Anda di halaman 1dari 7

Tugas Mata Kuliah Studi Kasus Hukum Internasional Kasus Utama CASE CONSERNING THE ARREST WARRANT OF 11 APRIL

2000 Kasus Pembanding EICHMAAN CASE

Disusun Oleh : Rai Trisna Pramana 110110080025 Shalomo Tampubolon 110110080018 M. Hafid Yahya 110110080 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung

2011 CASE CONSERNING THE ARREST WARRANT OF 11 APRIL 2000 (DEMOCRATICREPUBLIC OF THE CONGO V. BELGIUM) ICJ, 14 FEBRUARI 2002 I. Fakta Hukum 1. Pada 11 april 2000 Pemerintah Belgia mengeluarkan surat penangkapan internasional terhadap Menteri Luar Negeri dari Kongo Abdulaye Yerodia Ndombasi.
2. Surat Penangkapan didasarkan kepada dugaan adanya pelanggaran berat terhadap

Geneva Convention dan Additional Protocol. 3. Pelanggaran yang dimaksud terkait dengan Pidato yang dilakukan oleh Abdulaye Yerodia Ndombasi pada Agustus 2008. Pidato tersebut diduga memprovokasi konflik rasial terjadi di Kongo yang mengakibatkan terbunuhnya ratusan pendududuk tutsi. 4. Didalam tuduhan kejahatan yang dilakukan oleh Abdulaye Yerodia Ndombasi, tindakan tersebut tidak terjadi diwilayah Belgia dan tidak ada satupun warga negara Belgia yang menjadi korban. Bahkan tempat dilakukannya pidato tersebut berada diluar yurisdiksi Negara Belgia. 5. Tanggal 7 Juni 2000 Interpol mengirimkan surat penangkapan ke Kongo dan pengiriman surat penangkapan ini pun disebarkan secara global. Surat penangkapan ini kemudian diterima oleh pihak berwenang di Kongo. Selanjutnya, pihak Kongo menanggapi surat penangkapan ini dengan mendaftarkan registrasi ke Mahkamah Internasional pada tanggal 17 Oktober 2000. Registrasi yang dilakukan oleh Kongo ini meminta Mahkamah Internasional untuk membatalkan surat penangkapan internasional yang ditujukan oleh Belgia pada tanggal 11 Juni 2000 kepada Abdulave Yerordia.

II.

Permasalahan Hukum 1. Apakah Belgia memiliki Yurisdiksi Hukum terkait dengan tuduhan terhadap kejahatan yang dilakukan Abdulave Yerordia ?
2. Apakah sebagai Menteri Luar Negeri Abdulaye Yerodia Ndombasi memiliki hak

imunitas terhadap kasus Kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan (Universal Jurisdiction) ?

III. Putusan Pengadilan 1. Mahkamah Internasional dengan suara vote 13 berbanding 3 memutuskan bahwa Belgia tidak menghargai kekebalan yang dimiliki Abdulaye dan melanggar hak immunitas yang secara sah diakui oleh Hukum Internasiona. selaku Menteri Luar Negeri Kongo. 2. Mahkamah Internasional dengan suara 10 berbanding 6, memerintahkan Belgia untuk membatalkan surat penangkapan tersebut dan menginformasikannya kepada semua pihak yang mendapatkan surat-surat tersebut.

IV. Dasar Pertimbangan


1. Mahkamah mendasarkan kepada ketentuan di dalam Vienna Convention on Diplomatic

and Consular Relations, dan New York Convention on Special Missions 1969. Dalam Konvensi ini berisikan ketentuan dan kesepakatan dari para pihak didalamnya, ada pejabatpejabat negara yang memiliki kekebalan diplomatic meskipun tidak dinyatakan secara jelas apakah termasuk didalamnya Menteri Luar Negeri. 2. Hukum internasional secara tegas menyatakan bahwa agen-agen diplomatik dan konsuler, pemegang jabatan tinggi di sebuah negara, kepala negara, kepala pemerintahan, dan menteri luar negeri memiliki kekebalan jurisdiksi di negara lain, baik perdata maupun pidana. 3. Dalam Hukum Kebiasaan Hukum Internasional, adanya perlindungan imunitas tidak

berkaitan dengan kepentingan individu namun untuk memastikan efektifitas pejabat-pejabat tersebut dalam menjalankan tugas-tugasnya. Hal ini juga terkait dalam melakukan suatu tindakan sangat sulit untuk dibedakan antara tindakan sebagai Menteri Luar Negeri atau tindakan sebagai individu. 4. Imunitas yang diberikan kepada Menteri Luar Negeri tidak secara otomatis melindungi pejabat tersebut dari semua bentuk kejahatan. Ada hal-hal tertentu yang mengakibatkan hak imunitas tersebut tidak dapat digunakan yaitu : a) Ketika pejabat tersebut diadili dinegaranya. b) Ketika negara yang diwakilinya memutuskan untuk mencabut imunitas dari pejabat tersebut. Dalam kasus ini mahkamah memutuskan bahwa dasar dari Belgia tidak memenuhi hal-hal tersebut dan bahkan belum ada putusan dari pengadilan-pengadilan lain (ICTY, ICTR) yang membahas mengenai pembolehan pencabutan Imunitas Menteri Luar Negeri.

V. Kesimpulan Dalam Hukum Internasional, dikenal Jurisdiksi Universal / Universal criminal jurisdiction adalah prinsip hukum internasional dimana suatu negara dapat menggunakan yurisdiksi pidana kepada seseorang yang dituduh telah melakukan kejahatan diluar negara penuntut, terlepas dari kebangsaan, negara tempat tinggal, atau hubungan lain dengan negara penuntut. Konsep ini terkait dengan prinsip hukum internasional yaitu erga omnes dan konsep jus cogens bahwa kewajiban hukum internasional tertentu mengikat kepada seluruh negara dan tidak dapat diubah dengan perjanjian. Universal Criminal Jurisdiction merupaka Yurisdiksi terhadap tindakan-tindakan Criminal yang dianggap sebagai kejahatan terhadap semua umat manusia, Sehingga setiap negara memiliki wewenang untuk mengadili perbuatan tersebut. Biasnya parameter dari Universal Jurisdiction menjadikan dasar adanya pembentukan Pengadilan Kriminal Internasional

(ICC) pada tahun 2002. Pembentukan ICC diharapkan dapat mengurangi kebutuhan untuk menciptakan yurisdiksi hukum universal yang diklaim oleh suatu negara. Belgia mendasarkan surat penangkapannya dengan Universal Jurisdiction, Sehingga Belgia menganggap bahwa negaranya memiliki hak untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional dibawah hukum nasional tahun 1993 negaranya yang menyebutkan bahwa dimanapun kejahatan tersebut dilakukan maka pengadilan negara Belgia berhak untuk mengadili.1 Namun Mahkamah Internasional beranggapan bahwa Universal Jurisdiction tidak dapat diaplikasikan dalam kasus ini sesuai dengan pertimbangan putusan diatas. Di dalam hukum kebiasaan internasional imunitas yang dimiliki oleh Menteri Luar Negeri tidak diberikan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memastikan bahwa mereka dapat bekerja secara efektif demi kepentingan negara yang mereka wakili. Imunitas dari yurisdiksi pengadilan tidak berarti pemegangnya juga memiliki imunitas dari hukum nasional negaranya sendiri, kewajiban dari hukum nasionalnya tetap mengikat pada dirinya. 2 Dalam kasus apabila Yerodia terbukti bersalah maka yang berhak untuk mengadili Yerodia adalah negaranya sendiri yaitu Kongo. Dalam Kasus ini terdapat Dissenting Opinion dari beberapa hakim yang berpendapat bahwa mahkamah telah membuat kotak Pandora, yang secara tidak langsung memberikan imunitas terhadap dugaan-dugaan pelanggaran perang dan kejaharan terhadap kemanusiaan.

1 2

Dj. Harris, Cases and Materials on International Law 6th edition, London, Sweet & Maxwell, 2004, p. 295. Peter Malanczuk, Akehursts: Modern Introduction To International Law, New York, Routledge, p. 128.

Kasus Pembanding Eichman Case Fakta Hukum :


1. Otto Adolf Eichmann merupakan seorang tentara NAZI yang pada perang dunia ke-2

memegang peranan penting dalam pembantaian kaum yahudi. Setelah perang dunia ke-2 berakhir, einchmann melarikan diri argentina dengan menggunakan laisser-passer (sejenis paspor) yang didapatkan secara curang dari Palang Merah Internasional.
2. MOSSAD (dinas Intelejen Israel) berhasil menemukan Einchmann yang telah berganti

identitas dan menetap lebih dari 8 tahun di Argentina. Kemudian tanpa memberitahukan pemerintah Argentina, Einchmann dibawa ke pengadilan nasional Israel untuk mengadili tindakan yang pernah dilakukannya di masa perang dunia ke-2.
3. Setelah

Argentina

mengetahui

tindakan

MOSSAD,

Argentina

meminta

untuk

mengembalikan Einchmann ke Argentina yang kemudian akan diadili menurut Hukum Argentina. Tindakan Israel dianggap Argentina sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan Argentina. Permasalahan Hukum

1. Apakah tindakan Israel memindahkan Einchman secara paksa merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Argentina? 2. Apakh Israel memiliki Jurisdiksi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Einchmann?

Putusan Pengadilan Pengadilan tetap mendengarkan pokok perkara pengadilan dengan berdasarkan prinsip male captus bene detentus, dimana diatur, keilegalan penangkapan seorang kriminal tidak berpengaruh kepada kompetensi mengadili dari pengadilan tersebut Israel Memiliki yuridiksi, dengan berdasarkan Yuridiksi Proteksi dan Yuridiksi Nasionalitas Pasif, dimana kejahatan yang dilakukan oleh Adolf Eichman merupakan kejahatan yang mengancam kehidupan bernegara dari Israel dan yang merupakan korban dari kejahatan dari Adolf Eichman juga merupakan warga Israel.