Anda di halaman 1dari 28

RANCANGAN AKTUALISASI

PENATAAN DAN PENYIMPANAN OBAT SESUAI DENGAN SOP PADA


INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
KOTA SABANG

Disusun Oleh:

NAMA : RIZKIA SYAHNANDA,A.Md.Farm


NIP : 199511072020122015
UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA
BERENCANA KOTA SABANG
JABATAN : ASISTEN APOTEKER
NDH : 20

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II ANGKATAN XI
PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN KAJIAN HUKUM
ADMINISTRASI NEGARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
LEMBAR PERSETUJUAN

NAMA : RIZKIA SYAHNANDA,A.Md.Farm

NDH : 20

JUDUL : PENATAAN DAN PENYIMPANAN OBAT SESUAI DENGAN SOP


PADA INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN DAN
KELUARGA BERENCANA KOTA SABANG

Bahwa Rancangan Aktualisasi yang diusulkan telah disetujui oleh Coach dan Mentor untuk
dipresentasikan di hadapan Narasumber, Mentor dan Coach pada Seminar Rancangan
Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XI Tahun 2021, pada hari Rabu
tanggal 29 September 2021.

Sabang, 24 September 2021


Peserta Latsar,

Rizkia Syahnanda,A.Md.Farm
NIP. 199511072020122015

Coach Mentor

Cut Putri Silphia Chandra, SE Yesi Susanti,SKM


NIP. 198304052009122006 197602102007012002

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Yang Maha Kuasa
atas segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan
aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang. Rancangan aktualisasiini ditulis untuk memenuhi persyaratan kelulusan Pendidikan
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XI Tahun 2021.
Banyak pihak yang telah membantu dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini, maka
pada kesempatan ini dengan segala ketulusan dan rasa hormat penulis menyampaikan ucapan
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia, Provinsi Aceh yang telah menyelenggarakan
Latsar CPNS.
2. Para Tutor dari Agenda 1 sampai Agenda 4 selaku pengajar dan panitia penyelenggara
Latsar CPNS
3. Ibu Cut Putri Silphia Chandra, SE selaku Coach dalam penyusunan Rancangan
Aktualisasi ini
4. Ibu Yesi Susanti,SKM sebagai mentor dalam penyusunan Rancangan Aktualisasi ini
5. Suami dan Anak yang selalu mendoakan dan memberikan semangat juga bantuan dalam
penyusunan Rancangan Aktualisasi ini
6. Kedua Orang Tua yang selalu mendoakan dan memberi dukungan dalam penyusunan
Rancangan Aktualisasi ini
7. Teman-teman seperjuangan yang saling tolong menolong bahu membahu dalam
penyusunan Rancangan Aktualisasi ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas segala kebaikan dan
bantuan yang telah Bapak, Ibu dan Saudara berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan rancangan aktualisasi

iii
ini masih banyak terdapat kekurangan oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran.
Semoga dalam penulisan rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Sabang, 24 September 2021

Rizkia Syahnanda

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................. ii


KATA PENGANTAR ......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI........................................................................................................................ v
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................................................. 2
1.3 Manfaat ............................................................................................................... 3
1.4 Ruang Lingkup .................................................................................................... 3
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI ............................................................................ 4
2.1 Deskripsi Organisasi ............................................................................................ 4
2.1.1 Profil Organisasi ........................................................................................ 4
2.1.2 Visi dan Misi Dinkes Kota Sabang ............................................................ 6
2.1.3 Nilai Organisasi ......................................................................................... 7
2.1.4 Tugas Pokok Fungsi .................................................................................. 8
2.2 Alternatif Isu ........................................................................................................ 8
2.3 Analisis Pemilihan Isu dengan USG .................................................................... 9
2.4 Gagasan Pemecahan Isu ....................................................................................... 10
2.5 Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelatihan ...................................................... 11
2.5.1 Keterkaitan dengan nilai-nilai dasar PNS .................................................. 11
2.5.2 Keterkaitan dengan peran PNS dalam NKRI ............................................. 12
2.6 Rencana Kegiatan dan Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi ........................ 14

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penilaian USG ........................................................................................................ 9


Tabel 2. Hasil Analisis Isu dengan USG .............................................................................. 10
Tabel 3. Rencana Kegiatan Aktualisasi ................................................................................ 15
Tabel 4. Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi .................................................................... 21

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang ........................ 4
Gambar 2. Struktur Organisasi Dinkes dan KB Kota Sabang .............................................. 5

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berdasarkan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara, Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai
ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-
undangan. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh
pejabat Pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah warga negara Indonesia yang lolos seleksi
pengadaan PNS, diangkat dan ditetapkan oleh PPK, serta telah mendapatkan persetujuan
teknis dan penetapan nomor induk pegawai. Setiap instansi pemerintah wajib memberikan
Pelatihan Dasar CPNS selama masa prajabatan. CPNS hanya dapat mengikuti Pelatihan
Dasar CPNS sebanyak 1 kali yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang
dilakukan secara terintegrasi. Masa prajabatan adalah masa percobaan selama 1 tahun yang
wajib dijalani oleh CPNS melalui proses pendidikan dan pelatihan sedangkan Pelatihan Dasar
CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab,
juga memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang (LAN, 2018). Dengan
dilaksanakannya Pelatihan Dasar tersebut diharapkan nantinya nilai-nilai dasar profesi PNS
dapat terbentuk, sehingga mampu mewujudkan karakter PNS yang kuat yang dapat bekerja
secara professional, sehingga fungsi pegawai ASN dapat terwujud, adapun fungsi pegawai
ASN adalah sebagai berikut:
1. Pelaksana Kebijakan Publik
2. Pelayan Publik
3. Perekat dan Pemersatu Bangsa
CPNS wajib menerapkan nilai-nilai ANEKA dalam aktualisasi di unit kerja masing-
masing. Aktualisasi tersebut diimplementasikan berdasarkan kondisi terkini yang ada di unit
kerja. Isu yang paling berpengaruh di unit kerja saat ini adalah belum tertatanya penyimpanan
obat sesuai dengan SOP pada Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana.

1
Banyak golongan- golongan obat tertentu masih tercampur dengan golongan obat lainnya,
contoh obat- obat covid dan obat- obat indikator. Untuk menghindari kesalahan pengambilan
obat dan meminimalkan kejadian obat kadaluarsa maka solusi yang perlu dilakukan adalah
melakukan penataan dan penyimpanan obat sesuai dengan SOP. Tahap penyimpanan obat
merupakan bagian dari pengelolaan obat menjadi sangat penting dalam memelihara mutu
obat-obatan, menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab, menjaga kelangsungan
persediaan, memudahkan pencarian dan pengawasan, mengoptimalkan persediaan,
memberikan informasi kebutuhan obat yang akan datang, serta mengurangi resiko kerusakan
dan kehilangan. Penyimpanan yang salah atau tidak efisien membuat obat kadaluwarsa tidak
terdeteksi dapat membuat rugi Dinas Kesehatan. Oleh karena itu dalam pemilihan sistem
penyimpanan harus dipilih dan disesuaikan dengan kondisi yang ada sehingga pengelolaan
obat dapat dilaksanakan secara tepat.
Tenaga kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian yang terdiri
atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK). Oleh karena itu, tenaga farmasi
merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menunjang proses kesehatan
dalam penyediaan obat dan alat kesehatan di Gudang Farmasi. Untuk menunjukkan sikap
professional dan integritas yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
sehingga terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera. Penerapan aktualisasi yang
dilaksanakan di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang diharapkan dapat
menerapkan nilai- nilai dasar ANEKA dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban sebagai
Tenaga Teknik Kefarmasian dalam menjaga ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan.

1.2 Tujuan
Melalui pelaksanaan pelatihan dasar CPNS ini diharapkan dapat membentuk PNS
Tenaga Teknis Kefarmasian sebagai pelayan masyarakat yang professional, berkarakter dan
memiliki nilai-nilai profesi. Tujuan yang akan dicapai yaitu:
1. Mengaktualisasikan nilai Akuntabilitas, yaitu bertanggung jawab dalam melakukan
pelayanan kefarmasian dengan maksimal
2. Mengaktualisasikan nilai Nasionalisme dalam bekerja dan melayani masyarakat
3. Mengaktualisasikan nilai Etika Publik sehingga menciptakan lingkungan pelayanan
masyarakat yang baik
4. Mengaktualisasikan nilai Komitmen Mutu sehingga akan memberikan pelayanan
kepada masyarakat yang berkualitas

2
5. Mengaktualisasikan nilai Anti Korupsi dalam melaksanakan tugas

1.3 Manfaat

1. Mampu mewujudkan akuntabilitas dalam menjalankan tugas


2. Mampu menerapkan nilai nasionalisme dalam menjalankan tugas
3. Mampu menjunjung tinggi standar etika public dalam pelayanan
4. Mampu meningkatkan pelayanan mutu dalam bertugas
5. Mampu menerapkan sikap anti korupsi dalam tugas dan pelayanan

1.4 Ruang Lingkup


Adapun ruang lingkup proses aktualisasi yang dilakukan adalah:
1. Tempat pelaksanaan aktualisasi pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang
2. Waktu kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 30 september sampai dengan tanggal 12
november 2021
3. Penataan dan penyimpanan obat sesuai SOP menjadi pokok utama perencanaan
aktualisasi

3
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 Deskripsi Organisasi


2.1.1 Profil Organisasi

Gambar 1. Kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang

Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah / wilayah Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam
merupakan instansi yang bertanggung jawab mengenai kesehatan dan beralamat di jalan
Baypass-Balohan Gampong Cot Ba’U Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Dinkes Kota
Sabang memiliki tugas untuk merumusan kebijakan bidang kesehatan, melaksanakan
kebijakan bidang kesehatan, melaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang kesehatan,
melaksanaan administrasi Dinas Kesehatan, dan melaksanaan fungsi lain yang terkait dengan
urusan kesehatan.
Selain fungsi-fungsi tersebut, melalui kantor dinas kesehatan ini juga pemerintah
bertanggung jawab untuk melakukan penyuluhan kesehatan, penyuluhan hidup sehat dengan
olahraga dan kesehatan jiwa bagi masyarakat serta keluarga. Dinas kesehatan ini juga
bertugas sebagai penjamin dan pengawas fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya, baik rumah
sakit, alat kesehatan, obat-obatan, dokter, klinik, apotek dan sebagainya.

4
Gambar 2. Struktur Organisasi Dinkes dan KB kota Sabnag

5
2.1.2 Visi dan Misi Dinkes Kota Sabang

Adapun Visi dari Walikota Sabang adalah : “Terwujudnya pembangunan sabang


yang mandiri, sejuk, tentram yang berbasis wisata maritim dan berazaskan syariat dengan
semangat kebersamaan (ulama dan umara)”.
Misi yang dilaksanakan adalah meningkatkan pengembangan bidang pelayanan
kesehatan dan pemberdayaan kesehatan yang manusiawi dan berkeadilan.
Dengan adanya program Walikota dan Wakil Walikota di bidang peningkatan
pembangunan kesehatan, Peningkatan pembangunan sektor kesehatan agar lebih baik lagi,
dengan tujuan:
a. Memastikan ketersediaan dokter spesialis, bidan, perawat yang cukup di RS maupun
Puskesmas;
b. Peningkatan kapasitas dan kualitas tenaga medis, dokter, perawat dan pelayan
administrasi kesehatan lainnya;
c. Memberikan bantuan biaya kepada dokter umum untuk melanjutkan ke jenjang
spesialis;
d. Memastikan ketersediaan obat berkualitas baik di RS, Puskesmas dan Apotik
pemerintah maupun swasta;
e. Memastikan sampainya uluran tangan pemerintah pada setiap warga yang sakit
terutama fakir miskin dan kaum dhuafa;
f. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, manusiawi dan islami dengan lebih
melayani fakir miskin dan kaum dhuafa tanpa pilih kasih (tidak ada tebang pilih
pelayanan);
g. Membuat jadwal kunjungan dokter spesialis ke Puskesmas untuk memeriksa
masyarakat Gampong yang membutuhkan;
h. Berupaya melakukan hubungan kerjasama dengan institusi kesehatan baik itu
Universitas, lembaga donor maupun institusi lainnya yang berhubungan dengan
kesehatan dan keselamatan masyarakat;
i. Mengatur peran serta dan memfasilitasi bantuan dari BPJS dan asuransi lainnya
sehingga semua pihak merasa terurus dan tidak merasa dirugikan;
j. Memastikan semua gedung RS dan Puskesmas layak dan bersih sehingga mencitrakan
tempat istirahat yang sehat dan nyaman;

6
k. Mewujudkan pelayanan kesehatan dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia
pada APBK untuk membiayai kebutuhan kegiatan dalam rangka menjaga dan
memelihara kesehatan masyarakat;
l. Meningkatkan kinerja institusi terkait untuk mencapai motto Sabang bersih, Sabang
Sehat dan Sabang bebas penyakit; dan
m. Memanfaatkan mobil pusling untuk melakukan pelayanan antar dan jemput masyarakat
yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat (ambulance)

2.1.3 Nilai Organisai


a. Kebersamaan
Sebuah ikatan organisasi yang menjalankan program-program kerjanya dengan saling
bekerja sama dan bahu membahu untuk memenuhi tujuan visi dan misi organisasi.
b. Bijaksana
Sebuah kesesuaian dalam pengambilan keputusan yang di dapat melalui koordinasi
dan komunikasi serta memperhatikan kebutuhan petugas dan juga pengguna layanan.
c. Integritas
Kesesuaian antara pikiran dan tindakan dalam menjalankan program kerja.
d. Norma
Dalam melaksanakan kegiatan dan kerja selalu berlandaskan aturan dan perundang-
undangan.
e. Tidak membeda-bedakan
Setiap kegiatan pelayanan diberikan kepada masyarakat tanpa memandang SARA
maupun relasi atau jabatan.
f. Energik
Adanya semangat dalam bekerja yang tergambar disetiap nuansa kerja.
g. Responsif
Tanggap dan peduli dengan penggunaan layanan serta kebutuhan pemberian layanan
dan permasalahannya.
h. Aman
Keamanan dalam melakukan tindakan pelayanan di unit pelayanan baik untuk
petugas maupun untuk pengguna layanan.

7
2.1.4 Tugas Pokok Fungsi
1. Menerima, menyusun, mengagendakan Obat, BMHP dan Sediaan Farmasi lainnya
yang masuk pada gudang farmasi
2. Menata kembali Obat, BMHP dan Sediaan Farmasi lainnya pada gudang farmasi
3. Melayani Distribusi Obat, BMHP dan Sediaan Farmasi lainnya untuk seluruh
Puskesmas
4. Mengagendakan kartu stok persediaan Obat, BMHP dan Sediaan Farmasi lainnya pada
Gudang Farmasi
5. Menjalankan kegiatan Stock Opname pada Gudang Farmasi
6. Bertanggung jawab terhadap pelayanan farmasi dan ketersediaan obat pada Gudang
Farmasi.
7. Mengkoordinir pelayanan kefarmasian
8. Memberikan penjelasan/ Sosialisasi tentang obat sesuai aturan dan SOP
9. Bertanggung jawab atas pemeliharaan alat medis dan non medis di apotik dan gudang
obat
10.Merencanakan amprahan dan pengadaan obat serta pendistribusian obat

2.2 Alternatif Isu


Core Issue adalah proses yang dilakukan untuk memperoleh isu teraktual di tempat
unit kerja untuk diaktualisasikan dengan mengusulkan gagasan kreatif dalam bentuk kegiatan
yang dapat dilakukan dan diyakini gagasan tersebut dapat memecahkan isu sehingga
menghasilkan sebuah perubahan. Dalam menjalankan beberapa tugas pokok dan fungsi ada
beberapa isu yang ditemukan di lapangan antara lain sebagai berikut:
1. Belum tertatanya penyimpanan obat sesuai dengan SOP (Manajemen ASN)
Dampak jika isu ini tidak diatasi adalah akan terjadinya kerusakan obat yang apabila
sampai dikonsumsi oleh pasien dapat terjadi keracunan obat yang bisa saja menyebabkan
kematian, selain itu penataan yang tidak memenuhi standar juga bisa menyebakan tidak
diketahui obat-obat yang kadaluarsa yg menyebabkan stok persedian obat berkurang
sehingga pelayanan kefarmasian terganggu dan merugikan Dinas Kesehatan. Penyebab
terjadinya isu ini adalah masih ada beberapa golongan obat yang masih tercampur
penyusunannya dengan golongan obat lainnya, misalnya obat-obat covid dan obat penyakit
jiwa.

8
2. Pengarsipan faktur dan SBBK obat masuk yang belum teratur (WoG)
Dampak jika isu ini tidak diatasi adalah meningkatnya kesulitan dalam mencari nama
dan harga obat saat akan memasukkan data ke dalam aplikasi E-Logistik, juga memakan
waktu yang lama untuk mecari faktur-faktur dari distributor karena banyaknya distributor
obat dan kejadian faktur hilang terselip semakin meningkat . Hal ini disebabkan masih
tercampurnya semua faktur dan SBBK dalam satu tempat penyimpanan yang sama.
Seharusnya faktur-faktur tersebut dapat dipisahkan berdasarkan distributor atau PBFnya agar
memudahkan pencarian faktur.
3. Pengarsipan surat rekomendasi Industri Pangan Rumah Tangga (IPRT) yang belum teratur
(Pelayanan Publik)
Dampak jika isu ini tidak diatasi adalah kesulitan mencari data PIRT yang sudah
membuat surat rekomendasi dan tidak ada bukti tertulis bahwa yang mengajukan surat rekom
IPRT sudah membuat surat. Hal ini disebabkan karena belum disediakannya buku khusus
untuk surat rekomendasi Industri Pangan Rumah Tangga (IPRT).

2.3 Analisis Pemilihan Isu dengan USG

USG adalah salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus
diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu
dengan menentukan skala nilai 1 – 5. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus
dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti. Seriousness merujuk pada seberapa serius suatu isu
harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan. Growth menekankan pada seberapa
besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.
Rentang penilaian yang digunakan pada matriks USG adalah dengan memberikan
skor 1 – 5, semakin tinggi skor menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat
serius untuk segera ditangani.

Tabel 1. Penilaian USG


Tabel Skala Nilai Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

9
Analisis core issue dilakukan untuk menetapkan dan memilih tiga permasalahan
besar yang menjadi satu core issue yang diangkat menjadi permasalahan dalam aktualisasi
ini. Hasil penilaian dengan alat bantu USG dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Analisis Isu dengan USG
Skor USG Total
No Isu Rangking
U S G Skor
1. Belum tertatanya penyimpanan obat sesuai
dengan SOP pada Instalasi Farmasi Dinas
5 5 4 14 1
Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang
2. Pengarsipan faktur dan SBBK obat masuk
yang belum teratur pada Instalasi Farmasi
4 5 3 12 2
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana
Kota Sabang
3. Pengarsipan surat rekomendasi Industri
Pangan Rumah Tangga (IPRT) yang belum
teratur pada Instalasi Farmasi Dinas 3 4 4 11 3
Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang

Keterangan:

U : Urgency

S : Seriousness

G : Growth

Berdasarkan hasil analisis isu menggunakan metode USG diatas maka dapat
ditentukan core issue yaitu : Belum tertatanya penyimpanan obat sesuai dengan SOP pada
Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang.

2.4 Gagasan Pemecahan Isu

Gagasan pemecahan isunya adalah Penataan dan penyimpanan obat sesuai dengan SOP
pada Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana

10
2.5 Keterkaitan dengan substansi mata pelatihan

2.5.1 Keterkaitan dengan Nilai-nilai Dasar PNS

a. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai-nilai public. Nilai-nilai public seperti mampu mengambil
keputusan yang tepat saat terjadi konflik kepentingan, menghindari keterlibatan dalam politik
praktism perlakuan secara sama dan adil dalam pelayanan public dan menunjukkan sikap
yang dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung. Padahal kedua
konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk
bertanggung jawab sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai.

b. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
Negara, serta tetap menghormati bangsa lainnya. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia
dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan
persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau
golongan.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN, bukan sekedar
wawasan kebangsaan saja, tetapi memiliki kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme
dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

c. Etika Publik
Etika terkait dengan ajaran-ajaran moral yakni standar tentang benar dan salah yang
dipelajari melalui proses hidup bermasyarakat. Etika public merupakan penuntun perilaku
yang paling mendasar, norma etika justru sangat menentukan perumusan kebijakan maupun
pola tindakan yang ada di dalam organisasi public.
Kode etik adalah rumusan eksplisit tentang kaidah-kaidah atau norma yang harus
ditaati secara sukarela oleh pegawai di dalam organisasi public. Etika kehidupan berbangsa
merupakan rumusan yang bersumber dari ajaran agama, khususnya yang bersifat universal,

11
dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar
dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa.

d. Komitmen Mutu
Pelayanan public yang bermutu merupakan wujud akuntabilitas dari pemerintah
selaku penyedia layanan public. Standar mutu pelayanan yang berbasis kebutuhan dan
kepuasan masyarakat sebagai pelanggan. Target utama kinerja aparatur yang berbasis
komitmen mutu adalah mewujudkan kepuasan masyarakat yang menerima layanan (costumer
satisfaction).
Aspek komitmen mutu adalah organisasi, pemimpin, komitmen, proses serta produk.
Kelima aspek diatas memiliki keterkaitan dan ketergantungan yang tinggi. Organisasi
merupakan aspek yang membuat kerangka kerja berorientasi mutu. Produk yang bermutu
sebagai hasil kerja organisasi diperoleh melalui proses yang bermutu pula, dengan didukung
komitmen tinggi dari seluruh komponen organisasi.

e. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan,
kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai
kejahatan luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi, keluarga, masyarakat dan
kehidupan yang lebih luas. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi dalam kurun waktu yang
pendek, namun dapat berdampak secara jangka panjang.
Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan
selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi dan selalu ingat ruang
dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat untuk
anti korupsi

2.5.2 Keterkaitan dengan Peran PNS dalam NKRI


a. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang
professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur
sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Untuk menjalankan

12
kedudukannya tersebut, maka pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan public,
pelayan public dan perekat pemersatu bangsa.

b. Pelayanan Publik
Pelayanan public adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan
kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara
dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administrative yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan public. Prinsip pelayanan public untuk mewujudkan pelayanan
yang prima adalah Partisipatif, Transparan, Respinsif, tidak Diskriminatif, Mudah dan
Murah, Efektif dan Efisien, Aksesibel, Akuntabel dan Berkeadilan

c. Whole of Government (WoG)


WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan
upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup
koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen
program dan pelayanan public. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan
interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan
urusan-urusan yang relevan.

13
2.6 Rencana Kegiatan dan jadwal rencana pelaksanaan aktualisasi

Kegiatan aktualisasi rencana jadwal aktualisasi ini akan dilakukan secara sistematis
dan disajikan dalam bentuk matriks sebagai berikut:

Unit Kerja : Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota


Sabang

Identifikasi Isu : 1. Belum tertatanya penyimpanan obat sesuai


dengan SOP pada Instalasi Farmasi Dinas
Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang. (MASN)

2. Pengarsipan faktur dan SBBK obat masuk yang


belum teratur pada Instalasi Farmasi Dinas
Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota
Sabang. (Wog)

3. Pengarsipan surat rekomendasi Industri Pangan


Rumah Tangga (IPRT) yang belum teratur pada
Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan Keluarga
Berencana Kota Sabang. (PP)

Isu yang Diangkat : Belum tertatanya penyimpanan obat sesuai dengan


SOP pada Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan
Keluarga Berencana Kota Sabang

Gagasan Pemecahan Isu : Penataan dan penyimpanan obat sesuai dengan SOP
pada Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan dan
Keluarga Berencana

14
Tabel 3. Rencana Kegiatan Aktualisasi

Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap Visi Penguatan Nilai


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil
Mata Pelatihan Misi Organisasi Organisasi
1. Memahami penataan, 1.Membaca SOP tentang Telah dipelajari Saya akan melakukan Kegiatan “Memahami Dengan memahami
penyimpanan obat dan penyimpanan obat SOP penyimpanan kegiatan yang telah penataan dan penataan dan
Menyusun tahapan- obat saya susun dengan penyimpanan obat yang penyimpanan obat yang
tahapan kegiatan terkait penuh tanggung jawab sesuai SOP” sesuai SOP dan
penataan dan 2.Mendiskusikan tentang Arahan, izin dan dan konsisten berkontribusi terhadap berdiskusi bersama
penyimpanan obat penataan dan penyimpanan persetujuan untuk (Akuntabilitas),dengan pencapaian misi DINKES mentor dan rekan kerja
obat pada mentor dan rekan melakukan bermusyawarah dan dan KB yaitu maka nilai organisasi
kerja kegiatan berdiskusi bersama Meningkatkan pelayanan yang diterapkan adalah
mentor mengenai kesehatan yang Kebersamaan, Bijaksana,
3. Meminta arahan dan saran Tersedianya kegiatan manusiawi dan Energik dan Responsif
mentor juga rekan kerja rangkuman (Nasionalisme), berkeadilan
mengenai penataan dan kegiatan yang akan menerapkan sikap
penyimpanan obat dilaksanakan sopan dan santun pada
atasan (Etika Publik)
4. Membuat rangkuman hasil serta bekerja dengan
diskusi bersama mentor dan professional
staf instalasi farmasi (Manajemen ASN)
jujur, disiplin (Anti
Korupsi) dan
menciptakan inovasi

15
baru (Komitmen
Mutu)
2. Melakukan survey 1. Melihat langsung keadaan Keadaan gudang Melakukan kerjasama Melakukan survey Dengan melakukan
langsung ke gudang gudang farmasi bersama farmasi (foto) (Nasionalisme) langsung ke gudang tahapan- tahapan kegiatan
farmasi Dinkes dan KB rekan kerja bersama rekan kerja farmasi dapat seperti survey langsung
kota Sabang Catatan tentang dan bersikap ramah mewujudkan misi ke gudang farmasi dapat
2. Mencatat fasilitas apa saja fasilitas untuk juga santun (Etika DINKES dan KB yaitu mewujudkan nilai-nilai
yang bisa digunakan untuk penataan obat Publik) dalam Meningkatkan pelayanan organisasi seperti
mengoptimalkan penataan menyelesaikan tahapan kesehatan yang Kebersamaan, Integritas,
obat dan berkonsultasi Data obat-obat kegiatan. Bekerja manusiawi dan Energik dan Responsif
bersama mentor indicator secara efektif dan berkeadilan
maksimal sehingga
3. Mendata obat-obat yang Data obat-obat mendapatkan hasil
termasuk ke dalam golongan covid yang bermutu
obat indicator yang ada di (Komitmen Mutu),
gudang Data obat-obat Tidak mengurangi atau
narkotika dan melebihkan data-data
4. Mendata obat-obat yang psikotropika yang didapat/ jujur
termasuk ke dalam golongan (Anti Korupsi) serta
obat covid yang ada di Data obat-obat jiwa melaksanakan kegiatan
gudang dengan akuntabel

16
Data obat-obat (Manajemen ASN)
5. Mendata obat – obat yang LASA dan teliti
termasuk ke dalam golongan (Akuntabilitas)
obat narkotika dan
psikotropika yang ada di
gudang

6. Mendata obat-obat yang


termasuk ke dalam obat jiwa
yang ada di gudang

7. Mendata obat-obat yang


tergolong obat LASA (Look
Alike Sound Alike) yang ada
di gudang
3. Menyusun dan menata 1. Berkonsultasi pada mentor Gudang terlihat Bekerja dengan penuh Menyusun dan menata Dengan disusun dan
letak obat terkait kegiatan pembersihan rapi dan bersih tanggung jawab dan letak obat di gudang ditatanya obat dengan
dan penyusunan obat (foto) teliti (Akuntabilitas) farmasi dapat baik pada gudang farmasi
bersama rekan kerja mewujudkan misi merupakan perwujudan
2. Membersihkan gudang Mudah mengambil (Nasionalisme) serta DINKES dan KB yaitu dari nilai-nilai organisasi
farmasi, merapikan barang- obat menerapkan sikap Meningkatkan pelayanan seperti Norma, Energik,
barang, menata pallet bekerja keras dan jujur kesehatan yang Integritas dan Responsif.

17
dengan rapi dan mengatur (Anti Korupsi). manusiawi dan
rak-rak yang akan digunakan Tersusunnya obat berkeadilan
untuk penataan obat dibantu dengan rapi sesuai
rekan kerja aturan (Etika Publik)
dan memudahkan
3. Menyusun obat berdasarkan petugas dalam
alphabet dan bentuk mengambil obat secara
sediaannya efektif (Komitmen
Mutu) yang akan
4. Menyusun obat pada rak didistribusikan ke
dengan system FIFO (First puskesmas (Whole of
In First Out) dan FEFO Government).
(First Expired First Out)
4. Membuat pelabelan obat 1. Meminta arahan mentor Tersedianya label Membuat label obat Membuat pelabelan obat Dengan dibuatnya
terkait bentuk label nama obat dengan teliti di gudang farmasi dapat pelabelan obat dan
obat (Akuntabilitas) dan mewujudkan misi pelabelan tanggal
Rak obat sudah dengan desain yang DINKES dan KB yaitu kadaluarsa obat dapat
2. Membuat label nama obat diberi label kreatif (Komitmen Meningkatkan pelayanan mewujudkan beberapa
sesuai klasifikasinya dan masing-masing Mutu). Bekerja keras kesehatan yang nilai organisasi yaitu
label tanggal kadaluarsa obat dalam melakukan manusiawi dan Aman, Norma dan
obat pelabelan dan bersikap berkeadilan berintegritas.

18
jujur (Anti Korupsi).
3. Mencetak label nama obat Kegiatan ini juga
dan label tanggal kadaluarsa dibantu rekan kerja
(Nasionalisme) yang
4. Menempel label nama obat peduli dan ikhlas
dan label tanggal kadaluarsa menolong (Etika
pada rak Publik).
Kejelasan informasi
5. Menempel sticker obat (Pelayanan Publik)
LASA
5. Membuat laporan hasil 1. Mengumpulkan data-data Data hasil kegiatan Membuat laporan Membuat laporan hasil Dengan dibuatnya laporan
kegiatan hasil kegiatan (Foto) dengan penuh tanggung penataan dan hasil kegiatan penataan
jawab (Manajemen penyimpanan obat di dan penyimpanan obat di
2. Membuat susunan laporan Laporan hasil ASN) dan jelas serta gudang farmasi dapat gudang farmasi dapat
hasil kegiatan kegiatan transparansi mewujudkan misi mewujudkan nilai
(dokumen) (Akuntabilitas), jujur, DINKES dan KB yaitu integritas dan Responsif
3. Melaporkan hasil kegiatan tanpa mengada-ngada Meningkatkan pelayanan
pada mentor dan memalsukan data kesehatan yang
(Anti Korupsi) agar manusiawi dan
menghasilkan laporan berkeadilan
yang bermutu

19
(Komitmen Mutu).
Dalam mengerjakan
kegiatan tersebut saya
bersikap sopan dan
santun (Etika Publik)
terhadap rekan kerja
yang telah banyak
membantu sehingga
apa yang dikerjakan
cepat selesai
(Nasionalisme)

20
Tabel 4. Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

Oktober November
No Kegiatan
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 1 Minggu 2
Memahami penataan, penyimpanan obat dan

1. Menyusun tahapan-tahapan kegiatan terkait penataan


dan penyimpanan obat
Melakukan survey langsung ke gudang farmasi
2.
Dinkes dan KB kota Sabang

3. Menyusun dan menata letak obat

4. Membuat pelabelan obat

5. Membuat rangkuman hasil kegiatan

21