Anda di halaman 1dari 2

Diskusikanlah!

Silakan rekan-rekan mahasiswa berdiskusi dalam forum diskusi ini, dengan salah


satu topik berikut ini.

1. Apakah keuntungan dari penerapan otonomi daerah di Indonesia?

2. Masalah masalah apakah yang dihadapi oleh oleh pemerintah dalam


meningkatkan Pembangunan manusia Indonesia. Bagaimana solusinya?

Jangan lupa menulis sumber materi untuk menghindari indikasi plagiasi. Hindari copy
paste jawaban teman. Copy paste diperbolehkan dari sumber utama (buku/jurnal)
namun diwajibkan  untuk di rewrite terlebih dahulu dan dilengkapi sumber referensi
sebelum di upload

Jawaban :

Topik 2

Peningkatan kualitas SDM diarahkan dalam rangka peningkatan produksi. Hal inilah yang disebut dengan
pengembangan SDM dalam kerangka production centered development (CDO) (Tjokrowinoto, 1996).
Kualitas manusia yang meningkat merupakan prasyarat utama dalam proses produksi dan memenuhi
tuntutan masyarakat industrial. Alternative lain dari strategi pembangunan manusia adalah people-
centered development (CDC) atau putting people first (Konten, 1981). Artinya manusia merupakan
tujuan utama dari pembangunan dan kehendak serta kapasitas manusia merupakan sumberdaya yang
paling penting. Dimensi pembangunan semacamini jelas lebih luas adaripada sekedar membentuk
manusia professional dan terampil sehingga bermanfaat dalam proses produksi. Penempatan manusia
sebagai subyek pembangunan menekankan pada pentingnya pemberdayaan manusia yaitu kemampuan
manusia untuk mengaktualisasikan segala potensinya.

Pada saat proses peningkatan kualitas SDM atau pembangunan manusia, pastinya terdapat beberapa
masalah yang dihadapi oleh pemerintah. Masalah-masalah tersebut diantaranya dalah

1. Masalah kependudukan
Masalah pertumbuhan penduduk tidak hanya masalah jumlah, tapi juga terkait erat dengan
masalah kesejahteraan manusia. Di kalangan para pakar pembangunan telah ada consensus
bahwa laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak hanya berdampak buruk terhadap suplai
bahan pangan, namun juga semkain membuat kendala bagi pengembangan tabungan, cadangan
devisa dan sumberdaya manusia (Meier, 1995). Solusi utama yang dapat dilakukan pada
masalah ini adalah penduduk yang semakin terampil dan berpendidikan.

2. Masalah pengangguran
Terdapat tiga definisi dalam mendefinisikan pengangguran. Pengangguran terbuka yang
didasarkan pada konsep seluruh angkatan kerja yang mencari pekerjaan, baik yang mencari
pekerjaan pertama kali maupun yang pernah beekrja sebelumnya. Sedang pekerja yang
digolongkan setengah pengangguran adalah pekerja yang masih mencari pekerjaan penuh atau
sambilan dan mereka yang bekerja dengan jam kerja rendah, atau dengan kata lain kurang dari
35 jam dalam seminggu. Yang terakhir adalah pekerja yang digolongkan setengah pengangguran
parah, bila ia termasuk setengah menganggur dengan jam kerja kurang dari 25 jam seminggu.

Menurut penelitian, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan tiga kali lebih tinggi disbanding
daerah pedesaan. Hal ini diakibatkan karena adanya keterbatasan kesempatan kerja di kota,
yang pada gilirannya menyebabkan persaingan merebut lapangan kerja semakin ketat. Solusi
yang dapat ditawarkan adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan kualifikasi yang
merata. Mulai dari lulusan SMA hingga lulusan pendidikan tinggi.

3. Masalah wanita
Menurut pandangan Women and Development yang dipelopori oleh kaum feminis-Marxist ini,
wanita selalu menjadi pelaku penting dalam masyarakat sehingga posisi wanita dalam arti
status, kedudukan dan peranannya akan menajdi lebih baik bila struktur internasional menjadi
lebih adil. Asumsinya, wanita telah dan selalu menjadi bagian dari pembangunan nasional.
Selain itu menurut kacamata Gender and Development, konstruksi social yang membentuk
persepsi dan harapan serta mengatur hubungan antara pria dan wanita sering merupakan
penyebab rendahnya kedudukan dan status wanita, posisi inferior dan sekunder relative
terhadap pria. Pembangunan berdimensi gender ditujukan untuk mengubah hubungan gender
yang eksploitatif atau merugikan menjadi hubungan yang seimbang, selaras dan serasi. Solusi
yang dapat ditawarkan adalah mengusahakan persentase wanita dalam tingkat partisipasi
angkatan kerja menjadi paling tidak 50% supaya terdapat keadilan dan akan mempengaruhi
tingkat kesejahteraan wanita.

4. Masalah migrasi
Perkembangan kota yang lebih cepat mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang bersifat
premature. Artinya, urbanisasi desa-kota terjadi sebelum industry di kota mampu berdiri sendiri.
Migrasi dari desa ke kota ini diyakini merupakan faktor utama penyumbang pertumbuhan kota.
Solusi yang dapat ditawarkan adalah mengusahakan pertumbuhan perdangangan secara
dinamis supaya dapat terjadi perkembangan yang lebih merata.

Sumber : Artikel Mudrajad Kuncoro dengan judul, Masalah Pembangunan Manusia dari
Kependudukan, Pengangguran, Wanita hingga Migrasi.

Anda mungkin juga menyukai