Anda di halaman 1dari 11

Praktikum

Pengolahan Sinyal Digital

LABORATORIUM TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
Sinyal dan Sistem
A. Sinyal

Sinyal didefinisikan sebagai kuantitas fisik yang membawa pesan atau informasi. Sinyal
biasanya direpresentasikan secara matematik dalam bentuk fungsi satu atau lebih variabel.
Sinyal yang hanya mempunyai satu variabel disebut sinyal satu dimensi (1-D), sebagai
contoh adalah sinyal suara yang amplitudonya hanya tergantung pada satu variabel yaitu
waktu. Sinyal dengan dua atau lebih variabel disebut sinyal multi dimensi (M-D). sebagai
contoh, sinyal gambar (image) merupakan fungsi dua variabel ruang (koordinat x dan y).

Macam-macam sinyal :

1. Sinyal waktu kontinyu, waktu diskrit, analog dan digital


Sinyal waktu kontinyu adalah sinyal yang variabel bebasnya kontinyu, terdefinisi
pada setiap waktu. Sedangkan sinyal waktu diskrit adalah sinyal yang variabel
bebasnya diskrit, yaitu terdefinisi pada waktu-waktu tertentu.
Sinyal analog adalah sinyal waktu kontinyu dengan dengan amplitudo yang kontinyu,
contohnya adalah sinyal suara. Sinyal digital adalah sinyal waktu diskrit dengan
amplitudo bernilai diskrit yang digambarkan dalam jumlah digit yang terbatas.
x(t) menggambarkan sinyal waktu kontinyu.
x(n) menggambarkan sinyal waktu diskrit.

Sinyal waktu kontinyu Sinyal waktu diskrit

Sinyal analog Sinyal digital

2. Sinyal genap dan sinyal ganjil


Sinyal x(t) dan x(n) disebut sinyal genap jika :
x(-t) = x(t) untuk semua t
x(-n) = x(n) untuk semua n
dan disebut sinyal ganjil jika :
x(-t) = -x(t) untuk semua t
x(-n) = -x(n) untuk semua n
Sinyal waktu kontinyu genap Sinyal waktu kontinyu ganjil

Sinyal waktu diskrit genap Sinyal waktu diskrit ganjil

3. Sinyal periodik dan sinyal aperiodik


Sinyal periodik yaitu sinyal yang mengalami pengulangan bentuk yang sama pada
selang waktu tertentu.
Sinyal waktu kontinyu dinyatakan periodik jika dan hanya jika :
x(t) = x(t+kT) untuk -∞ < t < ∞
dimana k adalah bilangan bulat dan T adalah perioda sinyal

Sinyal waktu diskrit dinyatakan periodik jika dan hanya jika :


x(n) = x(n+kN) untuk -∞ < n < ∞
dimana k adalah bilangan bulat dan N adalah perioda.

4. Sinyal deterministik dan sinyal acak


Sinyal deterministik didefinisikan sebagai sinyal yang dapat ditentukan melalui suatu
proses tertentu seperti ekspresi matematis atau aturan tertentu. Sedangkan sinyal
acak adalah sinyal yang dibangkitkan secara acak dan tidak dapat diprediksi untuk
waktu yang akan datang.

Sinyal deterministik Sinyal acak


Sinyal-sinyal dasar

1. Sinyal eksponensial
Sinyal eksponensial kontinyu
𝑥(𝑡) = 𝐵𝑒 𝑎𝑡
Dengan B dan a adalah konstanta. Parameter B disebut amplitudo.
Jika a>0 maka sinyal eksponensial tersebut naik, jika a<0 maka sinyal eksponensial
tersebut akan menurun.

Sinyal eksponensial diskrit


𝑥[𝑛] = 𝐵𝑟 𝑛
Dengan 𝑟 = 𝑒 𝑛
Untuk 0<r<1 sinyal akan menurun, sedangkan untuk r>1 sinyal akan naik.

2. Sinyal sinusoidal
Sinyal sinusoidal kontinyu
𝑥(𝑡) = 𝐴𝑠𝑖𝑛(2𝜋𝑓𝑡 + 𝜃) 𝑎𝑡𝑎𝑢
𝑥(𝑡) = 𝐴𝑐𝑜𝑠(2𝜋𝑓𝑡 + 𝜃)
Dimana :
A = amplitudo
f = frekuensi sinyal
t = variabel waktu kontinyu
𝜃 = sudut fasa
Sinyal sinusoidal diskrit
𝑥(𝑛) = 𝐴𝑠𝑖𝑛(2𝜋𝑓𝑛 + 𝜃) 𝑎𝑡𝑎𝑢
𝑥(𝑛) = 𝐴𝑐𝑜𝑠(2𝜋𝑓𝑛 + 𝜃)
Dimana :
A = amplitudo
f = frekuensi sinyal
n = variabel waktu diskrit
𝜃 = sudut fasa

3. Sinyal unit step


Sinyal unit step kontinyu dan diskrit didefinisikan oleh
1, 𝑡>0
𝑢(𝑡) = {
0, 𝑡<0
1, 𝑛≥0
𝑢[𝑛] = {
0, 𝑛<0

Sinyal unit step kontinyu tidak terdefinisi pada saat t=0, karena pada waktu tersebut
terjadi lonjakan tiba-tiba dari 0 ke 1.

4. Fungsi unit impuls


Unit impuls kontinyu
1, 𝑡 = 0
𝛿(𝑡) = {
0, 𝑡 ≠ 0

Unit impuls diskrit


1, 𝑛 = 0
𝛿(𝑡) = {
0, 𝑛 ≠ 0
5. Fungsi ramp
Unit ramp kontinyu
𝑡, 𝑡 ≥ 0
𝑟(𝑡) = {
0, 𝑡 < 0

Unit ramp diskrit


𝑛, 𝑛 ≥ 0
𝑟(𝑛) = {
0, 𝑛 < 0

Dasar Pengolahan Sinyal (Konvolusi)

Konvolusi didefinisikan sebagai operasi penjumlahan dua fungsi setelah fungsi satu
dicerminkan dan digeser.

a. Secara matematis untuk sinyal diskrit :

b. Secara matematis untuk sinyal kontinyu :

B. Sistem

Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek yang disusun membentuk proses
dengan tujuan tertentu. Sistem juga dapat didefinisikan sebagai black box yang memetakan
sinyal input menjadi sinyal output.

Representasi Sistem

Sistem dapat direpresentasikan dalam 4 bentuk :

1. Respon impuls
h(n)=2 𝛿(n)-3 𝛿(n-1)+ 𝛿(n-2)
2. Struktur realisasi

3. Persamaan selisih

𝑦(𝑛) = 2𝑥(𝑛) + 3𝑥(𝑛 − 1)

4. Fungsi transfer H(z)

H(z) adalah transformasi z dari respon impuls h(n)


H(z) adalah pembagian transformasi z output Y(z) dengan transformasi z input X(z)

C. Matlab

1. Plot Sinyal

Batas kiri, kanan, atas, bawah dari gambar dapat diatur dengan perintah :
2. Sintaks matlab untuk mendeklarasikan sinyal

clear all;
%sinyal impuls x1(n)= 𝛿(n)+2 𝛿(n-1)+3 𝛿(n-2)+4 𝛿(n-3)
xn1 = [1 2 3 4];
n = [0 1 2 3];
stem (n,xn1); %menampilkan sinyal diskrit
xlabel ('waktu diskrit');
ylabel ('nilai x(n)');
title ('Sinyal Diskrit');

%sinyal impuls x2(n)= 𝛿(n)-3 𝛿(n-2)+2 𝛿(n-3)


xn2 = [1 0 -3 2];
n = [0 1 2 3];
stem (n,xn2); %menampilkan sinyal diskrit
xlabel ('waktu diskrit');
ylabel ('nilai x(n)');
title ('Sinyal Diskrit');

clear all;
t = [45 : 0.01 : 135];
xt = 2*sin(2*(t*pi/180));
plot (t,xt); %menampilkan sinyal kontinyu
xlabel ('Waktu Kontinyu (t)');
ylabel ('Nilai x(t)');
title ('Sinyal Kontinyu');

Sistem yang diwakili oleh respon impuls ℎ(𝑛) = 2𝛿(𝑛) − 3𝛿(𝑛 − 1) + 𝛿(𝑛 − 2) dapat
dituliskan :
%respon impuls h(n)=2 𝛿(n)-3 𝛿(n-1)+ 𝛿(n-2)
hn = [2 -3 1];
n = [0 1 2];
stem (n,hn);

Sistem yang diwakili oleh struktur realisasi sebagai berikut :

Dapat dituliskan :
3. Sintaks matlab untuk operasi konvolusi :
Sistem yang diwakili oleh persamaan selisih:
𝑦(𝑛) = 𝑥(𝑛) − 𝑥(𝑛 − 1)
akan memiliki respon impuls :
ℎ(𝑛) = 𝛿(𝑛) − 𝛿(𝑛 − 1)
Jika sistem diberi masukkan :
𝑥(𝑛) = 𝛿(𝑛) − 2𝛿(𝑛) + 3𝛿(𝑛 − 1)
Maka keluaran secara konvolusi diperoleh :
𝑦(𝑛) = 𝛿(𝑛) − 3𝛿(𝑛) + 5𝛿(𝑛 − 1) − 3𝛿(𝑛 − 1)

[x]=input('[x]= ');
[h]=input('[h]= ');
n=length(x)+length(h)-1;
xx=[x zeros(1,n-length(x))];
hh=[h zeros(1,n-length(h))];
y=zeros(1,n);
for i=1:n
for j=1:i
y(i)=y(i)+xx(j)*hh(i-j+1)
end
end

Contoh :
➢ Untuk menyatakan fungsi unit step, dapat menggunakan perintah :
ones(1,N)
➢ Plot Fungsi sinc(x)

D. Langkah Percobaan
• Bangkitkan sinyal berikut ini :
1. Plot sinyal diskrit
a) 𝑥(𝑛) = {2, 1, −1, ⃗0, 1,4,3,7}
𝜋
b) 𝑥(𝑛) = 3 cos (0.1𝜋𝑛 + 3 ) + 2 sin(0.5𝜋𝑛), 0 ≤ 𝑛 ≤ 20
c) 𝑥(𝑛) = 2𝛿(𝑛 + 2) − 𝛿(𝑛 − 4) , − 5 ≤ 𝑛 ≤ 5

2. Plot sinyal kontinyu berikut dengan t merupakan sudut pada rentang 45 sampai
135.
𝑡𝜋
𝑥(𝑡) = 2sin (2 (180))

3. Bandingkan kedua script berikut ini :


• Tulis resume/kesimpulan dari percobaan yang sudah dilakukan, dengan panduan:

- Salin script program dan gambar sinyal hasil simulasi, serta resume diketik dengan
komputer pada kertas A4
- Margin atas 3 cm, bawah 2.5 cm, kiri 3 cm dan kanan 2.5 cm.
- Font cambria dengan spasi 1.5
- Pada bagian header ditulis: Nama dan Nim Mahasiswa+Judul Praktikum
- File diunggah dalam format .pdf

Anda mungkin juga menyukai