Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“MENGGALI HAKIKAT, PENGERTIAN DAN MASALAH-MASALAH AKTUAL


PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI
TANTANGAN GLOBALISASI”

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan

Dosen Pengampu: Primadatu Deswara, SKM.,MPH

Disusun Oleh:

1. Ananda Ariviana (1903041001)


2. Isfan Denri (1903042002)
3. Risky Kautsar Arrizal (190304
4. Yulinda Saputri (190304
5. Zaenal Abidin (2003042006)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


MANAJEMEN HAJI & UMROH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
TAHUN AJARAN 2022/2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah kepada kita semua, shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada rasulullah SAW.
Yang telah berkenan memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul: “Menggali Hakikat, Pengertian Dan Masalah-Masalah
Aktual Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi”.

Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada. Materi-materi
bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam mempelajari mata
kuliah Kewarganegaraam . Mudah-mudahan dengan mempelajari makalah ini, para mahasiswa
akan mampu mengamalkan isi dari makalah ini.

Dan dalam penyusunan makalah ini kami sadar bahwa masih banyak kekurangan dan
kekeliruan, maka dari itu kami mengharapkan kritikan positif, sehingga bisa diperbaiki
seperlunya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat untuk kita semua.

Metro, 14 Maret 2022

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................4
B. Rumusan Masalah...................................................................................5
C. Tujuan Penulisan.....................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang mengalami perubahan
nama dengan sangat cepat karena mata pelajaran ini rentan terhadap perubahan politik, namun
ironisnya nama berubah berkali-kali, tetapi secara umum serta pendekatan cara penyampaiannya
kebanyakan tidak berubah. Dari sisi isi misalnya, lebih menekankan pengetahuan untuk di hafal
dan bukan materi pembelajaran yang mendorong berpikir apalagi berpikir kritis siswa. Dari segi
pendekatan yang lebih ditonjolkan adalah pendekatan politis dan kekuasaan.1 Dari segi
pembelajaran atau sistem penyampaiannya lebih menekankan pada pembelajaran satu arah
dengan dominasi guru yang lebih menonjol sehingga hasilnya sudah dapat diduga, yaitu
verbalisme yang selama ini sudah dianggap sangat melekat pada pendidikan umumnya di
Indonesia.Untuk dapat mengatasi hal itulah kiranya dibutuhkan perubahan-perubahan dalam
pendidikan kewarganegaraan paling tidak untuk ketiga aspek tersebut. Mulai terkikisnya moral
anak bangsa pada zaman sekarang ini, merupakan sebuah teguran cukup keras bagi semua
kalangan umum dan bagi pendidik khususnya.Dalam mengatasi hal ini pendidik harus bisa
mengintegrasikan setiap mata pelajaran menjadi pendidikan yang berkarakter baik secara
langsung maupun tidak langsung.Termasuk dalam matapelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
yang mengajarkan untuk berperilaku sesuai norma-norma yang ada.

Oleh karena itu, melalui tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan kami ingin membahas
lebih dalam mengenai hakikat, karakteristik, tujuan, dan ruang lingkup Pendidikan
Kewarganegaraan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa hakikat Pendidikan Kewarnegaraan?

2. Bagaimana karakteristik Pendidikan Kewarnegaraan?

3. Apa tujuan dari Pendidikan Kewarnegaraan?

4. Apa saja ruang lingkup Pendidikan Kewarnegaraan itu?

5. Prinsip-prinsip Pendidikan Kewarnegaran

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Masalah-masalah aktualisasi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam


menghadapi tantangan global
BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat Pendidikan Kewarnegaraan


Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan berdasarkan Nilai-nilai
pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral
yang berakar pada budaya bangsa yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan
dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik baik sebagai
individu, sebagai anggota masyarakat dan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut Kep. Dirjen dikti No.267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewarganegaran adalah
pendidikan tentang hubungan warga negara dengan negara, dan Pendidikan Pendahuluan
Bela Negara (PPBN). Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dinyatakan bahwa di setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan
Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan
Kewarnegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan
formal untuk membina sikap moral peserta didik agar memiliki karakter dan
berkepribadian yang positif sesuai dengan nilainilai pancasila .
PKn sebagai wahana pembinaan perilaku pada siswa juga dimaksudkan untuk membekali
siswa dengan budi pekerti, pengetahuan, dan kemampuan dasar berkenaan dengan
hubungan antara Negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara. 3 Jadi hakikat
Pendidikan Kewarganegaraan, yaitu :
1. Program pendidikan berdasarkan nilai-nilai Pancasila sebagai wahana untuk
mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya
bangsa yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk perilaku
dalam kehidupan sehari hari.
2. Sebuah matapelajaran yang memfokuskan pada pembentukkan diri yang beragam
dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga
negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh
Pancasila dan UUD 1945.
B. Karakteristik Pendidikan Kewarnegaraan
Djamarah dan Zain (Ihsan,2017: 53) menyatakan bagian-bagian karakteristik pendidikan
Pancasila dan Kewarnegaraan sebagai berikut:
1. Menekankan pada pemecahan masalah
2. Bisa dijalankan dalam berbagai konteks
3. Mengarahkan siswa menjadi pembelajar mandiri
4. Mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan siswa yang berbeda
5. Mendorong siswa untuk merancang dan melakukan kegiatan ilmiah
6. Memotivasi siswa untuk menerapkan materi yang telah dipelajari 7. Menerapkan
penilaian otentik.
Karakteristik dapat diartikan sebagai ciri-ciri atau tanda yang menunjukkan suatu hal
berbeda dengan lainnya.PKn sebagai mata pelajaran yang sangat penting bagi siswa
memiliki karakteristik yang cukup berbeda dengan cabang ilmu pendidikan
lainnya.Karakteristik PKn ini dapat dilihat dari objek, lingkup materinya, strategi
pembelajaran, sampai pada sasaran akhir dari pendidikan ini.
Mata pelajaran PKn terdiri dari dimensi pengetahuan Kewarganegaraan (civic
knowledge) mencakup bidang politik, hukum, dan moral.Dimensi keterampilan
Kewarganegaraan (civic skill) meliputi keterampilan, partisipasi dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Dimensi nilai-nilai Kewarganegaraan (civic values) mencakup
percaya diri, komitmen penguasaan atas nilai religious, norma, dan moral luhur, nilai
keadilan, demokratis, toleransi, kebebasan individual, kebebasan berbicara, kebebasan
pers, kebebasan berserikat, dan berkumpul, dan perlindungan terhadap minoritas.

Adapun karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah :


1. PKn termasuk dalam proses ilmu sosial (IPS).
2. PKn diajarkan sebagai mata pelajaran wajib dari seluruh program sekolah dasar sampai
perguruan tinggi.
3. PKn menanamkan banyak nilai, diantaranya nilai kesadaran, bela negara, penghargaan
terhadap Hak Asasi Manusia, pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab sosial,
ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi,
kolusi, dan nepotisme.
4. PKn memiliki ruang lingkup meliputi aspek Persatuan dan Kesatuan bangsa, norma,
hukum, dan peraturan, Hak Asasi Manusia, kebutuhan warga negara, Konstitusi Negara,
Kekuasan dan Politik, Pancasila dan Globalisasi.
5. PKn memiliki sasaran akhir atau tujuan untuk terwujudnya suatu mata pelajaran yang
berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (nation and character building) dan
pemberdayaan warga negara.
6. PKn merupakan suatu bidang kajian ilmiah dan program pendidikan di sekolah dan
diterima sebagai wahana utama serta esensi pendidikan demokrasi di Indonesia.
7. PKn mempunyai 3 pusat perhatian yaitu Civic Intellegence (kecerdasan dan daya nalar
warga negara baik dalam dimensi spiritual, rasional, emosional maupun sosial), Civic
Responsibility (kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang
bertanggung jawab), dan Civic Participation (kemampuan berpartisipasi warga negara
atas dasar tanggung jawabnya, baik secara individual, sosial maupun sebagai pemimpin
hari depan).
8. PKn mengenal suatu model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique/Teknik
Pengungkapan Nilai), yaitu suatu teknik belajarmengajar yang membina sikap atau nilai
moral (aspek afektif).
Dari karakteristik yang ada, terlihat bahwa PKn merupakan mata pelajaran yang memiliki
karakter berbeda dengan mata pelajaran lain. Keberadaan PKn dengan karakteristik
seperti ini mestinya menjadi perhatian besar bagi masyarakat, komponen pendidik dan
negara.Hal ini disebabkan karena PKn banyak melanggar nilai-nilai pada siswanya. Nilai-
nilai kebaikan kebersamaan, pengorbanan, menghargai orang lain dan persatuan ini jika
di tanamkan dalam diri siswa bisa menjadi bekal yang sangat berharga dalam kehidupan
pribadi maupun berbangsa dan bernegara.
C. Tujuan Pendidikan Kewarnegaraan
Tujuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk mengembangkan
kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
2. Berpatisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak cerdas dalam
kegiatan kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara.
3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lainnya.
4. Beriteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau
tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Pendidikan Kewarganegaraan berorientasi pada penanaman konsep kenegaraan dan juga
bersifat implementatif dalam kehidupan sehari - hari. Adapun harapan yang ingin dicapai
setelah pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini, maka akan didapatkan generasi
yang menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
D. Ruang Lingkup Pendidikan Kewarnegaraan.
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek
sebagai berikut :
1. Persatuan dan kesatuan bangsa, merupakan perpaduan yang sangat erat untuk
menggambarkan makna yang tergantung dalam keberagaman yang ada di Indonesia
yang meliputi : Hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai
bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
partisipasi dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib
di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturanperaturan daerah, Norma-
norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan
nasional, Hukum dan peradilan internasional.
3. Hak asasi manusia adalah hak-hak yang melakat pada diri manusia sebagai karunia
Tuhan Yang Maha Esa dari sejak dilahirkan ke dunia yang tidak dapat dicabut atau
diganggu oleh siapa pun. meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban
anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, penghormatan dan
perlindungan HAM.
4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga
masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat,
Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara.
5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,
Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara
dengan konstitusi.
6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan
daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik,
Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam
masyarakat demokrasi.
7. Pancasila meliputi: Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara,
Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari.
8. Globalisasi adalah suatu proses dengan kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah
satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu maupun
masyarakat di daerah jauh. Globalisasi mendorong adanya perubahan yang terjadi
dalam bebrapa bidang meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri
Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan
organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

A. Menelusuri Konsep dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pencerdasan


Kehidupan Bangsa
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan
Tinggi, program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi lulusan
pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu pengetahuan
dan teknologi melalui penalaran ilmiah. Lulusan program sarjana diharapkan akan
menjadi intelektual dan/atau ilmuwan yang berbudaya, mampu memasuki dan/atau
menciptakan lapangan kerja, serta mampu mengembangkan diri menjadi profesional.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen dikemukakan bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dapat
menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, kemahiran, atau kecakapan, memiliki
standar mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi. Apakah profesi yang
akan Anda capai setelah menyelesaikan pendidikan sarjana atau profesional? Perlu Anda
ketahui bahwa apa pun kedudukannya, sarjana atau profesional, dalam konteks hidup
berbangsa dan bernegara, bila memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan
perundangan, maka Anda berstatus warga negara. Apakah warga negara dan siapakah
warga negara Indonesia (WNI) itu? Sebelum menjawab secara khusus siapa WNI, perlu
diketahui terlebih dahulu apakah warga negara itu? Konsep warga negara (citizen;
citoyen) dalam arti negara modern atau negara kebangsaan (nation-state) dikenal sejak
adanya perjanjian Westphalia 1648 di Eropa sebagai kesepakatan mengakhiri perang
selama 30 tahun di Eropa. Berbicara warga negara biasanya terkait dengan masalah
pemerintahan dan lembaga-lembaga negara seperti lembaga Dewan Perwakilan Rakyat,
Pengadilan, Kepresidenan dan sebagainya. Dalam pengertian negara modern, istilah
“warga negara” dapat berarti warga, anggota (member) dari sebuah negara. Warga negara
adalah anggota dari sekelompok manusia yang hidup atau tinggal di wilayah hukum
tertentu yang memiliki hak dan kewajiban.
Di Indonesia, istilah “warga negara” adalah terjemahan dari istilah bahasa Belanda,
staatsburger. Selain istilah staatsburger dalam bahasa Belanda dikenal pula istilah
onderdaan. Menurut Soetoprawiro (1996), istilah onderdaan tidak sama dengan warga
negara melainkan bersifat semi warga negara atau kawula negara. Munculnya istiah
tersebut karena Indonesia memiliki budaya kerajaan yang bersifat feodal sehingga
dikenal istilah kawula negara sebagai terjemahan dari onderdaan. Setelah Indonesia
memasuki era kemerdekaan dan era modern, istilah kawula negara telah mengalami
pergeseran. Istilah kawula negara sudah tidak digunakan lagi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini. Istilah “warga negara” dalam kepustakaan
Inggris dikenal dengan istilah “civic”, “citizen”, atau “civicus”. Apabila ditulis dengan
mencantumkan “s” di bagian belakang kata civic mejadi “civics” berarti disiplin ilmu
kewarganegaraan.
Menurut undang-undang yang berlaku saat ini, warga negara adalah warga suatu negara
yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 5 Mereka dapat meliputi
TNI, Polri, petani, pedagang, dan profesi serta kelompok masyarakat lainnya yang telah
memenuhi syarat menurut undang-undang. Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006
tentang Kewarganegaraan Indonesia, yang dimaksud warga negara adalah warga suatu
negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Lalu siapakah yang
termasuk warga negara Indonesia itu? Telusuri kembali dari berbagai sumber, siapa saja
yang termasuk warga negara Indonesia itu. Hasilnya dipresentasikan secara kelompok.
Sampailah pada pertanyaan apakah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) itu? Agar lebih
memahami Anda akan diajak menelusuri konsep dan urgensi Pendidikan
Kewarganegaraan (PKn) dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Ada dua hal yang perlu
diklarifikasi lebih dahulu tentang istilah PKn. Apa yang dimaksud dengan konsep PKn
dan apa urgensinya? Untuk menelusuri konsep PKn, Anda dapat mengkajinya secara
etimologis, yuridis, dan teoretis. Bagaimana konsep PKn secara etimologis? Untuk
mengerti konsep PKn, Anda dapat menganalisis PKn secara kata per kata. PKn dibentuk
oleh dua kata, ialah kata “pendidikan” dan kata “kewarganegaraan”. Untuk mengerti
istilah pendidikan, Anda dapat melihat Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) atau
secara lengkap lihat definisi pendidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat (1). Mari kita
perhatikan definisi pendidikan berikut ini. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1).
Telusuri lagi istilah pendidikan dari berbagai sumber. Apakah bedanya dengan pengertian
di atas? Selanjutnya, lihat pula istilah “kewarganegaraan” dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Apa arti dari istilah tersebut? Adakah sumber lain yang mengemukakan istilah
kewarganegaraan? Telusurilah sumber tersebut. 4 “warga negara” dapat berarti warga,
anggota (member) dari sebuah negara. Warga negara adalah anggota dari sekelompok
manusia yang hidup atau tinggal di wilayah hukum tertentu yang memiliki hak dan
kewajiban. Di Indonesia, istilah “warga negara” adalah terjemahan dari istilah bahasa
Belanda, staatsburger. Selain istilah staatsburger dalam bahasa Belanda dikenal pula
istilah onderdaan. Menurut Soetoprawiro (1996), istilah onderdaan tidak sama dengan
warga negara melainkan bersifat semi warga negara atau kawula negara. Munculnya
istiah tersebut karena Indonesia memiliki budaya kerajaan yang bersifat feodal sehingga
dikenal istilah kawula negara sebagai terjemahan dari onderdaan. Setelah Indonesia
memasuki era kemerdekaan dan era modern, istilah kawula negara telah mengalami
pergeseran. Istilah kawula negara sudah tidak digunakan lagi dalam konteks kehidupan
berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini. Istilah “warga negara” dalam kepustakaan
Inggris dikenal dengan istilah “civic”, “citizen”, atau “civicus”. Apabila ditulis dengan
mencantumkan “s” di bagian belakang kata civic mejadi “civics” berarti disiplin ilmu
kewarganegaraan. Apakah TNI merupakan warga negara Indonesia? Apa bedanya
dengan warga lain? Konsep warga negara Indonesia adalah warga negara dalam arti
modern, bukan warga negara seperti pada zaman Yunani Kuno yang hanya meliputi
angkatan perang, artis, dan ilmuwan/filsuf. Siapa saja WNI? Menurut undang-undang
yang berlaku saat ini, warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Mereka dapat meliputi TNI, Polri, petani,
pedagang, dan profesi serta kelompok masyarakat lainnya yang telah memenuhi syarat
menurut undang-undang. Menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang
Kewarganegaraan Indonesia, yang dimaksud warga negara adalah warga suatu negara
yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Lalu siapakah yang
termasuk warga negara Indonesia itu? Telusuri kembali dari berbagai sumber, siapa saja
yang termasuk warga negara Indonesia itu. Hasilnya dipresentasikan secara kelompok.

Anda mungkin juga menyukai