Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Branding Pada Produk UMKM Susu Sapi Segar Taslimilk

penulis 11*, penulis 2 etc

1
fakultas penulis 1, universitas penulis 1, negara penulis1, fakultas penulis 2, universitas penulis2 dst, negara penulis
2

2. Dst

Abstract. Abstrak harus jelas, singkat, dan deskriptif. Abstrak ini harus memberikan

pengenalan singkat tentang masalah, tujuan makalah, diikuti dengan pernyataan

mengenai metodologi dan ringkasan singkat hasil. Abstrak ditulis dengan ukuran font 10

pt Times New Roman dan sebaiknya tidak lebih dari 250 kata. 1 spasi.

Kata kunci: kata kunci 1, kata kunci 2, kata kunci 3

1. Pendahuluan

Usaha Mikro atau Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki persentase dan
kontribusi yang besar di Indonesia karena, keunggulan yang ditawarkan pada sektor
ini adalah kemudahan dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi baru
serta inovasi dalam bisnis bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonomi
produktif. Kemajuan dalam bidang teknologi menjadikan merek dan kemasan suatu
produk tidak hanya bertujuan sebagai daya tarik untuk konsumen, tetapi digunakan
sebagai alat untuk meningkatkan daya saing. Untuk itu, UMKM harus melakukan
riset terlebih dahulu tentang selera pasar, tren pasar yang sedang berkembang saat ini,
dan melihat seberapa besar peluang pasar yang akan kita bidik. Pangsa pasar pelaku
UMKM masih berskala regional, sehingga diperlukan kesadaran branding untuk
mengenalkan dan memperluas pangsa pasar produk UMKM.
Membangun sebuah brand merupakan hal penting dalam era persaingan pasar
global, baik skala usaha besar maupun skala usaha kecil. Merek mewakili gambaran
dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh perusahaan. Merek mempengaruhi minat dan
keputusan pembelian karena memudahkan konsumen ketika menghadapi banyak
pilihan produk yang tersedia di pasaran. Kertajaya (2004) berpendapat hal terpenting
dalam membangun sebuah merek (brand building) adalah terus menunjukkan nilai
yang tinggi seperti kualitas hingga inovasi produk. Pengelolaan brand yang buruk
akan menurunkan minat konsumen terhadap merek atau produk tersebut bahkan
merek tersebut menghilang dari pasaran (Kotler, 2005).
Untuk menciptakan Brand image yang baik pada benak konsumen maka setiap
perusahan akan berusaha mengutamakan keunggulan karakteristik, fisik, dan manfaat
yang dapat diberikan dari produk atau merek dan kemasannya, diharapkan produk
mereka lebih unggul dibandingkan pesaing. Sehingga menimbulkan emotional
relationship antara merek dan kemasan dengan konsumennya dan dengan produk
yang dipersepsikan memiliki kualitas yang tinggi akan mempunyai reputasi yang baik
dan pada akhirnya diharapkan dapat mempengaruhi proses keputusan dalam
pembelian konsumen. Sehingga produk UMKM olahan sapi H. Taslim dapat menjadi
pilihan utama bagi para konsumen yang senantiasa mengkonsumsi minuman susu
yang berkualitas, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan
dari produk UMKM H. Taslim tersebut.
Desa Prasung Kecamatan Buduran merupakan desa tertua dan kecamatan
terpadat di kabupaten Sidoarjo. Desa Prasung lebih banyak ditemui berbagai sentra
UMKM Olahan Makan dan Minuman yang merupakan hasil olahan produk
perternakan, pertanian dan perikanan. Saat ini, UMKM olahan sapi H. Taslim
menempati posisi kedua setelah UMKM lainnya. Keunggulan UMKM olahan sapi H.
Taslim di Kecamatan Buduran ialah dengan menggunakan bahan baku hasil olahan
peternakan lokal. Hal ini tentu sangat mendukung sektor peternakan sendiri
dibandingkan dengan industri furnitur kayu dan konveksi yang bahan bakunya lebih
banyak didatangkan dari luar daerah bahkan impor yang semakin sulit dan mahal.
UMKM minuman sehat di Desa Prasung masih mengahadapi bebarapa
kendala yaitu pemasaran produknya masih sangat terbatas dan hanya untuk memenuhi
kebutuhan loka aja, belum banyak yang mampu pasar nasional maupun eskpor.
Kualitas hasil minuman olahan sapi H. Taslim (UMKM) sudah cukup baik, tetapi
produk mereka belum mampu bersiang dengan produk minuman olahan dari daerah
lain maupun sekitarnya. Hal ini dikarenakan dari segi kemasan yang masih sederhana
dan masih banyak pelaku UMKM yang belum menyadari peran merek dalam
peningkatan daya saing produknya. Para pelaku UMKM menganggap bahwa merek
indentik dengan biaya yang mahal dan kurangnya penegatahuan mengenai
manajemen branding sehingga merasa rumit untuk dilakukan.
Pelaku UMKM harusnya menyadari bahwa merek harus dijadikan prioritas karena
merek merupakan sebuah investasi yang diharapkan akan memberikan keuntungan
bagi UMKM. UMKM yang hanya berorientasi pada prdouk, akan mudah ditiru oleh
pesaingnya. Rangkuti dalam Sudarwati dan Satya (2013) menjelaskan setiap kategori
produk saat sudah memiliki syarat standar kualitas sehingga produk akan mudah
diterima pasar jika memenuhi syarat tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya
untuk meningkatkan kesadaran pengembangan merek di kalangan pelaku usaha.

2. Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitisan


kualitif adalah metode penelitian pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk
meneliti pada konidisi obyek yang alamiah atau sebagai lawannya adalah eksperimen
dimana penelitian ini sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber dan
dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dilakukan dengan
triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif ataupun kualitatif lebih
menekankan pada makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2009).
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus karena melihat bagaimana
penerapan branding terhadap UMKM olahan sapi H. Taslim di Desa Prasung
Kabupaten Buduran. Teknik pengumpulan data melalui observasi, analisis dokumen
dan wawancara mendalam (indepth-interview) dengan informan yaitu pengelola
UMKM olahan sapi H. Taslim. Setelah melakukan observasi mengenai produk olahan
sapi Taslimilk, ada beberapa program yang kami jalankan.
2.1 Sosialisasi Internet
Ada beberapa kendala yang dialami oleh pelaku usaha, salah satunya adalah
penggunaan internet seperti, belum terdaftarnya lokasi usaha pada google maps
sebagaimana hal tersebut cukup penting untuk memudahkan pelanggan menemukan
tempat usaha itu, kemudian tidak adanya akun Instagram ataupun website agar
memudahkan masyarakat atau calon pembeli tau mengenai produk UMKM Taslimilk.
Pada program sosialisasi internet ini kami, peserta KKN Umsida 2022 mencoba
membantu sebisa kami, dengan membuatkan titik lokasi usaha, kemudian pembuatan
Instagram beserta isi konten dan desain yang menarik. Tidak berhenti sampai disitu,
kami juga membuatkan Link tree untuk memudahkan calon pelanggan untuk
memesan produk Taslimilk, juga dilengkapi dengan website atau blog yang bisa
diakses melalui link tree tersebut, isi dari blog tersebut tentang pengetahuan atau
informasi mengenai Taslimilk, mulai dari sejarah UMKM ini terbentuk, Informasi
soal produk dan informasi lainnya. Tentu dalam dunia branding, hal ini juga
dibutuhkan karena dapat memudahkan calon pelanggan untuk mengakses mengenai
produk Taslimilk. Dan dengan adanya akun instagram juga kita bisa menampilkan
citra merek yang sesuai dengan produk yang dijual.
2.2 Sosialisasi Branding
Pada tahap ini kami membantu pelaku usaha untuk mengembangkan brand yang
telah dimiliki, dimulai dari pembuatan logo yang sesuai dan menarik, stiker kemasan
botol susu, pembuatan banner di depan rumah. Kami memberi pengertian bahwa
dengan adanya brand yang menarik, akan membuat pelanggan lebih percaya terhadap
produk tersebut, karena tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang membeli
sebuah produk itu yang dilihat brandingnya dahulu atau kemasannya dahulu, apalagi
calon pelanggan yang baru tahu produk tersebut, dengan membuat kemasan lebih
menarik maka daya jual produk tersebut pun ikut bertambah.
2.3 Sosialisasi Marketing
Selama ini marketing yang mereka lakukan terbatas hanya yang sudah
mengetahui produk tersebut atau sebatas dari mulut ke mulut, atau yang tahu sudah
jadi pelanggan tetap, namun untuk calon pembeli yang belum tahu itu kesusahan
untuk mengetahui akses pemesanan produk ini. Maka kami informasikan untuk
menggunakan media instagram untuk media promosi, kemudian juga kami sarankan
untuk memakai sistem reseller, jadi penyebaran produk Taslimilk bisa dilakukan
dengan maksimal. Dan juga mengunakan marketplace seperti Go Food, Shopee Food,
dan Grab Food, untuk memudahkan pelanggan untuk membeli.

3. Hasil dan Pembahasan


3.1. Hasil
Program yang pertama dilakukan yaitu sosialisasi mengenai internet, kami
membantu pelaku usaha untuk membuat titik pada google maps supaya memudahkan
calon pembeli untuk mengetahui lokasi UMKM Taslimilk, kemudian pelaku usaha
juga dengan mudah mengirim link google maps tersebut pada calon pembeli yang
ingin berkunjung ke rumah produksi Taslimilk, kemudian kami buatkan akun
instagram beserta link tree untuk memudahkan bagi calon pembeli yang sebelumnya
tidak tahu sama sekali mengenai Taslimilk, jadi tanpa bersusah payah si pelaku untuk
menjelaskan mengenai produk tersebut maka calon pembeli pun bisa mengakses
sendiri infomasi mengenai UMKM Olahan Sapi Taslimilk melalu Instagram, Link
Tree dan juga Blog yang tersedia.
Hasil mengenai sosialisasi yang kedua juga berjalan dengan baik, dengan adanya
sosialisasi brand tersebut maka bisa membuka mata pelaku usaha lebih luas lagi
mengenai branding, bahwa dengan memiliki branding yang kuat dan menarik maka
akan memberikan kesan tersendiri kepada pelanggan maupun calon pembeli, sehingga
akan menambah rasa percaya konsumen terhadap pelaku usaha. Diawali dengan
pembuatan logo, pada proses ini ada sedikit kendala, karena pemiliknya tidak ingin
mengganti logo lamanya yang terdapat gambar siluet owner Taslimilk yaitu Bapak
Taslim, mungkin juga sebagai bentuk penghormatan kepada beliau, maka dari itu
solusi dari kami yaitu dengan memperbaiki logo yang sudah ada menjadi tampilan
yang lebih menarik lagi dengan tetap menampilkan siluet dari Bapak Taslim tersebut.
Berlanjut ke pembuatan stiker kemasan susu botol, pada proses ini yang pelaku
khawatirkan adalah bagaimana jika perubahan bentuk botol ataupun penambahan
stiker akan mempengaruhi HPP dari produk tersebut, jadi kami kasih solusi dengan
menggunakan botol yang sama dengan yang lama hanya saja menggunakan stiker
dengan desain semenarik mungkin agar dapat meningkatkan daya tarik pembeli.
Stiker kemasan tersebut berbahan vinyl jadi anti air tidak mudah sobek dan harganya
relatif murah, hanya 300 Rupiah per stikernya. Setelah kami tunjukkan bentuk
stikernya, pelaku usaha menyetujuinya dan segera kami bantu untuk penempelan
stiker pada botol.
Sebelum diadakannya banner besar di depan rumah produksi Taslimilk, rumah
tersebut sekilas tidak terlihat seperti sedang berjualan susu sapi, karena tidak ada
tulisan besar yang menjelaskan bahwa mereka berjualan, maka dari itu kami buatkan
banner dengan tulisan yang cukup besar dan tentunya mudah dibaca orang sekali
lihat. Dari semua branding yang di desain, pemilihan warna juga sangat
mempengaruhi psikologis calon pembeli, jadi kami memimilih biru sebagai warna
identitas Taslimilk, karena memang biasanya biru itu identik dengan susu. Pada semua
desain, kami selaraskan agar branding yang tercipta itu berkesan pada pelanggan dan
calon pembeli, dengan begitu konsumen akan lebih mudah mengingatnya.
Program yang ketiga yaitu sosialisasi pemasaran, selama ini Taslimilk hanya
memasarkan produknya dari mulut ke mulut, jadi rata-rata pembeli adalah yang sudah
menjadi pelanggan tetap. Kami sarankan untuk mengaktifkan lagi Go-Food yang telah
beliau punya sebelumnya, namun Pelaku Usaha tidak mau dikarenakan kesusahan
dalam pengoperasian marketplace tersebut, karena pembayarannya juga harus melalui
m-banking atau kartu ATM. Kemudian kami mencoba untuk memakai sistem reseller,
dengan modal desain atau branding yang telah kami buat, kami bantu untuk
mepromosikan produk susu dengan varian rasa tersebut melalui story WA. Hasilnya
banyak reseller yang mau jual produk Taslimilk meskipun sebelumnya mereka tidak
tahu Taslimilk dan tidak pernah merasakan rasa produknya, akhirnya pada pekan
terakhir kami KKN terjual 70 lebih susu botol dalam sekali Pre Order atau dalam satu
hari.

3.2. Pembahasan
Pada KKN tahun lalu, UMKM Olahan Sapi Taslimilk juga mendapatkan bantuan
dari mahasiswa Umsida, contohnya dengan mendaftarkan Taslimilk di Marketplace
seperti Go-Food, namun bertahan tidak lama diakibatkan minimnya pengetahuan
pelaku usaha mengenai marketplace tersebut, mugnkin kurangnya pendampingan
secara langsung dari pihak mahasiswa, kemudian di depan rumah produksi juga
tersedia standing banner dengan desain yang cukup bagus. Namun, standing banner
tersebut hanya bisa dinikmati atau dibaca pada jarak dekat saja, karena ukuran font
terlalu kecil, sehingga tidak terbaca dari jarak jauh dan juga pemilihan warna yang
kurang menarik, mahasiswa KKN tahun lalu memilih banner dengan background
warna kuning oren, yang mana hal tersebut tidak cocok untuk dijadikan sebagai warna
background pada produk minuman karena dalam psikologi warna pada branding
warna merah, kuning, oren itu identik dengan warna makanan, maka dari itu pada
KKN tahun ini kami buatkan banner besar, jelas, menarik dan mudah dibaca, yang
dipasang di depan rumah produksi dengan identik warna biru sebagai pemancing
supaya siapapun yang melewati daerah tersebut bisa tertarik untuk melihatnya yang
akhirnya tertarik juga untuk berhenti dan membeli produk Taslimilk.
Menurut kami program KKN tahun lalu kurang membantu pada sisi
brandingnya, bisa ditinjau dari tidak adanya perubahan pada stiker kemasan susu
botol milik Taslimilk, padahal branding untuk sebuah UMKM sangat amat penting,
Keller dalam Sudarwati dan Satya (2013) menjelaskan merek memberikan manfaat
bagi produsen dan konsumen. manfaat merek bagi produsen adalah untuk
memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan, bentuk
proteksi hokum terhadap fitur atau aspek produk yang unik, sinyal tingkat kualitas
nagi para pelanggan yang puas sehingga mereka dapat dengan mudah membeli
kembali di lain waktu. Manfaat merek bagi konsumen adalah dapat mengindentifikasi
produk yang dibutuhkan atau dicari, penghematan waktu dan energi melalui
pembelian ulang indentik dan loyalitas, serta jaminan konsumen mendapatkan
kualitas yang sama sekalipun pembelian dilakukan pada waktu dan tempat yang
berbeda.
Pemilik usaha terkadang tidak mau memberikan stiker pada produknya dengan
alasan kurangnya waktu. Setelah kami berikan sosialisasi mengenai branding, pemilik
usaha akhirnya paham betapa pengaruhnya branding tersebut, bisa dibuktikan dengan
promosi lewat story WA dengan desain yang sudah kami buat dan tidak menunggu
waktu lama untuk bisa menarik konsumen untuk membeli bahkan untuk menjadi
reseller.

3. Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa dari semua kegiatan ataupun program kerja yang telah
terlaksana untuk meningkatkan branding pada produk Taslimilk tentu tidak semuanya
diterima dengan mudah oleh pelaku usaha, karena ada keterbatasan yang belum bisa
terselesaikan dalam waktu singkat, butuh tenaga dan waktu yang lebih untuk
memaksimalkan branding Taslimilk, contohnya pada sosialisasi marketing, yaitu
dengan mengaktifkan lagi Go-Food yang sudah tidak terpakai. Namun, kami memiliki
alternatif lain yang lebih mudah dilakukan dalam waktu singkat, yaitu promosi
melalui Whatsapp Stories yang dapat menarik calon konsumen untuk membeli dan
juga para reseller untuk menjualkan produk tersebut lebih luas lagi. Jadi, dengan
adanya penelitian tentang Pengaruh Branding pada Produk UMKM Susu Segar
Taslimilk ini terbukti bahwa branding yang bagus dan menarik dapat meningkatkan
daya tarik konsumen untuk membeli meskipun konsumen tersebut belum tahu produk
tersebut dan belum tahu bagaimana rasa dari produk tersebut.
Kualitas yang bagus pada produk UMKM tentu harus diirigi dengan branding
yang bagus juga, karena hal tersebut akan membuat kesan tersendiri pada konsumen,
produk akan mudah diingat sehingga adanya ketertarikan konsumen untuk beli produk
tersebut di Taslimilk, meskipun sebenarnya banyak juga yang menjual produk serupa,
hanya saja dengan bantuan branding yang bagus akan menghasilkan hasil yang
berbeda dengan kompetitor lain. Kami sarankan untuk menanamkan mindset ke
pelaku usaha bahwa kulaitas produk yang bagus harus diiringi dengan branding yang
bagus juga, agar mendapat loyalitas dari konsumen secara terus-menerus.

4. Ucapan terima kasih

Ucapan terima kasih kepada allah, umsida, DRPM, dan Desa

Anda mungkin juga menyukai