Anda di halaman 1dari 11

Abdul Aziz Izzudin Rendy Reynaldy A.

Siti Maulani Rahmi Tantan Faturrahman XI TKJ A Diagnosa LAN

Sabtu, 4 Juni 2011

Proxy (Filtering)
Pak Rudi Haryadi Pak Antoni Budiman

I.

Tujuan
Siswa dapat memahami materi tentang proxy. Siswa dapat membuat proxy server. Siswa dapat melakukan konfigurasi proxy server dengan menggunakan squid.

II.

Pendahuluan
Proxy adalah bagian dari firewall yang bertujuan untuk memfilter, memberikan layanan internet atau bisa diartikan aplikasi yang memerikan layanan internet (Menjembatani antara Client dan Internet) Posisi Proxy ada di antara User dan Internet Proxy bekerja di Lapisan Aplikasi Fungsi Proxy : a. Connection Sharing (Memberikan Layanan Koneksi Internet) b. Filtering (Memberikan Filter request dan respone dari Internet)/ACL c. Caching (Penyimpanan Sementara)

Squid
adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket Layer (SSL), Internet Gopher, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol (ICAP). Squid pada awalnya dikembangkan oleh Duane Wessels sebagai "Harvest objectcache", yang merupakan bagian dari proyek Harvest yang dikembangkan di University of Colorado at Boulder. Pekerjaan selanjutnya dilakukan hingga selesai di

University of California, San Diego dan didanai melalui National Science Foundation. Squid kini hampir secara eksklusif dikembangkan dengan cara usaha sukarela. Squid umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public License, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas.

Bentuk Filtering yang diberikan proxy menggunakan ACL (Access Control List) III.

Alat dan Bahan


Aplikasi Virtualisasi (VMware/VirtualBOX) OS Ubuntu yang sudah di Install di Aplikasi Virtualisasi OS untuk Client (Bisa Windows maupun Ubuntu) Dan alat bahan lain yang mendukung praktikum ini

IV.

Langkah Kerja
a. Pertama Buatlah Topologi seperti gambar di bawah ini :

b. Lalu buatlah konfigurasi jaringan seperti data yang ada di bawah ini : Server (Proxy dan Router) Interface : eth1 = 192.168.0.5/24 : eth2 = 172.16.16.2/26 Client Interface : eth1 = 192.168.0.1/24 c. Kami menggunakan OS Linux bagi Server maupun Client, lalu installkan squid di dalam server caranya adalah, jalankan terminal lalu masuk ke root dengan perintah sudo su [enter] Lalu masukkan perintah untuk menginstall squid yaitu :

tunggu sampai proses instalasi selesai d. Lalu konfigurasi squid pada file squid.conf dengan perintah gedit, bisa dengan vi bisa dengan nano

tapi kami sarankan untuk terlebih dahulu memback-up squid.conf yang asli agar mencegah kesalahan dalam praktikum, jika terjadi kesalahan tinggal kembalikkan setting squid.conf yang original.

Berdasarkan gambar diatas, kita telah menentukan situs mana yang akan di blok yaitu facebook, twitter, dan Kaskus. e. Lalu lakukan restart squid dengan perintah squid k reconfigure atau service squid restart. (Lakukan restart jika sebelumnya squid telah berjalan, jika belum berjalan lakukanlah dengah perintah squid z).

f. Lalu masuklah ke Client untuk memasukkan Proxy Caranya adalah buka browser, kita disni menggunakan browser Mozilla firefox, lalu masuk ke menu edit-Preference, lalu ada tab Advanced-Network, lalu masuk ke menu Setting, disitu akan keluar Pengaturan Proxy masukkanlah proxy secara manual dengan cara mengklik radio button Manual proxy configuration Setelah itu yang kita masukkan adalah IP dari Proxy server yaitu 192.168.0.5 dan Port yang dimasukkan adalah 3128 karena di squid.conf kita menggunakan port 3128 maka disini juga kita menggunakan port tersebut, lalu jika sudah kliklah Checkbox Use proxy server for all protocols. Agar lebih jelasnya anda bisa melihat gambar di bawah ini.

Setelah proxy selesai dimasukkan maka kita coba test dengan membuka suatu situs

V.

Hasil

Gambar di bawah ini adalah hasil pembuatan cache yang telah dilakukan dalam praktikum kali ini. Melihat Isi Partisi Cache

Melihat Log dari Proxy Server dengan Perintah

VI.

Kesimpulan Caching Proxy Server membuat permintaan content internet oleh client menjadi lebih cepat karena content sebelumnya telah tersimpan sebagai cache di server. Baik oleh client itu sendiri maupun client lain yang mengakses content. Caching proxies menyimpan data content yang sering di request oleh client,jadi lebih hemat waktu dan biaya, dan memberikan kecepatan yang lebih cepat. Banyak perusahaan dan bisnis lainnya yang menggunakan Caching Proxy. Hal penting lainnya dari Caching proxy adalah untuk menekan biaya hardware seminimal mungkin.

Proxy dapat diaplikasikan untuk mekanisme perlindungan PC dari harmful program secara graphical. Sedikit berbeda dengan Packet Filtering, Proxy lebih dapat dirasakan oleh user pengguna koneksi jaringan, yaitu perlindungan yang disertakan dengan notify pada web browser. Sehingga dirasakan lebih aman bagi orang awam. Walaupun demikian, Packet Filtering dengan memanfaatkan IPTABLES lebih ketat dibanding Proxy. Namun yang lebih dirasakan manfaatnya secara langsung memang Proxy.