeriksa apakah ada robekan perineum robek derajat II 4. Melakukan hecting perineum hecting telah dilakukan 5. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman, serta membersihkan tempat bersalin tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7.Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya Ibu mau menyusui bayinya 8. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga Ibu mau minum sari kurma 50 cc

9. Melakukan observasi kala IV yaitu

tanda- tanda vital, kontraksi

uterus, kandung kemih, TFU, dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 observasi telah dilakukan 10. Membereskan alat- alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit alat- alat telah didekontaminasi 11. Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang data telah didokumentasikan kedalam partograf 12. Mendokumentasikan asuhan

C. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian Jam Tempat : 06 maret 2011 : 07.30 WIB : BPS Engkay S Chandra

I . Data Subyektif 1.Identitas (Biodata) Nama Pasien : Ny. E Umur : 29 tahun Nama Suami : Tn E Umur : 30 tahun

Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : IRT

Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta

Alamat rumah: Ds.Benda Rt 01/Rw 02 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan ANC di TT : 28- 05 - 2010 : 05- 03- 2011 : 9 bulan : BPS Engkay S Chandra : 4 kali

4. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : 03 Maret 2011/05.30 WIB

Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan , 2600 gr, PB 47 cm, LK 32 cm, masa gestasi 38 minggu, tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc

II. Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Kesadaran : composmentis

Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36,5 C : 83 x /menit : 21 x /Menit

Pemeriksaan Fisik a. Kepala : tidak rontok, tidak berketombe, warna hitam : bentuk simetris, tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris, kebersihan baik, tidak ada pengeluaran, fungsi pendengaran baik, bersih Hidung : bentuk simetris, kebersihan baik, fungsi

Rambut Muka

penciuman baik, tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat, tidak ada caries, tidak ada perdarahan gusi, bersih b. Leher Leher dan axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening, tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. Axilla c. Dada : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe Dada dan payudara : bentuk dada simetris, tidak ada retraksi dinding

Payudara

: bentuk simetris, pembesaran normal, kebersihan baik, putting susu menonjol, ada pengeluaran, tidak ada rasa nyeri, retraksi, tidak ada benjolan

d.

Abdomen : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong, tidak ada diastasis recti

Inspeksi Palpasi

e.

Punggung dan pinggang

Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. Atas Bawah Ekstremitas atas dan bawah : kebersihan baik, kekuatan otot baik : tidak ada oedema, tidak ada varises, kekuatan otot baik g. Anogenital : kebersihan baik, tidak ada oedema, pengeluaran vagina lokhea rubra, warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan, ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik, tidak ada oedema, tidak varises, perdarahan normal

Vulva vagina

Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan

III. Assasement P3A0 Ny. E post partum 2 jam

IV. Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga

bahwa nifasnya berjalan dengan normal Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. 2. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas, cara untuk

mencegah perdarahan, hygiene diri, perawatan bayi baru lahir, gizi seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, cukup istirahat dan KB post partum Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang-

kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada

anaknya minimal 6 bulan Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi,

tanpa membubuhi apapun, hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih Ibu mengerti dan akan melaksanakannya

6.

Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika

bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu

tubuh naik, bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang terdekat Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam

07.00-08.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2

kali dalam seminggu Ibu mengetahui dan akan melakukannya 10. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta

minum, agar kondisi ibu lebih baik. 11. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri, dan

mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan

melakukan gerakan, misalnya jalan jalan disekitar ruangan Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan

13.

Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan

Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini

ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi, ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu, 06 Maret 2011 :11.30 wib

DATA SUBJEKTIF Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.00 Wib,ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya,namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus,kelur darah yang banyak secara tiba tiba,dan rahim teraba lembek.

Data Obyektif Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra Palpasi : TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi keras,kandung kemih penuh : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36,5 C : 83 x /menit : 21 x /Menit

ASSESMENT P3A0 post Partum 6 jam

PLANNING 1. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK, agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan, ibu

mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. 3. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilissi secara dini untuk mempercepat pemulihan diri, ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. 4. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur, dan ibu mau melakukannya, ibu mengerti dengan apa yang disarankan. 5. Memberitahu tanda tanda bahaya ibu nifas.separti sakit kepala yang berlebihan, demam, nyeri perut, nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba tiba, ibu mengerti dengan apa yang disampaikan..

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jumat,11 Maret 2011 : 08.30 Wib : BPS Bd. Engkay S Chandra

II.

Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis

Keadaan umum Kesadaran

Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. a. Mata Pemeriksaan Fisik

: Stabil : 120 / 70 mmhg : 36,2 C : 80 x /menit : 20 x /Menit

o Kelopak mata tidak oedema o Sclera putih o Konjungtiva merah muda o Refleks pupil positif b. Leher o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. Dada : adanya pembesaran payudara, hiperpigmentasi,

papilla mamae menonjol keluar, tidak ada benjolan, adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. d. e. III. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis, kontraksi baik Anogenital : lochea rubra

Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik

IV.

Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. 2. Mengobservasi pengeluaran ASI, involusi uterus, perdarahan, kandung kemih dan lochea Semua normal 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau, demam tinggi Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta minum, agar kondisi ibu lebih baik. 7. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu,19 maret 2011 :08.00 Wib : Rumah Pasien

II.

Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36,7 C : 84 x /menit : 18 x /Menit

Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. a. Mata Pemeriksaan Fisik

o kelopak mata tidak oedema o sclera putih o konjungtiva merah muda o refleks pupil positif

b.

Leher o tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening o tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid o tidak ada pembengkakan pada vena jugularis c. Dada : adanya pembesaran payudara, hiperpigmentasi,

papilla mamae menonjol keluar, tidak ada benjolan, adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. d. e. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa

III. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik

IV.Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. 2. Mengobservasi pengeluaran ASI, involusi uterus, perdarahan, kandung kemih dan lochea Semua normal, ASI sudah keluar dari kedua payudara, TFU tidak teraba, lochea serosa

3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau, demam tinggi Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan

D. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Data Subyektif A. Identitas (Biodata) a. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl.jam lahir Jenis kelamin b. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c. Ayah Nama Umur Suku/bangsa : Tn E : 30 th : Sunda/Indonesia : Ny E : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds.Benda Rt 01/Rw 02 : By. Ny E : 1 jam : 06-03-2011, 06.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.30 WIB :Bd.Engkay S chandra

Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Anamnesa 1. Tanggal dan jam

: Islam : SMA :Wiraswasta : Ds.Benda Rt 01/Rw 02

:06 03 - 2011

2. Riwayat penyakit kehamilan 13. Perdarahan 14. Pre eklamsia 15. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada

16. Penyakit kelainan : Tidak ada 17. Lain lain : Tidak ada :

3. Kebiasaan waktu hamil a. makan dan minum Jenis makanan : nasi,

lauk

pauk,

kadang-kadang

ada

sayurannya Frekuensi Jenis minuman Frekuensi : 3 x sehari : air putih, susu untuk ibu hamil : air putih 8-12 gelas/hari, susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual b. Obat dan jamu c. Merokok : tidak pernah : tidak pernah

C. Riwayat Persalinan Sekarang


1. Umur kehamilan 2. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Jenis Persalinan 4. Ditolong oleh 5. Lamanya persalinan

: 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan

Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Keadaan air ketuban

: 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada

7. Jumlah air ketuban

8.

Komplikasi persalinan
a. Ibu b. Bayi

9.

Keadaan Bayi baru lahir


Bayi langsung menangis/ bernafas spontan Gerakan Bayi aktif

: ya : ya

II.

Data Obyektif A. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. Menangis kuat, otot baik, warna kulit kemerahan. b. Tanda-tanda vital Denyut jantung Suhu tubuh Pernapasan : 120 x/menit : 36,60C : 40 x/menit

c. Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif

B. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1. Kepala


Bentuk Ubun ubun Maulase Caput Succedaneum Cepal hematoma Lain lain

: Simetris : Normal,datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada

2. Muka Bentuk simetris, tidak ada paralisis syaraf facial, tidak Ada down syndrome. 3. Mata Bentuk : Simetris

Tanda tanda insfeksi : Tidak ada Reflek mengedip Reflek pupil Lain lain 4. Telinga Bentuk Tulang rawan telinga : Simetris : Ada : Baik : Baik : Tidak ada

Letak telinga sejajar alis mata : ya Reflek pendengaran 5. Hidung dan Mulut Pernafasan cuping Hidung Warna bibir Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik

Refleks menelan (swallowing) : Baik Lagioskizis dan Palatoskizis Refleks rooting : Tidak ada : Baik

6. Leher Pembengkakan Refleks Tonik neck 7. Dada Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik

Retraksi dinding dada : Baik,normal Fraktur klavikula a. Paru paru Auskultasi


Paru paru Jantung

: Tidak ada

: Normal : Bunyi jantung : Lub-dub,Reguler

b. Payudara
Bentuk Putting susu

: Simetris : Menonjol

8. Bahu, lengan dan tangan Jumlah jari tangan Refleks grapsing (menggenggam) : Normal ,10 jari : Baik

Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada Kelainan : Tidak ada 9. Refleks moro : Baik

10. Abdomen Bentuk : Simetris

Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada Perdarahan tali pusat Masa pada abdomen Lain lain 11. Genitalia Bayi perempuan Labia mayor menutupi labia minora Vagina berlubang Uretra berlubang Pengeluaran Pervaginam 12. Tungkai dan kaki Bentuk Jumlah jari kaki Tanda klik Refleks babinsky Kelainan 13. Punggung dan anus Masa / Tonjolan Sfina bifida : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan

Meningokel Anus berlubang

: Tidak ada : ya

Pengeluaran mekonium :Ada 14. Kulit Warna kulit : Kemerahan

Vernik kaseosa : Ada Lanugo :Ada tapi tidak banyak

Pembengkakan : Tidak ada Tanda lahir : Tidak ada

C. Pemeriksaan Laboratorium - HB - Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan

III. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik.

IV. Planning
1. Membersihkan mata, hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban

mata, mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Letakan bayi di atas perut ibu, keringkan tubuh bayi bayi telah dikering kan

3. Menjepitan

tali

pusat

dan

Memotongan

tali

pusat

dengan

mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering
5. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya

terjadi kontak dini dengan ibu Ibu mau menyusui bayinya.


6. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan

Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri


7. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya

infeksi salep mata telah diberikan


8. Mengukur BB, PB, LD, LK, LILA dan periksa fisik bayi

pengukuran telah dilakukan


9. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan, warna kulit, keaktifan

setiap 5 menit Observasi telah dilakukan

10. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali

pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering, jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat
11. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi

baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m, Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C, bayi telihat kuning, Tali pusat keluar cairan, bau busuk atau berdarah Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Catatan perkembangan

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 03 - 2011 : 08.30 Wib : BPS Bd.Engkay S Chandra

I.

Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui, bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.00 WIB. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau.

II.

Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital Denyut jantung Suhu tubuh Pernapasan : 135 x/menit : 36,20C : 45 x/menit

Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting, refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah

III.

Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari, sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.

IV.

Planning bahwa

1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat

3. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi

Ibu masih mengingatnya 4. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 5. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya

Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Bayi bergerak aktif, bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari, buang air besar 2-3 kali sehari.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. II. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital Denyut jantung Suhu tubuh : 144 x/menit : 36,70C : 19 03 - 2011 : 08.00 Wib : rumah pasien

Pernapasan

: 54 x/menit

Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting, refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan

III. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu, sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.

IV. Planning 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti
2. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi

bahwa

Ibu masih mengingatnya 3. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 4. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan

Ibu mau menyusui bayinya 5. Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan Ibu sudah paham

BAB IV PEMBAHASAN

Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan masa nifas. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar, Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu, triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dua kali pada triwulan ke tiga. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk 10T. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Bayi adalah individu baru yang lahir didunia, dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas,

memotong tali pusat, memberikan injeksi vitamin K, memberikan salep mata pada kedua mata bayi, mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship, Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang

ketiga, belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05.30 WIB Ny. E melahirkan dengan jenis kelamin

perempuan. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. 00 WIB, dan pada jam 06.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07.00 WIB. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir dan nifas normal, didapatkan data sebagai berikut:

Dalam tahap pengumpulan data, baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek

Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek

Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pada wanita hamil tejadi perubahan-perubahan baik fisik maupun maka didalam memberikan asuhan kehamilan harus

fisiologis,

berdasarkan kebutuhan fisik, mental dan sosial ibu. 2. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin

sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas
3.

Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara

sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa, pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi, perkusi, palpasi, auskultasi.
4.

Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin

yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 - 42 Minggu ), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada

5.

Tanda tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit,

Perubahan bentuk serviks, Pendataran serviks, Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya.
6.

Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah :

melindungi keselamatan ibu dan bayi, memberi dukungan pada persalinan, mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya.
7.

Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi

dari kehidupan intra uterin, maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: -

Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu

sesegera mungkin 8. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas, Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari

B. SARAN 1. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik.

2. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak.

DAFTAR PUSTAKA

Derek Lewllyn-Jones, 2002, Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6, EGC Jakarta. Gobak ett all, 2005, Keperawatan Maternitos., Kedokteran EGC. JNPK. 2008. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, EGC Jakarta. Rustam, Muchtar 1998, Sinopsis Obstetri, Jilid edisi 2, Kedokteran EGC. Sarwono, Prawihardjo 2001, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bima pustaka, sarwono prawihardjo, Jakarta. Saifudin, A.B.2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal, JNPKR-POGI: Jakarta

LEMBAR PERSETUJUAN

Makalah komprehensif pada Ny. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan

Sukabumi, Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek

(Lilis Sumiati S.ST)

(Bd. Engkay S Chandra)

Mengetahui, Ka. Prodi D III Kebidanan

(Wiwin Winarti, SKM.M.Kes)

LEMBAR PENGESAHAN

Makalah komprehensif pada Ny. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan

Sukabumi, Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek

(Lilis Sumiati S.ST)

(Bd. Engkay S Chandra)

Mengetahui, Ka.Prodi D III Kebidanan

(Wiwin Winarti, SKM.M.Kes)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada:
1.

H. Djumhana Cholil, MM selaku ketua yayasan POLTEKES

YAPKESBI SUKABUMI.
2.

Rizar

Riyanto,

SKM.M.Kes

selaku

direktur

POLTEKES

YAPKESBI SUKABUMI.
3.

Wiwin Winarti, SKM.M.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan

POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.

4.

Lilis Sumiati S.ST

selaku pembimbing makalah komprehensif

yang telah memberi bimbingannya.


5.

Ibu bidan Engkay S chandra, selaku pembimbing lapangan di BPS

yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek.


6.

Ny. E, selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan

oleh penulis.
7.

Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan

support mental, spiritual, serta materi.


8.

Sahabat,

orang-orang yang telah

terdekat memberi

serta

seluruh

teman-teman makalah

seperjuangan

motivasi

sehingga

komprehenshif ini dapat terselesaikan. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Khususnya bagi penulis, umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Sukabumi, Juni 2010

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...................................................................................... B. Rumusan Masalah................................................................................. C. Tujuan................................................................................................... D. Ruang Lingkup...................................................................................... E. Sistematika Penulisan........................................................................... F. Manfaat Penulisan................................................................................. BAB II TINJAUAN TEORI A................................................................................Teori Kehamilan .............................................................................................................6 1. Definisi............................................................................................ 2. Persiapan kehamilan....................................................................... 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan................................ 4. Tanda-tanda dari kehamilan............................................................ 5. Ante Natal Care...............................................................................

i ii iii v

1 3 3 4 4 5

6 7 7 8 10

6. Tujuan ANC.................................................................................... 7. Proses kehamilan............................................................................. 8. Memantau tumbuh kembang janin.................................................. 9. Menentukan usia kehamilan............................................................ 10. Perubahan fisik selama hamil......................................................... 11. Keluhan selama hamil..................................................................... 12. Kebutuhan gizi ibu hamil................................................................ B...........................................................................................Persalinan ...........................................................................................................34 1. Definisi............................................................................................ 2. Bentuk-bentuk persalinan............................................................... 3. Etiologi persalinan.......................................................................... 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 5. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.......... 6. Persiapan persalinan........................................................................ 7. Tanda-tanda persalinan................................................................... 8. Tahapan persalinan......................................................................... 9. Rencana Kala I................................................................................ 10. Mekanisme persalinan..................................................................... 11. Asuhan kebidanan pada persalinan................................................. 12. Asuhan persalinan normal............................................................... 13. Partograf..........................................................................................

13 14 21 22 22 27 27

34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68

C...................................................................................................Nifas ...........................................................................................................70 1. Definisi nifas................................................................................... 2. Fisiologi nifas.................................................................................. 3. Laktasi............................................................................................. 4. Psikologi nifas................................................................................. 5. Penatalaksanaan nifas..................................................................... 6. Kebutuhan ibu nifas........................................................................ 7. Program dan kebijakan tehnik masa nifas....................................... D....................................................................................Bayi baru lahir ...........................................................................................................82 1. Definisi............................................................................................ 2. Karakteristik bayi baru lahir........................................................... 3. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. 4. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................ 5. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir.................................................... 6. Tanda-tanda bahaya pada bayi........................................................ BAB III TINJAUAN KASUS A. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................ 93 82 83 84 85 88 92 70 71 74 74 75 79 80

B. Asuhan kebidanan pada persalinan normal.......................................... 105 C. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................. 123 D. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.................................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 151

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan........................................................................................... 153 B. Saran..................................................................................................... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG

Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan

Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI

NIM : 0290106A08063

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011