Anda di halaman 1dari 9

REKAYASA IDE

“PEMBINAAN MORAL REMAJA MELALUI LINGKUNGAN SEKITAR


(KELUARGA, LEMBAGA PENDIDIK, MASYARAKAT, PEMERINTAH)”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Budi Pekerti

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 7

Ade Putri Haryanti (1193111038)

Novita Yolanda Panjaitan (1193111093)

Putri Julianti Naibaho (1193111042)

Sri Desti Saria Ginting (1193111031)

DOSEN PENGAMPU : SUGIANTO, S.Pd., M.Ag

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)

2022
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah begitu banyak memberikan nikmat serta
rahmatnya kepada kita semua sehingga kita masih dapat merasakan indahnya hidup.

Rekayasa Ide ini kami buat untuk memenuhi persyaratan dalam perkuliahan yang di
asuh oleh Bapak Sugianto, S.Pd., M.Ag. sebagai dosen mata kuliah “Pendidikan Budi
Pekerti”. Oleh karena itu kami akan menulis mini riset dengan sebaik mungkin.

Kami menyadari, sebagai seorang pelajar yang pengetahuannya tidak seberapa yang
masih perlu belajar dalam penulisan rekayasa ide ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif demi terciptanya rekayasa
ide yang lebih baik lagi, serta berdayaguna di masa yang akan datang.

Besar harapan, mudah-mudahan rekayasa ide yang sangat sederhana ini dapat
bermanfaat dan maslahat bagi semua orang.

Medan, Mei 2022

Kelompok 7

i
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ................................................................................. i

DAFTAR ISI .............................................................................................. ii

BAB I Pendahuluan ................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................... 1


1.2 Tujuan Penulisan TRI ........................................................................ 1
1.3 Manfaat TRI ...................................................................................... 1

BAB II Identifikasi Permasalahan........................................................... 2

BAB III Solusi Dari Permasalahan ........................................................... 3

BAB IV Penutup ........................................................................................ 5

4.1 Kesimpulan ....................................................................................... 5


4.2 Saran ................................................................................................. 5

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 6

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di dunia pendidikan proses sosialisasi terdiri terdiri dari beberapa tahap, salah satunya
adalah tahap tugas perkembangan. Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul
pada periode tertentu dalam suatu rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat
berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas
berikutnya. Apabila gagal hal tersebut gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan
pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-
kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya. Oleh karena itu kemampuan untuk
menilai dan memahami lebih jauh tentang perkembangan peserta didik menjadi syarat
penting dalam suatu proses pengajaran.

Saat ini kualitas peserta didik di indonesia menjadi fenomena dan permasalahan yang
mengglobal di seluruh penjuru, baik di desa dan di kota, moral, intelek, kreativitas dan bakat
khusus dari peserta didik merubah sistem yang seharusnya, siswa yang dituntut bermoral,
berintelek, kreatif dan mampu mengembangkan bakat khususnya sesuai tujuan pendidikan
telah jauh dari harapan dan impian bangsa, saat ini banyak terjadi kesalahan-keasalahan dri
pihak pendidik yang terlalu memberikan kebebasan. Banyak siswa yang acuh-tak acuh pada
kualitasnya, karena kurangnya bimbingan dari piahak pendidik.

1.2 Tujuan penulisan TRI

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas rekayasa ide
Pendidikan Budi Pekerti. Melihat dan mencari permasalahan yang ada dalam konteks
membaca. Setelah kita dengan teliti mencari tahu permasalahannya dalam membaca, kita
mencari solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

1.3 Manfaat TRI


 Untuk menambah wawasan tentang membaca.
 Untuk mengetahui permasalahan membaca dari siswa tersebut.
 Mendapatkan solusi dari masalah yang ada
 Melatih menyusun dan menulis laporan dengan baik.

1
BAB II

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

Moral merupakan nilai yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur
tingkah laku seseorang, yang artinya moral menjadi tolak ukur yang dipakai oleh masyarakat
untuk menentukan baik buruknya tindakan seseorang sebagai manusia. Membentuk manusia
yang berbudi pekerti luhur adalah salah satu dari aspek tujuan Pendidikan Nasional
sebagaimana yang diterangkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 Undang-undang
Sisdiknas yang menjelaskan bahwa, “Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan manusia bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.

Adapun faktor- faktor yang menyebabkan siswa melakukan perbuatan menyimpang


dikarenakan ada masalah-masalah yang dialami dan tidak mengerti cara menyelesaikannya,
kurangnya peranan lembaga sosial dan masih tidak terpenuhinya hak-hak anak serta masih
sangat dirasakan kurangnya nilai kontrol diri dalam menghadapi realita kehidupan.

2
BAB III

SOLUSI DARI PERMASALAHAN

Karena munculnya masalah krisis moral pada remaja, maka kami membuat sebuah ide
mengenai bagaimana membina remaja saat ini. Kita semua sangat berperan penting dalam
membentuk moral seseorang. Adapun dalam hal ini perlu ditanamkan bahwa lingkungan
sekitar sangat mempengaruhi perkembangan seorang remaja khususnya pada perkembangan
moral. Dalam pembinaan moral lebih ditekankan dalam watak, kepribadian, budi pekerti,
sikap dan perilaku siswa. Pembinaan moral tidak bisa hanya dengan kegiatan proses belajar
mengajar saja, melainkan pembinaan moral disertai oleh pengaruh keluarga, lingkungan
sosial, dan organisasi masyarakat dalam upaya mengembangkan karakter seorang remaja.

Saat ini perlu ditanamkan bagi para remaja pendidikan moral agar nantinya mereka
dapat memjadi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu bersaing, disamping memiliki
budi pekerti yang luhur dan akhlak yang mulia. Dalam membentuk moral remaja, keluarga
merupakan lembaga yang memiliki peranan penting khususnya orangtua si anak. Karena
orangtualah yang mampu mengarahkan dan memantau anaknya agar dapat tumbuh dan
memiliki moral yang baik. Orangtua harus memberikan penjelasan mendalam tentang moral,
misalnya apabila si anak mulai melawan pada orang tua, banyak melanggar. Disinilah
orangtua sangat berperan dimana orang tua dapat menegur dan memberi sangsi kepada si
anak sehingga nantinya si anak takut untuk melanggarnya. Orang tua juga dapat memberi
motivasi dan arahan kepada anak, seperti orang tua mengajarkan anaknya agar memilih
pergaulan selalu hati-hati. Dalam hal ini juga sebagai orang tua kita harus memiliki
pendidikan yang baik dan ekonomi yang kuat dalam mendukung pembentukan moral anak.
Orang tua juga dapat menjadi fasilitator bagi sianak, seperti orang tua memberikan fasilitas
sesuai yang dibutuhkan sianak tersebut. Orang tua juga dapat mengajak anak-anaknya
mengunjungi panti asuhan, panti jompo, hingga memberikan sumbangan untuk anak-anak
jalanan sehingga rasa simpatinya muncul.

Selain orang tua lembaga yang berperan dalam pembentukan moral remaja adalah
lembaga pendidikan yaitu sekolah. Dalam lingkungan sekolah guru sangat berpengaruh
dalam pembentukan moral anak. Apabila guru mampu mendidik atau memberikan arahan
kepada si anak dalam aspek afektif, kognitif dan psikomotorik maka guru dikatakan telah
memberikan pencerahan kepada siswa tentang tujuan pendidikan. Dalam mewujudkan siswa
menjadi anak yang memiliki moral yang baik maka guru harus memantau dan memberi

3
motivasi kepada peserta didik. Seperti halnya guru memberi penjelasan sepintas mengenai
bahaya merokok, narkoba, dan lain-lain. Di sini juga pihak sekolah dapat membuat kesibukan
kepada siswa seperti membuat ekstrakulikuler. Dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler dapat
menumbuhkan karakter dan menambah karakter siswa selain mata pelajaran. Dalam kegiatan
ekstrakulikuler ini siswa diwajibkan memilih salah satu kegiatan yang cocok sesuai dengan
minat dan bakat masing-masing siswa.

Selain itu siswa juga dapat mengikuti berbagai kegiatan organisasi yang sudah
dirancang oleh sekolah, seperti organisasi pramuka, OSIS, paduan suara, Marching band,
PKS (Patroli Keamanan Sekolah), dan sebagainya. Dengan mengikuti organisasi ini maka
moral dan jiwa kepemimpinan siswa dapat terbentuk dengan baik. Lembaga masyarakat
juga berperan penting dalam pembentukan moral remaja. Sifat remaja sering berubah-ubah
karena pengaruh pemikirannya yang masih labil sehingga para remaja mudah melakukan hal-
hal yang berdampak negatif bagi remaja itu sendiri. Maka lembaga masyarakat perlu
melakukan pembinaan moral yaitu dengan cara memberikan ceramah-ceramah atau nasehat
kepada remaja. Lembaga masyarakat juga dapat membuat suatu seminar tentang
pembentukan moral. Dalam seminar ini remaja diajak bagaimana menanggapi hal-hal yang
dapat merusak karakter, akhlak, dan budi pekerti. Dalam seminar ini juga dipaparkan apa
dampak ke depannya apabila pembentukan moral remaja tidak ditanamkan mulai dari
sekarang. Dalam pembentukan moral yang baik pada remaja, pemerintah juga ikut berperan.
Dalam hal ini pemerintah dapat membuat suatu balai rehabilitasi sosial bagi remaja yang
telah melakukan penyimpangan. Di dalam balai rehabilitasi ini para remaja dapat di arahkan
tentang disiplin, gotong royong, sikap bertanggung jawab, kejujuran, mandiri, dan lain-lain.
Rehabilitasi sosial ini dapat dilakukan dengan pembangunan panti sosial, memberikan
motivasi, bimbingan mental spiritual, bimbingan fisik, bimbingan sosial dan konseling
psikososial, dan sebagainya.

4
BAB VI

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dapat di simpulkan Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan-perubahan


progessif yang terjadi sebagai akibat dari sebagai akibat dari proses kematangan dan
pengalaman. Vandale (dalam Hurlock 1980) menyebutkan bahwa perkembangan bukan
sekedar penambahan beberapa sentimeter pada tinggi badan sesorang, namun suatu proses
integrasi dari banyak struktur dan proses yang kompleks.

Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progesif dan kontinyu


(berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati.” dan melalui moral
seseorang dapat menjadi manusia yang matang dan berwibawa. Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila. Secara
terminologis, terdapat berbagai rumusan pengertian moral, yang dari segi substantif
materiilnya tidak ada perbedaan, akan tetapi formalnya berbeda. Didalam usaha membentuk
tingkah laku sebagai pencerminan nilai-nilai hidup tertentu ternyata faktor lingkungan
memegang peran penting. Diantara segala unsur lingkungan sosial yang berpengaruh, yang
tampaknya sangat penting adalah unsur lingkungan berbentuk manusia yang langsung dikenal
atau dihadapi oleh seseorang sebagai perwujudan dari nila-nilai tertentu. Dalam hal ini
lingkungan sosial berfunnsi sebagai pendidik dan pembina. Makin jelas sikap dan sifat
lingkungan terhadap nilai hidup tertentu dan moral makin kuat pula pengaruhnya untuk
membentuk atau meniadakan tingkah laku yang sesuai.

4.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan agar objek lebih mempelajari


bagaimana cara dan mengatasi sebuah permasalahan yang timbul pada dirinya,yaitu dengan
cara si objek harus berani tampil pede dalam semua hal yang ingin di lakuinya termasuk
dalam beragumen serta tingkah lakunya sehingga membentuk pribadi yang baik.

Dari pembahasan ini, kita mengetahui bahwa pentingnya moral bagi peserta didik
juga harus mengetahui wawasan mengenai peran beberapa faktor perubahan moral sehingga
dapat memotivasi peserta didik untuk lebih berkembang ke arah yang lebih baik.

5
DAFTAR PUSTAKA

Http://www.digilib.unimed.ac.id/1663/8/8%20BAB%20I.pdf

Http://www.jurnal.upi.edu/file/04_-_Proses_Pendidikan_Nilai_Moral_-_Fahrudin.pdf

Http://www.urnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JKD/article/view/7878