Anda di halaman 1dari 18

POLIMER TERMOPLASTIS

Polimer termoplastis adalah jenis polimer plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang.
(2011, Januari 16). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik

Termoplastik dibentuk menjadi produk jadi melalui proses :


1. Injection molding adalah metode material termoplastik dimana material

yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air dimana material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari cetakan.
2. Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-

produk berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow molding adalah pengembangan dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.
3. Ekstrusi adalah proses pembuatan barang jadi atau setengah jadi dari

plastik dan logam


(2011, Januari 16). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik

A. POLIETILENA

Polietilena

adalah polimer yang

terdiri

dari

rantai

panjang monomer etilena dan merupakan bahan termoplastis yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak sampai yang kaku.

Polietilen dibuat dengan jalan polimerisasi etilen :

(2011, Januari 7). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena

Jenis jenis polietilen :


1. Low Density Polyethylene (LDPE) Polietilena

berdensitas adalah

rendah (Low termoplastik yang

density terbuat

polyethylene, LDPE) radikal bebas.

dari minyak bumi, menggunakan tekanan tinggi dan polimerisasi


LDPE dapat didaur ulang, dan memiliki nomor 4 pada simbol

daur ulang.
LDPE dicirikan dengan densitas antara 0.910 - 0.940 g/cm3 dan

tidak reaktif pada temperatur kamar, kecuali oleh oksidator kuat dan beberapa jenis pelarut dapat menyebabkan kerusakan.
LDPE dapat bertahan pada temperatur 90 oC dalam waktu yang

tidak terlalu lama.


LDPE memiliki percabangan yang banyak, lebih banyak dari pada

HDPE sehingga gaya antar molekulnya rendah. Ketahanan LDPE terhadap bahan kimia diantaranya:

Tak ada kerusakan dari asam, basa, alkohol, dan ester. Kerusakan kecil dari keton, aldehida, dan minyak tumbuhtumbuhan.

Kerusakan

menengah

dari hidrokarbon

alifatik dan aromatik dan oksidator.

Kerusakan tinggi pada hidrokarbon terhalogenisasi.

LDPE memiliki aplikasi yang cukup luas, terutama sebagai wadah pembungkus. Produk lainnya dari LDPE meliputi: Wadah makanan dan wadah di laboratorium Permukaan anti korosi Bagian yang membutuhkan fleksibilitas Kantong plastik Bagian elektronik

(2010, Juli 21). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polietilena_berdensitas_rendah

1. High Density Polyethylene (HDPE) Polietilena

berdensitas bumi. Membutuhkan

tinggi (High 1,75 kg minyak

density bumi

polyethylene, HDPE) adalah polietilena termoplastik yang terbuat dari minyak (sebagai energi dan bahan baku) untuk membuat 1 kg HDPE.
HDPE dapat didaur ulang, dan memiliki nomor 2 pada simbol

daur ulang.
HDPE

memiliki percabangan yang

sangat

sedikit,

hal

ini

dikarenakan pemilihan jenis katalis dalam produksinya (katalis Ziegler-Natta) dan kondisi reaksi. Karena percabangan yang sedikit, HDPE memiliki kekuatan tensil dan gaya antar molekul yang tinggi. HDPE juga lebih keras dan bisa bertahan pada temperatur tinggi (120 oC).
HDPE sangat tahan terhadap bahan kimia sehingga memiliki

aplikasi yang luas, diantaranya:


Kemasan deterjen Kemasan susu Tanki bahan bakar Kayu plastik

Meja lipat Kursi lipat


Kantong plastik Wadah pengangkut beberapa jenis bahan kimia Sistem perpipaan transfer panas bumi Sistem perpipaan gas alam Pipa air Pembungkus kabel Papan luncur salju
(2009, Juli 21). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polietilena_berdensitas_tinggi

1. Medium Density Polyethylene (MDPE) MDPE memiliki massa jenis medium : 0,9260,94 g/cm3

Sifat-sifat Polietilen
Polietilen memiliki sifat seperti paraffin : terbakar dan mencair kalau

dibakar
Makin tinggi massa jenis polietilen maka derajat kristalisasinya juga

makin besar : titik lunaknya makin besar


Polietilen merupakan polimer non-polar : bahan isolasi yang baik Lapisan (film) polietilen sukar ditembus air tetapi dapat ditembus CO2,

pelarut organik, parfum, dsb.


Mudah dicetak

Kegunaan Polietilen
Pada suhu rendah, tahan terhadapa benturan dan tahan terhadap bahan

kimia, maka dipakai untuk pembuatan alat dapur, botol, film, pipa, isolator, serat, kantong, dll.
Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIPROPILEN

Polipropilen (IUPAC : Polypropene) merupakan polimer adisi yang terbuat dari propilena monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan yang tidak biasa terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam.

(2011, Maret 15). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polipropilena

Polipropilen adalah salah satu jenis plastik yang sangat baik bagi tubuh manusia. Plastik ini memiliki satu kelebihan dan satu kekurangan yaitu :
Mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu tinggi (antara

suhu800 dan suhu 999) inilah rekor terbaik bagi seluruh plastik. Dapat pecah, meski tidak melukai diri sendiri dan orang lain. Plastik ini bisa pecah (bagi minuman yang dikemas dalam gelas plastik). Struktur Polipropilen :

Sifat-sifat Polipropilen :
Massa jenisnya rendah (0,90-0,92 g/cm3) Titik lunaknya tinggi (176oC) Tembus cahaya dengan permukaan mengkilat Permeabilitas gas besar dapat ditembus gas Bahan isolator Sangat kaku Tahan terhadap bahan kimia, asam, basa, tahan terhadap panas dan

tidak mudah retak

Kegunaan Polipropilen :

Kegunaannya hampir sama dengan polietilen; Plastik polipropilen digunakan untuk membuat alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, komponen mobil, pembungkus tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan pembuat karung.

Azizah, U. (2009, April 18). Retrieved April 29, 2011, from Chem-Is-Try.Org | Situs Kimia Indonesia |: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/bentuk-polimer-dalamkehidupan/bentuk-polimer-plastik/

A. POLISTIREN

Polistiren (IUPAC : poly (1-phenylethene-1,2-diyl) ) adalah jenis plastik termoplast yang berbentuk padat pada suhu kamar, meleleh ketika dipanaskan di atas suhu glass transition dan kembali menjadi padat ketika didinginkan.

Polistiren merupakan jenis plastik yang termurah dan paling berguna serta bersifat jernih, keras, halus, mengkilap, dapat diperoleh dalam berbagai warna, dan secara kimia tidak reaktif.

Struktur Polistiren :

Sifat sifat Polistiren :


Massa jenis rendah (lebih rendah daripada polietilen dan polipropilen)

= 1,05 g/cm3
Titik lunaknya rendah ( 45 C) Mudah larut dalam pelarut hidrokarbon aromatik Tahan terhadap senyaw asam dan basa Mudah terbakar Tidak cocok untuk aplikasi luar ruangan Rapuh (perpanjangan 1% - 3%) Temperatur operasi maksimal < 90 C Stabilitas dimensi yang tinggi dan shrinkage yang rendah
(2010, Desember 14). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena

Kegunaan Polistiren :
Busa polistirena digunakan untuk membuat gelas dan kotak tempat

makanan
Peralatan elektronik Barang rumah tangga Bahan pengepakan Polistirena juga digunakan untuk peralatan peralatan medis, mainan,

alat olah raga, sikat gigi, dan lainnya.

Azizah, U. (2009, April 18). Retrieved April 29, 2011, from Chem-Is-Try.Org | Situs Kimia Indonesia |: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/bentuk-polimer-dalamkehidupan/bentuk-polimer-plastik/

A. POLIMETIL METAKRILAT

Polimetil metakrilat (Polymethyl methacrylate) atau poli (metil 2metilpropenoat) adalah polimer sintetis dari metil metakrilat. pada umumnya disebut dengan 'kaca akrilik' atau 'akrilik'. Bahan ini dikembangkan pada tahun 1928 di berbagai laboratorium dan dibawa ke pasaran oleh Rohm and Haas Company pada tahun 1933.

(2010, November 9). Retrieved April 30, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca_akrilik

n 2H3 C CH2C CHCOOCH3 n. C

Polimetil metakrilat dibuat dengan jalan polimerisasi metal

Sifat-sifat polimetil metakrilat :


Sifat tembus cahayanya sangat baik Tahan terhadap benturan Merupakan isolator listrik yang baik Ketahanan terhadap senyawa kimia lebih baik daripada polistiren

Kegunaan polimetil metakrilat :


Untuk lembaran plastik Untuk bahan konstruksi Untuk peralatan elektronik

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIVINIL KLORIDA

Polivinil klorida adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak bumi terendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada umumnya adalah polimerisasi suspensi. Reaksinya adalah eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhkan.

(2011, Februari 10). Retrieved April 30, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/PVC

Polivinil klorida dibuat dengan jalan polimerisasi vinil klorida :

Sifat-sifat polivinil klorida :


Massa jenis besar ( 1,4 g/cm3) Tahan terhadap air, asam , dan basa Tidak beracun dan tidak menyala Isolasi listriknya baik dan tahan terhadap banyak larutan

Titik lunak : 65-68oC

Tabel 1 kelarutan PVC (keadaan homopolimer): Tidak larut dalam Methanol, etanol, n-butanol, etilen glikol, asam asetat, eter, air Gasolin, minyak pelumas, karbon

Mengembang dalam Sedikit larut dalam

disulfide, bensen, toluene Kloroform, trikloroetilen, aseton Sikloheksanon, nitrobensen, dioksan,

Larut dalam

butyl asetat, dikloroetan, tetrahidrofuran, metilisobutil keton

Kegunaan polivinil klorida :


Untuk selang dan pembungkus (BM = 2500-3000) Untuk film, kulit imitasi, lembaran tipis, dan pipa lunak (BM = 1000-

1300)
Untuk lembaran kaku, pipa kaku, botol (BM = 700-800) Untuk kabel listrik (BM = 1300-1700)
Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIVINILIDEN KLORIDA

Poliviniliden klorida adalah resin sintetik yang diperoleh dari polimerisasi viniliden klorida.

n 2H Cl C Cl C CHCl 2Cl C n.

Polivinil klorida dibuat dengan jalan polimerisasi vinil

Sifat-sifat poviniliden klorida :


Titik lunak

: 185-200oC

Suhu penguraian

: 210-225oC

Tahan terhadap senyawa-senyawa kimia Kurang permeable terhadap gas dan uap Tidak menyala dan sukar larut dalam larutan-larutan Untuk memperbaiki

sifat pemrosesan dikopolimerkan dengan

vinilklorida dan akrilonitril

Kegunaan poliviniliden klorida :


a.

Kopolimer vinil klorida

Sebagai serat digunakan untuk penutup jok mobil, jaring ikan, kain saringan,dsb Sebagai film digunakan untuk bahan pengepakan

a.

Lateks (kopolimer dengan akrilonitril) Bahan untuk cat, bahan pelapis, bahan tahan lembab, bahan pemolis, dan bahan tahan air

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIVINIL ASETAT

Polivinil asetat (Bahasa Inggris: Polyvinyl acetate, PVAc) adalah suatu polimer karet sintetis. Polivinil asetat dibuat dari monomernya, vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Polivinil asetat bereaksi perlahan dengan basa membentuk asam endapan. asetat sebagai hasil hidrolisis. Senyawa boron seperti asam borat atau boraks akan terbentuk sebagai

(2010, November 6). Retrieved April 30, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Polivinil_asetat

Polivinil asetat dibuat dengan jalan polimerisasi vinil asetat :

Sifat-sifat polivinil asetat :


Tidak mengkristal Getas

Tidak cocok untuk bahan cetakan Tahan terhadap asam dan basa lemah Tidak tahan terhadap asam dan basa kuat

Kegunaan polivinil asetat : Sebagai perekat (perekat kayu, kayu lapis, kertas, dsb)

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIVINIL ALKOHOL (PVA)

Polivinil Alkohol (PVA) dibuat dengan proses penyabunan polivinil asetat Kegunaan polivinil alkohol : Serat Tiruan ( Benang Ban Mobil, ban Mesin) Bahan Pengepakan, bahan pewarna

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. BAHAN KOPOLIMER

1)Resin EVA ( Etilen- Vinil Asetat Kopolimer)


Merupakan kopolimer dari Etilen dan Vinil Asetat

Sifat- Sifatnya tergantung dari kadar dan BM


Sifat : Elastis, tahan cuaca, mudah dicetak Guna : Bahan dengan kadar VA rendah untuk pengepakan,

laminasi, bahan busa Bahan denan kadar VA Tinggi Untuk bahan perekat 1)Resin AS
Merupakan kopolimer dari akrilonitril dan polistiren. Sifat : Sangat elastis, tahan cuaca dan bahan kimia, Sukar dicetak

1)Resin ABS
Kopolimer dari akrilonitril, butadien, dan stiren Sifat: Mudah dicetak, tahan terhadap benturan, Guna: bahan alat alat listrik, bahan konstruksi, bahan mainan.

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. TURUNAN SELULOSA 1)Nitroselulosa ( Seluloid) Campuran dari nitroselulosa , kamfer, alkohol dan zat pewarna Sifat: Mudah dicetak, mudah menyala 1)Asetil Selulosa Merupakan ester asetat dari selulosa Guna : Film Foto, Bahna yang menggunakan seluloid
Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIAMID ( NILON)

Merupakan resin dengan ikatan amida ( -NH-CO-) Sifat-sifat poliamid :

Gugus Amida Hidrofilik nilon bersifat higroskopis Kekuatan tarik dan ketahanan impak besar Tidak Larut dalam alkohol, Eter, Keton, dsb. Tidak tahan terhadap asam anorganik

Kegunaan poliamid:
Serat tambang , benang ban mobil, jaring ikan,dsb.

Bahan pakaian Komponen Mesin Komponen mobil


Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. POLIESTER THERMOPLASTIK JENUH

Resin thermoplastis dengan rantai lurus dengan ikatan Ester (-O-CO-) Contoh : PET ( Polietilen Terephtalat) PBT ( Polibutilen Terephtalat)

Sifat sifat poliester thermoplastik jenuh:

Permukaan Halus Titik Leleh Tinggi Ketahanan Impak dan Abrasi Besar

Kegunaan poliester thermoplastik jenuh : Serat Sintetis


Film Komputer, Video, Kaset, Fotografi, dll.

Botol
Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. FLUORO POLIMER 1) Politetra Fluoro Etilen ( PTFE)


Sifat-sifat PTFE :

Ketahanan Terhadap senyawa Kimia Tahan terhadap panas dan dingin


Kegunaan PTFE :

Gasket, Pembungkus, Selang Bantalan Mesin 1) Poli Kloro Trifloro Etilen ( PCTFE)
Sifat-sifat PCTFE :

Tembus Cahaya Isolator Listrik Yang baik Mudah dicetak 1) Poli Viniliden Fluorida ( PVDF)
Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

A. RESIN SILIKON

Merupakan Polimer Silikon organik didasarkan atas ikatan silikon Contoh :


Polidimetil Siloksan rantai Lurus

Polimer Silikon dengan struktur Jaringan

Sifat resin silikon :

Sifatnya antara Gelas dan Senyawa Organik

Kegunaan resin silikon : Gemuk Pernik Kawat Silikon

Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang. Beberapa simbol daur ulang :

(2011, Januari 16). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Termoplastik

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, U. (2009, April 18). Retrieved April 29, 2011, from Chem-Is-Try.Org | Situs Kimia Indonesia |: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimiapolimer/bentuk-polimer-dalam-kehidupan/bentuk-polimer-plastik/ Surdia, T. (2000). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya Paramita. (2011, Januari 16). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik (2010, November 9). Retrieved April 30, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca_akrilik (2011, Januari 7). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena (2010, Juli 21). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polietilena_berdensitas_rendah (2010, Juli 21). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polietilena_berdensitas_rendah (2009, Juli 21). Retrieved April 29, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polietilena_berdensitas_tinggi (2011, Maret 15). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/ Polipropilena (2010, Desember 14). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena (2011, Februari 10). Retrieved April 30, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/PVC (2011, Januari 16). Retrieved Mei 1, 2011, from Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: http://id.wikipedia.org/wiki/Termoplastik

TUGAS BAHAN KONSTRUKSI TEKNIK KIMIA

POLIMER TERMOPLASTIS

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. Fitri Wulandari Fauziah Mita F. Jati Suseno Erfan Setiyo N. (I 0508018) (I0508041) (I0508048) (I0508087)

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011